cover
Contact Name
-
Contact Email
lppm@umkudus.ac.id
Phone
+6285117477445
Journal Mail Official
lppm@umkudus.ac.id
Editorial Address
https://ejr.umku.ac.id/index.php/JAI/pages/view/editorial-boards
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Abdimas Indonesia
ISSN : 26544822     EISSN : 26542544     DOI : doi.org/10.26751/jai
Jurnal Abdimas Indonesia aims to disseminate scholarly works and best practices related to the implementation of community engagement and empowerment activities based on science, technology, and local wisdom. The journal seeks to bridge academic knowledge with real-world community needs, supporting sustainable development and improving community welfare through participatory and innovative approaches. Scope of the Journal The journal publishes articles derived from community service and engagement activities conducted by academics, practitioners, and students. The scope includes, but is not limited to, the following areas: Community empowerment and capacity building Application of science, technology, and innovation for community development Health promotion and disease prevention in communities Education, literacy, and learning empowerment programs Economic empowerment, entrepreneurship, and MSME development Environmental conservation and sustainable development Social innovation and community-based solutions Appropriate technology and digital transformation for communities Disaster preparedness, mitigation, and community resilience Public policy implementation and community participation Cultural preservation and local wisdom-based community programs Evaluation and impact assessment of community service programs
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 132 Documents
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING Agustina Eka Harjanti; Cikita Berlian Hakim; Nur Salim
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 5, No 1 (2023): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v5i1.2063

Abstract

Ketimpangan perekonomian yang semakin terasa membuat masyarakat berlomba-lomba mencari cara agar mendapatkan pengahasilan tambahan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Keadaan ini menjadi salah satu penyebab terjadinya stunting karena ekonomi yang rendah, akhirnya masyarakat tidak memberi perhatian lebih terhadap pemenuhan nutrisi pada kandungan, nutrisi yang optimal bagi bayi, kurangnya asupan gizi, vitamin dan kurangnya memperhatikan kesehatan anak. Pemberdayaan masyarakat terutama ibu-ibu dan kader posyandu perlu dilakukan untuk menambah wawasan dan keahlian baru. Praktik menanam dengan teknik hidroponik diberikan sebagai salah satu rangkaian pelatihan kewirausahaan dalam upaya menambah penghasilan guna mencegah kejadian stunting khususnya yang ada didesa Rejosari kecamatan Dawe Kabupaten Kudus.
PELATIHAN RELAKSASI OTOT PROGRESIF UNTUK MENURUNKAN HIPERTENSI PADA KELOMPOK LANSIA GEMPOL MEDE Dewi Aulia Annafisah; Adisa Dini Salsabilla; Asyrofiatul Mahbubah; Evita Dian Lestari; Adhitya Firmansyah; Almar Atush Sholichah; Ananda Nor Aulia; Desita Fhenes Shafitri; Dian Pratiwi; Eko Surono; Tri Suwarto; Novy Tiara; Noor Eswanti
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 7, No 1 (2025): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v7i1.2778

