cover
Contact Name
Fahrullah
Contact Email
bnjakys@gmail.com
Phone
+6285250916350
Journal Mail Official
bnjakys@gmail.com
Editorial Address
https://bnj.akys.ac.id/BNJ/about/editorialTeam
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Borneo Nursing Journal
ISSN : 26855054     EISSN : 26548453     DOI : https://doi.org/10.61878/bnj.
Core Subject : Health, Science,
Borneo Nursing Journal (BNJ) adalah jurnal yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun oleh Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Pontianak. Adapun ruang lingkup/topik dalam BNJ adalah bidang Keperawatan. Dalam setiap edisinya, BNJ menerbitkan minimal 5 naskah hasil penelitian dan satu artikel editorial notes. Penulis yang dapat mengirimkan artikel ke BNJ tidak dibatasi hanya pada tenaga pengajar Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda saja, tetapi penulis yang berasal dari perguruan tinggi lain pun dapat mengirimkan manuskrip. Setiap manuskrip yang masuk akan di-review oleh reviewer yang memiliki berbagai macam latar belakang keilmuan yang relevan dengan topik manuskrip.
Articles 659 Documents
Analisis Praktik Klinik Keperawatan Dengan Intervensi Inovasi Pemberian Pijat Refleksi Kaki Pada Titik LV 3 (Taichong) Terhadap Perubahan Tekanan Darah Pada Pasien Chronic Kidney Disease (CKD) Di Ruang Hemodialisa RSUD Aji Muhammad Parikesit Tenggarong Ramadhani, Risma; Septiawan, Taufik; Masnina, Rusni; Hidayat, Faried Rahman
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.699

Abstract

Latar belakang: Penyakit gagal ginjal merupakan penyakit global yang tiap tahunnya terus meningkat pesat. Salah satu komplikasi yang di timbulkan dari penyakit ginjal ialah hipertensi. Hipertensi merupakan konsekuensi dan komplikasi yang sering terjadi pada penyakit parenkim ginjal. Hipertensi juga dianggap sebagai salah satu kondisi komorbid yang paling umum terkait dengan CKD. Salah satu cara mengatasi permasalahan tekanan darah tinggi pada pasien CKD ialah dengan terapi non farmakologis seperti pijat refleksi kaki LV 3 dapat digunakan sebagai intervensi pendamping dan tambahan mengontrol nilai tekanan darah.. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengalisa praktik keperawatan melalui intervensi pijat refleksi kaki LV 3 terhadap nilai tekanan darah di ruang hemodialisa RSUD Parikesit Tenggarong.Metode:asuhan keperawatan pada pasien CKD yang menjalani hemodialisa.  Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya perubahan nilai tekanan darah setelah di berikan pijat refleksi kaki LV 3 secara teratur selama 3 kali pertemuan di dapatkan nilai tekanan darah hari pertama sebelum intervensi 165//90mmHg setelah intervensi 140/90 mmHg, hari kedua tekanan darah sebelum intervensi 180/100 mmHg sesudah intervensi 160/90 mmHg, hari ketiga tekanan darah sebelum intervensi 170/100 mmHg setelah intervensi 150/90 mmHg . Intervensi pijat refleksi kaki LV 3 efektif sebagai terapi tambahan dalam pengontrolan tekanan darah pasien CKD  dan dapat di rekomendasikan sebagai asuhan keperawatan holistik.
Gambaran Kepercayaan Diri Siswa Pada Mata Pelajaran PJOK Di SMA Negeri X Samarinda Iskandar, Iskandar; Hamdani, Hamdani
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.702

