cover
Contact Name
Wahyudin
Contact Email
wahyuwahyudin@unsoed.ac.id
Phone
+6281390952818
Journal Mail Official
alit.jdbeditor@gmail.com
Editorial Address
Kampus Karangwangkal, Jl. Dr. Soeparno, Purwokerto Utara, Jawa Tengah 53122 Telp. (0281) 643744/629191 Fax. (0281) 621966
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Dental and Biosciences
ISSN : -     EISSN : 30892619     DOI : https://doi.org/10.20884/1.jdentbios.2025.2.01.12
Core Subject : Health,
Journal of Dental and Biosciences (JDB), is a publication of scientific writings related to dentistry and other biosciences fields in efforts to diagnose, prevent, treat oral diseases, and improve oral health. The spread of dental fields comprises pediatric dentistry, conservative dentistry, endodontics, periodontics, prosthodontics, orthodontics, oral and maxillofacial surgery, oral medicine and pathology, community dentistry, dental material science and technology, oral biology, biomolecular dentistry, oral and maxillofacial radiology, and forensic odontology.
Articles 24 Documents
UJI Aktifitas Antifungi Ekstrak Etanol Daun Pepaya (Carica papaya Linn) terhadap Candida albicans Multri, Violentri; Peramiarti, IDSAP; Rochmawati, Mutia; Ichsyani, Meylida; Satrio, Rinawati
Journal of Dental and Biosciences Vol 1 No 01 (2024): Journal of Dental and Biosciences
Publisher : Jurusan Kedokteran Gigi Fakultas Kedoketaran Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Candida albicans merupakan patogen oportunistik pada membran mukosa rongga mulut. C. albicans dalam jumlah berlebihan pada mukosa rongga mulut dapat menimbulkan infeksi kandidiasis oral. Pengobatan kandidiasis menggunakan obat sintetik memiliki efek samping pada pasien dengan kondisi khusus seperti mual, muntah dan diare, sehingga diperlukan alternatif pengobatan yang lebih aman, salah satunya dengan memanfaatkan daun pepaya. Daun pepaya memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder yang berkhasiat sebagai antifungi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antifungi dan KHM ekstrak etanol daun pepaya California pada konsentrasi 2,5%, 5%, 7,5%, 10 %, 12,5%, 15%. Jenis penelitian ini adalah eksperimental laboratoris secara in vitro dengan rancangan penelitian berupa post-test only control group design. Penelitian ini menggunakan metode dilusi dengan pengukuran menggunakan spektrofotometer. Uji fitokimia ekstrak etanol daun pepaya California mengandung senyawa aktif berupa flavonoid, saponin, tannin, dan alkaloid. Ekstrak etanol daun pepaya dapat menghambat pertumbuhan C. albicans pada konsentrasi 7,5%, 10%, 12,5% dan 15% dengan nilai absorbansi -0,0250, -0.0125, -0.0368 dan -0.0397. Ekstrak etanol daun pepaya California mempunyai aktivitas antifungi terhadap jamur C. albicans dengan nilai KHM sebesar 7,5%.
Isolasi dan Identifikasi Pseudomonas aeruginosa Penyebab Infeksi Nosokomial pada Permukaan Bowl Rinse Dental Unit RSGMP Universitas Jenderal Soedirman Ichsyani, Meylida; Nadira, Nimas Rahma
Journal of Dental and Biosciences Vol 1 No 01 (2024): Journal of Dental and Biosciences
Publisher : Jurusan Kedokteran Gigi Fakultas Kedoketaran Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infeksi nosokomial infeksi yang diperoleh seseorang selama berada di rumah sakit. Penyakit infeksi pada pasien dirumah sakit dapat menyebabkan risiko penyebaran infeksi dari satu pasien ke pasien lainnya, begitupun petugas kesehatan yang sering terpapar agen infeksi. Penyakit infeksi terkait pelayanan kesehatan, salah satunya disebabkan oleh bakteri Pseudomonas aeruginosa. Penelitian bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi bakteri Pseudomonas aeruginosa pada permukaan bowl rinse dental unit di RSGMP UNSEOD. Penelitian berupa quasi eksperimen dengan rancangan cross sectional dan dianalisis secara deskriptif. Dental unit dipilih menggunakan metode purposive sampling, sampel diisolasi dengan mengusap seluruh permukaan bowl rinse dental unit. Pengamatan morfologi koloni, morfologi sel, uji biokimia, serta analisis molekuler dilakukan untuk mengidentifikasi bakteri target. Hasil menunjukkan terdapat isolat bakteri Pseudomonas aeruginosa sesuai pengamatan morfologi, fisiologi dan analisis molekuler. Simpulan dari penelitian adalah terdapat bakteri Pseudomonas aeruginosa yang mengkontaminasi permukaan bowl rinse dental unit RSGMP UNSOED.
