cover
Contact Name
MERIL VALENTINE MANANGKOT
Contact Email
merilvalentine@unud.ac.id
Phone
+6281237456666
Journal Mail Official
copingners.journal@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Jln. PB Sudirman, Denpasar-Bali 80113
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Coping : Community of Publishing in Nursing
Published by Universitas Udayana
ISSN : 27151980     EISSN : 27151980     DOI : -
Core Subject : Health,
Community of Publishing in Nursing (COPING) merupakan e-journal yang disunting oleh Dewan Redaksi Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Jurnal ini merupakan salah satu wahana pengembangan Evidence Based Nursing dalam pengembangan dan update ilmu-ilmu keperawatan serta meningkatkan kualitas asuhan keperawatan pada pasien. Naskah yang diterima oleh redaksi merupakan karya asli, belum pernah dipublikasikan / tidak sedang dalam proses seleksi maupun editing pada jurnal lain. Naskah yang diterima berupa hasil penelitian pada berbagai bidang kajian keperawatan, meliputi pendidikan keperawatan, keperawatan medikal bedah, keperawatan maternitas, keperawatan anak, keperawatan jiwa, manajemen keperawatan, keperawatan komunitas, keperawatan keluarga, keperawatan gerontik, keperawatan gawat darurat kritis, keperawatan pariwisata, dan penggunaan teknologi dalam keperawatan. Naskah akan disunting oleh dewan redaksi dan mitra bestari sebelum diterbitkan.
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol. 13 No. 2 (2025): April 2025" : 15 Documents clear
PENGARUH PENDIDIKAN TEMAN SEBAYA TERHADAP PENGETAHUAN DAN KESIAPAN MENGHADAPI MENARCHE PADA REMAJA DI SDN 2 SESETAN Yenita Wulandari; Ida Arimurti Sanjiwani; Ika Widi Astuti; I Gusti Ayu Pramitaresthi
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i02.p10

Abstract

Menarche merupakan tanda peralihan seorang perempuan menuju proses pendewasaan. Remaja yang tidak siap menghadapi menarche akan muncul beberapa dampak negatif seperti takut, cemas, bingung, malu, frustasi, dan kurang percaya diri. Pendidikan teman sebaya adalah suatu metode penyampaian informasi yang disampaikan melalui teman yang memiliki kesamaan umur, kelas, ataupun status. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendidikan teman sebaya terhadap pengetahuan dan kesiapan menghadapi menarche pada remaja di SDN 2 Sesetan. Penelitian ini menggunakan desain pre eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest. Besar sampel pada penelitian ini adalah 30 orang siswi yang terbagi menjadi 6 orang sebagai pendidik teman sebaya dan 24 menjadi responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling pada siswi kelas V. Intervensi diberikan oleh pendidik teman sebaya yang dilakukan selama 7 hari pada responden. Hasil uji Wilcoxon pada variabel pengetahuan didapatkan hasil (p = 0,003 < 0,05). Hasil uji Wilcoxon pada variabel kesiapan didapatkan hasil (p = 0,025 < 0,05). Jadi dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pendidikan teman sebaya terhadap pengetahuan dan kesiapan menghadapi menarche pada remaja di SDN 2 Sesetan.  Penelitian ini diharapkan sebagai acuan untuk menambah pengetahuan dan memberikan sikap yang baik saat mengalami menstruasi awal melalui peran teman sebaya.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN KESIAPAN PERAWAT DALAM MEMBERIKAN PERAWATAN PALIATIF PADA PASIEN KANKER Ni Putu Dwi Ratna Dewi; Putu Oka Yuli Nurhesti; Komang Menik Sri Krisnawati; Ni Putu Emy Darma Yanti
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i02.p03

