cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kependidikan: Penelitian Inovasi Pembelajaran
ISSN : 25805525     EISSN : 25805533     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
The journal publishes articles about the research results in the field of education both in the broad sense (general education) or specific (refers to certain fields of study).
Arjuna Subject : -
Articles 576 Documents
EVALUASI KINERJA GURU IPA SD, SMP, DAN SMA PASCA SERTIFIKASI Suparwoto Suparwoto
Jurnal Kependidikan Vol. 41, No.1 (2011)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jk.v41i1.506

Abstract

The study is aimed at describing teachers perceptions of their competencies after their certification processes in relation to their work performances in elementary schools, junior secondary schools, and senior secondary schools. The study is evaluation research as a follow-up of the certification process. The participants are Physics teachers of elementary schools, junior secondary schools, and senior secondary schools in Yogyakarta. The study involves two research stages of preliminary and development activities. The preliminary stage consists in reference reviews and field work to obtain accurate information on the research problems. The development stage consists in the contruction and validation of the research instruments. The validated instrument is used for data collection. Findings show that the most prominent aspect of professional competencies occurs in junior secondary school teachers followed by elementary school teachers and junior secondary school teachers. The pedagogic, personal, and social aspects are prominent with elementary school teachers followed by junior secondary school teachers and junior secondary school teachers. All aspects related to work performances in all teachers show prominence in procedural matters. Creativity development is not prominent in all teachers
PENGUASAAN KETERAMPILAN KONSELING GURU PEMBIMBING DI YOGYAKARTA Rosita Endang Kusmaryani
Jurnal Kependidikan Vol. 40, No.2 (2010)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jk.v40i2.497

Abstract

The purpose of this multi-year study is to identify the mastery of counseling skills of guidance teachers in Yogyakarta. A proportional sample of 33 junior high, senior high and vocational school guidance teachers in Yogyakarta participate in the study as research subjects. The research data are collected using a questionnaire instrument of counseling skills mastery and analyzed by quantitative and qualitative descriptive techniques. The results show that: 1) There are some counseling skills that are often used, but have not been mastered well. Some of these skills of counseling are attending, asking questions, giving support, clarifying, problem solving, focusing, and giving encouragement. 2) Most of the guidance teachers have not used these skills optimally in the counseling process. The suggestion of this study is to improve the mastery of the guidance teachers counseling skills through training, either through role playing or through practicing directly in handling cases. Teaching materials such as modules that assess counseling skills are needed. In addition, the schools need to provide support for guidance teachers to develop their performance by following the training to improve their mastery of counseling skills
A COMPARATIVE STUDY OF GURUKULA AND PONDOK PESANTREN EDUCATIONAL SYSTEM Sarbiran Sarbiran
Jurnal Kependidikan Vol. 34, No.1 (2004)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jk.v34i1.5073

Abstract

Abstract This study aims at getting a description of similarities anddifferences between the traditional educational systems of gurukula and pondok pesantren, and to gain an understanding of how changing ideologies and concepts in society are molding and affecting the traditional educational systems of gurukula in India and pondok pesantren in Indonesia. This is a case study involving three gurukulasand three pondok pesantrens. The data indicate that there are some similarities and differences. The basic similarities are on: (1) the founder, leader, teacher (2) seeker of knowledge(3) place for students to stay, and (4) place for teaching nad learning. The differences are on: (1) founder’s status (2)students’ gender (3)lineage (4)ownership (5)tutoring (6)succession system. From the survey findings, one can conclude that the conservative school of thought which is found in both the very traditional gurukula and the very traditional pondok pesantren differs substantially in its curriculum, objectives, and methods from the more modern gurukulas and pondok pesantrens. These more conventional institutions are firmly fixed in their ideology and are not about to accept changes, at least not major changes, as adopted by both the semi-modern and modern gurukula and pondok pesantrens are more flexible and thus able to blend something of the old traditions and something of the new more modern ways. Keywords: traditional educational systems, gurukula, pondok pesantren
MODEL NETWORKING SEKOLAH SEBAGAI BASIS PENINGKATAN KUALITAS PENDIDIKAN DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN Suhartanta Suhartanta; Sukoco Sukoco; Zainal Arifin
Jurnal Kependidikan Vol. 41, No.1 (2011)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jk.v41i1.1921