Abstract

Pendahuluan : Permasalahan yang sering terjadi dalam pelajaran PJOK selama ini di sekolah berkaitan dengan rasa percaya diri siswa dalam melakukan praktik olahraga. Siswa yang percaya diri harus mandiri, kuat dalam tekad mereka untuk berhasil, optimis dan gigih dalam mengejar tujuan, mampu mengatasi rintangan tanpa bantuan, dan bersedia melakukan banyak upaya sambil mempelajari hal-hal baru. Salah satu elemen penting yang dimiliki oleh siswa dalam menentukan keberhasilan atau kegagalan adalah kepercayaan diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kepercayaan diri siswa pada mata pelajaran PJOK di SMA Negeri X Samarinda. Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif, Sampel pada penelitian ini siswa kelas XIIA sebanyak 44 responden diambil menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang valid dan reliabel. Data yang telah terkumpul dianalisis menggunakan analisis univariat. Hasil : Kepercayaan diri siswa pada mata pelajaran PJOK pada kategori sedang 15,9%, sedangkan pada kategori tinggi 84,1%, dapat diartikan bahwa tingkat kepercayaan diri siswa pada mata pelajaran PJOK di SMA Negeri X Samarinda mayoritas berada pada kategori tinggi. Kesimpulan : Kepercayaan diri siswa dapat meningkatkan motivasi siswa untuk berpartisipasi aktif dalam praktik mata pelajaran PJOK disekolah.
Pengujian Validitas Alat Simulasi Pemeriksaan Vaginal Toucer (ASIMVAT) Sebagai Alat Penunjang Keterampilan Kebidanan Permatasari, Annisa Eka; Farahdiba, Idha; Padlilah, Rahmi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.705

Abstract

Bidan merupakan salah satu profesi dunia yang memiliki peran sangat penting dan strategis untuk menurunkan AKI, hal ini dilakukan dengan memberikan pelayanan kebidanan yang bermutu dan berkesinambungan. Pendidikan tenaga Kesehatan salah satunya kebidanan sangat bergantung pada simulasi teknologi untuk meningkatkan keterampilan mahasiswa, sehingga sangat dibutuhkan latihan laboratorium keterampilan klinik yang dapat memberikan kesempatan pada calon tenaga kesetahan atau mahasiswa Kesehatan untuk mendapatkan keterampilan klinis yang dibutuhkannya. Sehingga dibutuhkan pengembangan media pembelajaran untuk praktikum di laboratorium. Pemeriksaan vagina dan penilaian serviks pada persalinan dapat digunakan sebagai pendeteksi kemajuan persalinan serta masalah secara tepat waktu, hal ini digunakan untuk augmentasi dan rujukan ibu bersalin untuk intervensi yang tepat. Jenis penelitian ini merupakan penelitian Research and Development (R&D) dengan mengembangkan media pembelajaran yaitu ASIMVAT yang digunakan sebagai pemeriksaan Vaginal Toucher, dimana proses penelitian menggunakan model ADDIE. Hasil uji coba oleh para ahli dan penerimaan alat secara umum menunjukkan tingkat validitas sangat valid. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulan bahwa simulasi pemeriksa Vaginal Toucer (ASIMVAT) dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran untuk perkuliahan Asuhan Kebidanan Persalinan.
Gambaran Penurunan Suhu Tubuh Pada Anak Dengan Demam Setelah Pemberian Paracetamol Dan Kompres Hangat Munawaroh, Siti; Rahmah, Rahmah; Mastiarini, Irni
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.706

Abstract

Demam merupakan peningkatan suhu tubuh diatas normal sebagai respons terhadap rangsangan patologis, terutama infeksi, dan sering terjadi pada anak usia 1-5 tahun akibat sistem imun yang belum berkembang sempurna. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas kombinasi kompres hangat dan paracetamol dalam menurunkan suhu tubuh anak dengan hipertermia. Waktu dan Tempat: Penelitian dilaksanakan pada 17–19 Desember 2025 di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Metode: Penelitian ini menggunakan desain case report dengan pendekatan pretest-posttest. Subjek penelitian adalah seorang pasien anak dengan demam yang dirawat di Bangsal Ibnu Sina RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Suhu tubuh diukur sebelum intervensi (pretest) dan setelah pemberian paracetamol serta tindakan kompres hangat (posttest) menggunakan alat ukur yang sama. Data dianalisis secara deskriptif untuk melihat perubahan suhu tubuh sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat penurunan pada suhu tubuh anak  sebelum diberikan intervensi suhu tubuh 38,9°C dan setelah diberikan intervensi selama tiga hari berturut-turut terjadi penurunan suhu menjadi 36,7°C. Kesimpulan: Adanya penurunan suhu tubuh pada anak dengan demam setelah dilakukan pemberian kombinasi paracetamol dan kompres hangat. Intervensi ini dapat menjadi salah satu tindakan keperawatan untuk membantu menurunkan suhu tubuh dan meningkatkan kenyamanan pasien.
Gambaran Penurunan Suhu Tubuh Pada Anak Dengan Demam Setelah Pemberian Paracetamol Dan Tepid Water Sponge Zahra, Ines Zuyyina; Rahmah, Rahmah; Mastiarini, Irni
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.707

