cover
Contact Name
T Heru Nurgiansah
Contact Email
therunurgiansah@gmail.com
Phone
+6281322551635
Journal Mail Official
therunurgiansah@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Puri Nirwana Bangunjiwo No.A-5 Dusun Kenalan Kelurahan Bangunjiwo Kecamatan Kasihan Kabupaten Bantul Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Journal of Constitutional, Law and Human Rights
Published by CV. Rayyan Dwi Bharata
ISSN : 30907454     EISSN : 30907462     DOI : https://doi.org/10.57235
Journal of Constitutional, Law and Human Rights dengan nomor ISSN terdaftar 3090-7454 (Cetak - Print) dan 3090-7462 (Online - Elektronik) adalah jurnal akses terbuka ilmiah yang diterbitkan oleh CV Rayyan Dwi Bharata. Jurnal Penelitian Mahasiswa Indonesia bertujuan untuk mempublikasikan hasil penelitian asli dan review hasil penelitian pada lingkup: Hukum, Politik, Sosial, Ketataanegaraan daan Hak Asasi Manusia. Journal of Constitutional, Law and Human Rights diterbitkan 1 tahun 2 kali (Maret & September)
Arjuna Subject : Ilmu Sosial - Hukum
Articles 110 Documents
Kurikulum Pendidikan Islam Dalam Perspektif Fikih Faridah Faridah; Chanifudin Chanifudin
Journal of Constitutional, Law and Human Rights Vol 1, No 2 (2025): September 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jclhr.v1i2.5403

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep kurikulum pendidikan Islam dalam perspektif fikih, dengan fokus pada bagaimana prinsip-prinsip hukum Islam diterapkan dalam perancangan, pelaksanaan, dan evaluasi kurikulum pendidikan. Kajian ini didasarkan pada kebutuhan untuk memastikan keselarasan antara nilai-nilai Islam dan praktik pendidikan, khususnya dalam membentuk generasi yang berkarakter Islami. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Data dikumpulkan melalui studi literatur dari dokumen kurikulum pendidikan Islam yang relevan. Analisis dilakukan dengan cara menafsirkan prinsip-prinsip fikih yang terkait dengan pendidikan, seperti kewajiban menuntut ilmu, prioritas ilmu yang diajarkan, dan pembentukan akhlak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum pendidikan Islam dalam perspektif fikih menekankan integrasi antara ilmu agama dan ilmu duniawi, dengan tujuan menciptakan keseimbangan antara kebutuhan spiritual dan material peserta didik. Penelitian ini juga mengidentifikasi tantangan dalam implementasi kurikulum berbasis fikih, terutama dalam konteks modern yang dinamis, serta menawarkan rekomendasi untuk pengembangan kurikulum yang lebih sesuai dengan kebutuhan zaman.
Jurnal Penelitian Evaluasi Program Program Menari di TK Aba 01 Medan Khairunnisa Manurung; Anita Yus; Siti Khodijah Lubis
Journal of Constitutional, Law and Human Rights Vol 1, No 2 (2025): September 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jclhr.v1i2.4985

Abstract

Penelitian ini membahas tentang Tari kreasi merupakan salah satu jenis tari yang diciptakan oleh manusia yang tidak terikat oleh aturan daerah atau tari kreasi tradisional, dan tertuang dalam tema, gerakan, kostum, maupun tata rias. Manfaat penting pembelajaran tari kreasi bagi anak usia dini selain bertujuan untuk menunjang pendidik secara umum diharapkan dapat merangsang kepekaan, pengalaman estetis dan kreativitas dalam menuangkan pengalamannya dalam bentuk tari. Pelaksanaan tari kreasi merupakan bagian penting dalam proses pengembangan kecerdasan kinestetik anak karena motorik anak berkembang dengan baik, motorik halus dan kelincahan tubuhnya, anak mampu membedakan gerakan, anak menjadi percaya diri saat berada di depan umum, mengembangkan hobi anak yaitu menari. Keterkaitan antara kecerdasan kinestetik dengan tari kreasi pada anak sangat berpengaruh pada gerakan tari, karena dengan gerakan tari kreasi anak akan mengeluarkan energi. Dengan gerakan tari tersebut anak akan mampu mengekspresikan dirinya melalui tari dan irama musik sehingga motorik kasar anak dapat berkembang. Hubungan antara gerak tari dengan kecerdasan kinestetik anak, yaitu gerak tari kreatif, sangat erat kaitannya dengan kecerdasan kinestetik anak, karena gerak anak menciptakan gerakan yang bermakna bagi anak, oleh karena itu apabila anak dapat menggerakkan sesuatu, maka akan tercipta kemampuan motorik anak menjadi lebih kreatif dan berkembang. Kecerdasan kinestetik juga dapat disebut sebagai kemampuan memadukan kinerja mental dan kinerja fisik untuk mencapai apa yang diharapkan.
Hubungan Efektivitas Pembelajaran Bahasa Indonesia dengan Penerapan Eksperimen pada Siswa Kelas 3 di SD Negeri 067098 Isni Salsabilah Harahap; Naila Zavira Sembiring; Nur Azizah; Septi Tri Padila; Sumitra Pakpahan; Tessalonika Faivy Simatupang; Fitriani Lubis
Journal of Constitutional, Law and Human Rights Vol 1, No 2 (2025): September 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jclhr.v1i2.5580