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan model jaringan yang terbaik antara sekolah kejuruan dan para pemangku kepentingan. Penelitian ini dilakukan di sekolah kejuruan di DIY selama tiga tahun. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Sumber data diperoleh dari lapangan kerja, kepala sekolah, dan tim pengemnangan sekolah kejuruan. Data dianalisis menggunakan metode deskriptif. Hasil penelian menunjukkan: 1) model jaringan yang dikembangkan dalam penelitian ini sudah efektifuntuk memperoleh data dan informasi tentang kebutuhan lapangan kerja, dan 2) Sekolah telah mampu menerjemahkand ata dan informasi yang diperoleh dari lapangan dalam bentuk kegiatan operasional dengan melibatkan para penanggungjawab kegiatan. Apabila sekolah telah dapat mengembangkan kemampuan lebih lanjut untuk mengolah sumber data dan informasi lainnya, diharapkan sekolah yang bersangkutan dapat lebih bersikap responsif terhadap pertumbuhan dan kemajuan tuntutan lapangan kerja. Oleh karena itu, kualitas dan problem yang dihadapi para lulusan dapat segera dipecahkan.
HAMBATAN DALAM MENGAJARKAN MATEMATIKA DI SEKOLAH DASAR Suryanto Suryanto
Jurnal Kependidikan Vol 30, No 1: Edisi Dies 2000
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jk.v30i1.5114

Abstract

HAMBATAN DALAM MENGAJARKAN MATEMATIKA DI SEKOLAH DASAR
PENGEMBANGAN MEDIA GAMBAR SEBAGAI ALAT EDUKASI ANTISIPASI DIRI ANAK TERHADAP PERILAKU KEKERASAN Farida Harahap; Kartika Nur Fathiyah; Isti Yuni Purwanti; Rita Eka Izzati
Jurnal Kependidikan Vol. 42, No.1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jk.v42i1.2230

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media gambar edukasi bagi anak dalam mengantisipasi tindak kekerasan. Penelitian ini termasuk penelitian pengembangan. Metode pengumpulan data menggunakan angket, sedangkan data dianalisis dengan secara kuantitatif deskriptif. Hasil penelitian awal menunjukkan menunjukkan bahwa pertama, kekerasan yang dialami anak meliputi kekerasan fisik berupa cubitan dan kekerasan verbal berupa ejekan. Kedua, pelaku kekerasan adalah teman di sekolah, saudara kandung, orang tua (ibu), serta teman bermain di sekitar rumah. Ketiga, perasaan yang dominan muncul pada anak adalah perasaan jengkel atau sebel, marah, dan adanya keinginan untuk membalas. Keempat, perilaku yang banyak dilakukan anak ketika mendapatkan kekerasan adalah membalas, diam, dan mengadu pada orang dewasa. Kelima, anak masih mendapatkan sedikit informasi mengenai antisipasi diri terhadap perilaku kekerasan, sumber informasi terbatas pada TV, surat kabar, ceramah guru, serta masih kurangnya variasi strategi antisipasi diri terhadap perilaku kekerasan. Berdasarkan penelitian awal ini, dikembangkan disain pembelajaran dan desain produk media gambar sebagai draf awal. Setelah divalidasi, materi dan media gambar hasil pengembangan dapat digunakan untuk melakukan edukasi pada anak guna mengantisipasi perilaku kekerasan
ANALISIS BUKU TEKS MUATAN TEMATIK INTEGRATIF, SCIENTIFIC APPROACH, DAN AUTHENTIC ASSESSMENT SEKOLAH DASAR Anwar Novianto; Ali Mustadi
Jurnal Kependidikan Vol. 45, No.1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jk.v45i1.7181

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) muatan tematik integratif, (2) muatanscientifi c approach, dan (3) mendeskripsikan muatan authentic assessment dalam buku teks kurikulum 2013. Penelitian ini merupakan penelitian analisis konten yang menggunakan pendekatan kualitatif.Teknik analisis data yang digunakan terdiri dari pengumpulan data, penentuan sampel, pencatatandata, reduksi data, penarikan kesimpulan, dan mendeskripsikan. Hasil penelitian menunjukkanbahwa (1) sebagian besar indikator keterpaduan pada buku teks sesuai, tetapi masih ada kesalahanpenomoran KD yang sesuai dengan Permendikbud Nomor 67 Tahun 2013 dan ketidaksesuaian materidengan KD yang tercantum (2) muatan scientifi c approach yang tercantum pada buku teks mencakupkegiatan bervariasi yang mengarahkan siswa untuk berinteraksi dengan lingkungan dalam membangunpengetahuan (3) muatan authenthic assessment sudah memenuhi sebagian besar indikator, tetapi masihperlu dilengkapi dengan rubrik penilaian untuk membantu guru dalam menerapkan penilaian tersebut.Penilaian ini menggambarkan kemampuan siswa meliputi sikap, pengetahuan, dan keterampilan
PENGEMBANGAN WEBSITE BAHAN AJAR TURUNAN UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR PESERTA DIDIK Dina Oktaria; Zulkardi Zulkardi; Somakim Somakim
Jurnal Kependidikan Vol. 43, No.2 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jk.v43i2.2260

