cover
Contact Name
Fahrullah
Contact Email
bnjakys@gmail.com
Phone
+6285250916350
Journal Mail Official
bnjakys@gmail.com
Editorial Address
https://bnj.akys.ac.id/BNJ/about/editorialTeam
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Borneo Nursing Journal
ISSN : 26855054     EISSN : 26548453     DOI : https://doi.org/10.61878/bnj.
Core Subject : Health, Science,
Borneo Nursing Journal (BNJ) adalah jurnal yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun oleh Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Pontianak. Adapun ruang lingkup/topik dalam BNJ adalah bidang Keperawatan. Dalam setiap edisinya, BNJ menerbitkan minimal 5 naskah hasil penelitian dan satu artikel editorial notes. Penulis yang dapat mengirimkan artikel ke BNJ tidak dibatasi hanya pada tenaga pengajar Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda saja, tetapi penulis yang berasal dari perguruan tinggi lain pun dapat mengirimkan manuskrip. Setiap manuskrip yang masuk akan di-review oleh reviewer yang memiliki berbagai macam latar belakang keilmuan yang relevan dengan topik manuskrip.
Articles 1,420 Documents
Hubungan Pengetahuan Dan Kebiasaan Sarapan Dengan Kejadian Dispepsia Pada Siswa Kelas VIII Di SMPN 8 Palangka Raya Melisa Frisilia; Merry Delyka; Aditya Marsela Putri
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1557

Abstract

Dispepsia merupakan salah satu gangguan saluran cerna yang seringdialami remaja dan berkaitan dengan pola makan yang tidak teratur, terutama kebiasaantidak sarapan. Berdasarkan Badan Pusat Statistik Kota Palangka Raya tahun 2025, terdapat2.608 kasus dispepsia pada tahun 2024 yang termasuk dalam 10 penyakit terbanyak. DataUPTD Puskesmas Menteng menunjukkan 1.510 kasus dispepsia dan gastritis pada tahun2024 serta 1.486 kasus pada tahun 2025.Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pengetahuan dan kebiasaan sarapandengan kejadian dispepsia pada siswa kelas VIII SMPN 8 Palangka Raya.Metode: Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional melaluipendekatan cross-sectional. Populasi berjumlah 361 siswa dengan sampel sebanyak 190responden yang dipilih menggunakan teknik proportionate random sampling. Datadikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat serta bivariatmenggunakan uji Chi-Square.Hasil: Sebagian besar responden memiliki pengetahuan kategori cukup (47,9%), kebiasaansarapan kategori sedang (54,7%), dan mengalami dispepsia (80,0%). Analisis bivariatmenunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan kejadiandispepsia (p=0,000) serta kebiasaan sarapan dengan kejadian dispepsia (p=0,008).Kesimpulan: Pengetahuan dan kebiasaan sarapan berhubungan secara signifikan dengankejadian dispepsia pada siswa kelas VIII SMPN 8 Palangka Raya. Peningkatan edukasi gizi,pembiasaan sarapan sehat, dukungan orang tua, serta program promosi kesehatan di sekolahperlu dilakukan secara berkelanjutan untuk meningkatkan perilaku sarapan sehat, mencegahkejadian dispepsia, dan meningkatkan derajat kesehatan remaja.
Hubungan Kebiasaan Mendengarkan Musik Dengan Tingkat Konsentrasi Mahasiswa Tingkat III S1 Keperawatan Dalam Penyelesaian Tugas Laporan Asuhan Keperawatan Di Universitas Eka Harap Audy Sylvani; Dwi Agustin Faruk Ibrahim; Nia Pristina
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1564

