cover
Contact Name
Fahrullah
Contact Email
bnjakys@gmail.com
Phone
+6285250916350
Journal Mail Official
bnjakys@gmail.com
Editorial Address
https://bnj.akys.ac.id/BNJ/about/editorialTeam
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Borneo Nursing Journal
ISSN : 26855054     EISSN : 26548453     DOI : https://doi.org/10.61878/bnj.
Core Subject : Health, Science,
Borneo Nursing Journal (BNJ) adalah jurnal yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun oleh Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Pontianak. Adapun ruang lingkup/topik dalam BNJ adalah bidang Keperawatan. Dalam setiap edisinya, BNJ menerbitkan minimal 5 naskah hasil penelitian dan satu artikel editorial notes. Penulis yang dapat mengirimkan artikel ke BNJ tidak dibatasi hanya pada tenaga pengajar Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda saja, tetapi penulis yang berasal dari perguruan tinggi lain pun dapat mengirimkan manuskrip. Setiap manuskrip yang masuk akan di-review oleh reviewer yang memiliki berbagai macam latar belakang keilmuan yang relevan dengan topik manuskrip.
Articles 1,420 Documents
Hubungan Antara Beban Kerja Dan Usia Terhadap Keluhan Nyeri Leher Pada Pekerja Refi Juniati; Fitri Yani; Muhammad Ali Jafar
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1521

Abstract

Pekerjaan menjahit memiliki karakteristik posisi duduk statis dalam waktu lama, gerakan tangan yangberulang, serta posisi kepala dan leher yang cenderung menunduk sehingga berpotensimeningkatkan beban pada sistem muskuloskeletal dan menimbulkan keluhan nyeri leher padapekerja. Studi pendahuluan di PT Bintang Korindo Abadi Jaya menunjukkan bahwa pekerja bagianpenjahitan bekerja sekitar 8 jam per hari dengan rentang usia 20-50 tahun serta adanya kemungkinankeluhan nyeri pada leher dan bahu selama maupun setelah bekerja. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui hubungan antara beban kerja dan usia terhadap keluhan nyeri leher pada pekerjapenjahit di PT Bintang Korindo Abadi Jaya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif denganpendekatan observasional analitik dan desain korelasional cross-sectional. Sampel penelitianberjumlah 50 pekerja penjahit yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Beban kerja diukurmenggunakan Physical Workload Questionnaire (PWQ) yang terdiri dari 26 item, sedangkan keluhannyeri leher diukur menggunakan Neck Disability Index (NDI) yang terdiri dari 10 item dengan skor 0-50. Analisis hubungan antarvariabel dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson untuk data yangberdistribusi normal dan uji korelasi Spearman untuk data yang tidak berdistribusi normal. Hasilpenelitian menunjukkan mayoritas responden berjenis kelamin perempuan (94%) dan berusia 18-44tahun (92%). Sebanyak 82% responden memiliki beban kerja kategori sedang dan 94% mengalamikeluhan nyeri leher kategori rendah. Hasil uji korelasi menunjukkan tidak terdapat hubungan yangsignifikan antara beban kerja dengan keluhan nyeri leher (r=0,135; p>0,05) maupun antara usiadengan keluhan nyeri leher (r=0,074; p>0,05). Kesimpulannya, beban kerja dan usia tidak memilikihubungan yang signifikan dengan keluhan nyeri leher pada pekerja penjahit di PT Bintang KorindoAbadi Jaya.
Hubungan Durasi Penggunaan Gadget Dan Postur Terhadap Keluhan Nyeri Leher Pada Anak SMA Di MAN 1 Sleman Merche Claudhya; Nindha Prabaningrum; Wika Yuniarwati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1523

