cover
Contact Name
Winci Firdaus
Contact Email
jurnalsawerigadingkonfirmasi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalsawerigadingkonfirmasi@gmail.com
Editorial Address
Jl. Sultan Alauddin No.7, Gn. Sari, Kec. Tamalate, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90221
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Sawerigading
ISSN : 08544220     EISSN : 25278762     DOI : 10.26499/sawer
SAWERIGADING is a journal aiming to publish literary studies researches, either Indonesian, local, or foreign literatures. All articles in SAWERIGADING have passed reviewing process by peer reviewers and edited by editors. SAWERIGADING is published by Balai Bahasa Sulawesi Selatan twice times a year, in June and December. SAWERIGADING focuses on publishing research articles and current issues related to language, literature, and the instructor. The main objective of SAWERIGADING is to provide a platform for scholars, academics, lecturers, and researchers to share contemporary thoughts in their fields. The editor has reviewed all published articles. SAWERIGADING accepts submissions of original articles that have not been published elsewhere nor being considered or processed for publication anywhere, and demonstrate no plagiarism whatsoever. The prerequisites, standards, and format of the manuscript are listed in the author guidelines and templates. Any accepted manuscript will be reviewed by at least two referees. Authors are free of charge throughout the whole process, including article submission, review and editing process, and publication.
Articles 348 Documents
REPRESENTASI KEKERASAN SIMBOLIK TERHADAP PEREMPUAN DALAM TAYANGAN FILM TELEVISI SUARA HATI ISTRI (Representation of Symbolic Violence against Women in the TV Movie Suara Hati Istri) Dita Amelia; Sonya Puspasari Suganda
SAWERIGADING Vol 28, No 2 (2022): SAWERIGADING, EDISI DESEMBER 2022
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v28i2.1056

Abstract

Kajian ini merupakan penelitian yang berbasis pendekatan Analisis Wacana Kritis (AWK) Siegfried Jäger (2009). Data penelitian dikumpulkan dari tiga episode FTV Suara Hati Istri (disingkat SHI), yaitu episode Sakitnya Hatiku Tak Pernah Mendapat Cinta Suami (disingkat SHTMCS), Pernikahan Yang Dipaksa Pasti Akan Penuh Air Mata (disingkat PDPPA), dan Istri Bayaran (disingkat IB). Untuk mengungkap bagaimana tayangan FTV SHI menampilkan kekerasan simbolik terhadap perempuan melalui bahasa, peneliti menganalisis konteks diskursif (diskursiver Kontext), melakukan analisis struktur (Strukturanalyse), menganalisis posisi wacana (Diskursposition), dan melakukan analisis rinci (Feinanalyse). Berdasarkan temuan dalam penelitian ini terlihat bahwa kekerasan simbolik terhadap perempuan, yang merupakan sarana untuk melanggengkan ideologi patriarki, ditampilkan dalam tayangan FTV SHI melalui variabel-variabel linguistik, yaitu kosakata (verba, nomina, adjektiva, adverbia), modalitas, idiom, implikasi, dan tindak tutur.
KOSAKATA BAHASA JAWA SEBAGAI SALAH SATU PENGEMBANG KOSAKATA BAHASA INDONESIA (The Javanese Lexicon as One of Indonesian Lexicon Developer) Wiwin Erni Siti Nurlina
SAWERIGADING Vol 20, No 1 (2014): Sawerigading
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v20i1.14

Abstract

This writing discusses form, meaning, and function of lexicon in Javanese language that absorbs to Indonesian language. Method used is descriptive qualitative and techniques are writing phonetically, selecting elements directly, and analyzing meaning component. The discussion shows that lexicon absorbed into Indonesian lexicon apply three ways, namely loaning, adaptation, and adaptation in whole. Lexicon categories are noun, verb, and adjective. Besides that, some lexicon changes in meaning (narrow or broaden) and some do not.
PENGGUNAAN GAYA BAHASA DALAM LAGU BUGIS NFN Musayyedah
SAWERIGADING Vol 17, No 3 (2011): Sawerigading, Edisi Desember 2011
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v17i3.422

