cover
Contact Name
Andri Putra Kesmawan
Contact Email
journal@idpublishing.org
Phone
+628111304014
Journal Mail Official
journal@idpublishing.org
Editorial Address
Jl. Sidorejo, Gg. Nakula No. C12, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, D.I Yogyakarta 55182
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora
ISSN : -     EISSN : 27988260     DOI : https://doi.org/10.53697/iso.v6i2
Jurnal ISO: Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora publishes scientific papers on the research and scientific studies in the scope of humanities and social studies, such as anthropology, studies, business, communication studies, corporate governance, criminology, the study of cross-cultural, demographic, economic studies of development, the study of education and ethics, social geography, the study of information technology management, industrial relations, international relations, legal studies, media studies, political science, the study of population dynamics, the study of psychology, the study of public administration, social welfare, religious studies and linguistics.
Articles 690 Documents
Resistensi Perempuan Iran terhadap Kebijakan Wajib Berhijab: Studi Perbandingan dengan Pelarangan Hijab di Tajikistan Najla Dara Ayunda; Marsya Zusrieka; Chifra Zeila Pramesyanti; Muhamad Kahar Mudzakar Ramzy Sarman; Nurdin Nurdin
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 5 No. 1 (2025): June
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v5i1.2678

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang kebijakan terhadap penggunaan hijab di negara Iran dan Tajikistan, serta respon dari kaum perempuan dari keluarnya kebijakan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi komparatif serta data sekunder, penelitian ini bertujuan untuk memahami dinamika sosial-budaya dan bentuk resistensi sebagai hasil dari intervensi negara terhadap tubuh perempuan. Dari hasil penelitian, negara Iran mewajibkan pemakaian hijab sebagai bentuk dari implementasi ideologi islam pasca revolusi 1979. Namun, Tajikistan dengan negara dengan mayoritas muslim, melarang penggunaan hijab sebagai dalih menjaga nilai-nilai budaya nasional, dan pembangunan identitas nasional yang sekuler. Dengan diberlakukannya sanksi administratif serta dibuatnya pembatasan pergi ke area publik bagi pengguna hijab. Meski memiliki perbedaan pada kepentingan, kedua negara menunjukan kesamaan pada kebijakan tentang berpakaian, yang digunakan sebagai alat kontrol negara atas tubuh perempuan. Kebijakan kewajiban dan pembatasan tersebut telah memicu respon kaum perempuan dari kedua negara, dengan melakukan gerakan-gerakan resistensi, mulai dari protes yang dilakukan di publik seperti gerakan “white wednesday”, hingga di protes yang dilakukan pada ruang digital, seperti gerakan “My Stealthy Freedom”. Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa kebijakan di kedua negara tersebut merupakan hasil manifestasi kontrol politik atas perempuan yang mencerminkan konflik dari hak kebebasan individu atas tubuhnya sendiri. implikasi dari penelitian ini dapat menjadi acuan bagi pembuat kebijakan agar disusun secara transparan dan melibatkan masyarakat, Serta memastikan kebijakan tersebut tidak mencederai hak kebebasan berekspresi. Penulis memberikan saran kepada penelitian selanjutnya untuk lebih mendalami kembali literatur dan juga media online untuk mengikuti terus perkembangan dari kebijakan serta gerakan resistensi di kedua negara.
Dampak Keterwakilan Perempuan di DPR RI terhadap Kebijakan Cuti Melahirkan dan Kesetaraan Gender: Studi Kasus Revisi UU Ketenagakerjaan Syahdina Azahwa; Tiara Julianti Haryanto; Huwayda Rahmania; Nurdin
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 5 No. 1 (2025): June
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v5i1.2681