Abstract

Latar Belakang: Penggunaan gadget pada remaja semakinmeningkat seiring perkembangan teknologi dan kebutuhan pembelajaran digital.Penggunaan gadget dalam durasi yang lama serta postur tubuh yang kurang ergonomisdapat menyebabkan ketegangan otot leher dan berpotensi menimbulkan keluhan nyerileher. Hasil penelitian mengenai hubungan durasi penggunaan gadget dan posturterhadap keluhan nyeri leher masih menunjukkan hasil yang berbeda-beda. Tujuanpenelitian: Mengetahui hubungan durasi penggunaan gadget dan postur terhadapkeluhan nyeri leher pada siswa MAN 1 Sleman. Metode: Penelitian ini menggunakandesain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitianberjumlah 86 siswa MAN 1 Sleman yang dipilih menggunakan teknik purposivesampling. Variabel penelitian meliputi durasi penggunaan gadget postur penggunaangadget, dan keluhan nyeri leher. Pengukuran postur dilakukan menggunakan aplikasiFisio Master dengan analisis Rapid Upper Limb Assessment (RULA), sedangkankeluhan nyeri leher diukur menggunakan Neck Disability Index (NDI). Analisis datamenggunakan uji statistik Spearman Rank. Hasil: Hasil penelitian menunjukkanbahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara durasi penggunaan gadgetdengan keluhan nyeri leher pada siswa MAN 1 Sleman dengan nilai p>0,05. Selainitu, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara postur penggunaan gadget dengankeluhan nyeri leher dengan nilai p>0,05. Hal ini menunjukkan bahwa durasipenggunaan gadget dan postur penggunaan gadget tidak berhubungan secarasignifikan terhadap keluhan nyeri leher pada responden penelitian. Kesimpulan:.Tidak terdapat hubungan antara durasi penggunaan gadget dan postur penggunaangadget terhadap keluhan nyeri leher pada siswa MAN 1 Sleman. Keluhan nyeri leherpada siswa kemungkinan dipengaruhi oleh faktor lain di luar variabel penelitian,seperti aktivitas fisik, kebiasaan olahraga, kualitas istirahat, dan faktor ergonomilainnya. Saran: Penelitian selanjutnya diharapkan dapat meneliti faktor-faktor lainyang memengaruhi keluhan nyeri leher pada remaja serta menggunakan jumlah sampelyang lebih besar agar hasil penelitian lebih optimal.
Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Pemberian ASI Eksklusif Dengan Kejadian ISPA Pada Balita Di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Kayon Kota Palangka Raya Teguh Alfriadi; Melisa Frisilia; Merry Delyka
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1525

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyakit yang kerapterjadi pada balita dan masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan, termasuk diwilayah kerja UPTD Puskesmas Kayon, Kota Palangka Raya. Salah satu faktor yang didugaberhubungan dengan kejadian ISPA adalah pengetahuan ibu mengenai ASI eksklusif. Pengetahuantersebut berpotensi memengaruhi praktik pemberian ASI kepada bayi. ASI eksklusif mengandungberbagai zat gizi dan komponen imunologis yang berperan penting dalam mendukung sistemkekebalan tubuh balita, sehingga mampu memberikan perlindungan dari berbagai penyakit infeksi,termasuk ISPA.Tujuan: Untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang ASI eksklusif dengan kejadian ISPApada balita di wilayah kerja UPTD Puskesmas Kayon Kota Palangka Raya.Metode: Metode penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 97responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukanmenggunakan kuesioner pengetahuan ASI eksklusif dan kejadian ISPA. Analisis data dilakukansecara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05.Hasil: Penelitian ini menunjukan hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p-value = 0,001 (p < 0,05),sehingga H₀ ditolak dan H₁ diterima. Hal ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antarapengetahuan ibu tentang ASI eksklusif dengan kejadian ISPA pada balita di wilayah kerja UPTDPuskesmas Kayon Kota Palangka Raya.Kesimpulan: Dalam penelitian ini terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu tentangASI eksklusif dengan kejadian ISPA pada balita di wilayah kerja UPTD Puskesmas Kayon KotaPalangka Raya. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan ilmukesehatan masyarakat, menjadi masukan bagi UPTD Puskesmas Kayon Kota Palangka Raya untukmeningkatkan edukasi dan promosi mengenai ASI eksklusif, serta meningkatkan pengetahuanmasyarakat sebagai upaya pencegahan ISPA pada balita.
Analisis Pemanfaatan Data Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM) dalam Perencanaan Promosi Kesehatan Gizi di UPTD Puskesmas Saragih Kabupaten Tapanuli Tengah Dina Permatasari; Nuraini Nuraini; Siti Aisyah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1526

