cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kependidikan: Penelitian Inovasi Pembelajaran
ISSN : 25805525     EISSN : 25805533     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
The journal publishes articles about the research results in the field of education both in the broad sense (general education) or specific (refers to certain fields of study).
Arjuna Subject : -
Articles 576 Documents
Matemathics Students’ Misconception in Research Proposal Using Certainty of Response Index Pardimin Pardimin
Jurnal Kependidikan Vol. 2, No.1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.002 KB) | DOI: 10.21831/jk.v2i1.18389

Abstract

This study was aimed at identifying the misconception of Mathematics Education students in the formulation of research methods in their proposals. This study was descriptive quantitative. The population consisted of 195 students of Mathematics Education Department, year 2014, Sarjanawiyata Tamansiswa University. The sample was collected using exhaustive sampling on the entire research population. Data were collected by documentation and closed-option questionnaires. The data were analyzed by descriptive statistical analysis. Analysis of Certainty of Response Index (CRI) was used to find out errors and misconceptions. The results show that most of the students have good understanding in the concepts of research methods. The other have misconceptions and limited understanding. The student misconceptions occur in the aspects of population, research variables, operational definitions and instrument reliability. The students do not explain fully and clearly the operational definition of the variables studied. On the aspect if reliability, errors are made by the students in the unexplained explanation of the reliability test used for the test instrument.MISKONSEPSI MAHASISWA PENDIDIKAN MATEMATIKA PADA KONSEP METODE PENELITIANAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesalahan penyusunan metode penelitian dalam penulisan proposal. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian ini yaitu mahasiswa Jurusan Pendidikan Matematika Angkatan 2014 Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta sebanyak 195 orang. Sampel penelitian diambil menggunakan teknik sampling jenuh yaitu keseluruhan populasi penelitian dijadikan sampel. Instrumen yang digunakan dalam penelitian yaitu kuesioner. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi dan angket. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian adalah analisis statistik desktiptif. Analisis Certainty of Response Index (CRI) digunakan untuk mengetahui kesalahan dan miskonsepsi yang dialami mahasiswa pada konsep metode penelitian. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa sudah memiliki pemahaman yang baik dan sebagian kecil tidak paham konsep. Miskonsepsi mahasiswa banyak terjadi pada aspek populasi, variabel penelitian, definisi operasional, dan reliabilitas instrumen. Mahasiswa tidak menjelaskan secara lengkap dan jelas definisi operasional dari variabel yang diteliti. Pada asepk reliabilitas, kesalahan yang dibuat mahasiswa yakni dengan tidak tercantumnya penjelasan uji reliabilitas yang digunakan untuk uji instrumen penelitiannya.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT SISWA UNTUK MELANJUTKAN KE SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN Siti Nurmala
Jurnal Kependidikan Vol. 42, No.2 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.531 KB) | DOI: 10.21831/jk.v42i2.1950

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap minat siswa; pengaruh langsung pengetahuan peluang kerja, pemahaman diri, kultur keluarga, dan latar belakang ekonomi terhadap minat siswa; serta pengaruh tidak langsung pengetahuan peluang kerja dan latar belakang ekonomi keluarga terhadap minat siswa SMP untuk melanjutkan ke SMK kompetensi keahlian perawat kesehatan. Populasi penelitian ini seluruh siswa SMP kelas IX tahun ajaran 2011/2012 dengan sampel sebanyak 248 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan angket dan data dianalisis dengan statistik deskriptif dan analisis jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, minat siswa untuk melanjutkan ke SMK kompetensi keahlian perawat kesehatan tinggi. Kedua, terdapat pengaruh langsung yang positif dan signifikan antara pengetahuan peluang kerja, pemahaman diri, kultur keluarga, dan latar belakang ekonomi terhadap minat siswa untuk melanjutkan ke SMK kompetensi keahlian perawat kesehatan dengan nilai β masing-masing 0,460; 0,360; 0,114, dan 0,101. Ketiga, terdapat pengaruh tidak langsung yang positif dan signifikan antara latar belakang ekonomi keluarga dan pengetahuan peluang kerja terhadap minat siswa untuk melanjutkan ke SMK kompetensi keahlian perawat kesehatan.
BUILDING DEMOCRACY OF CULTURE IN SCHOOL THROUGH JURISPRUDENTIAL INQUIRY Muhammad Japar; Dini Nur Fadhillah; Yuyus Kardiman; Yasnita Yasnita; Sarkadi Sarkadi
Jurnal Kependidikan Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (14.881 KB) | DOI: 10.21831/jk.v2i2.18924

