cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Gedung Graha Medika Lt. 1, Ruang 104
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Brawijaya
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 02169347     EISSN : 23380772     DOI : http://dx.doi.org/10.21776/ub.jkb
Core Subject : Health,
JKB contains articles from research that focus on basic medicine, clinical medicine, epidemiology, and preventive medicine (social medicine).
Articles 822 Documents
Perbandingan Konsentrasi IL-4 Air Mata Penderita Alergi Okuli pada Pemberian Pemirolast potassium0,1% dan Cromolyn sodium4% Elyana, Nurul; Aldina, Rosy
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 26, No 3 (2011)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.993 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2011.026.03.9

Abstract

Interleukin  4  merupakan  sitokin  yang  berperan  dalam  patofisiologi  alergi  okuli.  Penelitian  ini  dilakukan  untuk  mengetahui penurunan konsentrasi IL-4 dan perbedaan penurunan konsentrasi IL-4 air mata penderita alergi okuli sesudah diterapi dengan pemirolast potassium 0,1% dan cromolyn sodium   4%. Desain uji klinis acak tersamar ganda dilakukan pada 32 sampel  penderita  alergi  okuli  yang  dibagi  menjadi  dua  kelompok,  yaitu  16  subjek  yang  mendapatkan  tetes  mata pemirolast  potassium  0,1%    dan  16  sampel  yang  mendapatkan  tetes  mata  cromolyn  sodium  4%.  Air  mata  penderita diambil  dua  kali  untuk  dilakukan  pemeriksaan  konsentrasi  IL-4,  yaitu  saat  datang  dan  satu  minggu  setelah  terapi. Konsentrasi IL-4 diperiksa menggunakan ELISA. Analisa data dengan uji t berpasangan dan uji t tidak berpasangan. Pada kelompok pemirolast potassiumterdapat penurunan signifikan (p<0,001) rata-rata konsentrasi IL-4 sebelum pemberian (24,65±SD 2,04 pg/ml) dan sesudah pemberian (20,17±SD 2,34 pg/ml). Penurunan IL-4  yang signifikan (p<0,001)    juga didapat  pada  kelompok  cromolyn  sodium  dengan  rata-rata  konsentrasi  IL-4  awal  23,50±SD  0,95  pg/ml  menjadi 22,51  ±  SD 1,07  pg/ml.  Penurunan  konsentrasi  IL-4  pada  kelompok  pemirolast  potassium  (4,47±SD  1,74  pg/ml)  secara  signifikan (p<0,001)  lebih  besar  dibanding  kelompok  cromolyn  sodium  (0,99±SD  0,50  pg/ml).  Dapat  disimpulkan  pemberian pemirolast potassium 0,1% atau cromolyn sodium 4 % dapat menurunkan konsentrasi IL-4 air mata dengan penurunan lebih  besar  pada  pemberian  pemirolast  potassium  0,1%.
Penentuan Kebutuhan Tenaga di RS HVA Toeloengredjo dengan Metode Workload Indicators of Staffing Need (WISN) untuk Efisiensi Sumber Daya Manusia Harijanto, Wahjoe; Moestopo, FX Retriatmadja; Indah, Yetty Nusaria Nawa
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2014.028.01.21