Abstract

Demam merupakan kondisi yang sering terjadi pada anak dan menjadi salah satu penyebab utama kunjungan ke fasilitas pelayanan kesehatan. Secara global, sebagian besar kasus infeksi pada anak disertai dengan demam, terutama di negara berkembang. Kondisi demam dapat menimbulkan berbagai dampak seperti ketidaknyamanan, penurunan nafsu makan, gangguan tidur, dehidrasi, hingga risiko kejang demam apabila tidak ditangani dengan tepat. Penatalaksanaan demam dapat dilakukan secara farmakologis menggunakan paracetamol dan secara nonfarmakologis melalui tindakan Tepid Water Sponge. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran perubahan suhu tubuh pada anak dengan demam setelah pemberian kombinasi paracetamol dan Tepid Water Sponge. Penelitian ini menggunakan desain case report dengan pendekatan pretest-posttest. Subjek penelitian adalah anak dengan demam yang dirawat di Bangsal Ibnu Sina RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Suhu tubuh diukur sebelum intervensi (pretest) dan setelah pemberian paracetamol serta tindakan Tepid Water Sponge (posttest) menggunakan alat ukur yang sama. Data dianalisis secara deskriptif untuk melihat perubahan suhu tubuh sebelum dan sesudah intervensi. Hasil pengamatan menunjukkan adanya penurunan suhu tubuh pada anak setelah diberikan kombinasi paracetamol dan Tepid Water Sponge dibandingkan dengan suhu tubuh sebelum intervensi. Terjadi penurunan suhu tubuh pada anak dengan demam setelah pemberian paracetamol dan Tepid Water Sponge. Intervensi ini dapat menjadi salah satu tindakan keperawatan untuk membantu menurunkan suhu tubuh dan meningkatkan kenyamanan pasien.
Hubungan Kepatuhan Minum Obat Dengan Kualitas Hidup Penderita Tuberkulosis Paru Di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Selabatu Kota Sukabumi Ramadhani, Ingka Sonya; Liawati, Nunung; Asmarawanti, Asmarawanti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.713

Abstract

Kepatuhan minum obat merupakan salah satu faktor penting dalam keberhasilan pengobatan pada penderita Tuberkulosis paru, yang dapat memengaruhi kondisi kesehatan serta kualitas hidup pasien secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepatuhan minum obat dengan kualitas hidup penderita Tuberkulosis paru di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Selabatu Kota Sukabumi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pederita Tuberkulosis paru di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Selabatu Kota Sukabumi dengan sampel 53 orang menggunakan teknik total sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Variabel kepatuhan minum obat diukur menggunakan Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8), sedangkan variabel kualitas hidup diukur menggunakan WHOQOL-BREF. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji Koreksi Yates. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan kepatuhan minum obat dengan kualitas hidup penderita Tuberkulosis paru (p = 0,000). Dapat disimpulkan terdapat hubungan kepatuhan minum obat dengan kualitas hidup penderita Tuberkulosis paru. Tenaga kesehatan disarankan untuk meningkatkan edukasi, pendampingan, dan pemantauan pada pasien TB paru, terutama yang menjalani pengobatan >6 bulan agar tetap patuh.
Upaya Peningkatan Pengetahuan Ayah Dalam Pemenuhan Gizi Pada Balita Ningtyas, Fufah Putri; Huriah, Titih
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.717

