cover
Contact Name
LINTANG PRAHITA NINGARUM
Contact Email
prahitaarum@gmail.com
Phone
+628882680008
Journal Mail Official
jurnalilmiahultras@gmail.com
Editorial Address
Kantor Pemerintah Terpadu Kabupaten Brebes, lt 3 Bapperida Kabupaten Brebes, Jl. Proklamasi No. 77 Brebes
Location
Kab. brebes,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Ultras
ISSN : -     EISSN : 26556855     DOI : -
Jurnal Ilmiah Ultras merupakan media ilmiah cetak yang menampilkan tulisan ilmiah hasil penelitian dan kajian dengan focus dan scope yang terdiri dari: Tata Kelola Pemerintahan dan Pelayanan publik, Ekonomi dan Pembangunan Daerah, Inovasi dan Pengembangan IPTEK, serta Sosial dan Kemasyarakatan.
Articles 77 Documents
KAJIAN PEMANFAATAN LAHAN EKS PASAR KUCING KABUPATEN BREBES Darwanto; Budiharjo, Kustopo; Nugraha, Hari Susanta
JURNAL ILMIAH ULTRAS BREBES Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Ultras Brebes
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Brebes

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah memberikan gambaran kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Brebes mengenai alternatif terbaik pemanfaatan kembali lahan eks Pasar Kucing sehingga dapat dijadikan acuan arah kebijakan yang berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan asli daerah dan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini menggunakan analisis SWOT dan model High Best and Use. Berdasarkan hasil wawancara mendalam denganresponden kunci dan observasi langsung, penelitian ini menemukan bahwa terdapat tiga alternatif pemanfaatan lahan eks Pasar Kucing yaitu sebagai rest area, pasar atau ruang terbuka hijau. Analisis dengan model high best use menemukan bahwa alternatif menjadi rest area merupakan prioritas utama. Akan tetapi, untuk mengakomodasi semua kepentingan danmanfaat yang ingin dicapai maka pembangunan rest area yang terintegrasi dengan pasar dan ruang terbuka hijau menjadi pilihan yang terbaik. Strategi yang dapat diambil oleh pemerintah daerah sebaiknya bersifat defensif dimana kebijakan yang diambil harus menyentuh kondisi dasar baik secara fisik maupun kelembagaannya.
KAJI TERAP PEMANFAATAN A. MICROPHYLLA SEBAGAI HIJAUAN PAKAN ITIKDI KELOMPOK TERNAK ITIK KELURAHAN GANDASULI KECAMATAN BREBESKABUPATEN BREBES Supartoto; Roesdiyanto; Shodiq, Dalhar
JURNAL ILMIAH ULTRAS BREBES Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Ultras Brebes
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Brebes

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk : (1) mendapatkan hijuan pakan alternatif yang mudah diproduksi, murah dan prospektif untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas telur itik, (2) mengkaji responpeternak terhadap pemanfaatan A. microphylla sebagai hijauan pakan itik, dan (3) mensosialisasikan teknik budidaya A. microphylla. Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 8 ulangan. Perlakuan yang diuji adalah variasi pakan itik, terdiri atas 2 level, yaitu itik diberi pakan lokal dan itik diberi pakan lokal ditambah A. microphylla 100 g/itik/hari. Kajian melibatkan 8 peternak itik di kelurahan Gandasuli Brebes sebagai ulangan. Pada tiap peternak, sebanyak 25 ekor itik dipisahkan dandiberi pakan lokal dan azolla sebanyak 100 g/hari/ekor, sedangkan selebihnya tetap diberi ransum pakan lokal peternak. Data diuji dengan T-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian A. microphyllapada itik petelur berpengaruh terhadap produksi telur harian (Hen Day Production, HDP) dan produksi telur total/kandang (Hen House Production, HHP), tebal kerabang, indeks telur, dan warna kuning telur(Yolk). Produksi telur itik harian (HDP) naik sebesar 45,35% dari semula yang bertelur 49,10% (tanpa Azolla) menjadi 71,35% (diberi Azolla); produksi telur kandang (HHP) naik sebesar 45,11% dari 49,04%menjadi 71,18%; tingkat warna kuning telur naik sebesar 48,1% dari skala 6,84 menjadi 10,13; dan tebal kerabang telur itik naik sebesar 11,3% dari 0,43 mm menjadi 0,48 mm. Sikap dan respon peternakterhadap teknik budidaya dan pemanfaatan A. microphylla sebagai hijauan pakan itik adalah positif. Peternak mengakui bahwa pemberian Azolla pada itik memberikan beberapa keuntungan, seperti:peningkatan produksi telur, peningkatan kualitas warna kuning telur, dan ada efisiensi pakan.
MITIGASI BENCANA BANJIR DI WILAYAH PANTAI UTARA KABUPATEN BREBES Suwarno; Suwarsito; Fathrunnadi Shalihati
JURNAL ILMIAH ULTRAS BREBES Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Ilmiah Ultras Brebes
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Brebes