Abstract

Sel-sel tubuh yang berkembang biak secara abnormal merupakan sumber dari penyakit kanker. Kondisi kanker dapat menimbulkan berbagai gejala yang kompleks, sehingga meningkatkan kebutuhan pasien kanker terhadap perawatan paliatif. Dalam memberikan perawatan paliatif kepada pasien kanker, peran perawat sangatlah penting. Akan tetapi pada kenyataannya, perawat tidak siap memberikan perawatan paliatif. Salah satu faktor yang memengaruhi kesiapan perawat untuk memberikan perawatan paliatif adalah tingkat pengetahuan mereka tentang praktik perawatan paliatif. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara pengetahuan perawat dan kesiapan memberikan perawatan paliatif kepada pasien kanker. Penelitian ini menggunakan metodologi kuantitatif dengan pendekatan deskriptif korelasional dan desain cross-sectional. Proses pengumpulan data dilakukan selama bulan Januari 2025. Berdasarkan teknik pengambilan sampel secara total sampling, 50 sampel perawat digunakan dalam penelitian ini. Dua kuesioner yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya, yaitu kuesioner Kesiapan Perawat dan kuesioner Palliative Care Quiz for Nursing-Indonesian Version (PCQN-I) digunakan untuk mengumpulkan data. Dengan nilai p=0,049 dan nilai r=0,280, hasil uji Spearman Rank penelitian ini menunjukkan adanya korelasi antara pengetahuan perawat dengan kesiapan mereka dalam memberikan perawatan paliatif kepada pasien kanker. Kekuatan hubungan ini lemah ke arah hubungan positif, sehingga semakin berpengetahuan perawat, semakin siap mereka melakukan perawatan paliatif. Berdasarkan hal tersebut, perawat diharapkan dapat meningkatkan pemahaman tentang perawatan paliatif agar dapat lebih siap dalam melakukan perawatan paliatif pada pasien kanker.
PENGETAHUAN DAN SIKAP MENGENAI PREMARITAL SCREENING PADA WANITA USIA SUBUR (WUS) DI DESA ABIANSEMAL Ni Kadek Maya Maylina; I Gusti Ayu Pramitaresthi; Ika Widi Astuti; Ida Arimurti Sanjiwani
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i02.p05

Abstract

Kesehatan sebelum menikah pada calon pengantin terutama pada perempuan sangat penting diperhatikan karena berhubungan dengan risiko terjadi masalah kesehatan pada calon pengantin maupun calon bayi. Premarital screening merupakan suatu bentuk pencegahan risiko kesehatan yang dapat dilakukan pada masa pra nikah. Wanita Usia Subur (WUS) yang belum menikah dalam rentang usia 17-25 tahun menjadi sasaran yang tepat untuk meningkatkan informasi dan memperkenalkan screening kesehatan pra nikah karena berada pada masa transisi menuju kehidupan pernikahan dan reproduksi. Pengetahuan dan sikap sangat relevan terutama dalam mendukung pelaksanaan program premarital screening. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap mengenai premarital screening pada wanita usia subur di Desa Abiansemal. Jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan 235 responden di wilayah Desa Abiansemal berdasarkan quota random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner. Hasil analisis penelitian menggunakan analisis univariat didapatkan hasil responden dengan pengetahuan baik sebanyak 157 orang (66,8%) dan responden dengan sikap yang positif sebanyak 154 responden (65,5%). Berdasarkan hasil uji univariat, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang baik dan sikap positif terkait premarital screening. Diharapkan bagi puskesmas untuk lebih menambah sosialisasi pelaksanaan premarital screening dan menjalankan program premarital screening pada WUS.
HUBUNGAN KEBIASAAN POSISI DUDUK DENGAN GANGGUAN MUSKULOSKELETAL PADA PENABUH DI BANJAR KEBALIAN DESA SUKAWATI I Wayan Gede Arya Jayadiatmika; Oka Ari; Made Suindrayasa; Kadek Saputra
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i02.p08

