cover
Contact Name
Mevy Eka Nur Halizah
Contact Email
mevyekanurhalizah@gmail.com
Phone
+6289678245946
Journal Mail Official
mevyekanurhalizah@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Ahmad Yani 117, Surabaya, Jawa Timur, 60237 Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Journal of Islamic Community Development
ISSN : 27768430     EISSN : 27766632     DOI : https://doi.org/10.15642/jicd
Core Subject : Social,
Journal of Islamic Community Development is an academic journal published by the Department of Islamic Community Development, Faculty of Da‘wah and Communication, State Islamic University of Sunan Ampel Surabaya, since 2021. The journal serves as a platform for scientific publications for academics, researchers, practitioners, and students who focus on the study of Muslim community development and empowerment, both at the national and global levels, through conceptual-theoretical as well as practical-empirical approaches. JICD publishes articles on research findings, community service, empowerment model development, transformative da‘wah studies, and social innovations based on Islamic values. Each issue is published twice a year, in March and September, consisting of six articles per issue
Arjuna Subject : Ilmu Sosial - Demografi
Articles 34 Documents
Pendampingan Karang Taruna Melalui Pemanfaatan Sekam Padi di Dusun Jagul Desa Sendangrejo Lamongan Tata Ramadhan, Mochamad; Zahrah, Ulfiyatus
Journal of Islamic Community Development Vol. 2 No. 1 (2022): March
Publisher : UIN Sunan Ampel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jicd.2022.2.1.82-92

Abstract

Sekam padi merupakan limbah dari pengelolahan padi yang merupakan biomassa dapat digunakan sebagai bahan bakar alami. Salah satu penghasil padi yang besar adalah Kabupaten Lamongan seperti Dusun Jagul Desa Sendangrejo, yang sebelumnya belum ada pemanfaatan dari sekam padi tersebut dan hanya dibuang begitu saja sekarang dimanfaatkan menjadi briket arang sekam padi. Metode yang digunakan dalam dampingan ini adalah asset based comunity develepment (ABCD). Dalam pendekatan ini menggunakan aset sebagai fokusnya, dengan melihat potensi yang ada di lingkup sebuah desa dan memanfaatkannya. Menggunakan beberapa strategi yaitu discovery (masa lalu), dream (membangun mimpi), design (merencanakan aksi), dan destiny (aksi perubahan). Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah tumbuhnya kesadaran dalam masyarakat dalam pemanfaatan aset yang dimiliki menjadi potensi yang dapat dikembangkan. Dengan adanya kegiatan ini juga memunculkan solidaritas masyarakat dan antusiasme dalam pengelolahan aset secara berkelanjutan. Rice husks are waste from rice processing and are a biomass that can be used as natural fuel. One of the major rice producers is Lamongan Regency, such as the Jagul Hamlet in Sendangrejo Village, where previously there was no utilization of the rice husks and they were simply discarded. Now, they are being utilized to create rice husk charcoal briquettes. The method employed in this initiative is Asset-Based Community Development (ABCD). This approach focuses on assets, by identifying the potential within a village and harnessing it. It employs several strategies: discovery (past), dream (building dreams), design (planning actions), and destiny (action for change). The results obtained from this research indicate a growing awareness within the community regarding the utilization of their assets as potential for development. This activity has also fostered community solidarity and enthusiasm for sustainable asset management.
Nelayan dan Mobilitas Sosial: Studi Mobilisasi Generasi Keluarga Nelayan di Dusun Gowah Desa Blimbing Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan Fadhila, Siti Nur
Journal of Islamic Community Development Vol. 2 No. 2 (2022): September
Publisher : UIN Sunan Ampel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jicd.2022.2.2.1-14

