cover
Contact Name
Fadhli Ranuharja
Contact Email
fadhliranu@ft.unp.ac.id
Phone
+6281365388519
Journal Mail Official
jeve@ppj.unp.ac.id
Editorial Address
Gedung Labdu Fakultas Teknik Lt 4, Jalan Prof. Dr. Hamka, Air Tawar Padang, Sumatera Barat
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Journal of Electrical Vocational Education (JEVE)
ISSN : -     EISSN : 3110486X     DOI : https://doi.org/10.24036/wg8p0532
Aims To promote the publication of academically rigorous research that enhances the quality of vocational education in electrical engineering. To bridge the gap between research, instructional media development, and industry needs. To facilitate knowledge exchange among researchers, educators, industry practitioners, and policymakers. Scope JEVE welcomes manuscripts addressing, but not limited to, the following themes: 1) Curriculum, Pedagogy, and Assessment Curriculum development in electrical vocational education (competencies, OBE/CPL, KKNI/Indonesian NQF). Learning models and strategies: project-/problem-/inquiry-based learning, work-based learning, flipped learning, gamification, microlearning. Authentic and performance-based assessments, rubrics, competency certification (SKKNI/industry standards). Information literacy, digital/AI literacy, soft skills (4C), and employability skills in vocational contexts. 2) Media & Educational Technology in Electrical Vocational Education Design, development, and evaluation of instructional media (trainers, modules, simulations, virtual labs). LMS & e-learning (Moodle, mobile learning), learning analytics, and practical performance dashboards. AR/VR/MR for electrical training, occupational safety, and laboratory procedures. Gamification in learning (points, badges, leaderboards, quests, role-play) for programming, automation, and control systems. 3) Electrical Engineering Domains & Applications in TVET Electrical installation, protection, testing, and troubleshooting. Power electronics, motor drives, PLC/SCADA, DCS, educational robotics, basic mechatronics. Instrumentation and control, IoT/IIoT for vocational training, and data/serial communication in practical settings. Renewable energy (PV, wind, energy storage) and energy efficiency in vocational education. 4) Industry Linkages & Policy Industry partnerships, apprenticeships, teaching factories, and industrial certification. Tracer studies, competency mapping, and skill-gap analysis in electrical vocational education. Policy, management, and governance of laboratories and teaching factories. 5) Design & Evaluation of Innovations Design-Based Research (DBR), R&D (Borg & Gall / ADDIE), and validation of instructional media and instruments. Quasi-experiments, comparative studies, and implementation case studies in laboratories / industry. Development of assessment instruments (validity, reliability, factor analysis / IRT) for vocational learning.
Articles 39 Documents
Analisis Persepsi Mahasiswa terhadap Pelaksanaan Pengalaman Kerja Lapangan Erwin; Usmeldi
Journal of Electrical Vocational Education Vol. 2 No. 1 (2026): June Issue
Publisher : Departement of Electrical Engineering Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jeve.v2i1.67

Abstract

Pengalaman Kerja Lapangan (PKL) merupakan salah satu bentuk pembelajaran berbasis pengalaman yang bertujuan meningkatkan kompetensi mahasiswa melalui keterlibatan langsung di dunia usaha dan dunia industri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi mahasiswa terhadap pelaksanaan PKL pada Program Studi Pendidikan Teknik Elektro Universitas Negeri Padang. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan melibatkan 70 mahasiswa yang telah mengikuti PKL sebagai responden. Data dikumpulkan menggunakan angket skala Likert yang terdiri atas 30 butir pernyataan dan dianalisis menggunakan nilai rata-rata (mean) serta Tingkat Capaian Responden (TCR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi mahasiswa terhadap pelaksanaan PKL memperoleh nilai rata-rata sebesar 3,92 dengan nilai TCR sebesar 78,49% sehingga berada pada kategori cukup baik. Indikator persiapan PKL memperoleh nilai TCR tertinggi sebesar 81,10% dengan kategori baik, diikuti fasilitas dan lingkungan kerja sebesar 80,29% dengan kategori baik. Sementara itu, indikator pelaksanaan PKL, sistem PKL, serta bimbingan dan supervisi masing-masing memperoleh nilai TCR sebesar 79,18%, 76,00%, dan 74,21% yang termasuk kategori cukup baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan PKL telah berjalan dengan cukup baik, namun aspek sistem pelaksanaan serta bimbingan dan supervisi masih perlu ditingkatkan untuk mendukung peningkatan kualitas penyelenggaraan PKL.
Pengembangan Jobsheet Smart Home Pada Mata Kuliah Instalasi Perumahan Nadya Putri; Syaiful Islami
Journal of Electrical Vocational Education Vol. 2 No. 1 (2026): June Issue
Publisher : Departement of Electrical Engineering Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jeve.v2i1.68

