cover
Contact Name
Fahrullah
Contact Email
bnjakys@gmail.com
Phone
+6285250916350
Journal Mail Official
bnjakys@gmail.com
Editorial Address
https://bnj.akys.ac.id/BNJ/about/editorialTeam
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Borneo Nursing Journal
ISSN : 26855054     EISSN : 26548453     DOI : https://doi.org/10.61878/bnj.
Core Subject : Health, Science,
Borneo Nursing Journal (BNJ) adalah jurnal yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun oleh Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Pontianak. Adapun ruang lingkup/topik dalam BNJ adalah bidang Keperawatan. Dalam setiap edisinya, BNJ menerbitkan minimal 5 naskah hasil penelitian dan satu artikel editorial notes. Penulis yang dapat mengirimkan artikel ke BNJ tidak dibatasi hanya pada tenaga pengajar Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda saja, tetapi penulis yang berasal dari perguruan tinggi lain pun dapat mengirimkan manuskrip. Setiap manuskrip yang masuk akan di-review oleh reviewer yang memiliki berbagai macam latar belakang keilmuan yang relevan dengan topik manuskrip.
Articles 1,420 Documents
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Dengan Media Audiovisual Terhadap Pengetahuan Tentang Pencegahan Pruritus Vulva Pada Remaja Putri Di SMPN 2 Palangka Raya Annisa Fransiska Putri; Dwi Agustin Faruk Ibrahim; Nia Pristina
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1702

Abstract

Berdasarkan hasil observasi awal di SMPN 2 Palangka Raya, belum pernah dilakukan pendidikankesehatan mengenai pencegahan pruritus vulva pada remaja putri. Pruritus vulva merupakangangguan pada organ reproduksi yang sering dialami remaja putri akibat kurangnya pengetahuanmengenai personal hygiene dan upaya pencegahan infeksi. Rendahnya pengetahuan dapatmeningkatkan risiko terjadinya pruritus vulva sehingga diperlukan pendidikan kesehatan yangefektif. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan dengan mediaaudiovisual terhadap pengetahuan tentang pencegahan pruritus vulva pada remaja putri di SMPN 2Palangka Raya. Penelitian kuantitatif dengan desain pre-experimental menggunakan pendekatanone group pretest-posttest. Populasi penelitian seluruh siswi kelas VIII SMPN 2 Palangka Rayasebanyak 40 orang, dengan sampel 36 responden menggunakan teknik total sampling. Datadikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan tentang pencegahan pruritus vulva dandianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil Sebelum diberikan pendidikankesehatan, sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kategori cukup sebanyak 21responden (52,8%), 9 responden ketegori baik (25%) dan 6 responden kategori kurang (16,7%).Setelah diberikan pendidikan kesehatan menggunakan media audiovisual, seluruh responden(100%) memiliki tingkat pengetahuan kategori baik. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Testmenunjukkan nilai p-value = 0,000 (p<0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan pendidikankesehatan dengan media audiovisual terhadap pengetahuan tentang pencegahan pruritus vulva padaremaja putri di SMPN 2 Palangka Raya. Pendidikan kesehatan menggunakan media audiovisualefektif meningkat pengetahuan remaja putri mengenai pencegahan pruritus vulva. Mediaaudiovisual dapat dijadikan sebagai alternatif media edukasi kesehatan reproduksi di sekolah untukmeningkatkan pengetahuan dan mendukung perilaku pencegahan pruritus vulva.
Pengaruh Pemberian Kompres Hangat Terhadap Intensitas Nyeri Bendungan Asi Pada Ibu Post Partum Di Puskesmas Ciruas Serang Ayu Kurnia Anggraeni
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1722

