cover
Contact Name
Fahrullah
Contact Email
bnjakys@gmail.com
Phone
+6285250916350
Journal Mail Official
bnjakys@gmail.com
Editorial Address
https://bnj.akys.ac.id/BNJ/about/editorialTeam
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Borneo Nursing Journal
ISSN : 26855054     EISSN : 26548453     DOI : https://doi.org/10.61878/bnj.
Core Subject : Health, Science,
Borneo Nursing Journal (BNJ) adalah jurnal yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun oleh Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Pontianak. Adapun ruang lingkup/topik dalam BNJ adalah bidang Keperawatan. Dalam setiap edisinya, BNJ menerbitkan minimal 5 naskah hasil penelitian dan satu artikel editorial notes. Penulis yang dapat mengirimkan artikel ke BNJ tidak dibatasi hanya pada tenaga pengajar Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda saja, tetapi penulis yang berasal dari perguruan tinggi lain pun dapat mengirimkan manuskrip. Setiap manuskrip yang masuk akan di-review oleh reviewer yang memiliki berbagai macam latar belakang keilmuan yang relevan dengan topik manuskrip.
Articles 1,420 Documents
Pengaruh Edukasi Video Animasi Terhadap Pengetahuan Dan Motivasi Ibu Tentang Pencegahan Stunting Melalui Pemberian MP-ASI Di Wilayah Kerja Puskesmas Trauma Center Ulfah Nabilah; Yona Palin T; Dian Ardyanti; Joko Sapto Pramono
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1221

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak pada pertumbuhan, perkembangan kognitif,dan kualitas sumber daya manusia. Salah satu upaya pencegahannya adalah pemberian makananpendamping ASI (MP-ASI) yang tepat, namun pengetahuan dan motivasi ibu masih perluditingkatkan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh edukasi menggunakan video animasiterhadap pengetahuan dan motivasi ibu tentang pencegahan stunting melalui pemberian MP-ASI diwilayah kerja Puskesmas Trauma Center. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengandesain One Group Pretest–Posttest. Sampel terdiri atas 53 ibu yang memiliki baduta usia 6–23 bulandan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan secara univariat danbivariat menggunakan Paired Sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah intervensiseluruh responden (100%) memiliki pengetahuan baik dan motivasi tinggi. Uji Paired Sample t-testmenunjukkan peningkatan yang signifikan pada pengetahuan (p=0,000) dan motivasi (p=0,025).Edukasi melalui video animasi terbukti berpengaruh signifikan dalam meningkatkan pengetahuan danmotivasi ibu mengenai pencegahan stunting melalui pemberian MP-ASI sehingga berpotensi menjadimedia edukasi kesehatan yang efektif dalam mendukung upaya pencegahan stunting.
Sistem Informasi Pemasaran Rumah di Putri Nusantara Residence Lahat Berbasis Web Lendy Rahmadi; Kusnita Yusmiarti; Johan Dwi Anggara
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1222

Abstract

PT. Putri Nusantara Sejahtera merupakan perusahaan pengembang perumahan di Pagar Agung, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, yang masih menerapkan pemasaran rumah secara manual. Calon konsumen harus datang langsung ke lokasi atau menghubungi pihak marketing untuk memperoleh informasi mengenai harga, tipe, dan spesifikasi rumah, sehingga prosesnya kurang efisien. Penelitian ini bertujuan merancang dan membangun sistem informasi pemasaran rumah berbasis web yang mampu menyajikan informasi properti secara cepat, lengkap, dan mudah diakses. Pengembangan sistem menggunakan metode System Development Life Cycle (SDLC) dengan tahapan requirement, design, implementation, testing, dan maintenance. Perancangan sistem menggunakan Data Flow Diagram (DFD) dan Entity Relationship Diagram (ERD). Sistem dibangun menggunakan PHP dan MySQL serta diuji dengan metode Black Box Testing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem mampu menyajikan informasi harga, tipe, dan spesifikasi rumah, menyediakan fitur simulasi Kredit Pemilikan Rumah (KPR), serta mendukung pengelolaan data oleh admin. Hasil pengujian menunjukkan seluruh fungsi sistem berjalan sesuai harapan dan hasil validasi ahli menyatakan sistem layak untuk diimplementasikan. Sistem ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pemasaran serta mempermudah calon konsumen dalam memperoleh informasi perumahan.
Pengelolaan Limbah Medis Padat Infeksius di RSU GMIM Kalooran Amurang Dullsherina Adinda Sarah Pangkey; Woodford Baren Solaiman Joseph; Oksfriani Jufri Sumampouw
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1225