Abstract

Rumah sakit harus mampu memenuhi kebutuhan tenaga kerja secara efisien tanpa mengorbankan kualitas pelayanan, guna meningkatkan daya saingnya. Workload Indicators of Staffing Need (WISN) adalah suatu metode untuk menghitung kebutuhan tenaga kerja berdasarkan beban kerja. Metode yang digunakan adalah Workload Indicators of Staffing Need (WISN). Metode ini membandingkan kondisi ketenagaan riil dengan hasil penghitungan WISN. Dari rasio WISN bisa diketahui kelebihan atau kekurangan tenaga kerja yang ada. Unit yang diteliti ada 19 sub-divisi dari Divisi Pelayanan medis, Divisi Penunjang Medis dan Divisi Keperawatan. Dari penghitungan WISN terhadap 19 sub-divisi dihasilkan kebutuhan tenaga berdasarkan beban kerja tahun 2012 sebesar 158 orang dan saat ini terdapat 199 orang, sehingga terdapat kelebihan 41 orang. Rasio WISN yang dihasilkan sebesar 1,26 menunjukkan terjadi kelebihan tenaga lebih dari 25% dari kebutuhan yang ada. Kelebihan tenaga kerja dari penghitungan WISN dikarenakan rendahnya kegiatan di beberapa unit pelayanan. Penyebab yang lain karena ada unit pelayanan dan unit penunjang yang dibuka 24 jam tujuh hari per mingguuntuk memberikan keunggulan pelayanan kepada pasien. Untuk memenangkan persaingan antar rumah sakit dengan menonjolkan pelayanan yang cepat dan berkualitas, pihak manajemen rumah sakit harus memenuhi kebutuhan tenaga kerja di unit pelayanan dengan melebihi dari kebutuhan beban kerja yang ada. Pelayanan yang cepat, tepat waktu, jam pelayanan, dan luas area rumah sakit memberikan pengaruh dalam pemenuhan kebutuhan tenaga kerja.Kata Kunci: Beban kerja, efisiensi, sumber daya manusia, WISN
Pengaruh Perubahan Alur terhadap Waktu Pelayanan Farmasi Pasien Pulang Rawat Inap RS Baptis Batu NP, Joys Karman; Hakim, Lukman; Irbantoro, Dolly
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2015.028.02.7

Abstract

Instalasi farmasi di rumah sakit merupakan satu-satunya unit di rumah sakit yang mengadakan barang farmasi yang beredar di rumah sakit serta bertanggung jawab atas pengadaan dan penyajian informasi obat yang siap pakai bagi semua pihak di rumah sakit. Respon time pelayanan obat pada pasien pulang rawat inap di RS Baptis Batu membutuhkan waktu terlama. Penelitian ini bertujuan melakukan perubahan respon time pelayanan farmasi rawat inap untuk pasien pulang rawat inap.Penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan menggunakan metode time and motion study. Desain penelitian digunakan untuk melihat pengaruh perubahan alur pelayanan farmasi pasien pulang rawat inap dengan melihat perubahan waktu pelayanan sesuai alur pelayanan yang telah disepakati. Pada waktu total pelayanan sebelum perlakuan diperoleh rata-rata sebesar 53,4667± 30,6175 sedangkan untuk waktu total pelayanan sesudah perlakuan diperoleh rata-rata sebesar 43,8333 ± 20,5075. Nilai t yang diperoleh sebesar 1,361 dan p= 0,184. Artinya perbedaan waktu pelayanan obat sebelum dan sesudah tidak berbeda signifikan. Waktu pelayanan farmasi pasien pulang rawat inap telah ada perbaikan namun belum sesuai target. Maka dari itu disarankan pembuatan SPO alur pelayanan obat pasien pulang rawat inap  dengan standar waktu yang ditentukan,  optimalisasi  pembagian tenaga saat hari libur serta penyederhanaan penggunaan aplikasi dengan mempermudah perhitungan akhir dan perbaikan penomoran barcode obat.Kata Kunci: Alur pelayanan, pasien pulang rawat inap, pelayanan farmasi, waktu tunggu
Intervensi CBIA untuk Meningkatkan Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Penggunaan Antibiotik yang Rasional pada Anggota Bina Keluarga Balita Mahardika, Arfian Bela; Suryawati, Sri; Aji, Rustamaji
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 29, No. 2 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2016.029.02.11

