cover
Contact Name
LINTANG PRAHITA NINGARUM
Contact Email
prahitaarum@gmail.com
Phone
+628882680008
Journal Mail Official
jurnalilmiahultras@gmail.com
Editorial Address
Kantor Pemerintah Terpadu Kabupaten Brebes, lt 3 Bapperida Kabupaten Brebes, Jl. Proklamasi No. 77 Brebes
Location
Kab. brebes,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Ultras
ISSN : -     EISSN : 26556855     DOI : -
Jurnal Ilmiah Ultras merupakan media ilmiah cetak yang menampilkan tulisan ilmiah hasil penelitian dan kajian dengan focus dan scope yang terdiri dari: Tata Kelola Pemerintahan dan Pelayanan publik, Ekonomi dan Pembangunan Daerah, Inovasi dan Pengembangan IPTEK, serta Sosial dan Kemasyarakatan.
Articles 77 Documents
KAJIAN PENGEMBANGAN BALAI LATIHAN KERJA ( BLK )KABUPATEN BREBES Darwanto
JURNAL ILMIAH ULTRAS BREBES Vol 1 No No. 2 (2018): Jurnal Ilmiah Ultras Brebes
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Brebes

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Unemployment in Indonesia is a classic problem that occurs in almost every region in Indonesia.Unemployment caused by several factors such as the lack of employment or lack of skills of thelabour force.Brebes has the unemployment rate averages – average of 8.25 percent in 2008 until2015. In addition, according to the Central Bureau of statistics the number of jobless in theBrebes Regency in 2015 achieving 53,261 inhabitants. Work Practice Hall is one of the solutionin addressing the problems of employment in Brebes Regency. This study aimed to find out thecondition of the existing Working Practice Hall in the Brebes Regency currently, as well asmaking policy and direction in the development of work in the Practice Hall Brebes Regency.The methods used in the research in the form of Content Analysis and SWOT (Strenght,Weakness, Opportunity, Threat). The results showed that the Work Practice Brebes RegencyHall is in the defensive. It means that to do development on the porch of a work practice needs todevelop the internal structure of Training Center in Brebes 
STRATEGI PENGEMBANGAN BUDIDAYAKERANG HIJAU (Perna viridisL)DENGAN METODE FLOATING BOX BERBASIS KEMITRAANDI KAWASAN PANTAIKARANGDEMPEL KABUPATEN BREBES Suyono; Narto
JURNAL ILMIAH ULTRAS BREBES Vol 1 No No. 2 (2018): Jurnal Ilmiah Ultras Brebes
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Brebes

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Perairan pantai Karangdempel, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes sangat strategisuntuk dijadikan kawasan pengembangan budidaya kerang hijau(Perna viridis L.).Tujuanpenelitian ini meliputi : 1. Menentukan luas wilayah beserta daya dukung lingkungan perairanpantai yang layak untuk budidaya kerang hijau; 2. Merumuskan strategi pengembanganbudidaya kerang hijauberbasis daya dukung lingkungan dengan pola kemitraan di kawasanperairan pantai Karangdempel, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes.Penelitian ini dilaksanakanselama dua bulan pada Oktober-Nopember 2016. Penelitian ini menggunakan metodeeksperimen secara observatif. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan menggunakananalisis SWOTdalam penyusunan strategi pengembangan budidaya kerang hijau. Hasil penelitianmenunjukan bahwa : 1) Budidaya kerang hijau dengan metode floating box menunjukanpertumbuhan yang positif. Antisipasi perlu dilakukan terhadap adanya potensipencemaran/kandungan logam berat yang terbawa aliran Sungai Cisanggarung; 2)Areal potensialpengembangan budidaya kerang hijau seluas 5 – 10 hektar dari sekitar 30 hektar luas perairanpantai Karangdempel. Strategi pengembangan budidaya kerang hijau di perairan pantaiKarangdempel direkomendasikan sebagai berikut : 1) Pemberdayaan kelompok masyarakatdalam membudidayakan kerang hijau ; 2) Pengaturan kegiatan budidaya kerang hijau secaraterpadu dengan kegiatan lainnya. 3)Peningkatan daya saing kerang hijau Karangdempel; 4)Pelibatan lembaga penelitian untuk mengantisipasi dan mengatasi potensi kandungan logamberat pada kerang hijau; 5) Koordinasi lintas ekologis dan administratif denganpemerintah/masyarakat wilayah perbatasan untuk meminimalisasikan konflik kepentingan. 
KAJIAN RELOKASI PASAR KALIERANG DESA KALIERANG KECAMATAN BUMIAYU KABUPATEN BREBES Hari Susanta Nugraha; Kustopo Budiharjo
JURNAL ILMIAH ULTRAS BREBES Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Ultras Brebes
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Brebes