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Bencana banjir di Kabupaten Brebes awal tahun 2018 mengakibatkan 3 kecamatan tergenang dan dua warga kehilangan nyawa. Faktor penyebab banjir dapat dipengaruhi alam dan non alam seperti perilaku manusia, khususnya seperti mengubah kondisi lahan ke arah pemanfaatan yang tidak semestinya. Tujuan penelitian adalah mengetahui faktor penyebab terjadinya banjir di Kabupaten Brebes. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Pendekatan kualitatif digunakan untuk mengkaji penyebab banjir di wilayah Kabupaten Brebes melalui pengumpulan bukti dokumen. Sedangkan pendekatan kuantitaif digunakan untuk menginterpretasi foto udara atau satelit dan Peta Curah Hujan, Peta Lereng dan Peta Tanah guna menyusun Peta Data Elevation Model (DEM), Peta Penggunaan Lahan Eksisting, Peta Arahan Pemanfaatan Lahan dan Peta Bentuk Lahan Daerah Aliran Sungai (DAS) Pemali dan Cikabuyutan. Analisis data penelitian menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan kuantitif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa faktor penyebab banjir di Kabupaten Brebes adalah faktor alam dan non alam. Faktor alam penyebab banjir meliputi curah hujan yang tinggi, terjadinya sedimentasi, dan kondisi morfometri Daerah Aliran Sungai (DAS) Pemali dan Cikabuyutan yang memiliki alur sungai yang melewati batuan yang resisten yang lebih lunak sehingga sedimen mudah tersangkut, permeabilitas dan kapasitas infiltrasi yang rendah serta memiliki aliran permukaan yang dihasilkan tinggi karena air hujan yang turun cenderung menjadi aliran permukaan daripada meresap ke tanah. Faktor non alam penyebab banjir meliputi aktifitas masyarakat yang membuang sampah di sungai, penambangan batu dan pasir di sepanjang sungai, dan alih fungsi penggunaan lahan. 
MAKSIMALISASI PEMANFAATAN BAHAN BAKU PAKAN LOKAL, WAFER SUPLEMEN PAKAN DAN PELATIHAN DI KELOMPOK TERNAK DESA BUARA KECAMATAN KETANGGUNGAN KABUPATEN BREBES Iwan Prihantoro; Yuli Retnani; Muhammad Agus Setiana; Taryati; Agustinus
JURNAL ILMIAH ULTRAS BREBES Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Ilmiah Ultras Brebes
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Brebes

