cover
Contact Name
-
Contact Email
variahumanika@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
variahumanika@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Sekaran, Kec. Gn. Pati, Kota Semarang, Jawa Tengah 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Varia Humanika
ISSN : -     EISSN : 27455238     DOI : https://doi.org/10.15294/vh
Core Subject : Social,
The first proposed journal, named Varia Humanika, is an online journal that contains a collection of articles from community service activities carried out by lecturers at the Faculty of Language and Arts, Universitas Negeri Semarang. As a new journal, it is hoped that its presence can be used as a publication and communication media for lecturers in the Faculty of Languages ​​and Arts, Universitas Negeri Semarang in order to participate in realizing the mission of UNNES as a conservation-minded university with an international reputation, and for those who need it, this journal can accessed for free.
Articles 7 Documents
Pelatihan Penulisan Proposal PTK untuk Guru SDN di Semarang sebagai Upaya Peningkatan Kemampuan Menulis Karya Tulis Ilmiah Marliza Arsiyana; Ahmad Yulianto; Sunahrowi
Varia Humanika Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/vh.v5i2.2504

Abstract

Artikel ini menguraikan program pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh dosen-dosen Program Studi Sastra Perancis Universitas Negeri Semarang. Fokus kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan menulis ilmiah para guru Sekolah Dasar yang tergabung dalam Gugus Larasati di Semarang. Pelatihan dilakukan dalam bentuk workshop yang mencakup berbagai aspek, seperti pengenalan PTK, pengembangan ide untuk proposal PTK, teknis penyusunan proposal, dan bimbingan teknis. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah agar para guru dapat mengidentifikasi masalah-masalah di kelas, memilih model pembelajaran yang sesuai, dan menghasilkan proposal PTK berkualitas untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Metode yang digunakan adalah Bimbingan Teknis (Bimtek), yang dilaksanakan secara daring atau luring sesuai dengan kebutuhan guru. Kegiatan ini direncanakan berlangsung dalam 4 pertemuan yang mencakup paparan materi, prosedur PTK, penulisan analisis, dan pembimbingan simpulan. Partisipan kegiatan ini adalah 30 guru Sekolah Dasar di Kota Semarang, di mana selama proses pelaksanaannya, 25 guru telah menyelesaikan proposal PTK mereka, sedangkan 5 guru masih dalam proses penyelesaian.
Kesantunan Verbal dan Non-Verbal dalam Etika Bisnis Budaya Jepang kepada Para Staff PT PRPP Jawa Tengah untuk Meningkatkan Hospitality dan Servis Excellence Rina Supriatnaningsih; Lisda Nurjaleka; Silvia Nurhayati; Anggraeni; Dwi Puspitosari; Yoyok Nugroho
Varia Humanika Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/vh.v5i2.10975

Abstract

Verbal and non-verbal politeness in Japanese cultural business ethics given to PT PRPP Central Java staff as part of tourism business actors can improve service with hospitality in accordance with the transformation of PT PRPP Central Java into a Tourism Holding Company. This excellent service can be realized with verbal and non-verbal services from a blend of Indonesian and Japanese politeness. As a result of the training from verbal practice in Japanese culture, the training staff consisted of 23 participants consisting of operational managers, HRD managers, cashier supervisors, marketing supervisors, marketing staff, general affairs supervisors, Public Relations, security coordinators, security members, electrical mechanic coordinators, freelancers tickets, and internship participants at PT PRPP, based on the results of a questionnaire via google form after being given training, it can be concluded that participants can learn to introduce themselves by using the ending desu or masu in the use of greeting sentences 'good morning' by saying ohayou gozaimasu, not pronounced with ohayou. When introducing themselves, the staff can say sentences, such as ….. desu or …. to moushimasu ‘I ……’. Non-verbal polite service, staff can do ojigi or 'bow' to show courtesy to others while exchanging business cards or meishi as part of the Japanese culture of business ethics. In addition, the staff can practice writing their own names in Japanese characters using katakana letters as evidenced by uploading the name card files that all participants have made
Bule Masuk Kampung : Sosialisasi  Bahasa Perancis di Temanggung Mohamad Syaefudin; Henrikus Joko Yulianto; Sri Handayani
Varia Humanika Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/vh.v5i2.14265