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Pasar rakyat adalah tempat bertemunya pedagang dan pembeli untuk melakukan jual beli secara langsung maupun tidak langsung melalui proses tawar-menawar. Memberdayakan pasar rakyat sangat penting, mengingat pasar rakyat adalah salah satu sarana berlangsungnya kegiatan jual beli yang melibatkan pedagang kecil, pedagang menengah, grosir, besar, dan masyarakat umum sebagai konsumen. Adanya pasar rakyat dapat meningkatkan potensi ekonomi daerah, meningkatkan lapangan pekerjaan, meningkatkan kesempatan berusaha, dan pada akhirnya mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Disisi lain, dengan semakin berkembangnya pasar rakyat tidak jarang menimbulkan masalah kemacetan dan kesemrawutan kota sehingga muncul isu relokasi Pasar Kalierang di Kecamatan Bumiayu Kabupaten Brebes.Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan dimana lokasi untuk relokasi Pasar Kalierang yang ideal, dengan mempertimbangkan aspek teoritis dan persepsi dari stakeholder guna mengurangi konflik yang mungkin timbul akibat kebijakan relokasi ini. Metoda yang digunakan dalam penelitian adalah pendekatan Analytical Heirarchy Process (AHP) untuk mengetahui hal apa yang menjadi prioritas utama stakeholder dalam memilih lokasi untuk relokasi, yang kemudian dijadikan dasar analisis kesesuaian lokasi. Hasil analisis penelitian ini menyimpulkan bahwa lokasi ideal untuk relokasi Pasar Kalierang adalah masih berada di Desa Kalierang Kecamatan Bumiayu Kabupaten Brebes tepatnya di belakang terminal Kecamatan Bumiayu Kabupaten Brebes. Saran pembangunan pasar di lokasi baru adalah pembangunan pasar yang memiliki Standar Nasional Indonesia (SNI) sesuai ketentuan peraturan yang berlaku dengan desain pasar yang sedemikian rupa dapat meminimalisir munculnya kemacetan dan kesemrawutan di titik yang baru. Adapun alternatif pemanfaatan bekas pasar Kalierang di lokasi lama adalah dapat digunakan untuk membangun Ruang Terbuka Hijau (RTH) perkotaan. 
UPAYA PENINGKATAN PRODUKTIVITAS SAPI LOKAL(SAPI JAWA-BREBES) MELALUI PENGUATAN PAKAN BERBASIS BAHAN BAKUPAKAN LOKAL DAN WAFER SUPLEMEN PAKAN Iwan Prihantoro; Yuli Retnani; Taryati; Agustinus Tri Aryanto
JURNAL ILMIAH ULTRAS BREBES Vol 1 No No. 2 (2018): Jurnal Ilmiah Ultras Brebes
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Brebes

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 National livestock is still dominated by smallholder farmers. In some areas, cattle farmingis still in traditional way. Poor livestock management causes low livestock productivity under itsgenetic potential. It is necessary to find alternative feed for forage subsitusion in the dry season.Easy and cheap feed processing technology is needed to process by product into durable and easyto handle feed. One of feed processing product is wafer. The aim of this research was to identifythe source of raw material of local feed and its quality as wafer feed supplement for JawaBrebeslocal cattle. The research consists of several steps were identification of local raw materials inBrebes, wafer production of feed supplements based on local resource raw materials, physicalquality and nutrient test of wafer feed supplement and palatability test.Research of local rawmaterial identification in Brebes consists of local and domestic grass, and agriculture by productthat could be used as local resources which can increase added value. Wafer feed processingtechnology as feed supplements can improve the physical quality and nutrient raw materials oflocal resources.The raw materials used in wafer feed supplements were corn and gamal byproducts. Wafer feed supplement contain 14% moisture content,crude protein 30% and highpalatability for Jawa Brebes cattle. 
MODEL PENGEMBANGAN AGRIBISNIS PERKEBUNAN MANGGA GARIFTA DI DESA BANTARWARU KECAMATAN BANTARKAWUNG KABUPATEN BREBES Supartoto; Sakhidin; Purwanto
JURNAL ILMIAH ULTRAS BREBES Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Ultras Brebes
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Brebes

