cover
Contact Name
Nurul Huriah Astuti
Contact Email
nurul_taqia@uhamka.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.pppkmi@gmail.com
Editorial Address
Rukan Tanjung Mas Raya, Blok B1/11, Jl. Raya Lenteng Agung, RT 002/RW 001, Tanjung Barat, Kec. Jagakarsa, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12530
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Health Promotion and Community Engagement Journal (HPCEJ)
ISSN : 2986061X     EISSN : -     DOI : 00000
Core Subject : Health, Education,
Health Promotion and Community Engagement Journal (HPCEJ) adalah jurnal yang menerima artikel dengan tema-tema terkait pendidikan kesehatan dan promosi kesehatan, seperti: Pendidikan kesehatan Promosi kesehatan Promosi kesehatan di rumah sakit Promosi kesehatan di institusi Pemberdayaan masyarakat Determinan sosial kesehatan Literasi kesehatan Komunikasi kesehatan Sosial dan budaya kesehatan
Articles 66 Documents
Efektivitas Pelatihan Pengukuran Antropometri dan Tanda Vital Tubuh dalam Meningkatkan Keterampilan Deteksi Dini Kesehatan pada Anggota PMR SMP Surtimanah, tutisurtimanah; Abdu Rahman Faaiz
Health Promotion and Community Engagement Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Health Promotion and Community Engagement Journal
Publisher : Perkumpulan Promotor dan Pendidik Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70041/hpcej.v4i2.241

Abstract

Masalah kesehatan remaja seperti obesitas, hipertensi, dan anemia semakin meningkat, namun sering tidak terdeteksi akibat minimnya pemantauan rutin antropometri dan tanda vital. Anggota Palang Merah Remaja (PMR) berperan strategis dalam deteksi dini di sekolah, tetapi keterampilan teknis mereka perlu ditingkatkan. Penelitian bertujuan mengevaluasi efektivitas pelatihan pengukuran antropometri dan tanda vital tubuh pada anggota PMR SMP. Desain penelitian pra eksperimen dengan one group pre–post test melalui intervensi berupa pelatihan teori dan praktik langsung. Pengetahuan diukur melalui pre-pos tes, keterampilan melalui observasi menggunakan lembar cek terstruktur. Analisis Wilcoxon menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan (p<0,05) yaitu dari rata-rata 7,39 menjadi 8,83. Keterampilan pasca pelatihan menunjukkan akurasi dan kepatuhan prosedur kategori baik. Pelatihan efektif meningkatkan kompetensi deteksi dini kesehatan, dan direkomendasikan untuk diterapkan secara rutin di sekolah. Adolescent health problems such as obesity, hypertension, and anemia are increasing, but often go undetected due to a lack of routine anthropometric and vital sign monitoring. Youth Red Cross (YRC) members play a strategic role in early detection in schools, but their technical skills need to be improved. This study aimed to evaluate the effectiveness of anthropometric and vital sign measurement training for YRC at Junior High School members. The study design used a pre-experimental study with a one-group pre-posttest through an intervention consisting of theoretical training and hands-on practice. Knowledge was measured through a pre-posttest, and skills through observation using a structured checklist. Wilcoxon analysis showed a significant increase in knowledge (p<0.05), from an average of 7.39 to 8.83. Post-training skills demonstrated good accuracy and procedural compliance. The training effectively improved competency in early health detection and is recommended for routine implementation in schools.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Korban Kekerasan dalam Pacaran pada Siswi SMA di Bekasi Handayani, Sarah; Kharisma, Rona Nurul
Health Promotion and Community Engagement Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Health Promotion and Community Engagement Journal
Publisher : Perkumpulan Promotor dan Pendidik Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70041/hpcej.v4i2.282

