cover
Contact Name
LPPM UWGM Samarinda
Contact Email
lppm@uwgm.ac.id
Phone
+6282189998560
Journal Mail Official
abdimasmahakam@uwgm.ac.id
Editorial Address
Jl. Wahid Hasyim No.28, Sempaja Sel., Kec. Samarinda Utara, Kota Samarinda, Kalimantan Timur 75243
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Abdimas Mahakam
ISSN : -     EISSN : 25495755     DOI : https://doi.org/10.24903/jam.v10i01.3671
Core Subject : Education,
Universitas Widya Gama Mahakam publishes the journal Abdimas Mahakam twice a year, in January and July. The online version of the journal carries the ISSN 2549-5755 . Researchers from around the world who are interested in all aspects of community participation are represented here. English and Bahasa Indonesia versions of the article are both available
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 306 Documents
Pemberdayaan Masyarakat dalam Situasi Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi dan Longsor melalui Santri Siaga Bencana di Kabupaten Cianjur Uut Rochman; Ade Subarkah
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 8 No. 01 (2024): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v8i01.2504

Abstract

Tujuan pemberdayaan masyarakat adalah untuk meningkatkan kemampuan masyarakat lokal dalam menghadapi bencana gempa bumi dan longsor di Kabupaten Cianjur. Santri lokal dilatih agar memiliki kapasitas dalam tanggap darurat dan kesadaran akan pentingnya manajemen risiko bencana. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Desember Tahun 2022 dengan melibatkan 25 orang santri. Metode yang digunakan adalah FGD (Focus Group Discussion). Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan kesiapsiagaan masyarakat lokal akan pengurangan risiko bencana berbasis masyarakat. Hal tersebut ditunjukkan dengan adanya perubahan hasil survei Prapengabdian (Pre-Test) dan Pascapengabdian (Post-Test), serta keterlibatan aktif komunitas dalam kegiatan sosialisasi dan peningkatan kapasitas menajemen bencana. Upaya pemberdayaan masyarakat diharapkan dapat meminimalisir risiko bencana, mengurangi dampak buruk yang disebabkan oleh bencana alam serta melindungi jiwa dan harta benda masyarakat ketika bencana terjadi, sebagai bentuk peningkatan kapasitas menajemen kebencanaan. Dengan keterlibatan dan mempersiapkan santri siaga bencana sebagai agen perubahan dalam komunitas, maka pemberdayaan masyarakat dapat menciptakan fondasi yang kuat untuk keselamatan dan ketahanan masyarakat dalam situasi krisis.
Herbal Healing Bath sebagai Alternatif Peningkatan Kualitas Tidur pada Perempuan Penyandang Disabilitas Sitti Khadijah; Dheska Arthyka Palifiana; Cristin Wiyani; Stevany Stevy
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 8 No. 01 (2024): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v8i01.2506

Abstract

Penyandang disabilitas adalah orang yang memiliki kemampuan serba terbatas. Keterbatasan dan stigma buruk yang diberikan membuat mereka berusaha dan yakin agar tidak ketergantungan dengan individu lain dalam memenuhi kebutuhan dasarnya sendiri, salah satunya kebutuhan tidur. Kualitas tidur yang buruk mengakibatkan penurunan kesehatan fisiologis dan psikologis. Terapi herbal healing bath sebagai alternatif solusi dalam meningkatkan kualitas tidur, karena mudah dan murah untuk dilakukan sendiri di rumah. Rangsangan uap hangat yang mengenai kulit akan memperlebar pembuluh darah sehingga sirkulasi darah menjadi lancar. Terapi herbal healing bath mempunyai banyak manfaat salah satunya mengatasi insomnia. Kegiatan pengabdian diselenggarakan di HWDI Cabang Sleman beralamat di Nepen 01/15 Candibinangun Pakem Sleman. Sasaran kegiatan yaitu perempuan penyandang disabilitas yang merupakan anggota Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Cabang Sleman yang diikuti oleh 24 orang. Rangkaian kegiatan berupa pre test menggunakan kuesioner kualitas tidur, pelatihan terapi herbal healing bath, pelaksanaan program terapi herbal healing bath sebagai upaya peningkatan kualitas tidur pada perempuan disabilitas dan post test menggunakan kuesioner kualitas tidur. Instrumen yang digunakan untuk mengukur kualitas tidur adalah instrument Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Sebelum penerapan terapi herbal healing bath, mayoritas responden memiliki kualitas tidur buruk yaitu 15 orang (62,5%) sedangkan setelah penerapan terapi herbal healing bath, mayoritas responden memiliki kualitas tidur baik yaitu 17 orang (70,8%). Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dengan nilai p-value 0,033 < 0,05 artinya terdapat peningkatan kualitas tidur sebelum dan sesudah penerapan terapi herbal healing bath pada perempuan penyandang disabilitas. Kesimpulannya bahwa terapi herbal healing bath dapat digunakan sebagai alternatif terapi dalam meningkatkan kualitas tidur.
Pemberdayaan Ekonomi Kreatif melalui Pelatihan Ecoprint di Sos Children’s Village Banda Aceh Saniman Andi Kafri; Putri Dahlia; Dwindy Putri Cufara
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 8 No. 01 (2024): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v8i01.2509