Abstract

This study was aimed at developing democratic culture in high schools through Jurisprudential Inquiry. The study used a descriptive qualitative approach by observing the planting of democratic values applied in the subjects of Citizenship Education by applying the jurisprudential inquiry learning model. The jurisprudential inquiry learning model empirically had built a dynamic learning atmosphere. This model provided opportunities for students to disagree but based on the accurate data and no need to be ashamed or inferior to acknowledge that the opinions of other students were better and they were willing to support that opinion. Thus, this model allows constructive debate. This practice was able to build values of respect for differences of opinion in the learning process. The results show that the jurisprudential inquiry learning model can be an alternative model in developing a democratic culture. Democratic values applied were actively participating in school activities, respecting diversity, familiarizing deliberations and maintaining a balance between rights and obligations in school.MEMBANGUN BUDAYA DEMOKRASI DI SEKOLAH MELALUI JURISPRUDENTIAL INQUIRYAbstrakPenelitian ini bertujuan mengembangkan budaya demokrasi di Sekolah Menengah Atas melalui Jurisprudential Inquiry. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan mengamati penanaman nilai-nilai demokrasi yang diterapkan dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dengan menerapkan model pembelajaran jurisprudential inquiry. Model pembelajaran jurisprudential inquiry secara empirik telah membangun atmosfer pembelajaran yang dinamis. Model ini memberikan peluang bagi siswa untuk berbeda pendapat tetapi berdasarkan data yang akurat dan tidak perlu malu atau rendah diri untuk mengakui bahwa pendapat siswa yang lain itu lebih baik dan rela mendukung pendapat itu. Dengan demikian, model ini memungkinkan terjadinya perdebatan yang kontruktif. Praktik ini mampu membangun nilai menghargai perbedaan pendapat dalam proses pembelajaran. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model pembelajaran jurisprudential inquiry dapat menjadi model alternatif dalam mengembangkan budaya demokrasi yaitu berpartisipasi aktif dalam kegiatan sekolah, menghargai keragaman, membiasakan musyawarah dan menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban di sekolah. 
IDENTIFIKASI KESULITAN PESERTA DIDIK DALAM BELAJAR MATEMATIKA DAN SAINS DI SEKOLAH DASAR Heri Retnawati; Badrun Kartowagiran; Samsul Hadi; Kana Hidayati
Jurnal Kependidikan Vol. 41, No.2 (2011)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.328 KB) | DOI: 10.21831/jk.v41i2.1930

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesulitan peserta didik dalam pembelajaran matematika dan sains berdasarkan daya serap dan tingkat kesulitan butir tes. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif. Data utama yang digunakan adalah respons peserta didik terhadap tes INAP 2007 untuk mata pelajaran matematika dan sains di kelas 5 SD. Tes ini merupakan dokumentasi Puspendik Balitbang Kementrian Pendidikan Nasional untuk wilayah Yogyakarta. Data dianalisis melalui pendekatan deskriptif kuantitatif dengan menggunakan daya serap (proporsi menjawab benar) pada pendekatan teori tes klasik dan tingkat kesulitan model Rasch pada pendekatan teori respons butir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kesulitan peserta didik dalam pembelajaran matematika berdasarkan daya serap meliputi 88,57% dari keseluruhan materi yang seharusnya dikuasai peserta didik; (2) materi untuk mata pelajaran matematika yang dianggap sulit yang dianalisis melalui pendekatan teori respons butir adalah perbandingan dan skala; jarak, waktu, dan kecepatan; operasi hitung campuran; serta luas bangun datar; (3) kesulitan peserta didik dalam pembelajaran sains berdasarkan daya serap meliputi 80% dari keseluruhan materi yang seharusnya dikuasai peserta didik; (4) materi untuk mata pelajaran sains yang dianggap sulit yang diketahui melalui pendekatan teori respons butir adalah proses fotosintesis tumbuhan air, magnet, katrol, perubahan wujud, sistem aliran darah, adaptasi, lapisan bumi, dan tanda gunung berapi meletus.
CHARACTER EDUCATION IN FAMILY THROUGH PARENTING PATTERN Taat Wulandari; Agustina Tri Wijayanti; Saliman Saliman
Jurnal Kependidikan Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.271 KB) | DOI: 10.21831/jk.v3i1.22392