Abstract

Latar Belakang: Bendungan ASI merupakan salah satu masalah yang sering terjadi pada ibu postpartum dan dapat menyebabkan pembengkakan, rasa penuh, serta nyeri pada payudara. Kompres hangat merupakan salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk membantu mengurangi ketidaknyamanan akibat bendungan ASI. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian kompres hangat terhadap intensitas nyeri bendungan ASI pada ibu postpartum di Puskesmas Ciruas Kabupaten Serang. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pre-test and post-test. Sampel penelitian berjumlah 45 ibu postpartum yang mengalami bendungan ASI dan dipilih menggunakan purposive sampling. Intensitas nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale sebelum dan sesudah pemberian kompres hangat. Analisis bivariat menggunakan paired t-test. Hasil: Rata-rata intensitas nyeri sebelum pemberian kompres hangat adalah 6,62 (SD=2,318), sedangkan setelah intervensi menurun menjadi 3,24 (SD=2,146). Terdapat penurunan rata-rata intensitas nyeri sebesar 3,38 poin. Hasil paired t-test menunjukkan nilai p<0,001 (p<0,05). Kesimpulan: Terdapat perbedaan yang signifikan pada intensitas nyeri bendungan ASI sebelum dan sesudah pemberian kompres hangat. Kompres hangat dapat digunakan sebagai salah satu intervensi nonfarmakologis untuk membantu mengurangi intensitas nyeri pada ibu postpartum dengan bendungan ASI.
Hubungan Antara Stres Kerja Dengan Burnout Pada Perawat Dan Bidan Di Puskesmas Baki Kabupaten Sukoharjo Berliana Dewi Angraeni; Bibit Irawan; Nur Ani; Prita Devy Igiany
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1083

Abstract

Perawat dan bidan sebagai tenaga kesehatan garda terdepan di Puskesmasrentan mengalami stres kerja yang apabila tidak dikelola dengan baik dapatberkembang menjadi burnout. World Health Organization (WHO) melalui InternationalClassification of Diseases edisi ke-11 (ICD-11) mengakui burnout sebagai fenomena yangberkaitan dengan pekerjaan akibat stres kronis di tempat kerja yang tidakberhasil dikelola. Berdasarkan studi pendahuluan melalui wawancara terhadap 5dari 51 tenaga kesehatan (9,8%) di Puskesmas Baki Kabupaten Sukoharjo yangterdiri atas 3 perawat dan 2 bidan, seluruh responden menyampaikan keluhanmengenai banyaknya pasien dan tingginya tuntutan pekerjaan yang berpotensimenimbulkan stres kerja dan burnout. Penelitian ini bertujuan menganalisishubungan stres kerja dengan kejadian burnout pada perawat dan bidan diPuskesmas Baki Kabupaten Sukoharjo. Penelitian menggunakan desainkuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional terhadap 51 respondenmelalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan Health and SafetyExecutive Work-Related Stress Scale (HSE-WRSS) dan Maslach Burnout Inventory (MBI),kemudian dianalisis menggunakan uji Rank Spearman dengan α = 0,05. Hasilmenunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami stres kerja kategorisedang (80,4%) dan burnout kategori tinggi (43,1%). Uji Rank Spearman menunjukkanhubungan positif dan signifikan antara stres kerja dengan burnout (r = 0,454; p =0,001) dengan kekuatan hubungan sedang. Keterbatasan penelitian adalah hanyadilakukan pada satu Puskesmas dengan jumlah responden terbatas danmenggunakan desain cross-sectional. Penelitian selanjutnya disarankan melibatkanfasilitas kesehatan yang lebih beragam serta mempertimbangkan faktor lainyang berkaitan dengan burnout.
Hubungan Antara Keseimbangan Dinamis Dengan Tingkat Kepercayaan Diri Lansia Dalam Aktivitas Sehari-Hari Bisma Pracanda; Riska Risty Wardhani; Indriani
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1085

Abstract

Penuaan menyebabkan penurunan fungsi fisiologis yang dapat memengaruhikeseimbangan dinamis dan kepercayaan diri lansia dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Gangguankeseimbangan dapat meningkatkan risiko jatuh dan menyebabkan lansia merasa kurang yakin dalamberaktivitas Tujuan: Mengetahui hubungan antara keseimbangan dinamis dengan tingkat kepercayaandiri lansia dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Metode: Penelitian ini merupakan penelitiankuantitatif observasional analitik dengan desain studi cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 110responden yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Keseimbangan dinamis diukurmenggunakan Tinetti Performance Oriented Mobility Assessment (POMA/Tinetti), sedangkan tingkatkepercayaan diri diukur menggunakan Activities-specific Balance Confidence (ABC) Scale. Analisisdata menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil: Mayoritas responden memiliki keseimbangandinamis dengan risiko jatuh rendah (56,4%) dan tingkat kepercayaan diri sangat percaya diri (65,5%).Hasil uji Spearman menunjukkan p = 0,000 (p &lt; 0,05) dengan r = 0,553, menunjukkan hubunganpositif dengan kekuatan sedang. Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara keseimbangandinamis dan kepercayaan diri lansia dalam aktivitas sehari-hari. Semakin baik keseimbangan dinamis,semakin tinggi kepercayaan diri lansia. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan sampel danwilayah penelitian yang lebih luas serta menambahkan variabel lain yang relevan.
Hubungan Distress Emosional Dengan Kualitas Tidur Pada Pasien Penyakit Ginjal Kronik Yang Menjalani Terapi Hemodialisa Di Rumah Sakit TK. III 04.06.04 Slamet Riyadi Surakarta Anton Rahmadhan; Endrat Kartiko Utomo; Ikrima Rahmasari
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1093

