cover
Contact Name
Fahrullah
Contact Email
bnjakys@gmail.com
Phone
+6285250916350
Journal Mail Official
bnjakys@gmail.com
Editorial Address
https://bnj.akys.ac.id/BNJ/about/editorialTeam
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Borneo Nursing Journal
ISSN : 26855054     EISSN : 26548453     DOI : https://doi.org/10.61878/bnj.
Core Subject : Health, Science,
Borneo Nursing Journal (BNJ) adalah jurnal yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun oleh Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Pontianak. Adapun ruang lingkup/topik dalam BNJ adalah bidang Keperawatan. Dalam setiap edisinya, BNJ menerbitkan minimal 5 naskah hasil penelitian dan satu artikel editorial notes. Penulis yang dapat mengirimkan artikel ke BNJ tidak dibatasi hanya pada tenaga pengajar Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda saja, tetapi penulis yang berasal dari perguruan tinggi lain pun dapat mengirimkan manuskrip. Setiap manuskrip yang masuk akan di-review oleh reviewer yang memiliki berbagai macam latar belakang keilmuan yang relevan dengan topik manuskrip.
Articles 1,420 Documents
Pengetahuan, Sikap, Dan Personal Hygiene Saat Menstruasi Pada Remaja Putri : Sebuah Studi Korelasional Di SMA Swasta Darussa’adah Teupin Raya Rahma Dalila Fitri; Mukrammati Mukrammati; Yolla Asmaul Nufra
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1621

Abstract

Perilaku kebersihan yang baik saat menstruasi dapat mengurangi terjadinya risiko infeksi saluran reproduksi. Data WHO 33% masalah kesehatan reproduksi yang dialami wanita salah satunya ISR dikarenakan personal hygiene yang kurang baik.. Data Dinas Kesehatan Aceh menunjukkan bahwa sekitar 69% remaja putri usia 15-24 tahun mengalami keputihan patologis, sementara 47% remaja yang mendapatkan layanan kesehatan reproduksi mengalami keluhan gatal-gatal dan infeksi pada organ reproduksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan dengan Personal Hygiene Saat Menstruasi dan Hubungan Sikap dengan Personal Hygiene Remaja Putri Saat Menstruasi. Jenis penelitian ini bersifat kuantitatif dengan desain analitik korelasional menggunakan pendekatan cross sectional. Jumlah populasi 158 orang dengam sampel 61 orang. Hasil Penelitian diperoleh nilai p-value sebesar 0,000 (p < 0,05) untuk pengetahuan dan 0,009 (p < 0,05) untuk variable sikap. Kesimpulan ada hubungan pengetahuan dengan personal hygiene dan ada hubungan sikap dengan personal hygiene remaja putri saat menstruasi di SMA Swasta Darussa’adah Teupin Raya.
Potensi Antibakteri Bunga Kamboja Merah (Pulmeria rubral L.) Terhadap Bakteri Staphylococcus Aureus Ana Rosario Brito; Rahmat Hidayat; Anita Dwi Septiarini
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1625

Abstract

Staphylococcus aureus merupakan bakteri patogen gram positif yang seringmenyebabkan berbagai infeksi pada manusia dan menunjukkan peningkatan resistensi terhadapantibiotik, sehingga diperlukan alternatif antibakteri yang lebih aman dan berbasis bahan alam.Salah satu tanaman yang berpotensi sebagai antibakteri alami adalah bunga kamboja merah(Plumeria rubra L.) yang diketahui mengandung metabolit sekunder seperti flavonoid, alkaloid,saponin, tanin, steroid, dan terpenoid yang secara teoritis memiliki mekanisme kerja antibakterimelalui kerusakan dinding sel, gangguan permeabilitas membran, serta penghambatan sintesisasam nukleat bakteri. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolitsekunder dari ekstrak bunga kamboja merah (Pulmeria rubral L.) terhadap bakteriStaphylococcus aureus, dan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak bunga kambojamerah (Pulmeria rubral L.) terhadap bakteri Staphylococcus aureus, serta manakah konsentrasiekstrak bunga kamboja merah (Pulmeria rubral L.) yang mampu menghambat bakteriStaphylococcus aureus. Metode: Penelitian menggunakan metode eksperimental laboratoriumdengan desain in vitro. Sampel berupa bunga kamboja merah dideterminasi, dikeringkan, dibuatsimplisia, distandarisasi, kemudian diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarutetanol 96%. Kesimpulan: Ekstrak yang diperoleh dilakukan skrining fitokimia dan diujiaktivitas antibakterinya menggunakan metode difusi cakram pada media Mueller Hinton Agardengan variasi konsentrasi 30%, 40%, dan 50%. Parameter yang diamati adalah diameter zonahambat yang terbentuk. Hasil: Data dianalisis secara statistik menggunakan SPSS meliputianalisis deskriptif, uji normalitas, uji homogenitas, dan uji ANOVA.
Penerapan Teknik Relaksasi Genggam Jari dan Tarik Napas Dalam terhadap Penurunan Intensitas Nyeri pada Pasien dengan Hidropneumotoraks Sinistra di Ruang Teratai RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Surinto; Suci Khasanah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1630

