cover
Contact Name
Fahrullah
Contact Email
bnjakys@gmail.com
Phone
+6285250916350
Journal Mail Official
bnjakys@gmail.com
Editorial Address
https://bnj.akys.ac.id/BNJ/about/editorialTeam
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Borneo Nursing Journal
ISSN : 26855054     EISSN : 26548453     DOI : https://doi.org/10.61878/bnj.
Core Subject : Health, Science,
Borneo Nursing Journal (BNJ) adalah jurnal yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun oleh Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Pontianak. Adapun ruang lingkup/topik dalam BNJ adalah bidang Keperawatan. Dalam setiap edisinya, BNJ menerbitkan minimal 5 naskah hasil penelitian dan satu artikel editorial notes. Penulis yang dapat mengirimkan artikel ke BNJ tidak dibatasi hanya pada tenaga pengajar Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda saja, tetapi penulis yang berasal dari perguruan tinggi lain pun dapat mengirimkan manuskrip. Setiap manuskrip yang masuk akan di-review oleh reviewer yang memiliki berbagai macam latar belakang keilmuan yang relevan dengan topik manuskrip.
Articles 1,420 Documents
Faktor Budaya Dan Pengetahuan Sebagai Determinan Stigma Tuberkulosis Pada Keluarga Kontak Undang Ruhimat; Siti Rohimah; Dedi Supriadi; Eli Kurniasih
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1467

Abstract

Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, dan keluarga yang tinggal serumah dengan pasien merupakan kelompok penting dalam deteksi dini. Pada kelompok ini, stigma dapat muncul bersama keterbatasan pengetahuan dan pola pengambilan keputusan di dalam keluarga, sehingga memengaruhi keterbukaan serta kesiapan untuk menjalani pemeriksaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pengetahuan, sikap, praktik, dan faktor budaya dengan stigma TB serta menentukan prediktor yang paling kuat pada keluarga kontak. Penelitian kuantitatif analitik dengan desain potong lintang melibatkan 331 keluarga kontak TB di Kabupaten Ciamis yang dipilih menggunakan proportional stratified random sampling berdasarkan wilayah kerja puskesmas. Data diperoleh melalui kuesioner pengetahuan, sikap, praktik, faktor budaya, dan stigma. Skor komposit dibentuk dengan Principal Component Analysis, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear berganda pada IBM SPSS Statistics versi 21. Rerata skor pengetahuan adalah 8,07±6,61; sikap 3,78±0,65; praktik 2,64±0,85; faktor budaya 2,77±0,77; dan stigma 2,82±0,88. Faktor budaya memiliki hubungan positif paling kuat dengan stigma (β=0,429; p<0,001), sedangkan pengetahuan berhubungan negatif (β=-0,174; p=0,001). Sikap dan praktik tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Model menjelaskan 23,8% variasi stigma (R²=0,238; p<0,001). Hasil ini menunjukkan bahwa upaya mengurangi stigma pada keluarga kontak perlu melampaui edukasi individual dengan memasukkan komunikasi keluarga dan pendekatan komunitas yang peka terhadap norma sosial-budaya. Kata kunci: faktor budaya, keluarga kontak, pengetahuan, stigma, tuberkulosis
Efektifitas Konsumsi Buah Naga Merah (Hylocereus Polyrhizus) dan Tablet Fe terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Paringin Ismawati Ismawati; Mahfuzhah Deswita Puteri; Shelly Rodliah Rosyad; Rr. Sri Nuriaty Masdiputri
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1469

Abstract

Anemia merupakan kondisi defisiensi eritrosit dan/atau hemoglobin di bawah nilai normal yang menginduksi gangguan transpor oksigen sistemik. Pada kehamilan, anemia meningkatkan risiko komplikasi berupa distosia, persalinan prematur, BBLR, serta berbagai dampak lainnya. Data studi pendahuluan menunjukkan prevalensi anemia maternal di Kabupaten Balangan tahun 2025 sebanyak 280 orang. Di wilayah kerja Puskesmas Paringin, proporsi tahunan mencapai 31,6% (64 orang). Periode Januari–Februari 2026 mencatat peningkatan menjadi 32,3% (11 orang). Studi ini bertujuan mengevaluasi efektivitas kombinasi buah naga merah yang dipadukan dengan tablet Fe dalam mendorong peningkatan kadar hemoglobin ibu hamil di Puskesmas Paringin. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan metode kuantitatif desain kuasi-eksperimental model Pretest-Posttest with Control Group. Populasi target mencakup seluruh ibu hamil di UPTD Puskesmas Paringin, Kabupaten Balangan, pada periode Juli 2026, dengan seleksi sampel dilakukan secara purposive. Data yang memenuhi asumsi normalitas dianalisis menggunakan Paired t-test untuk komparasi intrakelompok pada fase Pretest dan Independent t-test untuk komparasi antarkelompok pada fase Posttest, dengan ambang signifikansi < 0,05. Hasil analitik mengindikasikan bahwa intervensi kombinasi buah naga merah dan tablet Fe tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kadar hemoglobin ibu hamil.
Pengaruh Pijat Refleksi terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi Usia Dewasa di Wilayah Kerja Puskesmas Pandawangi Rihan Abda'u; Imam Subekti; Dyah Widodo; Marsaid Marsaid
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1471

