cover
Contact Name
Fahrullah
Contact Email
bnjakys@gmail.com
Phone
+6285250916350
Journal Mail Official
bnjakys@gmail.com
Editorial Address
https://bnj.akys.ac.id/BNJ/about/editorialTeam
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Borneo Nursing Journal
ISSN : 26855054     EISSN : 26548453     DOI : https://doi.org/10.61878/bnj.
Core Subject : Health, Science,
Borneo Nursing Journal (BNJ) adalah jurnal yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun oleh Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Pontianak. Adapun ruang lingkup/topik dalam BNJ adalah bidang Keperawatan. Dalam setiap edisinya, BNJ menerbitkan minimal 5 naskah hasil penelitian dan satu artikel editorial notes. Penulis yang dapat mengirimkan artikel ke BNJ tidak dibatasi hanya pada tenaga pengajar Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda saja, tetapi penulis yang berasal dari perguruan tinggi lain pun dapat mengirimkan manuskrip. Setiap manuskrip yang masuk akan di-review oleh reviewer yang memiliki berbagai macam latar belakang keilmuan yang relevan dengan topik manuskrip.
Articles 659 Documents
Pengaruh Tindakan SPEOS (Stimulasi Pijat Endorphin, Oksitosin dan Sugestif) oleh Suami Terhadap Produksi ASI Ibu Nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Telaga Biru Halusi, Salsabillah; Retni, Ani; Lihu, Fahmi A.
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.681

Abstract

Salah satu penanganan  masalah produksi ASI menurun pada ibu menyusui dapat diatasi dengan melakukan  tindakan pijat endorphin dan pijat oksitosin dan sugestif (SPEOS) yang dapat dilakukan oleh suami sebagai bentuk  dukung breastfeeding. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui menganalisis Pengaruh Tindakan SPEOS (Stimulasi Pijat Endorphin, Oksitosin dan Sugestif) oleh Suami Terhadap Produksi ASI Ibu Nifas Di Wilayah Kerja Puskesmas Telaga Biru.  Desain  penelitian menggunakan kuantitatif pra eksperimen dengan desain pre post test design.  Pengambilan sampel  menggunakan non probability  sampling  dengan teknik total purposive sampling  dengan jumlah responden 30 orang. Hasil penelitian  dengan menggunakan uji statistik t-test (x2) menunjukkan  terdapat pengaruh tindakan SPEOS (Stimulasi Pijat Endorphin, Oksitosin dan Sugestif) oleh Suami Terhadap Produksi ASI Ibu Nifas Di Wilayah Kerja Puskesmas Telaga Biru dibuktikan  dengan hasil p. value  (0.000 < 0.05).
Hubungan Lama Menderita Diabetes Melitus Dengan Gejala Sarcopenia Di Puskesmas Kota Pekanbaru Wati, Aisyah; Hasneli, Yesi; Karim, Darwin
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.684

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan salah satu penyakit yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah akibat gangguan sekresi insulin dan dapat menimbulkan berbagai komplikasi jangka panjang, termasuk penurunan massa dan kekuatan otot (sarcopenia). Lama menderita DM diduga berpengaruh terhadap timbulnya gejala sarcopenia melalui gangguan metabolisme glukosa, resistensi insulin, dan proses inflamasi kronis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lama menderita DM dengan gejala sarcopenia. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelatif dengan responden sebanyak 60 orang penderita DM berusia maksimal 59 tahun di Puskesmas Garuda. Pengumpulan data dengan kuesioner SARC-F dan analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden menderita DM ≥5 tahun sebanyak 23 orang (38%) dan yang mengalami gejala sarcopenia sebanyak 18 orang (30%). Sebagian besar responden mengeluhkan adanya kesulitan pada beberapa komponen fungsi fisik yang dinilai, meliputi kekuatan otot, kemampuan berjalan, bangun dari posisi duduk, menaiki tangga, serta riwayat jatuh. Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan antara lama menderita DM dengan gejala sarcopenia (p-value= 0,000). Penelitian ini mengindikasikan bahwa lama menderita DM berkontribusi terhadap penurunan kemampuan fungsional yang berpengaruh terhadap aktivitas sehari-hari. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh hiperglikemia kronik yang memicu stres oksidatif, resistensi insulin, dan peradangan, sehingga mengganggu metabolisme protein dan memunculkan gejala sarcopenia pada penderita DM.
Efektivitas Breast Care Terhadap Produksi ASI Pada Ibu Postpartum : Studi Intervensi Thurfah, Putri Aziizah; Utami, Tin
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.686