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Biji Pepaya Varietas California (Carica papaya L. var. Callina) Terhadap Bakteri Treponema denticola Solihin, Bella Ayuni Adhianti; Ichsyani, Meylida; Sari, Dwi Nur Indah; Rachmani, Eka Prasasti Nur; Prihastuti, Christiana Cahyani
Journal of Dental and Biosciences Vol 1 No 2 (2024): Journal of Dental and Biosciences
Publisher : Jurusan Kedokteran Gigi Fakultas Kedoketaran Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Periodontitis kronis merupakan penyakit inflamasi pada jaringan pendukung gigi yang terjadi karena akumulasi plak bakteri, salah satunya Treponema denticola. Alternatif terapi penyakit ini dapat berupa sediaan herbal yang memiliki zat antibakteri serta minimal efek samping, seperti biji pepaya varietas California (Carica papaya L. var. Callina). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adanya aktivitas antibakteri ekstrak etanol biji pepaya varietas California terhadap T. denticola. Penelitian dilakukan secara eksperimental laboratoris dengan posttest-only control group design. Uji antibakteri metode dilusi dilakukan untuk mendapatkan Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM) terhadap perlakuan ekstrak biji pepaya varietas California konsentrasi 3,125 mg/mL, 6,25 mg/mL, 12,5 mg/mL, 25 mg/mL, dan 50 mg/mL, kontrol negatif DMSO 1% dan kontrol positif klorheksidin glukonat 0,2%. Bakteri yang tumbuh dianalisis menggunakan uji non-parametrik Kruskall-Wallis dan Uji Post Hoc Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan nilai KBM pada penelitian ini terdapat pada konsentrasi 12,5% serta secara statistik tidak terdapat perbedaan aktivitas penghambatan pertumbuhan T. denticola dari ekstrak mulai konsentrasi 12,5 mg/mL dengan kontrol positif. Simpulan penelitian ini adalah terdapat aktivitas antibakteri ekstrak etanol biji pepaya California terhadap T. denticola dengan KBM 12,5 mg/mL dan konsentrasi paling efektif pada 12,5 mg/mL. Kata kunci: Ekstrak biji pepaya varietas California; KBM; periodontitis kronis; Treponema denticola.
Pemanfaatan dan Potensi Bahan Alam di Banyumas sebagai Agen Anti Karies: Telaah Pustaka Nuryana, Putri Ayu; Taqwim, Ali; Zakiya, Aida; Aliyyu, Wienda Cinta; Purwanto, Rizky Ganda
Journal of Dental and Biosciences Vol 1 No 2 (2024): Journal of Dental and Biosciences
Publisher : Jurusan Kedokteran Gigi Fakultas Kedoketaran Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Pengobatan dengan memanfaatkan tumbuhan sudah menjadi budaya dan tradisi. Wilayah Banyumas memiliki keanekaragaman hayati baik dari empon-empon, tanaman, buah, ataupun hewan yang dapat dimanfaatkan potensinya untuk mencegah dan menghentikan karies gigi. Tujuan: mengkaji pemanfaatan dan potensi bahan alam yang melimpah di Kabupaten Banyumas sebagai agen anti karies. Tinjauan Pustaka: Bahan alam yang melimpah di Banyumas seperti kayu manis, kecombrang, bawang merah, daun kemangi, daun sirih, cengkeh, serai wangi, buah naga, jeruk nipis, kakao, cangkang telur ayam, dan cangkang keong sawah memiliki senyawa aktif metabolit sekunder berupa flavonoid, tannin, saponin, alkaloid, asam p-hydroxybenzoate, fenol, phenol hydroquinone, minyak atsiri, theobromine,dan kalsium karbonat yang memiliki kemampuan sebagai agen anti karies. Kesimpulan: Bahan alam kayu manis, kecombrang, bawang merah, daun kemangi, daun sirih, cengkeh, serai wangi, buah naga, jeruk nipis, kakao, cangkang telur ayam dan cangkang keong sawah yang terdapat di Banyumas berpotensi dan bermanfaat sebagai agen anti karies.