Abstract

Inisiasi kerjasama prodi dengan pemerintah daerah dibutuhkan agar terjadi sinergi mutual. Prodi pendidikan bahasa Perancis memilih Kabupaten Temanggung karena keduanya memiliki potensi sekolah yang mengajarkan bahasa Perancis dengan jumlah yang cukup besat. Potensi ini dapat menjadi sasaran bagi promosi penerimaan mahasiswa baru serta mengendus peluang kerjasama bentuk lainnya dengan pemerintah daerah dalam rangka pengembangan SDM di daerah. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Temanggung berhasil mendapat respon positif dari dua sekolah yakni MAN Temanggung dan MA Al Huda Kedu. Pihak pimpinan sekolah, guru maupun siswa menyampaikan apresiasi atas kehadiran tim pengabdian UNNES yang mempromosikan Bahasa Perancis. Dari kegiatan pengabdian tersebut diperoleh capaian luaran naskah Kerjasama dalam bentuk MoA dan IA.
Sustainabilitas Antisipasi KepunahanTari Kuda Kepang Hartono Hartono; Moh. Hasan Bisri; Moh. Muttaqin; Rizky Nolan Setyowati
Varia Humanika Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/vh.v5i2.14269

Abstract

Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah berupa penyuluhan dan pelatihan Tari Kuda Kepang. Adapun materinya berupa pengetahuan dan keterampilan gerak dasar tari meliputi wiraga, wirama, wirasa dan keterampilan mendemonstrasikan tari. Sasaran pengabdian adalah anggota IGTKI Kecamatan Sukorejo agar dari hasil pengabdian untuk diajarkan pada peserta didiknya.  Sebagai upaya pemajuan kebudayaan untuk meningkatkan ketahanan budaya Indonesia di tengah peradaban dunia melalui pelindungan, pengembangan, pemanfaatan dan pembinaan kebudayaan. Selaian hal tersebut program pengabdian bertujuan untuk sustainabilitas (Keberlanjutan) tari Jaran Kepang dengan merujuk pada upaya menjaga kelangsungan hidup dan eksistensi tari tradisional Jaran Kepang agar tetap lestari dan diterima oleh generasi mendatang. Proses penyampaian materi yang berupa teori dengan menggunakan metode ceramah, tanya jawab, dan demonstrasi, sedangkan materi praktik, proses penyampaian dilakukan dengan metode diskusi, demonstrasi, latihan, dan tugas.  Keberhasilan Program Pengabdian Kepada Masyrakat ini adalah (1) peserta pelatihan memenuhi kuota yang disediakan pengabdi, (2) peserta pelatihan mengikuti setiap tahapan pelatihan sampai selesai, (3) peserta pelatihan mampu mendemostrasikan tari Kuda Kepang.  (4) terwujudnya kegiatan pelestarian budaya lokal, peningkatan minat terhadap tari Jaran Kepang, proses peningkatkan kesadaran identitas budaya, dan pengembangan keterampilan Tari Jaran Kepangbagi anggota IGTKI Kecamatan Sukorejo.  
Sajian Gendhing Eling-eling untuk Pergelaran Ebeg pada Grup Seni Tradisional Budaya Laras, Sijenggung, Banjarmangu, Banjarnegara Langlang Handayani; Teguh Darsono; Sunarno; Slamet Haryono; R Indriyanto; Indrawan Nur Cahyono; Haydnn Caesha Maulana; Aditya Bagus Wicaksana
Varia Humanika Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/vh.v5i2.14416

