cover
Contact Name
Fahrullah
Contact Email
bnjakys@gmail.com
Phone
+6285250916350
Journal Mail Official
bnjakys@gmail.com
Editorial Address
https://bnj.akys.ac.id/BNJ/about/editorialTeam
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Borneo Nursing Journal
ISSN : 26855054     EISSN : 26548453     DOI : https://doi.org/10.61878/bnj.
Core Subject : Health, Science,
Borneo Nursing Journal (BNJ) adalah jurnal yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun oleh Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Pontianak. Adapun ruang lingkup/topik dalam BNJ adalah bidang Keperawatan. Dalam setiap edisinya, BNJ menerbitkan minimal 5 naskah hasil penelitian dan satu artikel editorial notes. Penulis yang dapat mengirimkan artikel ke BNJ tidak dibatasi hanya pada tenaga pengajar Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda saja, tetapi penulis yang berasal dari perguruan tinggi lain pun dapat mengirimkan manuskrip. Setiap manuskrip yang masuk akan di-review oleh reviewer yang memiliki berbagai macam latar belakang keilmuan yang relevan dengan topik manuskrip.
Articles 1,420 Documents
Perbandingan Efektivitas Terapi Murottal Ar-Rahman Dengan Musik Klasik Terhadap Tekanan Darah Pasien Lansia Preoperasi Yang Mengalami Hipertensi Di RSUD Wates Zarina Rasyida; Triyas Singgih Pambudi; Aisyah Nur Azizah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1200

Abstract

Hipertensi pada pasien lansia preoperasi dapat meningkatkan risiko komplikasi selama tindakan pembedahan.Kecemasan dan stres menjelang operasi dapat memicu peningkatan tekanan darah sehingga diperlukan intervensinonfarmakologis, seperti terapi murottal Ar-Rahman dan musik klasik Tujuan: Mengetahui perbandinganefektivitas terapi murottal Al-Qur’an surah Ar-Rahman dengan musik klasik terhadap tekanan darah pasienlansia pre operasi yang mengalami hipertensi di RSUD Wates. Metode Penelitian: Penelitian quasiexperiment dengan desain two group pretest-posttest. Sampel 34 responden (total sampling) dibagi menjadi duakelompok (masing-masing 17 orang). Kelompok pertama mendapat terapi murottal Ar-Rahman, kelompokkedua mendapat musik klasik selama 15 menit. Tekanan darah diukur sebelum dan sesudah intervensimenggunakan tensimeter digital. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney. Hasil: Keduakelompok mengalami penurunan tekanan darah yang bermakna setelah intervensi. Uji Wilcoxon menunjukkanterapi murottal Al-Qur’an (Ar-Rahman) (p=0,008) dan terapi musik klasik (p=0,025) efektif menurunkantekanan darah. Uji Mann-Whitney menunjukkan tidak terdapat perbedaan efektivitas yang signifikan antarakedua terapi (p=0,480). Simpulan: Terapi murottal Al-Qur’an (Ar-Rahman) dan terapi musik klasik sama-samaefektif menurunkan tekanan darah pada pasien lansia pre operasi yang mengalami hipertensi, namun tidakterdapat perbedaan efektivitas yang signifikan antara kedua terapi tersebut. Saran: Penelitian selanjutnyadisarankan menggunakan sampel lebih besar, menambah variabel lain, serta memperpanjang durasi intervensi.
Hubungan Karakteristik Pasien Tuberkulosis Dengan Kepatuhan Minum Obat Berdasarkan Data Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) Di RSD Tidore Kepulauan Tahun 2025 Sitna; Musthika Wida Mashitah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1203