Abstract

Hidropneumotoraks sinistra merupakan kondisi yang ditandai dengan adanya udara dan cairandi dalam rongga pleura yang dapat menyebabkan gangguan ekspansi paru, sesak napas, sertanyeri dada yang berdampak pada penurunan kenyamanan dan kualitas hidup pasien. Nyeriakut yang tidak ditangani dengan baik dapat menghambat ventilasi, meningkatkan kecemasan,serta memperlambat proses pemulihan, sehingga diperlukan intervensi keperawatannonfarmakologis yang efektif sebagai terapi pendamping. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui efektivitas penerapan teknik relaksasi napas dalam dan relaksasi genggam jaridalam menurunkan intensitas nyeri pada pasien dengan hidropneumotoraks sinistra. Penelitianmenggunakan desain studi kasus deskriptif dengan pendekatan proses asuhan keperawatanpada satu orang pasien, yaitu Tn. J, yang dirawat di Ruang Teratai RSUD Prof. Dr. MargonoSoekarjo Purwokerto pada tanggal 12–13 Januari 2026. Pengumpulan data dilakukan melaluiwawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan studi dokumentasi rekam medis. Intensitasnyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS), kemudian diberikan intervensiberupa teknik relaksasi napas dalam dan relaksasi genggam jari selama 15 menit pada setiapsesi tindakan. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan intensitas nyeri dari skala 7menjadi 6 pada hari pertama dan dari skala 6 menjadi 5 pada hari kedua setelah pemberianintervensi. Selain itu, terjadi perbaikan kondisi fisiologis yang ditandai dengan penurunanfrekuensi napas dari 24 kali per menit menjadi 20 kali per menit, pasien tampak lebih rileks,ekspresi wajah lebih tenang, dan mampu beristirahat dengan lebih nyaman. Hasil tersebutmenunjukkan bahwa kombinasi teknik relaksasi napas dalam dan relaksasi genggam jarimampu membantu mengurangi persepsi nyeri melalui mekanisme relaksasi, peningkatanoksigenasi jaringan, penurunan ketegangan otot, serta pengalihan fokus terhadap rangsangannyeri. Dengan demikian, penerapan teknik relaksasi napas dalam dan relaksasi genggam jaridapat dijadikan sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis yang efektif untukmembantu menurunkan intensitas nyeri dan meningkatkan kenyamanan pasien denganhidropneumotoraks sinistra, sehingga dapat dipertimbangkan sebagai terapi pendampingdalam pemberian asuhan keperawatan di rumah sakit.
Pengaruh Teman Sebaya Dan Status Ekonomi Orang Tua Terhadap Perilaku Merokok Pada Remaja Awal (10-14 Tahun) Di Kelurahan Petuk Bukit Kecamatan Rakumpit Kota Palangka Raya Nadia Yuanari; Eva Prilelli Baringbing; Riska Ovany
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1631