Abstract

Limbah medis padat infeksius yang tidak dikelola sesuai standar dapat meningkatkan risiko pajanan bagi petugas, pasien, masyarakat, dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan jenis, lokasi, serta proses pengelolaan limbah medis padat infeksius di RSU GMIM Kalooran Amurang. Penelitian menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada Januari-Maret 2026. Empat informan dipilih secara purposive, terdiri atas wakil direktur, petugas sanitarian/kepala pengelolaan limbah medis, dan dua perawat. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dokumentasi, dan telaah standar operasional prosedur, kemudian dianalisis dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan serta divalidasi melalui triangulasi sumber dan metode. Limbah infeksius dihasilkan dari ruang rawat inap, instalasi gawat darurat, laboratorium, ruang operasi, dan poliklinik, terutama berupa perban dan kasa, sarung tangan, masker, kapas, kateter, selang infus, plester, alat pelindung diri sekali pakai, dan jarum suntik. Pemilahan dan pengemasan telah berjalan baik melalui penggunaan kantong kuning, kantong hitam untuk limbah non-infeksius, serta safety box. Pengumpulan dilakukan setiap hari, tetapi alat pelindung diri belum lengkap dan troli tidak digunakan. TPS limbah B3 telah berizin, namun pemeriksaan kemasan dan disinfeksi belum rutin, penyimpanan melebihi 48 jam, kapasitas terlampaui, dan pintu tidak selalu dapat dikunci. Pengangkutan bergantung pada pihak ketiga dengan jadwal tidak menentu sehingga memicu penumpukan. Keterbatasan penelitian ialah hanya dilakukan pada satu rumah sakit dan tidak mengukur volume limbah maupun tahap pengelolaan akhir. Disimpulkan bahwa pengelolaan telah dilaksanakan, tetapi belum sepenuhnya memenuhi standar, terutama pada tahap pengumpulan, penyimpanan, dan pengangkutan.
Hubungan Pola Asuh Ibu Dalam Pemberian Makan Terhadap Kejadian Picky Eating Anak Usia Pra Sekolah Aninta Surgiyan Dini; Khoirun Nisa Alfitri; Silvi Lailatul Mahfida
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1228

Abstract

Pola asuh ibu dalam menyajikan makan merupakan salah satu faktor penting yang berperan dalam membentuk perilaku makan anak sejak dini. Penerapan pola asuh yang tidak tepat diduga berkontribusi terhadap munculnya perilaku pilih-pilih makan pada anak usia dini, yang selanjutnya dapat menyebabkan gangguan tumbuh kembang anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pola asuh ibu dalam memberikan makan dengan kejadian picky feeding anak usia dini. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional . Populasi penelitian mencakup seluruh ibu yang memiliki anak usia 2-6 tahun di wilayah kerja Puskesmas Gamping I. Sebanyak 99 responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Kriteria inklusi meliputi ibu yang memiliki anak usia 2-6 tahun, berdomisili di wilayah kerja Puskesmas Gamping I, mampu membaca dan menulis, serta bersedia berpartisipasi dalam penelitian dengan menandatangani informed consent . Kriteria eksklusi meliputi ibu dengan keterbatasan kesehatan fisik atau mental, anak dengan alergi makanan berat, anak dengan gangguan perkembangan, serta anak yang datang ke posyandu tidak bersama ibu. Pola asuh ibu dalam memberikan makan diukur dengan Caregiver's Feeding Styles Questionnaire (CFSQ), dan perilaku picky feeding diukur menggunakan Children's Eating Behavior Questionnaire (CEBQ). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu menerapkan pola pengasuhan demokratis (30,30%), pengabaian (25,25%), otoriter (23,23%), dan permisif (21,21%). Kejadian picky eater ditemukan pada 70,71% anak. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value sebesar 0,004 (p < 0,05) yang berarti terdapat hubungan yang bermakna antara pola asuh ibu dalam memberikan makan terhadap kejadian picky feeding anak usia dini. Tingginya prevalensi picky eater pada anak membuktikan bahwa perlunya edukasi kepada ibu tentang penerapan pola asuh yang seimbang antara kontrol dan tanggung jawab.
Pengaruh Inovasi Media Edukasi Berbasis Mobile Learning Terhadap Kesiapsiagaan Bencana Gempa Bumi Pada Tenaga Pengajar Di TK ABA Kecamatan Piyungan Dinna Azzahra; Endah Tri Wulandari; Heri Puspito
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1230