Abstract

Kemampuan konsentrasi menjadi faktor penting bagi mahasiswa keperawatan dalam menyusunlaporan asuhan keperawatan yang kompleks, namun observasi pada mahasiswa tingkat III A S1Keperawatan Universitas Eka Harap menemukan sejumlah mahasiswa pernah terlambatmengumpulkan tugas tersebut, sebagian bahkan lebih dari satu kali, dan survei pendahuluan pada 6mahasiswa menunjukkan 50% terkadang kehilangan konsentrasi serta 83,3% sulit mempertahankankonsentrasi dalam waktu lama. Mendengarkan musik menjadi kebiasaan umum mahasiswa untukmenciptakan suasana belajar nyaman dan menurunkan stres, meskipun pengaruhnya terhadapkonsentrasi dapat berbeda-beda sesuai jenis musik dan karakteristik individu. Penelitian inibertujuan mengetahui hubungan kebiasaan mendengarkan musik dengan tingkat konsentrasimahasiswa tingkat III S1 Keperawatan dalam penyelesaian tugas laporan asuhan keperawatan diUniversitas Eka Harap, menggunakan desain korelasional dengan pendekatan cross sectional.Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa tingkat III A berjumlah 59 orang, dengan sampel 51responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakankuesioner kebiasaan mendengarkan musik dan kuesioner tingkat konsentrasi, kemudian dianalisismenggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil uji menunjukkan nilai p value = 0,032 (p<0,05)dengan koefisien korelasi r = 0,300, yang berarti terdapat hubungan signifikan antara kebiasaanmendengarkan musik dengan tingkat konsentrasi mahasiswa, dengan kekuatan hubungan rendahdan arah positif. Kebiasaan mendengarkan musik mahasiswa sebagian besar berada pada kategorisedang (27 responden, 52,9%), sedangkan tingkat konsentrasi sebagian besar berada pada kategoritinggi (32 responden, 62,7%). Mahasiswa disarankan menerapkan kebiasaan mendengarkan musikyang sesuai sebagai salah satu strategi pendukung konsentrasi selama mengerjakan tugas laporanasuhan keperawatan.
Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Merokok Kepala Keluarga Dengan Kejadian Hipertensi Di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Pahandut Kota Palangka Raya Yakub Pebrianto; Melisa Frisilia; Merry Delyka
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1566

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang masih menjadimasalah kesehatan masyarakat karena prevalensinya terus meningkat setiap tahun. Salah satufaktor risiko yang dapat menyebabkan hipertensi adalah kebiasaan merokok. Pengetahuan dansikap terhadap bahaya merokok merupakan faktor yang dapat memengaruhi perilaku seseorangdalam mencegah terjadinya hipertensi. Namun, masih banyak kepala keluarga yang memilikikebiasaan merokok sehingga berpotensi meningkatkan risiko terjadinya hipertensi. Oleh karenaitu, diperlukan penelitian mengenai hubungan pengetahuan dan sikap merokok kepala keluargadengan kejadian hipertensi.Tujuan: untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap merokok kepala keluarga dengankejadian hipertensi di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Pahandut Kota Palangka Raya.Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan crosssectional. Populasi penelitian adalah seluruh kepala keluarga di Wilayah Kerja UPTDPuskesmas Pahandut Kota Palangka Raya. Sampel penelitian berjumlah 100 responden yangdipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakankuesioner dan pengukuran tekanan darah, sedangkan analisis data menggunakan uji Chi-Square.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden yang memiliki pengetahuanbaik sebanyak 60,0%, sikap baik sebanyak 42,0%, dan responden yang mengalami hipertensisebanyak 48,0%. Hasil uji Chi-Square menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antarapengetahuan dengan kejadian hipertensi (p = 0,769 > 0,05), sedangkan terdapat hubungan yangsignifikan antara sikap merokok kepala keluarga dengan kejadian hipertensi (p = 0,000 < 0,05).Kesimpulan: Pengetahuan tentang bahaya merokok tidak berhubungan dengan kejadianhipertensi, sedangkan sikap merokok kepala keluarga berhubungan dengan kejadian hipertensi.Oleh karena itu, diperlukan upaya promosi kesehatan yang berkesinambungan melaluipenyuluhan dan edukasi mengenai bahaya merokok untuk meningkatkan sikap positif sertamendorong penerapan perilaku hidup sehat sebagai upaya pencegahan hipertensi.
Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Tentang Personal Hygiene Dengan Kejadian Keputihan Pada Remaja Putri Di SMKN 1 Palangka Raya Riska; Melisa Frisilia; Merry Delyaka
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1572