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Kemandirian pakan berbasis komoditas bahan baku lokal merupakan salah satu kunci kesuksesan dan keberlanjutan usaha peternakan berbasis rakyat atau kelompok ternak. Komitmen dan kemampuan skill peternak dalam pengelolaan ternak berikut komoditas pendukung dan turunannya menentukan nilai tambah dari unit bisnis yang digeluti. Target peningkatan skill kelompok ternak dan motivasi peternak dalam rangka adopsi teknologi pada peternak melalui pelatihan dalam memahami prinsip-prinsip produksi dan implementasinya berbasis bahan baku lokal. Beberapa skill yang telah dicapai meliputi: (1) kemampuan skill peternak dalam budidaya hijauan pakan berkualitas dan toleran terhadap musim kering berupa leguminosa Indigofera zollingeriana, (2) kemampuan skill peternak dalam pembuatan silase berbasis limbah pertanian sebagai pakan hijauan dengan daya simpan panjang, (3) kemampuan skill peternak dalam pembuatan pakan penguat berupa ransum dan pakan suplemen berupa wafer suplemen pakan berbasis bahan baku lokal, (4) kemampuan skill peternak dalam pengelolaan dan pengolahan limbah peternakan berupa kompos, dan (5) peningkatan motivasi peternak dalam pengembangan usaha berbasis kelompok untuk terciptanya desa inovasi. Beberapa kendala yang masih dihadapi adalah ketersediaan alat utamanya dalam memproduksi wafer suplemen pakan dan rendahnya komitmen kelompok ternak dalam meningkatkan kapasitas dan skala usaha. 
INOVASI PAKAN ALTERNATIF ITIK PETELUR MELALUI PENGEMBANGAN TANAMAN Azolla mirophylla DI KABUPATEN BREBES Supartoto; Roesdiyanto; Dalhar Shodiq
JURNAL ILMIAH ULTRAS BREBES Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Ilmiah Ultras Brebes
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Brebes

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 The purpose of these activities were to socialized cultural technique and the use of A.microphylla as green meal alternative of layer duck, to develops A. microphylla culture in one of centra duck farm in Brebes, and indentify and make innovation on the potentials of Limbangan Wetan to support the development of village innovation. Methodes used in these activities were extension, demonstration plot, and field assistance through involving student Kuliah Kerja Nyata (the real work of lecture). The result showed that: (1) Duck farmer group Berhias has succeded made 14 units azolla pond and one introduced pond nila fish, (2) The duck farmer group has also implemented the use of azolla as green meal alternative for duck layer and in duck nursery, (3) The duck farmer group responded to the use of azolla as green meal alternative both on layer duck and duck nursery was very good, those were azolla increased duck appetite, increased egg production, stabilized egg production on high level (>70%),increased egg shell quality of old duck, from light green blue to heavy green blue, and increased the health and decreased mortality of baby duck. The positive respond of duck farmer group showed by the increased of number azolla pond made by theirselves. (4) Cultural teqnique of azolla in Limbangan Wetan (the location is close to shore) needed to be modified caused by an extreem local climate and water quality, such as very hot air temperature, high salinity of water, and the exist of pest that usually attack red onion. The solution were put paranet above the pond as a shelter to reduce the pond temperature, temporaly replace the pond water to lower the water salinity, and put stiroform or aluminium foil a long the side of pond to avoid butterfly to put their eggs on the azolla leaf, (5) Student that did KKN have succeded created three food innovation products based on local potential, those were sosis itik, pergedel gulung, Bakso Bandeng and road map of the development of duck farmer group. 
SITUS BUMIAYU MENUJU KAWASAN GEOHERITAGE Muhammad Wildan Fadhillah
JURNAL ILMIAH ULTRAS BREBES Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Ultras Brebes
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Brebes

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Kabupaten Brebes dianugrahi Situs Bumiayu yang menyimpan fosil vertebrata tertua di Pulau Jawa. Penemuan fragmen Homo erectus pada bulan November 2016, Maret 2017 dan April 2018 di Situs Bumiayu merupakan penemuan yang spektakuler. Penemuan Homo erectus yang berumur 1.8 jtyl hanya ada di lima negara, salah satunya berada di Situs Bumiayu-Indonesia. Selain fosil Homo erectus di Situs Bumiayu juga ditemukan artefak Kapak genggam, Serpih, Kapak penetak, Bola batu dan Batu inti. Artefak ini digunakan oleh Homo erectus untuk berburu dan menguliti hewan buruannya. Fosil darat dan sungai di Situs Bumiayu antara lain: Reptile (Sarphenthes, Megalochelys, Gavialis), Mamalia (Sinomastodon, Stegodon sp., Stegodon pigmy, Elephas sp., Duboisia santeng, Rhinoceros sp., Cervidae, Sus, Macaca sp., Pongo sp., Canis sp., Cercopithecidae, Bovidae, Hipopotamus, dan Bos bibos), Aves (Metapodial). Sedangkan di daerah transisi hingga laut dangkal antara lain: Pisces (Sting ray, Carcharhinus) Reptile (Crocodylus), Gastropoda (Littorina abtusata, Turitella, Eciplelira nitida, Volena patula, Turicula armigera, Crassostrea Sp., Lambis truncata, Calliostoma ligastum, Murex Sp.), Mollusca (Pelecypoda: Tellina Sp., Acanthocardia, Ostrea), Crinoid, Eksoskeleton dan Coelenterata. Penemuan fosil-fosil Situs Bumiayu telah dikoleksi oleh Tim Museum Purbakala Bumiayu Tonjong selaku voluntir yang peduli akan Pelestarian Situs Bumiayu. Keberadaan fosil tersebut tidak dapat dipisahkan dengan keberagaman litologi atau batuan yang memberikan informasi tentang lingkungan purba. Besarnya potensi yang dimiliki Situs Bumiayu perlu dilestarikan dan dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat sekitar Situs Bumiayu. Pengajuan Situs Bumiayu menjadi kawasan Geoheritage menjadi salah satu cara pelestarian dan pemanfaatan Situs yang menjadi program strategis pemeritah untuk mensejahterakan masyarakat. 
ANALISIS DAMPAK PEMBANGUNAN JALAN TOL PEJAGAN -PEMALANG TERHADAP KONDISI SOSIAL DAN EKONOMIMASYARAKAT DI KABUPATEN BREBES Darwanto; Edy Yusuf Agung Gunanto; Budi Samadikun
JURNAL ILMIAH ULTRAS BREBES Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Ilmiah Ultras Brebes
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Brebes