Abstract

Perkembangan teknologi Internet of Things (IoT) telah mendorong transformasi pada sistem instalasi listrik perumahan melalui penerapan teknologi Smart Home. Kondisi tersebut menuntut pendidikan vokasi untuk menghadirkan pembelajaran praktikum yang relevan dengan perkembangan teknologi melalui penyediaan perangkat pembelajaran yang mendukung pencapaian kompetensi mahasiswa. Namun, pemanfaatan trainer Smart Home pada Mata Kuliah Praktikum Instalasi Perumahan belum didukung oleh Jobsheet yang dapat digunakan sebagai panduan praktikum secara sistematis. Penelitian ini bertujuan mengembangkan Jobsheet Smart Home berbasis Google Assistant serta menentukan tingkat validitas produk yang dikembangkan. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model Instructional Development Institute (IDI) yang meliputi tahapan define, develop, dan evaluate. Validasi produk dilakukan oleh tiga orang validator yang terdiri atas ahli materi dan ahli media. Data penelitian diperoleh melalui lembar validasi dan dianalisis menggunakan indeks Aiken's V. Hasil analisis menunjukkan bahwa Jobsheet memperoleh nilai validitas sebesar 0,82 berdasarkan penilaian ahli materi dan 0,82 berdasarkan penilaian ahli media. Nilai tersebut menunjukkan bahwa Jobsheet berada pada kategori valid sehingga layak digunakan sebagai panduan praktikum Smart Home berbasis Google Assistant pada Mata Kuliah Praktikum Instalasi Perumahan. Pengembangan Jobsheet ini diharapkan dapat mendukung pelaksanaan praktikum secara lebih sistematis serta memperkaya implementasi teknologi Smart Home dalam pembelajaran vokasi.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN DASAR PROGRAM KEAHLIAN Muhammad Ajie Rahman; Ayu Hendra
Journal of Electrical Vocational Education Vol. 2 No. 1 (2026): June Issue
Publisher : Departement of Electrical Engineering Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jeve.v2i1.70

Abstract

Kemampuan peserta didik pada mata pelajaran dasar program keahlian masih belum memuaskan, khususnya materi perangkat lunak gambar teknik listrik, kondisi tersebut menunjukkan pentingnya penggunaan model pembelajaran yang mampu mendorong keterlibatan peserta didik secara aktif dalam kegiatan belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan model Problem Based Learning (PBL) terhadap hasil belajar peserta didik kelas X TITL 2 SMK Negeri 5 Padang. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan metode pre-eksperimental melalui desain one-group pretest-postest. Subjek penelitian berjumlah 35 peserta didik. Pengumpulan data dilakukan menggunakan tes hasil belajar berupa pretest dan posttest yang telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas. Data dianalisis secara deskriptif dan menggunakan uji N-Gain digunakkan untuk mengukur peningkatan hasil belajar peserta didik setelah diterapkannya model PBL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pretest sebesar 54,94 meningkat menjadi 85,35 pada posttest. Analisis N-Gain memperoleh nilai rata-rata sebesar 0,58 dengan kategori sedang, sedangkan persentase N-Gain sebesar 58,26% termasuk kategori cukup efektif. Selain itu, tingkat ketuntasan belajar meningkat dari 12 peserta didik pada saat pretest menjadi 28 peserta didik pada saat posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Problem Based Learning efektif dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Dasar Program Keahlian materi perangkat lunak gambar teknik listrik di SMK Negeri 5 Padang.
Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Trainer Ac Split Pada Mata Pelajaran Sistem Instalasi Tata Udara Maulana Maulana Ernas; Ayu Hendra
Journal of Electrical Vocational Education Vol. 2 No. 1 (2026): June Issue
Publisher : Departement of Electrical Engineering Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jeve.v2i1.72

