cover
Contact Name
Mariyal Qibtiyah
Contact Email
ijspt.fisioterapi@unm.ac.id
Phone
+6285894256608
Journal Mail Official
ijspt.fisioterapi@unm.ac.id
Editorial Address
Jl. Wijaya Kusuma Raya No. 14, Kampus Banta-Bantaeng, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Sulawesi Selatan
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Indonesian Journal of Sport Physical Therapy (IJSPT)
ISSN : -     EISSN : 31093094     DOI : 10.20344/ijspt
Core Subject :
Indonesian Journal of Sport Physical Therapy (IJSPT) merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Jurusan Fisioterapi, Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan, Universitas Negeri Makassar. Indonesian Journal of Sport Physical Therapy (IJSPT) difokuskan pada lingkup bidang Fisioterapi yang meliputi Fisioterapi Olahraga, neurologi, geriatri, pediatri, kardiovaskular dan pulmonal, promotif dan preventif serta Ilmu Keolahragaan. Penerbitan jurnal dilakukan secara berkala setiap bulan Februari dan Agustus.
Arjuna Subject : -
Articles 32 Documents
Hubungan antara Gangguan Postur Tubuh dengan Nyeri Muskuloskeletal pada Lansia Ghina Syakirah Yusri; Ichsani; Harvina Mukrim
Indonesian Journal of Sport Physical Therapy (IJSPT) Vol. 2 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Jurusan Fisioterapi Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20344/rw5yaj51

Abstract

Latar belakang: Gangguan postur tubuh disebabkan karena adanya perubahan fisiologis yang menyebabkan perubahan postur pada lansia. Akibatnya, dapat menimbulkan terjadinya resiko nyeri muskuloskeletal pada lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara gangguan postur tubuh dnegan nyeri muskuloskeletal pada lansia di Klinik Madising Telkomas. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain korelasional analitik. Sampel dalam penelitian ini adalah lansia di klinik madising telkomas yang memiliki gangguan postur sebanyak 30 orang. Pengukuran postur tubuh menggunakan alat Flexicurve dan Adam’s forward Bending Test dan nyeri musculoskeletal menggunakan kuesioner Nordic Body Map (NBM). Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara gangguan postur tubuh dengan nyeri muskuloskeletal pada lansia. Kelainan postur paling banyak adalah lordosis 15 responden (50%), kifosis 13 responden (43,3%) dan skoliosis sebanyak 2 responden (6,7%). Mayoritas responden mengalami keluhan agak sakit 19 responden (63,3%), keluhan sakit 10 responden (33,3%),dan sangat sakit 1 responden (3,3%). Hasil uji Chi-square menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan dengan nilai p=0,60 (p>0,05). Kesimpulan: Hal ini mengidentifikasi bahwa gangguan postur tubuh bukanlah satu-satunya faktor yang mempengaruhi nyeri muskuloskeletal, melainkan hanya salah satu dari banyak faktor yang berkontribusi.
Hubungan Penggunaan Backpack dengan Keluhan Nyeri Punggung pada Siswa Nur Pausia; Benny Badaru; Sarifin. G
Indonesian Journal of Sport Physical Therapy (IJSPT) Vol. 2 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Jurusan Fisioterapi Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20344/wfayw554

Abstract

Latar belakang: Nyeri punggung merupakan salah satu keluhan muskuloskeletal yang semakin sering ditemukan pada anak dan remaja. Kondisi ini umumnya terjadi karena adanya beban berlebih pada area punggung, salah satunya akibat penggunaan tas yang terlalu berat atau melebihi kapasitas tubuh mereka. Metode: metode penelitian kuantitatif dengan desain observasional analitik menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini merupakan seluruh populasi siswa kelas 2 di UPT SMP Negeri 2 yang berjumlah 69 orang. Hasil: penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang sangat kuat dan signifikan antara penggunaan backpack dengan keluhan nyeri punggung pada siswa di UPT SMP Negeri 2 Anggeraja. Berdasarkan hasil uji Spearman's rho diperoleh nilai signifikansi p = 0,001, yang berarti semakin baik cara penggunaan backpack maka semakin rendah keluhan nyeri punggung yang dialami siswa. Kesimpulan: beban yang melebihi kapasitas tubuh dapat mengubah posisi pusat gravitasi, meningkatkan tekanan pada tulang belakang, dan menimbulkan kelelahan otot statis yang berujung pada nyeri punggung.
Analisis Tingkat Pemahaman Atlet E-sport Sulawesi Selatan Mengenai Neck Pain Setelah Pemberian Edukasi Ergonomi Nadhila, Hani Fati; Rusli; Fahrizal
Indonesian Journal of Sport Physical Therapy (IJSPT) Vol. 2 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Jurusan Fisioterapi Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20344/3745dt10