Abstract

Tuberkulosis (TB) masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia dengan keberhasilan pengobatan yang sangat dipengaruhi oleh kepatuhan pasien dalam menjalani terapi. Identifikasi karakteristik pasien yang berhubungan dengan kepatuhan pengobatan diperlukan sebagai dasar penyusunan strategi peningkatan keberhasilan program penanggulangan TB. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik pasien tuberkulosis dan hubungannya dengan kepatuhan minum obat berdasarkan data Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) di RSD Tidore Kepulauan. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Data sekunder diperoleh dari Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) RSD Tidore Kepulauan periode Januari–Desember 2025. Populasi penelitian berjumlah 106 pasien TB dengan teknik total sampling. Analisis karakteristik dilakukan terhadap seluruh pasien, sedangkan analisis hubungan dilakukan pada 93 pasien setelah mengeksklusi pasien yang meninggal dunia. Analisis univariat disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Analisis bivariat menggunakan uji Pearson Chi-square dan Fisher's Exact Test dengan tingkat kemaknaan p<0,05. Hasil penelitian menunjukkan, sebagian besar pasien berada pada kelompok usia dewasa (18–59 tahun) (60,4%), berjenis kelamin perempuan (58,5%), dan mengalami TB sensitif obat (96,2%). Sebanyak 40,6% pasien menyelesaikan pengobatan, sedangkan 10,4% mengalami lost to follow-up. Hasil analisis menunjukkan bahwa kelompok usia berhubungan secara signifikan dengan kepatuhan minum obat berdasarkan Fisher's Exact Test (p=0,014), dengan kepatuhan yang lebih tinggi pada kelompok dewasa–lansia dibandingkan anak–remaja. Sementara itu, jenis kelamin (p=0,490) dan jenis tuberkulosis (p=1,000) tidak berhubungan secara signifikan dengan kepatuhan minum obat. Kelompok usia merupakan karakteristik yang berhubungan dengan kepatuhan minum obat pada pasien tuberkulosis di RSD Tidore Kepulauan, sedangkan jenis kelamin dan jenis tuberkulosis tidak menunjukkan hubungan yang bermakna. Penguatan edukasi, keterlibatan keluarga, serta optimalisasi peran Pengawas Menelan Obat (PMO) perlu diprioritaskan terutama pada kelompok anak dan remaja untuk meningkatkan kepatuhan pengobatan.
Pengaruh Kombinasi Pijat Oksitosin Dan Konsumsi Ekstrak Daun Katuk Terhadap Kelancaran Produksi ASI Pada Ibu Post Partum Di Puskesmas Parakansalak Kabupaten Sukabumi Kiki Yusika; Laela Purbasari
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1206

Abstract

Masalah pengeluaran ASI pada hari pertama setelah melahirkan dapat disebabkan oleh berkurangnyarangsangan hormon oksitosin. Setelah melahirkan ibu mengalami perubahan fisik dan fisiologis yangmengakibatkan perubahan psikisnya. Upaya secara non farmakologis yang dapat dilakukan untukmeningkatkan produksi ASI adalah pijat oksitosin, pijat marmet, pijat punggung, denganmenggunakan aromaterapi, konsumsi jantung pisang dan rolling massage. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui karakteristik responden berdasarkan usia, pendidikan, pekerjaan, paritas, danuntuk mengetahui kelancaran ASI sebelum dan sesudah dilakukan intervensi serta untuk mengetahuipengaruh kombinasi pijat oksitosin dan konsumsi ekstrak daun katuk terhadap kelancaran produksiASI ibu post partum di Puskesmas Parakansalak Kabupaten Sukabumi. Desain penelitian yangdigunakan adalah quasi eksperimen pretest posttest two group design. Pengambilan sampeldilakukan dengan teknik consecutive sampling dan accidental sampling dengan menggunakan lembarobservasi dan gelas ukur. Analisa data yang digunakan yaitu univariat dan bivariat. : Produksi ASIkurang lancar sebelum diberikan intervensi, produksi ASI semakin lancar sesudah diberikanintervensi, ada pengaruh kombinasi pijat oksitosin dan konsumsi ekstrak daun katuk terhadapkelancaran produksi ASI ibu post partum di Puskesmas Parakansalak Kabupaten Sukabumi.Kata kunci: Produksi ASI, Pijat Oksitosin dan Ekstrak Daun Katuk
Hubungan Posisi Dan Lama Duduk Dengan Keluhan Low Back Pain (LBP) Selama Kuliah Offline Pada Mahasiswa Prodi Diploma Tiga Keperawatan Universitas Duta Bangsa Surakarta Gustama Khoiru Krisna Ardiyanto; Agung Widiastuti; Dwi Lestari Mukti Palupi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1207