Abstract

Pendidikan vokasi menuntut ketersediaan media dan bahan ajar praktik yang mendukung penguasaan kompetensi peserta didik secara langsung. Pada Kompetensi Keahlian Teknik Pendinginan dan Tata Udara SMKN 1 Sumatera Barat, trainer Air Conditioner (AC) Split telah tersedia sebagai media praktikum, namun belum didukung oleh Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang sistematis sehingga kegiatan praktik berlangsung kurang terarah. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan mengetahui tingkat validitas LKPD berbasis trainer AC Split pada mata pelajaran Sistem Instalasi Tata Udara ditinjau dari penilaian ahli materi dan ahli media. Penelitian menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model 4D (Define, Design, Develop, Disseminate) yang dibatasi hingga tahap Develop pada sub-tahap validasi ahli. Produk yang dihasilkan berupa delapan unit jobsheet LKPD, divalidasi oleh tiga validator ahli materi dan tiga validator ahli media menggunakan instrumen skala 1-5, kemudian dianalisis dengan indeks validitas Aiken's V. Hasil penelitian menunjukkan validasi ahli materi memperoleh indeks Aiken's V sebesar 0,811 (kategori Valid) dengan rentang aspek 0,750-0,889, sedangkan validasi ahli media memperoleh indeks 0,844 (kategori Valid) dengan rentang aspek 0,792-0,917. Dengan demikian, LKPD trainer AC Split yang dikembangkan dinyatakan valid dan layak digunakan sebagai media pendamping pembelajaran praktikum Sistem Instalasi Tata Udara.
Penerapan Problem-Based Learning Berbantuan Video Demonstrasi untuk Meningkatkan Hasil Belajar Dasar Teknik Ketenagalistrikan Sahrul; Fivia Eliza
Journal of Electrical Vocational Education Vol. 2 No. 1 (2026): June Issue
Publisher : Departement of Electrical Engineering Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jeve.v2i1.71

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi pengaruh penerapan model Problem-Based Learning (PBL) berbantuan media video demonstrasi terhadap peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Dasar-Dasar Teknik Ketenagalistrikan. Metode yang digunakan adalah pre-experimental dengan desain one-group pretest-posttest yang melibatkan instrumen tes objektif yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, perhitungan N-Gain, dan persentase ketuntasan klasikal. Hasil penelitian memperlihatkan peningkatan nilai rata-rata yang signifikan, dari 63,90 pada tahap awal menjadi 84,68 setelah intervensi. Indeks N-Gain sebesar 57,66% berada pada kategori sedang, menandakan efektivitas pendekatan ini. Selain itu, terjadi peningkatan capaian ketuntasan belajar dari 36,36% menjadi 86,36%, yang berarti hanya 3 dari 22 siswa yang belum mencapai kriteria yang ditetapkan. Kesimpulannya, model PBL dengan dukungan video demonstrasi merupakan strategi yang efektif untuk memperkuat penguasaan konsep dasar teknik ketenagalistrikan, khususnya pada materi pengukuran dan pengujian kelistrikan.
Pembelajaran Berbasis Masalah Berbantuan Simulasi Pada Alat Ukur Listrik Eka Hilal Hamdi; Fivia Eliza
Journal of Electrical Vocational Education Vol. 2 No. 1 (2026): June Issue
Publisher : Departement of Electrical Engineering Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jeve.v2i1.74