Abstract

Latar belakang: Status gizi balita masih menjadi salah satu masalah kesehatan Masyarakat di Indonesia. Salah satu faktor yang mempengaruhi terpenuhinya gizi balita adalah keterlibatan orang tua, termasuk ayah. Namun dalam praktiknya keterlibatan ayah dalam memberikan nutrisi anak masih terbatas karena rendahnya pengetahuan serta kurangnya anggapan bahwa pemberian gizi anak merupakan tanggung jawab ibu. Kurangnya pengetahuan ayah mengenai kebutuhan gizi balita dapat mempengaruhi kualitas asupan makanan dan praktik menyediakan gizi pada keluarga. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh pendidikan kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan ayah dalam menyediakan gizi balita. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan komunitas berbasis teori Community as Partner. Penelitian dilaksanakan selama tiga minggu di Padukuhan Kalipakis, Kasihan, Bantul, Yogyakarta. Sampel penelitian berjumlah 11 orang ayah yang memiliki anak usia 0-60 bulan yang dipilih menggunakan Teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang mengukur pengetahuan ayah dalam mencukupi gizi balita. Pengukuran pengetahuan dilakukan melalui pretest dan posttest. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Penelitian ini telah teruji etik dengan nomor No. 232/EC-KEPK FKIK UMY/VII/2025 . Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan penegtahuan ayah dalam menyediakan gizi balita setelah diberikan pendidikan kesehatan. Rata-rata skor keterlibatan ayah meningkat dari 13,72 ± 4,29 menjadi 18,09 ± 1,51 setelah intervensi. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah intervensi dengan nilai p = 0,003. Kesimpulan: Pendidikan gizi berbasis komunitas efektif meningkatkan pengetahuan ayah dalam menyediakan gizi balita. Keterlibatan aktif ayah dalam praktik memberikan makan anak dapat mendukung peningkatan kualitas asupan gizi serta pertumbuhan dan perkembangan balita secara optimal.
Pengaruh Pemberian Pijat Bayi Dengan Minyak Aroma Lavender Terhadap Kualitas Tidur Bayi Di Baby SPA Bidan Aisy Kabupaten Malang Putri, Salsabila Nathasya; Ilmiah, Widia Shofa; Alfitri, Rosyidah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.719

Abstract

Kualitas tidur merupakan kebutuhan fisiologis penting bagi bayi karena berperan dalam pertumbuhan fisik, perkembangan otak, dan stabilitas emosi. Tidur yang cukup membantu proses pematangan sistem saraf serta mendukung perkembangan kognitif dan perilaku bayi. Namun, gangguan tidur pada bayi masih cukup sering ditemukan. Secara global sekitar 20–30% bayi mengalami gangguan tidur. Di Indonesia, sekitar 25% bayi dilaporkan mengalami kesulitan tidur nyenyak. Di Provinsi Jawa Timur sekitar 27% bayi memiliki pola tidur yang tidak teratur, sedangkan di Kabupaten Malang sekitar 22% bayi usia 0–6 bulan mengalami gangguan tidur. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi pertumbuhan, perkembangan kognitif, dan kesejahteraan emosional bayi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk membantu meningkatkan kualitas tidur bayi adalah melalui pendekatan nonfarmakologis, seperti pijat bayi. Pijat bayi dapat memberikan efek relaksasi, meningkatkan kenyamanan, serta membantu bayi menjadi lebih tenang. Penggunaan minyak aroma lavender dalam pijat bayi juga diketahui memiliki efek menenangkan yang dapat membantu merilekskan sistem saraf. Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan pendekatan pretest–posttest. Sampel penelitian berjumlah 43 bayi usia 3–12 bulan yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling di Baby SPA Bidan Aisy Kabupaten Malang. Pengukuran kualitas tidur dilakukan menggunakan Brief Infant Sleep Questionnaire (BISQ) sebelum dan sesudah pemberian intervensi. Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan distribusi kualitas tidur bayi setelah pemberian pijat bayi dengan minyak aroma lavender. Analisis menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang menggambarkan adanya perbedaan kualitas tidur bayi sebelum dan sesudah intervensi.
Pengaruh Pemberian Sari Kurma Terhadap Produksi ASI Pada Ibu Nifas Di PMB Prima Apriantika Kota Malang Maharani, Sisca Indah; Maulina, Rifzul; Wijayanti, Tut Rayani Aksohini
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.720

