cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Karakter
ISSN : 25277014     EISSN : 20895003     DOI : 10.21831
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 310 Documents
ANALISIS NILAI-NILAI KARAKTER PADA BUKU TEKS PEGANGAN GURU DAN SISWA KELAS IV SEMESTER 1 SEKOLAH DASAR Harini Puji Astuti; Wuri Wuryandani
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 8, No. 2 (2017)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (101.98 KB) | DOI: 10.21831/jpk.v7i2.17378

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) muatan nilai-nilai karakter; dan (2) kese- suaian nilai-nilai karakter antara buku guru dan buku siswa kelas IV semester 1 Sekolah Dasar. Pene- litian ini merupakan Penelitian Analisis Konten dengan subjek buku guru dan buku siswa kelas IV se- mester 1 sekolah dasar yang terdiri atas empat tema. Sebagai objek penelitian adalah muatan nilai-ni- lai karakter yang terkandung dalam buku tersebut. Hasil penelitian seperti berikut. (1) Buku Guru dan Buku Siswa kelas IV semester 1 telah mengembangkan nilai karakter religius, jujur, disiplin, peduli, santun, percaya diri, dan tanggung jawab. Nilai karakter dengan frekuensi kemunculan terbanyak ya- itu nilai karakter jujur, disiplin, tanggung jawab, dan percaya diri, kemudian diikuti nilai karakter santun dan peduli. Nilai karakter religius memiliki frekuensi kemunculan terendah dari setiap tema. Pengembangan nilai karakter terlihat pada buku teks dengan memberikan model atau contoh pe- ngembangan nilai dalam kehidupan sehari-hari, melalui kegiatan pembiasaan, mengintegrasikan kompetensi dari berbagai mata pelajaran, melibatkan secara langsung siswa dalam kegiatan pembe- lajaran, dan memberikan keteladanan. (2) Nilai-nilai karakter yang memiliki kesesuaian dari setiap tema yaitu nilai karakter yang mengembangkan sikap sosial. Nilai karakter tersebut adalah jujur, disi- plin, tanggung jawab, peduli, dan percaya diri. Pada karakter religius dan santun ditemukan bebe- rapa ketidaksesuaian pada tema berbagai pekerjaan. Kata Kunci: nilai-nilai karakter, buku teks, dan sekolah dasar  AN ANALYSIS OF CHARACTER VALUES IN THE TEXTBOOKS OF TEACHERS AND STUDENTS OF THE FOURTH GRADE OF ELEMENTARY SCHOOL ON THE FIRST SEMESTER  Abstract: This study is aimed to describe: (1) the content of character values; and (2) the suitability of the character values between teacher textbooks and student textbooks of fourth grade of Elementary School on the first semester. This study is a content analysis research with the subject of the text book of teacher and student of the fourth grade of Elementary School in the first semester. The object of the research is the character values contained in the books. The results show that: (1) textbook of teachers and student of the fourth grade of elementary school in the first semester have developed a religious character values, honesty, discipline, caring, politeness, confident, and responsibility. The character val- ue with the highest frequency of occurrence value honest character, discipline, responsibility and con- fidence, followed by the character value politeness and caring. Character value of religious has the low- est frequency of occurrence of each theme. Development of the character value seen in textbooks with a model or example of the development of value in everyday life, through habituation, integrate the competencies of various subjects, direct engagement of students in learning activities, and provide exemplary. (2) The characters values that have suitability of any theme that is the character values that de- velop social attitudes. The character value is honest, discipline, responsibility, caring, and confident. Some discrepancy on the theme of various works was founded in religious character and politeness. Keywords: character values, textbook, and elementary school
THE IMPLEMENTATION OF CHARACTER EDUCATION AT MTs NUR IMAN MLANGI, PONDOK PESANTREN AL-HUDA, SLEMAN REGENCY, YOGYAKARTA Yusti Marlia Berliani; Ajat Sudrajat
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 9, No. 2 (2018)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.14 KB) | DOI: 10.21831/jpk.v8i2.21535