Abstract

Keputihan (fluor albus) merupakan keluarnya cairan dari vagina yang dapatbersifat fisiologis maupun patologis dan banyak dialami perempuan, terutama pada masa remajaakibat perubahan hormonal. Di Indonesia diperkirakan lebih dari 50 juta perempuan pernahmengalami keputihan, termasuk sekitar 15 juta remaja putri usia 15–24 tahun. Tingginya kejadiantersebut berkaitan dengan rendahnya edukasi kesehatan reproduksi, khususnya mengenaipengetahuan dan sikap tentang personal hygiene, sehingga dapat meningkatkan risiko terjadinyakeputihan patologis. Oleh karena itu, diperlukan penelitian untuk mengetahui hubunganpengetahuan dan sikap tentang personal hygiene dengan kejadian keputihan pada remaja putri.Tujuan: Mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap tentang personal hygiene dengan kejadiankeputihan pada remaja putri di SMKN 1 Palangka Raya.Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 88 remaja putri dengan teknik total sampling. Datadikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat serta bivariat menggunakanuji Likelihood Ratio.Hasil: Sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik sebanyak 54 responden (61,4%),sikap baik sebanyak 60 responden (68,2%), dan mengalami keputihan fisiologis sebanyak 55responden (62,5%). Hasil uji Likelihood Ratio menunjukkan terdapat hubungan yang signifikanantara pengetahuan tentang personal hygiene dengan kejadian keputihan (p=0,000<α=0,05) sertaantara sikap tentang personal hygiene dengan kejadian keputihan (p=0,000<α=0,05).Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap tentang personalhygiene dengan kejadian keputihan pada remaja putri di SMKN 1 Palangka Raya. Peningkatanedukasi mengenai personal hygiene melalui kerja sama sekolah, tenaga kesehatan, dan orang tuadiharapkan dapat meningkatkan perilaku hidup bersih serta mencegah terjadinya keputihanpatologis pada remaja putri.
Hubungan Kebiasaan Konsumsi Minuman Berpemanis Dengan Peningkatan Kadar Glukosa Darah Sewaktu Di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Eka Harap Gusti Aji Mahendra; Eva Prilelli Baringbing; Riska Ovany
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1575

Abstract

Konsumsi minuman berpemanis merupakan sumber gula tambahan yang mudahdiperoleh dan banyak dikonsumsi dewasa muda. Gula dalam bentuk cair diserap dengan cepatsehingga paparan berulang dapat berkaitan dengan perubahan homeostasis glukosa. Bukti lokalmengenai hubungan konsumsi minuman berpemanis dengan kadar glukosa darah sewaktu padamahasiswa Universitas Eka Harap masih terbatas.Tujuan: Menganalisis hubungan kebiasaan konsumsi minuman berpemanis dengan kadarglukosa darah sewaktu pada mahasiswa Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Eka Harap.Metode: Penelitian kuantitatif analitik korelasional ini menggunakan desain cross-sectional.Sebanyak 82 responden diikutsertakan melalui total sampling. Konsumsi 12 jenis minumanberpemanis selama satu bulan terakhir diukur menggunakan Semi-Quantitative Food FrequencyQuestionnaire (SQ-FFQ), sedangkan glukosa darah sewaktu diperiksa menggunakan glukometer.Analisis meliputi analisis univariat, uji normalitas, dan korelasi Rank Spearman.Hasil: Seluruh responden termasuk kategori konsumsi rendah berdasarkan kriteria penelitian.Skor konsumsi memiliki median 23,00, rentang 0–114, dan IQR 40,75. Nilai glukosa darahsewaktu berada pada rentang 73–154 mg/dL dengan rata-rata 106,52 mg/dL; tidak ada respondenmencapai 200 mg/dL. Uji Rank Spearman menunjukkan asosiasi positif yang signifikan dengankekuatan sedang antara skor konsumsi minuman berpemanis dan nilai glukosa darah sewaktu(rho = 0,410; p < 0,001).Kesimpulan: Kebiasaan konsumsi minuman berpemanis berasosiasi positif secara signifikandengan kadar glukosa darah sewaktu. Temuan ini tidak membuktikan hubungan sebab-akibat danmendukung edukasi pembatasan gula serta pemilihan minuman yang lebih sehat di lingkungankampus
Analisis Sikap Remaja Dengan Pemberian Edukasi Basic Life Support Melalui Media Audiovisual Di Sman 9 Banjarmasin Cenny Kiantoro; Bagus Rahmat Santoso; Dede Mahdiyah; Dwi Sogi Sri Redjeki
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1580

