cover
Contact Name
Wahyudin
Contact Email
wahyuwahyudin@unsoed.ac.id
Phone
+6281390952818
Journal Mail Official
alit.jdbeditor@gmail.com
Editorial Address
Kampus Karangwangkal, Jl. Dr. Soeparno, Purwokerto Utara, Jawa Tengah 53122 Telp. (0281) 643744/629191 Fax. (0281) 621966
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Dental and Biosciences
ISSN : -     EISSN : 30892619     DOI : https://doi.org/10.20884/1.jdentbios.2025.2.01.12
Core Subject : Health,
Journal of Dental and Biosciences (JDB), is a publication of scientific writings related to dentistry and other biosciences fields in efforts to diagnose, prevent, treat oral diseases, and improve oral health. The spread of dental fields comprises pediatric dentistry, conservative dentistry, endodontics, periodontics, prosthodontics, orthodontics, oral and maxillofacial surgery, oral medicine and pathology, community dentistry, dental material science and technology, oral biology, biomolecular dentistry, oral and maxillofacial radiology, and forensic odontology.
Articles 24 Documents
Hubungan Faktor Sosiodemografi dengan Tingkat Kecemasan Dental Pasien sebelum Tindakan Odontektomi di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto Kuncoro, Bestaria Sani; Hidayah, Arfi Nurul; Oktadewi, Fitri Diah; Widodo, A. Haris Budi; Prasetyojati, Anna Kartika Puji
Journal of Dental and Biosciences Vol 1 No 01 (2024): Journal of Dental and Biosciences
Publisher : Jurusan Kedokteran Gigi Fakultas Kedoketaran Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Odontektomi merupakan prosedur untuk mengangkat gigi terpendam dengan pembedahan dan membutuhkan beberapa instrumen bedah tambahan. Prosedur odontektomi yang kompleks ini dapat menimbulkan masalah psikologis pada pasien yaitu munculnya kecemasan dental. Kecemasan dental dapat disebabkan oleh sejumlah faktor yaitu psikososial, perilaku, genetik dan sosiodemografi. Faktor sosiodemografi dapat terdiri dari usia, jenis kelamin, dan pendidikan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan faktor sosiodemografi dengan tingkat kecemasan dental pasien sebelum tindakan odontektomi di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Metode penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien yang akan dilakukan tindakan odontektomi di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Sampel diambil menggunakan teknik accidental sampling dengan jumlah sebanyak 75 responden pasien yang akan dilakukan tindakan odontektomi di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan Uji Chi-square dan Uji Regresi Logistik Multinomial. Hasil penelitian didapatkan variabel usia mempunyai p (0,000) dan contingency coefficient cukup kuat (0,473), jenis kelamin mempunyai p (0,000) dan contingency coefficient kuat (0,673), dan pendidikan mempunyai p (0,041) dan contingency coefficient lemah (0,342). Simpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara faktor sosiodemografi meliputi usia, jenis kelamin, dan pendidikan dengan tingkat kecemasan dental pasien sebelum tindakan odontektomi di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto serta variabel yang paling berpengaruh dengan tingkat kecemasan dental pasien sebelum tindakan odontektomi di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto yaitu jenis kelamin.
Pemanfaatan Radiografi Panoramik Untuk Estimasi Usia Identifikasi Forensik: A Review Adrianto, Angger Waspodo Dias; Hartomo, Bambang Tri; Satrio, Rinawati; Hesantera, Amalia Putri; Rahmawati, Haryani Devi
Journal of Dental and Biosciences Vol 1 No 01 (2024): Journal of Dental and Biosciences
Publisher : Jurusan Kedokteran Gigi Fakultas Kedoketaran Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Radiografi panoramik merupakan salah satu jenis radiografi yang digunakan dalam proses identifikasi odontologi forensik. Keunggulan penggunaan radiografi panoramik dalam proses identifikasi odontologi forensik yaitu sederhana. Akurasi radiografi panoramik dalam pengukuran anatomi telah ditetapkan dalam berbagai penelitian, dan gambaran radiografi panoramik telah dijadikan sebagai parameter dalam penentuan estimasi usia. Tujuan: Penulisan jurnal review ini bertujuan untuk membahas radiografi panoramik untuk usia estimasi identifikasi forensik. Metode: Jurnal Review ini disusun dengan metode studi kepustakaan atau literature review serta menggunakan data sekunder. Sumber ilmiah pada jurnal review ini diperoleh dari e-book dan jurnal nasional serta internasional bereputasi 5 tahun terakhir (2017-2022) yang terindeks di PubMed, Google Scholar, Sinta dan DOAJ. Pembahasan: Radiografi panoramik dapat digunakan sebagai alat bantu dalam proses estimasi usia identifikasi forensik dengan menghasilkan gambaran tomografi yang memperlihatkan struktur fasial meliput lengkung maksila dan mandibula beserta struktur pendukungnya. Jenis radiografi ini digunakan dapat digunakan dalam penentuan usia individu. Proses identifikasi tersebut dilakukan dengan menggunakan data ante-mortem serta data post-mortem. Kesimpulan: Pemeriksaan odontologi forensik menggunakan radiografi panoramik dapat dilakukan untuk mengidentifikasi estimasi usia korban berdasarkan struktur dentomaxillofacial serta tahap pertumbuhannya.
Laporan Kasus: Kandidiasis Oral pada Pasien Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immunodeficiency Syndrome (HIV/AIDS) Dewi, Aisha Tiara; Rimawati, Adninda; Purnama, Ryana Budi; Saksana, Rachmad Aji; Silva, Ghea de
Journal of Dental and Biosciences Vol 2 No 02 (2025): Journal of Dental and Biosciences
Publisher : Jurusan Kedokteran Gigi Fakultas Kedoketaran Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jdentbios.2025.2.02.11528