Abstract

Penabuh gamelan di Bali umumnya memainkan alat musik dalam posisi duduk bersila dalam waktu lama yang berpotensi menimbulkan gangguan muskuloskeletal. Gangguan muskuloskeletal menjadi salah satu keluhan umum yang dapat menurunkan kenyamanan, produktivitas, dan kualitas hidup para penabuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kebiasaan posisi duduk dengan keluhan muskuloskeletal pada penabuh di Banjar Kebalian, Desa Sukawati. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif korelatif dan teknik total sampling yang melibatkan seluruh penabuh aktif yang tergabung dalam Sekaa Gong Banjar Kebalian dan Sanggar Tabuh Prakempha. Pengumpulan data dilakukan secara langsung (door to door) melalui instrumen kuesioner posisi duduk dan Nordic Body Map (NBM) untuk mengidentifikasi tingkat risiko keluhan muskuloskeletal. Data dianalisis menggunakan uji chi-square untuk mengetahui hubungan antara variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 42,3% penabuh menggunakan posisi duduk bersila saat menabuh dan mengeluhkan nyeri pada punggung bawah, bahu, lengan, serta tungkai. Sebagian besar responden berada dalam kategori risiko rendah (75%). Hasil uji statistik menunjukkan nilai signifikansi sebesar p = 0,794 (p > 0,05), yang mengindikasikan tidak terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara posisi duduk dengan keluhan muskuloskeletal pada penabuh. Namun demikian, aktivitas menabuh yang bersifat repetitif, dilakukan dalam posisi duduk statis, serta melibatkan gerakan berulang secara intensif, dapat menjadi faktor pemicu munculnya keluhan muskuloskeletal, terutama pada area tangan, leher, punggung, dan pergelangan tangan bagian tubuh yang paling rentan terhadap gangguan akibat postur yang tidak ergonomis dan beban kerja yang berlebihan.  
HUBUNGAN RESILIENSI DENGAN KUALITAS TIDUR PASIEN DI RUANG RAWAT INAP RSUD WANGAYA KOTA DENPASAR Dewa Ayu Putu Dhita Indah Pradhani; Made Oka Ari Kamayani; I Kadek Saputra; Meril Valentine Manangkot
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i02.p04

Abstract

Resiliensi merupakan kemampuan individu beradaptasi terhadap kesulitan, ini terkait dengan kualitas tidur terutama dalam menghadapi stres. Resiliensi yang baik dapat meningkatkan kualitas hidup karena individu lebih mampu mengatasi stres sehingga memengaruhi kualitas tidur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan resiliensi dengan kualitas tidur pasien di ruang rawat inap RSUD Wangaya Kota Denpasar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelatif yang menggunakan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien rawat inap di RSUD Wangaya, dengan sampel sebanyak 118 pasien yang dipilih dengan teknik purposive sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Pengumpulan data dilakukan pada Desember 2024 hingga Januari 2025. Data dikumpulkan melalui lembar kuesioner CD-RISC-10 dan PSQI, hubungan antara resiliensi dengan kualitas tidur kemudian dianalisis dengan uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 57 responden (48,3%) mendapatkan skor resiliensi ≥38, sedangkan hasil analisis kualitas tidur didapatkan sebanyak 74 responden (62,7%) mendapatkan skor <5. Uji Spearman Rank menunjukkan p = 0,000 dengan nilai r=-486, maka artinya ada hubungan dengan kekuatan sedang antara variabel resiliensi dengan kualitas tidur pasien di ruang rawat inap RSUD Wangaya. Arah korelasi yaitu negatif, sehingga dapat diartikan ketika semakin tinggi skor resiliensi maka semakin rendah skor kualitas tidur, begitupun sebaliknya. Berdasarkan hasil ini diharapkan perawat dapat merencanakan asuhan keperawatan yang lebih komprehensif dan individual, tidak hanya fokus pada gejala fisik tetapi juga mempertahankan resiliensi dan memperbaiki kualitas tidur pasien.
HUBUNGAN ANTARA EFIKASI DIRI DENGAN PERILAKU CARING PERAWAT DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH WANGAYA Ni Gusti Ayu Made Aprillia Adwinayanti; Made Oka Ari Kamayani; Desak Made Widyanthari; Ni Putu Emy Darma Yanti
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i02.p02

Abstract

Perawat merupakan tenaga kesehatan profesional yang bertugas dalam pemberian layanan kesehatan yaitu asuhan keperawatan. Pemberian asuhan keperawatan dipengaruhi oleh perilaku caring perawat. Komponen perilaku caring pada perawat salah satunya adalah efikasi diri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri dengan perilaku caring perawat. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelatif menggunakan kuesioner melalui google form kepada 85 orang perawat di Rumah Sakit Umum Daerah Wangaya. Kuesioner yang digunakan adalah Nursing Competence Self-Efficacy Scale untuk mengukur efikasi diri dan Instrumen Perilaku Caring Swanson yang dimodifikasi untuk mengukur perilaku caring perawat yang sudah teruji validitas dan reliabilitas. Hasil penelitian menunjukan bahwa mayoritas efikasi diri perawat dalam kategori tinggi sebanyak 73 orang (85,9%), sedangkan mayoritas perilaku caring perawat dalam kategori sedang sebanyak 55 orang (62,7%). Hasil uji spearman rank didapatkan nilai p = 0,011 dan r = 0,276. Simpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan positif lemah antara efikasi diri dengan perilaku caring perawat di Rumah Sakit Umum Daerah Wangaya. Semakin tinggi efikasi diri maka semakin tinggi pula perilaku caring yang diberikan oleh perawat. Perawat diharapkan dapat mempertahankan efikasi diri yang tinggi dan meningkatkan perilaku caring melalui primary service, seminar, workshop, volunteer, pengabdian masyarakat, dan lainnya.
HUBUNGAN LITERASI KESEHATAN DENGAN PERILAKU DETEKSI DINI KANKER SERVIKS PADA WANITA USIA SUBUR (WUS) Kadek Heny Pradnya Paramita; Ika Widi Astuti; I Gusti Ayu Pramitaresthi; Ida Arimurti Sanjiwani
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i02.p12