Abstract

Permasalahan gizi masih menjadi tantangan Utama kesehatan masyarakat yang berdampak langsung terhadap kualitas sumber daya manusia. Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM) dikembangkan oleh Kementerian Kesehatan sebagai sistem informasi gizi untuk mendukung penyediaan data berbasis bukti. Namun, pemanfaatan data e-PPGBM sebagai kerangka dasar perencanaan promosi kesehatan gizi di tingkat puskesmas masih belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan data e-PPGBM dalam perencanaan promosi kesehatan gizi di UPTD Puskesmas Saragih Kabupaten Tapanuli Tengah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus intrinsik. Informan penelitian berjumlah 11 orang yang dipilih secara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur, observasi lapangan langsung, dan telaah dokumen. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang dilengkapi dengan matriks analisis USG (Urgency, Seriousness, Growth) dan SWOT, serta validasi data melalui triangulasi sumber, metode, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data e-PPGBM telah digunakan untuk mengidentifikasi masalah gizi makro, menentukan kelompok sasaran, dan menyusun kegiatan promosi kesehatan, namun pemanfaatannya masih dominan untuk kebutuhan pelaporan administratif rutin dibandingkan sebagai dasar perencanaan program strategis. Kualitas dan akurasi data secara umum dinilai cukup baik karena adanya prosedur verifikasi petugas, tetapi kendala serius masih ditemukan pada aspek kelengkapan data akibat rendahnya cakupan penimbangan balita (D/S sebesar 59,9%) yang belum mencapai target nasional 80%. Faktor yang memengaruhi pemanfaatan data meliputi dukungan kestabilan aplikasi, komitmen pimpinan, dan kerja sama lintas program. Sebaliknya, hambatan Utama mencakup keterbatasan infrastruktur (jaringan internet tidak stabil di wilayah pesisir), keterbatasan kuantitas SDM (adanya rangkap jabatan dan beban kerja tinggi), serta rendahnya partisipasi aktif masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemanfaatan data e-PPGBM dalam perencanaan promosi kesehatan gizi di UPTD Puskesmas Saragih belum optimal. Disarankan kepada pihak Puskesmas dan Dinas Kesehatan untuk mengusulkan penambahan SDM yang kompeten, memperbaiki kendala infrastruktur jaringan, memperkuat koordinasi lintas program, serta meningkatkan mobilisasi masyarakat agar data e-PPGBM dapat digunakan secara maksimal dalam mendukung perencanaan promosi kesehatan gizi yang tepat sasaran dan berbasis bukti.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Tentang Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Rumah Tangga Dengan Kejadian Diare Di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Pahandut Kota Palangkaraya Reva; Mariaty A. Sangkai; Anggreni Ade Putri
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1527

Abstract

Diare masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang berkaitan denganrendahnya pengetahuan mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). dapat meningkatkanrisiko terjadinya diare. Di wilayah kerja UPTD Puskesmas Pahandut Kota Palangka Raya, kasus diaremenunjukkan tren peningkatan setiap tahun, sehingga diperlukan upaya untuk mengetahui hubungantingkat pengetahuan tentang PHBS dengan kejadian diare sebagai dasar dalam penyusunan strategipencegahan yang lebih efektif.Tujuan: Untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan tentang PHBS rumah tangga dengankejadian diare di wilayah kerja UPTD Puskesmas Pahandut Kota Palangka Raya.Metode: Kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional menggunakan pendekatan cross sectional.Populasi berjumlah 100 kepala keluarga, dengan sampel 50 responden menggunakan teknik purposivesampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner kuesioner pengetahuan keluarga tentangperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) terkait air bersih, mencuci tangan dan jamban sehat untukmengukur tingkat pengetahuan Dan kejadian diare. Analisis data menggunakan uji Chi-Square.Hasil: Penelitian ini menunjukan hasil uji Chi-Square, di dapatkan nilai (p-value = 0,004 <0,05), yangmenunjukkan adanya hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan tentang PHBS rumah tanggadengan kejadian diare di RT2/RW8 gg.Taupik wilatah kerja UPTD Puskesmas Pahandut.Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan tentang PHBS rumahtangga dengan kejadian diare. Masyarakat diharapkan meningkatkan penerapan PHBS, sedangkanpuskesmas perlu memperkuat kegiatan promosi kesehatan untuk mencegah kejadian diare.
Pengaruh Edukasi Bantuan Hidup Dasar (BHD) Berbasis Kearifan Lokal Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Masyarakat Pengguna Transportasi Air Di Kelurahan Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya Dela Pitriani; Yelstria Ulina Tarigan; Meilitha Carolina
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1532