Abstract

Latar belakang: Aktivitas bermain game dalam durasi yang lama dengan posisi statis yangt idak ergonomis beresiko menyebabkan keluhan musculoskeletal, khususnya neck pain . Atlet e-s port merupakan kelompok yang rentan terhadap kondisi ini. Upaya edukasi ergonomi menjadi penting dalam meningkatkan pemahaman dan mencegah keluhan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pemahaman atlet e-sport di Sulawesi Selatan setelah diberikan edukasi mengenai ergonomi dan neck pain . Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pre-test dan post -test . Sampel yang diambil sejumlah 20 orang atlet e-sport Sulawesi Selatan yang di ambil dengan teknik sampling jenuh. Data diperoleh melalui kuesioner yang diberikan sebelum dan setelah edukasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji paired sample t-test. Hasil: Terdapat peningkatan yang signifikan pada tingkat pemahaman atlet setelah diberikan edukasi, dengan nilai rata-rata pre-test sebesar 69,45 dan post -test mencapai 106,40. Hasil analisa uji statistik menunjukkan nilai signifikansi p = 0,000 (p<0.05). Dalam pemberian edukasi ergonomi memberikan dampak positif yang signifikan terhadap pemahaman atlet e-sport mengenai ergonomi dan neck pain. Kesimpulan: Edukasi ini dapat dijadikan intervensi preventif dalam upaya menjaga kesehatan musculoskeletal pada atlet e-sport .
Identifikasi Risiko Ergonomi Terhadap Low Back Pain Pada Pekerja Tenun Tradisional Di Desa Bira Bulukumba Salsabila Zahwalia; Sarifin G; Rusli
Indonesian Journal of Sport Physical Therapy (IJSPT) Vol. 2 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : Jurusan Fisioterapi Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20344/ehk6af89

Abstract

Latar belakang: Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi risiko ergonomi pada pekerja tenun tradisional di Desa Bira menggunakan metode rapid entire body assessment (REBA) serta menilai tingkat disabilitas akibat low back pain (LBP) melalui oswestry disability index (ODI). Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain potong lintang yang melibatkan 20 responden melalui teknik total sampling. Penilaian risiko ergonomi dilakukan menggunakan REBA untuk menentukan tingkat risiko, sedangkan tingkat disabilitas akibat LBP dinilai melalui kuesioner ODI. Hasil: penelitian menunjukkan bahwa 80% responden berada pada kategori risiko ergonomi sedang dan 20% pada risiko tinggi, sementara tingkat disabilitas didominasi kategori sedang (55%) dan berat (40%), serta 5% responden mengalami kecacatan total. Uji normalitas menunjukkan data tidak berdistribusi normal sehingga analisis hubungan menggunakan uji spearman’s rho. Hasil uji menunjukkan nilai p = 0,679 dan r = –0,099, yang mengindikasikan tidak adanya hubungan signifikan antara risiko ergonomi dan tingkat disabilitas. Kesimpulan: Temuan ini menunjukkan bahwa tingginya disabilitas akibat LBP tidak semata-mata dipengaruhi oleh risiko ergonomi, tetapi juga oleh faktor lain seperti usia, lama kerja, dan paparan biomekanik jangka panjang.
Hubungan Frekuensi Latihan Minggu dengan Indeks Pemulihan Kardiovaskular (HRR) Pada Anggota Gym: Analisis berbasis Data Sekunder A Nur Pratiwi; Yulinar Anwar
Indonesian Journal of Sport Physical Therapy (IJSPT) Vol. 2 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : Jurusan Fisioterapi Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20344/tdvpeq90

Abstract

Latar belakang: Indeks pemulihan kardiovaskular (HRR) merupakan selisih denyut jantung maksimal dan istirahat yang menjadi acuan standar preskripsi intensitas latihan menurut ACSM. Frekuensi latihan mingguan diduga berhubungan dengan besarnya HRR, namun kajian berbasis data wearable skala besar pada populasi gym masih terbatas. Metode: Penelitian analisis sekunder dengan desain cross-sectional pada 973 anggota gym (kumpulan data Gym Members Exercise Tracking, Khorasani, 2024). Analisis meliputi uji korelasi (Pearson/Spearman), uji beda kelompok (One-Way ANOVA/Kruskal-Wallis) berdasarkan tipe latihan dan gender, serta regresi linear berganda, menggunakan IBM SPSS Statistics 30. Hasil: Tidak ditemukan korelasi signifikan antara frekuensi latihan mingguan dan HR Reserve (Pearson r = -0,021, p = 0,520; Spearman rho = -0,027, p = 0,402). Tidak terdapat perbedaan HR Reserve yang signifikan berdasarkan tipe latihan (ANOVA p = 0,301; Kruskal-Wallis p = 0,343) maupun gender (t-test p = 0,972; Mann-Whitney U p = 0,944). Model regresi berganda (10 prediktor) tidak signifikan secara keseluruhan (F = 1,221; p = 0,273; R² = 0,013), namun BMI terbukti menjadi prediktor independen HR Reserve (B = 0,169; p = 0,013). Kesimpulan: Frekuensi latihan mingguan bukan determinan utama HRR pada populasi gym yang telah aktif berlatih; intensitas dan durasi program latihan, serta BMI, tampak lebih relevan sebagai determinan HRR dibandingkan frekuensi latihan semata.
Hubungan Lama Penggunaan Laptop Dengan Keluhan Neck pain Pada Mahasiswa Tingkat Akhir Jurusan Fisioterapi Universitas Negeri Makassar Nur Reski; Sarifin G; Ians Aprilo
Indonesian Journal of Sport Physical Therapy (IJSPT) Vol. 2 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : Jurusan Fisioterapi Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20344/bz1sxk44