Abstract

Latar Belakang: Penyakit ginjal kronis (PGK) merupakan penyakit tidak menular dengan beban kesehatan tinggi, dan stadium pasien bergantung pada hemodialisa untuk bertahan hidup lebih lanjut. Terapi yang berlangsung terus-menerus memicu stres, depresi, dan kecemasan yang berdampak pada kualitas tidur pasien. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara distress emosional dengan kualitas tidur pada pasien PGK yang menjalani terapi hemodialisa. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Teknik total sampling digunakan dengan sampel sebanyak 55 responden yang memenuhi kriteria inklusi di Rumah Sakit Tk. III 04.06.04 Slamet Riyadi Surakarta. Distress emosional diukur menggunakan kuesioner Depression Anxiety Stress Scale-21 (DASS-21) dan kualitas tidur menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI); data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden berada pada kategori ansietas sedang sampai sangat berat cukup tinggi (43,6%). Kualitas tidur buruk yang dialami 30 responden (54,5%) dan baik 25 responden (45,5%). Uji Spearman Rank menunjukkan hubungan signifikan dan positif antara distress emosional dengan kualitas tidur (p = 0,000; r = 0,784), dengan hubungan serupa pada dimensi stres (p = 0,000; r = 0,784), depresi (p = 0,002; r = 0,412), dan kecemasan (p = 0,000; r = 0,776). Kesimpulannya: semakin tinggi distress emosional yang dialami pasien, semakin buruk kualitas tidurnya, dan sebaliknya. Kata Kunci: Distress Emosional, Kualitas Tidur, Penyakit Ginjal Kronik, Hemodialisa
Hubungan Kualitas Tidur Dan Aktivitas Fisik Dengan Kejadian Anemia Pada Remaja Putri Di SMK Swasta Pusat Keunggulan Tridaya Bekasi Nihla Nur Aini; Yulidian Nurpratiwi; Retno Anggraeni Puspitasari; Triseu Setianingsih
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1171

Abstract

Anemia merupakan salah masalah kesehatan masyarakat yang banyak ditemukan pada remaja putri. Kelompokini memiliki risiko lebih tinggi mengalami anemia karena mengalami menstruasi secara teratur setiap bulanserta berada pada masa pertumbuhan yang menyebabkan meningkatnya kebutuhan zat besi dalam tubuh. Selainfaktor asupan gizi, kondisi anemia juga dapat dipengaruhi oleh faktor perilaku atau gaya hidup, seperti kualitastidur dan aktivitas fisik. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kualitas tidur dan aktivitas fisik dengankejadian anemia pada siswi SMKS Pusat Keunggulan Tridaya Bekasi. Penelitian ini menggunakan metodekuantitatid dengan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 80 siswiyang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Kualitas tidur diukur menggunakan Pittsburgh SleepQuality Index (PSQI), aktivitas fisik menggunakan Physical Activity Questionnaire for Adolescents (PAQ-A),dan status anemia ditentukan melalui pemeriksaan kadar hemoglobin menggunakan alat HemoCue. Analisisdata dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa45 siswi (56,3%) mengalami anemia. Kesimpulan dari penelitian ini adah tidak terdapat hubungan signifikanantara kualitas tidur dengan kejadian anemia (p=0,778), sedangkan aktivitas fisik berhubungan signifikandengan kejadian anemia (p=0,001)
Pengaruh Group Whatsapp Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Remaja Putri Pada Pencegahan Anemia Di SMP Negeri 15 Samarinda Tahun 2026 Rachel Melinda; Nino Adib Chifdillah; Bernadetha; Nina Mardiana
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1383