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman terkait hubungan efektivitas pembelajaran dengan menerapkan eksperimen pada anak sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional untuk menganalisis hubungan antara efektivitas pembelajaran bahasa Indonesia dan penerapan metode eksperimen pada siswa kelas 3 di SD Negeri 067098. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas 3 di sekolah tersebut. Sebanyak 63.2% siswa menyatakan bahwa mereka tidak pernah melakukan eksperimen dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Padahal, menurut Bruner (1961) dalam teori Discovery Learning, siswa akan lebih memahami konsep jika mereka terlibat langsung dalam proses menemukan informasi, bukan hanya menerima penjelasan secara pasif.
Analisis Kampanye Kesadaran Lingkungan Melalui Instagram @DLHK.TANGERANGKAB Dalam Menjaga Lingkungan Hidup Widya Daniswara; Nur Meilasari; Nazwa Novia Yasmin
Journal of Constitutional, Law and Human Rights Vol 1, No 2 (2025): September 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jclhr.v1i2.5363

Abstract

Penelitian ini menganalisis kampanye kesadaran lingkungan yang dilakukan melalui akun Instagram @dlhk.tangerangkab oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang. Dengan pendekatan kualitatif, penelitian ini mengeksplorasi kendala yang dihadapi dalam menyampaikan pesan lingkungan komunikasi yang diterapkan. Hasil menunjukkan bahwa kampanye ini memanfaatkan konten visual seperti poster dan video untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap isu lingkungan. Namun, keterbatasan sumber daya manusia dan kurangnya interaksi dengan audiens menjadi tantangan utama. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan interaktivitas dan kolaborasi dengan komunitas untuk mengatasi kendala tersebut. Penelitian ini mendukung teori kognitif sosial Bandura, yang menekankan pentingnya observasi dan pemodelan perilaku dalam membangun kesadaran masyarakat.
Peran Penting Diplomasi Untuk Meningkatkan Ketahanan Nasional Mochammad Naufal Ridwansyah; Annisa Salsabila; Putri Aulia Damayanti; T Heru Nurgiansah
Journal of Constitutional, Law and Human Rights Vol 1, No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jclhr.v1i1.4336

Abstract

Diplomasi adalah seni, ilmu pengetahuan, dan sarana yang digunakan negara, kelompok, atau individu untuk menjalankan urusan mereka, dengan cara melindungi kepentingan mereka dan mempromosikan hubungan politik, ekonomi, budaya, atau ilmu pengetahuan mereka, sambil mempertahankan hubungan yang damai. Diplomasi menjadi salah satu wadah aktualisasi hubungan antar negara di kancah politik internasional untuk menyampaikan kepentingan nasional suatu negara kepada negara lain. Kepentingan nasional suatu negara tentunya menjadi misi diplomasi bagi negara tersebut dalam lingkup praktik internasional. Praktik keberhasilan diplomasi suatu negara tentu saja dipengaruhi oleh berbagai faktor dan faktor power menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan diplomasi suatu negara. Indonesia telah menerapkan diplomasi pertahanan sebagai alat penyeimbang dari hard power. Namun, diplomasi pertahanan yang sesuai memerlukan kompetensi yang memadai dari orang-orang yang terlibat dalam diplomasi tersebut. Institusi Kementerian Pertahanan dan TNI perlu memperhatikan hal ini dalam mengembangkan personelnya agar memiliki kompetensi yang baik dalam menangani diplomasi pertahanan.
Cahaya Dalam Islam dan Fisika: Dari Ayat Cahaya Hingga Teori Elektromagnetik Ade Ayu Lestari; M Fadly; Nadyne Zarlyza; Novia Novia; Putri Najwa Sabrina Nst; Septya Yulandari; Rizki Salsabila Batubara; Ramadhan Saleh Lubis
Journal of Constitutional, Law and Human Rights Vol 1, No 2 (2025): September 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jclhr.v1i2.5728