Abstract

Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan salah satu masalah kesehatan yang signifikan di dunia, termasuk di Indonesia. Fenomena ini terus meningkat seiring dengan perubahan gaya hidup modern yang kurang sehat Faktor gaya hidup menjadi salah satu pemicu utama permasalahan hipertensi, seperti pola makan yang tidak sehat kurangnya aktivitas fisik, kebiasaan merokok, dan konsumsi alkohol. Hipertensi pada usia 60 tahun ke atas memiliki dampak yang signifikan terhadap kualitas hidup dan kesehatan secara keseluruhan. dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius, seperti penyakit jantung koroner, gagal jantung, stroke, dan gangguan fungsi ginjal Relaksasi Otot Progresif (ROP) adalah teknik yang efektif untuk membantu menurunkan tekanan darah pada individu dengan hipertensi. Teknik ini melibatkan proses pengencangan dan pelemasan otot secara sistematis pada berbagai kelompok otot di tubuh, mulai dari kepala hingga kaki atau sebaliknya. Tujuannya adalah untuk mengurangi ketegangan fisik dan mental, yang secara langsung berkontribusi pada penurunan tekanan darahProgram pengabdian kepada masyarakat ini meliputi kegiatan penyuluhan, pelatihan, dan evaluasi tentang kesiapan peningkatan manajemen kesehatan dengan cara ROP terhadap penurunan tekanan darah melalui persentasi interaktif dan pelatihan melibatkan praktik langsung terapi ROP selama 20 menit. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa program ini berhasil meningkatkan kesiapan manajemen kesehatan pada lansia terkait penyakit hipertensi yang diderita. Berdasarkan hasil evaluasi, terjadi penurunan yang signifikan pada semua indikator yang diukur yaitu tekanan darah sebelum dan sesudah dilakuan Relaksasi Otot Progresif (ROP). pemberian ROP tekanan darah sistolik pada lansia penderita hipertensi yang mengikuti kegiatan Gempol Mede di Desa Bakalan Krapyak memiliki rata-rata 144. Menjadi rata-rata tekanan darah sistolik adalah 140.58 mmHg.Dan rata-rata diastolik 83.50 mmHg menjadi 80.58 mmHg. Program ini dapat direplikasi dan diadaptasi serupa untuk komunitas lain dengan masalah yang serupa.pada lansia yang mengikuti kegiatan Gempol Mede di Desa Bakalan Krapyak sebanyak 12 responden lansia dengan hipertensi menunjukkan ada perbedaan dilihat dari nilai sig. (0.000). Penurunan tekanan darah setelah terapi relaksasi otot progresif ini mengindikasikan bahwa metode ROP ini efektif dalam menurunkan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi.
UPAYA PENCEGAHAN DEPRESI PASCA MELAHIRKAN DENGAN EDINBURGH POST-NATAL DEPRESSION SCALE Dyah Ayu Utari; Salis Nur Hidayah
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 6, No 1 (2024): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v6i1.2367

Abstract

Ibu pasca melahirkan yang gagal menempatkan diri beserta tugas yang baru akan berdampak pada kesehatan mental ibu yang dinamakan depresi pasca melahirkan. Upaya pencegahan depresi pasca melahirkan dapat dilakukan dengan mendeteksi secara dini adanya gangguan depresi. Tujuan pengabdian masyarakat diharapkan tercapai perubahan perilakuindividu untuk lebih perduli akan kesehatan mental dirinya. Metode yang digunakan menggunakan skrining Edinburgh Postpartum Depression Scale (EPDS) dan penyuluhan kesehatan, diperoleh 7 ibu pasca melahirkan dengan kriteria inklusi ibu pasca melahirkan 2 sampai 6 minggu pada bulan September 2023 di salah satu Posyandu wilayah Kudus. Diperolehhasil bahwa 2 ibu pasca melahirkan (28,60%) tidak mengalami depresi, 5 ibu pasca melahirkan (17,40%) menunjukkandepresi dapat terjadi. Kesimpulan Kegiatan pengabdian kepada Masyarakat agar lebih perhatian terhadap kondisinya. Hal ini menunjukan masih pentingnya deteksi dini dilakukan terlebihlagi jika diberikan dari masa kehamilan akhir. Rekomendasi pengabdian masyarakat ini guna untuk menghindari risiko terjadinya gangguan psikologis pasca melahirkan.
PENINGKATAN KESEHATAN KELUARGA MELALUI PEMBERDAYAAN KADER MASYARAKAT DENGAN CEGAH STUNTING DAN PEMANFAATAN SAMPAH MENJADI MEDIA EDUKASI ANAK DI DESA JEKULO KECAMATAN JEKULO KABUPATEN KUDUS Indah Puspitasari; Indanah Indanah; Sukesih Sukesih; Dhina Cahya Rohim; Muhammad Adib Jauhari; Achmad Ridwan
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 4, No 2 (2022): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v4i2.1719