Abstract

Wilayah perairan Kelurahan Kereng Bangkirai memiliki risiko tinggikejadian kegawatdaruratan air seperti tenggelam dan henti jantung, mengingat aktivitastransportasi air yang padat. Selama ini, masyarakat cenderung menerapkan tindakanpertolongan pertama tradisional yang kurang tepat serta berisiko memperburuk kondisikorban. Keberadaan hambatan bahasa, komunikasi, dan faktor budaya lokal mempertegasperlunya pendekatan baru yang lebih adaptif. Oleh karena itu, diperlukan intervensiedukasi Bantuan Hidup Dasar (BHD) yang diintegrasikan dengan nilai-nilai kearifanlokal serta bahasa daerah agar materi lebih mudah dipahami, diterima, dan diterapkanoleh masyarakat setempatTujuan: Menganalisis pengaruh edukasi BHD berbasis kearifan lokal terhadappengetahuan dan sikap masyarakat pengguna transportasi air di Kelurahan KerengBangkirai, Kota Palangka Raya.Metode: Penelitian pra-eksperimental dengan rancangan One Group Pretest-Posttest inimelibatkan 46 responden pengguna transportasi air yang dipilih menggunakan teknikconsecutive sampling. Intervensi berupa edukasi BHD yang mengintegrasikan bahasadaerah (Dayak Ngaju dan Banjar) serta pendekatan budaya lokal. Data dikumpulkanmelalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan uji Paired Samples t-Test.Hasil: Terjadi peningkatan signifikan pada skor rata-rata pengetahuan dari 45,11 saat pre-test menjadi 84,24 saat post-test ($t = -11,506$; $p < 0,001$). Rata-rata skor sikap jugamengalami peningkatan bermakna dari 69,57 menjadi 77,55 ($t = -6,875$; $p < 0,001$).Pasca-intervensi, seluruh responden (100%) berada pada kategori sikap tinggi.Kesimpulan: Edukasi BHD berbasis kearifan lokal terbukti efektif meningkatkanpengetahuan dan sikap masyarakat pengguna transportasi air dalam penanganankegawatdaruratan perairan. Pendekatan kultural ini dapat menjadi model edukasikesehatan gawat darurat berbasis komunitas.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Sikap Siswa Tentang Pencegahan Perilaku Seksual Berisiko Pada Remaja Di SMK Karsa Mulya Kota Palangka Raya Nopika; Melisa Frisilia; Dian Mitra Desnawati Silalahi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1534

Abstract

Perilaku seksual berisiko pada remaja merupakan masalah kesehatan yang dapatmenimbulkan dampak fisik, psikologis, dan sosial, antara lain infeksi menular seksual (IMS), HIV/AIDS,kehamilan tidak diinginkan, serta masalah psikologis dan sosial. Pengetahuan yang memadai diharapkanmenjadi dasar dalam pembentukan sikap pencegahan yang positif. Tujuan: Menganalisis hubungan tingkatpengetahuan dengan sikap siswa tentang pencegahan perilaku seksual berisiko pada remaja di SMK KarsaMulya Kota Palangka Raya. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain observasional analitik danpendekatan cross-sectional. Populasi target adalah 207 siswa kelas XI dan sampel sebanyak 68 siswa yangditentukan menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 10%. Pengambilan sampel menggunakantotal sampling pada populasi terjangkau yang memenuhi kriteria. Data dikumpulkan menggunakan kuesionerpengetahuan dan sikap, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Pearson Chi-Square. Hasil: Tingkat pengetahuan responden paling banyak berada pada kategori cukup, yaitu 27 responden(39,7%), diikuti kategori baik 23 responden (33,8%) dan kurang 18 responden (26,5%). Sikap paling banyakberada pada kategori cukup, yaitu 26 responden (38,2%), diikuti kategori kurang 23 responden (33,8%) danbaik 19 responden (27,9%). Hasil uji Pearson Chi-Square menunjukkan nilai χ²=70,311, df=4, p=0,000(p<0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan sikap siswatentang pencegahan perilaku seksual berisiko. Upaya yang dapat dilakukan adalah memperkuat pendidikankesehatan reproduksi melalui penyuluhan dan program pendidikan kesehatan yang dilakukan secara rutin disekolah.
Hubungan Pengetahuan Dengan Sikap Remaja Awal Dalam Menghadapi Perubahan Fisik Masa Pubertas Pada Siswi Kelas VII Di SMP Negeri 2 Palangka Raya Nadia S; Vina Agustin; Wenna Araya
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1537