Abstract

Inisiasi Menyusui Dini (IMD) terbukti meningkatkan kesehatan neonatal, namun sering terkendala produksi Air Susu Ibu (ASI) tidak adekuat sehingga ASI terbendung. Bendungan ASI dapat menyebabkan komplikasi seperti engorgement dan mastitis, sehingga diperlukan intervensi nonfarmakologi yaitu perawatan payudara dan pijat payudara (Breast Care). Tujuan penelitian ini yaitu menguji efektivitas intervensi breast care terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu postpartum. Metode yang digunakan yaitu studi kasus intervensi (case-multiple) pada tiga ibu postpartum yang di rawat di ruang Flamboyan RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. Intervensi yang dilakukan yaitu Breast Care pada ibu postpartum yang mengalami masalah keperawatan utama menyusui tidak efektif. Intervensi dilakukan selama tiga hari pada tanggal 13-15 Januari 2026, dengan pelaksanaan intervensi dua sesi per hari, durasi setiap sesi 10-15 menit. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini meliputi asuhan keperawatan dengan tahapan pengkajian, diagnosa, perencanaan, implementasi, dan evaluasi keperawatan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa masalah menyusui yang sebelumnya tidak efektif telah berhasil diatasi. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan suplai ASI, ibu tampak lebih rileks dengan data subjektif dan objektif yang menunjukkan keluhan payudara keras dan bengkak membaik. Kesimpulan penelitian ini yaitu Breast care efektif meningkatkan produksi ASI, sehingga direkomendasikan untuk mendukung IMD dan mengurangi risiko postpartum. Meskipun pada Ny. W ASI yang keluar tidak selancar Ny. K dan Ny.D yang disebabkan oleh beberapa faktor seperti Ny.D dirawat gabung dengan bayinya sedangkan pada Ny.W dan Ny. K dirawat terpisah dengan bayinya karena dibutuhkan perawatan intensif.
Analisis Faktor Determinan Kepuasan Pasien Terhadap Mutu Pelayanan Kebidanan Sahirah, Syarifah; Rizki, Andi Mustika Fadillah; Munir, Wahidah; Angka, Andi Tenri; Ernawati, Ernawati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.689