Abstract

This study was aimed at revealing the role and the capital of parenting towards children in an effort to shape the character of tolerance and caring for the environment. The study used qualitative naturalistic research methods. The techniques of collecting data used were observation, interviews, and documentation. The data then analyzed using interactive analysis proposed by Miles and Huberman. The results show that the role of parents in shaping the character of tolerance and caring for the environment through parents as motivators, as supervisors, as physical and spiritual protectors, as mentors, educating and as role models or role models to choose and shape children. The formation of the character of tolerance and caring for the children is given through debriefing skills to respect friends, stimulation activities, and positive habituation application. The pattern of positive habituation of parents is in the form of familiarizing children to do good activities. Parents provide firmness to the child's character of tolerance and caring for the environment. The model of parenting is applied as authoritarian parenting, democratic and situational.PENDIDIKAN KARAKTER DALAM KELUARGA MELALUI POLA ASUH ORANG TUAPenelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan peran dan modal pola asuh orang tua terhadap anak dalam upaya membentuk karakter toleransi dan peduli lingkungan. Penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif naturalistik. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran orang tua dalam membentuk karakter toleransi dan peduli lingkungan dapat melalui orang tua sebagai motivator, sebagai pengawas, sebagai pelindung jasmani dan rohani, sebagai pembimbing, mendidik dan sebagai panutan atau role model untuk memilihara dan membentuk anak. Pembentukan karakter toleransi dan peduli lingkungan pada anak diberikan melalui pemberin bekal keterampilan untuk saling menghargai dengan sesama teman, orang tua membentuk kegiatan yang merangsang karakter toleransi dan peduli lingkungan, orang tua menerapkan pembiasaan yang positif. Pola pembiasaan positif orang tua dilakukan dengan membiasakan anak melakukan kegiatan yang baik. Orang tua memberikan ketegasan terhadap anak karakter toleransi dan peduli lingkungan. Model pola asuh orang tua yang diterapkan seperti pola asuh otoriter; demokratis dan situasional.
THE EFFECTIVENESS OF MULTIPLE INTELLIGENCES BASED COLLABORATIVE PROBLEM SOLVING TO IMPROVE CRITICAL THINKING Atiek Winarti; Ani Rahmini; Almubarak Almubarak
Jurnal Kependidikan Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (917.542 KB) | DOI: 10.21831/jk.v3i2.24714