Perawatan Kesehatan Mulut Terpadu Lansia: Pelajaran Dari Chiang Mai Dewi, Hasna Rahmitha; Mudrikah, Tania Salsa Belani; Prastiwi, Yerima Dian; Nasror, Muhammad Azfar Hilman; Nasution, Rizky Aulia Marsha; Raya, Muhammad Filsaf; Ardila, Angeli Nur; Ramadhanti, Faiza Widya; Sari, Dwi Nur Indah; Handayani, Fani Tuti
Journal of Dental and Biosciences Vol 2 No 02 (2025): Journal of Dental and Biosciences
Publisher : Jurusan Kedokteran Gigi Fakultas Kedoketaran Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jdentbios.2025.2.02.11098

Abstract

Latar belakang: Populasi lansia mengalami peningkatan signifikan di seluruh dunia, namun pelayanan kesehatan yang terintegrasi untuk kelompok ini masih terbatas. Proses penuaan menyebabkan perubahan degeneratif multisistem yang mempengaruhi kesehatan umum dan kesehatan mulut secara bidirektional, sehingga memerlukan pendekatan perawatan yang holistik dan interprofesional. Chiang Mai University, Thailand, telah mengembangkan model pelayanan kesehatan mulut terpadu melalui Geriatric Medical Center (GMC) dan Senior Wellness Center (SWC) yang dapat menjadi rujukan pengembangan pelayanan kesehatan geriatri di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis model pelayanan kesehatan mulut terpadu untuk lansia di GMC dan SWC sebagai pembelajaran pengembangan pelayanan geriatri di Indonesia. Metode: Penelitian kualitatif deskriptif ini dilakukan melalui wawancara mendalam dengan tenaga kesehatan, observasi terstruktur, dan dokumentasi fasilitas di Geriatric Medical Center (GMC) dan Senior Wellness Center (SWC). Hasil: GMC dan SWC menerapkan perawatan holistik-komprehensif dengan spesialisasi geriatri. GMC memiliki klinik gigi dengan dua ruang pemeriksaan, termasuk dental unit untuk lansia pengguna kursi roda. SWC berfungsi sebagai pusat pelayanan primer dengan sistem rujukan terintegrasi ke spesialis geriatri. Kedua fasilitas mengimplementasikan pendekatan multidisiplin melalui kolaborasi dokter gigi, dokter geriatri, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya. Simpulan: Chiang Mai University menunjukkan pentingnya fasilitas kesehatan khusus geriatri dengan pendekatan multidisiplin dan infrastruktur ramah lansia. Model ini dapat diadaptasi untuk meningkatkan pelayanan kesehatan lansia di Indonesia menghadapi transisi demografis menuju aging society.
Potensi Bahan Alam di Banyumas Sebagai Agen Untuk Mempercepat Penyembuhan Luka Jaringan Lunak Rongga Mulut Rambiati, Wahyu Intan Putri; Sunaryono, Rizqi Amalia; Husna, Neneng Syifa Sofiyatul; Yuliani, Ananda Putri; Taqwim, Ali
Journal of Dental and Biosciences Vol 2 No 02 (2025): Journal of Dental and Biosciences
Publisher : Jurusan Kedokteran Gigi Fakultas Kedoketaran Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jdentbios.2025.2.02.11101

Abstract

Background: Wounds in the oral cavity are something that cannot be avoided in dental practice, especially in several procedures such as incisions, excisions and gingivectomy. The wound healing process takes a long time, increasing the risk of infection, which will hinder the healing process. The main focus in treating wounds is fast healing with optimal results. Currently, it is necessary to develop alternatives for the use of natural ingredients that can speed up the wound healing process with minimal side effects. Objective: The purpose of writing this article is to explore the potential of natural ingredients in Banyumas which have the effect of accelerating the healing of soft tissue wounds in the oral cavity. Method: This literature review source search method refers to reference sources in the form of PubMed and Google Scholar and then data analysis is carried out according to the specified topic. Result: Natural ingredients that are widely produced in Banyumas include cinnamon leaves (Cinnamomum verum), red ginger rhizomes (Zingiber officinale Var Rubrum rhizoma), turmeric (Curcuma longa Linn.), bay leaves (Syzygium polyanthum), aloe vera (Aloe vera L.) , robusta coffee (Coffea canephora), papaya leaves (Carica papaya L.), red dragon fruit (Hylocereus polyrhizus), and land snail mucus (Achantina fulica) contain active ingredients that can accelerate the healing of soft tissue wounds in the oral cavity. Conclusion: There are natural ingredients in Banyumas that contain active ingredients that can accelerate the healing of soft tissue wounds in the oral cavity.