Abstract

Artikel ini mengeksplorasi konsep cahaya dari dua perspektif yang berbeda namun saling melengkapi: sudut pandang ilmiah dan perspektif Al-Qur'an. Dalam sains, cahaya dipahami sebagai kuantitas fisik fundamental yang memiliki kecepatan tertinggi di alam semesta, menjadi konstanta penting dalam berbagai teori dan perhitungan. Pemahaman ilmiah tentang cahaya telah berkembang secara signifikan seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan peradaban manusia, dari teori partikel hingga konsep dualisme gelombang-partikel. Sifat dualistik cahaya ini telah memungkinkan pengembangan teknologi transformatif, seperti laser, serat optik, dan sel surya, yang berdampak luas pada kehidupan modern. Sementara itu, Al-Qur'an memandang cahaya sebagai sesuatu yang lebih dari sekadar fenomena fisik. Dalam konteks spiritual, cahaya sering kali diasosiasikan dengan petunjuk, kebijaksanaan, dan kebenaran. Al-Qur'an menyebutkan bahwa cahaya dapat menjadi penuntun bagi manusia menuju jalan yang lurus dan memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang eksistensi. Lebih lanjut, Al-Qur'an menyatakan bahwa cahaya hakiki berasal dari Allah SWT, yang diberikan kepada siapa pun yang dikehendaki-Nya sebagai rahmat dan hidayah. Dengan demikian, artikel ini bertujuan untuk menjembatani pemahaman ilmiah dan spiritual tentang cahaya, menyoroti bagaimana kedua perspektif tersebut dapat memberikan wawasan yang berharga tentang peran dan makna cahaya dalam kehidupan kita.
Perlindungan Hukum Terhadap Korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga Ditinjau dari Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 Tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga Fikri Erwinsyah Bangun; Zetria Erma; Taufika Hidayati
Journal of Constitutional, Law and Human Rights Vol 1, No 2 (2025): September 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jclhr.v1i2.5344

Abstract

Pernikahan merupakan salah satu peristiwa sacral dan berharga dalam kehidupan banyak orang. Terjadinya pernikahan haruslah dilandasi dengn pondasi yang kuat dalam segala faktor, mulai dari faktor ekonomi, faktor fisik, dan juga faktor psikis. Ketidaksiapan diri dalam memulai rumah tangga dapat memicu tindakan Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Dalam penelitian ini peneliti berfokus kepada penerapan UU No.23 Tahun 2004 dalam memberikan perlindungan kepada korban dan juga menilai Aspek keadilan dalam ketentuan pidana bagi pelaku Kekerasan Dalam Rumah Tangga dalam UU No.23 Tahun 2004. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dengan pendekatan pendekatan yuridis normatif dan pendekatan yuridis empiris. Adapun hasil penelitian ini menyatakan UU PKDRT mengatur secara tegas sanksi pidana bagi pelaku Kekerasan Dalam Rumah Tangga mulai pidana kurungan, denda, dan pidana tambahan berupa menjauhkan pelaku dari korban dalam jarak dan waktu tertentu, pembatasan hak-hak tertentu dari pelaku, serta hukuman pelaku untuk mengikuti program konseling dibawah pengawasan lembaga tertentu. UU No 23 Tahun 2004, menyatakan dalam memberikan perlindungan semetara, kepolisian dapat bekerjasama dengan tenaga kerja kesehatan, pekerja sosial, relawan pendamping, dan/atau pembimbing rohaniuntuk mendampingi korban dan dalam Pasal 18 menyatakan kepolisian wajib memberikan keterangan kepada korban tentang hak korban untuk mendapat pelayanan dan pendampingan. 
Penggunaan Bahasa Baku dan Non-Baku di Kalangan Mahasiswa Adelina Dwi Nita Silalahi; Anisali Panjaitan; Yolanda Dealova Sihite; M Surip
Journal of Constitutional, Law and Human Rights Vol 1, No 2 (2025): September 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jclhr.v1i2.5706