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Tujuan penelitian ini adalah (1) mengkaji pola pengelolaan dan praktik agronomi Kebun Mangga Garifta di Desa Bantarwaru, (2) mengkaji potensi hasil dan pengelolaan agribisnis perkebunan mangga dari hulu sampai hilir, dan (3) mengetahui dan mengkaji teknologi yang tersedia untuk pengolahan hasil berbasis mangga dan potensi diversifikasi pengolahan hasil guna meningkatkan nilai ekonomi produk turunan dari manga, dan (4) menyusun peta jalan pengembangan model agribisnis perkebunan mangga di Desa Bantarwaru Kec. Bantarkawung Kab. Brebes. Pengumpulan data dilakukan dengan cara Focus Group Discussion (FGD) dengan responden seluruh anggota kelompok penanam mangga Garifta serta FGD dengan pakar pengolahan hasil pertanian dan pariwisata. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil kajian menunjukkan bahwa (1) kebun mangga Garifta Bantarwaru seluas 5 Ha ditanam di lahan Desa, dan dikelola oleh kelompok masyarakat yang beranggotakan 31 orang. Pola pengelolaan ini diperkuat dengan surat perjanjian antara Pemerintah Desa dengan Kelompok Tani Mangga dan berlaku untuk 20 tahun, (2) Tingkat pemeliharaan hingga tanaman umur 3 tahun tergolong baik, yaitu dipupuk anorganik dan organik yang difasilitasi program Penanggulangan Lahan Kritis dan Sumber Daya Air Bersama Masyarakat (PLKSDA-BM), namun setelah program selesai pemeliharaan kurang optimal, (3) Kebun mangga Garifta memiliki 404 pohon, Pada tahun keempat 73 pohon mulai berbuah, dengan rata-rata jumlah buah 30-40 buah per pohon, dan bobot per buah berkisar 150g - 400g tergantung jenis mangga Garifta, dan tidak dijual, (4) Analisis usaha menunjukkan bahwa kebun mangga Garifta sangat prospektif dikembangkan, karena mulai tahun ke 5 berbuah (2023) nilai produksi per tahun hasil penjualan buah dari seluruh 404 tanaman mencapai Rp. 542.700.000,- dan pendapatan bersih Rp. 524.630.400,- terbagi atas kas desa Rp. 104.926.080,-, petani penggarap Rp. 377.733.888 dan kelompok Tani Rp. 41.970.432,-, (5) Tanaman Mangga Garifta memiliki habitus dan buah unik, sehingga potensial dikembangkan menjadi obyek wisata, (6) Mangga Garifta dapat diolah menjadi: jam, sirup mangga, sauce, dodol mangga, fruit leather, dan minuman segar 
PENINGKATAN MUTU PELAYANAN KELUARGA BERENCANA DALAM RANGKA PENINGKATAN KESERTAAN PROGRAM KELUARGA BERENCANA DI KABUPATEN BREBES Sutarmin; Aqid Ardiansyah; Umi Chabibatus Zahro; Mukhrodin
JURNAL ILMIAH ULTRAS BREBES Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Ultras Brebes
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Brebes

