cover
Contact Name
Sari Marlina
Contact Email
pustakabangsaindonesia21@gmail.com
Phone
+62895619158302
Journal Mail Official
pustakabangsaindonesia21@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya, Jl. Lolo Gn. Sarik Lubuk Minturun Blok A/2, Kec. Kuranji, Kota
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kesehatan
ISSN : 31106854     EISSN : 31106854     DOI : -
Core Subject : Health, Social,
Jurnal Ilmu Kesehatan (JIK) adalah jurnal ilmiah yang memfokuskan pada publikasi hasil penelitian, kajian teoretis, dan inovasi di bidang kesehatan, kedokteran, dan ilmu kesehatan terapan. JIK menjadi wadah akademik bagi peneliti, praktisi, dosen, mahasiswa, dan profesional kesehatan untuk berbagi temuan yang berkontribusi pada pengembangan ilmu kesehatan dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat. Ruang lingkup JIK meliputi: Kesehatan masyarakat dan epidemiologi. Kesehatan klinis, medis, dan keperawatan. Promosi kesehatan dan pencegahan penyakit. Inovasi, teknologi, dan metode dalam pelayanan kesehatan. Penelitian interdisipliner yang mendukung pengembangan ilmu kesehatan.
Articles 20 Documents
Pengaruh Rendam Kaki Air Hangat Terhadap Tingkat Stress Siswa Saat Ujian Nasional di SMAN 1 Karang Bintang Tahun 2026 Farhandika Putra; Siti Rahma
Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 3 (2026): Edisi: April-Juni
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stress adalah respon psikologis berupa perubahan emosional yang dapat disebabkan oleh berbagai stressor. Stress dapat menyebabkan seseorang mengalami depresi, adanya perilaku melukai diri-sendiri dan percobaan bunuh diri. Cara yang dapat dilakukan untuk mengendalikan dan mengatasi stress antara lain olahraga teratur, nutrisi dan diet, spiritualitas, terapi relaksasi. Hidroterapy atau terapi air adalah penggunaan air untuk merevitalisasi, memelihara serta memulihkan kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh rendam kaki air hangat terhadap tingkat stress. Penelitian ini menggunakan metode quasi experimental dengan rancangan one group pretest posttest design. Sampel penelitian ini 15 responden dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian didapatkan bahwa sebelum diberikan rendam kaki air hangat sebagian besar 9 responden (60,0%) mengalami stress sangat berat. setelah diberikan rendam kaki air hangat hampir setengahnya 6 responden (40,0%) mengalami stress sedang. Hasil Uji statistik menggunakan uji Wilcoxon didapatkan nilai P value (Asymp.Sig.2-tailed) 0,000 (<0,05) yang berarti Ha diterima. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh rendam kaki air hangat terhadap tingkat stress siswa saat ujian nasional di SMAN 1 karang bintang tahun 2018. Saran dari penelitian ini untuk menerapkan terapi rendam kaki air hangat saat stress, agar dapat menurunkan tingkat stress.
Potensi Kesalahan Labelling pada Penerapan Laboratory Information System Rumah Sakit di Denpasar Ni Kadek Siska Anggun Lestari; I Gst Putu Agus Ferry Sutrisna P; Putu Gede Subhaktiyasa
Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 3 (2026): Edisi: April-Juni
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesalahan proses labelling spesimen merupakan masalah utama pada fase pra-analitik laboratorium yang berpotensi menyebabkan kesalahan diagnosis, keterlambatan pelayanan, dan penurunan mutu pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan potensi kesalahan labelling sebelum dan sesudah penerapan Laboratory Information System (LIS) di laboratorium rumah sakit di Denpasar. Penelitian menggunakan desain kuantitatif quasi-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Data sekunder laporan labelling selama 12 bulan sebelum dan sesudah penerapan LIS dianalisis menggunakan uji Shapiro-Wilk dan Wilcoxon Signed Rank Test. Rata-rata kesalahan labelling menurun dari 16,17 menjadi 1,17 kasus. Uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan signifikan (p=0,002). Kelengkapan informasi labelling meningkat dari 60,42% menjadi 100% (p=0,002), sedangkan indikator mutu tidak berbeda signifikan (p=0,433). Penerapan LIS efektif menurunkan kesalahan labelling serta meningkatkan mutu pelayanan laboratorium dan keselamatan pasien.