Abstract

Kehadiran perempuan di Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) memainkan peran penting dalam membentuk kebijakan ketenagakerjaan yang responsif terhadap isu-isu gender. Penelitian ini mengkaji bagaimana anggota DPR perempuan mempengaruhi perumusan dan revisi peraturan cuti melahirkan, dengan fokus pada revisi Undang-Undang Ketenagakerjaan. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini mengumpulkan data dari artikel akademis, laporan resmi, dan analisis kebijakan. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa anggota DPR RI perempuan memberikan perspektif kritis dan mengadvokasi kebijakan yang lebih inklusif, seperti memperpanjang cuti melahirkan dan mempromosikan kesetaraan gender di tempat kerja. Meskipun ada resistensi struktural dan politik dari faksi dominan dan kepentingan industri, anggota DPR perempuan terus mendorong keterwakilan substantif melalui komitmen etis dan keterlibatan langsung dalam diskusi legislatif. Kehadiran mereka tidak hanya memperkaya wacana legislatif dengan narasi kehidupan nyata dari para pekerja perempuan, tetapi juga memperkuat fondasi untuk reformasi ketenagakerjaan yang inklusif. Namun, keterbatasan dalam dinamika kekuasaan seringkali menghalangi proposal mereka untuk diadopsi sepenuhnya. Oleh karena itu, dukungan kelembagaan dan kesadaran publik sangat penting untuk memperkuat upaya mereka dan membangun kebijakan ketenagakerjaan yang lebih adil bagi semua.
Analisis Semiotika Toxic Masculinity Dalam Representasi Kenakalan Remaja di Mini Seri Adolescence (2025) Gladyssia Kinssy
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 5 No. 1 (2025): June
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v5i1.2682

Abstract

  Kenakalan remaja merupakan bentuk perilaku menyimpang yang umum terjadi pada fase transisi menuju kedewasaan. Fenomena ini semakin kompleks di era digital, di mana remaja banyak terpapar berbagai narasi sosial melalui media massa dan media sosial. Salah satu narasi yang kerap muncul adalah mengenai konstruksi maskulinitas yang problematik, dikenal dengan istilah toxic masculinity. Pola ini menekankan dominasi, represi emosi, dan kecenderungan kekerasan sebagai indikator kejantanan, yang dapat berpengaruh pada perilaku menyimpang remaja laki-laki. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana representasi toxic masculinity dikonstruksikan dalam mini seri Adolescence (2025), menggunakan pendekatan semiotika sebagai metode utama. Analisis dilakukan dengan menelaah tanda-tanda visual, simbolik, dan naratif yang muncul secara konsisten dalam serial, untuk memahami bagaimana makna toxic masculinity dikomunikasikan dan diinternalisasi oleh karakter utama yang merupakan remaja laki-laki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Adolescence merepresentasikan bentuk-bentuk toxic masculinity melalui berbagai simbol, seperti kekerasan fisik sebagai bentuk pembuktian diri, penghindaran ekspresi emosional, hingga pengaruh teman sebaya yang memperkuat nilai-nilai dominasi. Representasi tersebut memperlihatkan keterkaitan erat antara tekanan sosial, krisis identitas, dan kecenderungan remaja untuk menormalisasi perilaku menyimpang. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya literasi media dan pendidikan gender sejak dini untuk mencegah internalisasi toxic masculinity yang dapat berdampak pada perilaku kriminal dan disfungsional
Partisipasi Politik Masyarakat Kota Surabaya dalam Pemilihan Kepala Daerah 2024: Studi Tentang Rendahnya Tingkat Partisipasi dan Faktor yang Mempengaruhinya Najla Dara Ayunda; Marsya Zusrieka; Chifra Zeila Pramesyanti; Muhamad Kahar Mudzakar Ramzy Sarman; Ridwan Ridwan
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 5 No. 1 (2025): June
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v5i1.2685

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji rendahnya tingkat partisipasi politik masyarakat Kota Surabaya dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2024 dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhinya. Meskipun terdapat sedikit peningkatan partisipasi dibandingkan pilkada sebelumnya, angka partisipasi yang hanya mencapai 56–60% masih jauh dari target 75% yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data dikumpulkan melalui kajian literatur, artikel ilmiah, laporan media, dan dokumen resmi dari lembaga penyelenggara pemilu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya partisipasi dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain kondisi teknis seperti cuaca dan sisa dampak pandemi, minimnya pilihan kandidat karena hanya terdapat calon tunggal, serta rendahnya kepercayaan publik terhadap efektivitas suara. Selain itu, tingkat apatisme politik, terutama di kalangan pemuda, disebabkan oleh kurangnya pendidikan politik dan minimnya sosialisasi dari penyelenggara pemilu. Faktor budaya seperti pemanfaatan hari libur untuk aktivitas non-politik turut memperburuk partisipasi. Di sisi lain, upaya pemerintah dan KPU seperti sosialisasi di sekolah, jalan sehat, dan pemanfaatan Media Center Surabaya telah dilakukan, tetapi belum sepenuhnya efektif. Penelitian ini menekankan perlunya pendekatan yang lebih inklusif dan partisipatif untuk meningkatkan kesadaran politik masyarakat, khususnya generasi muda, serta pentingnya pendidikan politik yang berkelanjutan untuk memperkuat demokrasi lokal.
Tinjauan Yuridis Perbandingan Audit Keuangan Negara dan Proses Penyusunan Konstitusi antara Indonesia dan Belanda Tyas Pralampita; Amardyasta Pratama; Dwi Apriliastuti
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 5 No. 1 (2025): June
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v5i1.2695