Abstract

Penyajian gendhing Eling-eling menjadi elemen penting dalam pergelaran seni pertunjukan tradisional Ebeg, yang membutuhkan pengrawit yang memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai. Bertolak dari permasalahan grup Budaya Laras yang mengalami kesulitan dalam menyajikan gendhing Eling-eling untuk mengiringi tarian Ebeg yang dimainkan oleh anggotanya, tim pengabdian kepada masyarakat Universitas Negeri Semarang menggelar kegiatan pelatihan dengan model action learning berbasis fasilitasi. Pelatihan dilaksanakan dengan frekuensi sebanyak dua kali pertemuan secara luring di dusun Tempuran, Sijenggung, Banjarmangu, Banjarnegara, yang merupakan basis lokasi grup, dengan peserta para pelaku seni berjumlah 36 orang. Selain bertatap muka, peserta juga melaksanakan tugas dan mendapatkan pendampingan dengan berlatih secara mandiri dalam kegiatan rutin grup. Melalui serangkaian kegiatan pelatihan, peserta menunjukkan hasil berkegiatan berupa performa yang lebih baik dalam memainkan gendhing Eling-eling. Meskipun demikian, dengan memperhatikan penampilan penari yang belum prima selama pelatihan, maka sebagai rencana tindak lanjut akan dilaksanakan pelatihan yang mengarah pada perbaikan performa penari dalam menampilkan tarian Ebeg.
Pelatihan Pembuatan Media Pembelajaran Video Animasi Berbasis Kearifan Lokal Dengan Animaker Oleh Guru Bahasa Jawa di Kabupaten Demak Rahma Ari Widihastuti; Widodo; Ermi Dyah Kurnia; Arief Broto Susilo; Katarina Apriliawati Saputri; Eka Septiana; Kamaschufi Iqbal
Varia Humanika Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/vh.v5i2.14935

Abstract

Tuntutan menjadi seorang guru saat ini tidak hanya kompeten di bidang ilmu saja. Guru harus mampu menyusun bahan ajar yang menarik, mudah dipahami dengan media berbasis teknologi atau Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK). Selama ini Guru Bahasa Jawa termasuk Guru Bahasa Jawa SMP di Kabupaten Demak mengalami kesulitan jika dihadapkan pada pengadaan media pembelajaran berbasis TPACK yang mengakomodir kekhasan daerah. Mengingat mata Pelajaran Bahasa Jawa merupakan muatan lokal yang mengusung ciri budaya lokal setempat sehingga buku panduan secara nasional bukanlah bahan ajar yang tepat. Materi seperti cerita rakyat daerah, kearifan lokal masing-masing daerah belum tersedia dan dapat dimanfaatkan, sehingga guru memang perlu untuk membuat atau mengembangkannya secara individu maupun kelompok. Tim pengabdi menawarkan sebuah pendampingan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis TPACK yang akan memanfaatkan platform Animaker. Tujuan program pengabdian; 1) meningkatkan kompetensi guru dalam mengembangkan bahkan bahan ajar berbasis kearifan lokal; 2) melestarikan serta mengenalkan cerita-cerita rakyat atau kearifan lokal kepada siswa dalam bentuk bahan ajar; 3) menambah keterampilan guru dalam pembuatan media pembelajaran video animasi dengan Animaker; 4) menambah media pembelajaran berbasis TPACK dalam mata Pelajaran Bahasa Jawa. Metode pengabdian dilaksanakan dalam tiga tahapan; tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Hasil program pengabdian; 1) Adanya peningkatan kompetensi guru dalam penyusunan bahan ajar cerita rakyat; 2) guru berhasil membuat produk media pembelajaran video animasi berbasis kearifan lokal siap pakai dan telah di-HKI-kan; 3) Guru menguasai dasar penyususnan video animasi dengan Animaker; dan 4) menambah media pembelajaran animasi video cerita lokal daerah di Kabupaten Demak.
Program Pengabdian Kepada Masyarakat: Metode Fun-Counseling Dan Outbound Sebagai Media Pembelajaran Dan Pembentukan Karakter Anak Di Desa Rowoboni Tahun 2024 Rif'an Luthfi; Naily Qurota A'yuni; Setiorini Rahma Safitri; Ahmad Satriya; Rahmawati Febriyantika; Agung Prasetyo Putra
Varia Humanika Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/vh.v5i2.15749

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana impact yang dapat dirasakan oleh berbagai pihak yang terlibat, terkhusus lembaga pendidikan dalam program kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa Universitas Islam Negeri Salatiga di Desa Rowoboni. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) melalui survei dan analisis kebutuhan, pelatihan dan penyuluhan, pendampingan dan monitoring, serta melakukan kolaborasi dengan pihak yang terkait. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan respon positif dari berbagai pihak yang terlibat dan peningkatan kualitas pendidikan secara baik dari kalangan pelajar. Namun demikian, kondisi dan adat yang ada dalam proses belajar masih perlu monitoring lebih lanjut dengan waktu yang relatif lama untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Page 1 of 1 | Total Record : 7


Filter by Year

2024 2024