Abstract

Latar Belakang : Pelayanan kesehatan ibu dan anak  merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan, yang diarahkan untuk mewujudkan kesehatan keluarga dalam rangka tercapainya keluarga yang berkualitas. Tujuan : Menganalisis faktor-faktor determinan yang mempengaruhi kepuasan pasien terhadap pelayanan kebidanan di Poli Kesehatan Ibu dan Anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif analaitik dengan desain cross-sectional. Menggunakan teknik sample accidental sampling atau systematic random sampling ukuran sampel dihitung menggunakan rumus Slovin. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien yang berkunjung di Poli Kesehatan Ibu dan Anak Puskesmas Sudiang selama periode Februari Maret 2026 sebanyak 122 dan besaran jumlah sampel dihitung menggunakan rumus slovin yaitu 94 responden. Data yang telah dikumpulkan kemudian diolah dan dianalisis menggunakan Program Statistik SPSS versi 25.0 dan dianalisis dengan uji Chi-Square. Hasil : hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar pasien di Poli KIA merasa puas terhadap mutu pelayanan kebidanan yang diberikan. Hasil analisis menunjukkan bahwa seluruh dimensi mutu pelayanan yang meliputi tangible, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy memiliki hubungan yang signifikan dengan kepuasan pasien (p < 0,05). Kesimpulan : Secara multivariat, seluruh variabel berpengaruh terhadap kepuasan pasien, dengan empati (empathy) sebagai faktor yang paling dominan, diikuti oleh daya tanggap (responsiveness). Hal ini menunjukkan bahwa selain aspek fasilitas dan ketepatan pelayanan, sikap peduli, komunikasi, dan kecepatan pelayanan tenaga kesehatan sangat menentukan tingkat kepuasan pasien. Dengan demikian, peningkatan mutu pelayanan kebidanan perlu difokuskan pada penguatan aspek interpersonal, khususnya empati dan responsivitas, untuk meningkatkan kepuasan pasien secara optimal
Pemberian Intervensi Berbasis Dukungan Autophagy Terhadap Fungsi Neurologis Pada Pasien Stroke Iskemik Dengan Pendekatan; Case Report Husnur, Husnur; Rochmawati, Erna
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.691

Abstract

Latar Belakang: Stroke iskemik tetap menjadi tantangan global sebagai penyebab utama disabilitas jangka panjang. Di Indonesia, prevalensinya terus meningkat. Autophagy, sebuah mekanisme homeostasis seluler yang mendaur ulang protein rusak, kini muncul sebagai target terapeutik inovatif melalui pendekatan keperawatan neuroprotektif untuk menyelamatkan area penumbra iskemik. Tujuan: Laporan kasus ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh implementasi asuhan keperawatan berbasis aktivasi autophagy terhadap perbaikan fungsi neurologis dan fungsional pada pasien stroke iskemik. Laporan Kasus: Tn. MA (58 tahun) masuk dengan keluhan wake-up stroke, hemiparesis dextra (kekuatan otot 2/5/3/5), disartria, dan vertigo sentral akibat infark subakut di pons paramedian dan serebelum. Pasien memiliki riwayat hipertensi tidak terkontrol dan DM tipe 2 dengan kadar HbA1c 13,3 % (hiperglikemia berat Intervensi keperawatan yang diberikan mencakup strategi induksi autophagy melalui Time-Restricted Feeding (TRF) dengan puasa 3 hari awal, kemudian dilanjutkan dengan jendela makan 8 jam, disertai kontrol glikemik presisi. Hasil: Setelah 5 hari intervensi, terjadi peningkatan signifikan pada parameter klinis. Skor NIHSS menurun drastis dari 12 (defisit sedang) menjadi 6 (defisit ringan). Kekuatan otot meningkat menjadi 4/5/4/5, dan kemandirian fungsional (Barthel Index) melonjak dari ketergantungan berat (skor 45) menjadi ketergantungan ringan (skor 75). Meskipun dalam kondisi glikotoksik, pendekatan TRF menunjukkan toleransi yang baik tanpa insiden hipoglikemia, mempercepat resolusi edema neuron dan mendukung neuroplastisitas. Kesimpulan: Integrasi strategi induksi autophagy dalam asuhan keperawatan stroke terbukti efektif memitigasi apoptosis neuron dan mempercepat pemulihan fungsional. Paradigma baru ini menggeser peran perawat dari sekadar dukungan motorik konvensional menuju manajemen strategis pada level modulasi biokimia seluler, memberikan dasar empiris bagi pengembangan protokol rehabilitasi stroke integratif yang lebih progresif.
Hubungan Pengetahuan Dan Pemanfaatan Asuhan Pra Nikah Dengan Kesiapan Kesehatan Pra Konsepsi Pada Calon Pengantin Kalsum, Ummu; Zulhijriani, Zulhijriani; Wahyuni, Sry; Wati, Wati; Rizki, Andi Mustika Fadillah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.692