Abstract

Basic Life Support (BLS) merupakan tindakan pertolongan pertama yang penting untuk meningkatkan peluang keselamatan korban henti jantung. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh edukasi BLS melalui media audiovisual terhadap sikap remaja di SMAN 9 Banjarmasin. Penelitian kuantitatif dengan desain one group pretest-posttest dilakukan pada 67 siswa yang dipilih menggunakan proportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner sikap dan dianalisis dengan uji Wilcoxon. Hasil menunjukkan bahwa sikap baik meningkat dari 3 responden (4,5%) sebelum edukasi menjadi 49 responden (73,1%) setelah edukasi. Uji Wilcoxon memperoleh nilai p=0,000 (p<0,05), yang menunjukkan adanya perbedaan signifikan. Disimpulkan bahwa edukasi BLS melalui media audiovisual berpengaruh signifikan dalam meningkatkan sikap remaja di SMAN 9 Banjarmasin
Hubungan Cervical Cancer Awareness Terhadap Keikutsertaan Dalam Melakukan Imunisasi HPV Pada Siswi Di SMP Negeri 5 Malang Valin Novita Putri; Endah Kamila Mas'udah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1594

Abstract

Kanker serviks merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi utama pada perempuan yangsebagian besar disebabkan oleh infeksi Human Papillomavirus (HPV). Upaya pencegahan primermelalui imunisasi HPV telah direkomendasikan pada remaja putri, namun tingkat keikutsertaan masihbervariasi dan diduga dipengaruhi oleh tingkat cervical cancer awareness. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui hubungan cervical cancer awareness dengan keikutsertaan dalam melakukanimunisasi HPV pada siswi di SMP Negeri 5 Malang. Penelitian menggunakan desain analitikobservasional dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah sampel 203 responden yang dipilihmenggunakan teknik stratified cluster sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukurkomponen cervical cancer awareness serta status keikutsertaan imunisasi HPV. Analisis datadilakukan menggunakan uji Chi-square dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Dengan hasil akhir0,000596, nilai tersebut lebih kecil dari α = 0,05 sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Penelitian inidiharapkan memberikan gambaran mengenai peran awareness dalam perilaku pencegahan kankerserviks serta menjadi dasar penguatan program edukasi kesehatan reproduksi dan imunisasi HPVberbasis sekolah.
Hubungan Kunjungan Anc Pada Periode 1000 HPK Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Usia 24–59 Bulan Sri Ramadhani Fitri
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di Kabupaten Pesisir Selatan. Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis yang dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor sejak masa kehamilan hingga awal kehidupan anak. Periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) merupakan periode penting dalam pencegahan stunting, salah satunya melalui pelayanan Antenatal Care (ANC). Kunjungan ANC memberikan kesempatan kepada ibu untuk memperoleh pemantauan kesehatan, pemeriksaan ibu dan janin, konseling gizi, suplementasi, serta deteksi dini faktor risiko kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kunjungan ANC pada periode 1.000 HPK dengan kejadian stunting pada anak usia 24–59 bulan di Kabupaten Pesisir Selatan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain observasional analitik dan rancangan cross-sectional. Jumlah responden sebanyak 104 orang yang memiliki anak usia 24–59 bulan. Variabel independen adalah kunjungan ANC selama kehamilan, sedangkan variabel dependen adalah kejadian stunting. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 29 anak (27,9%) mengalami stunting dan 75 anak (72,1%) tidak mengalami stunting. Responden dengan kunjungan ANC tidak sesuai standar sebanyak 56 orang (49,4%), sedangkan yang sesuai standar sebanyak 48 orang (50,6%). Pada kelompok kunjungan ANC tidak sesuai standar, terdapat 23 anak (41,1%) mengalami stunting, sedangkan pada kelompok kunjungan ANC sesuai standar terdapat 6 anak (12,5%) mengalami stunting. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kunjungan ANC dengan kejadian stunting dengan p-value = 0,003. Nilai OR = 4,879 (95% CI: 1,781–13,362) menunjukkan bahwa responden dengan kunjungan ANC tidak sesuai standar memiliki peluang 4,879 kali lebih besar memiliki anak stunting dibandingkan dengan kunjungan ANC sesuai standar. Terdapat hubungan signifikan antara kunjungan ANC pada periode 1.000 HPK dengan kejadian stunting pada anak usia 24–59 bulan di Kabupaten Pesisir Selatan. Penguatan pelayanan ANC sejak trimester pertama diperlukan sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting.
Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Imunisasi Dasar Terhadap Kelengkapan Imunisasi Pada Anak Di Posyandu Desi Yolinda Mooduto; Aloysia Ispriantari
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1608