Abstract

Anemia merupakan keadaan ketika jumlah eritrosit atau kemampuan darah dalam membawa oksigen tidakmencukupi kebutuhan tubuh. Rendahnya pengetahuan mengenai anemia dapat memengaruhi sikap remaja putridalam menjaga kesehatan dan melakukan pencegahan anemia. Pemanfaatan media digital seperti grupWhatsApp dapat digunakan sebagai sarana edukasi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuipengaruh grup WhatsApp terhadap pengetahuan dan sikap remaja putri pada pencegahan anemia di SMP Negeri15 Samarinda Tahun 2026. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain one-group pretest-posttest. Populasi penelitian ini adalah siswi kelas VII dengan jumlah sampel sebanyak 64 siswi yang dipilihmenggunakan teknik propotional random sampling dan simple random sampling. Analisis data menggunakan ujiWilcoxon. Hasil analisis univariat menunjukkan sebagian besar responden berkarakteristik usia 13 tahun,memiliki lama menstruasi &gt;7 hari dan belum pernah mendapatkan informasi mengenai anemia. Pengetahuanresponden kategori baik meningkat dari 2 siswi saat pretest menjadi 23 siswi saat posttest. Sikap respondenkategori baik meningkat dari tidak ada responden saat pretest menjadi 2 siswi saat posttest. Hasil analisis bivariatmenunjukan terdapat pengaruh grup WhatsApp terhadap pengetahuan dan sikap responden dengan nilai ρ-value0,000 (ρ &lt; 0,05).Terdapat pengaruh grup WhatsApp terhadap pengetahuan dan sikap remaja putri padapencegahan anemia di SMP Negeri 15 Samarinda Tahun 2026. Media grup WhatsApp dapat dimanfaatkansebagai sarana edukasi kesehatan bagi remaja putri mengenai pencegahan anemia.
Hubungan Self-Management Diabetes Dengan Kejadian Penurunan Fungsi Ginjal Pada Pasien Diabetes Melitus Dengan Risiko Chronic Kidney Disease di RSU Royal Prima Medan Rifki J. Simanjuntak; Adefia A. Harahap; Erwin P. Waruwu; Riska P. Sihombing; Evalatifa Nurhayati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1386

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 adalah penyakit metabolik menahun yang bila tidak terkendali dapat memicu penurunan fungsi ginjal hingga menjadi penyakit ginjal kronis. Kemampuan pasien dalam mengelola dirinya sendiri diyakini menjadi kunci menjaga kestabilan glukosa darah sehingga penurunan fungsi ginjal dapat dicegah atau diperlambat. Penelitian ini mengulas hubungan pengelolaan diri diabetes dan kejadian penurunan fungsi ginjal pada pasien diabetes melitus berisiko penyakit ginjal kronis di RSU Royal Prima Medan. Penelitian menggunakan rencana kuantitatif dengan pendekatan potong lintang. Dari 112 pasien sebagai populasi, diperoleh 53 responden melalui purposive sampling. Kemampuan pengelolaan diri diukur menggunakan kuesioner baku, sementara fungsi ginjal ditelusuri dari rekam medis. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square Pearson dengan kemaknaan p kurang dari 0,05. Hasil menunjukkan pengelolaan diri pasien lebih banyak berada pada taraf cukup yaitu 62,3 persen dibandingkan taraf baik yaitu 37,7 persen. Penurunan fungsi ginjal paling banyak ditemukan pada taraf ringan dan sedang, masing-masing 41,5 persen, sedangkan taraf berat dialami 17,0 persen responden. Uji statistik menghasilkan nilai p sebesar 0,019, menunjukkan hubungan bermakna antara kedua variabel. Dapat disimpulkan semakin optimal pengelolaan diri pasien, semakin ringan derajat penurunan fungsi ginjal. Edukasi dan pendampingan berkelanjutan pengelolaan diri diabetes perlu digalakkan guna mencegah perburukan fungsi ginjal pasien diabetes melitus
Hubungan Screen Time Gadget Dengan Perkembangan Emosional Anak Usia Prasekolah Di TK Plus Darul Ilmi Bumiayu Kota Malang Warizatul Jannah; Lila Maria
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1389