Abstract

Stylistic is one of linguistic variant resulted by author's exploration. It seems at the use and deviance or uniqueness in literary work.. This writing is intended to describe the use of stylistic in Buginese song lyrics. Method used is descriptive qualitative by applying reading, listening, and noting technique. Result of analysis shows that there is utterance in Buginese song having various stylistic. Various stylistic found in Buginese song is (1) simile; (2) personification; (3) metaphor; (4) euphemism; (5) hyperbol; and (6) irony. Abstrak Gaya bahasa merupakan salah satu variasi bahasa hasil eksplorasi pengarang. Hal ini tampak pada pemakaian kata dan berbagai penyimpangan atau segala macam keistimewaan pemakai bahasa dalam sastra.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan gaya bahasa dalam lirik lagu Bugis. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik baca, simak, dan pencatatan. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa terdapat ungkapan dalam lagu-lagu Bugis yang memiliki ragam gaya bahasa. Ragam gaya bahasa dalam lagu Bugis adalah, (1) gaya bahasa simile; (2) gaya bahasa personifikasi; (3) gaya bahasa metafora; (4) gaya bahasa eufimisme; (5) gaya bahasa hiperbola; dan (6) gaya bahasa ironi/sindiran.
Praktik Alih Kode Bahasa Indonesia-Bugis dalam Pengajian di Pesantren As’adiyah: Strategi Linguistik untuk Memperdalam Pemahaman Keagamaan Santri Multikultural Muhsyanur Muhsyanur
SAWERIGADING Vol 31, No 1 (2025): Sawerigading, Edisi Juni 2025
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v31i1.1560

Abstract

This study aims to reveal the form and function of Indonesian-Bugis code transfer in the recitation of the yellow book at the As'adiyah Islamic Boarding School. This study uses a qualitative descriptive approach and communication ethnography methods. Data were collected through direct observation, recitation recordings, in-depth interviews, and focus group discussions. The analysis was conducted with reference to Dell Hymes' SPEAKING model, which includes eight components of speech events: Setting, Participants, Ends, Act sequence, Key, Instrumentalities, Norms, and Genre. The results of the study show that code switching is used by ustaz as a linguistic strategy to bridge the religious understanding of students who come from multicultural backgrounds. The dominant forms of code switching are intercential and intracentential, with the functions of explaining terms, emphasizing meaning, strengthening messages, and building emotional closeness. These findings suggest that code switching is not just a linguistic phenomenon, but is also part of the practice of cultural communication in locally-based Islamic education.AbstrakPenelitian ini bertujuan mengungkap bentuk dan fungsi alih kode Bahasa Indonesia–Bugis dalam pengajian kitab kuning di Pesantren As’adiyah. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan metode etnografi komunikasi. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, rekaman pengajian, wawancara mendalam, dan diskusi kelompok terfokus. Analisis dilakukan dengan mengacu pada model SPEAKING dari Dell Hymes, yang mencakup delapan komponen peristiwa tutur: Setting, Participants, Ends, Act sequence, Key, Instrumentalities, Norms, dan Genre. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alih kode digunakan oleh ustaz sebagai strategi linguistik untuk menjembatani pemahaman keagamaan santri yang berasal dari latar belakang multikultural. Bentuk alih kode yang dominan adalah intersentensial dan intrasentensial, dengan fungsi menjelaskan istilah, menegaskan makna, memperkuat pesan, serta membangun kedekatan emosional. Temuan ini menunjukkan bahwa alih kode tidak sekadar fenomena linguistik, tetapi juga merupakan bagian dari praktik komunikasi budaya dalam pendidikan Islam berbasis lokal.
PERANAN PENERJEMAH DI LINGKUP KEHAKIMAN David Gustaaf Manuputty
SAWERIGADING Vol 19, No 1 (2013): SAWERIGADING, Edisi April 2013
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v19i1.390