Abstract

Pembelajaran alat ukur listrik di sekolah menengah kejuruan masih menghadapi kesenjangan antara penguasaan konsep dan kemampuan menerapkan prosedur pengukuran. Peserta didik perlu memahami fungsi, pemasangan, serta interpretasi hasil amperemeter dan voltmeter melalui pengalaman pemecahan masalah yang terarah. Penelitian ini bertujuan membandingkan hasil belajar kognitif peserta didik yang mengikuti pembelajaran berbasis masalah berbantuan simulasi Physics Education Technology (PhET) dengan pembelajaran konvensional. Penelitian menggunakan eksperimen semu dengan nonequivalent control group design. Subjek berjumlah 72 peserta didik kelas X Teknik Instalasi Tenaga Listrik di SMKN 1 Sumatera Barat yang terbagi sama ke dalam kelas eksperimen dan kelas kontrol. Data dikumpulkan melalui tes pilihan ganda 25 butir pada pretest dan posttest. Analisis mencakup statistik deskriptif, uji Shapiro-Wilk, Levene's test, dan independent-samples t-test pada taraf signifikansi 0,05. Hasil pretest menunjukkan bahwa varians kedua kelas homogen (F = 0,009; p = 0,923) dan kemampuan awal tidak berbeda signifikan, t(70) = 0,448, p = 0,656. Rata-rata posttest kelas eksperimen mencapai 81,22 dengan ketuntasan 66,7%, sedangkan kelas kontrol mencapai 69,78 dengan ketuntasan 38,9%. Uji t menunjukkan perbedaan signifikan, t(70) = 4,057, p < 0,001, dengan selisih rata-rata 11,44 poin, interval kepercayaan 95% sebesar 5,82–17,07, dan ukuran efek d = 0,96. Disimpulkan bahwa integrasi masalah autentik, penyelidikan kelompok, dan simulasi PhET berkaitan dengan hasil belajar kognitif serta proporsi ketuntasan yang lebih tinggi pada konteks penelitian ini.  
Analisis Tingkat Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Workshop Teknik Instalasi Tenaga Listrik Marsha Aulia; Hambali
Journal of Electrical Vocational Education Vol. 2 No. 1 (2026): June Issue
Publisher : Departement of Electrical Engineering Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jeve.v2i1.75

Abstract

Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan aspek penting dalam menciptakan lingkungan praktik yang aman, sehat, dan produktif pada pendidikan vokasi. Bengkel Teknik Instalasi Tenaga Listrik memiliki potensi risiko kecelakaan kerja yang relatif tinggi karena melibatkan penggunaan instalasi listrik, peralatan praktik, dan sumber energi listrik. Oleh karena itu, penerapan K3 berdasarkan prinsip Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) perlu dievaluasi untuk mengetahui kondisi penerapannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Bengkel Teknik Instalasi Tenaga Listrik SMK Negeri 1 Tanjung Raya berdasarkan prinsip-prinsip Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Responden penelitian berjumlah 49 siswa Program Keahlian Teknik Instalasi Tenaga Listrik yang ditentukan menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui angket dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif berupa persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penerapan K3 berdasarkan angket memperoleh persentase sebesar 64,47% dengan kategori Baik, sedangkan hasil observasi memperoleh persentase sebesar 53,00% dengan kategori Cukup. Indikator penerapan K3 memperoleh persentase tertinggi sebesar 80,31%, sedangkan indikator fasilitas dan sarana pendukung K3 memperoleh persentase terendah sebesar 41,33%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan K3 di Bengkel Teknik Instalasi Tenaga Listrik SMK Negeri 1 Tanjung Raya telah mengacu pada prinsip-prinsip SMK3, namun masih diperlukan peningkatan terutama pada aspek fasilitas dan sarana pendukung K3, penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), serta penguatan pelaksanaan sistem manajemen K3 agar keselamatan kerja selama kegiatan praktik dapat ditingkatkan
Pengaruh Artificial Intelligence terhadap Pemahaman Konsep Mahasiswa dalam Penyusunan Laporan Praktikum Anggi Putra Arjuna; Mukhlidi Muskhir
Journal of Electrical Vocational Education Vol. 2 No. 1 (2026): June Issue
Publisher : Departement of Electrical Engineering Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jeve.v2i1.76

