cover
Contact Name
Hilalludin
Contact Email
hilalluddin34@gmail.com
Phone
+6281999248333
Journal Mail Official
hilalluddin34@gmail.com
Editorial Address
Bantek, Desa Bagik Payung, Suralaga, Lombok Timur, NTB
Location
Kab. sumbawa barat,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
ISSN : 31235522     EISSN : 31235522     DOI : -
SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora [ISSN 3123-5522] adalah jurnal akses terbuka yang diterbitkan oleh PT RisTekUtama (Riset Cendikia Teknologi Utama). Jurnal ini menjadi wadah untuk menyebarluaskan hasil penelitian ilmiah, kajian konseptual, serta pemikiran kritis di bidang ilmu sosial, humaniora, dan pengembangan masyarakat. Artikel-artikel yang diterbitkan dapat berasal dari akademisi, peneliti, pendidik, dan praktisi yang relevan dengan fokus kajian jurnal. SciNusa menerima naskah berupa artikel hasil penelitian, tinjauan pustaka, dan diskusi ilmiah. Semua naskah yang masuk akan melalui proses tinjauan sejawat (peer-review) secara double-blind oleh reviewer nasional maupun internasional yang kompeten di bidangnya. Jurnal ini terbit empat kali dalam setahun, yaitu pada bulan April, Juli, Oktober, dan januari. Artikel yang telah dinyatakan diterima akan ditampilkan terlebih dahulu pada bagian In-Press sebelum diterbitkan secara resmi. Seluruh proses penerbitan dilakukan secara daring.
Articles 12 Documents
Peran Komunitas dalam Pembelajaran Bahasa Arab: Perspektif Sosiolinguistik Syifa’a Ulmuwahhidah; Muhammad Aqil Dafasyah; Siti Shalihah
SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 2 No 01 (2026): SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran krusial komunitas dalam pembelajaran bahasa Arab melalui lensa sosiolinguistik. Menggunakan tinjauan literatur sistematis terhadap publikasi terindeks Scopus tahun 2010-2025, studi ini menerapkan analisis konten tematik untuk menyintesis berbagai variabel sosiokultural. Temuan menunjukkan bahwa komunitas adalah agen aktif, di mana Bi'ah Lughawiyah berfungsi sebagai perancah kolektif, meskipun implementasinya sering menghadapi inkonsistensi struktural. Selain itu, penelitian mengidentifikasi bahwa diglosia menciptakan hambatan fungsional, sementara investasi bahasa terkait erat dengan konstruksi identitas religius dan profesional dalam "komunitas imajiner". Integrasi teknologi memperluas batas-batas ini lebih jauh, memfasilitasi komunitas praktik digital yang mampu menurunkan kecemasan pembelajar. Akhirnya, studi ini berargumen bahwa rekayasa komunitas yang efektif sangat penting untuk menjembatani kesenjangan antara kompetensi gramatikal dan performansi sosial. Oleh karena itu, praktisi harus beralih menuju pedagogi berbasis komunitas yang responsif terhadap realitas sosiolinguistik yang kompleks.
Doktrin Provokasi Heat Of Passion Dan Diskresi Pemidanaan Dalam Perkara Pembunuhan Demi Kehormatan (Honor Killing) Zul Khaidir Kadir
SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 2 No 01 (2026): SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengurangan kesalahan melalui provokasi (heat of passion) dirancang sebagai pengecualian yang ketat, sedangkan diskresi pemidanaan seharusnya berjalan melalui alasan yang dapat diuji. Namun, arsitektur doktrin provokasi dan praktik diskresi menyisakan ruang yang memungkinkan pelunakan pidana pada honor killing melalui pembingkaian emosi, rasa malu publik, dan tekanan komunitas sebagai alasan yang tampak manusiawi, sementara struktur kontrol atas korban tertutup oleh narasi tersebut. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi mekanisme “pintu belakang” pelunakan pada tiga elemen provokasi “mendadak”, “kehilangan kontrol”, dan “orang wajar” serta merumuskan batas normatif dan ambang pembuktian agar provokasi tidak berfungsi sebagai kanal pembenaran. Metode penelitian menggunakan penelitian hukum normatif dengan pendekatan konseptual, berbasis studi kepustakaan, dan dianalisis secara kualitatif-doktrinal. Hasil penelitian merumuskan pembedaan operasional antara spontanitas psikologis dan rasionalitas sosial pemulihan reputasi, lalu mengusulkan aturan penyaring yang menolak klaim provokasi bila terdapat perencanaan, rapat keluarga, alokasi peran, persiapan sarana, atau orientasi reputasi publik. Pada pemidanaan, penelitian menggeser pusat penilaian dari intensitas emosi ke kontrol, dominasi, dan kerentanan korban, serta merumuskan desain alasan putusan yang memisahkan motif sebagai latar faktual dari alasan meringankan.

Page 2 of 2 | Total Record : 12