Abstract

Latar belakang : Pasien HIV/AIDS memiliki kekebalan tubuh yang lemah karena imunosupresi yang menyebabkan tubuh rentan terhadap infeksi sistemik. Manifestasi oral pasien HIV/AIDS antara lain kandidiasis oral, penyakit periodontal, xerostomia, Kaposi’s sarcoma, stomatitis aftosa rekuren, oral hairy leukoplakia, hiperpigmentasi oral, serta karies. Kandidiasis oral merupakan lesi yang paling sering terjadi pada pasien HIV/AIDS yang disebabkan oleh infeksi Candida albicans. Kasus : Pasien laki-laki berusia 53 tahun datang ke RSUD Margono Soekarjo, Purwokerto dengan keluhan lapisan putih seperti sariawan dan terasa tidak nyaman sejak 1 bulan yang lalu, demam, nafsu makan dan minum menurun, merasa kebingungan, keringat dingin, dan tangan terkadang tremor. Rapid test anti-HIV menunjukkan hasil positif. Penegakan diagnosis kandidiasis oral pada kasus ini yaitu melalui anamnesis, pemeriksaan klinis, dan pemeriksaan penunjang. Tanda dan gejala klinis dari kandidiasis oral yaitu adanya plak berwarna putih multipel pada mukosa rongga mulut, dapat dikerok yang meninggalkan bekas kemerahan, dan terasa nyeri. Manajemen Kasus : Obat yang diberikan pada pasien HIV dengan kondisi kandidiasis adalah ARV berupa FDC TLD, antijamur berupa Nystatin dan Fluconazole, obat kumur Chlorhexidine Gluconate 0,2%, dan kombinasi antibiotik berupa Azithromycin serta Cotrimoxazole. Simpulan : Keberhasilan pengobatan kandidiasis oral merupakan kombinasi keberhasilan pengobatan penyakit sistemik, pengobatan penyakit mulutnya, serta didukung oleh kedisiplinan pasien dalam menggunakan obat secara benar dan teratur dan menjaga kebersihan rongga mulut.
Pengaruh Serbuk Cangkang Kerang Hijau (Perna viridis) dan Kapur sebagai Bahan Poles terhadap Kekasaran Permukaan Basis Gigi Tiruan Resin Akrilik Polimerisasi Panas Yunanto, Karissa Alysia Zahra; Satrio, Rinawati; Purnama, Ryana Budi
Journal of Dental and Biosciences Vol 1 No 2 (2024): Journal of Dental and Biosciences
Publisher : Jurusan Kedokteran Gigi Fakultas Kedoketaran Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Resin akrilik polimerisasi panas adalah salah satu bahan yang umum digunakan dalam pembuatan basis gigi tiruan. Salah satu sifat fisik basis gigi tiruan yang penting adalah kekasaran permukaan karena berpengaruh terhadap kenyamanan pasien serta retensi bakteri dan stain sehingga perlu dilakukan pemolesan menggunakan bahan abrasif. Serbuk cangkang kerang hijau (P.viridis) dan kapur berpotensi dijadikan bahan abrasif alternatif dengan kandungan utama berupa kalsium karbonat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh serbuk cangkang kerang hijau (P. viridis) dan kapur terhadap kekasaran permukaan basis gigi tiruan resin akrilik polimerisasi panas. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratoris pre-post-test design. Sampel berjumlah 27 dan dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu kelompok perlakuan 1 menggunakan serbuk cangkang kerang hijau, kelompok perlakuan 2 menggunakan serbuk kapur, dan kelompok kontrol menggunakan pumis. Kekasaran permukaan basis gigi tiruan resin akrilik polimerisasi panas diukur menggunakan profilometer kontak. Uji Paired T-Test menunjukkan terdapat perbedaan signifikan pada nilai kekasaran permukaan antara sebelum dengan sesudah pemolesan pada ketiga kelompok (p<0,05). Uji One-Way ANOVA menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan pada nilai selisih kekasaran sebelum dan sesudah pemolesan antara ketiga kelompok (p>0,05). Simpulan dari penelitian ini adalah serbuk cangkang kerang hijau (P. viridis) dan kapur berpengaruh terhadap kekasaran permukaan basis gigi tiruan resin akrilik polimerisasi panas. Kata kunci: Bahan poles, cangkang kerang hijau, kapur, kekasaran permukaan, resin akrilik polimerisasi panas
Ulserasi Labial pada Pasien Systemic Lupus Erythematosus (SLE): Laporan Kasus savira, erica bella; Hidayah, Riski Amalia; Abidi, Muhammad Tampan; Silva, Ghea de
Journal of Dental and Biosciences Vol 1 No 2 (2024): Journal of Dental and Biosciences
Publisher : Jurusan Kedokteran Gigi Fakultas Kedoketaran Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Systemic Lupus Erythematosus (SLE) adalah kondisi autoimun yang memengaruhi kolagen dan pembuluh darah, memengaruhi berbagai sistem tubuh seperti mucokutaneus, muskuloskeletal, dan vaskular. Tujuan: Laporan kasus ini menyajikan ulserasi labial pada seorang pasien dengan SLE, beserta manifestasi, patofisiologi, dan manajemen gigi di bidang kedokteran gigi. Kasus: Seorang pasien perempuan berusia 21 tahun datang ke Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Margono Soekarjo di Purwokerto ke Ruang Mawar pada Oktober 2023, dengan keluhan luka di mulut yang menyebabkan luka di kedua bibir yang sudah dialami selama satu minggu. Manajemen kasus: Manajemen kasus ini memberikan terapi farmakologi berupa antibiotik, analgesic,injeksi antimalaria, antiinflamasi, multivitamin dan obat kumur untuk kondisi pada rongga mulut pasien. Kesimpulan: Penyebab SLE masih belum diketahui hingga saat ini, tetapi diketahui bahwa itu terkait dengan kondisi sistemik dan faktor genetik. Diagnosis SLE dikonfirmasi berdasarkan riwayat medis, pemeriksaan fisik, tes pendukung, dan gejala klinis.
Hubungan Performa Mahasiswa Profesi Dokter Gigi pada Pelayanan Gigi Mulut terhadap Kecemasan Dental Pasien di RSGMP Universitas Jenderal Soedirman Satrio, Rinawati; Oktavilia, Ernasiwi Astri; Khairunnisa, Ghina
Journal of Dental and Biosciences Vol 2 No 01 (2025): Journal of Dental and Biosciences
Publisher : Jurusan Kedokteran Gigi Fakultas Kedoketaran Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jdentbios.2025.2.01.12359