Abstract

Antibiotika sering diresepkan untuk pasien anak. Penggunaan antibiotik yang salah pada anak sering kali terkait dengan cara penggunaan yang tidak rasional. Untuk mengantisipasi hal tersebut, diperlukan peningkatan pengetahuan, sikap, dan perilaku orang tua. Program BKB (Bina Keluarga Balita) merupakan gerakan bersama antara pemerintah dan masyarakat dengan ibu sebagai sasaran utama yang kaitannya dengan hantaran tumbuh kembang anak. Dengan demikian kerjasama kegiatan meningkatkan pengetahuan orang tua dalam menggunakan antibiotik dengan benar pada BKB akan sangat bermanfaat. Tujuan penelitian adalah untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku penggunaan antibiotik yang rasional pada anggota BKB di desa Banguntapan. Penelitian ini menggunakan pendekatan CBIA (Cara Belajar Ibu Aktif). CBIA yang dilakukan berupa pemberian penyuluhan, modul, dan diskusi kelompok kecil pada anggotan BKB. Paramater utama penelitian diukur dengan menggunakan kuesioner untuk mengetahui peningkatan pengetahuan, sikap dan perilaku setelah mengikuti kegiatan. Anggota BKB dibagi menjadi 2 kelompok yakni kelompok intervensi dan kontrol. Pengamatan dilakukan pada sebelum dan sesudah kegiatan serta pada minggu ke-3 setelah kegiatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Intervensi CBIA pada ibu-ibu kelompok BKB meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku penggunaan antibiotik yang rasional. Pada kelompok kontrol tidak ada kenaikan antara pretest-postest-1 dan posttest-2. Terjadi peningkatan pengetahuan, sikap, dan perilaku anggota BKB secara bermakna pada kelompok intervensi (P<0,05). Kata Kunci: Antibiotik, CBIA, pengetahuan, perilaku, sikap
Inhibition of Amino Acid-mTOR Signaling by a Leucine Derivative Induces G1 Arrest in Jurkat Cells Hidayat, Sujuti; Yoshino, Ken-ichi; Tokunaga, Chiharu; Hara, Kenta; Matsuo, Masafumi; Yonezawa, Kazuyoshi
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 18, No 2 (2002)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2675.512 KB)

Abstract

mTOR, asam amino sensor, berperan dalam siklus pertumbuhan dan pembelahan sel melalui pengaturan aktivitas dari p70 S6 kinase dan eukaryotic initiation factor 4E binding protein 1. Dalam penelitian sebelumnya, telah diamati bahwa N-Acetylleucine arnide, turunan dari L-leucine, menghambat aktivitas dari p70 S5 kinase pada sel hepatoma tikus. Pada peneltian ini, ingin diketahui apakah N-acetylleucine arnide menghambat asam amino-mTOR signaling. N-Acetylleucine arnide mengakibatkan berhentinya siklus pembelahan sel di fase G1 pada sel Jurkat, human leukimia T sel, bersamaan dengan terhambatnya aktivitas dari p70 S6 kinase dan terhambatnya degradasi dari p27 protein. N-Acetylleucine arnide juga menyebabkan dephosphorilasi dari retinablastoma protein. Efek yang tersbut diatas menunjukkan bahwa N-Acetylleucine arnide mempunyai efek seperti rapamycin dalam menghambat asam amino-mTOR signaling yang menyerupai rapamycin dalam menghambat siklus pembelahan sel.
Sayur Bukan Menjadi Preferensi Makanan Remaja di Indonesia Hendra, Phebe; Suhadi, Rita; Virginia, Dita Maria; Setiawan, Christianus Heru
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 30, No 4 (2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (739.975 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2019.030.04.18