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) merupakan sumber nutrisi utama bagi bayi yang berperan penting dalam tumbuh kembang dan daya tahan tubuh. Namun, cakupan ASI eksklusif masih belum optimal. Data menunjukkan bahwa secara global hanya 48% bayi yang mendapatkan ASI eksklusif, di Indonesia sebesar 58,6%, dan di Kota Malang sebesar 65,2%, yang masih belum mencapai target. Salah satu faktor penyebabnya adalah produksi ASI yang kurang pada ibu nifas. Upaya peningkatan produksi ASI dapat dilakukan melalui pendekatan nonfarmakologis, salah satunya dengan konsumsi sari kurma yang mengandung nutrisi dan fitohormon yang dapat merangsang produksi ASI. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian sari kurma terhadap produksi ASI pada ibu nifas di TPMB Prima Apriantika Kota Malang. Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan pendekatan posttest-only control group design. Sampel berjumlah 32 responden yang dibagi menjadi kelompok intervensi dan kontrol masing-masing 16 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok intervensi mayoritas memiliki produksi ASI kategori banyak (50%), sedangkan kelompok kontrol didominasi kategori kurang (43,8%). Uji Mann-Whitney menunjukkan nilai p = 0,028 (p < 0,05), sehingga terdapat pengaruh signifikan pemberian sari kurma terhadap produksi ASI. Disarankan ibu nifas mengonsumsi sari kurma secara rutin, menjaga pola makan seimbang, dan meningkatkan frekuensi menyusui agar produksi ASI optimal.
Implementasi Komunikasi Terapeutik Perawat Dalam Peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan: Scoping Review Wijoyo, Yohanes Rindo Ari; Bhakti, Wida Kuswida; Haryanto, Haryanto
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.721

Abstract

Latar Belakang: Komunikasi terapeutik merupakan kompetensi inti keperawatan sekaligus mekanisme penting untuk mewujudkan pelayanan yang berpusat pada pasien. Bukti yang tersedia masih tersebar pada berbagai konteks seperti rawat inap, rawat jalan, gawat darurat, intensive care, onkologi, psikiatri, dan pelayanan primer, sehingga belum mudah dipetakan dalam satu kerangka yang utuh. Tujuan: Scoping review ini bertujuan memetakan bukti mengenai implementasi komunikasi terapeutik perawat dalam peningkatan mutu pelayanan kesehatan. Metode: Review ini menggunakan kerangka Arksey dan O'Malley, diperkuat oleh Levac dkk., serta dilaporkan mengacu pada prinsip PRISMA-ScR. Sumber awal literatur berasal dari matriks kerja peneliti yang memuat 100 artikel. Setelah penghapusan duplikasi dan proses seleksi kelayakan, terpilih 20 studi terbitan tahun 2020–2025. Studi yang diikutkan terdiri atas 12 studi cross-sectional, 4 studi kualitatif, 3 studi kuasi-eksperimental/pre-eksperimental, dan 1 studi survei. Hasil: Terdapat empat tema utama, yaitu: (1) komunikasi terapeutik meningkatkan kepuasan pasien/keluarga dan persepsi mutu layanan; (2) komunikasi yang efektif menurunkan kecemasan serta memperkuat motivasi, efikasi diri, dan adaptasi pasien; (3) implementasi dipengaruhi faktor individual, relasional, dan organisasional seperti beban kerja, kecerdasan emosional, burnout, privasi, empati, kecukupan tenaga, serta hambatan sosiokultural; dan (4) program pelatihan yang terstruktur dapat meningkatkan self-efficacy komunikasi dan kompetensi interaksi perawat. Kesimpulan: Komunikasi terapeutik perawat bukan hanya keterampilan interpersonal, tetapi juga pengungkit peningkatan mutu pelayanan. Penguatan kompetensi ini memerlukan dukungan manajerial, penataan beban kerja, pelatihan yang sensitif terhadap konteks layanan, dan indikator monitoring yang mengintegrasikan pengalaman pasien dengan performa keperawatan.