Abstract

Perkembangan teknologi digital yang pesat menyebabkan meningkatnya screen time gadget pada anak usia prasekolah sehingga berdampak pada bertambahnya durasi screen time gadget. Screen time gadget yang berlebihan diduga dapat memengaruhi perkembangan emosional anak, terutama dalam kemampuan mengendalikan emosi, bersosialisasi, serta berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara screen time gadget dengan perkembangan emosional anak usia prasekolah di TK Plus Darul Ilmi Bumiayu Kota Malang. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh anak usia prasekolah di TK tersebut dengan sampel sebanyak 62 anak yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Variabel independen dalam penelitian ini adalah screen time gadget, sedangkan variabel dependen adalah perkembangan emosional anak. Pengumpulan data menggunakan kuesioner screen time gadget dan Kuesioner Masalah Perilaku dan Emosional (KMPE), dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar anak memiliki screen time gadget tinggi (50%) dan perkembangan emosional berada pada kategori mengalami gangguan perkembangan emosional (46,8%). Anak dengan screen time tinggi cenderung lebih mudah marah, sulit mengontrol emosi, kurang fokus, serta mengalami hambatan dalam interaksi sosial dibandingkan anak dengan screen time gadget rendah. Hasil uji Spearman Rank menunjukkan adanya hubungan signifikan antara screen time gadget dengan perkembangan emosional anak (p = 0,000 < 0,05) dengan koefisien korelasi r = 0,480 yang berarti kekuatan hubungan sedang dan bersifat positif. Semakin tinggi durasi screen time gadget, maka semakin besar risiko terjadinya gangguan perkembangan emosional pada anak usia prasekolah, sehingga diperlukan pengendalian durasi dan pendampingan orang tua yang optimal. Kata kunci: Screen Time Gadget, Perkembangan Emosional, Anak Prasekolah
Gambaran Hasil Pemeriksaan Triple Eliminasi Pada Ibu Hamil Di Puskesmas Bantul II Tahun 2025 Nanda Septi Rinardiyanti; Dewi Rokhanawati; Nazula Rahma Shafriani
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1396

Abstract

Latar belakang : Kehamilan merupakan kondisi fisiologis yang menyebabkan perubahan pada sistem tubuh ibu sehingga meningkatkan kerentanan terhadap berbagai penyakit infeksi, termasuk Human Immunodeficiency Virus (HIV), sifilis, dan hepatitis B. Ketiga penyakit tersebut dapat ditularkan dari ibu kepada bayi selama kehamilan, persalinan, maupun setelah kelahiran sehingga berpotensi menimbulkan berbagai komplikasi pada ibu dan bayi. Upaya pencegahan dilakukan melalui program Triple Eliminasi yang mengintegrasikan pemeriksaan HIV, sifilis, dan hepatitis B pada pelayanan antenatal.Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran hasil pemeriksaan Triple Eliminasi pada ibu hamil di Puskesmas Bantul II Tahun 2025. Metode : Penelitian menggunakan desain deskriptif observasional dengan menggunakan data sekunder yang diperoleh dari rekam medis dan register pemeriksaan Triple Eliminasi. Sampel penelitian sebanyak 229 ibu hamil yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dianalisis secara univariat dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi serta persentase. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu hamil berusia 20–35 tahun sebanyak 187 orang (81,7%) dan berada pada trimester I sebanyak 161 orang (70,3%). Hasil pemeriksaan HIV menunjukkan seluruh responden non-reaktif (100,0%). Pada pemeriksaan sifilis, 228 ibu hamil (99,6%) menunjukkan hasil non-reaktif dan 1 ibu hamil (0,4%) reaktif. Hasil yang sama ditemukan pada pemeriksaan hepatitis B (HBsAg), yaitu 228 ibu hamil (99,6%) non-reaktif dan 1 ibu hamil (0,4%) reaktif. Dapat disimpulkan bahwa mayoritas ibu hamil yang menjalani pemeriksaan Triple Eliminasi di Puskesmas Bantul II Tahun 2025 memiliki hasil non-reaktif terhadap HIV, sifilis, dan hepatitis B.