Abstract

Latar Belakang: Kecamatan Piyungan merupakan wilayah rawan gempa bumi di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Fenomena rendahnya kesiapsiagaan guru TK terhadap bencana telah dibuktikan oleh beberapa penelitian, di antaranya Solfiah et al. (2019) yang menemukan bahwa tingkat kesiapsiagaan guru TK hanya mencapai 30,26% dengan kategori kurang. Hal ini diperkuat oleh Lee et al. (2023) yang melaporkan skor kesiapsiagaan guru PAUD berada pada kategori sedang dengan rata-rata 61,0 dari 100, serta Kawasaki et al. (2022) yang menyatakan bahwa 62,3% sekolah belum siap dijadikan tempat evakuasi saat bencana. Tujuan: Mengetahui pengaruh inovasi media edukasi berbasis Mobile learning terhadap kesiapsiagaan bencana gempa bumi pada tenaga pengajar di TK ABA Kecamatan Piyungan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 35 responden yang diambil menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner kesiapsiagaan bencana gempa bumi dengan 30 butir pernyataan berskala Likert. Analisis data menggunakan Uji Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil: Sebelum intervensi, sebagian besar responden berada pada kategori Hampir Siap dan tidak ada yang mencapai kategori Siap maupun Sangat Siap. Setelah intervensi, mayoritas responden meningkat ke kategori Sangat Siap (57,1%), dengan kategori paling sedikit adalah Hampir Siap (11,4%). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai Z = -5,596 dengan nilai p = 0,001 (p < 0,05). Simpulan: Terdapat pengaruh yang signifikan media edukasi berbasis Mobile learning terhadap kesiapsiagaan bencana gempa bumi pada tenaga pengajar di TK ABA Kecamatan Piyungan. Saran: Tenaga pengajar diharapkan memanfaatkan Mobile learning secara berkelanjutan, lembaga pendidikan dan pemerintah daerah disarankan mengintegrasikannya dalam program pelatihan formal, serta peneliti selanjutnya disarankan menggunakan desain dengan kelompok kontrol. Kata Kunci: Gempa Bumi, Kesiapsiagaan Bencana, Mobile learning, Tenaga Pengajar TK Daftar Pustaka: 69 pustaka (2018–2026)
Perbedaan Pengaruh Latihan Isotonik Dan Latihan Isometrik Terhadap Penurunan Lingkar Perut Pada Remaja Putri Di Kota Yogyakarta Annisa Putri Ramadhani; Razany Fauziah Alboneh; Nindha Prabaningrum
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1233

Abstract

Obesitas sentral pada remaja putri merupakan salah satu masalah kesehatan yangditandai dengan peningkatan lingkar perut dan dapat meningkatkan risiko berbagai penyakitmetabolik. Latihan isotonik dan latihan isometrik merupakan bentuk latihan yang dapat meningkatkanpengeluaran energi, memperkuat otot inti, serta membantu menurunkan lingkar perut. Namun,pengaruh kedua jenis latihan tersebut masih perlu dibandingkan. Tujuan: Mengetahui pengaruhlatihan isotonik dan latihan isometrik terhadap penurunan lingkar perut pada remaja putri sertamembandingkan pengaruh kedua jenis latihan tersebut. Metode: Penelitian ini menggunakan desainquasi experimental dengan rancangan pre-test and post-test two group design. Sampel penelitianberjumlah 36 remaja putri yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok latihan isotonik (n=18)dan kelompok latihan isometrik (n=18). Kelompok latihan isotonik diberikan intervensi sebanyak 3kali per minggu, sedangkan kelompok latihan isometrik diberikan intervensi sebanyak 5 kali perminggu selama 4 minggu. Pengukuran lingkar perut dilakukan sebelum dan sesudah intervensimenggunakan pita ukur (midline). Analisis data menggunakan uji Shapiro-Wilk Test, Levene&#39;s Test,Wilcoxon Signed-Rank Test, serta Mann-Whitney U Test sesuai distribusi data. Hasil: Hasil penelitianmenunjukkan bahwa latihan isotonik maupun latihan isometrik memberikan pengaruh yang signifikanterhadap penurunan lingkar perut pada remaja putri (p&lt;0,05). Namun, hasil uji perbandingan antarkelompok menunjukkan tidak terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara latihan isotonik danlatihan isometrik terhadap penurunan lingkar perut (p&gt;0,05). Kesimpulan: Latihan isotonik danlatihan isometrik sama-sama berpengaruh dalam menurunkan lingkar perut pada remaja putri, namuntidak terdapat perbedaan pengaruh yang bermakna di antara kedua jenis latihan tersebut. Kedua latihandapat dijadikan sebagai alternatif latihan untuk membantu menurunkan lingkar perut pada remajaputri.
Pengalaman Anak Usia Sekolah Dasar dalam Menghadapi Menarche Dini tentang Respon Fisik, Psikologis, dan Sosial Ayuna Khaina; Siti Sholihat
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1234