Potensi Bahan Alam di Banyumas sebagai Agen Regenerasi Tulang Alveolar Hikmawati, Erlina; Febrianti, Saniyya Nur Annisa; Praptomo, Teena Kartika; Nugroho, Waskito Adi; Purnama, Ryana Budi
Journal of Dental and Biosciences Vol 2 No 01 (2025): Journal of Dental and Biosciences
Publisher : Jurusan Kedokteran Gigi Fakultas Kedoketaran Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jdentbios.2025.2.01.11106

Abstract

Latar belakang: Penggunaan bahan alam menjadi bahan obat pada masyarakat banyak dipilih karena diyakini lebih aman, lebih murah dan tentunya berkhasiat. Bahan alam yang melimpah di Kabupaten Banyumas dengan pemanfaatan dapat menunjang di dunia kedokteran gigi untuk membantu regenerasi tulang alveolar. Tujuan: Literatur ini akan membahas mengenai pemanfaatan bahan alam di Banyumas untuk membantu proses mempercepat regenerasi tulang masih terbatas. Tinjauan Pustaka: Tulang alveolar merupakan salah satu jaringan pendukung gigi. Remodeling tulang melibatkan osteoklas dan osteoblas. Proses penyembuhan regenerasi tulang alveolar dapat dipercepat dengan memanfaatkan bahan alam. Kesimpulan: Bahan alam di Banyumas memiliki potensi untuk mempercepat regenerasi tulang alveolar.
Pengaruh Kombinasi Ekstrak Etanol Kulit Buah Durian Varietas Bawor dan Fluconazole terhadap Penghambatan Pertumbuhan Candida albicans Tanjung, Nurul Hasanah; Widodo, A Haris Budi; Sari, Dwi Nur Indah; Prihastuti, Christiana Cahyani; Ichsyani, Meylida
Journal of Dental and Biosciences Vol 1 No 2 (2024): Journal of Dental and Biosciences
Publisher : Jurusan Kedokteran Gigi Fakultas Kedoketaran Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Kandidiasis oral merupakan infeksi fungi yang terjadi di rongga mulut dan umumnya disebabkan oleh C.albicans. Pengobatan lini pertama yang digunakan yaitu fluconazole. Beberapa obat antifungi seperti ketoconazole memiliki keterbatasan seperti toksisitas obat yang tinggi dan resistensi obat. Salah satu alternatif pengobatan kandidiasis oral yaitu dengan mengkombinasikan obat sintetik dengan bahan alam yang mengandung senyawa antifungi, misalnya kulit buah durian bawor seperti flavonoid, saponin, tanin, triterpenoid, dan alkaloid. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas kombinasi ekstrak etanol kulit buah durian bawor dan fluconazole dengan berbagai konsentrasi dalam menghambat pertumbuhan C.albicans; Metode: Jenis penelitian ini adalah eksperimental laboratoris dengan rancangan penelitian posttest-only control group design yang dilakukan dengan 6 kelompok kombinasi, 1 kelompok ekstrak tunggal, 1 kelompok kontrol positif dan 1 kontrol negatif dengan 3 ulangan. Aktivitas antifungi diuji dengan metode mikrodilusi untuk melihat KHM dan metode difusi kertas cakram untuk mengetahui zona hambat terhadap C.albicans. Rerata zona hambat dilakukan kategorisasi kekuatan penghambatannya dan dianalisis dengan uji Kruskal Wallis dan uji Mann-Whitney; and Kesimpulan: kombinasi ekstrak kulit buah durian bawor dan fluconazole memiliki aktivitas terhadap penghambatan pertumbuhan C.albicans dengan konsentrasi paling efektif sebesar 50%+400 µg.