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pendidikan karakter di sekolah berbasis pondok pesantren. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan mengambil setting di MTs Nur Iman Mlangi yang ada di lingkungan  Pondok Pesantren Al-Huda di Kabupaten Sleman Yogyakarta. Yang menjadi subjek penelitian yaitu kepala sekolah, wakil kepala sekolah guru bimbingan konseling, guru IPS, dan siswa di MTs Mlangi. Pengumpulan data dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai karakter yang diimplementasikan di MTs Mlangi yaitu religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, dan integritas. Pengintegrasian pendidikan karakter di MTs Mlangi dilakukan melalui pengintegrasian pendidikan karakter dalam pembelajaran, pengintegrasian pendidikan karakter melalui program pengembangan diri, dan pengintegrasian pendidikan karakter melalui budaya sekolah. Di antara faktor pendukung implementasi pendidikan karakter di MTs Mlangi yaitu guru profesional dan sarana prasarana yang memadai, sedang  faktor penghambatnya yaitu lingkungan sekolah yang kurang mendukung. Kata Kunci: implementasi, pendidikan karakter, Madrasah Tsanawiyah. THE IMPLEMENTATION OF CHARACTER EDUCATION AT MTs NUR IMAN MLANGI AT AL-HUDA ISLAMIC BOARDING SCHOOL AT SLEMAN REGENCY YOGYAKARTA Abstract: This study aims to describe the implementation of character education in Islamic boarding school-based school. This research is a qualitative research by taking the setting in MTs Nur Iman Mlangi in the Al-Huda Islamic Boarding School in Sleman Regency, Yogyakarta. The subjects of the study were the headmaster, the vice headmaster, the teacher of guidance and counseling subjects, the teacher of social studies subject, and students at MTs Mlangi. The data were collected with interview, observation and documentation techniques. The results showed that the character values implemented in MTs Mlangi were religious, nationalist, independent, mutual cooperation, and integrity. Implementation of integrating character education in MTs Mlangi is done through the integration of character education in learning, integration of character education through self-development programs, and integration of character education through school culture. Among the factors supporting the implementation of character education in MTs Mlangi were professional teachers and adequate infrastructure, while the inhibiting factors were the school environment that was less supportive. Keywords: implementation, character education, Madrasah Tsanawiyah.
KARAKTER RELIGIUS PADA MAHASISWA PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA Anita Anita; Badrun Kartowagiran
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 10, No. 2 (2019)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.162 KB) | DOI: 10.21831/jpk.v9i2.26838

Abstract

Abstrak: Penanaman karakter religius sangat urgen dalam upaya mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Telah banyak studi dilakukan untuk meneliti penanaman atau implementasi karakter religius pada peserta didik. Namun, masih belum banyak penelitian yang melakukan evaluasi dan pengukuran terhadap tingkat karakter religius mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur dan menjelaskan karakter religius pada mahasiswa program pascasarjana. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan populasi mahasiswa program pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta angkatan 2018. Pengambilan sampel menggunakan probability sampling dan proportionate stratified random sampling. Pengumpulan data menggunakan angket tentang The Muslim Religiosity Personality Inventory (MRPI) untuk mengukur religiositas mereka. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara umum, mahasiswa program pascasarjana UNY memiliki skor religiositas yang tinggi. Adapun dari segi gender, tingkat religiositas cenderung merata, meskipun laki-laki meraih skor sedikit lebih tinggi dari perempuan. Adapun perdimensi, skor tertinggi adalah kesalehan personal, lalu kesalehan sosial dan terendah kesalehan ritual.Kata Kunci: karakter religius; mahasiswa program pascasarjana; religiusitas personal, religiusitas ritual, religiusitas sosialRELIGIOUS CHARACTER ON STUDENTS OF POSTGRADUATE PROGRAM AT YOGYAKARTA STATE UNIVERSITY Abstract: The cultivation of religious character is very urgent in the effort to realize the goals of national education. There have been many studies conducted to examine the planting or implementation of religious character in students. However, there are still not many studies that evaluate and measure the level of their religious character. This study aims to measure and explain the religious character of postgraduate students. This study used a quantitative approach with a population of postgraduate students of Yogyakarta State University of 2018. Sample ditermination used probability sampling and proportionate stratified random sampling. Data collection used a questionnaire about The Muslim Religiosity Personality Inventory (MRPI) to measure their religiosity. Data analysis used descriptive analysis and inferential statistics. The results showed that in general, postgraduate students of Yogyakarta State University had high religiosity scores. In terms of gender, the level of religiosity tends to be evenly distributed, although men score slightly higher than women. As for the dimensions, the highest score is personal piety, then social piety, and the lowest is ritual piety.Keywords: religious character; students of postgraduate program; personal religiosity, ritual religiosity, social religiosity 
PERAN KELUARGA DAN MEDIA SOSIAL DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER SANTUN SISWA DI SEKOLAH DASAR Hidar Amaruddin; Hamdan Tri Atmaja; Muhammad Khafid
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 11, No. 1 (2020)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.102 KB) | DOI: 10.21831/jpk.v10i1.30588

