cover
Contact Name
Irjus Indrawan
Contact Email
jpmpjurnal@gmail.com
Phone
+6282262540979
Journal Mail Official
jpmpjurnal@gmail.com
Editorial Address
Jl. DT. Said Desa Belantaraya Kecamatan Gaung , Kab. Indragiri Hilir, Provinsi Riau, 29282
Location
Kab. indragiri hilir,
Riau
INDONESIA
Jurnal Pelita Manajemen Pendidikan
ISSN : -     EISSN : 30900034     DOI : https://doi.org/10.65226
Core Subject : Religion, Social,
Jurnal Pelita Manajemen Pendidikan adalah jurnal yang ditujukan untuk publikasi artikel ilmiah yang diterbitkan oleh Yayasan Pelita Negeri Belantaraya, Kab. Indragiri Hilir, Prov. Riau. Terbit 2 kali dalam setahun yaitu bulan Juni dan Desember. Jurnal Pelita Manajemen Pendidikan sebagai sebuah jurnal ilmiah diharapkan dapat menunjukkan kepada publik akan kekayaan khazanah keilmuan melingkupi bidang; Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Manajemen Pendidikan, Administrasi Pendidikan (AP), Teknologi Pendidikan (TP), Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI)
Articles 56 Documents
Strategi Kepala Sekolah dalam Optimalisasi Pemanfaatan Sarana dan Prasarana untuk Mendukung Pembelajaran Kejuruan di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Batang Hari Fitri Nasution; Khairunnisa Hendri; Hafizul Karim; Feni Dwita Kristi; Devi Ayu Lestari; Wanda Kholisah; Rika Amelia
Jurnal Pelita Manajemen Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Pelita Manajemen Pendidikan
Publisher : Yayasan Pelita Negri Belantaraya, Kab. Indragiri Hilir, Prov. Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan kejuruan memiliki peran penting dalam menyiapkan siswa menghadapi dunia kerja, dan keberadaan sarana dan prasarana (sarpras) menjadi salah satu kunci utama keberhasilannya. Penelitian ini dilakukan di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Batang Hari untuk mengetahui bagaimana strategi kepala sekolah dalam mengoptimalkan pemanfaatan sarpras yang tersedia. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara dan observasi, ditemukan bahwa kepala sekolah melakukan berbagai langkah strategis, mulai dari perencanaan berbasis kebutuhan jurusan, pelibatan guru dalam pengelolaan, pembelajaran praktik yang terintegrasi dengan fasilitas, hingga evaluasi dan kerja sama dengan dunia industri. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan sarpras yang tepat dapat menjadikan proses belajar lebih efektif, relevan, dan mendekatkan siswa pada realitas dunia kerja. Penelitian ini memberikan gambaran nyata tentang pentingnya peran kepemimpinan dalam mendukung mutu pendidikan kejuruan melalui pengelolaan fasilitas yang optimal.
Kebijakan Kepala Madrasah Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Peserta Didik Di Madrasah Aliyah Negeri 2 Batang Hari maryam; Devi Ayu Lestari; Rosanti; Wanda Kholisah; Siti Rukmanah; Dimas Adi Putra
Jurnal Pelita Manajemen Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Pelita Manajemen Pendidikan
Publisher : Yayasan Pelita Negri Belantaraya, Kab. Indragiri Hilir, Prov. Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat Kebijakan Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Peserta Didik di Madrasah Aliyah Negeri 2 Batang Hari”. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan jenis penelitian Fenomenologi. Adapun lokasi penelitian ini berada di Madrasah Aliyah Negeri 2 Batang Hari Selanjutnya subjek dalam penelitian ini adalah Kepala Madrasah, Guru, dan Siswa. Selanjutnya yang menjadi informan kunci (key informan) adalah Kepala Madrasah sedangkan guru dan siswa sebagai informan tambahan (responden). Untuk mendapatkan data yang benar dan akurat serta relevansinya dengan masalah yang dibahas, maka dalam pengumpulan data digunakan metode yaitu: observasi, wawancara, dokumentasi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kepala Madrasah menerapkan berbagai strategi untuk meningkatkan prestasi belajar peserta didik, di antaranya dengan meningkatkan kualitas pembelajaran melalui pembinaan guru, menyediakan fasilitas pendukung, serta menciptakan iklim belajar yang kondusif, mendorong kegiatan-kegiatan pengembangan diri peserta didik, seperti bimbingan belajar, lomba akademik, dan program motivasi belajar. Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Peserta Didik, Kepala Madrasah menghadapi sejumlah kendala seperti keterbatasan sarana dan prasarana, rendahnya motivasi belajar peserta didik, kurangnya keterlibatan orang tua, serta variasi kompetensi guru dalam menerapkan metode pembelajaran yang efektif. Kepala Madrasah mengambil langkah-langkah solutif, seperti mengoptimalkan penggunaan fasilitas yang ada, menjalin kerja sama dengan komite madrasah dan wali murid, melakukan pelatihan guru secara internal, serta meningkatkan komunikasi dan pendekatan personal dengan peserta didik yang mengalami kesulitan belajar.