Abstract

Latar belakang: Pendidikan profesi dokter gigi merupakan pendidikan yang diarahkan pada penguasaan dan penerapan ilmu kepada masyarakat dalam bidang kedokteran gigi untuk menghasilkan dokter gigi yang berkompeten. Performa merupakan pencapaian pelaksanaan suatu kegiatan perancanaan strategis dan operasional organisasi oleh seseorang atau kelompok orang dalam suatu organisasi. Kecemasan dental merupakan pemikiran bahwa sesuatu menyeramkan akan terjadi sebelum seseorang melakukan kunjungan atau perawatan gigi. Kecemasan dental tidak hanya dipengaruhi oleh pengalaman traumatis, jenis kelamin, instrumen perawatan gigi, pengetahuan, jenis perawatan gigi, dan dukungan keluarga, tetapi performa dari operator juga memegang peranan penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara performa mahasiswa program profesi dokter gigi dalam pelayanan kesehatan gigi dan mulut terhadap kecemasan dental pasien di klinik integrasi RSGMP UNSOED. Metode: Penelitian ini dilaksanakan secara observasional analitik. Responden penelitian berjumlah 95 orang yang merupakan pasien klinik integrasi RSGMP UNSOED pada tahun 2023-2024. Analisis data yang digunakan adalah uji korelasi Spearman. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara performa mahasiswa profesi dengan kecemasan dental pasien (p<0,05) dengan nilai coefficient correlation (CC) sebesar -0.811 yang menunjukkan bahwa hubungan antara variabel kuat. Kesimpulan: terdapat hubungan antara performa mahasiswa program profesi dokter gigi dalam melakukan pelayanan kesehatan gigi dan mulut terhadap kecemasan dental pasien.
Pengetahuan Orangtua tentang Penularan COVID-19 dan Kepatuhan Perawatan Berulang Gigi Anak di RSGM Unsoed Selama Pandemi COVID-19 Sarah, Putri; Lestari, Rr. Diyah Woro Dwi; Taqwim, Ali; Oktadewi, Fitri Diah; Anggono, Fajar Dwi
Journal of Dental and Biosciences Vol 1 No 2 (2024): Journal of Dental and Biosciences
Publisher : Jurusan Kedokteran Gigi Fakultas Kedoketaran Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Masalah kesehatan gigi rentan terjadi pada anak usia sekolah dan pengetahuan orang tua mengenai penularan COVID-19 diduga berperan dalam kepatuhan melakukan perawatan gigi berulang di masa pandemi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan orang tua tentang penularan COVID-19 dengan kepatuhan anak melakukan perawatan gigi berulang. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Metode pengambilan sampel adalah total sampling dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Subjek terdiri dari 50 orang tua pasien anak usia 6-12 tahun yang pernah melakukan perawatan gigi berulang di RSGM Unsoed. Instrumen penelitian berupa angket online untuk mengukur pengetahuan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil: Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan orang tua tentang penularan COVID-19 dengan kepatuhan anak melakukan perawatan gigi berulang (p=0,006). Nilai koefisien kontingensi sebesar 0,41 menunjukkan kekuatan hubungan yang moderat antara kedua variabel. Kesimpulan: Pengetahuan orang tua tentang penularan COVID-19 berhubungan dengan kepatuhan melakukan perawatan gigi berulang pada anak di RSGM Unsoed. Selain itu, memberikan informasi dan edukasi kepada orang tua tentang tindakan pencegahan COVID-19 di bidang kedokteran gigi penting untuk meningkatkan kepatuhan pengobatan.
Potensi Fraksi Etil Asetat Ekstrak Etanol Rimpang Kencur (Kaempferia galanga L.) dalam Menghambat Pembentukan Biofilm Fusobacterium nucleatum Faizal, Ozhan; Rochmawati, Mutia; Sari, Dwi Nur Indah; Rachmani, Eka Prasasti Nur; Triani, Maulina
Journal of Dental and Biosciences Vol 2 No 01 (2025): Journal of Dental and Biosciences
Publisher : Jurusan Kedokteran Gigi Fakultas Kedoketaran Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jdentbios.2025.2.01.12430