Abstract

There are a lot of deeds and other legal documents of property ownership made in foreign language andin regional language. On the other side, Indonesian Constitution established bahasa Indonesia as the statelanguage is obliged to be functioned as media for documentation. Therefore, translating ancient documentsused as evidence at law-court should be done. Translation is transferring message from one language toanother which should be made without increasing or decreasing its meaning by complying Indonesianprinciples either in law procedures or in bahasa Indonesia. Method used in this writing is descriptivequalitativesupported by collecting data technique in form ofdocumentating legal documents made in foreignlanguage (Dutch) and in Maccasarese language purpossively. The result of observation shows that thetranslator, for assisting authorized party in considering the evidence, does translation and/or transliterationwithout doing any intervension out of his obligation. AbstrakBanyak dokumen dan surat sah lainnya yang menjadi pegangan masyarakat dibuat dalam bahasa asing dandaerah. Di sisi lain, Undang-Undang Dasar 1945, Pasal 36 dan Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2009menentukan bahasa Indonesia sebagai bahasa negara wajib difungsikan sebagai media pendokumentasiannegara. Untuk itu, perlu dilakukan penerjemahan terhadap dokumen-dokumen uzur tersebut bila dijadikanalat bukti di pengadilan. Penerjemahan adalah pemindahan pesan dari suatu bahasa ke dalam bahasa lainyang selayaknya dilakukan tanpa mengurangi atau menambahi makna yang terkandung dalam naskah aslinyatanpa melanggar kaidah bahasa dan pola/laras hukum Indonesia. Metode yang digunakan adalah metodedeskriptif-kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa pendokumentasian terhadap sejumlah akteberbahasa asing (Belanda) dan daerah (Makassar) secara purposif. Hasil pengamatan menunjukkan bahwapenerjemah, demi membantu pihak berwenang mempelajari alat bukti, melakukan alih bahasa dan/atau alihaksara tanpa melakukan intervensi apa pun yang bukan wewenangnya.
Depresi dan Solusi Tokoh Anna dalam Novel Represi Karya Fakhrisina Amalia Ratih Rahayu; Rini Widiastuti; Emma Maemunah; Sueb Sueb
SAWERIGADING Vol 29, No 2 (2023): Sawerigading, Edisi Desember 2023
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v29i2.994

Abstract

This article aims to analyze the mental condition of the character Anna in the novel Represi by Fakhrisina Amalia and reveal the solution chosen to overcome her depression. A literary psychology approach based on Sigmund Freud's psychoanalysis is used to reveal Anna's mental condition and her self-defense mechanisms when facing her life's problems. The stages carried out in this study are as follows: 1) reading the entire novel; 2) organize and classify data; 3) the data collected is divided into two to facilitate analysis, namely structural analysis and psychological analysis of the characters; 4) then carry out synthesis; 5) arrange data according to patterns; 6) describe the findings; and 7) finally draw conclusions. Analysis shows that Anna did not receive enough attention and affection from her father, there was childhood trauma, and Anna's uneven love journey in early adulthood contributed to her stress and depression. The solution she took was to undergo therapy with a psychologist to cure Anna's depression. AbstrakArtikel ini bertujuan untuk menganalisis kondisi kejiwaan tokoh Anna dalam novel Represi karya Fakhrisina Amalia dan mengungkap solusi yang dipilih untuk mengatasi depresi. Pendekatan psikologi sastra berdasarkan psikoanalisis Sigmund Freud digunakan untuk mengungkap kondisi kejiwaan Anna dan mekanisme pertahanan diri ketika menghadapi permasalahan kehidupan. Tahapan yang dilakukan dalam kajian ini adalah 1) membaca keseluruhan novel; 2) mengorganisasikan dan mengklasifikasikan data; 3) data yang dikumpulkan dibagi menjadi dua untuk memudahkan penganalisisan, yaitu analisis secara struktural dan analisis kejiwaan tokoh; 4) melakukan sintesis; 5) menyusun data sesuai pola; 6) mendeskripsikan temuan; dan 7) terakhir membuat simpulan. Analisis menunjukkan bahwa Anna kurang mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari ayahnya, ada trauma masa kecil, serta tidak mulusnya perjalanan cinta Anna pada awal masa dewasa berkontribusi terhadap stres dan depresinya. Solusi yang diambilnya adalah dengan menjalani terapi ke psikolog untuk menyembuhkan depresi yang dialami Anna.
STRATEGI KESANTUNAN TINDAK TUTUR PENOLAKAN DALAM BAHASA MAKASSAR Nurlina Arisnawati
SAWERIGADING Vol 18, No 1 (2012): Sawerigading, Edisi April 2012
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v18i1.357