Abstract

Mobilitas sosial merupakan perpindahan status, kelas, dan profesi seseorang dari satu ke lainnya yang terdiri dari dua tipe yaitu mobilitas vertikal, dan horizontal. Mobilitas memiliki lima saluran yaitu angkatan bersenjata, lembaga pendidikan, lembaga keagamaan, organisasi politik, dan organisasi ekonomi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor pendorong, faktor penghambat dan dampak akibat mobilitas sosial pada keluarga nelayan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga nelayan mengalami mobilitas sosial vertikal, horizontal, dan dampak akibat mobilitas sosial pada keluarga nelayan di Dusun Gowah Desa Blimbing Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan. Social mobility is the transfer of one's status, class, and profession from one to another which consists of two types, namely vertical and horizontal mobility. Mobility has five channels, namely the armed forces, educational institutions, religious institutions, political organizations, economic organizations. The purpose of this study is to determine the driving factors, inhibiting factors and the impact of social mobility on fishermen's families. This study uses a qualitative case study method. Data collection techniques used are through observation, interviews, and documentation. The results showed that fishermen's families experienced verticsal, horizontal social mobility, and the impact of social mobility on fishermen's families in Gowah Hamlet, Blimbing Village, Paciran District, Lamongan Regency.
Dinamika Sosial Kampung Arab: Studi tentang Pola Jaringan Pelaku Kawin Kontrak di Kawasan Puncak Cisarua Bogor Al Husna, Basmah
Journal of Islamic Community Development Vol. 2 No. 2 (2022): September
Publisher : UIN Sunan Ampel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jicd.2022.2.2.15-25

Abstract

Puncak merupakan kawasan wisata di Kabupaten Bogor yang ramai dikunjungi wisatawan domestik maupun wisatawan asing. Wisatawan asing yang berlibur di kawasan Puncak didominasi oleh wisatawan yang berasal dari Timur Tengah atau pribumi biasanya menyebutnya dengan sebutan “orang Arab”. Hal menarik dari kawasan Puncak yaitu terdapat sebuah daerah yang disebut dengan “Kampung Arab”. Keberadaan wisatawan Arab di kawasan Puncak menjadi faktor penyebab munculnya fenomena “kawin kontrak”. Menurut James Clyde Mitchell (1969), jaringan sosial merupakan seperangkat hubungan spesifik yang terbentuk diantara sekelompok orang, karakteristik dari hubungan-hubungan tersebut dipergunakan dalam menginterpretasi berbagai motif perilaku sosial dari setiap orang yang terlibat hingga pada dimensi yang terselubung (hidden dimensions) yang terjadi di dalamnya. Hubungan yang terjadi di antara pelaku kawin kontrak di kawasan Puncak Cisarua Bogor secara garis besar bersifat sekunder dan juga motif yang melatarbelakangi mereka melakukan praktik tersebut yaitu berkaitan dengan kebutuhan (biologis), kepentingan (uang), dan perasaan (kesetiaan). Penelitian ini bertujuan menggali informasi terkait pola-pola yang terbentuk dalam jaringan kawin kontrak serta menginterpretasikan motif yang melatarbelakangi pelaku kawin kontrak tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berdasarkan pendekatan jenis studi kasus dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara secara mendalam terhadap informan yang telah ditentukan.   Puncak is a tourist area in Bogor Regency which is visited by domestic and foreign tourists. Foreign tourists who vacation in the Puncak area are dominated by tourists who come from the Middle East or natives who usually refer to them as "Arabs". The interesting thing about the Puncak area is that there is an area called "Kampung Arab". The presence of Arab tourists in the Puncak area is a factor causing the emergence of the "contract marriage" phenomenon. According to James Clyde Mitchell (1969), social networks are a set of specific relationships that are formed between a group of people, the characteristics of these relationships are used in interpreting various social behavior motives of everyone involved up to the hidden dimensions that occur in society. inside. The relationship that occurs between contract marriage actors in the Puncak Cisarua Bogor area is broadly secondary and also the motives behind them carrying out this practice are related to needs (biology), interests (money), and feelings (loyalty). This study aims to explore information related to the patterns formed in contract marriage networks and to interpret the motives behind the contract marriage actors. This study uses a qualitative method based on a case study type approach with data collection techniques through in-depth interviews with predetermined informants.  
The Globalization of Nothing: Studi Non Services PayLater sebagai New Culture bagi Remaja Rantau di Surabaya Zumaroh, Siti
Journal of Islamic Community Development Vol. 2 No. 2 (2022): September
Publisher : UIN Sunan Ampel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jicd.2022.2.2.26-39