Abstract

Remaja dan perilaku akan makanan dan kesehatannya perlu mendapat perhatian utama. Perilaku tersebut akan berlanjut hingga usia dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk melihat preferensi makanan pada remaja di Indonesia. Penelitian dengan desain potong lintang menggunakan kuesioner untuk melihat preferensi makanan remaja siswa sekolah menengah atas. Informasi yang diperoleh adalah preferensi makanan utama, minuman dan perilaku snack serta karateristik responden. Responden yang terlibat dalam penelitian sejumlah 774 orang. Ayam merupakan makanan utama yang disebutkan remaja di Indonesia dari 3 jenis makanan utama. Air putih dan biskuit merupakan preferensi minum dan dan snack yang dikonsumsi remaja di Indonesia, sedangkan sayur hanya dipilih oleh sebagian kecil remaja.
LAPORAN KASUS:DICEPHALUS DIPUS TETRABRACHIUSDARI MALANG Dradjat, Respati Suryanto
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 23, No 1 (2007)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dicephalus Dipus Tetrabrachius is an extremely rare  form of conjoined twinning in which the infant has  four arms, two legs, one trunk, but two heads. The case that was born in Malang was girls had four arms that two of the arms had fused at the mid line. The case was delivered by caesareansection, due to pre-eclampsia and prolonged labor.Prior antenatal care was never done; the babies were born without any suspicion of conjoined twin. According to literature almost sixty percent of conjoined twins are either stillborn or lost in uterus, and 35% of twins that survive die within the first 24 hours. Antenatal diagnosis by ultrasound is possible in modern day obstetrics. The babies were born on Oct. 21st, 2006. The treatment planning were determined by degree of fusion and extent of joining of fetal organs. Surgicalseparation was not possible; the surgical correction is removal of fused arms in the near future, as an alternative plan for improving quality of life. Unfortunately the conjoined twin died 1 week before 6 month old. Key words:Conjoined twin, dicephalus, prognosis, treatment
Corrigendum Brawijaya, Jurnal Kedokteran
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 31, No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2020.031.02.12

Abstract

First publish: February 29, 2020
Case Report: Multisystem Langerhans Cell Histiocytosis (LCH) and Myelodysplastic Syndrome (MDS) in a 13-Month-Old Female Hanggara, Dian Sukma; Desyi, Desyi
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 31, No 3 (2021)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2021.031.03.10

Abstract

Langerhans Cell Histiocytosis or LCH and Myelodysplastic syndrome or MDS in children are rare diseases. It is estimated to be 1 to 4 cases per 1 million population and less than 5% of hematologic cases. MDS in LCH can occur due to genetic predisposition, impaired cytokine production, or secondary to chemotherapy.  The article reported a patient case of a 13-month-old female who came to hospital with paleness since two weeks before admission. The patient also experienced skin redness, abdominal distention, and weight loss. From the physical examination, anemia, maculopapular rash, and hepatosplenomegaly were obtained. From the laboratory test, anemia of hypochromic anisopoikilocytosis, monocytosis, thrombocytopenia, and hypoalbuminemia were obtained. On examination of bone marrow aspiration, MDS with Refractory Cytopenia of Childhood type or RCC was obtained. Positive results confirmed the diagnosis of Langerhans Cell Histiocytosis on CD68 and S100 in histopathological examinations.
Immunomodulatory Effect of Nigella sativa Extract through the Improvement of IL-1β Level in Balb-c Mice Infected by Methicillin-resistant Staphylococcus aureus Nitihapsari, Galuh Yulieta; S, Octavia Permata; Ferine, Miko
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 31, No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2020.031.02.3

Abstract

Nigella sativa (NS) has been used for many years as an anti-bacterial herbal treatment, such as Methicillin-resistant Staphylococcus aureus, but the mechanism in bacterial elimination is still unknown. IL-1β is a proinflammatory cytokine that helps the immune system eliminate microbes when it enters the body. The purpose of this study was to prove the immunomodulatory effects of Nigella sativa extract through increased IL-1β in dealing with MRSA infections. The design of this study was post-test only control group design using 25 male Balb-c mice infected with MRSA and randomly divided into five groups. Group K was infected with MRSA without being treated. All treatment groups were given NS extracts in different doses for 7 days before being infected with MRSA. P1 was given N. sativa extract 0.05ml, P2 (was given NS extract 0.25ml, P3 was given 0.5ml NS extract, and P4 was given 0.75ml NS. On the 8th day, blood was taken from the retroorbital plexus for IL-1β level examination using ELISA. Statistical tests were done using the One Way ANOVA test. The results showed the mean of IL-1β levels in group K was 11.65ng/L, P1 was 14.07ng/L, P2 was 16.66ng/L, P3 was 18.54ng/L, and P4 was 19.49ng/L which showed an increase in IL-1β levels along with the addition of black cumin dose although there was no difference between groups (p=0.578: ANOVA test). Nigella sativa extract is not proven effective in increasing IL-1β levels of Balb-c mice infected with MRSA.