Abstract

Banyak kasus yang menunjukkan lunturnya karakter santun di kalangan siswa di Sekolah  Dasar akibat kurangnya perhatian keluarga terhadap sikap dan perilaku anak juga akibat pengaruh negatif yang ditimbulkan oleh media sosial. Tujuan penelitian ini adalah mengategorikan peran keluarga dan media sosial dalam membentuk karakter santun siswa di Sekolah Dasar serta menyanggah atau menyetujui teori habitus Pierre Bordieu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah empat siswa kelas lima Sekolah Dasar Supriyadi dan Sekolah Dasar Primadana Semarang beserta orang tua mereka. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik induktif interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga berperan dalam mendidik, mengajarkan pengetahuan, dan mengevaluasi setiap sikap dan perilaku siswa Sekolah Dasar selama ia berada di lingkup keluarga, sekolah, dan masyarakat. Sedangkan media sosial tidak berperan positif dalam pembentukan karakter santun siswa, akan tetapi justru berperan mengganggu dan merusak karakter santunnya. Oleh karena itu, keluarga harus berperan melakukan manajemen penggunaan media sosial untuk anak dalam berbagai fungsinya, seperti manajemen sebagai sarana edukasi, sarana hiburan, dan alat komunikasi untuk mempertahankan karakter santunnya. Kata Kunci: Peran, keluarga, media sosial, karakter santun THE ROLE OF FAMILY AND SOCIAL MEDIA IN BUILDING STUDENT'S POLITE CHARACTER IN ELEMENTARY SCHOOL Abstract: Many cases show the declining character of politeness among students in elementary school due to the lack of family attention to their attitudes and behavior as well as the negative influence caused by social media. The purpose of this study is to categorize the role of family and social media in shaping the polite character of students in elementary schools and refuting or agreeing with habitus theory of Pierre Bordieu. This research uses a descriptive method with a qualitative approach. The research subjects were four fifth grade students of Supriyadi Elementary School and Primadana Elementary School in Semarang and their parents. Data collection uses interview, observation, and documentation techniques. Data analysis uses interactive inductive techniques. The results show that the family has a role in educating, teaching knowledge, and evaluating every attitude and behavior of elementary school students as long as he was in the scope of the family, school, and community. Whereas social media does not play a positive role in shaping students' polite character, but instead plays a role in disrupting and damaging their polite characters. Therefore, the family must play a role in managing the use of social media for children in a variety of functions, such as management as a means of education, entertainment, and communication tools to maintain their polite character. Keywords: Role, family, social media, polite character 
MUATAN PENDIDIKAN KARAKTER DALAM CERITA RAKYAT DI PACITAN Arief Setyawan; Sarwiji Suwandi; St. Y. Slamet
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 8, No. 2 (2017)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.455 KB) | DOI: 10.21831/jpk.v7i2.21778

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan karakter dalam kumpulan cerita rakyat dari Pacitan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan sumber data penelitian berupa Buku Cerita Rakyat dari Pacitan terbitan Grasindo 2004 yang memuat 10 judul cerita. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjuk- kan bahwa Cerita Rakyat dari Pacitan sebagai suatu karya sastra mengandung nilai pendidikan karakter yang meliputi: (1) religius; (2) jujur; (3) kerja keras; (4) kreatif; (5) rasa ingin tahu; (6) semangat kebang- saan; (7) menghargai prestasi; (8) cinta damai; (9) peduli lingkungan; (10) peduli sosial; dan (11) tang- gung jawab. Nilai-nilai tersebut menjadi dasar bahwa cerita rakyat selain digunakan sebagai media memperkenalkan kisah-kisah yang diyakini nenek moyang kepada keturunannya, juga bisa sekaligus menjadi sarana mendidik karakter pada diri mereka. Kata Kunci: pendidikan karakter, nilai-nilai karakter, cerita rakyat, Pacitan  CHARACTER EDUCATION CONTENT IN FOLKLORE PACITAN’S Abstract: This study aims to describe the value of character education in the compilation of Pacitan’s folklore. The method used is qualitative descriptive method with data source of research in the form of folklore from Pacitan published by Grasindo 2004 which contains 10 story titles. Data analysis is done by content analysis technique. The results show that Pacitan folklore as a literary work contains the value of character education which includes: (1) religious; (2) honest; (3) hard work; (4) creative; (5) curiosity; (6) Spirit of nationalism; (7) respecting achievement; (8) love of peace; (9) environmental care; (10) social care; and (11) responsibility. These values form the basis that folklore is used as a medium for introducing stories that ancestors believed to their descendants, as well as being a means of educating their character. Keyword: character education, character values, folklore, Pacitan
CHARACTER EDUCATION OF FOOD LOCAL CULTURE VALUES IN THE PEOPLE OF KAMPUNG ADAT CIRENDEU IN WEST JAVA THROUGH EXEMPLARY Rohmatulloh Rohmatulloh; Aan Hasanah Aan Hasanah; Uus Ruswandi
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 11, No. 1 (2020)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.74 KB) | DOI: 10.21831/jpk.v10i1.28658