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan utama yang Prevalensinya terus meningkat pada usia dewasa dan berpotensi menimbulkan komplikasi serius apabila tidak dikendalikan dengan baik. Selain terapi farmakologis, diperlukan upaya nonfarmakologis sebagai terapi pendamping untuk membantu mengontrol tekanan Darah. Salah satu terapi komplementer yang dapat digunakan adalah pijat refleksi. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh pijat refleksi terhadap penurunan tekanan Darah pada penderita hipertensi usia dewasa di wilayah kerja Puskesmas Pandanwangi Kota Malang pada bulan Desember 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatan Pretest dan Posttest with control group design. Sampel berjumlah 42 responden yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok intervensi yang mendapatkan pijat refleksi dan kelompok kontrol tanpa perlakuan. Tekanan Darah sistolik dan diastolik diukur sebelum dan sesudah perlakuan. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test untuk mengetahui perbedaan tekanan Darah Pre dan Post intervensi serta uji Mann–Whitney U untuk mengetahui perbedaan tekanan Darah Post intervensi antara dua kelompok. Hasil: penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan tekanan Darah sistolik dan diastolik pada kelompok intervensi setelah diberikan pijat refleksi dengan nilai p = 0,000 (< 0,05). Hasil uji Mann–Whitney U menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan tekanan Darah Posttest antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol p = 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan: Pjat refleksi berpengaruh signifikan terhadap penurunan tekanan Darah pada penderita hipertensi usia dewasa.
Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Kesiapsiagaan Masyarakat dalam Menghadapi Bencana Banjir di Daerah Lahan Basah pada Wilayah Kerja Kelurahan Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya Enjelika Sinta; Meilitha Carolina; Yelstria Ulina Tarigan
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1480

Abstract

Banjir merupakan bencana yang paling sering terjadi dan menjadi ancaman berulang bagi masyarakat di wilayah lahan basah. Kelurahan Kereng Bangkirai, Kota Palangka Raya, rentan terhadap banjir kiriman akibat karakteristik topografi dan kedekatannya dengan aliran sungai, sehingga masyarakat dituntut memiliki kesiapsiagaan yang baik guna mengurangi risiko dan dampak bencana. Tingkat pengetahuan masyarakat mengenai bencana banjir diduga menjadi salah satu faktor yang berhubungan dengan kesiapsiagaan tersebut. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana banjir di wilayah lahan basah pada wilayah kerja Kelurahan Kereng Bangkirai, Kota Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross–sectional. Sebanyak 92 responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner berbasis Google Form, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman Rank pada tingkat signifikansi α = 0,05. Sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kategori tinggi (66 responden; 71,7%) dan tingkat kesiapsiagaan kategori tinggi (45 responden; 48,9%). Uji Spearman Rank menunjukkan nilai p = 0,038 (p < 0,05) dengan koefisien korelasi r = –0,217, yang menunjukkan hubungan signifikan dengan kekuatan lemah dan arah negatif antara kedua variabel. Terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana banjir di lahan basah Kelurahan Kereng Bangkirai. Arah hubungan yang negatif mengindikasikan bahwa pengetahuan tinggi tidak selalu diikuti kesiapsiagaan tinggi, sehingga faktor lain seperti pengalaman, sikap, dan dukungan sosial diduga turut berperan dan perlu dikaji lebih lanjut.
Case Report: Kebutuhan Psikososial dan Kesiapan Pulang Pasien Dewasa Awal dengan Combustio 43% TBSA di Ruang GICU Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bandung Hana Zahra; Anastasia Anna; Efri Widianti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1483