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan website bahan ajar turunan yang valid dan praktis, serta memiliki efek potensial terhadap minat belajar peserta didik. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (development research) dengan subjek penelitian adalah peserta didik kelas XI IPA 1 SMA Negeri 6 Palembang. Teknik pengumpulan data menggunakan walkthrough, observasi, dan angket. Walkthrough digunakan untuk mengetahui pendapat dari expert review tentang validitas dari segi konten, konstruk, dan bahasa. Observasi digunakan untuk melihat aktivitas peserta didik. Angket digunakan untuk mengetahui minat belajar peserta didik. Hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, website bahan ajar turunan yang telah dikembangkan dinyatakan valid dan praktis. Valid berdasarkan pada expert review. Praktis berdasarkan pada one to one dan small group. Kedua,website bahan ajar turunan yang telah dikembangkan memiliki efek potensial terhadap minat belajar peserta didik dengan persentase peserta didik yang berminat sebesar 70%.
RUJUKAN INTEGRATIF DALAM PELAKSANAAN PENDIDIKAN KARAKTER DI SEKOLAH DASAR Maria Dominika Niron; C Asri Budiningsih; Pujiriyanto Pujiriyanto
Jurnal Kependidikan Vol. 43, No.1 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jk.v43i1.2247

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rujukan integratif (normatif, prosedural, dan kontekstual) dalam pelaksanaan pendidikan karakter di sekolah dasar. Metode penelitian yang dipakai adalah kualitatif deskriptif dengan strategi analisis isi dengan unit sampling berupa dokumen hasil penelitian yang relevan dengan nilai karakter yang dihasilkan oleh perguruan tinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya. Penentuan sampel didasarkan pada unit-unit dan subunit analisis, sedangkan sistem pencatatan berupa pengodean yang dideskripsikan dalam bentuk data untuk dianalisis. Hasilnya pertama, rujukan normatif yang dipakai adalah agama (60%), tujuan pendidikan nasional (25%), budaya (10%), dan Pancasila (5%); kedua, rujukan prosedural praktik dalam bentuk doktrin (45%), pembiasaan (37%), keteladanan (11%), pengembangan iklim suasana (5%), pengembangan penalaran dan perasaan (4%), dan partisipatif/kolaboratif (1%); serta ketiga, rujukan kontekstual berupa pengondisian lingkungan sekolah (56%), program khusus (24%), kegiatan keluar sekolah (13%), kerja sama orang tua (4%), dan upaya preventif (3%)
PRAKTIKUM FISlKA DENGAN MENGGUNAKAN LKS COMPETENCE BASED PROCESS SKILLS SEBAGAI ALAT EVALUASI Isaak H. Weno
Jurnal Kependidikan Vol. 38, No.1 (2008)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jk.v38i1.2274

Abstract

The aim of learning and teaching process are depends on involve betwen teacher and student andfasility that are same with combined in material was learned. In thephysics learning, it is usuallyused by TPK with eksperimental method there is a skill process approach used by teacher  to  increase  the  student  learning  result.  The  TPK  are purposeses  to make the student exercise learn in groups, and make teacher easy to look for personal  student ability. To evaluate stutent ability,  the  method  used  are  discriftif  method  applied  with LKS (Student Work Sheet) is prepared by researcher and all laboratory equipments, than students try to arrange the eksperimental design according to the instructions. This researchfound that all of laerning result of students are 85 %. It  means that TPK as an evaluation instrument of skill process  approach developed by teacher, can be optimalisation as an intruments ofstudent learning assesment. Finally, this research conclude  that student skill process  can  be  increase rapidly in the short time of alllearningprocess