Abstract

Kekerasan dalam pacaran merupakan masalah kesehatan masyarakat yang dapat menimbulkan dampak fisik, seksual, dan psikologis pada remaja. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian korban kekerasan dalam pacaran pada siswi SMA X di Bekasi. Penelitian kuantitatif dengan desain potong lintang ini dilakukan pada Februari–Mei 2025. Sebanyak 109 siswi dipilih dari populasi 485 siswi menggunakan purposive sampling. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner daring dan dianalisis secara univariat serta bivariat menggunakan uji chi-square. Sebanyak 54 responden (49,5%) pernah mengalami kekerasan dalam pacaran. Mayoritas responden memiliki pengetahuan tinggi (78,0%), tidak terpapar informasi (58,7%), mengalami konflik keluarga (61,5%), tidak memiliki kelemahan fisik (78,0%), dan tidak terpengaruh teman sebaya (51,4%). Pengetahuan berhubungan dengan kejadian kekerasan dalam pacaran (p=0,003; PR=0,361; 95% CI: 0,162–0,804). Kelemahan fisik (p=0,009; PR=1,771; 95% CI: 1,262–2,485) dan pengaruh teman sebaya (p=0,005; PR=1,796; 95% CI: 1,198–2,694) juga menunjukkan hubungan bermakna. Sikap, keterpaparan informasi, dan konflik keluarga tidak menunjukkan hubungan bermakna. Sekolah perlu menyediakan edukasi hubungan sehat, mekanisme pelaporan yang aman, dan layanan konseling yang mudah diakses untuk memperkuat deteksi dini serta dukungan bagi korban.
Hubungan Aktivitas Fisik, Stres, dan Makanan Cepat Saji dengan Kejadian Dismenore Primer Pada Siswi SMAI Assabiquun di Bekasi Tahun 2025 Aulia, Assyfa; Setyowati, Yuli Dwi; Ningtyas, Luthfiana Nurkusuma
Health Promotion and Community Engagement Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Health Promotion and Community Engagement Journal
Publisher : Perkumpulan Promotor dan Pendidik Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dismenore primer pada wanita timbul akibat adanya hormon prostaglandin yang membuat uterus berkontraksi.Dismenore primer dapat mengganggu aktivitas sehari hari remaja putri seperti kegiatan belajar di sekolah. Tujuan daripenelitian ini adalah mengetahui hubungan aktivitas fisik, stres, dan makanan cepat saji terhadap kejadian dismenoreprimer pada siswi SMAN assabiquun di Bekasi. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan potong lintang(cross-sectional). Responden penelitian ini adalah seluruh remaja putri sekolah menengah atas usia 16-18 tahun kelas X,XI, XII yang masuk dalam kriteria inklusi dengan teknik pengambilan data total sampling. Analisis data dilakukan dengananalisis univariat dan bivariat. Variabel terikat, yaitu aktivitas fisik, stres, dan makanan cepat saji, sedangkan variabelbebas adalah kejadian dismenore primer. Penelitian ini juga menggunakan Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ)untuk mengetahui aktivitas fisik responden dan kuesioner Depression Anxiety Stress Scale (DASS) untuk mengetahuitingkat stres responden. Sedangkan Food Frequency Questionnaire (FFQ) digunakan untuk mengetahui frekuensi asupanfast food responden, dan Numeric Rating Scale (NRS) digunakan untuk mengetahui tingkat kejadian dismenore primerresponden. Pengambilan data dilakukan pada bulan Mei 2025. Analisis statistik menggunakan uji chi-square. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa responden berusia 15-18 tahun mengalami dismenore 74,4%, aktivitas fisik sedang-berat58,9%, mengalami stres 51,1%, dan jarang mengonsumsi makanan cepat saji 53,3%. Dismenore primer lebih banyakdialami responden dengan aktivitas fisik ringan, stres tinggi, dan sering konsumsi fast food. Terdapat hubungan signifikanantara stres dan dismenore (pvalue <0,001; PR = 1,873; 95% CI: 1,415 – 2,479). Disarankan agar siswi rutin berolahragadan sekolah memfasilitasi kegiatan fisik.
Pengaruh Peer Group sebagai Inovasi Strategi Promosi Kesehatan pada Lansia: Sebuah Scoping Review Retnani, Caecilia Titin; Christian Putri, Yuan Elfaria
Health Promotion and Community Engagement Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Health Promotion and Community Engagement Journal
Publisher : Perkumpulan Promotor dan Pendidik Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk lansia semakin meningkat sampai dengan tahun 2050. Kondisi peningkatan populasilansia akan berjalan beriringan dengan peningkatan masalah kesehatan. Pemahaman masalah kesehatan menjadihal yang penting untuk dipahami lansia. Oleh karena itu, diperlukan strategi promosi kesehatan dengan pendekatansosial emosional, yaitu dengan pendekatan peer group atau teman sebaya. Tujuan penelitian ini adalahmenganalisis pengaruh peer group sebagai inovasi strategi promosi kesehatan pada lansia. Metode Penelitian iniadalah metode scoping review. Proses pencarian artikel menggunakan PRISMA disesuaikan kriteria inklusi daneksklusi. Pencarian artikel menggunakan kata kunci peer group OR peer group education AND elderly yang ditelusurmelalui database Sciencedirect, PubMed, Google Scholar. Artikel yang dianalisis atau ditinjau sejumlah 13 artikel.Hasil review artikel ditemukan penerapan peer group sebagai strategi promosi kesehatan pada lansia memberikandampak pada dua hal, yaitu kondisi kesehatan mental dan fisik lansia. Penerapan peer group memberikanpeningkatan kesehatan mental dengan menurunkan kondisi stress, cemas dan depresi pada lansia. Penerapan peergroup memberikan peningkatan manajemen kesehatan dalam penanganan penyakit diabetes melitus, hipertensi,gangguan kognitif serta risiko jatuh. Metode promosi kesehatan yang digunakan oleh peer group yaitu edukasi, roleplay, pendampingan secara langsung, praktik, dan pelatihan. Strategi promosi kesehatan pada lansia menggunakanpeer group memberikan dampak signifikan dalam peningkatan kesehatan fisik dan mental lansia sehinggamemberikan pengaruh pada kualitas hidup lansia.
Analisis Kebutuhan Media Promosi Kesehatan Reproduksi Anak Usia Dini di Posyandu: Studi pada Kader dan Ibu Balita di Tabanan Bali Ariyanti, Kadek Sri; Sariyani, Made Dewi; Saraswati, Anak Agung Sagung Ratu Putri; Batiari, Ni Made Padma
Health Promotion and Community Engagement Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Health Promotion and Community Engagement Journal
Publisher : Perkumpulan Promotor dan Pendidik Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70041/hpcej.v4i2.289