Abstract

Latar belakang : Fusobacterium nucleatum merupakan bakteri penyebab periodontitis dan termasuk kelompok bakteri orange complex pada biofilm. Akumulasi biofilm dapat menyebabkan berbagai penyakit seperti gingivitis, periodontitis, nekrosis jaringan, dan infeksi pada jaringan. Permasalahan yang disebabkan oleh biofilm dapat dicegah melalui terapi mekanis dan pemberian obat kumur chlorhexidine gluconate 0,2%, namun penggunaan dalam jangka panjang memiliki efek samping seperti staining, xerostomia, dan erosi gigi. Fraksi etil asetat ekstrak etanol rimpang kencur merupakan bahan herbal sebagai alternatif terapi adjuvan karena mengandung senyawa aktif antibiofilm. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas fraksi etil asetat ekstrak etanol rimpang kencur dalam menghambat pembentukan biofilm Fusobacterium nucleatum. Metode : Pada penelitian ini terdapat 5 kelompok perlakuan fraksi etil asetat ekstrak etanol rimpang kencur (5 mg/mL, 10 mg/mL, 15 mg/mL, 20 mg/mL, dan 25 mg/mL), kontrol positif chlorhexidine gluconate 0,2%, dan kontrol negatif DMSO 1%. Uji penghambatan pembentukan biofilm dilakukan menggunakan metode microtiter plate assay dengan pewarnaan kristal violet 1% dibaca pada panjang gelombang 595 nm. Data dianalisis menggunakan One-way ANOVA dan uji post hoc LSD, dan nilai MBIC50 diuji dengan analisis probit. Hasil : Uji fitokimia menunjukkan hasil bahwa fraksi etil asetat ekstrak etanol rimpang kencur mengandung senyawa flavonoid, saponin, alkaloid, tanin, dan fenol. Fraksi etil asetat ekstrak etanol rimpang kencur efektif dalam menghambat pembentukan biofilm Fusobacterium nucleatum dengan nilai MBIC50 7,3 mg/mL dan persentase penghambatan pembentukan biofilm semakin meningkat seiring dengan penambahan konsentrasi. Fraksi etil asetat ekstrak etanol rimpang kencur konsentrasi 25 mg/mL merupakan konsentrasi efektif. Simpulan: Fraksi etil asetat ekstrak etanol rimpang kencur efektif menghambat biofilm Fusobacterium nucleatum.
Studi In Vivo Pengaruh Gel Ekstrak Etanol Daun Carica (Carica Pubescens) Terhadap Re-Epitelisasi Dan Ukuran Luka Pada Proses Penyembuhan Luka Insisi Gingiva Azizah, Yuliya Zalma Noor; Hirawan, Helmi; Taqwim, Ali; Ashar, Fadli
Journal of Dental and Biosciences Vol 2 No 01 (2025): Journal of Dental and Biosciences
Publisher : Jurusan Kedokteran Gigi Fakultas Kedoketaran Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jdentbios.2025.2.01.12508