Abstract

Indikator keluarga sehat yaitu balita mendapatkan pemantauan pertumbuhan. Hal ini penting untuk memastikan pertumbuhan dan perkembangan anak sudah sesuai dengan usianya, serta mendeteksi secara dini bilamana terdapat gangguan pada pertumbuhannya. Gangguan pertumbuhan pada anak yakni stunting. Prevalensi balita yang mengalami stunting di Indonesia sebanyak 24,4% pada 2021. Target pemerintah untuk prevalensi stunting di Indonesia turun menjadi dibawah 14% pada tahun 2024. Untuk itu, target penurunan prevalensi stunting setiap tahun harus berkisar 2,7%. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berfokus pada intervensi gizi sensistif yakni memberikan pendidikan pengasuhan pada orang tua melalui pemberdayaan kader mengenai edukasi stunting dan pencegahannya serta pemanfaatan sampah agar bisa digunakan menjadi media edukasi anak di rumah. Kegiatan ini melibatkan 30 kader di Desa Jekulo. Bentuk kegiatan yang dilakukan adalah pemberian penyuluhan mengenai kesehatan keluarga melalui deteksi dini, pencegahan, dan penanganann stunting, serta penyuluhan kesehatan lingkungan hingga demontrasi membuat media edukasi anak dari pemanfaatan sampah. Akhir kegiatan, respon positif dirasakan para kader karena mendapatkan pengetahuan tentang stunting dan pemanfaatan sampah guna mendukung turunnya angka kejadian stunting dan meningkatkan kesehatan lingkungan
PERAN KADER KESEHATAN DALAM PROGRAM PERENCANAAN PERSALINAN DAN PENCEGAHAN KOMPLIKASI PADA IBU HAMIL DI POSYANDU Diah Andriani; Maftuchah Maftuchah
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 4, No 1 (2022): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v4i1.1499

Abstract

Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) merupakan salah satu upaya percepatan penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi Baru Lahir melalui peningkatan akses dan mutu pelayanan antenatal, pertolongan persalinan, pencegahan komplikasi dan keluarga berencana oleh bidan. Pelayanan bidan sangat berperan dalam keberhasilan suatu program pemerintah dalam rangka meningkatkan pembangunan kesehatan. Kerjasama bidan dengan pihak-pihak terkait pelaksanaan Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K). Pihak-pihak yang dimaksud disini antara lain seperti bidan di puskesmas, petugas gizi, bidan di BPM, kader, ibu hamil, keluarga ibu hamil, petugas binaan desa (Gasbindes), masyarakat dan penanggung jawab program P4K (Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi). Bidan dalam bekerjasama tidak lepas dari hambatan dalam pelaksanaan program, karena walaupun sudah bekerjasama baik dengan beberapa pihak, namun masih menemukan kesulitan dalam menjalin kerjasama denga pihak bidan di BPM (Bidan Praktik Mandiri), Kerjasama dengan pihak BPM (Bidan Praktik Mandiri) sangat penting karena ibu hamil tidak hanya memeriksakan kehamilan dan bersalin dipuskesmas saja tapi juga di BPM (Bidan Praktik Mandiri), dengan kerjasama yang baik dan berkelanjutan. Harapannya bidan desa yang bertanggung jawab terhadap ibu hamil diwilayahnya bisa terpapar dan mendapatkan pelayanan P4K (Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi).Dalam hal ini dengan pelayanan P4K (Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi) yang dilakukan oleh bidan kepada ibu hamil, dapat meminimalkan resiko komplikasi dan kematian ibu maupun bayi.
EDUKASI DAN DEMONSTRASI KROKET DAGING AYAM DAUN KELOR SEBAGAI PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN PADA BALITA STUNTING DI POSYANDU KALIWUNGU Diva Anastasya; Elisya Pujasari; Dwi Elysia Dinata; Tri Febriani Dewi; Indanah Indanah; Fida Maisa Hana
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 6, No 2 (2024): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v6i2.2805