Abstract

PayLater merupakan fenomena yang sedang terjadi dikalangan remaja saat ini. Globalisasi yang semakin berkembang dengan pesat membuat teknologi semakin canggih dan banyak inovasi-inovasi baru bermunculan. PayLater merupakan pinjaman online dan termasuk kredit online. Penawaran PayLater yang menarik membuat masyarakat sangat tertarik khususnya dikalangan remaja. PayLater memang sangat mudah digunakan, dalam pendaftarannya tidak membuat pengguna baru kesulitan. Khususnya Remaja Rantau di Surabaya berpendapat bahwa PayLater telah menjadi budaya baru dikalangan mereka sekarang. PayLater dengan mudah masuk dan memiliki daya tarik kuat sehingga menyebabkan berubahnya kehidupan remaja rantau yang ada di Surabaya. Mereka lebih konsumtif karena memang tergiur dengan beli sekarang bayar nanti. Penelitian ini menggunakan teori Globalization of Nothing dengan menggunakan konsep Non Services atau bukan pelayanan. PayLater sendiri termasuk kedalam bukan pelayanan karena hanya memberikan pelayanan lewat virtual dengan menawarkan benefit dari PayLater.  PayLater is a phenomenon currently occurring among teenagers. Rapidly advancing globalization is leading to increasingly sophisticated technology and the emergence of numerous new innovations. PayLater is an online loan and falls under online credit. The enticing offers of PayLater have captivated the public, especially among teenagers. PayLater is indeed user-friendly, as its registration process does not pose difficulties for new users. Particularly, the Rantau Youth in Surabaya believe that PayLater has become a new culture among them. PayLater easily integrates into their lives and holds a strong allure, leading to a change in the lives of Rantau teenagers in Surabaya. They have become more consumptive because they are enticed by the "buy now, pay later" approach. This research employs the theory of the Globalization of Nothing, using the concept of Non Services, as PayLater falls into the category of non-services, as it only provides virtual services by offering benefits through PayLater.
Woro Aman: Tindakan Sosial Warga Desa Luworo Kecamatan Pilangkenceng Kabupaten Madiun dalam Masa Pandemi Covid-19 Meyta Maulidah, Budiasih
Journal of Islamic Community Development Vol. 2 No. 2 (2022): September
Publisher : UIN Sunan Ampel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jicd.2022.2.2.40-55

Abstract

Masyarakat mulai terbiasa dengan kondisi pandemi covid-19 karena pemerintah telah membuat kebijakan dengan mengikuti standar kesehatan. Kebijakan pemerintah merujuk pada standar kesehatan WHO (World Health Organization) atau organisasi kesehatan dunia diantaranya mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak dan selalu siap menggunakan handsanitizer. Standar kesehatan ini dilakukan dan dipatuhi oleh masyarakat termasuk jamaah muslim di masjid Baiturrahman. Sosio-religi jamaah Baiturrahman memberikan inspirasi dalam merespon masa pandemic covid-19. Salah satu upaya pengurus jamaah Baiturrahman adalah reaksi cepat terhadap jamaah yang dicurigai terpapar covid-19. Problem akademik yang ditemukan adalah tindakan sosial keagamaan jamaah Baiturrahman dalam merespon pandemic covid-19 dan reaksi masyarakat ketika dinyatakan terpapar covid-19. Tujuannya menemukan berbagai tindakan sosial masyarakat dalam merespon pandemic covid-19 dan perubahan sikap yang dialami bagi yang terpapar maupun empati masyarakat. Metode observasi dan wawancara menjadi instrumen penting untuk menemukan tindakan sosial keagamaan jamaah Baiturrahman. Teori Talcott Parsons menjadi pisau analisis untuk menemukan tujuan dan cara-cara yang tepat dalam menyikapi masa pandemic covid-19. Temuan penelitian bahwa aktor yang berperan di masjid Baiturrahman memiliki keamanan khusus untuk menjaga jamaahnya dari paparan covid-19. Respon masyarakat terhadap jamaah yang terpapar covid-19 mendapatkan perhatian dan layanan eksklusif dari masyarakat sekitar. Gerakan peduli covid-19 dengan jargon ‘Woro Aman’ menjadi icon masyarakat. Saling peduli dan menjaga kesehatan menjadi perhatian khusus masyarakat. People are getting used conditions of Covid-19 pandemic because government has made policies following health standards. Government policies refer to WHO (world health organization) health standards or world health organizations including; wash hands with soap, keep distance and always ready use a hand sanitizer. This health standard is carried out and complied with community, including Muslim worshipers at Baiturrahman mosque. Socio-religious congregation of Baiturrahman congregation provided inspiration in responding to Covid-19 pandemic. One efforts of management the Baiturrahman congregation a quick reaction to congregations suspected of being exposed to Covid-19. The academic problems found were the social and religious actions of Baiturrahman congregation in responding to the Covid-19 pandemic and reaction of community when they were declared exposed to Covid-19. The find various community social actions in response to Covid-19 pandemic and changes in attitudes experienced by those who are exposed and empathize with community. Observation and interview methods are important instruments for discovering social and religious actions of Baiturrahman congregation. Talcott Parsons' theory has become a tool for analysis to find goals and appropriate ways to respond to Covid-19 pandemic. The research findings show that actors who play a role in Baiturrahman mosque have special security to protect their congregation from exposure to Covid-19. The community's response to pilgrims who are exposed to Covid-19 gets exclusive attention and services from the surrounding community. Covid-19 care movement with the jargon 'Woro Aman' has become a community icon. Caring for each other and maintaining health is special concern of community.
Pengorganisasian Masyarakat dalam Membangun Kesadaran Lingkungan Sebagai Upaya Adaptasi Perubahan Iklim di Dukuh Grojogan Kalurahan Wirokerten Kabupaten Bantul Saleh, Abdurrahman
Journal of Islamic Community Development Vol. 2 No. 2 (2022): September
Publisher : UIN Sunan Ampel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jicd.2022.2.2.56-70