Abstract

Customary village is small group of people who still survive and consistently preserve the culture and belief of their ancestors. Local cultural values deserve to be promoted to the application of character education in school. The qualitative research understanding the life and local cultural values is carried out in the people of Kampung Adat Cirendeu in West Java. The local culture of the Kampung Adat Cirendeu people holds the principle of ngindung ka waktu and mibapa ka jaman which has the meaning of maintaining identity but still keeping abreast of the times. One of the local cultural values that still preserves until today is the culture of cassava-based food as a substitute for rice. This culture has been going on for a century and become an inspiration for the national food diversification program. One of the preservation efforts is through the example of their ancestors. Promotion and granting food culture values to the character education in schools involve various educational stakeholders (teachers, educators, governments, people, and customary peoples) that should give an example to the students. The most effective method is to form students with character and in the end they will be familiar with local food culture and does not depend on rice. Keywords: Character education, Kampung Adat Cirendeu, Exemplary. PENDIDIKAN KARAKTER NILAI-NILAI BUDAYA LOKAL MAKANAN DI MASYARAKAT KAMPUNG ADAT CIRENDEU JAWA BARAT MELALUI KETELADANANDesa adat adalah sekelompok kecil orang yang masih bertahan dan secara konsisten melestarikan budaya dan kepercayaan nenek moyang mereka. Nilai-nilai budaya lokal layak dipromosikan untuk penerapan pendidikan karakter di sekolah. Penelitian kualitatif yang memahami kehidupan dan nilai-nilai budaya lokal ini dilakukan pada masyarakat Kampung Adat Cirendeu di Jawa Barat. Budaya lokal masyarakat Kampung Adat Cirendeu memegang prinsip ngindung ka waktu dan mibapa ka jaman yang memiliki makna mempertahankan identitas tetapi tetap mengikuti perkembangan zaman. Salah satu nilai budaya lokal yang masih dipertahankan hingga saat ini yaitu budaya makanan berbasis singkong sebagai pengganti beras. Budaya ini telah berlangsung selama satu abad dan menjadi inspirasi bagi program diversifikasi pangan nasional. Salah satu upaya pelestariannya yaitu melalui contoh dari nenek moyang mereka. Promosi dan pemberian nilai-nilai budaya makanan untuk pendidikan karakter di sekolah melibatkan berbagai pemangku kepentingan pendidikan (guru, pendidik, pemerintah, masyarakat, dan masyarakat adat) yang harus memberikan contoh kepada siswa. Metode yang paling efektif yaitu membentuk para siswa dengan karakter dan pada akhirnya mereka akan terbiasa dengan budaya makanan lokal dan tidak bergantung pada beras. Kata kunci: Pendidikan karakter, Kampung Adat Cirendeu, teladan.
KARAKTER KELOMPOK ALIRAN ISLAM DALAM MERESPONS ISLAMIC SOCIAL NETWORKING DI KABUPATEN BANYUMAS Abdul Rohman
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 5, No. 2 (2014)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpk.v0i2.2796