Abstract

Kesehatan reproduksi anak usia dini merupakan aspek penting dalam pembangunan kesehatan masyarakat. Pos PelayananTerpadu (Posyandu) berperan sebagai salah satu sarana utama dalam memberikan informasi dan pelayanan kesehatankepada ibu dan anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan media promosi kesehatan reproduksi anakusia dini di Posyandu, serta memahami perspektif kader dan ibu balita terkait media promosi kesehatan yang efektif.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam dan Focus Group Discussion (FGD).Informan terdiri dari 10 orang kader posyandu dan 20 orang ibu balita di Desa Gadungan Tabanan Bali. Analisa datamenggunakan teknik tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Orang tua balita menyatakan belum pernahmendapatkan edukasi kesehatan reproduksi untuk anak di Posyandu; media edukasi yang diharapkan orang tua antara lain:lebih variatif, menggunakan animasi yang menarik dan interaktif, serta integrasi budaya lokal (penggunaan bahasa daerahdan permainan tradisional); media edukasi yang menarik dan interaktif menurut orang tua dan kader: permainan dan videoedukasi; kendala dalam edukasi kesehatan reproduksi: pembahasan kesehatan reproduksi dianggap tabu, anak merasamalu dan canggung, kurangnya pemahaman terhadap istilah ilmiah dan materi reproduksi; dan perlu melibatkan ayah danpengasuh dalam pendidikan reproduksi untuk anak. Terdapat kebutuhan untuk pengembangan media promosi kesehatanreproduksi yang lebih variatif dan menarik, serta lebih mudah dipahami oleh ibu dan balita. Penguatan media promosikesehatan reproduksi anak usia dini di Posyandu sangat diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaranmasyarakat tentang kesehatan reproduksi sejak dini.
Edukasi Aktivitas Fisik Pada Mahasiswa Dalam Mendukung Implementasi Kampus Sehat Trisnowati, Heni; Salsabila, Asa; Yuliani, Ni Luh Dewi; Nurramadhani; Salawah, Syahirah; Mait, Tesya Oktavia
Health Promotion and Community Engagement Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Health Promotion and Community Engagement Journal
Publisher : Perkumpulan Promotor dan Pendidik Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurangnya aktivitas fisik pada mahasiswa merupakan salah satu faktor risiko utama penyakit tidak menular dan menjaditantangan dalam implementasi Health Promoting University (HPU). Berdasarkan need assessment, sebagian besarmahasiswa menunjukkan tingkat aktivitas fisik yang masih rendah, sehingga diperlukan intervensi promosi kesehatan.Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh edukasi aktivitas fisik terhadap peningkatan pengetahuan mahasiswa sertamendeskripsikan perilaku aktivitas fisik sebagai bagian dari implementasi Kampus Sehat. Penelitian menggunakan desainquasi-experimental one-group pretest-posttest dengan melibatkan 82 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknikaccidental sampling. Intervensi dilaksanakan dalam satu sesi edukasi selama ±4 jam 45 menit yang meliputi pretest,penyampaian materi interaktif menggunakan poster dan video edukasi, diskusi, praktik aktivitas fisik, dan pos-test, yangdilaksanakan pada tiga kelas secara paralel. Pengetahuan diukur menggunakan kuesioner, sedangkan perilaku aktivitasfisik diukur menggunakan Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ). Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa rerata skor pengetahuan meningkat dari 8,63 ± 1,09 menjadi 10,21 ± 0,54, dengan selisihrerata sebesar 1,58 poin dan perbedaan yang bermakna secara statistik (p < 0,001). Sebagian besar mahasiswa melakukanaktivitas fisik ringan berupa berjalan kaki (68%), diikuti oleh bersepeda (22%) dan aktivitas fisik lainnya (10%), sedangkanpartisipasi dalam aktivitas fisik berintensitas berat masih relatif rendah. Edukasi aktivitas fisik efektif meningkatkanpengetahuan mahasiswa dan berpotensi mendukung implementasi Health Promoting University melalui penguatanliterasi kesehatan serta penciptaan lingkungan kampus yang mendukung gaya hidup aktif.