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Kabupaten Brebes memiliki cakupan peserta KB aktif pada peringkat bawah di Jawa Tengah, yaitu peringkat ke-33 dari 35 kabupaten/kota dengan prosentasi kepersertaan sebesar 68,4%. Atas kondisi tersebut, untuk mengetahui kebijakan yang perlu dilakukan dalam upaya meningkatkan pelayanan dan kesertaan program Keluarga Berencana di Kabupaten Brebes, maka dilakukan kajian tentang Peningkatan Mutu Pelayanan dalam Rangka Peningkatan Kesertaan Program Keluarga Berencana di Kabupaten Brebes. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Brebes yaitu di Kecamatan Wanasari, Kecamatan Brebes, Kecamatan Jatibarang, Kecamatan Songgom, Kecamatan Paguyangan dan Kecamatan Tonjong. Metode pengambilan data dalam penelitian ini terdiri dari: wawancara, observasi, studi pustaka dan Focus Group Discusion (FGD).Analisis data penelitian menggunakan dinamics system thinking (sistem berpikir dinamis) terhadap permasalahan secara kualitatif. Atas pembahasan model system thinking yang digambarkan melalui Causal Loop Diagram (CLD) dan archetypenya, maka disusunlah suatu strategi untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Rekomendasi strategi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kesertaan KB yang pada akhirnya menurunkan laju pertumbuhan penduduk adalah: (1) Meningkatkan frekuensi dan cakupan penyuluhan dan sosialisasi program KB, (2) Bekerjasama dengan para tokoh dan instansi lain, (3) Melakukan inovasi sosialiasi program KB, (4) Memberikan penyuluhan usia ideal menikah dan (5) Meningkatkan kualitas pelayanan KB. 
KAJIAN POTENSI PENDAPATAN ASLI DAERAH KABUPATEN BREBES Suliyanto; Refius Pradipta; Ary Yunanto; Pahrul Fauzi
JURNAL ILMIAH ULTRAS BREBES Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Ultras Brebes
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Brebes

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk menggali potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kabupaten Brebes melalui penghitungan potensi PAD riil yang dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten. Kecenderungan yang selama ini terjadi adalah terhadap penetapan anggaran pada pos pajak daerah, yaitu bahwa penetapan target-target dari setiap jenis pajak daerah di dalam PAD hanya didasarkan atas proses incremental (peningkatan/tambahan) sebesar nominal persentase tertentu dibandingkan dengan nominal riil pada tahun-tahun sebelumnya. Penentuan adanya peningkatan target pencapaian pada tahun tertentu dibandingkan dengan tahun sebelumnya tersebut tanpa didasarkan pada potensi riil yang sebenarnya dimiliki oleh daerah yang bersangkutan. Penelitian ini merupakan penelitian survei yang menggunakan analisis deskriptif kualitatif, yaitu jenis penelitian yang berusaha memberikan gambaran secara cermat fenomena yang berhasil diamati di lapangan. Responden dalam penelitian ini adalah pihak-pihak yang berhubungan atau berkaitan dengan pengelolaan 8 (delapan) sumber pendapatan daerah di Kabupaten Brebes, khususnya subjek serta objek pajak daerah di Kabupaten Brebes. Sumber data pada kajian penelitian ini terdiri dari 2 (dua), yaitu sumber data primer dan data sekunder.   Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari analisis delapan jenis pajak diketahui terdapat empat urutan teratas yang memiliki potensi besar penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Brebes yaitu: Pajak Restoran, Pajak Reklame, dan Pajak Air Bawah Tanah. Secara berturut-turut potensi pajak mineral bukan logam dan batuan, pajak hotel, dan pajak hiburan berada di urutan lima hingga delapan. 
PERAN ORANG TUA ASUH DALAM MENDAMPINGI ANAK PADA KELUARGA TKW DI SDN DUKUH PAYUNG 03 BREBES Moh. Toharudin; Neni Wihandani
JURNAL ILMIAH ULTRAS BREBES Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Ultras Brebes
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Brebes

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendampingan anak keluarga Tenaga Kerja Wanita (TKW), motivasi belajar anak keluarga TKW, dan psikologis anak keluarga TKW. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dalam bentuk studi kasus. Penelitian dilakukan di SDN Dukuh Payung Desa Jatirokeh Kecamatan Songgom Kabupaten Brebes. Informan dalam penelitian berjumlah 17 orang yang terdiri atas kepala desa, kepala sekolah, guru kelas (empat, lima, dan enam), peserta didik kelas (empat, lima, dan enam) yang ibunya bekerja sebagai TKW, dan orang tua asuh (nenek/kakek). Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan tringulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di SDN Dukuh Payung sekitar 15% peserta didik yang orang tuanya menjadi TKW dari jumlah keseluruhan siswa pada tahun pelajaran 2019/2020 yaitu 275. Pengasuhan yang dilakukan oleh orang tua asuh memiliki peran yang sangat besar dalam mempersiapkan kebutuhan sehari-hari. Pendampingan orang tua asuh sangat mempengaruhi motivasi beajar anak. Selain itu usia orang tua asuh mempengaruhi penggunaan pola asuh yang diberikan. Peran yang diberikan orang tua kandung lebih pada materi untuk kebutuhan sehari-hari saja yang menyebabkan kurangnya perhatian dan kasih sayang. 
PENGELOLAAN LAHAN DAN AIR DI AREA PASANG SURUTESA LOSARI LOR KECAMATAN LOSARI KABUPATEN BREBES Suwarno; Suwarsito; Fathurnnadi Shalihati
JURNAL ILMIAH ULTRAS BREBES Vol 3 No No. 2 (2020): Jurnal Ilmiah Ultras Brebes
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Brebes