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui persepsi dan konsepsi kelompok aliran terhadap nilai-nilai toleransi, moderasi, dan ukhuwah; (2) mengetahui karakter kelompok aliran dalam merespons keberadaan teknologi informasi (TI), khususnya jejaring Islamic Social Networking yang dijadikan pusat dalam memfungsikan media “Forum Konsultasi Bersama”. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah deskriptif kualitatif dengan analisas interaktif. Adapun objek penelitian ini adalah Hizbut Tahrir Indonesia, Salafi, Jama’ah Tabligh, dan Lembaga Dakwah Islamiyah Indonesia (LDII). Adapun hasilnya adalah: (1) kelompok aliran keagamaan Islam memiliki karakter lebih mendominankan kelompoknya sendiri dibandingkan dengan kepentingan bersama, terutama jika hal tersebut terkait dengan persoalan yang lebih mendekati ”keagamaan”. Meskipun pandangannya terhadap nilai-nilai toleransi, moderasi, dan ukhuwah sangat baik dan perlu diaplikasikan, tetapi hal itu masih merupakan wacana dan pemikiran; dan (2) karakter kelompok aliran keagamaan Islam dalam merespons terhadap media jejaring sosial Islamic social networking masih kurang antusias. Hal ini terlihat dari kurang pedulinya mereka dalam mengikuti kegiatan sosialisasi maupun terhadap jejaring sosial yang telah dilaunching. Kata Kunci: karakter, jejaring sosial, kelompok aliran, dan toleransi THE CHARACTER OF ISLAMIC SECTS IN RENSPONSE TO ISLAMIC SOCIAL NETWORKING IN BENYUMAS REGENCY Abstract: This study aims to describe (1) the perception and conception of the Islamic sects towards the values of tolerance, moderation and brotherhood; and (2) the character of the Islamic sects in response to the existence of information technology (IT), especially to the social media of Islamic Social Networking used as the center for functioning the media of "Joint Consultation Forum". The method used in this research was descriptive qualitative with an interactive analysis technique. The subjects of this research were: Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Salafi, the Tabligh (preaching) participants, and the Indonesian Islamic Mission Institute (LDII). The results of this research are that: (1) the Islamic sects have the character of giving more priorities to their own group interests compared with the common interests, particularly if they relate to matters concerning the religious affairs. Although their views on the values of tolerance, moderation and brotherhood were very good and worthy of application, but they were still a mere discourse and thinking; and (2) the character of Islamic sects’ response to the social media of Islamic Social Networking still lacked enthusiasm. This could be seen from their in difference in joining the socialization activities and participation in the social networks that have been launched. Keywords: character, social networks, sects, and tolerance
NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM BUKU TEKS PELAJARAN BAHASA INDONESIA SMP DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Normawati Normawati
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 6, No. 1 (2015)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpk.v0i1.8612

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan nilai pendidikan karakter dalam buku teks bahasa Indonesia SMP yang dipakai di DIY. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang berwujud kajian tekstual. Sumber data penelitian adalah buku teks bahasa Indonesia SMP kelas VII, VIII, dan IX yang dipakai di DIY. Analisis data dilakukan dengan metode padan subjenis inferensial. Validitas data dengan validitas semantik sedangkan reliabilitas data dengan teknik intrarater dan interater. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai pendidikan karakter dalam buku teks pelajaran Bahasa Indonesia SMP di DIY ditemukan terdiri atas lima hubungan karakter. Kelima hubungan karakter tersebut, meliputi nilai karakter manusia terhadap Tuhan, diri sendiri, sesama, lingkungan, dan bangsa. Di antara kelima hubungan karakter dalam buku teks pelajaran, hubungan karakter manusia terhadap Tuhan yang paling sedikit ditemukan. Sebaliknya, karakter manusia terhadap diri sendiri dan sesama lebih intensif kemunculannya. Hal itu menyiratkan bahwa penulis buku ingin menekankan pada aspek manusia yang memiliki kehidupan pribadi dan kehidupan sosial. Kata Kunci: pendidikan karakter, buku teks, SMP CHARACTER EDUCATION VALUES IN THE INDONESIAN LANGUAGE TEXT BOOKS FOR JUNIOR HIGH SCHOOLS IN SPECIAL REGION OF YOGYAKARTA Abstract: This study aimed at describing the character education values in the Indonesian language textbooks used for junior high schools in DIY. This research was a descriptive textual study. The data sources were the Indonesian language textbooks used in grades VII, VIII, and IX of junior high schools in DIY. Data analysis was performed using inferential subtype match. Validity of the data used semantic validity, while reliability of data used techniques of intrarater and interater. The results showed that the values of character education in the Indonesian language textbooks for junior high schools in the province consisted of five character relationships. The five relationships included the value of human characters towards God, ourselves, others, the environment, and the nation. Among the five relationships in textbooks, the character of the relationship between man and God was found to be the least. In contrast, the human character of relationship between self and others apperared to more intensive. This implies that the author wants to emphasize the human aspect that has a stronger tendency towards personal and social lives. Keywords: character education, textbooks, SMP
MUATAN NILAI-NILAI KARAKTER PADA BUKU TEKS KURIKULUM 2013 PEGANGAN GURU DAN PEGANGAN SISWA KELAS II Atikah Mumpuni; Muhsinatun Siasah Masruri
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 7, No. 1 (2016)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpk.v0i1.10728