Abstract

Perilaku merokok pada remaja awal masih menjadi masalah kesehatanmasyarakat karena dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, menurunkan kualitas hidup,serta menjadi faktor risiko berbagai penyakit tidak menular di masa mendatang. Perilaku merokokpada remaja dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya pengaruh teman sebaya dan statusekonomi orang tua.Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh teman sebaya dan status ekonomi orang tua terhadap perilakumerokok pada remaja awal (10–14 tahun) di Kelurahan Petuk Bukit Kecamatan Rakumpit KotaPalangka RayaMetode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain observasional analitik danpendekatan cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 83 remaja awal usia 10–14 tahun denganteknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secaraunivariat serta bivariat menggunakan uji Likelihood Ratio.Hasil: Sebagian besar responden memiliki teman sebaya kategori buruk sebanyak 38 orang(45,8%), status ekonomi orang tua kategori rendah sebanyak 45 orang (54,2%), dan perilakumerokok kategori perokok ringan sebanyak 43 orang (51,8%). Hasil uji Likelihood Ratiomenunjukkan terdapat Pengaruh Teman Sebaya dan Status Ekonomi Orang Tua terhadap PerilakuMerokok Pada Remaja Awal (10-14 Tahun) di Kelurahan Petuk Bukit Kecamatan Rakumpit KotaPalangka Raya dengan masing masing p value 0.000&lt; 0.05.Kesimpulan: Terdapat pengaruh signifikan teman sebaya dan status ekonomi orang tua terhadapperilaku merokok pada remaja awal (10–14 tahun) di Kelurahan Petuk Bukit Kecamatan RakumpitKota Palangka Raya. Remaja awal diharapkan menghindari perilaku merokok. Kelurahan PetukBukit, Puskesmas/Puskesdes, dan sekolah diharapkan meningkatkan upaya promosi kesehatan sertapencegahan perilaku merokok. Puskesmas/Puskesdes diharapkan meningkatkan kegiatan promosikesehatan melalui penyuluhan dan edukasi mengenai bahaya merokok kepada remaja secara rutin,serta bekerja sama dengan sekolah, orang tua, dan pemerintah setempat dalam upaya pencegahanperilaku merokok pada remaja.
Literature Review: Dampak Pencemaran Udara Terhadap Gangguan Kesehatan Pernapasan Havid Syadri Banda Syarif; Julkifli Julkifli; Nurrahma Layuk
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1632

Abstract

Pencemaran udara merupakan salah satu determinan kesehatan lingkungan yang paling mendesak di wilayah perkotaan, dengan particulate matter halus (PM2,5) sebagai polutan utama yang berkontribusi terhadap gangguan kesehatan pernapasan. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis temuan dari enam literatur terkini mengenai dampak pencemaran udara terhadap gangguan kesehatan pernapasan melalui pendekatan tinjauan pustaka sistematis. Hasil kajian menunjukkan bahwa paparan PM2,5 berhubungan signifikan dengan peningkatan risiko gangguan pernapasan dan kardiovaskular pada populasi perkotaan, penurunan fungsi paru dan mortalitas pada pasien penyakit paru fibrotik, serta cedera paru akut melalui jalur inflamasi molekuler yang melibatkan mekanisme inflamasom. Dampak tersebut juga dimodifikasi oleh faktor lingkungan musiman seperti interaksi dengan polen, serta faktor individu seperti kualitas pola makan, dengan kelompok anak-anak, lansia, dan individu berkomorbid sebagai populasi paling rentan. Studi ini menyimpulkan bahwa penanganan dampak kesehatan akibat pencemaran udara memerlukan pendekatan multi-level yang mengintegrasikan pengendalian emisi, pemantauan kualitas udara, edukasi gizi, dan penelitian berbasis konteks lokal, khususnya di Indonesia yang masih memiliki keterbatasan desain penelitian dengan kekuatan bukti kausal tinggi.
Efektivitas Latihan Aerobik Intensitas Sedang Terhadap Penurunan Nyeri Pada Remaja Dengan Premenstrual Syndrome (PMS) Andry Ariyanto; Tiura Salsabilah Noumi; Siti Nadhir Ollin Norlinta
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1635