Abstract

Penelitian ini mengenai upaya pengorganisasian masyarakat untuk menciptakan kesadaran terhadap lingkungan yang terkait dengan perubahan iklim. Peneliti menggunakan metodologi Participatory Action Research (PAR). Peneliti menggunakan beberapa kegiatan dalam program adaptasi perubahan iklim yaitu kampanye adaptasi perubahan iklim, stabilisasi lingkungan, penguatan kapasitas kelompok, dan advokasi yang menguatkan. Kampanye adaptasi perubahan iklim dilakukan melalui media forum grup diskusi, media poster dan media papan peringatan. Upaya stabilisasi lingkungan dilakukan melalui kegiatan kerja bakti restorasi jaringan irigasi, pembuatan dinamic filter dan inovasi eco paving blok plastik. Kegiatan penguatan kapasitas kelompok dengan pembentukan kelompok tanggap proklim dan upaya pengesahan secara legal. Kegiatan akhir ditutup dengan advokasi beberapa kebijakan berupa pengesahan kelompok, dukungan kebijakan hingga menjadi kampung iklim, dan kebijakan tentang bangunan yang berdiri di atas jaringan irigasi. Hasil dari pengorganisasian ini, terjadi peningkatan pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang adaptasi perubahan iklim. Kesadaran tersebut memicu penguatan lingkungan Dukuh Grojogan menjadi lebih adaptif dalam menerima dampak perubahan iklim. Abstract. This research focuses on community organizing efforts to create awareness about environmental issues related to climate change. The researcher employed the Participatory Action Research (PAR) methodology. Several activities were carried out as part of the climate change adaptation program, including climate change adaptation campaigns, environmental stabilization, group capacity building, and advocacy strengthening. Climate change adaptation campaigns were conducted through discussion forum media, poster media, and warning board media. Environmental stabilization efforts were undertaken through communal work to restore irrigation networks, the creation of dynamic filters, and innovations in eco-paving plastic blocks. Group capacity building activities involved the formation of pro-climate response groups and legal recognition efforts. The final activities included advocacy for several policies, including group recognition, policy support leading to becoming a climate village, and policies related to structures built on irrigation networks. As a result of this community organizing, there was an increase in the community's understanding and awareness of climate change adaptation. This awareness triggered the strengthening of Dukuh Grojogan's environment to become more adaptive in addressing the impacts of climate change.
Pemberdayaan Perempuan Petani Hutan (Pesanggem) Melalui Pengolahan Hasil Hutan Bukan Kayu (Hhbk) Sebagai Upaya Mengatasi Kemiskinan Di Dusun Katikan Desa Katikan Kecamatan Kedunggalar Kabupaten Ngawi Widiyaningrum
Journal of Islamic Community Development Vol. 2 No. 2 (2022): September
Publisher : UIN Sunan Ampel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jicd.2022.2.2.71-88