Abstract

Pendahuluan: Luka bakar luas merupakan trauma serius yang tidak hanya berdampak pada kondisi fisik, tetapi juga menimbulkan permasalahan psikososial dengan prevalensi mencapai 28–75% pada penyintas. Selain itu, kesiapan pulang pasien luka bakar menjadi faktor krusial yang memengaruhi keberhasilan pemulihan jangka panjang di luar rumah sakit. Tujuan: Menggambarkan kondisi psikososial pada pasien dewasa muda dengan luka bakar luas dan kesiapan pasien untuk pulang. Metode: Laporan kasus ini menggunakan pendekatan deskriptif observasional. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, dan dokumentasi keperawatan selama 3 hari di GICU dan 5 hari di ruang rawat inap RSUD Kabupaten Bandung. Kerahasiaan identitas pasien dijaga dan informed consent telah diperoleh. Presentasi Kasus: Seorang laki-laki berusia 19 tahun, mengalami luka bakar derajat II seluas 43% TBSA akibat ledakan gas. Pasien tampak tidak menunjukkan gangguan citra tubuh, namun terdapat sejumlah tanda yang mengindikasikan kemungkinan fase denial pasca-trauma. Kondisi ini diduga dipengaruhi oleh norma maskulinitas dan tuntutan peran sebagai anak pertama yang mendorong pasien menyembunyikan kerentanan emosionalnya. Terkait kesiapan pulang, ditemukan kesenjangan pengetahuan yang tidak disadari, di mana pasien dan keluarga merasa informasinya sudah memadai namun belum memahami proses penyembuhan jangka panjang, perawatan area skin graft, pencegahan komplikasi, kebutuhan fisioterapi, perlindungan kulit pasca-luka bakar, serta kebutuhan psikososial pasien pasca-pemulangan. Kesimpulan: Kondisi psikososial pasien dewasa muda dengan luka bakar luas tidak selalu tampak dari luar dan dapat tersembunyi di balik mekanisme koping menghindar yang bersifat maladaptif. Identifikasi dini fase denial, pendekatan komunikasi yang sensitif terhadap konteks budaya dan gender, serta perencanaan edukasi komprehensif sebelum pemulangan merupakan komponen penting dalam asuhan keperawatan holistik pada pasien ini.
Persepsi Mahasiswa Kedokteran Sarjana terhadap Efektivitas Kinerja Dosen dalam Pembelajaran Laboratorium Keterampilan Klinis Nurita Aziza; Anton Komala; Rr Siti Rokhmah Projosasmito; Hajar Mar'atussholikah Supriyanto; Supriyanto Supriyanto; Salsabella Agis Suhana
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1485

Abstract

Laboratorium keterampilan klinis menjadi sarana utama bagi mahasiswa kedokteran untuk berlatih dan membangun kesiapan dalam mencapai kompetensi yang ditetapkan. Karena keterampilan klinis sulit dikuasai secara mandiri, bimbingan dan pengawasan dosen menjadi unsur yang tidak dapat dilepaskan dari proses pembelajaran ini. Salah satu tanggung jawab utama dosen adalah menyampaikan umpan balik yang membangun serta mengarahkan mahasiswa untuk merefleksikan keterampilan yang baru dipelajari, karena umpan balik yang berkualitas terbukti mendorong motivasi sekaligus pencapaian kompetensi mahasiswa. Meski demikian, cara mahasiswa memandang umpan balik dari dosen pada pembelajaran keterampilan klinis ternyata bervariasi; sejumlah mahasiswa menilai umpan balik yang mereka peroleh belum memadai. Penelitian ini disusun untuk mengkaji bagaimana mahasiswa kedokteran program sarjana memandang efektivitas kinerja dosen pada pembelajaran keterampilan klinis, dengan rancangan deskriptif kuantitatif melalui survei berbentuk kuesioner yang dianalisis secara univariat. Sebanyak 48 mahasiswa kedokteran angkatan 2024 menjadi subjek penelitian, dinilai menggunakan kuesioner tervalidasi yang mengukur kinerja didaktik dosen laboratorium keterampilan klinis pada tiga dimensi, yaitu keterampilan didaktik, keterampilan interpersonal-komunikasi, dan kondisi/strategi pembelajaran keterampilan. Temuan menunjukkan kinerja didaktik dosen berada pada kategori baik (rata-rata 4,4), sementara pemberian umpan balik konstruktif memperoleh nilai lebih rendah (rata-rata 3,5). Aspek keterampilan interpersonal-komunikasi serta kondisi/strategi pembelajaran sama-sama tercatat baik dengan rata-rata 4,6. Secara umum, dosen terbukti berkinerja baik dan efektif, tetapi seluruh instruktur tetap membutuhkan pelatihan agar umpan balik yang diberikan lebih spesifik, terstruktur, dan disampaikan dengan alokasi waktu yang memadai.
Profil Morbiditas dan Kerasionalan Peresepan Obat pada Populasi Maternal dan Pediatrik di Klinik Pratama Andi Mustika M. Haras; Ashan Ashan; Hajar Mar'atussholikah Supriyanto; Wafda Nur Awwaliyyah; Muhammad Haikal Rakhaily Ramadhani
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1487