Abstract

Kanker serviks menempati posisi keempat sebagai jenis kanker yang umum dialami oleh wanita secara global. Namun, hingga saat ini tingkat partisipasi dalam skrining kanker serviks di Indonesia masih sangat rendah. Salah satu faktor yang memengaruhi rendahnya cakupan skrining tersebut adalah literasi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara literasi kesehatan dengan perilaku deteksi dini kanker serviks di wilayah kerja Puskesmas II Denpasar Timur. Penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Responden dalam penelitian ini merupakan wanita usia subur (WUS) usia 30-50 tahun di wilayah kerja Puskesmas II Denpasar Timur. Sampel terdiri dari 109 responden yang dipilih melalui metode cluster random sampling dan tersebar pada 10 Banjar di Kelurahan Penatih. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Health Literacy Survey Questionnaire 16 (HLS-EU-Q 16) dan Kuesioner Perilaku Deteksi Dini Kanker Serviks. Hasil menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki tingkat literasi kesehatan yang tinggi (51,4%) dan perilaku deteksi dini kanker serviks yang baik (58,7%). Analisa data dengan uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan antara literasi kesehatan dengan perilaku deteksi dini kanker serviks (p = 0,003 < 0,05). Uji odds ratio menunjukkan nilai OR = 3,565 dengan CI (1,597-7,959) yang berarti wanita dengan literasi kesehatan tinggi mempunyai peluang untuk melakukan deteksi dini kanker serviks 3,565 kali lebih besar dibandingkan wanita dengan literasi kesehatan rendah. Wanita usia subur diharapkan dapat terus meningkatkan literasi kesehatannya dengan secara aktif mencari informasi dari sumber yang terpercaya, sehingga perilaku deteksi dini penyakit khususnya kanker serviks dapat terus ditingkatkan sebagai upaya preventif.
GAMBARAN KESELAMATAN BERSELANCAR OLEH PEMANDU SURFING DI PANTAI KUTA BALI Aulia Zahra; I Gusti Ngurah Juniartha; I Kadek Saputra; Meril Valentine Manangkot
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i02.p13

Abstract

Pantai Kuta merupakan destinasi wisata surfing yang merupakan salah satu daya tarik para wisatawan berkunjung ke Bali. Namun di samping daya tariknya, tidak sedikit laporan mengenai adanya kecelakaan-kematian saat wisatawan melakukan surfing. Terjadinya kejadian kecelakaan surfing yang mengakibatkan cedera fisik bahkan sampai kematian di Pantai Kuta. Untuk mencegah hal tersebut, dibutuhkan keterlibatan bystander salah satunya pemandu surfing. Pemandu surfing wajib memiliki pengetahuan yang luas tentang olahraga berselancar, kondisi di lokasi berselancar, serta pengetahuan tentang pertolongan pertama saat terjadi kecelakaan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran pengetahuan keselamatan berselancar oleh pemandu surfing di Pantai Kuta, Bali dan memang belum pernah ditemukan pada penelitian terdahulu. Pemandu selancar memiliki peran penting dalam memastikan keselamatan dan pengalaman yang menyenangkan bagi peselancar. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif dan pendekatan cross-sectional dengan jumlah sampel 52 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Metode penelitian menggunakan teknik wawancara dan pengisian kuesioner. Skor hasil dikategorikan dalam tingkat rendah, cukup, dan tinggi. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan para pemandu surfing dalam kategori tinggi (100%). Peneliti selanjutnya yang ingin meneliti dengan topik yang serupa, dapat menambahkan komponen penelitian yang mengarah pada pengembangan intervensi yang dapat meningkatkan pengetahuan pemandu surfing atau bisa mengkaji faktor internal dengan indepth interview dalam penelitian kualitatif.
GAMBARAN KEMAMPUAN PERSONAL GENITAL HYGIENE PADA LANSIA DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDA WANA SERAYA Candra Vali Devi Dasi; Ni Luh Putu Eva Yanti; Putu Ayu Sani Utami; Ni Komang Ari Sawitri
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i02.p11