Penerapan Manajemen Sarana Dan Prasarana dalam menunjang Pembelajaran Praktik Di Sekolah Menengah Kejuruan Teknik Komputer Dan Jaringan (TKJ) Fitri Nasution; Githa Fadia Ahmad Junita; Sefty Nada Utami; Siti Rukmanah; Beril Hidayatulah; leza Humairoh; Nurul Isda
Jurnal Pelita Manajemen Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Pelita Manajemen Pendidikan
Publisher : Yayasan Pelita Negri Belantaraya, Kab. Indragiri Hilir, Prov. Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan manajemen sarana dan prasarana pendidikan dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran praktik pada jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Sarana dan prasarana yang memadai dan dikelola secara optimal menjadi faktor penting dalam menunjang keberhasilan pembelajaran praktik, yang merupakan bagian krusial dari kurikulum kejuruan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan, pengadaan, pemeliharaan, serta evaluasi sarana dan prasarana telah dilaksanakan secara terstruktur oleh pihak sekolah. Penerapan manajemen yang efektif mampu meningkatkan ketersediaan alat praktik, kenyamanan ruang laboratorium, serta kelancaran proses belajar mengajar. Dampaknya terlihat dari meningkatnya keterampilan siswa dan kesiapan mereka menghadapi dunia kerja. Oleh karena itu, manajemen sarana dan prasarana yang baik sangat berkontribusi terhadap peningkatan efektivitas pembelajaran praktik di SMK TKJ.
Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) Dalam Meningkatkan Kelengkapan Prasarana Sekolah Di SD Negeri 006 Teluk Pandan Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur Nurul Afifah Ainun; Ramdanil Mubarok; Jumrianah
Jurnal Pelita Manajemen Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Pelita Manajemen Pendidikan
Publisher : Yayasan Pelita Negri Belantaraya, Kab. Indragiri Hilir, Prov. Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pengelolaan dana BOSP, mengevaluasi keberhasilan penggunaan dana BOSP, dan mengidentifikasi kendala dan tantangan utama dalam pengelolaan dana BOSP di SD Negeri 006 Teluk Pandan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti adalah teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Terakhir, peneliti menggunakan uji kredibilitas, transferabilitas, reliabilitas, dan konfirmabilitas. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengelolaan dana BOSP di SDN 006 Teluk Pandan, menerapkan mekanisme yang sistematis dalam perencanaan dan penggunaan dana. sekolah mengadakan rapat perencanaan anggaran yang melibatkan seluruh guru untuk mengevaluasi kondisi Prasarana serta menetapkan prioritas kebutuhan yang mendesak. Pengalokasian dana ini diarahkan untuk pembangunan ruang kelas baru, pemenuhan Prasarana, serta penyediaan fasilitas pendukung yang menunjang proses pembelajaran. Tantangan yang dihadapi mencakup keterbatasan anggaran, prosedur administrasi yang kompleks, serta fluktuasi harga barang Meskipun demikian, pihak sekolah berupaya mengelola dana tersebut secara efektif agar tetap dapat meningkatkan fasilitas pendidikan bagi siswa.