Peningkatan Kesehatan Gigi dan Mulut Siswa/Siswi SD Negeri 2 Linggasari dengan Pembuatan Kader Dokter Gigi Kecil di Desa Linggasari, Kembaran, Kabupaten Banyumas Prakoso, Aditya Priagung; Satrio, Rinawati; Hirawan, Helmi; Wardana, Tirta
Journal of Dental and Biosciences Vol 1 No 01 (2024): Journal of Dental and Biosciences
Publisher : Jurusan Kedokteran Gigi Fakultas Kedoketaran Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan derajat kesehatan gigi dan mulut utamanya dalam mencegah terjadinya karies pada gigi dapat dilakukan melalui tindakan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitative dengan pemberdayaan kader. Salah satu bentuk kader yang dapat dibangun adalah pembentukan Dokter Gigi Kecil (DOKGICIL) pada tingkat sekolah dasar yang merupakan bagian dari Usaha Kehatan Gigi Sekolah (UKGS). DOKGICIL merupakan individu yang terorganisir dalam waktu tertentu dan kualitasnya terus ditingkatkan secara bertahap guna mencapai suatu tujuan yaitu kualitas kesehatan gigi dan mulut yang baik. Metode pelaksanaan dalam kegiatan ini yaitu membentuk kader DOKGICIL. Kemudian dilakukan pelatihan DOKGICIL. Setelah itu melakukan penilaian tingkat pengetahuan kesehatan gigi dan mulut pada siswa-siswi kelas III-VI SDN 2 Linggasari dengan kuisioner (pre-test). Untuk meningkatkan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut dilakukan penyuluhan oleh kader DOKGICIL, penilaian pengetahuan setelah penyuluhan dilakukan dengan kuisioner (post-test). Kemudian membandingkan hasil pretest dan posttest pengetahuan kesehatan gigi dan mulut siswa kelas III-VI SDN 2 Linggasari. Analisis data pretest dan posttest dilakukan melalui aplikasi IBM SPSS menggunakan uji pair t-test. Hasil analisa data didapatkan bahwa p<0,05, sehingga terdapat perbedaan yang bermakna antara tingkat pengetahuan siswa sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan oleh DOKGICIL. Hasil penelitian menunjukan bahwa pembentukan kader DOKGICIL terbukti efektif untuk meningkatkan tingkat pengetahuan pada siswa/i kelas III-VI SDN 2 Linggasari.
Stomatitis Uremia sebagai Manifestasi Oral pada Penderita Gagal Ginjal Kronis Nadiyah, Aisyah; Prihastuti, Christiana Cahyani; Ayustia, Nadya; de Silva, Ghea
Journal of Dental and Biosciences Vol 1 No 01 (2024): Journal of Dental and Biosciences
Publisher : Jurusan Kedokteran Gigi Fakultas Kedoketaran Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gagal ginjal kronis (GGK) adalah kondisi kerusakan ginjal baik secara struktur maupun fungsi dan bersifat irreversible sehingga terjadi ketidakseimbangan cairan dan elektrolit, serta uremia. Penyakit GGK dapat menunjukkan manifestasi pada rongga mulut berupa xerostomia, tongue coating, candidiasis, angular cheilitis, dan stomatitis uremia. Laporan kasus ini bertujuan untuk menunjukkan temuan klinis stomatitis uremia pada rongga mulut penderita gagal ginjal kronis stadium akhir. Seorang laki-laki berusia 36 tahun datang ke RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto dengan kondisi lemas. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan penurunan kadar hemoglobin 3,1 g/dL dan kadar hematokrit 10%, peningkatan ureum darah 427,08 mg/dL, dan penurunan nilai estimated glomerular filtration rate (eGFR) <5. Diagnosis pasien adalah gagal ginjal kronis (GGK) disertai kondisi anemia. Pasien juga mengeluhkan rasa tidak nyaman pada rongga mulut dan sulit berbicara. Pada pemeriksaan oral terdapat lesi berupa plak berbentuk irregular berwarna putih menutupi seluruh dorsum dan lateral lidah, tidak dapat dikerok, dan disertai rasa sakit yang didiagnosis sebagai stomatitis uremia. Stomatitis uremia dapat ditemukan pada rongga mulut penderita GGK karena dipengaruhi kondisi sistemik berupa peningkatan kadar ureum dalam darah dan saliva.

Page 1 of 3 | Total Record : 24