Abstract

Latar belakang: Mahasiswa tingkat akhir memiliki intensitas penggunaan laptop yang tinggi untuk menyelesaikan tugas akhir. Lama penggunaan laptop secara terus menerus merupakan salah satu faktor risiko utama memicu gangguan muskuloskeletal, khususnya keluhan nyeri leher (neck pain). Metode: Penelitian ini merupakan kuantitatif dengan pendekatan deskriptif korelasional melalui desain cross-sectional.  Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa tingkat akhir angkatan 2022 yang berjumlah 115 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik puposive sampling berdasarkan kriteria inklusi, sehingga diperoleh sampel sebanyak 30 orang. Instrumen peneli tian terdiri dari kuesioner data demografi, kuesioner lama penggunaan laptop (kategori < 2 jam, 2-4 jam, dan > 4 jam), serta visual analogue scale (VAS) untuk mengukur tingkat keparahan nyeri leher (skala 0-10). Hasil: penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara lama penggunaan laptop dengan tingkat nyeri leher. Data dianalisis menggunakan uji Fisher Freeman Halton Exact dan uji korelasi Sperman’s Rho ditemukan Nilai (r = 0,788, p < 0,001). Kesimpulan: semakin tinggi lama penggunaan laptop, maka semakin berat tingkat keluhan neck pain  yang dirasakan mahasiswa.   Jumlah halaman untuk jurnal IJSPT maksimal 15 halaman. Jika terdapat istilah-istilah asing yang belum dibakukan ditulis italic.
Hubungan Durasi Latihan dan Riwayat Cedera pada Atlet Panjat Tebing di Eiger Climbing Club Makassar Amanda Fahira Ramadhani Anwar; Hasmyati; Nur Indah Atifah Anwar
Indonesian Journal of Sport Physical Therapy (IJSPT) Vol. 2 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : Jurusan Fisioterapi Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20344/m5bmbz19

Abstract

Latar Belakang:Panjat tebing merupakan olahraga dengan tuntutan fisik tinggi yang memiliki risiko cedera,terutama akibat penggunaan otot dan sendi secara berulang. Salah satu faktor yang diduga berhubungandengan kejadian cedera pada atlet adalah durasi latihan. Durasi latihan yang berlebihan dapat meningkatkan kelelahan otot dan risiko cedera, sehingga perlu diteliti hubungan antara durasi latihan dan riwayat cedera pada atlet panjat tebing. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 32 atlet panjat tebing di Eiger Climbing Club Makassar yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Fisher Exact untuk mengetahui hubungan antara durasi latihan dan riwayat cedera.Hasil:Hasil analisis menunjukkan nilai p = 1,000 (p > 0,05), yang berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan antara durasi latihan dan riwayat cederapada atlet panjat tebing di Eiger Climbing Club Makassar. Temuan ini menunjukkan bahwa kejadian cedera pada atlet tidak hanya dipengaruhi oleh durasi latihan, tetapi juga dapat dipengaruhi oleh faktor lain seperti intensitas latihan, teknik pemanjatan, kondisi fisik, dan riwayat cedera sebelumnya. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara durasi latihan dan riwayat cedera pada atlet panjat tebing di Eiger Climbing Club Makassar. Faktor lain di luar durasi latihan diduga memiliki peran yang lebih besar terhadap terjadinya cedera sehingga perlu diperhatikan dalam penyusunan program latihan dan upaya pencegahan cedera
Hubungan Pengetahuan Atlet tentang Pemanasan dan Pendinginan dengan Riwayat Cedera pada Atlet Panjat Tebing di Eiger Climbing Club Makassar Sitti Azka Millah Suaib; Hasmyati; Nur Indah Atifah Anwar
Indonesian Journal of Sport Physical Therapy (IJSPT) Vol. 2 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : Jurusan Fisioterapi Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20344/vtq4zf81