Abstract

Gangguan kesehatan reproduksi pada usia remaja adalah Premenstrual Syndrome (PMS). Masalah ini sering dialami oleh remaja perempuan, ditandai dengan gejala fisik, emosional, dan perilaku selama fase luteal siklus menstruasi. Gejala fisik ditandai dengan munculnya nyeri yang mengganggu aktivitas sehari-hari pada sekitar area perut abdominal. Bentuk macam jenis pengobatan non-farmakologis adalah latihan aktifitas fisik, jenis latihan aktifitas fisik yang dilakukan adalah Latihan aerobik dengan intensitas sedang, intervensi latihan fisik ini membantu mengurangi tingkat perubahan tingkat nyeri terkait PMS dengan meningkatkan aktivitas fisik,sirkulasi darah, dan respons fisiologis tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh efektivitas latihan aerobik intensitas sedang dalam mengurangi tingkat nyeri pada remaja mengalami PMS. Desain penelitian dengan kuasi-eksperimental, pretest-posttest satu kelompok digunakan. Sampel terdiri dari 30 siswi sekolah menengah atas di Yogyakarta, terdiri dari 16 siswi (53,3%) berusia 15–16 tahun dan 14 siswi (46,7%) berusia 1718 tahun. Jenis intervensi aktifias fisik dengan latihan aerobik intensitas sedang diberikan waktu latihan selama empat minggu, frekuensi dua kali seminggu, dengan lama waktu sesi berlangsung 30–45 menit pada intensitas 50–70% dari denyut jantung maksimal. Tingkat nyeri diukur menggunakan Skala Analog Visual (VAS). Analisis data dilakukan menggunakan uji Shapiro-Wilk diikuti oleh uji Wilcoxon Signed Rank. Skor nyeri rata-rata adalah 2,03 ± 0,809 sebelum intervensi dan 2,73 ± 0,450 setelah intervensi. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan Z = −4,001 dengan nilai p 0,000 (p &lt; 0,05). Perubahan signifikan pada tingkat nyeri diamati setelah intervensi latihan aerobik intensitas sedang. Latihan aerobik intensitas sedang dapat berfungsi sebagai pilihan intervensi non-farmakologis untuk mengurangi nyeri pada remaja dengan PMS.
Pengaruh Pemberian Aromaterapi Peppermint Terhadap Tingkat Kecemasan Pada Remaja Putri Hafizhah A. Kusumaningtyas; Lisa Ardiningtyas; Anggun Sasmita; Irne W. Desiyanti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1640

Abstract

Kecemasan merupakan salah satu masalah psikologis yang dapat dialami remaja putri, terutama pada mahasiswa tingkat akhir yang menghadapi tuntutan akademik, magang, penyusunan tugas akhir, serta perencanaan masa depan. Salah satu pendekatan nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk membantu mengurangi kecemasan adalah aromaterapi peppermint. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 55 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Tingkat kecemasan diukur menggunakan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) sebelum dan juga sesudah pemberian aromaterapi peppermint. Intervensi dilakukan melalui inhalasi minyak esensial peppermint selama 10-15 menit selama lima hari berturut-turut. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebelum dilakukan intervensi sebagian besar responden berada pada kategori kecemasan ringan sebanyak 20 responden (36,4%), sedangkan setelah diberikannya intervensi sebagian besar berada pada kategori tidak cemas sebanyak 25 responden (45,5%). Hasil uji Wilcoxon menunjukan nilai Z = -6,488 dan p-value = 0,000 (p < 0,05). Hasil tersebut menunjukan adanya perbedaan tingkat kecemasan sebelum dan sesudah pemberian aromaterapi peppermint. Dengan demikian, pemberian aromaterapi peppermint berpengaruh terhadap penurunan tingkat kecemasan pada remaja putri.
Pengaruh Dukungan Suami Terhadap Risiko Penyapihan Dini Pada Bayi 0-6 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Upai Kotamobagu Putri Wulandari Midu; Endang Puji Ati; Noormah Juwita
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1641

Abstract

Penyapihan dini pada bayi usia 0-6 bulan merupakan salah satu penyebab tingginya angkakesakitan dan kematian bayi, serta berkurangnya cakupan pemberian ASI eksklusif. Dukungan suami memilikiperan sentral dalam mendukung keberhasilan pemberian ASI, namun masih banyak ibu yang menerimadukungan yang kurang sehingga berisiko melakukan penyapihan dini. Tujuan : Penelitian ini untuk mengetahuipengaruh dukungan suami terhadap risiko penyapihan dini pada bayi usia 0-6 bulan di Wilayah Kerja PuskesmasUpai Kotamobagu. Metode Penelitian : ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 40 ibu yang memiliki bayi usia 0-6 bulan yang dipilih secara total purposivesampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner terstruktur yang telah divalidasi, dan analisis data padaawalnya direncanakan menggunakan uji statistik Chi-Square akan tetapi, setelah diperiksa syarat uji diketahuitidak memenuhi asumsi pearson chi-square sehingga analis pengaruh diganti menggunakan uji fisher exact testserta perhitungan Odds Ratio (OR) . Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar respondenmemiliki dukungan suami dalam kategori kurang (75,0%) dan mengalami penyapihan dini (55,0%). Hasil ujistatistik diperoleh nilai p-value = 0,025 (p&lt;0,05), nilai OR = 8,00 dengan 95% CI 1.43 – 44,79 yangmenunjukkan bahwa ibu yang mendapatkan dukungan suami kurang memiliki risiko 8 kali lebih besarmengalami penyapihan dini dibandingkan ibu yang mendapatkan dukungan suami baik. Simpulan: Terdapatpengaruh yang signifikan antara dukungan suami terhadap risiko penyapihan dini pada bayi usia 0-6 bulan diWilayah Kerja Puskesmas Upai Kotamobagu. Perlu adanya upaya peningkatan peran suami melalui penyuluhandan konseling yang melibatkan pasangan dalam program pemantauan ASI eksklusif.
Efektivitas Progressive Muscle Relaxation (PMR) Terhadap Penurunan Nyeri Pada Remaja Dengan Premenstrual Syndrome (PMS) Tiura Salsabilah Noumi; Andry Ariyanto; Siti Nadhir Ollin Norlinta
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1649