Abstract

KEEFEKTIFAN COLLABORATIVE PROBLEM SOLVING BERBASIS MULTIPLE INTELLIGENCES UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITISAbstrakPenelitian ini bertujuan mengetahui keefektifan strategi Collaborative Problem Solving berbasis Multiple Intelligences (CPS-MI) dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis, kecerdasan logis matematis, dan penguasaan konsep kimia peserta didik, serta mengetahui hubungan antara berpikir kritis, kecerdasan logis matematis dengan penguasaan konsep kimia. Metode penelitian menggunakan desain pre-test-post test control group. Sampel terdiri atas 93 peserta didik kelompok eksperimen dan 90 peserta didik kelompok kontrol dari tiga SMA di Kota Banjarmasin yang dipilih melalui metode stratified random sampling. Kelompok eksperimen menerapkan strategi CPS-MI, sedangkan kelompok kontrol menerapkan pembelajaran konvensional. Instrumen penelitian menggunakan Watson Glaser Critical Thinking Appraisal Test, angket multiple intelligences, lembar observasi, dan tes penguasaan konsep Hidrolisis garam. Data penelitian dianalisis menggunakan teknik persentase, chi square test, Anava satu jalur, dan uji korelasi ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi CPS-MI efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis, kecerdasan logis matematis dan penguasaan konsep kimia. Berdasarkan temuan ini strategi CPS-MI efektif diterapkan sebagai alternatif meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan kecerdasan logis matematis peserta didik. AbstractThis study was aimed at determining the effectiveness of Multiple Intelligences based Collaborative Problem-Solving (MI-CPS) strategy in improving students' critical thinking skills, mathematical logical intelligence, and chemical concept mastery, as well as knowing the relationship between critical thinking, mathematical logical intelligence, and chemical concept mastery. The study used a pretest-posttest control group design. The sample consisted of 93 experimental group students and 90 control group students from three high schools in Banjarmasin. The samples were selected through a stratified random sampling method. The experimental group applied the MI-CPS strategy, while the control group applied conventional learning. The instruments used were Watson Glaser Critical Thinking Appraisal Test, multiple intelligences questionnaire, observation sheet, and mastery test concept of salt hydrolysis. The research data were analyzed using percentage techniques, chi-square test, one-way ANAVA, and multiple correlation tests. The results show that the MI-CPS strategy is effective in improving critical thinking skills, mathematical logical intelligence, and mastery of chemical concepts. Based on these findings, the MI-CPS strategy is effectively applied as an alternative to improving students' critical thinking skills and mathematical logical intelligence.
Implementasi Model Pembelajaran Competence Based Training berbasis Karakter - Sunarso; - Paryanto
Jurnal Kependidikan Vol. 46, No.1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1358.419 KB) | DOI: 10.21831/jk.v46i1.9573

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: (1) Perbedaan tingkat pelaksanaan aspek karakter dan prestasi belajar siswa antara kelas yang menerapkan model pembelajaran Competence Based Training (CBT) berbasis karakter dengan kelas yang tidak menerapkan; (2) Efektivitas model pembelajaran CBT berbasis karakter untuk pembelajaran praktik kerja mesin di SMK, dalam meningkatkan kualitas lulusan. Metode implementasi menggunakan metode kuasi eksperimen. Lokasi implementasi di SMK N 2, SMK N 3, SMK N Piri 1, dan SMK Muh. 3 Yogyakarta. Penerapan model pembelajaran CBT berbasis karakter, efektif dalam meningkatkan kualitas lulusan SMK
PROBLEMATIKA DUNIA PENDIDIKAN ISLAM ABAD 21 DAN TANTANGAN PONDOK PESANTREN DI JAMBI Muhammad Sofwan; Akhmad Habibi
Jurnal Kependidikan Vol. 46, No.2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (63.545 KB) | DOI: 10.21831/jk.v46i2.9942