Abstract

Latar Belakang: Menarche dini yang dialami oleh anak usia sekolah dasar memunculkan tantangan adaptasi yang kompleks akibat ketidakseimbangan antara kematangan fungsi reproduksi biologis dengan kesiapan kognitif serta emosional anak. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam pengalaman anak perempuan usia sekolah dasar (9–10 tahun) dalam menghadapi Menarche dini ditinjau dari aspek respon fisik, psikologis, dan sosial. Metode: Penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi deskriptif ini melibatkan 10 partisipan siswi SDN Mekarjaya 7 Kota Depok yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam (in–depth interview ) berpedoman dan catatan lapangan. Analisis data menerapkan metode Colaizzi dan John W. Creswell. Triangulasi sumber dilakukan kepada orang tua dan guru untuk menjamin kredibilitas data. Hasil: Penelitian mengidentifikasi tiga tema utama: (1) Respon fisik, meliputi munculnya dismenore primer (kram abdomen melilit), gejala sistemik (pusing, pegal ekstremitas, lemas), sensasi mengganjal saat menggunakan pembalut, serta koping fisik sederhana berupa kompres air hangat; (2) Respon psikologis dan emosional, ditandai oleh reaksi afektif awal (syok, kaget, bingung), distres emosional (menangis), dan ketidakstabilan suasana hati (Mood Swing/marah); (3) Respon sosial, mencakup pentingnya bimbingan edukasi kebersihan menstruasi berbasis keluarga (ibu/kakak), reaksi keterkejutan teman sebaya, keterbukaan status haid akibat pembatasan ibadah di sekolah, serta munculnya perasaan terasing akibat terbatasnya aktivitas bermain. Kesimpulan: Menarche dini menimbulkan dampak holistik biopsikososial yang memerlukan mekanisme pendampingan yang peka dan terintegrasi dari lingkungan keluarga serta ekosistem sekolah.
Hubungan Tingkat Sosial Ekonomi Dengan Kejadian Food Neophobia Pada Anak Pra Sekolah Usia 3-6 Tahun Eka Ageng Febriyanti; Khoirun Nisa Alfitri; Ibtidau Niamilah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1236

Abstract

Food neophobia adalah perilaku makan yang umum di antara anak-anak prasekolah dan dapat mengurangi keragaman pola makan serta kecukupan nutrisi. Status sosial ekonomi orang tua dianggap sebagai salah satu faktor yang memengaruhi perilaku makan anak. Studi ini bertujuan untuk menentukan hubungan antara status sosial ekonomi orang tua dan food neophobia pangan pada anak prasekolah usia 3-6 tahun di wilayah kerja Puskesmas Gamping 1, Kabupaten Sleman. Studi kuantitatif ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional yang melibatkan 61 orang tua atau pengasuh utama yang dipilih menggunakan purposive sampling. Kriteria inklusi meliputi orang tua atau pengasuh utama yang memiliki anak usia 3–6 tahun, berdomisili di wilayah kerja Puskesmas Gamping I, bersedia menjadi responden, serta mampu mengisi kuesioner. Kriteria eksklusi meliputi anak dengan kondisi yang memerlukan diet khusus atau gangguan yang memengaruhi perilaku makan, sedangkan dropout mencakup responden yang tidak menyelesaikan kuesioner atau mengundurkan diri selama penelitian. Data tingkat sosial ekonomi diperoleh melalui kuesioner karakteristik responden yang meliputi tingkat pendidikan, jenis pekerjaan, dan pendapatan rumah tangga, sedangkan kejadian food neophobia diukur menggunakan child food neophobia scale (CFNS). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square dan Fisher’s Exact Test dengan tingkat kemaknaan p<0,05. Hasil penelitian menunjukkan anak berada pada kategori tidak food neophobia (77,05%). Mayoritas orang tua atau pengasuh utama memiliki tingkat pendidikan sedang (60,66%), tidak bekerja (68,85%), dan pendapatan rumah tangga kategori sedang (54,10%). Berdasarkan hasil analisis, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan (p=0,347), jenis pekerjaan (p=1,000), maupun tingkat pendapatan (p=0,725) dengan kejadian food neophobia pada anak prasekolah usia 3-6 tahun. Status sosial ekonomi orang tua tidak secara signifikan terkait dengan neofobia makanan pada anak prasekolah. Faktor lain, termasuk praktik pemberian makan, paparan makanan, pengalaman makan, dan lingkungan makan keluarga, mungkin lebih memengaruhi penerimaan anak terhadap makanan baru.
Analisis Risiko K3 pada Area Filling Gas Elpiji 3 kg Menggunakan Metode HIRADC di PT Usaha Setia Sejati Ratahan Amelia Y. C. Batubuaya; Richard Andreas Palilingan; Merdekawati Evangli Weken
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1241