Abstract

Penelitian ini berupaya untuk mengkaji perbedaan audit keuangan negara di Indonesia dan Belanda serta mengkaji bagaimana proses penyusunan konstitusi di kedua negara tersebut. Metodologi yang digunakan adalah yuridis normatif, dengan pendekatan studi pustaka, yang mencakup penelaahan data sekunder dari berbagai sumber, termasuk peraturan perundang-undangan, literatur akademik, jurnal ilmiah, serta referensi lainnya yang relevan, guna menganalisis jenis dan karakteristik ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia, seperti Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan konstitusi belanda (Grondwet voor het Koninkrijk der Nederlanden). Dalam metodologi penelitian ini, pendekatan perundang-undangan diterapkan untuk menelaah regulasi yang berkaitan dengan audit keuangan negara. Pendekatan metodologis kedua adalah metode perbandingan, yang digunakan untuk mengkaji perbedaan audit keuangan negara berdasarkan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan Konstitusi Belanda (Grondwet voor het Koninkrijk der Nederlanden). Pendekatan metodologis yang ketiga adalah pendekatan kasus yaitu menggali berbagai tantangan yang dihadapi Badan Pemeriksa Keuangan sebagai Lembaga yang melakukan audit keuangan di Indonesia. Temuan dari penelitian ini akan menjelaskan bagaimana proses audit keuangan di Indonesia dan Belanda berdasarkan konstitusi di masing-masing negara dan mengidentifikasi tantangan-tantangan yang dihadapi BPK dalam menjalankan tugas dan kewenangannya. Selain itu, penelitian ini juga akan mengusulkan solusi terhadap permasalahan yang telah diidentifikasi.
Tingkat Adaptasi Guru Terhadap Pelaksanaan Kurikulum Merdeka di SMA Negeri 1 Siak Hulu Kabupaten Kampar Melva Simanjuntak; Risdayati
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 5 No. 1 (2025): June
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v5i1.2696

Abstract

Penerapan Kurikulum Merdeka sebagai kebijakan pendidikan baru di Indonesia menuntut adanya perubahan paradigma pembelajaran dan peran guru di satuan pendidikan. Dalam konteks ini, kemampuan guru untuk beradaptasi menjadi faktor penting yang menentukan keberhasilan implementasi kurikulum. Transformasi sistem pendidikan melalui Kurikulum Merdeka bertujuan menghadirkan proses pembelajaran yang lebih fleksibel, kontekstual, dan berpusat pada peserta didik. Sebagai pelaksana utama kurikulum di lapangan, guru dituntut untuk tidak hanya memahami isi dan tujuan kurikulum, tetapi juga mampu menyesuaikan strategi pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik kurikulum tersebut. Tingkat keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka sangat bergantung pada kesiapan dan kemampuan guru dalam menghadapi perubahan tersebut. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Siak Hulu Kabupaten Kampar. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui Tingkat adaptasi guru terhadap pelaksanaan Kurikulum Merdeka di SMA Negeri 1 Siak Hulu Kabupaten dan Hambatan dalam pelaksanaan adaptasi yang dihadapi oleh guru terhadap pelaksanaan Kurikulum Merdeka di SMA Negeri 1 Siak Hulu Kabupaten Kampar. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kuantitatif dengan jenis penelitian metode penelitian kuantitatif deskriptif. Instrument dalam pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan analisis data kuantitatif desjriptif dan tabulasi silang. Populasi dalam penelitian ini adalah guru SMA Negeri 1 Siak Hulu Kabupaten Kampar yang berjumlah 31 orang, dengan teknik penarikan sampel yang digunakan adalah Tenik Sensus. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat adaptasi guru di SMA Negeri 1 Siak Hulu Kabupaten yaitu secara keseluruhan dari 4 tahapan adaptasi yang digunakan yaitu berada pada kategori tingkat tinggi, yaitru dengan hasil rekapituasi 1) Honeymoon (masa antusias awal terhadap pelaksanaanKurikulum Merdeka) tingkat adaptasi guru terhadap pelaksanaan Kurikulum Merdeka berada pada tingkat kategori tinggi dengan skor rekapitulasi dengan total skor 660, 2) Culture Shock (masa kebingungan atau keuslitan dalam adaptasi terhadap pelaksanaan Kurikulum Merdeka) tingkat adaptasi guru terhadap pelaksanaan Kurikulum Merdeka berada pada tingkat tinggi dengan skor 658, 3) Recovery (masa penyesuaian dan pencarian solusi) tingkat adaptasi guru terhadap pelaksanaan Kurikulum Merdeka berada pada tingkat tinggi dengan skor 722, 4) Adjustment masa penyesuaian penuh dan penerimaan terhadap pelaksanaan Kurikulum Merdeka) tingkat adaptasi guru terhadap pelaksanaan Kurikulum Merdeka berada pada tingkat tinggi dengan skor 721. Dan secara keseluruhan dengan rentang interval yang sudah ditentukan tingkat adaptasi guru berada pada kategori tinggi yang artinya adaptasi guru terhadap pelaksanaan Kurikulum Merdeka belum maksimal. Adapun hambatan dalam pelaksanaan adaptasi yang dihadapi guru terhadap pelaksanan Kurikulum Merdeka dapatkan dari penelitian yang peneliti lakukan yaitu berkaitan dengan pemahaman konsep, akses informasi, dan ketersediaan sarana pendukung.
Motivasi Perempuan Memilih Jurusan Teknik Mesin di Universitas Riau Amanda Tifani; Yoskar Kadarisman
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 5 No. 1 (2025): June
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v5i1.2697