Abstract

Penelitian ini membahas tentang pemberdayaan terhadap perempuan petani hutan di Dusun Katikan, Desa Katikan, Kec. Kedunggalar. Kab. Ngawi, Prov. Jawa Timur. Metode yang digunakan adalah PAR (Participatory Action Research), yang merupakan metode yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat dan menjadikan masyarakat sebagai subjek bukan sebagai objek. Strategi yang dilakukan peneliti dalam mengatasi tingginya tingkat kemiskinan petani hutan perempuan karena rendahnya penghasilan pertanian yaitu melalui edukasi dan inovasi pengolahan dan pemasaran hasil pertanian hutan, mengorganisir terbentuknya Kelompok Usaha Tani, menginisiasi kebijakan desa tentang pengolahan dan pemasaran hasil pertanian hutan serta mengorganisir sarana pengolahan dan pemasaran hasil pertanian hutan. Dalam hal ini, Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) difokuskan pada pengolahan hasil panen jagung dan singkong. Hasil dari pemberdayaan yaitu adanya pengolahan dan pemasaran hasil pertanian hutan, adanya Kelompok Usaha Tani, adanya kebijakan desa tentang pengolahan dan pemasaran hasil pertanian hutan, serta adanya sarana pengolahan dan pemasaran hasil pertanian hutan.   This research discusses the empowerment of women forest farmers in Katikan Hamlet, Katikan Village, Kedunggalar Subdistrict, Ngawi District, East Java Province. The method used is Participatory Action Research (PAR), which involves active community participation and treats the community as subjects rather than objects. The researcher's strategies to address the high level of poverty among women forest farmers due to low agricultural income include education and innovation in the processing and marketing of forest agricultural products, organizing the formation of Farmer Group Enterprises, initiating village policies on the processing and marketing of forest agricultural products, and organizing facilities for the processing and marketing of forest agricultural products. In this context, the focus of Non-Timber Forest Products (NTFPs) is on the processing of maize and cassava harvests. The results of empowerment include the processing and marketing of forest agricultural products, the establishment of Farmer Group Enterprises, the presence of village policies on the processing and marketing of forest agricultural products, and the availability of facilities for the processing and marketing of forest agricultural products.
Pendampingan Masyarakat Eks Kusta dalam Usaha Kreatif Tas Botol Plastik Di UPT Rehabilitasi Sosial Bina Lara Kronis Dusun Nganget Desa Kedungjambe Kecamatan Singgahan Kabupaten Tuban Nabihah, Evita Zuhnun
Journal of Islamic Community Development Vol. 2 No. 2 (2022): September
Publisher : UIN Sunan Ampel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jicd.2022.2.2.89-102

Abstract

Penelitian ini membahas tentang pendampingan masyarakat eks kusta yang memiliki keterbatasan anggota tubuh dan mengalami keterasingan oleh masyarakat luar. Pendampingan dilakukan dengan memanfaatkan keterampilan yang mereka miliki yaitu pengolahan botol plastik bekas menjadi kerajinan tas. Proses pendampingan dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan aset dan potensi yang dimiliki masyarakat eks kusta, mensejahterakan kehidupan mereka dan memanfaatkan limbah yang ada melalui kerajinan yang bernilai jual. Dalam hal ini peneliti menggunakan metode ABCD (Asset Based Community Development). Pemberdayaan dilakukan untuk memanfaatkan kemampuan dan aset yang ada dilingkungan masyarakat eks kusta dengan tahapan 5D yaitu: Discovery, Dream, Design, Define dan Destiny. Hasil dari pendampingan yakni menjadikan eks penderita kusta mampu berpikir untuk memanfaatkan aset yang berada disekitar mereka dan mampu mengolahnya menjadi sesuatu yang bernilai jual melalui proses edukasi secara langsung baik lisan maupun praktik. Sehingga menjadikan mereka mandiri untuk meningkatkan pendapatan ekonomi. Adapun pendampingan yang dilakukan peneliti adalah berupa pengolaan botol plastik menjadi berbagai model tas diantaranya long strap bag, short strap bag dan sling bag yang memiliki nilai jual.
Penerapan Teknologi Alternatif Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim untuk Peningkatan Ketahanan Pangan pada Lahan Kering Berbasis Pekarangan Shofiyani, Syakilla Asfin; Fitriyah, Ries Dyah; Hermawati, Hermawati
Journal of Islamic Community Development Vol. 5 No. 2 (2025): September
Publisher : UIN Sunan Ampel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jicd.2025.5.2.1-12