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 alan tol Pejagan-Pemalang merupakan bagian dari tol Trans Jawa. Jalan tol Pejagan-Pemalang telah diresmikan pada tahun 2016 untuk ruas tol Pejagan hingga Brebes Timur dengan panjang 20,2 km, dan pada tahun 2018 untuk ruas tol Brebes Timur hingga Pemalang dengan panjang 37,3 km. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak pembangunan jalan tol Pejagan-Pemalang terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat di Kabupaten Brebes. Variabel yang digunakan dalam penelitian antara lain: persepsi masyarakat terhadap pembangunan jalan tol, hubungan sosial, kesehatan, persepsi terhadap dunia pendidikan, pendapatan, mata pencaharian, dan aksesibilitas. Data yang digunakan adalah sampel 120 responden (40 pelaku usaha telur asin, 40 petani, dan 40 warga yang bertempat tinggal di sekitar bangunan fisik jalan tol). Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif, kemudian untuk variabel pendapatan dilakukan uji beda rata-rata Paired Sample t-Test menggunakan SPSS versi 23. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden sangat tidak setuju dengan pembangunan jalan tol. Dampak sosial yang ditimbulkan antara lain: 1) Hubungan sosial warga yang berada di sebelah selatan dan utara jalan tol rendah; 2) Tingkat kesehatan warga terganggu akibat timbulanya masalah berupa kebisingan, polusi udara, getaran, dan genangan air; 3) Peningkatan persepsi petani terhadap dunia pendidikan. Sedangkan dampak ekonomi yang ditimbulkan adalah: 1) Penurunan tingkat pendapatan. Rata-rata pendapatan pelaku UMKM telur asin sebelum beroperasinya jalan tol adalah Rp 33.341.635,00- per bulan, sedangkan setelah beroperasinya jalan tol adalah Rp 13.261.725,00- per bulan; 2) 747 KK dari 19 desa telah mengalami perubahanmata pencaharian; 3) Waktu tempuh ke lokasi kerja menjadi relatif lebih lama, sedangkan waktu tempuh ke tempat kesehatan, pendidikan, pasar dan Balai Desa tidak mengalami perubahan. 
POTENSI DAN DAN PENGEMBANGAN AGRIBISNIS KOPI UNTUKPENINGKATAN PENDAPATAN PETANI KOPI KABUPATEN BREBESDARI SEKTOR PERKEBUNAN Sutarmin; Purwanto; Ivan Akmal Nur
JURNAL ILMIAH ULTRAS BREBES Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Ilmiah Ultras Brebes
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Brebes