Abstract

This paper discusses the politeness strategies of speech acts in refusal used in Makassarese language. The method used in this paper is qualitative descriptive by listening techniques, interviewingg, notingg, recording, and involving in conversation. These results indicate that there are several strategies used by people to refuse e.g. refusing preceded by saying sorry, refusing preceded by saying thank you, refusing preceded by giving a proposal, refusing implicitly, refusing by giving terms or conditions, and refusing by relying on the third party. In addition, there are also some other vague strategies often used by people in Makassar by giving polite refusal, for example: sinampekpi nicinikki 'will be seen later', kutadeng 'may be', which show hesitation to accept something. However, this does not mean that speakers of Makassarese language cannot provide direct and unequivocal refusal. Direct and unequivocal rejections usually occur when facing difficult circumstances. Abstrak Tulisan ini membahas tentang strategi kesantunan tindak tutur penolakan dalam bahasa Makassar. Metode yang digunakan dalam tulisan ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik menyimak, wawancara, pencatatan, perekaman, dan libat cakap. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada beberapa strategi yang digunakan orang Makassar agar penolakannya diterima dengan baik, di antaranya: menolak dengan didahului permintaan maaf, menolak dengan didahului ucapan terima kasih, menolak dengan menggunakan usulan, menolak dengan cara implisit, menolak dengan memberi syarat atau kondisi, dan menolak dengan menyandarkan alasan pada pihak ketiga. Selain itu, ada juga beberapa strategi samar-samar lain yang sering dipakai oleh orang Makassar dalam memberi penolakan secara santun, misalnya: mengambangkan jawaban, seperti: sinampekpi nicinikki ' nanti dilihat', kutadeng 'mungkin', sehingga menunjukkan keragu-raguan penutur untuk menerimanya. Namun, ini tidak berarti bahwa penutur bahasa Makassar tidak bisa memberikan penolakan secara langsung dan tegas. Penolakan secara langsung dan tegas biasa terjadi ketika mitra tutur dihadapkan pada keadaan yang sulit.
SEMIOTICAL APPROACH ON THE POEM “99 UNTUK TUHANKU” BY EMHA AINUN NADJIB (Pendekatan Semiotik Puisi “99 untuk Tuhanku” Karya Emha Ainun Nadjib) Hasina Fajrin R.
SAWERIGADING Vol 15, No 3 (2009): Sawerigading
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v15i3.82

Abstract

Tulisan ini memaparkan tentang pendekatan semiotik yang diterapkan pada puisi “99 untuk Tuhanku” karya Emha Ainun Nadjib untuk menyingkap makna simbol angka yang digunakan sebagai judul puisi dan menggali pengaruh pemikiran Emha terhadap puisi tersebut. Setelah menerapkan pendekatan tersebut, penulis menemukan bahwa angka yang menjadi judul puisi tersebut bukan tak bermakna dan hal-hal yang menjadi perhatian Emha juga memengaruhi karya tersebut. 
KEARIFAN BERBAHASA MASYARAKAT LUWU DALAM TRADISI MA’BUNGA’ LALANG (Language Courtesy of Luwu Society in Ma’bunga’ Lalang Tradition) Magfirah Thayyib
SAWERIGADING Vol 28, No 2 (2022): SAWERIGADING, EDISI DESEMBER 2022
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v28i2.953

Abstract

Pengkajian dan pemanfaatan kearifan berbahasa menjadi penting sebagai resep untuk kehidupan berbahasa yang dianggap mulai kurang sehat. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan nilai dan pola kearifan berbahasa masyarakat Luwu yang terealisasi dalam tradisi pertanian ma’bunga’ lalang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan karakteristik deskriptif-naturalistik. Data 3 (tiga) wacana ritual dalam tradisi ma’bunga’ lalang diperoleh melalui observasi. Data penjelasan ritual diperoleh melalui wawancara 20 informan. Data penelitian dianalisis melalui tahapan transkprisi, pengkodean, pengembangan ide, interpretasi data, penarikan kesimpulan. Pada ranah kognitif, masyarakat Luwu selalu berbahasa secara sistematis, logis, kreatif-purposif, dan dapat berpola konstitutif. Pada ranah psikomotorik, masyarakat Luwu umumnya berbahasa atau menyampaikan sesuatu dengan lembut, tenang dan hati-hati, serta sesuai dengan apa yang dilakukan. Pada ranah afektif, masyarakat Luwu selalu fokus ketika menyampaikan keinginan atau doa,  menyapa pihak lain dengan nama/sapaan yang baik, memiliki positivisme dan sugesti yang baik dalam berbahasa/bertutur. Pola dan nilai kearifan berbahasa dalam tradisi ma’bunga’ lalang ini dapat dipromosikan sebagai salah satu penciri budaya Luwu dan dijadikan tuntunan berbahasa oleh masyarakat Luwu dalam kehidupan sehari-hari.
KARYA SASTRA SEBAGAI MEDIA REVOLUSI MENTAL (Literature Work as Mental Revolution Media) Sabriah Razak
SAWERIGADING Vol 20, No 3 (2014): Sawerigading
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v20i3.46