Abstract

Bahasa memiliki peran penting sebagai alat komunikasi dan identitas bangsa. Di kalangan mahasiswa, penggunaan bahasa baku dan nonbaku menunjukkan dinamika komunikasi yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk media sosial dan tren budaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan bahasa baku dan nonbaku di kalangan mahasiswa serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara mendalam (in-depth interview) dalam bentuk podcast bersama salah satu mahasiswa Universitas Negeri Medan. Data dianalisis menggunakan teknik analisis wacana untuk memahami pola penggunaan bahasa dalam berbagai konteks komunikasi, baik formal maupun informal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa menggunakan bahasa baku dalam situasi formal untuk menjaga kejelasan, kesopanan, dan profesionalisme, sedangkan bahasa nonbaku atau bahasa gaul lebih sering digunakan dalam interaksi informal sebagai bentuk ekspresi sosial dan identitas kelompok. Faktor yang memengaruhi penggunaan bahasa nonbaku meliputi keterbatasan karakter dalam media sosial serta tren komunikasi yang berkembang. Kesimpulannya, mahasiswa perlu menyesuaikan penggunaan bahasa mereka sesuai dengan konteks. Bahasa baku tetap diperlukan dalam komunikasi resmi, sementara bahasa nonbaku memungkinkan komunikasi yang lebih fleksibel dalam situasi santai. Dengan memahami keseimbangan ini, mahasiswa dapat berkomunikasi secara efektif dalam berbagai lingkungan.
Analysis of Dribbling, Passing, and Shooting Ability (1 Point, 2 Point, 3 Point) in the Mature Basketball Club Players Aged 16 Years Indah Yustina P; Agus Sulastio; Alimandan Alimandan
Journal of Constitutional, Law and Human Rights Vol 1, No 2 (2025): September 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jclhr.v1i2.5464

Abstract

This research aims to determine the Dribble, Passing and Shooting abilities (1 point, 2 points, 3 points) in the Mature Basketball Club Players in the 16 Year Age Category. This type of research is quantitative descriptive research, with test and measurement methods. The research population was athletes from The Mature Basketball Club, aged 16 years, totaling 20 athletes. The sample for this research was 20 athletes. Some of the test instruments carried out include dribble control tests, passing tests and shooting tests (free throw, under ring, three point). Based on the research results, it shows that the Dribble ability of The Mature Basketball Club athletes is in the "very good" category. The Mature Basketball Club athlete's passing ability is in the "very good" category. The Free Throw Shooting ability (1 point) of The Mature Basketball Club athletes is in the "good" category, Under Ring (2 points) is in the "good" category and Three Point (3 points) is in the "poor" category.
Implementasi Nilai - Nilai Pancasila dalam Membangun Lingkungan Sekolah yang Bebas Bullying di SMP Negeri 40 Medan Alfi Nur Nabilah; Andrian Purba; Atikah Rahmah Saragih; Nazwa Sabilah Rambe; Putri Rahmadini
Journal of Constitutional, Law and Human Rights Vol 1, No 2 (2025): September 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jclhr.v1i2.5652

Abstract

Bullying merupakan permasalahan serius di lingkungan sekolah yang dapat berdampak negatif pada korban, baik secara psikologis maupun akademik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi nilai-nilai Pancasila dalam membangun lingkungan sekolah yang bebas bullying di kelas 7B SMPN 40 Medan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan seorang guru PKN serta lima siswa, serta penyebaran angket Google Form untuk mengetahui persepsi siswa mengenai bullying dan penerapan nilai-nilai Pancasila. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Pancasila, seperti Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, serta Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, telah diterapkan dalam upaya membangun lingkungan sekolah yang bebas bullying. Guru memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai ini melalui pendidikan karakter dan diskusi kelas. Namun, masih terdapat tantangan seperti kurangnya keterlibatan siswa dalam penyusunan aturan dan perbedaan persepsi tentang keadilan di sekolah. Oleh karena itu, keterlibatan siswa dalam kebijakan anti-bullying perlu ditingkatkan agar lingkungan sekolah lebih harmonis dan aman.

Page 9 of 11 | Total Record : 110