Abstract

Latar belakang: Area Filling gas LPG 3 kg memiliki potensi bahaya tinggi seperti kebocoran gas, kebakaran, dan ledakan yang mengancam keselamatan pekerja. PT Usaha Setia Sejati Ratahan belum pernah melakukan analisis risiko K3 secara sistematis. Tujuan: Menganalisis risiko K3 menggunakan metode Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control (HIRADC). Metode: Penelitian deskriptif kualitatif dengan subjek 5 pekerja (admin, operator Filling, Gate Keeper) yang dipilih secara purposive sampling. Pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara semi–terstruktur, dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan HIRADC meliputi identifikasi bahaya, penilaian Severity dan frekuensi, perhitungan Risk Rating Number (RRN), penentuan prioritas risiko, serta rekomendasi pengendalian. Hasil: Ditemukan 10 potensi bahaya utama. Nilai RRN tertinggi 12 pada aktivitas penerimaan tabung bocor, pengisian gas LPG, dan sistem kelistrikan (prioritas utama). Aktivitas tidak menggunakan APD memiliki RRN 10 (prioritas utama). Aktivitas lainnya (pemasangan Seal, penimbangan, pemeriksaan kebocoran) memiliki RRN 6–9 (prioritas menengah). Pengendalian yang diusulkan: inspeksi tabung, gas detector, emergency shut–off valve, Grounding listrik, SOP, pelatihan, dan penegakan disiplin APD. Kesimpulan: Metode HIRADC efektif mengidentifikasi risiko prioritas utama di area Filling gas LPG.
Pengaruh Permainan Tradisional Lompat Tali Terhadap Motorik Kasar Anak Usia Prasekolah Di RA An-Nizhomiyah Athaya Raissa; Siti Sholihat
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1242

Abstract

Rendahnya tingkat aktivitas fisik anak pada era digital berisiko menghambat pengoptimalan kemampuan motorik kasar usia prasekolah . Aktivitas permainan tradisional lompat tali dapat dimanfaatkan sebagai sarana stimulasi guna mengasah koordinasi serta ketangkasan gerak tubuh anak. Penelitian ini ditujukan untuk mengevaluasi dampak perlakuan permainan tradisional lompat tali terhadap peningkatan kapasitas motorik kasar anak prasekolah di RA An-Nizhomiyah Kota Depok. Pendekatan kuantitatif berdesain pre-experimental (one-group pretest-posttest design) diterapkan dalam studi ini. Sejumlah 30 anak berusia 4–6 tahun ditetapkan sebagai responden penelitian menggunakan teknik total sampling. Intervensi lompat tali diberikan sebanyak lima kali sesi pertemuan. Pengukuran kecakapan motorik kasar dilakukan menggunakan lembar observasi, yang dilanjutkan dengan analisis data memanfaatkan uji Wilcoxon Signed Ranks. Evaluasi pretest mengindikasikan sebagian besar responden berada pada kriteria Baik yakni 21 anak (70%) dan kriteria Sangat Baik sebanyak 2 anak (6,7%). Pasca-intervensi (posttest), capaian kriteria Sangat Baik meningkat signifikan menjadi 24 anak (80%), sedangkan kriteria Baik tersisa 6 anak (20%). Pengujian Wilcoxon menghasilkan skor Z = -4,916 dengan nilai p-value = 0,000 (p < 0,05), yang membuktikan adanya perbedaan yang bermakna antara sebelum dan sesudah perlakuan. Kesimpulannya, pemberian stimulasi melalui permainan tradisional lompat tali terbukti efektif meningkatkan kemampuan motorik kasar anak usia prasekolah. Metode ini relevan diaplikasikan sebagai agenda program luar ruangan secara berkala di sekolah maupun sebagai intervensi keperawatan anak guna mendukung tumbuh kembang yang optimal.