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan menganalisis masalah yang dihadapi oleh pondok-pondok pesantren yang ada di Kota Seberang Jambi dan peran aktif mereka berpartisipasi dalam pelaksanaan tujuan pendidikan nasional Indonesia. Penelitian ini menggunakan studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Jumlah partisipan dalam penelitian ini meliputi kepala pesantren, guru, dan pengelola yang bekerja di dua Pesantren di Kota Seberang, Jambi. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan teknik diskusi kelompok. Hasil observasi disajikan secara deskriptif. Analisis data hasil wawancara dimulai dengan mentranskrip hasil, melakukan pengecekan ulang, menghilangkan bagian yang tidak diperlukan, dan mengodifikasi hasil untuk dijadikan tema-tema. Data hasil diskusi kelompok disajikan untuk memperkuat data hasil wawancara, dikodifikasi, dan dianalisis. Pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa problematika yaitu kurangnya tenaga pengajar yang berkualitas, metode pengajaran yang masih bersifat tradisional dan belum banyak variasi, kebijakan kurikulum yang berubah-ubah, fasilitas pendidikan yang belum memadai, dan keuangan pesantren yang belum dapat mencukupi.Kata kunci: problematika, dunia pendidikan Islam, pondok pesantren ISLAMIC EDUCATIONAL ISSUESAND ISLAMIC BOARDING SCHOOL CHALLENGES IN 21ST CENTURY AbstractThis study aimed at analyzing the problems faced by islamic boarding schools in Seberang, Jambi and the active role they participate in the implementation of national education goals of Indonesia. This study was a case study with a qualitative approach. The number of participants in this study were the heads of schools, teachers, and managers who work in two boarding schools in Seberang, Jambi. The data were collected by observation, interview and group discussion techniques. The observation results were presented descriptively. Analysis of interview data began with transcribing the results, re-checking, eliminating the parts that are not needed, and codify the results to be used as themes. The data from group discussions served to reinforce the interview data, codified, and analyzed. The examination of data validity was using triangulation. The results show that there are some problems namely the lack of qualified teaching staff, traditional teaching methods, inconsistant curriculum policy, inadequate educational facilities, and unsufficient schools finance.Keywords: problems, Islamic education, Islamic boarding school
MODEL PERKULIAHAN BERDASARKAN KONSEP KINERJA PADA PEMBELAJARAN SEJARAH A. Daliman
Jurnal Kependidikan Vol. 33, No.2 (2003)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (10326.903 KB) | DOI: 10.21831/jk.v33i2.7291

Abstract

Abstract This application of history lecturing model  based on performance concept was meant to raise  the quality of the learning process and the students’ achievement. To achieve that objective the lecturing model use the students oriented approach and multi-methods, consisting of: forum-lecturing, group task and work, discussion and seminar. The result of the research  showed that the students’ achievement were high in formative as well as summative evaluation. There was no student got grade of E (0%). Grade D were only 7.2%, grade of C was only 38.2 %, grade B was 38.2% and the grade A was 16.4%. Thus the percentages of the grades of B and A was 50%. Keywords: History lecturing model, performance evaluation, history learning  
UNIT AUTOMATIC MAIN FAILURE (AMF) POWER SYSTEM SEBAGAI SARANA UP-DATING KOMPETENSI GURU-GURU SMK JURUSAN LISTRIK - Zamtinah
Jurnal Kependidikan Vol. 39, No.1 (2009)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.164 KB) | DOI: 10.21831/jk.v39i1.231

Abstract

Prediction of electrical energy crisis in Indonesia clearly will cause losses for electricity consumers. The impact caused the activities disturb include production systems, loss of business opportunities, and loss of property intellectuals (for example, data lost), especially for the scientists and academics. Customers require backup supply of electricity when PLN have some trouble. However, switching supplies electricity to Genset, if done in a conventional addition that requires the existence of the operator, but also through a complex procedure and takes a long time. Therefore need to use an automation tool that supplies electricity more practical and economical, and can be used as a medium of education, and will solve the problem of scarcity of human resources automation field, such as the electricity supply at this time. Expected performance of these tools is able to activate the genset manually or automatically in case of interruption of supply electricity, the Power Loss, Under Voltage, Lower Voltage, frequency interference. All activities since the design to the test conducted in the Laboratory of Electrical Installation and Laboratory Data Communications, Department of Educational Electrical Engineering FT UNY. The method of this experiment is a Research and Development, and experimental data taken according to the research instrument. The data obtained and analyzed using descriptive. The result that activity is the Unit of AMF Power System based on microcontroller that is ready as a medium of education, both in the Department of Educational Electrical Engineering FT UNY and Technical High School. However, this tool only can detect the interference of Under Voltage and Upper Voltage, while the interference of frequency and the condition of fuel can not be carried out due to various technical constraints.