Abstract

Latar belakang: Low Back Pain (LBP) adalah gangguan muskuloskeletal atau nyeri yang terjadi di punggung bawah akibat aktivitas tubuh yang berlebihan atau postur tubuh yang kurang ergonomis. Hal ini sering dialami oleh mahasiswa akibat posisi duduk yang tidak tepat dan durasi duduk yang lama selama proses perkuliahan offline. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara posisi duduk dan lama duduk dengan keluhan LBP selama perkuliahan offline pada mahasiswa Program Studi Diploma Tiga Keperawatan Universitas Duta Bangsa Surakarta. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 66 mahasiswa tingkat tiga yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Body Awareness of Postural Habits in Young People (Q-BAPHYP), kuesioner durasi duduk, dan The Pain and Distress Scale. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji Likelihood Ratio, dan multivariat menggunakan uji regresi logistik berganda. Hasil: Analisis univariat menunjukkan mayoritas responden memiliki posisi duduk sesuai (54,5%), durasi duduk < 90 menit (39,4%), dan mengalami keluhan LBP kategori sedang (45,5%). Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara posisi duduk dengan keluhan LBP (p = 0,000) serta antara lama duduk dengan keluhan LBP (p = 0,000). Analisis multivariat dengan regresi logistik menunjukkan bahwa posisi duduk yang tidak sesuai merupakan faktor yang paling dominan berpengaruh terhadap keluhan LBP dengan nilai Exp(B) sebesar 20,736 (p = 0,001). Kesimpulan: Posisi duduk ergonomis dan pengaturan durasi duduk saat perkuliahan sangat penting untuk mengurangi risiko terjadinya keluhan Low Back Pain (LBP) pada mahasiswa keperawatan. Kata kunci: Lama Duduk, Low Back Pain, Mahasiswa Keperawatan, Posisi Duduk
Hubungan Pengetahuan Keluarga Dalam Penanganan Demam Dengan Ketepatan Pertolongan Pertama Demam Di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Isni Lailatul Maghfiroh; Rohmatul Ula Febrianti; Abdul Rokhman
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1208

Abstract

Pengetahuan keluarga tentang penanganan demam berperan penting dalam menentukan ketepatan pertolongan pertama yang diberikan kepada pasien sebelum mendapatkan pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pengetahuan keluarga dalam penanganan demam dengan ketepatan pertolongan pertama demam di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Penelitian menggunakan desain analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional pada 100 keluarga pasien yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling selama 1 bulan. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan keluarga dan kuesioner ketepatan pertolongan pertama demam. Data dikumpulkan dan dianalisis menggunakan uji Pearson. Hasil penelitian menunjukkan 66% keluarga memiliki tingkat pengetahuan penanganan demam yang baik dan 65% melakukan pertolongan pertama demam yang tepat. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan keluarga dengan ketepatan pertolongan pertama demam (p=0,000) dan mempunyai hubungan yang kuat antar variabel (r=0,671). Pengetahuan keluarga yang baik dalam penanganan demam dapat menentukan tindakan pertolongan pertama yang sesuai dengan kondisi pasien. Hal ini dapat menurunkan resiko kegawatan dan komplikasi. Oleh karena itu perlu dilakukan edukasi kepada keluarga tentang penanganan demam yang tepat.
Pemberian Aromaterapi Lemon Terhadap Penurunan Frekuensi Mual Muntah Pada Ibu Hamil Trimester 1 Di PMB WL Kota Depok Eli Yusti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1209