Peran Guru Penggerak Dalam Pelaksanaan Kurikulum Merdeka Belajar Di SMP Negeri 1 Tembilahan Hamlani; Suryani; Irjus Indrawan
Jurnal Pelita Manajemen Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Pelita Manajemen Pendidikan
Publisher : Yayasan Pelita Negri Belantaraya, Kab. Indragiri Hilir, Prov. Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peran guru penggerak dalam pelaksanaan kurikulum merdeka belajar di SMP Negeri 1 Tembilahan serta faktor pendukung dan penghambatnya, jenis penelitian kualitatif deskriptif, metode pengumpulan data yaitu obsevasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan penyajian data dan penarikan kesimpulan, sedangkan Teknik keabsahan data menggunakan data triangulasi. Hasil penelitian ini adalah, pertama: peran guru penggerak dalam pelaksanaan kurikulum merdeka belajar di SMP Negeri 1 Tembilahan telah melaksanakan tugasnya dengan baik dan sesuai dengan teori-teori yang telah dikemukakan sebelumnya. Diantara peran yang telah dilakukan oleh guru penggerak tersebut adalah mendorong peningkatan kualitas pembelajaran dan prestasi peserta didik dalam kurikulum merdeka belajar seperti mendidik dengan baik, melaksanakan pembelajaran dengan benar, membimbing secara tertib, melatih dengan gigih, mengembangkan inovasi yang bervariasi, memberi contoh dan teladan, meneliti sepenuh hati, mengembangkan kreativitas, dan menilai pembelajaran. Sedangkan untuk rekan sesama guru peran guru penggerak bisa menjadi pemimpin/pelatih (coach) mereka dalam proses pembelajaran dengan berbagi pengalaman yang kreatif sebagai tujuan utama dari kurikulum merdeka. Kedua: faktor pendukung peran guru penggerak dalam pelaksanaan kurikulum merdeka belajar di SMP Negeri 1 Tembilahan adalah adanya dukungan dari kepala sekolah, rekan sesame guru, peserta didik, dan sarana dan prasarana yang menunjang proses pembelajaran. Sedangkan faktor penghambat adalah manajemen waktu yang belum bisa dikoordinasikan, sehingga belum bisa berbagi pengalaman kepada teman guru.
Implementasi Manajemen Kearsipan Dalam Kinerja Tata Usaha Di Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Huda Parit Surau Desa Jaya Bhakti Enok Kabupaten Indragiri Hilir Putri Durrotus Saniah; Asmariani
Jurnal Pelita Manajemen Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Pelita Manajemen Pendidikan
Publisher : Yayasan Pelita Negri Belantaraya, Kab. Indragiri Hilir, Prov. Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah ingin melihat bagaimana implementasi manajemen kearsipan dalam kinerja tata usaha dan ingin melihat apa factor pendukung dan penghambat Implementasi Manajemen Kearsipan Dalam Kinerja Tata Usaha Di Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Huda Parit Surau Desa Jaya Bhakti Enok Kabupaten Indragiri Hilir. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data, yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data model interaktif yang menempuh tiga langkah secara bersama yaitu: Reduksi data (data reduction), Penyajian data (display data), Kesimpulan dan Verivikasi (conclusion drawing). Teknik Keabsahan Data menggunakan pendekatan, Member Check, Triangulasi, Menggunakan bahan Referensi. Berdasarkan hasil analisis data penelitian, maka diperoleh kesimpulan yaitu: Pertama: Kepala Madrasah telah melaksanakan dengan baik, mulai dari proses identifikasi jenis arsip, penetapan metode penyimpanan, Klasifikasi arsip dilakukan secara rapi dan terstruktur, sementara sistem penyimpanan diterapkan secara konsisten baik untuk arsip fisik maupun digital. Kepala madrasah menetapkan petugas arsip khusus yang bertanggung jawab dalam pengelolaan dan pengamanan dokumen penting. Pencatatan arsip masuk dan keluar dilakukan secara tertib, dengan pengawasan langsung dari pimpinan. Standar penyimpanan pun dijaga dengan memperhatikan kondisi fisik ruang arsip, serta perlindungan dokumen dari kerusakan lingkungan. Dalam rangka menjaga mutu sistem, kepala madrasah secara berkala melakukan audit dan evaluasi untuk memperbaiki kekurangan yang ada. Kedua, faktor pendukungnya adalah komitmen kepala madrasah, ketersediaan sarana prasarana, disiplin kerja staf tata usaha, serta mulai diterapkannya sistem digitalisasi. Faktor penghambatnya adalah, keterbatasan sumber daya manusia yang belum terampil dalam sistem digital, kurangnya pelatihan khusus, terbatasnya anggaran, kondisi sarana penyimpanan yang belum ideal.