Abstract

Latar belakang: Masa pranikah dan prakonsepsi merupakan fase penting dalam mempersiapkan kesehatan sebelum kehamilan, namun seringkali belum dimanfaatkan secara optimal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan pemanfaatan asuhan pranikah dengan kesiapan kesehatan prakonsepsi pada calon pengantin. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross sectional yang dilaksanakan di Puskesmas Kab.Sidenreng Rappang pada periode September hingga November 2025 dengan jumlah sampel 34 responden menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan dan pemanfaatan asuhan pranikah memiliki hubungan dengan kesiapan kesehatan prakonsepsi, dimana responden dengan pengetahuan baik serta yang memanfaatkan layanan cenderung lebih siap. Kesimpulan: Kesiapan kesehatan prakonsepsi dipengaruhi oleh pengetahuan dan pemanfaatan layanan asuhan pranikah, sehingga diperlukan peningkatan edukasi serta optimalisasi layanan pranikah untuk mendukung kesiapan kesehatan sebelum kehamilan.
Pengaruh Kelas Balita Terhadap Pengetahuan Ibu Tentang Status Gizi Balita Usia 1-5 Tahun Di Wilayah Kerja Puskesmas Sebengkok Kota Tarakan Sari, Agus Purnama; Jalilah, Nurul Hidayatun; Sabaniah, Sabaniah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.693

Abstract

Status gizi balita merupakan faktor penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak. Permasalahan gizi seperti stunting masih ditemukan di wilayah kerja Puskesmas Sebengkok Kota Tarakan, sehingga diperlukan upaya peningkatan pengetahuan ibu melalui kelas balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kelas balita terhadap pengetahuan ibu tentang status gizi balita usia 1–5 tahun. Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan rancangan one group pretest-posttest. Sampel penelitian sebanyak 102 ibu balita. Data dikumpulkan melalui kuesioner pengetahuan dan pengukuran antropometri. Analisis data menggunakan uji paired sample t-test dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pengetahuan ibu dari 55,9% menjadi 80,4% setelah intervensi. Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 62,4 menjadi 78,9 dengan nilai p < 0,05, yang menunjukkan adanya pengaruh signifikan kelas balita terhadap pengetahuan ibu. Kesimpulan penelitian ini adalah kelas balita efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu yang berpotensi memperbaiki status gizi balita. Disarankan agar program kelas balita dilaksanakan secara berkelanjutan dan lebih interaktif untuk meningkatkan efektivitasnya.
Pengaruh Senam Lansia Terhadap Tingkat Kemandirian Melakukan Aktifitas Sehari - Hari pada Lansia di Posyandu Kecipir dan Veteran Wilayah Kerja Puskesmas Panarung Palangka Raya Kristina, Amiyani; Putri, Sastrining Tias
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.696

Abstract

Kemandirian lansia dalam menjalankan Activity of Daily Living (ADL) diartikan sebagai kemampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari tanpa bergantung pada bantuan orang lain. Kualitas hidup lansia sering kali ditentukan oleh tingkat kemandirian ini, karena berkaitan dengan kondisi fisik, mental, dan sosial. Seiring bertambahnya usia, penurunan fungsi tubuh akan dialami, sehingga berbagai upaya perlu dilakukan untuk mempertahankan kemampuan tersebut. Salah satu upaya yang dapat diterapkan ialah pemberian latihan fisik berupa senam lansia. Melalui aktivitas ini, keseimbangan tubuh, kekuatan otot, serta koordinasi gerak dapat ditingkatkan. Namun, di lapangan masih ditemukan bahwa program latihan fisik belum dimanfaatkan secara optimal. Hal ini disebabkan oleh kurangnya penyampaian informasi, sehingga manfaat senam lansia belum sepenuhnya dipahami oleh masyarakat. Akibatnya, ketergantungan dalam aktivitas sehari-hari masih sering terjadi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh senam lansia terhadap tingkat kemandirian dalam aktivitas sehari-hari pada lansia di Posyandu Kecipir dan Veteran wilayah kerja Puskesmas Panarung Palangka Raya. Metode eksperimental dengan pendekatan cross-sectional telah digunakan, dengan melibatkan 30 responden. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon, dan diperoleh nilai ρ = 0,000 (α = 0,05). Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa pengaruh signifikan telah ditunjukkan oleh senam lansia terhadap peningkatan kemandirian lansia.
Pengaruh Relaksasi Otot Progresif Terhadap Tekanan Darah Dan Frekuensi Respirasi Pada Pasien Kanker Paru Ariyani, Mahridha Dwi; Mira, Mira; Daud, Izma
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.697