Abstract

Kelompok lansia mengalami proses penuaan sehingga terjadi penurunan fungsional. Kemampuan fungsional lansia yang menurun berpotensi terhadap penurunan kemampuan lansia melakukan personal hygiene khususnya personal genital hygiene. Genital hygiene pada lansia penting untuk diperhatikan karena jika tidak dilakukan dengan baik dapat menimbulkan masalah kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan personal genital hygiene lansia di Panti Sosial Tresna Werda Wana Seraya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan desain cross-sectional. Penelitian ini menggunakan metode total sampling dengan 28 responden. Hasil penelitian ditemukan rata-rata usia lansia adalah 73,39 tahun. Karakteristik lansia didominasi perempuan (78,6%), mayoritas tidak bersekolah (64,29%), dan tingkat kemandirian lansia sebagian besar (67,9%) termasuk dalam tingkat kemandirian tinggi. Kemampuan personal genital hygiene lansia dengan kategori positif ada 18 lansia (64,3%). Namun, masih terdapat lansia yang kemampuannya dikategorikan negatif, lansia perempuan tidak memastikan area genital kering sebelum menggunakan celana dalam 54%. Lansia perempuan juga tidak menggunakan celana dalam dengan bahan yang nyaman serta tidak mengganti celana dalam minimal 2 kali sehari atau popok rutin setiap 4 jam (63%). Lansia perempuan tidak mencukur rambut kemaluan (77%). Saran untuk penelitian ini, diharapkan lansia lebih memperhatikan personal genital hygiene. Keterlibatan pihak pengurus panti sosial untuk membantu dan memperhatikan kemampuan personal genital hygiene lansia kearah yang lebih positif.
GAMBARAN SIKAP ORANG TUA MENGENAI PEMBERIAN PENDIDIKAN SEKSUAL PADA ANAK DI TK NEGERI PEMBINA DENPASAR Gaby Margaretha; Ida Arimurti Sanjiwani; Ni Ketut Guru Prapti; Ni Luh Putu Shinta Devi
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i02.p07

Abstract

Berbagai bentuk kekerasan seksual, seperti pelecehan seksual, pemerkosaan, eksploitasi seksual, dan pelecehan seksual di dunia maya, dapat menimpa siapa saja, termasuk anak-anak. Salah satu bentuk untuk mencegah kekerasan seksual, diperlukan pendekatan holistik yang mencakup berbagai aspek, termasuk pendidikan seksual yang komprehensif. Tujuan studi ini ialah untuk menganalisis gambaran sikap orang tua mengenai pemberian pendidikan seksual pada anak di TK Negeri Pembina Denpasar. Studi ini ialah studi kuantitatif dengan desain deskriptif. Teknik pengambilan sampel penelitian ini adalah purposive sampling. Jumlah responden pada studi ini yakni 85 responden. Pengumpulan data didapatkan dengan pengisian kuesioner sikap orang tua dijalankan secara online. Adapun analisis data penelitian ini memanfaatkan analisis statistik deskriptif. Hasil studi ini menyampaikan mayoritas responden pada studi ini memerankan sikap netral mengenai pemberian pendidikan seksual anak di TK Negeri Pembina Denpasar total 39 responden (45,9%). Sedangkan total 4 responden (4,7%) memiliki sikap positif, 21 responden (24,7%) memiliki sikap cenderung positif, 14 responden (16,5%) memiliki sikap cenderung negatif, dan 7 responden (8,2%) memiliki sikap negatif. Berdasarkan hasil penelitian, diharapkan orang tua dan sekolah mampu bekerja sama agar melakukan pembekalan kepada orang tua serta anak mengenai pendidikan seksual anak usia dini.

Page 1 of 2 | Total Record : 15