Perencanaan Strategi Kepala Sekolah Dalam Mewujudkan School Branding Di SMP IT Alhusniyah Tembilahan Mila Oktapia; Nurmadiah
Jurnal Pelita Manajemen Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Pelita Manajemen Pendidikan
Publisher : Yayasan Pelita Negri Belantaraya, Kab. Indragiri Hilir, Prov. Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam bagaimana kepala sekolah merencanakan strategi dalam membentuk citra sekolah (school branding) serta faktor-faktor yang mendukung dan menghambat proses tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah telah melakukan perencanaan strategi school branding yang diterapkan mencakup melakukan riset, identifikasi keunikan sekolah, penentuan kompetitor dan karakteristik, hingga tahap penerapan dan rebranding. Pelaksanaan strategi ini menunjukkan adanya keterlibatan aktif dari komite sekolah, guru, serta penekanan pada kebutuhan dan kepentingan peserta didik sebagai prioritas utama. Kendati masih dalam tahap pengembangan dan belum sepenuhnya optimal, strategi ini telah memberikan arah yang jelas terhadap pencapaian citra positif sekolah di mata masyarakat. Faktor-faktor pendukung yang memperkuat pelaksanaan strategi ini antara lain adalah kepemimpinan kepala sekolah yang visioner, kejelasan arah visi dan misi, kompetensi tenaga pendidik dan kependidikan, dukungan stakeholder, sarana prasarana yang memadai, serta sistem evaluasi berkelanjutan. Sementara itu, hambatan yang dihadapi meliputi keterbatasan waktu kepala sekolah, minimnya pelatihan atau pendampingan, dan belum meratanya pemahaman warga sekolah terkait pentingnya school branding. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepala sekolah telah menyusun perencanaan strategi, melibatkan berbagai pihak dalam penyusunan visi dan misi, serta melaksanakan strategi branding seperti riset dan rebranding. Meskipun pelaksanaan branding belum maksimal, namun telah berjalan secara bertahap.
Efektivitas Supervisi Kepala Sekolah Dalam Pembinaan Profesionalitas Guru Di SMP Negeri 2 Pulau Kijang Kecamatan Reteh Kabupaten Indragiri Hilir Nurkhaliza; Nurmadiah
Jurnal Pelita Manajemen Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Pelita Manajemen Pendidikan
Publisher : Yayasan Pelita Negri Belantaraya, Kab. Indragiri Hilir, Prov. Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana efektivitas supervisi kepala sekolah dalam pembinaan profesionalitas guru di SMP Negeri 2 Pulau Kijang Kecamatan Reteh Kabupaten Indragiri Hilir dan untuk mengetahui apa saja faktor-faktor penghambat dan pendukungnya. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah trianggulasi. Subyek yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kepala sekolah dan guru dengan mencari bagaimana efektivitas supervisi kepala sekolah dalam pembinaan profesionalitas guru di SMP Negeri 2 Pulau Kijang Kecamatan Reteh Kabupaten Indragiri Hilir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa supervisi dilaksanakan secara terstruktur melalui observasi kelas berkala dengan instrumen penilaian yang objektif, mencakup aspek strategi mengajar, pengelolaan kelas, interaksi siswa, dan pencapaian pembelajaran. Supervisi dilakukan dengan pendekatan pembinaan yang mendorong keterbukaan, partisipasi aktif, dan motivasi guru. Kepala sekolah juga mendukung pengembangan profesional guru melalui pelatihan, seminar, dan sertifikasi. Evaluasi supervisi dilakukan secara reflektif dan melibatkan guru dalam perbaikan berkelanjutan. Kedua: Faktor pendukung keberhasilan supervisi didukung oleh kerja sama antara kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan, lingkungan kerja yang kondusif, serta dukungan dari pengawas sekolah dan dinas pendidikan. Faktor penghambat supervisi juga menghadapi kendala seperti keterbatasan waktu kepala sekolah, kesiapan guru yang beragam, keterbatasan infrastruktur dan teknologi, serta perubahan kebijakan pendidikan yang cepat.