Abstract

Perkembangan Artificial Intelligence (AI) telah memberikan peluang dalam mendukung proses pembelajaran di pendidikan tinggi, termasuk pada penyusunan laporan praktikum. Namun, pemanfaatan AI dalam penyusunan laporan praktikum masih memerlukan panduan yang terstruktur agar dapat mendukung pemahaman konsep mahasiswa tanpa mengurangi kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan Artificial Intelligence (AI) terhadap pemahaman konsep mahasiswa dalam penyusunan laporan praktikum pada Program Studi Pendidikan Teknik Elektro Universitas Negeri Padang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi experiment dan desain Post-test Only Non-Equivalent Control Group Design. Sampel penelitian berjumlah 44 mahasiswa yang terdiri atas 20 mahasiswa pada kelompok eksperimen dan 24 mahasiswa pada kelompok kontrol yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui penilaian laporan praktikum menggunakan rubrik pemahaman konsep yang telah divalidasi dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji Intraclass Correlation Coefficient (ICC), uji Shapiro–Wilk, uji Levene, dan Student's Independent Samples t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok eksperimen memperoleh nilai rata-rata sebesar 73,45, lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol sebesar 53,92. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai t = 34,05 dengan p < 0,001, yang menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan AI yang didukung panduan penggunaan secara terstruktur berpengaruh positif terhadap pemahaman konsep mahasiswa dalam penyusunan laporan praktikum. Dengan demikian, AI berpotensi menjadi media pendukung pembelajaran yang membantu mahasiswa memahami konsep, menganalisis hasil praktikum, dan menyusun laporan secara lebih sistematis apabila digunakan secara tepat..
Pengembangan Virtual Laboratory Berbasis Framework Ionic pada Pembelajaran Rangkaian Listrik Dasar Gisella Intan Dwi Arenti; Mukhlidi Muskhir
Journal of Electrical Vocational Education Vol. 2 No. 1 (2026): June Issue
Publisher : Departement of Electrical Engineering Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jeve.v2i1.77

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keterbatasan waktu penggunaan laboratorium, jumlah peralatan praktikum yang belum memadai, serta terbatasnya kesempatan mahasiswa untuk melakukan latihan secara mandiri pada pembelajaran Rangkaian Listrik Dasar. Kondisi tersebut menyebabkan mahasiswa membutuhkan media pembelajaran yang dapat memvisualisasikan konsep kelistrikan melalui simulasi dan diakses secara fleksibel. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Virtual Laboratory Rangkaian Listrik Dasar berbasis Framework Ionic pada platform Android dan web serta mengetahui validitas produk yang dikembangkan. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan 4-D (Define, Design, Develop, Disseminate) yang dibatasi hingga tahap Develop. Tahap Define meliputi analisis kebutuhan, mahasiswa, konsep, tugas, dan tujuan pembelajaran. Tahap Design mencakup perancangan antarmuka, materi, simulasi, jobsheet, kalkulator resistor, tutorial, dan evaluasi. Tahap Develop dilakukan melalui pengembangan produk menggunakan Framework Ionic dan validasi oleh tiga ahli materi dan tiga ahli media. Data hasil validasi selanjutnya diolah menggunakan indeks Aiken’s V. Berdasarkan penilaian validator, diperoleh nilai rata-rata sebesar 0,82 pada aspek materi dan 0,80 pada aspek media, sehingga keduanya termasuk dalam kategori valid. Hasil tersebut menunjukkan bahwa Virtual Laboratory Rangkaian Listrik Dasar telah memenuhi kriteria kelayakan dari sisi isi maupun rancangan media dan dapat dimanfaatkan sebagai sarana pendamping kegiatan praktikum untuk membantu mahasiswa mempelajari materi serta mencoba rangkaian secara virtual sebelum melakukan praktikum secara langsung

Page 4 of 4 | Total Record : 39