Abstract

This writing is aimed to describe literature work which can be used as media of mental revolution. Method usedis descriptive-qualitative supported by listening and recording technique. The result shows that the folkloremay give clear description and take effect on the mental formation of the personal and school children. Thestories of Dayya and Basse Pannawa-nawa show that women have the same right as men in some cases,women should have the patience, respecting husband for the sake of happiness together. In addition, basicallywomen are intelligent, astute in politics, but do not take advantage of others who can make defamation andprejudices absurd.

Filter by Year

2009 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 31, No 2 (2025): Sawerigading, Edisi Desember 2025 Vol 31, No 1 (2025): Sawerigading, Edisi Juni 2025 Vol 30, No 2 (2024): Sawerigading, Edisi Desember 2024 Vol 30, No 1 (2024): Sawerigading, Edisi Juni 2024 Vol 29, No 2 (2023): Sawerigading, Edisi Desember 2023 Vol 29, No 1 (2023): Sawerigading, Edisi Juni 2023 Vol 28, No 2 (2022): SAWERIGADING, EDISI DESEMBER 2022 Vol 28, No 1 (2022): SAWERIGADING, EDISI JUNI 2022 Vol 27, No 2 (2021): SAWERIGADING, EDISI DESEMBER 2021 Vol 27, No 1 (2021): SAWERIGADING, EDISI JUNI 2021 Vol 26, No 2 (2020): SAWERIGADING, EDISI DESEMBER 2020 Vol 26, No 1 (2020): Sawerigading, Edisi Juni 2020 Vol 25, No 2 (2019): Sawerigading, Edisi Desember 2019 Vol 25, No 1 (2019): Sawerigading, Edisi Juni 2019 Vol 24, No 2 (2018): Sawerigading, Edisi Desember 2018 Vol 24, No 1 (2018): Sawerigading, Edisi Juni 2018 Vol 23, No 2 (2017): Sawerigading, Edisi Desember 2017 Vol 23, No 1 (2017): Sawerigading, Edisi Juni 2017 Vol 21, No 3 (2015): Sawerigading Vol 20, No 3 (2014): Sawerigading Vol 20, No 2 (2014): Sawerigading Vol 20, No 1 (2014): Sawerigading Vol 19, No 3 (2013): SAWERIGADING, Edisi Desember 2013 Vol 19, No 2 (2013): SAWERIGADING, Edisi Agustus 2013 Vol 19, No 1 (2013): SAWERIGADING, Edisi April 2013 Vol 18, No 3 (2012): SAWERIGADING, Edisi Desember 2012 Vol 18, No 2 (2012): SAWERIGADING, Edisi Agustus 2012 Vol 18, No 1 (2012): Sawerigading, Edisi April 2012 Vol 17, No 3 (2011): Sawerigading, Edisi Desember 2011 Vol 17, No 2 (2011): SAWERIGADING, Edisi Agustus 2011 Vol 17, No 1 (2011): Sawerigading, Edisi April 2011 Vol 16, No 3 (2010): Sawerigading, Edisi Desember 2010 Vol 16, No 2 (2010): SAWERIGADING, Edisi Agustus 2010 Vol 16, No 1 (2010): Sawerigading, Edisi April 2010 Vol 15, No 3 (2009): Sawerigading Vol 15, No 2 (2009): Sawerigading More Issue