Abstract

Kerasionalan peresepan obat di fasilitas kesehatan tingkat pertama menentukan keselamatan pasien, dan ibu hamil serta anak kecil termasuk kelompok yang paling rentan terhadap kesalahan peresepan. Penelitian ini bertujuan menggambarkan profil diagnosis dan mengevaluasi kerasionalan peresepan obat terhadap indikator Penggunaan Obat Rasional (POR) Kemenkes RI pada pasien maternal dan pediatrik di sebuah klinik pratama swasta periode 2022–2026. Penelitian observasional kuantitatif dengan desain retrospektif potong-lintang ini dilakukan mengikuti pedoman STROBE. Populasi diambil secara sensus sebanyak 43 rekam kunjungan maternal dan 10.262 rekam kunjungan pediatrik (0–5 tahun) periode Januari 2022–Agustus 2026 setelah pembersihan data. Hasil penelitian menunjukkan kunjungan maternal didominasi muntah pada kehamilan (O21.9, 30,2%) dan pengawasan kehamilan normal (Z34.x, 23,3%). Kunjungan pediatrik didominasi Common cold (J00, 26,7%) dan ISPA atas akut tak spesifik (J06.9, 15,4%). Dari empat indikator inti POR, klinik melampaui ambang batas untuk rerata item obat per resep pada anak (2,95 vs ≤ 2,60) dan penggunaan puyer pada anak (37,4% vs ≤ 20,0%), sementara peresepan antibiotik pada ISPA non-pneumonia (13,0%) dan sediaan injeksi rawat jalan (1,18%) berada dalam atau mendekati standar. Temuan lain menunjukkan 58,5% puyer ISPA non-pneumonia mengandung kortikosteroid oral, dan hanya 48,9% kasus gastroenteritis akut yang menerima kombinasi zinc dan rehidrasi oral sesuai anjuran. Pola peresepan klinik menunjukkan hasil bercampur, di mana pengendalian antibiotik relatif baik namun sediaan puyer berkortikosteroid dan kepatuhan protokol diare menjadi sasaran prioritas perbaikan mutu.
Penerapan Kompres Jahe Hangat pada Lansia dengan Masalah Nyeri Kronis di Satuan Pelayanan Griya Lansia Garut: Laporan Kasus Tsalwa Nurhafizah Maulida; Nina Sumarni; Witdiawati Witdiawati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1499

Abstract

Pendahuluan: Lansia merupakan kelompok usia yang rentang mengalami penyakit degeneratif, salah satunya asam urat yang dapat menyebabkan nyeri kronis dan menurunkan kualitas hidup. Penatalaksanaan nyeri kronis pada lansia tidak hanya menggunakan terapi farmakologis, tetapi juga dilakukan melalui intervensi non farmakologis seperti kompres jahe hangat. Tujuan: Mengetahui penerapan kompres jahe hangat terhadap penurunan nyeri kronis pada lansia dengan nyeri kronis. Metode: Penelitian ini menggunakan metode laporan kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan pada seorang lansia perempuan berusia 78 tahun dengan diagnosa nyeri kronis di Griya Lansia Garut. Pengukuran intensitas nyeri menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Intervensi berupa kompres jahe hangat yang diberikan sebanyak 6 kali pada 14-19 Januari 2026 dengan durasi 15-30 menit setiap sesi. Hasil: Terdapat penurunan skala nyeri dari 5/10 menjadi 3/10 setelah dilakukan intervensi. Klien juga mengatakan tubuh terasa lebih nyaman, nyeri sendi pada malam hari berkurang, serta kualitas tidur menjadi lebih baik. Selain itu, setelah diberikan edukasi dan demonstrasi, klien mampu memahami serta melakukan kompres jahe hangat secara mandiri. Simpulan: Penerapan kompres jahe hangat dapat membantu menurunkan intensitas nyeri kronis dan meningkatkan kenyamanan pada lansia dengan nyeri sendi ataupun riwayat asam urat. Intervensi ini dapat dijadikan alternatif terapi non farmakologis yang sederhana, aman, dan mudah diterapkan pada pelayanan keperawatan gerontik.
Pengetahuan, Beban Kerja, Kendala Teknis dan Dukungan Manajerial Berhubungan dengan Pemanfaatan Rekam Medis Elektronik Sri Andriyani; Achir Yani S. Hamid; Yustan Azidin
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1511