Legal and Ethical Safeguards for Patients in Indonesian Healthcare Artia Nabila Mayangsari; Savira Sekar Reynata; Yulia Faiza Azzahra; Aris Prio Agus Santoso
Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 3 (2026): Edisi: April-Juni
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perlindungan pasien dalam pelayanan kesehatan merupakan aspek fundamental untuk menjamin hak asasi, keselamatan, dan kualitas layanan medis. Di Indonesia, kerangka hukum dan etika untuk melindungi pasien telah diatur melalui Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit, serta Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik, disertai kode etik profesi tenaga kesehatan. Meskipun regulasi ini memberikan dasar hukum yang kuat, implementasinya di lapangan masih menghadapi berbagai tantangan, seperti kurangnya penerapan informed consent, ketidakseragaman penerapan prinsip etika medis, risiko kebocoran data pasien pada layanan kesehatan digital, dan akses yang terbatas bagi pasien terhadap mekanisme penyelesaian sengketa formal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif normatif dan komparatif, dengan menganalisis dokumen hukum, pedoman etika profesi, literatur akademik, dan laporan kasus malpraktik untuk mengidentifikasi kesenjangan dan tantangan dalam perlindungan pasien. Hasil analisis menunjukkan bahwa meskipun Indonesia memiliki kerangka hukum yang kuat secara normatif, efektivitas perlindungan pasien sangat bergantung pada implementasi, kesadaran pasien, kompetensi tenaga kesehatan, serta keamanan sistem digital. Temuan utama meliputi: sekitar 35% kasus malpraktik disebabkan oleh tindakan medis tanpa informed consent yang memadai; lebih dari 40% fasilitas kesehatan yang menggunakan rekam medis elektronik memiliki risiko kebocoran data; dan pasien masih memiliki pemahaman terbatas mengenai mekanisme hukum untuk menyelesaikan sengketa haknya. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan beberapa strategi penguatan, antara lain: peningkatan kapasitas tenaga kesehatan melalui pelatihan hukum dan etika, edukasi pasien mengenai hak-hak mereka dan prosedur tindakan medis, penguatan protokol keamanan data digital, pelaksanaan audit dan pengawasan rutin, pemberian pendampingan hukum bagi pasien, serta adopsi praktik terbaik internasional dalam pelayanan kesehatan. Implementasi strategi-strategi ini diharapkan dapat meningkatkan keselamatan pasien, kepatuhan etika, serta kualitas layanan kesehatan di Indonesia, sehingga sistem kesehatan nasional menjadi lebih adil, transparan, dan terpercaya.
Tantangan Hukum Rumah Sakit melalui Digitalisasi Rekam Medis: Literature Review Rizqi Amaliah Ilyas; Edy Susena
Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 3 (2026): Edisi: April-Juni
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi digital di sektor kesehatan mendorong penerapan Rekam Medis Elektronik (RME) untuk meningkatkan efisiensi pelayanan, pengelolaan informasi, dan pengambilan keputusan klinis. Namun, implementasinya menghadapi tantangan hukum, terutama terkait perlindungan data pribadi pasien dan kepatuhan terhadap regulasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis tantangan hukum dalam penerapan RME di rumah sakit melalui studi literatur. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan menelaah artikel ilmiah periode 2021–2026 yang diperoleh dari Google Scholar dan Garuda berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil kajian menunjukkan bahwa tantangan utama meliputi belum optimalnya keamanan informasi, seperti autentikasi multifaktor, enkripsi data, pengendalian akses, audit trail, serta penunjukan Data Protection Officer (DPO). Selain itu, keterbatasan kebijakan internal, kompetensi sumber daya manusia, dan audit kepatuhan meningkatkan risiko kebocoran data serta sengketa hukum. Penguatan tata kelola, keamanan informasi, dan kepatuhan regulasi diperlukan untuk mewujudkan RME yang aman dan akuntabel.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Hipertensi di Desa Celep, Kecamatan Nguter Bibit Irawan; Wartini; Titik Haryanti
Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 3 (2026): Edisi: April-Juni
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang sering tidak menunjukkan gejala, tetapi dapat meningkatkan risiko komplikasi serius seperti stroke, gagal jantung, dan gangguan ginjal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi di Desa Celep, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 80 responden yang terdiri dari 66 penderita hipertensi dan 14 responden nonhipertensi yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara pemeriksaan kesehatan (p=0,006), pola makan (p=0,024), aktivitas fisik (p=0,047), dan tingkat stres (p=0,050) dengan kejadian hipertensi. Paparan asap rokok tidak menunjukkan hubungan signifikan (p=0,330). Kesimpulannya, pemeriksaan kesehatan, pola makan, aktivitas fisik, dan tingkat stres merupakan faktor yang berhubungan dengan hipertensi.