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Kondisi lahan pertanian di areal pasang surut Desa Losari Lor saat ini sering mengalamigagal panen, diakibatkan oleh air pasang dari laut yang masuk melalui saluran drainaseatau luapan air sungai Cisanggarung yang menggenangi lahan. Tujuan penelitian untukmengetahui permasalahan dan hambatan teknis dan non teknis (sosial masyarakat) terkaitpengelolaan air dan tanah di lahan pasang surut tersebut. Menggunakan metode surveylapangan dan observasi., survey lapangan untuk mengetahui tipologi lahan dan penggunaanlahan, observasi dilakukan untuk menghimpun data tinggi muka air genangan, jaringanirigasi, tinggi muka air tanah, kualitas air (pH, kadar Fe, dan salinitas), jenis tanah, teksturtanah, kualitas tanah (pH, salinitas, dan kadar Fe), dan kedalaman air tanah. Analisa datamenggunakan analisis deskriptif kualitatif untuk menjelaskan permasalahan dan hambatanteknis dan non teknis terkait pengelolaan air dan tanah di lahan pasang surut, sedangkananalisis data tinggi air genangan dilakukan secara deskriptif kuantitatif untuk menentukantipe luapan air laut. Analisis data juga didukung menggunakan ArcGIS dan model builderuntuk menghasilkan peta tematik. Hasil menunjukkan 1) permasalahan teknis disebabkankondisi hidrografi dan jaringan tata air irigasi yang kurang baik sehingga menyebabkanbanjir dan kekeringan di lahan pertanian, 2) permasalahan non teknis berupa lemahnyapenguasaan teknologi oleh petani dan mahalnya biaya produksi pertanian, 3) hambatanteknis berupa kondisi kualitas tanah termasuk tanah masam dan salin dengan kadar Feyang tinggi serta hambatan keterbatasan modal para petani, 4) hambatan non teknismeliputi pola pikir petani yang pasrah menerima keadaan, kurang inovatif dan tidak beranimengambil risiko serta hambatan kelembagaan. 
PERAN USAHA MIKRO DALAM PENGENTASAN KEMISKINAN DIKABUPATEN BREBES Kusmantoro Edy Sularso; Taufik Budi Pramono; Ratna Satriani; Indah Setiawati
JURNAL ILMIAH ULTRAS BREBES Vol 3 No No. 2 (2020): Jurnal Ilmiah Ultras Brebes
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Brebes

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 AbstrakTujuan dari kajian peran usaha mikro dalam pengentasan kemiskinan di Kabupaten Brebesadalah 1) Mengidentifikasi profil usaha mikro secara umum di Kabupaten Brebes, 2)Mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat program pemberdayaan usaha mikrodi Kabupaten Brebes dan 3) Mengetahui peran usaha mikro terhadap angka kemiskinan diKabupaten Brebes. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisisSWOT dan analisis Structural Equation Modelling (SEM). Hasil penelitian menunjukkanbahwa kegiatan usaha mikro di Kabupaten Brebes merupakan sektor penting untukdikembangkan karena memiliki daya dukung internal yang mencakup usia produktif, statuskepemilikan usaha, keterampilan dan pengalaman usaha serta daya dukung eksternal yangmencakup ketersediaan bahan baku, tenaga kerja, harga jual yang menguntungkan, danpelatihan dan pendampingan dari dinas terkait. Kegiatan produksi usaha mikro berperansignifikan dalam pengentasan kemiskinan, dengan nilai koefisien sebesar 0,53 dan bersifatpositif. Hal ini menunjukan bahwa usaha produksi baik produk barang maupun jasa dapatmengentaskan kemiskinan cukup tinggi, khususnya bagi pelaku usaha mikro.