Abstract

Di Universitas Riau terdapat jurusan yang di dominasi oleh laki-laki atau dengan kata lain jarang dipilih oleh perempuan. Seperti halnya Teknik Mesin, jurusan ini umumnya jarang menjadi kategori pilihan bagi perempuan karena di jurusan teknik ini dominan mempelajari mengenai mekanika mesin ini tentu akan sulit dan berbahaya jika dilakukan oleh perempuan. Namun, tidak jarang juga ada beberapa kaum perempuan yang memilih jurusan tersebut dikarenakan berbagai motivasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat motivasi apa yang menjadi penyebab perempuan memilih jurusan Teknik Mesin. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif deskriptif. Pengumpulan data menggunakan gform, dan dokumentasi. Teknik dalam penelitian ini menggunakan teknik sensus, dengan kriteria perempuan jurusan teknik mesin yang masih aktif pada semester 4 hingga semester 12, dengan jumlah 27 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh responden, perempuan teknik mesin yang masih aktif hingga saat ini di dominasi oleh angkatan 2020 dengan rentang usia 21-22 tahun. Kemudian dari ketiga motivasi Maslow yang peneliti gunakan kebutuhan sosial ternyata berpengaruh tinggi, kebutuhan penghargaan berpengaruh sangat tinggi, dan kebutuhan aktualisasi berpengaruh rendah. berdasarkan hasil tersebut maka diketahui bahwa kebutuhan penghargaan sangat memotivasi perempuan dalam memilih jurusan teknik mesin. Maka dapat disimpulkan berdasarkan ketiga motivasi tersebut rata-rata motivasi perempuan teknik mesin tergolong tinggi. Kemudian jika dilihat dari segi keberhasilannya selama berkuliah di jurusan teknik mesin mayoritas responden tergolong berhasil, artinya motivasi mereka memilih jurusan teknik mesin merupakan pilihan yang tepat.
Etos Kerja Pemulung Dalam Meningkatkan Pendapatan di Desa Pandau Jaya Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar Rotua Simanungkalit; Yoskar Kadarisman
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 5 No. 1 (2025): June
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v5i1.2698

Abstract

Ketersediaan lapangan pekerjaan yang sedikit terkhususnya di sektor formal membuat sebagian orang beralih ke sektor informal. Kondisi ini terjadi akibat minimnya keterampilan dan keahlian serta rendahnya jenjang pendidikan yang dimiliki. Seperti yang dilakukan masyarakat yang berprofesi sebagai pemulung yang ada di Desa Pandau Jaya Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar. Selain durasi kerja dalam satu minggu, kemampuan dan ketekunan pemulung dalam menemukan barang bekas yang memiliki nilai jual juga berperan penting dalam meningkatkan pendapatan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi mereka. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan etos kerja pemulung di Desa Pandau Jaya dengan tingkat pendapatannya dengan menggunakan Teori Etika Protestan yang dikemukakan oleh Max Weber. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kuantitatif dengan jenis penelitian metode penelitian kuantitatif deskriptif. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, dokumentasi dan wawancara. Teknik dalam penelitian ini menggunakan teknik sampel sensus yaitu seluruh populasi digunakan sebagai sampel dengan keseluruhan responden yaitu 33 pemulung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil dari rekapitulasi etos kerja pemulung terhadap peningkatan pendapatan melalui empat indikator etos kerja. Indikator pertama pada berkorban untuk menyiapkan masa depan memiliki skor 662, pada indikator bersikap secara rasional dalam menghadapi kehidupan skornya 683, kerja keras 649, dan hidup hemat 777 skor ini didapatkan dari hasil jumlah seluruh jawaban dari pertanyaan masing masing indikator etos kerja yang sudah punya skala ukur masing masing dan dengan total skor keseluruhan adalah 2.771 dan total tersebut berada pada tingkat sangat tinggi.
Solidaritas Mahasiswa Papua di Perantauan Kota Pekanbaru Natalia Gultom; Rina Susanti
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 5 No. 1 (2025): June
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v5i1.2701