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 The agricultural sector is a leading sector in developing national development strategies. plantation subsector has the highest contribution to GDP, which is 3.46%. The GDP of the plantation subsector was obtained from superior commodities, one of which was coffee. In recent years, the stretch of coffee agribusiness in Brebes Regency has begun to appear and has increased, but the impact of increasing coffee farmers' income is still very small. Because farmers' knowledge about how to maintain coffee plants is still very low. The method of collecting data in this study is through literature studies, interviews and observations. The results of this study are (1) Salem District has the highest production yield and the most extensive land compared to 3 other Sirampog Subdistricts which have the most adequate post-harvest processing equipment. (2) The quality of human resources for coffee farmers in Brebes Regency still lacks limited knowledge. (3) Based on the value chain analysis of determinants of downstream products the coffee process is roasting and grinding. (4) Based on an analysis of internal factors shows that coffee business people in Brebes have a very strong internal position. Based on the results of the analysis of external factors showing that the Brebes Regency business actor is able to respond well to the opportunities and threats that exist and based on IE Matrix analysis, the general strategy is to develop aggressively and constructively (5) Based on the SWOT analysis, several proposed strategies are increased intensity of promotion and marketing by involving young people of productive age in each region, (2) stalls / coffee shops or cafes are established in each place (3) Empowering village youth (4) Procurement of necessary equipment, (5) Making / establishing a joint business institution (6) establishing a coffee house 
KAJIAN DAMPAK PENGEMBANGAN PARIWISATA TERHADAP PENDAPATANASLI DAERAH DAN SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT Sutarmin; Yulis Maulidia Bernis; Aqib Ardiansyah; Kurniawan
JURNAL ILMIAH ULTRAS BREBES Vol 1 No No. 2 (2018): Jurnal Ilmiah Ultras Brebes
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Brebes

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 The tourism sector is one sector that has a multiplier effect on the economic growth of a region.One area that is aware of the importance and strategic of the tourism sector is Brebes Regency.Although it has a lot of potential and interesting, the tourism potential in Brebes has notcontributed Locally-generated revenue (PAD) as expected. Required research that aims to (1)know the impact of tourism development on socio-economic society; (2) to know the impact oftourism development on Locally-generated revenue (PAD) of Brebes Regency; (3) to know thepotential of tourism market; (4) to know the level of tourism visitors absorption and (5) to knowalternative of tourism development strategy in Brebes Regency. Data collection method of thisresearch is through literature study, interview and observation. The results of this study are: (1)For ease of development, Brebes Regency is divided into 3 tourism zones, which is the 1sttourism zone (North Brebes) focusing on marine tourism theme, 2nd tourism zone (CentralBrebes) focusing on adventure tourism and zone 3 (South Brebes) that focus on resting; (2) Tokeep pace, the tourism sector of Brebes Regency must grow exponentially through variousstrategic breakthroughs. Strategic breakthroughs that can be done by Brebes Local Governmentinclude (a) ticket price adjustment, (b) change of manager from Pemda to Perusda or purelyprivate (c) tax imposition on tourism object not managed by local government (d) adding newtourism object with various interesting themes. 
KAJIAN EVALUASI KEBIJAKAN DAN ALTERNATIF PENGEMBANGAN MODELPENANGGULANGAN DAN PENGENTASAN KEMISKINANKABUPATEN BREBES(STUDI KASUS KECAMATAN LARANGAN, BULAKAMBA, KETANGGUNGAN DANPAGUYANGAN) Siswanto; Hendrayana; Ahmad Fauzi
JURNAL ILMIAH ULTRAS BREBES Vol 1 No No. 2 (2018): Jurnal Ilmiah Ultras Brebes
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Brebes

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Kebijakan peningkatan kesejahteraan masyarakat merupakan salah satu prioritaskebijakan Pemerintah Kab Brebes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas dandampak program kebijakan peningkatan kesejahteraan masyarakat Brebes. Penelitian dilakukandengan menggunakan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkatkesejahteraan masyarakat pedesaan di Kabupaten Brebes memiliki tingkat kesejahteraan lebihrendah dibandingkan daerah perkotaan. Faktor yang berpengaruh pada tingkat kesejahteraanmasyarakat Kabupaten Brebes adalah faktor pendidikan, kondisi sosial dan budaya. Model binadesa berbasis pemberdayaan masyarakat dengan pendekatan co-management” merupakanbentuk alternatif model peningkatan kesejahteraan masyarakat Kab Brebes.