Abstract

Penelitian ini berfokus pada pelaksanaan program pendidikan dan demonstrasi praktis kroket ayam dan daun kelor sebagai makanan tambahan bagi balita yang menderita stunting di desaKaliwungu. Menyadari stunting sebagai masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang gizi seimbang dan kebiasaan makan yang sehat. Melalui sesi interaktif, para ibu dan petugas kesehatan masyarakat (kader Posyandu) dilatih untuk menyiapkan makanan bergizi menggunakan bahan-bahan lokal, sehingga meningkatkan ketahanan pangan dan meningkatkan hasil kesehatan anak. Inisiatif ini menerima tanggapan positif dari masyarakat, menunjukkan kesiapan untuk mengadopsi praktik diet baru. Demonstrasi yang sukses dari kroket ini tidak hanya memberikan manfaat nutrisi langsung tetapi juga memberdayakan masyarakat untuk mempertahankan praktik-praktik ini dalam jangka panjang. Temuan menunjukkan bahwa intervensi pendidikan semacam itu sangat penting dalam memerangi stunting dan meningkatkan status gizi anak-anak.
PENINGKATAN PENGETAHUAN OBAT PADA ANAK USIA DINI MELALUI DAGUSIBU (DAPATKAN, GUNAKAN, SIMPAN, BUANG) OBAT KELAS A3 TK NEGERI PEMBINA BANTUL Ahmad Suriyadi Muslim; Zakiyyah Qurratul 'Aini
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 5, No 2 (2023): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v5i2.2241

Abstract

AbstrakSwamedikasi atau pengobatan sendiri secara mandiri merupakan salah satu cara masyarakat dalam mengatasi permasalahan kesehatan secara mandiri. Beberapa contoh permasalahan kesehatan pada anak yang dapat dilakukan swamedikasi oleh para orang tua yaitu batuk, pilek serta demam. Hal tersebut juga sering dilakukan oleh orang tua peserta didik di lingkungan Taman Kanak-Kanak (TK) Negeri Pembina Bantul. Pengabdian masyarakat berupa penyuluhan tentang DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan dan Buang) obat diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan anak terhadap obat. Pengabdian dilakukan pada tanggal 24 Agustus 2023 dengan diikuti peserta yang terdiri dari 20 siswa TK, 2 guru serta 4 orang tua siswa yang bertindak sebagai among kelas. Materi DAGUSIBU obat disampaikan dengan alat bantu PPT dan booklet yang dibuat semenarik mungkin serta dilakukan penjelasan kepada peserta.   Evaluasi kegiatan dilakukan dengan cara membagikan soal pre-test serta post-test yang dibantu oleh guru dan among kelas. Hasil evaluasi menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan peserta tentang obat terkait DAGUSIBU dari sebelum dan setelah dilakukan penyuluhan dengan hasil pre-test 55% jawaban benar dan hasil post-test 90% jawaban benar. Kata Kunci: DAGUSIBU, swamedikasi, TK Negeri Pembina Bantul AbstractSelf-medication or self-medication is one way for people to deal with health problems independently. Some examples of health problems in children that can be self-medicated by parents are coughs, colds and fever. This is also often done by parents of students in the Pembina Bantul Kindergarten (TK). Community service in the form of education about DAGUSIBU (Get, Use, Store and Dispose) of drugs is expected to increase children's knowledge of drugs. The service was carried out on August 24 2023 with participants consisting of 20 kindergarten students, 2 teachers and 4 parents who acted as members of the class. The DAGUSIBU medicine material was delivered using PPT tools and booklets which were made as attractive as possible and explained to the participants. Evaluation of activities is carried out by distributing pre-test and post-test questions assisted by the teacher and among the class. The evaluation results showed that there was an increase in drug knowledge related participants’ knowledge of releated medications to DAGUSIBU before and after the counseling with pretest results of 55% correct answer and posttest results of 90% correct answers.Keywords: DAGUSIBU, self-medication, Pembina Bantul Kindergarten
UPSKILLING MASYARAKAT DALAM PEMBUATAN MINUMAN HERBAL BINAHONG Yayuk Mundriyastutik; Rusnoto Rusnoto; Anisa Solikhati; Riana Putri Rahmawati; Maryatin Maryatin
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 4, No 2 (2022): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v4i2.1666