Abstract

Artikel ini menyoroti solidaritas mahasiswa Papua di perantauan kota Pekanbaru. Tujuan penelitian untuk menganalisis bentuk solidaritas dan upaya mahasiswa Papua mempertahankan solidaritas dalam menghadapi berbagai tantangan di lingkungan perantauan. Dengan menggunakan teori solidaritas Durkheim, yang membedakan antara solidaritas mekanik dan organik. Teknik penelitian menggunakan pendekatan kualitatif naratif dengan pengumpulan data melalui observasi nonpartisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Data terkumpul dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan interpretasi pola untuk memperoleh kesimpulan yang mendalam. Subyek penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling, terdiri dari 6 mahasiswa Papua yang berstatus aktif kuliah di Pekanbaru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa solidaritas mahasiswa Papua terwujud dalam berbagai bentuk seperti tolong menolong, gotong royong, kesukarelaan, toleransi, aksi sosial, agenda kebudayaan, dan iuran wajib. Upaya mempertahankan solidaritas dilakukan melalui kegiatan rutin seperti makan bersama setiap minggu, olahraga bersama, perayaan khusus seperti valentine, dan musyawarah untuk menyelesaikan masalah. Hasil analisis menunjukkan bahwa solidaritas mahasiswa Papua terbentuk melalui interaksi spontan dari pengalaman bersama yang kemudian berkembang menjadi sistem organisasi formal seperti Himpunan Mahasiswa Papua Riau (HIMAPARI). Disimpulkan bahwa solidaritas mahasiswa Papua di Pekanbaru menggabungkan kedua bentuk solidaritas Durkheim secara harmonis, dimana solidaritas mekanik tetap mengakar kuat berdasarkan identitas budaya bersama sementara solidaritas organik memberikan struktur praktis melalui organisasi formal, sehingga menciptakan sistem dukungan yang efektif bagi mahasiswa perantau dalam menghadapi tantangan hidup di lingkungan yang berbeda dari kampung halaman mahasiswa Papua.
Diseminasi Informasi Publik: Pendukung dan Penghambat Peningkatan Layanan Keterbukaan Informasi Publik di Kabupaten Pasaman Willy Oktaviani; Rahmadhona Fitri Helmi
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 5 No. 1 (2025): June
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v5i1.2702

Abstract

Keterbukaan Informasi Publik (KIP) merupakan salah satu pilar utama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). Namun, berdasarkan data dari Komisi Informasi (KI) Pusat RI memperlihatkan sebanyak 45% badan publik informatif dan sebanyak 55% badan publik masuk kategori menuju, cukup, kurang bahkan tidak informatif, termasuk salah satunya badan publik di Kabupaten Pasaman. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis diseminasi informasi publik oleh PPID Kabupaten Pasaman dalam meningkatkan layanan Keterbukaan Informasi Publik, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik purposive sampling untuk menentukan informan penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara dan studi dokumentasi. Selanjutnya, untuk menguji keabsahan informasi dilakukan dengan triangulasi data, sumber. Hasil penelitian menunjukkan diseminasi informasi yang dilakukan oleh PPID Utama Kab.Pasaman terbagi dalam tiga tahap: penerimaan, seleksi, dan retensi informasi. Faktor pendukung mencakup kolaborasi antar OPD dan pemahaman bersama terkait keterbukaan informasi. Sementara itu, hambatan yang dihadapi meliputi perubahan struktur organisasi, gangguan sistem, mutasi pegawai, serta belum tersedianya platform digital yang memadai. Dengan demikian, upaya diseminasi informasi masih menghadapi tantangan dan membutuhkan penguatan dalam sistem dan koordinasi lintas instansi agar dapat berjalan optimal.