Abstract

Transformasi layanan kesehatan digital di Indonesia mewajibkan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan menerapkan Rekam Medis Elektronik (RME). Meskipun demikian, implementasinya masih menghadapi berbagai kendala sehingga pemanfaatannya kurang optimal. Penelitian ini mengetahui hubungan pengetahuan perawat, beban kerja, kendala teknis, dan dukungan manajerial terhadap pemanfaatan RME di rumah sakit. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional dan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel mengguakan total sampling dengan jumlah responden adalah 136 perawat rawat inap di RS X. Instrumen menggunakan kuesioner HOT-Fit, dilakukan analisis univariat, bivariat (Chi-Square), dan multivariat (Regresi logistik berganda). Analisis univariat menunjukkan bahwa pengetahuan, beban kerja, kendala teknis, dukungan manajerial dan pemanfaatan RME berada pada kategori sedang. Analisis bivariat menunjukkan bahwa pengetahuan, beban kerja, kendala teknis, dukungan manajerial masing-masing memiliki hubungan dengan pemanfaatan RME (p < 0,05). Analisis multivariat menunjukkan beban kerja sebagai variabel paling dominan yang memengaruhi pemanfaatan RME. Kesimpulanya, pemanfaatan RME di RS X berada pada tingkat sedang. Pengetahuan perawat, beban kerja, kendala teknis, dan dukugan manajerial berhubungan signifikan dengan pemanfaatan RME, beban kerja merupakan faktor yang paling dominan memengaruhi pemanfaatan RME. Oleh karena itu, optimalisasi pemanfaatan RME memerlukan pengelolan beban kerja yang proporsional, didukung peningkatan kompetensi pengguna, infrastruktur teknologi, dan komitmen manajemen rumah sakit.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penyebaran HIV-AIDS pada Komunitas Gay, Biseksual dan Waria di Kota Palangka Raya Delijo Delijo; Eva Prilelli Baringbing; Riska Ovany
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1513

Abstract

Latar Belakang: HIV-AIDS masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius, terutama pada komunitas gay, biseksual, dan waria sebagai populasi kunci yang memiliki risiko lebih tinggi tertular HIV. Pengetahuan, perilaku seksual berisiko, penggunaan kondom, teman sebaya, dan stigma diduga mempengaruhi dengan Penyebaran HIV-AIDS. Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi terhadap Penyebaran HIV-AIDS pada komunitas Gay, Biseksual dan Waria di Kota Palangka Raya. Metode: Menggunakan kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 68 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Terdapat pengaruh antara pengetahuan (P-value = 0,000 < 0,05), perilaku seksual berisiko (P-value = 0,000 < 0,05), dan stigma (P-value = 0,000 < 0,05) dengan Penyebaran HIV-AIDS. Penggunaan kondom (P-value = 0,715) dan teman sebaya (P-value = 0,841) tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Kesimpulan: Pengetahuan, perilaku seksual berisiko, dan stigma mempengaruhi dengan penyebaran HIV-AIDS, sedangkan penggunaan kondom dan teman sebaya tidak mempengaruhi. Edukasi kesehatan, promosi perilaku seksual yang aman, peningkatan pemeriksaan HIV, konseling, pemberdayaan komunitas, serta pengurangan stigma perlu ditingkatkan untuk mencegah penularan HIV-AIDS dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat berisiko. Penelitian ini diharapkan menjadi dasar bagi PKBI, tenaga kesehatan, dan pemerintah daerah dalam menyusun program pencegahan yang lebih efektif, meningkatkan akses edukasi, skrining, pendampingan, serta pelayanan kesehatan yang ramah bagi populasi kunci sehingga angka Penyebaran HIV-AIDS dapat ditekan secara berkelanjutan melalui kolaborasi lintas sektor dan partisipasi aktif masyarakat serta evaluasi program secara berkala dan berkesinambungan.