Abstract

Latar belakang: Luka insisi merupakan luka akibat benda tajam yang ditandai dengan terputusnya pembuluh darah kapiler pada jaringan. Luka akan sembuh melalui proses penyembuhan yang terdiri dari fase inflamasi, proliferasi, dan remodeling. Fase proliferasi meliputi terjadinya re-epitelisasi sebagai respon akibat adanya kerusakan jaringan. Re-epitelisasi akan membangun kembali jaringan yang rusak menyebabkan terjadinya penurunan ukuran luka hingga luka tertutup sempurna. Ekstrak etanol daun carica (Carica pubescens) diketahui mengandung zat aktif seperti, flavonoid, saponin, tanin dan triterpenoid yang dapat mempengaruhi proses penyembuhan luka. Tujuan dari penelitian ini mengetahui pengaruh ekstrak etanol daun carica terhadap re-epitelisasi dan penurunan ukuran luka pada proses penyembuhan luka insisi gingiva. Metode: Penelitian ini terbagi menjadi 5 kelompok perlakuan, yaitu P1 (gel ekstrak etanol daun carica 3%), P2 (gel ekstrak etanol daun carica 6%), P3 (gel ekstrak etanol daun carica 12%), KP (Aloclair® Plus Gel), dan KN (gel tanpa ekstrak). Data dianalisis menggunakan uji ANOVA dengan Post-Hoc LSD. Hasil: Analisis statistik menunjukkan hasil terdapat perbedaan signifikan (p≤0,05) antara seluruh kelompok dengan kontrol negatif gel tanpa ekstrak. Gel ekstrak konsentrasi 6% tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan dengan kontrol positif Aloclair® Plus Gel. Simpulan: Simpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh ekstrak etanol daun carica terhadap re-epitelisasi dan penurunan ukuran luka.
Hubungan Perilaku Ibu dalam Kesehatan Gigi dan Mulut dengan Kejadian Karies pada Anak Stunting Usia 30-59 Bulan di Kecamatan Cilongok, Banyumas Salsabilla, Alisa; Hidayah, Riski Amalia; Oktadewi, Fitri Diah; Taqwim, Ali; Widodo, A. Haris Budi
Journal of Dental and Biosciences Vol 2 No 02 (2025): Journal of Dental and Biosciences
Publisher : Jurusan Kedokteran Gigi Fakultas Kedoketaran Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jdentbios.2025.2.02.12612

Abstract

Latar belakang : Stunting merupakan malnutrisi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) yang ditandai dengan tinggi atau panjang badan lebih rendah menurut usia dan jenis kelamin. Karies gigi merupakan penyakit kronik yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus mutans dan Lactobacilli. Kurangnya asupan gizi menyebabkan atrofi pada kelenjar saliva sehingga terjadi penurunan fungsi saliva pada mulut. Resiko karies yang tinggi pada balita stunting memerlukan perhatian khusus dari ibu sebagai pemimpin kesehatan. Faktor perilaku ibu terbagi menjadi tiga domain, yaitu pengetahuan, sikap, dan tindakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan perilaku ibu dalam kesehatan gigi dan mulut dengan kejadian karies pada anak stunting usia 30-59 bulan di Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas. Metode : penelitian ini dilakukan secara observasional analitik dengan pendeketan cross sectional. Responden penelitian dipilih menggunakan quota sampling dengan jumlah 101 responden ibu balita stunting dan 101 responden balita stunting. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna antara variabel perilaku ibu dalam pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut terhadap variabel kejadian karies pada balita stunting dengan nilai uji statistik chi square (p < 0,05). Keeratan korelasi diketahui dari nilai Spearman Rank Correlation untuk pengetahuan -0,664 (keeratan tinggi) dan sikap -0,600 (keeratan tinggi) dan Pearson correlation untuk tindakan -0,432 (keeratan sedang). Simpulan: terdapat hubungan antara perilaku ibu dalam kesehatan gigi dan mulut dengan kejadian karies pada anak stunting usia 30-59 bulan di Kecamatan Cilongok kabupaten Banyumas.

Page 2 of 3 | Total Record : 24