Abstract

Imunisasi dasar merupakan salah satu upaya preventif yang penting dalammemberikan perlindungan kepada anak dari berbagai penyakit yang dapat dicegah denganimunisasi. Kelengkapan imunisasi anak berkaitan dengan berbagai faktor, salah satunyapengetahuan ibu mengenai manfaat, jenis, jadwal, dan pentingnya pemberian imunisasisecara lengkap.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentangimunisasi dasar dengan kelengkapan imunisasi pada anak di Posyandu wilayah kerjaPuskesmas Bonepantai Kabupaten Bone Bolango.Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 60 ibu yang memiliki anak sasaran imunisasi dasardengan teknik purposive sampling. Data pengetahuan ibu diperoleh melalui kuesioner,sedangkan kelengkapan imunisasi anak dinilai berdasarkan buku KIA, kartu imunisasi, ataucatatan pelayanan imunisasi. Analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkandistribusi masing-masing variabel dan analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square dengantingkat kemaknaan α = 0,05.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 25 responden (41,7%) memiliki pengetahuanbaik, 20 responden (33,3%) memiliki pengetahuan cukup, dan 15 responden (25,0%)memiliki pengetahuan kurang. Sebanyak 42 anak (70,0%) memiliki imunisasi lengkap,sedangkan 18 anak (30,0%) memiliki imunisasi tidak lengkap. Pada kelompok ibu denganpengetahuan baik, 22 anak (88,0%) memiliki imunisasi lengkap, sedangkan pada kelompokpengetahuan kurang hanya 6 anak (40,0%) yang memiliki imunisasi lengkap. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,006 (p &lt; 0,05).Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu tentang imunisasidasar dengan kelengkapan imunisasi pada anak di Posyandu wilayah kerja PuskesmasBonepantai Kabupaten Bone Bolango. Peningkatan edukasi melalui Posyandu diperlukanuntuk meningkatkan pemahaman ibu mengenai imunisasi dasar dan mendukung kelengkapanimunisasi anak.
Hubungan Dukungan Sosial Teman Sebaya Dengan Tingkat Stres Pada Mahasiswa Tingkat Akhir Program Studi S1 Keperawatan Tingkat IV A Dan B Dalam Penyusunan Skripsi Di Universitas Eka Harap Ninindra Falensia; Vina Agustina; Wenna Araya
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1613

Abstract

Penyusunan skripsi merupakan salah satu syarat kelulusan yang sering menimbulkan stres padamahasiswa tingkat akhir akibat berbagai tuntutan akademik, seperti revisi berulang, kesulitan memperolehreferensi, keterbatasan waktu, dan tekanan untuk segera menyelesaikan studi, sedangkan salah satu faktoryang diduga dapat membantu menurunkan tingkat stres tersebut adalah dukungan sosial teman sebayamelalui dukungan emosional, informasional, penghargaan, dan bantuan nyata. Penelitian ini bertujuanmengetahui hubungan antara dukungan sosial teman sebaya dengan tingkat stres pada mahasiswa tingkatakhir Program Studi S1 Keperawatan Tingkat IV A dan B dalam penyusunan skripsi di Universitas EkaHarap, menggunakan desain penelitian korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasipenelitian adalah 85 mahasiswa tingkat IV A dan B Program Studi S1 Keperawatan Universitas EkaHarap, dengan sampel sebanyak 76 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling.Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dukungan sosial teman sebaya dan kuesioner DepressionAnxiety Stress Scale (DASS-42), kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil ujimenunjukkan nilai p value = 0,036 (p&lt;0,05) dengan koefisien korelasi r = -0,240, yang berarti terdapathubungan signifikan antara dukungan sosial teman sebaya dengan tingkat stres mahasiswa, dengankekuatan hubungan rendah dan arah negatif. Dukungan sosial teman sebaya mahasiswa sebagian besarberada pada kategori baik (63 responden, 82,9%), sedangkan tingkat stres sebagian besar berada padakategori normal (36 responden, 47,4%). Mahasiswa disarankan membangun dan mempertahankanhubungan positif dengan teman sebaya sebagai salah satu strategi untuk membantu mengurangi tingkatstres selama proses penyusunan skripsi.