Abstract

Masa remaja awal merupakan periode transisi penting yang ditandai denganperubahan fisik pesat akibat proses pubertas. Kurangnya pemahaman mengenai perubahan tubuhberpotensi memengaruhi persepsi dan sikap remaja. Berdasarkan studi pendahuluan di SMP Negeri 2Palangka Raya, masih ditemukan siswi yang belum memahami perubahan fisik pada masa pubertas.Tujuan: menganalisis hubungan pengetahuan dengan sikap remaja awal dalam menghadapi perubahanfisik masa pubertas pada siswi kelas VII di SMP Negeri 2 Palangka Raya. Metode: Penelitiankuantitatif menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasisebanyak 45 siswi dan sampel 40 responden dengan teknik total sampling. Data dikumpulkanmenggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis secara univariat serta bivariat dengan uji SpearmanRank. Hasil: Mayoritas responden memiliki pengetahuan kategori cukup, yaitu 22 orang (55,0%), baik9 orang (22,5%), dan kurang 9 orang (22,5%). Sikap sebagian besar kategori cukup, yaitu 17 orang(42,5%), baik 12 orang (30,0%), dan kurang 11 orang (27,5%). Uji Spearman Rank menunjukkan p-value = 0,001 (p < 0,05) dan koefisien korelasi r = 0,490. Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikandengan arah positif dan kekuatan sedang antara pengetahuan dengan sikap remaja awal dalammenghadapi perubahan fisik masa pubertas.
Efektivitas Inisiasi Menyusu Dini (IMD) Terhadap Kejadian Hipotermi Di Ruang Perinatologi RSUD Datu Kandang Haji Balangan Intan Majila Ariana; Rr.Sri Nuriaty Masdiputri; Noor Anisa; Yenny Okvitasari
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1538

Abstract

Hipotermia pada bayi baru lahir masih jadi masalah serius karena bayi belum bisa mengatur suhu tubuhnya. Salah satu cara mencegahnya adalah Inisiasi Menyusu Dini (IMD), yaitu kontak kulit ke kulit dengan ibu segera setelah lahir untuk menjaga kehangatan bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas IMD terhadap pencegahan kejadian hipotermi pada bayi baru lahir di Ruang Perinatologi RSUD Datu Kandang Haji. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan desain pre-eksperimental menggunakan pendekatan one group pretest–posttest design. seluruh bayi baru lahir yang dirawat di Ruang Perinatologi RSUD Datu Kandang Haji Balangan. Sampel sebanyak 50 bayi yang diambil dengan teknik Accidental Sampling. Instrumen Penelitian berupa lembar observasi dan termometer digital untuk mengukur suhu tubuh bayi sebelum dan sesudah dilakukan IMD, kemudian data dianalisis dengan uji normalitas menggunakan uji Kolmogorov smirnov diperoleh hasil data tidak normal sehingga dilakukan uji statistik dengan menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks Test diperoleh hasil nilai signifikan sebesar <0,001 yang artinya Pelaksanaan IMD efektif dalam menurunkan risiko hipotermi pada bayi baru lahir.
Hubungan Pengetahuan Orang Tua Tentang Bahaya Smartphone Dengan Perilaku Agresif Anak Usia Prasekolah Di Kelurahan Bukit Tunggal Diva Putri Hambali; Henry Wiyono; Dina Rawan G. Rana
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1540

Abstract

Penggunaan smartphone pada anak usia prasekolah semakin umum dan seringdimanfaatkan orang tua sebagai sarana hiburan. Namun, keterbatasan pengetahuan orangtua mengenai bahaya penggunaan smartphone dapat menyebabkan kurangnyapengawasan, pembatasan durasi dan pemilihan konten yang berpotensi berkaitan denganperilaku agresif anak. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pengetahuan orangtua tentang bahaya smartphone dengan perilaku agresif anak usia prasekolah diKelurahan Bukit Tunggal. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desainkorelasional dan pendekatan cross-sectional. Dari populasi 77 orang tua, diperoleh 70responden melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesionerpengetahuan dan lembar observasi perilaku agresif, kemudian dianalisis dengan ujiSpearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas orang tua memilikipengetahuan baik dan sebagian besar anak menunjukkan perilaku agresif dalam kategorirendah. Hasil uji Spearman Rank memperoleh p = 0,000 (p &lt; 0,05) dan r = -0,528, yangmenunjukkan hubungan signifikan dengan kekuatan sedang dan arah negatif. Semakintinggi pemahaman orang tua terkait bahaya penggunaan smartphone, semakin rendahkecenderungan perilaku agresif yang ditunjukkan anak. Pengetahuan tersebut pentingsebagai dasar bagi orang tua dalam mengawasi penggunaan perangkat, mengatur durasiscreen time, serta memilih konten yang sesuai.