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Kualitas Tidur pada Pasien Pascaoperasi di RS Hermina Bekasi Inka Azzahra Apandi; Frian Apituley; Jamaludin
Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 4 (2026): Edisi: Juli-September
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nyeri pascaoperasi dan lingkungan perawatan yang kurang nyaman berpotensi menurunkan kualitas tidur pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi kualitas tidur pada pasien pascaoperasi di RS Hermina Bekasi. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan observasional analitik terhadap 200 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan Numeric Rating Scale (NRS), kuesioner lingkungan rumah sakit, dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 51,5% responden mengalami kualitas tidur buruk. Terdapat hubungan signifikan antara nyeri dan kualitas tidur (r = 0,577; p = 0,000) serta antara lingkungan rumah sakit dan kualitas tidur (r = 0,323; p = 0,000). Nyeri merupakan faktor yang lebih dominan dibandingkan lingkungan rumah sakit. Manajemen nyeri optimal dan perbaikan lingkungan perawatan diperlukan untuk meningkatkan kualitas tidur pasien pascaoperasi.
Optimalisasi Kapasitas Kognitif Siswa Sekolah Dasar Mengenai Kesehatan Gigi Melalui Ceramah Interaktif Kurnia Fatwati; Anna Sylva Roudlotul Jannati; Provisia Marthalita Yuning Wulan; Ais Kurniajayanti; Ade Prawira
Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 4 (2026): Edisi: Juli-September
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah kesehatan gigi pada anak akan membawa dampak domino yang merugikan masa depan anak jika dibiarkan tanpa intervensi. Ditinjau dari teori perkembangan kognitif, anak usia SD khususnya yang berada di rentang usia 7 - 12 tahun mayoritas berada pada tahap operasional konkret dan berada dalam fase golden age untuk pembentukan karakter. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan kapasitas kognitif Siswa SDN 1 Kereng Bangkirai Mengenai Kesehatan Gigi dengan metode Ceramah Interaktif. Penelitian kuasi experimental dengan pendekatan kuantitatif komparatif analitik menggunakan rancangan one group pretest and posttest design dengan total sampel 41 responden diambil menggunakan metode simple random sampling. Pengambilan data dilakukan sebelum dan sesudah pemberian edukasi kesehatan gigi dan mulut menggunakan metode ceramah interaktif. Analisis data dilakukan dengan uji statistik inferensial Wilcoxon Signed-Rank. Terjadi peningkatan nilai rata-rata pretest dan postest dari 60,57 menjadi 74,59. Hasil uji hipotesis Wilcoxon Signed-Rank menunjukkan nilai signifikansi (Sig.) sebesar <0,001.