Abstract

Latar Belakang: Menurut data mual muntah pada ibu hamil memiliki prevalensi global 0,5%-2% di Amerika Serikat, 0,3% di Swedia, 0,5% di California, 0,8% di Kanada, 10% di Cina, 0,9% di Norwegia, 2,2% di Pakistan dan 1,9% di Turki. Saat ini di Indonesia sebanyak 50%-75% ibu hamil mengalami mual muntah pada trimester pertama atau awal-awal kehamilan. Mual dan muntah terjadi 60%-80% primigravida dan 40%-60% multigravida. Prevalensi mual muntah pada ibu hamil (terutama di trimester 1) di Provinsi Lampung cukup tinggi yaitu antara 50-90% dari total ibu hamil. Sedangkan di Kabupaten Pringsewu kejadian mual muntah pada ibu hamil menyebutkan dari 450 ibu hamil, 94 (20,8%) mengalami hiperemesis gravidarum dan 102 (22,6%) mengalami mual muntah. Tujuan Penelitian : Mengetahui pengaruh pemberian aromaterapi lemon terhadap penurunan frekuensi mual muntah pada ibu hamil trimester 1 PMB WL Kota Depok. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimental (one group pretest-posttest design). Hasil Penelitian : hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan hasil p – value 0,001 < 0,05 yang artinya ada pengaruh pemberian aromaterapi lemon terhadap penurunan frekuensi mual muntah pada ibu hamil trimester 1. Kesimpulan : Aromaterapi lemon dengan cara dihirup dapat digunakan sebagai salah satu terapi untuk menurunkan frekuensi mual muntah pada ibu hamil trimester 1. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas aromaterapi lemon dalam mengurangi mual muntah pada ibu hamil trimester 1 di PMB wali kota Depok. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan one group pretest- posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil yang memiliki keluhan mual muntah. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Total Sampling yaitu sebanyak 15 responden. Hasil Penelitian: hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test pada kelompok penelitian di dapatkan hasil p value 0,001. Dikarenakan p value 0,001 < 0,05 maka dapat disimpulkan ada pengaruh pemberian aromaterapi lemon terhadap penurunan frekuensi mual muntah pada ibu hamil trimester 1 di PMB WL Kota Depok. Maka H0 ditolak dan Ha dapat diterima. Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Derliana Mayasari dengan judul “Pengaruh aromaterapi lemon terhadap emesis gravidarum pada ibu hamil trimester 1” dengan hasil p value 0,000 < 0,05 yang artinya terdapat pengaruh aromaterapi lemon dalam mengurangi emesis gravidarum pada ibu hamil. Kesimpulan: Aromaterapi lemon memiliki efektivitas dalam mengurangi mual muntah pada ibu hamil trimester 1 di PMB wali kota Depok.
Hubungan Antara Dukungan Keluarga Dengan Tingkat Kecemasan Pada Pasien Pre Anestesi Dengan Teknik Anestesi Spinal Tri Nur Wahyuni; Neng Imas Susanti; Muhamad Arief Fadli; Deni Alamsah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1210

Abstract

Kecemasan preanestesi merupakan masalah psikologis yang sering dialami pasien sebelum menjalanipembedahan dan dapat memengaruhi keberhasilan tindakan anestesi serta proses pemulihan.Dukungan keluarga berperan sebagai salah satu faktor yang dapat membantu menurunkan tingkatkecemasan pasien. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara dukungan keluarga dengantingkat kecemasan pada pasien preanestesi yang menjalani pembedahan menggunakan teknik anestesispinal di RSUD Sekarwangi. Penelitian menggunakan desain non-eksperimental dengan pendekatankorelasional dan rancangan cross-sectional. Sampel berjumlah 39 responden yang dipilihmenggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dukungan keluarga danAmsterdam Preoperative Anxiety and Information Scale (APAIS), kemudian dianalisis secaraunivariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan mayoritasresponden memperoleh dukungan keluarga yang baik (79,5%) dan mengalami kecemasan ringan(87,2%). Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara dukungan keluargadengan tingkat kecemasan pasien preanestesi (p = 0,000), di mana semakin baik dukungan keluargayang diterima, semakin rendah tingkat kecemasan pasien. Kebaruan penelitian ini terletak padapenggunaan instrumen APAIS untuk mengkaji kecemasan spesifik terkait anestesi spinal serta analisisdukungan keluarga sebagai intervensi psikososial nonfarmakologis dalam pelayanan keperawatanperioperatif. Temuan ini menunjukkan bahwa keterlibatan keluarga perlu dioptimalkan sebagai bagiandari pelayanan preoperatif untuk meningkatkan kesiapan psikologis dan menurunkan kecemasanpasien.
Tingkat Kecemasan dengan Kualitas Tidur Pasien Praoperasi Fraktur di RSUD Dr. Moewardi Surakarta Bagus Jagad Prakosa; Mursudarinah Mursudarinah; Agung Widiastuti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1215