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan teknologi alternatif yang mendukung adaptasi dan mitigasi perubahan iklim guna meningkatkan ketahanan pangan rumah tangga melalui optimalisasi lahan kering berbasis pekarangan. Latar belakang penelitian ini berangkat dari permasalahan dampak signifikan perubahan iklim terhadap ketersediaan pangan, terutama di wilayah lahan kering yang rentan terhadap kekeringan dan degradasi lahan. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan masyarakat secara aktif dalam seluruh tahapan penelitian, mulai dari identifikasi masalah, perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi, dengan lokasi penelitian di Dusun Sangeng, Desa Balungtawun, Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan. Implementasi program difokuskan pada penerapan sistem irigasi hemat air, budidaya tanaman adaptif terhadap kekeringan, dan pengelolaan pekarangan berbasis organik. Hasil proses pengorganisasian adalah perubahan pola pikir dan terbangunnya kemandirian serta penguatan ketahanan pangan rumah tangga melalui penerapan teknologi alternatif mitigasi dan adaptasi lahan kering, yang diwujudkan melalui pendidikan tentang sistem pertanian lahan kering, pembentukan kelompok peduli lahan kering, serta advokasi kebijakan lokal terkait program kemandirian pangan masyarakat dengan memanfaatkan lahan kering berbasis pekarangan. Perubahan ini menunjukkan bahwa pendekatan partisipatif tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis masyarakat dalam mengelola sumber daya lokal, tetapi juga membangun kesadaran kolektif akan pentingnya keberlanjutan pangan di tengah perubahan iklim. Temuan ini menegaskan bahwa metode PAR efektif dalam mengintegrasikan inovasi teknologi dengan pemberdayaan sosial, sehingga dapat menjadi model pengembangan ketahanan pangan yang relevan diterapkan di wilayah lahan kering lainnya dengan kondisi sosial-ekologis serupa.
Ketahanan Ekonomi Perempuan melalui Pengembangan Usaha Ekonomi Kreatif Widiastutik, Latifah; Ansori, Moh.; Kasmuri
Journal of Islamic Community Development Vol. 5 No. 2 (2025): September
Publisher : UIN Sunan Ampel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jicd.2025.5.2.13-29

Abstract

Penelitian ini membahas strategi dalam membangun ketahanan ekonomi kelompok perempuan serta keterkaitannya dengan dakwah pengembangan masyarakat Islam. Fokus penelitian diarahkan pada pendampingan komunitas PKK sebagai representasi komunitas perempuan di tingkat dusun. Metode yang digunakan adalah Asset Based Community Development (ABCD), yaitu pendekatan yang berorientasi pada pemanfaatan aset atau potensi yang telah tersedia dalam masyarakat untuk mencapai perubahan yang diinginkan. Melalui metode ini, strategi yang ditempuh difokuskan pada pemanfaatan Sumber Daya Alam (SDA), Sumber Daya Manusia (SDM), dan aset sosial yang dimiliki komunitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui proses pendampingan, komunitas PKK mampu mengidentifikasi aset lokal yang paling potensial, yaitu tanaman kelor. Tanaman ini kemudian diolah menjadi produk teh kelor dengan melibatkan anggota PKK dalam setiap tahapan, mulai dari produksi, pengemasan, hingga pemasaran. Aktivitas ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota PKK, tetapi juga memberikan tambahan pendapatan yang berkontribusi terhadap ketahanan ekonomi keluarga. Lebih jauh, penelitian ini memiliki relevansi dengan dakwah pengembangan masyarakat Islam, karena proses pemberdayaan yang dilakukan tidak hanya menekankan aspek ekonomi, tetapi juga nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan keberlanjutan berbasis etika Islam. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa pemberdayaan ekonomi perempuan melalui pendekatan ABCD dapat menjadi strategi efektif dalam membangun kemandirian sekaligus memperkuat dakwah sosial.

Page 3 of 4 | Total Record : 34