Abstract

Desa Dersalam terletak di kecamatan kota Bae Kabupaten Kudus yang berjarak 3 m dari kota Kudus. Secara topografi Desa Dersalam merupakan dataran rendah yang memiliki iklim tropis. Tata guna lahan 60% sebagai tempat tinggal, 7% kebon, 24% sawah, dan penggunaan lainnya seperti jalan, sungai dan tanah kosong. Dari data tersebut menunjukan masih ada sawah, kebon dan tanah kosong yang bisa dimanfaatkan untuk bercocok tanam salah satunya adalah tanaman binahong. Tanaman binahong mudah tumbuh baik dataran rendah maupun dataran tinggi. Selain mudah dibudidayakan tanaman binahong ini juga bisa dimanfaatkan semua bagiannya baik akar, batang maupun daun. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengenalkan tanaman binahong dan manfaatan daun binahong sebagai minuman herbal untuk obat maag. Metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat melalui 3 tahapan yaitu tahap koordinasi dengan ibu PKK Desa Dersalam, tahap penyuluhan dengan memperkenalkan dan memberikan tanaman binahong kepada mitra, tahap pelatihan yaitu memberikan pelatihan kepada peserta cara pembuatan minuman herbal binahong untuk obat maag. Kata Kunci: Desa Dersalam, tanaman binahong, minuman herbal
PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK MENJADI KOMPOS DI DESA GARUNG LOR DENGAN MENGGUNAKAN TAKAKURA HOME METHOD Yunus Mustaqim; Aryani Rosita
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 1, No 1 (2019): Jurnal ABDIMAS Indonesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v1i1.1141

Abstract

Untuk perencanaan dan penerapan serangkaian rencana tindakan dan alokasi sumber daya yang penting dalam mencapai tujuan dasar dan sasaran, dengan memperhatikan sinergi yang ideal berkelanjutan sebagai arah, cakupan dan perspektif jangka panjang keseluruhan yang ideal dari sebuah usaha. Penelitian ini menganalisis tentang strategi pengembangan usaha di masa pandemi covid 19 dalam prespektif ekonomi syariah. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kepustakaan dengan analisis data deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini diketahui strategi pengembangan usaha di masa pandemi covid 19 dalam perspektif ekonomi Islam yaitu adanya perencanaan pembangunan, antara lain mencakup sistem perencanaan usaha, penataan ruang (tata ruang wilayah), seperti tempat uslaha dan lain sebagainya. Selain itu, adanya pemenuhan sarana dan prasarana, seperti tempat tempat parker, tempat layout dan lain sebagainya. Sehingga dalam perspektif ekonomi syariah yaitu dari pihak pengelola sendiri sudah menolong bagi konsumen untuk menikmati usaha yang dilakukannya.
ASPEK PENTING SERTIFIKASI HALAL PRODUK Noor Cholifah; Yunus Mustaqim
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 5, No 1 (2023): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v5i1.2106

Abstract

Sebagai seorang muslim makanan yang halal lagi baik itu sangat penting, sebab memiliki nilai ibadah, maka seorang konsumen muslim dalam memilih produk yang dikonsumsinya harus berhat-hati, hal ini terlihat dari adanya label (tanda) halal pada produk. Pengabdian ini menggunakan metode ceramah dan diskusi partisipatif dengan evaluasi berupa pertanyaan tanya jawab guna mengetahui sejauh mana masyarakat mampu memahami tentang materi aspek penting sertifkasi halal produk. Hasil pengabdian ini adalah sertifikasi produk halal yang dilakukan pelaku usaha akan memberikan ketenangan, serta juga adanya keuntungan untuk mendapatkan jaminan produk memiliki kualitas terbaik untuk konsumen. Maka dari itu, sertifikasi halal produk harus dilakukan dengan baik bagi pelaku usaha karena juga akan memberikan manfaat untuk kepercayaan dari konsumen, meningkatkan daya saing pasar, meningkatkan persaingan bisnis. Juga akan mudah diterima di pasaran untuk produknya, baik nasional maupun internasional sehingga dapat meningkatkan nilai ekonomi bagi negara maupun peningkatkan pendapatan bagi pelaku usaha.

Page 3 of 14 | Total Record : 132