Manajemen Kearsipan Dalam Meningkatkan Pelayanan Administrasi Di SMKS Pengalihan Kecamatan Keritang Kabupaten Indragiri Hilir Risma Ulia; Nurkomariah
Jurnal Pelita Manajemen Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Pelita Manajemen Pendidikan
Publisher : Yayasan Pelita Negri Belantaraya, Kab. Indragiri Hilir, Prov. Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui bagaiamana manajemen kearsipan dalam meningkatkan pelayanan administrasi di SMKS Pengalihan serta faktor pendukung dan penghambat manajemen kearsipan dalam menigkatkan pelayanan administrasi di SMKS Pengalihan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, metode pengumpulan data dengan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi dan analisis data menggunakan metode pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Manajemen Kearsipan di SMKS Pengalihan telah diterapkan melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Perencanaan dilakukan dengan identifikasi jenis arsip, penentuan sistem penyimpanan manual dan digital, serta pengelompokan berdasarkan jenis dan tahun. Pelaksanaan dilakukan dengan sistem klasifikasi sederhana, pemanfaatan teknologi komputerisasi, dan pencatatan agenda surat. Evaluasi dilakukan melalui pemindahan manual arsip yang tidak aktif, namun belum didukung dengan jadwal retensi arsip resmi, sehingga masih terdapat kekurangan dalam sistematisasi arsip secara menyeluruh. Pelayanan administrasi di SMKS Pengalihan terbantu dengan adanya manajemen kearsipan yang baik. Arsip-arsip penting mudah ditemukan, pencatatan dokumen keluar/masuk dilakukan secara teratur, dan beberapa dokumen sudah disimpan dalam bentuk digital. Namun, peningkatan pelayanan masih perlu didorong dengan penambahan SDM, pembenahan sarana-prasarana, dan penyusunan kebijakan tertulis tentang pengelolaan arsip
Implementasi Manajemen Madrasah Dalam Meningkatkan Efektivitas Pendidikan Di MTS Pondok Pesantren Tunas Harapan Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir Satria; Nurmadiah
Jurnal Pelita Manajemen Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Pelita Manajemen Pendidikan
Publisher : Yayasan Pelita Negri Belantaraya, Kab. Indragiri Hilir, Prov. Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis implementasi manajemen madrasah dalam meningkatkan efektivitas pendidikan di MTs Pondok Pesantren Tunas Harapan Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir. Fokus penelitian ini adalah pada pengelolaan sumber daya manusia sebagai faktor utama dalam menciptakan pendidikan yang efektif, mencakup aspek perencanaan, rekrutmen, seleksi, pengembangan, pemberian kompensasi, serta evaluasi kinerja guru. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi manajemen sumber daya manusia telah berjalan dengan cukup baik, terutama karena adanya kepemimpinan kepala sekolah yang terbuka, suasana kerja yang kekeluargaan, dan partisipasi aktif guru yang sebagian besar merupakan alumni pondok pesantren. Faktor pendukung lainnya adalah sistem komunikasi yang efektif, pemberian peran struktural kepada guru, serta dukungan terhadap pelatihan dan peningkatan kompetensi. Adapun faktor penghambat meliputi keterbatasan anggaran, kurang meratanya pelatihan, dan belum adanya sistem evaluasi kinerja yang terstandar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun terdapat kendala, manajemen sekolah di MTs Pondok Pesantren Tunas Harapan Tembilahan telah menunjukkan peran penting dalam meningkatkan efektivitas pendidikan secara berkelanjutan.