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan atlet tentang pemanasan dan pendinginan dengan riwayat cedera pada atlet panjat tebing Eiger Climbing Club Makassar. Riwayat cedera menggambarkan pengalaman cedera yang dialami atlet selama latihan maupun pertandingan. Pemanasan dan pendinginan merupakan upaya penting dalam mengurangi risiko cedera dan dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan atlet. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel 32 atlet yang diambil melalui teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan uji Fisher Exact. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar atlet memiliki tingkat pengetahuan kurang (40,6%) dan riwayat cedera berat (53,1%). Nilai p-value sebesar 0,038 (p < 0,05) menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan atlet tentang pemanasan dan pendinginan dengan riwayat cedera. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa atlet dengan pengetahuan yang lebih baik cenderung memiliki riwayat cedera yang lebih ringan. Oleh karena itu, peningkatan pengetahuan mengenai pemanasan dan pendinginan perlu dilakukan dalam program latihan untuk membantu mengurangi risiko cedera olahraga.
Efek Terapi Latihan Torakal dan Home Program pada Tenaga Pendidik Dengan Nyeri Bahu Non Spesifik: A Case Study Andi Tenriwulan; Soffil Yudha Mulyadi
Indonesian Journal of Sport Physical Therapy (IJSPT) Vol. 2 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : Jurusan Fisioterapi Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20344/qgcm0t91

Abstract

Latar Belakang: Tenaga pengajar beresiko mengalami nyeri bahu sejalan dengan perubahan postur kifosis, durasi kerja yang panjang dan fungsional bahu yang terbatas. Nyeri bahu akibat perubahan postur tubuh disebut sebagai nyeri bahu non spesifik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek manual terapi, terapi latihan torakal dan home program pada tenaga pendidik dengan nyeri bahu non spesifik. Metode: Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan Case Study yang dilakukan selama tiga minggu. Pengukuran yang dilakukan adalah rentang gerak sendi torakal menggunakan Inclinometer, kekuatan genggaman menggunakan hand-held dynamometer, fungsional bahu menggunakan SPADI (shoulder pain and disability index). Hasil: Penelitian ini menunjukkan peningkatan fungsional bahu dari score SPADI 20% menjadi 8.5%, ROM torakal meningkat dari 850 menjadi 1000, 150 menjadi 200 masing – masing untuk fleksi dan ekstensi, serta kekuatan genggaman dari 6.1kg menjadi 14.4kg. Kesimpulan: Pemberian manual terapi, terapi latihan torakal serta home program memberikan efek positif terlihat dari penambahan ROM torakal, peningkatan kekuatan genggaman, dan fungsional bahu.
Efektivitas Peregangan Terstruktur Terhadap Fleksibilitas Otot Hamstring Dalam Upaya Pencegahan Cedera Atlet Futsal Gabriela Priciliani Marshal; Rusli; Arimbi
Indonesian Journal of Sport Physical Therapy (IJSPT) Vol. 2 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : Jurusan Fisioterapi Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20344/3k3hwk63

Abstract

Latar belakang: Futsal merupakan olahraga intensitas tinggi dengan sprint berulang, perubahan arah mendadak, dan tendangan eksplosif yang memberi tekanan biomekanis besar pada hamstring. Fleksibilitas rendah merupakan faktor risiko cedera independen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas peregangan terstruktur dalam meningkatkan fleksibilitas otot hamstring sebagai upaya pencegahan cedera pada atlet futsal. Metode: Penelitian kuasi-eksperimental pretest-posttest control group ini melibatkan 52 atlet (eksperimen n=26, kontrol n=26). Kelompok eksperimen mendapat peregangan terstruktur (12 sesi, 3x/minggu, 30 detik/set), kontrol latihan biasa. Fleksibilitas diukur dengan Active Knee Extension Test (goniometer), cedera dicatat prospektif. Hasil: Kelompok eksperimen menurunkan defisit ekstensi lutut signifikan (39,65°±3,3 ke 22,31°±2,9; gain 17,35°±1,4), berbeda nyata dengan kontrol (39,34°±2,9 ke 37,38°±2,9; gain 1,96°±0,5) (Mann-Whitney p=0,000). Tidak ada cedera di kelompok eksperimen, sementara 2 cedera (7,7%) terjadi di kontrol (p=0,490). Kesimpulan: Peregangan terstruktur terbukti efektif meningkatkan fleksibilitas hamstring atlet futsal sehingga direkomendasikan untuk diintegrasikan ke program latihan rutin sebagai strategi pencegahan cedera berbasis bukti.

Page 3 of 4 | Total Record : 32