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) nilai-nilai karakter; (2) kesesuaian nilai karakter terhadap indikator KI 1 dan KI 2; serta (3) teknik penyajian nilai karakter pada buku teks Kurikulum 2013 pegangan guru dan pegangan siswa kelas II SD semester satu. Penelitian ini merupakan penelitian analisis konten yang dilaksanakan melalui enam tahap, yaitu: (1) pengumpulan data; (2) penentuan sampel; (3) pencatatan data; (4) reduksi; (5) penarikan kesimpulan; dan (6) mendeskripsikan hasil penelitian. Sumber data dalam penelitian ini adalah Buku Teks Kurikulum 2013 kelas II SD semester satu terbitan Kemdikbud yang terdiri atas empat tema. Sebagai objek penelitian adalah muatan nilai-nilai karakter yang terkandung dalam buku tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) buku pegangan guru dan buku pegangan siswa dalam setiap tema mengandung muatan nilainilai karakter dengan jumlah bervariasi dan persebaran kurang merata; (2) nilai karakter yang disajikan sebagian besar telah sesuai dengan indikator KI 1 dan KI 2, tetapi ditemukan pula karakter di luar indikator tersebut; (3) teknik penyajian nilai-nilai karakter yang sesuai indikator KI 1 dan KI 2 dengan cara: (a) pengungkapan dan pengintegrasian nilai karakter; (b) menggunakan lagu, cerita, dan drama untuk memunculkan nilai karakter; (c) mengubah hal-hal negatif menjadi positif; serta (d) melakukan praktik lapangan untuk memunculkan nilai karakter. Kata Kunci: nilai-nilai karakter, buku teks, Kurikulum 2013, sekolah dasar
PERAN SMP BERBASIS PESANTREN SEBAGAI UPAYA PENANAMAN PENDIDIKAN KARAKTER KEPADA GENERASI BANGSA Didik Suhardi
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 3, No. 3 (2012)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpk.v0i3.1248

Abstract

Abstrak: Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui peran Sekolah Menengah Pertama berbasis pondok pesantren dalam upaya menanamkan pendidikan kepada generasi bangsa Indonesia. Karakter bangsa yang mulai luntur di tengah arus globalisasi dan modernisasi seperti sekarang ini harus segera diatasi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui sistem pendidikan yang mencerdaskan sekaligus mencerahkan seperti yang diterapkan di sekolah berbasis pesantren. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sekolah berbasis pesantren memunyai peran yang signifikan dalam upaya pembentukan karakter bangsa. Pendidikan pondok pesantren dapat membentuk peserta didik yang berjiwa religius, akhlakul hasanah, disiplin, sederhana, menghormati orang yang lebih tua, dan memahami filosofis kehidupan. Kata Kunci: Pondok Pesantren, pendidikan karakter, generasi muda BOARDING SCHOOL-BASED SMP ROLE AS AN EFFORT TO IMPLEMENT CHARACTER EDUCATION FOR NATION’S SUCCESSORAbstract: The objective of the research is to understand the roles of pondok pesantren-based First Elementary School in the effort to infuse education among the younger generation of Indonesia. The national character which is fading fast amidst the current globalization and modernization needs an immediate respond. One of the efforts for that is using the educating and enlightening education system used in pondok pesantren-based school. The research uses descriptive method with qualitative approach. The result of the research shows that pesantren-based school has a significant role in shaping the character of the nation. Educational boarding school form students’ to be religious minded, akhlakul hasanah, disciplined, humble, respecting elders, and understand the philosophical of life. Keywords: Pondok Pesantren (boarding school), character education, younger generation