Abstract

Premenstrual Syndrome (PMS) merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang sering dialami remajaperempuan dan ditandai dengan munculnya berbagai gejala fisik, emosional, dan perilaku pada fase luteal siklusmenstruasi. Salah satu keluhan fisik yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari adalah nyeri. ProgressiveMuscle Relaxation (PMR) merupakan salah satu intervensi nonfarmakologis yang dilakukan melalui prosesmenegangkan dan melemaskan kelompok otot secara bertahap sehingga membantu menghasilkan kondisirelaksasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas PMR terhadap penurunan nyeri pada remajadengan PMS. Penelitian menggunakan desain quasi experimental one group pretest-posttest design. Sampelberjumlah 30 siswi SMA di Yogyakarta yang dipilih menggunakan purposive sampling. Intervensi PMRdiberikan selama 4 minggu dengan frekuensi 2 kali per minggu dan durasi 10–15 menit setiap sesi. Tingkat nyeridiukur menggunakan Visual Analog Scale (VAS). Analisis data dilakukan menggunakan Shapiro-Wilk Test dandilanjutkan dengan Wilcoxon Signed Rank Test karena data tidak berdistribusi normal. Rata-rata skor nyerisebelum intervensi sebesar 2,03 ± 0,809 dan setelah intervensi menjadi 2,67 ± 0,479. Hasil uji Wilcoxonmenunjukkan Z = −3,934 dengan p-value = 0,000 (p &lt; 0,05). Terdapat perubahan tingkat nyeri yang signifikansetelah pemberian PMR. Berdasarkan sistem pengkodean tingkat nyeri yang digunakan dalam penelitian,perubahan skor menunjukkan penurunan tingkat nyeri. PMR dapat menjadi salah satu intervensinonfarmakologis untuk membantu mengurangi nyeri pada remaja dengan PMS.
Pengaruh Pemberian Permen Jahe Terhadap Penurunan Emesis Gravidarum Pada Ibu Hamil Trimester I Lusy Pratiwi; Desy Qomarasari; Nisrien Ilmia; Winda Pratiwi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1687

Abstract

Latar Belakang: Emesis gravidarum merupakan ketidaknyaman pada kehamilan trimester I yang berdampak pada penururnan nafsu makan, ketidaksimbangan elektrolit, hingga perubahan metabolisme tubuh. Jahe mengandung minyak atsiri yang mampu menenangkan dan ngigerol mampu menurunkan frekuensi mual muntah pada ibu hamil trimester I, jahe juga mengandung shogaol yang bersifat antiemetik alami dan aman untuk dikonsumsi ibu hamil. Salah satu bentuk yang praktis dan disukai adalah permen jahe. Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian permen jahe terhadap penurunan emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I. Metode: Jenis Penelitian quasi-eksperimental dengan rancangan One Group with Pre-Post Test Design. Populasi adalah ibu hamil trimester 1 yang mengalami emesis gravidarum. Sampel penelitian sebanyak 23 responden yang diberikan permen jahe sebanyak 2 kali sehari selama 4 hari. Instrumen yang digunakan adalah lembar karakteristik responden, lembar kepatuhan, dan lembar PUQE-24. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menyebutkan bahwa dari 23 responden yang diberikan permen jahe 10 (43,5%) responden tidak mengalami mual muntah dan 13 (56,5%) responden mengalami mual muntah tingan. Uji statistika menggunakan Wilcoxon test, didapatkan p-value 0,00<0,05, hasil analisis menunjukkan ada pengaruh signifikan pemberian permen jahe terhadap penurunan emesis gravidarum ibu hamil Trimester I. Kesimpulan: Ada Pengaruh yang signifikan pemberian permen jahe terhadap penurunan emesis gravidarum pada ibu hamil Trimester I. Permen jahe dapat dijadikan sebagai alternatif terapi non-farmakologi yang aman, mudah, murah, dan praktis dalam mengatasi mual dan muntah pada ibu hamil.