Abstract

Latar belakang: Kecemasan merupakan respons psikologis yang sering dialami pasien sebelum menjalani tindakan pembedahan, termasuk pada pasien Praoperasi fraktur. Kondisi kecemasan dapat memengaruhi kualitas tidur sehingga berpotensi mengganggu kondisi fisik maupun psikologis pasien serta kesiapan dalam menghadapi operasi. Kualitas tidur yang buruk pada pasien Praoperasi dapat memperlambat proses pemulihan dan meningkatkan komplikasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat kecemasan dengan kualitas tidur pada pasien Praoperasi fraktur di RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif analitik menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 51 responden yang dipilih menggunakan teknik Purposive sampling. Tingkat kecemasan diukur menggunakan instrumen Amsterdam Preoperative Anxiety and Information Scale (APAIS), sedangkan kualitas tidur diukur menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Analisis data dilakukan menggunakan uji Spearman Rank penelitian menunjukkan sebagian besar responden mengalami kecemasan sedang sebanyak 23 responden (45,1%), sedangkan kualitas tidur buruk dialami oleh 43 responden (84,3%). Hasil: Hasil analisis menggunakan uji Spearman Rank menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kecemasan dengan kualitas tidur pada pasien Praoperasi fraktur dengan nilai p 0,000 (p 0,05) dan korelasi r 0,646, yang menunjukkan kekuatan hubungan kuat dengan arah hubungan positif. Kesimpulan: Disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara tingkat kecemasan dengan kualitas tidur pada pasien Praoperasi fraktur di RSUD Dr. Moewardi Surakarta.
Analisis Faktor Keberhasilan Pengobatan TB Di Wilayah Puskesmas Dumbo Raya Kota Gorontalo Femy Hilahapa; Roma Febriyona; Inne Ariane Gobel
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1216

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan pengobatantuberkulosis (TB) di wilayah kerja Puskesmas Dumbo Raya Kota Gorontalo, meliputi dukungankeluarga, pengawas minum obat (PMO), dan kepatuhan minum obat. Penelitian menggunakanmetode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 69 pasien TBparu yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data diperoleh melalui kuesioner, kartupengobatan TB, dan rekam medis, kemudian dianalisis menggunakan analisis univariat dan ujiChi-Square. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden berusia 20–59 tahun,berjenis kelamin laki-laki, berpendidikan sekolah dasar, dan bekerja sebagai wiraswasta.Sebagian besar responden memperoleh dukungan keluarga yang baik (89,9%), memiliki PMOyang berperan baik (88,4%), patuh mengonsumsi obat (85,5%), dan berhasil menjalanipengobatan TB (85,5%). Analisis bivariat menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antaradukungan keluarga, peran PMO, dan kepatuhan minum obat terhadap keberhasilan pengobatanTB, masing-masing dengan nilai p = 0,000. Disimpulkan bahwa dukungan keluarga, peran PMO,dan kepatuhan minum obat merupakan faktor yang berpengaruh terhadap keberhasilanpengobatan TB. Oleh karena itu, perlu dilakukan penguatan peran keluarga, optimalisasi fungsiPMO, dan peningkatan kepatuhan pasien untuk mendukung keberhasilan pengobatan TB.
Dukungan Emosional dan Sosial Keluarga dengan Anak Down Syndrome: Studi Fenomenologi Winta Noviyana; Totok Wahyudi; Rovica Probowati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1219

Abstract

Pengasuhan anak dengan Down Syndrome memberikan dinamika dan tantangan psikososial yang kompleks bagi system keluarga, khususnya ibu sebagai pengasuh utama. Pemahaman mendalam mengenai proses adaptasi, dukungan keluarga, dan ketahanan pengasuhan sangat krusial dalam merancang intervensi keperawatan keluarga holistic. Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam pengalaman keluarga, proses adaptasi, bentuk dukungan, serta ketahanan psikososial ibu dalam merawat anak dengan Down Syndrome. Penelitian kualitatif deskriptif fenomenologi ini melibatkan 4 partisipan 2 keluarga yang memiliki anak Down Syndrome usia 9 dan 10 tahun di kota Surakarta. Pengumpulan data melalui wawancara mendalam (in-depth interview) hingga mencapai kejenuhan data (data saturation). Transkip analisis tematik dilakukan untuk mengekstrak tema-tema utama. Analisis tematik mengahsilkan empat tema utama, yaitu: (1) Proses adaptasi keluarga yang berkembang bertahap dari reaksi emosional awal (kejutan/kebingungan) menuju penerimaan realistis dan penyesuaian peran; (2) Dukungan berkelanjutan dalam mengoktimalkan tumbuh kembang serta kemandirian anak; (3) peran sentral dalam ikatan emosional ibu sebagai pengasuh utama (Primary Caregiver); serta (4) Ketahanan psikososial ibu dalam menghadapi beban pengasuhan, hambatan komunikasi, dan syigma lingkungan sosial. Adaptasi dan ketahanan keluarga dibangun melalui interaksi emosional yang solid, strategi coping berbasis spiritual, serta stimulasi berkelanjutan. Hasil penelitian ini merekomendasikan penerapan modul intervensi berbasis Family Centered Care (FCC) dalam praktik keperawatan anak dan komunitas.