Hubungan Lama Dialisis dengan Kualitas Hidup Anak Gagal Ginjal Kronik di RSAB Harapan Kita Tia Amelia Nur Safitri; Ira Kusumawati; Rahayu Maharani
Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 4 (2026): Edisi: Juli-September
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit ginjal kronis merupakan kondisi progresif yang dapat berkembang tanpa gejala awal yang jelas dan berisiko menurunkan kualitas hidup pasien, termasuk anak. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan lama menjalani dialisis dengan kualitas hidup pasien anak dengan gagal ginjal kronik di RSAB Harapan Kita. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 41 responden yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Data dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden menjalani Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD) sebesar 65,9%, berusia 13–18 tahun sebesar 51,2%, berjenis kelamin laki-laki sebesar 53,7%, dan menjalani dialisis lebih dari 12 bulan sebesar 61,0%. Sebanyak 70,7% responden memiliki kualitas hidup buruk. Hasil uji chi-square menunjukkan p-value sebesar 0,161 (>0,05), sehingga tidak terdapat hubungan yang signifikan antara lama menjalani dialisis dan kualitas hidup pasien anak dengan gagal ginjal kronik.
Hubungan Kadar Gula Darah dengan Tekanan Darah Pasien Diabetes Tipe 2 Anggie Regina Utami; Sofwan; Astrid; Pandan Enggarwati
Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 4 (2026): Edisi: Juli-September
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes Melitus Tipe 2 (DM Tipe 2) merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan hiperglikemia dan berpotensi menimbulkan komplikasi kardiovaskular, salah satunya hipertensi. Hiperglikemia dapat meningkatkan tekanan darah melalui peningkatan viskositas darah, resistensi insulin, dan kerusakan endotel pembuluh darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar gula darah terhadap tekanan darah pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Kelapa Gading. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan observasional korelasional dan metode cross-sectional. Sampel berjumlah 75 responden yang dipilih menggunakan teknik systematic random sampling. Kadar gula darah puasa diukur menggunakan glukometer, sedangkan tekanan darah diukur menggunakan sphygmomanometer digital. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman karena data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami hiperglikemia sebanyak 46 responden (61,3%) dan memiliki tekanan darah sistolik pada kategori normal tinggi hingga hipertensi. Uji korelasi Spearman menunjukkan nilai p < 0,05 dengan koefisien korelasi yang kuat dan positif, yang menandakan adanya hubungan signifikan antara kadar gula darah puasa dan tekanan darah sistolik pada pasien DM Tipe 2. Terdapat hubungan yang bermakna antara kadar gula darah dan tekanan darah pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2. Pemantauan dan pengendalian kadar gula darah serta tekanan darah secara rutin sangat penting untuk mencegah terjadinya komplikasi kardiovaskular.
Analisis Faktor Penyebab Duplikasi Nomor Rekam Medis Pasien di UPT Puskesmas Bululawang Fita Rusdian Ikawati; Anis Ansyori; Ira Dwi Yulianti; Liberius Heru; Bima Panji Adama; Hosin
Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 4 (2026): Edisi: Juli-September
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Duplikasi nomor rekam medis merupakan salah satu masalah yang terus terjadi dalam pengelolaan rekam medis. Kondisi ini dapat mengganggu kesinambungan informasi pasien, meningkatkan risiko kesalahan diagnosis, serta menurunkan mutu pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor penyebab terjadinya duplikasi nomor rekam medis di UPT Puskesmas Bululawang, Kabupaten Malang. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara semi-terstruktur, serta telaah dokumentasi terhadap prosedur pendaftaran dan pengelolaan rekam medis. Informan penelitian, yang terdiri atas petugas pendaftaran dan petugas rekam medis, dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang dipadukan dengan pendekatan 3M (Man, Method, dan Machine) untuk mengidentifikasi akar penyebab masalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa duplikasi nomor rekam medis terutama disebabkan oleh kurang optimalnya ketelitian petugas dalam verifikasi identitas pasien (man), pelaksanaan prosedur pendaftaran yang belum konsisten (method), serta keterbatasan fitur pencarian data dan seringnya gangguan pada sistem informasi kesehatan (machine). Penelitian ini merekomendasikan peningkatan ketelitian dan pemerataan beban kerja petugas dalam proses identifikasi pasien, penguatan kepatuhan terhadap prosedur operasional standar pendaftaran, serta optimalisasi dan stabilisasi sistem informasi kesehatan guna menekan angka duplikasi nomor rekam medis dan meningkatkan mutu pengelolaan rekam medis secara keseluruhan.

Page 2 of 2 | Total Record : 20