Abstract

Latar Belakang: Kanker paru merupakan salah satu penyakit dengan angka kejadian dan kematian yang tinggi di dunia. Pasien kanker paru sering mengalami berbagai gangguan fisiologis dan psikologis, seperti sesak napas, kecemasan, serta perubahan tanda-tanda vital berupa peningkatan tekanan darah dan frekuensi respirasi. Kondisi tersebut dapat memperburuk kenyamanan dan kualitas hidup pasien selama menjalani proses pengobatan. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk membantu mengatasi kondisi tersebut adalah relaksasi otot progresif. Teknik ini dilakukan dengan cara mengontraksikan dan merilekskan kelompok otot secara sistematis untuk menurunkan ketegangan otot serta meningkatkan respon relaksasi tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh relaksasi otot progresif terhadap tekanan darah dan frekuensi respirasi pada pasien kanker paru. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimental dengan pendekatan kelompok kontrol pre-test dan post-test. Sebanyak 60 responden dipilih menggunakan pengambilan sampel dan dibagi menjadi kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Kelompok intervensi menerima terapi PMR dalam sesi terstruktur. Tekanan darah dan laju pernapasan diukur sebelum dan sesudah intervensi. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil dan Kesimpulan: Terjadi penurunan yang signifikan pada tekanan darah sistolik (p = 0,000) tekanan darah diastolik (p = 0,000) dan laju pernapasan (p = 0,000) pada kelompok intervensi. Sementara itu, kelompok kontrol tidak menunjukkan perubahan yang signifikan (p > 0,05). Relaksasi Otot Progresif secara signifikan menurunkan tekanan darah dan laju pernapasan pada pasien kanker paru-paru dan dapat direkomendasikan sebagai intervensi keperawatan komplementer.
Edukasi Mekanisme Koping untuk Meningkatan Koping dalam Mencegah Stres Kerja pada Karyawati di Pabrik Soun Scorpio Desa Karangsoka Kabupaten Banyumas Aprilia Sukma Prameswari; Sumarni, Tri; Septiani, Febi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.698

Abstract

Stres kerja merupakan permasalahan signifikan bagi karyawati dengan beban kerja tinggi yang jika tidak dikelola dapat menurunkan produktivitas. Pendidikan kesehatan mengenai mekanisme koping adaptif menjadi solusi penting untuk meningkatkan kemampuan individu dalam merespons tekanan secara positif. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan koping 25 karyawati di Pabrik Soun Scorpio, Desa Karangsoka, melalui edukasi menggunakan media power point dan leaflet. Metode evaluasi melibatkan kuesioner pre-test dan post-test untuk mengukur tingkat pengetahuan, stres kerja, serta mekanisme koping partisipan. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata pengetahuan dari 50,2 menjadi 56, serta penurunan tingkat stres kerja yang signifikan, di mana jumlah responden pada kategori stres rendah meningkat dari 4 orang menjadi 15 orang. Selain itu, terdapat penguatan mekanisme koping tinggi pada responden setelah intervensi. Dapat disimpulkan bahwa edukasi mekanisme koping efektif dalam menurunkan tingkat stres kerja dan meningkatkan kesejahteraan psikologis karyawati di lingkungan kerja.