Abstract

SOS Children’s Village Banda Aceh merupakan organisasi sosial yang yang mendedikasikan diri untuk pengasuhan anak-anak dan remaja yang telah atau beresiko kehilangan orang tua. Organisasi ini memfasilitasi peserta didik dalam berbagai aspek, salah satunya adalah pendidikan. Selain memberikan pendidikan, organisasi ini juga memberi pembekalan peserta melalui berbagai pelatihan untuk mempersiapkan diri menuju kemandirian dan membangun peluang wirausaha. Minimnya tenaga pendidik dan kegiatan yang menunjang kewirausahaan di bidang seni/budaya menjadi salah satu permasalahan yang dihadapi lembaga SOS Children’s Village Banda Aceh. Selama ini, bantuan dan dukungan yang diterima organisasi ini berasal dari kantor pusat SOS Children’s Village Indonesia dan BLK Banda Aceh untuk memberikan beberapa pelatihan, belum ada perguruan tinggi yang mejadi mitra dalam pengembangan kreativitas berwirausaha, khususnya di bidang seni. Banyaknya peserta didik yang berkisar pada jenjang pendidikan SMA dan Perguruan Tinggi menjadi perhatian tim pengabdi untuk membekali mereka dengan ilmu dan keahlian dalam menunjang peluang kewirausahaan di bidang budaya, yaitu dengan mengadakan pelatihan ecoprint. Produk ecoprint yang diciptakan peserta didik dapat dipasarkan dengan memanfaatkan teknologi. Banyaknya media sosial dan toko-toko online yang memudahkan penjual dalam memasarkan produk, dapat membantu peserta didik menjangkau pasar yang lebih luas, tidak hanya konsumen dalam negeri bahkan dapat menjangkau pasar luar negeri. Pelatihan ini diharapkan dapat menjadi peluang usaha utama maupun usaha sampingan bagi peserta didik untuk menjadi seorang enterpreneur mengingat prospek usaha ini sangat menjanjikan di masa sekarang dan yang akan datang. Diharapkan dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat bagi peserta didik SOS Children’s Village Banda Aceh ini dapat menunjang ekonomi kreatif dan melahirkan entrepreneur yang selalu memenuhi kebutuhan pasar sekaligus sebagai upaya pengurangan angka pengangguran. Dalam pelatihan ini teknik ecoprin yangdigunakan merupakan teknik memukul (ketok) dengan menggunakan palu kayu. Dengan tahapan mulai dari tahap persiapan, pelaksanaan dan hasil dari kegiatan ecoprint. Luaran yang dihasilkan dari kegiatan ini berupa Laporan Kegiatan, publikasi media online dan artikel ilmiah, serta video kegiatan terkait Pengabdian Kepada Masyarakat yang bertajuk Pemberdayaan Ekonomi Kreatif melalui Pelatihan Ecoprint di SOS Children’s Village Banda Aceh
Pendekatan Partisipatif Untuk Pencegahan Stunting melalui Pelatihan Konten Kreator TIKTOK bagi Remaja Rentan di Wilayah Kelurahan Tengah Jakarta Timur Hastin Trustisari; Tuti Kartika
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 8 No. 02 (2024): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v8i02.2510

Abstract

Remaja rentan merupakan salah satu kelompok risiko yang sering diabaikan dalam pemberian edukasi tentang pencegahan stunting. Pendekatan partisipatif digunakan untuk memastikan remaja rentan terlibat aktif mulai dari perencanaan sampai evaluasi pada kegiatan pencegahan stunting. Tujuan pengabdian masyarakat ini difokuskan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja dalam pencegahan stunting sejak dini. Strategi yang digunakan dengan menyelenggarakan pelatihan pembuatan konten kreatif melalui platform TIK-TOK dengan pesan pencegahan stunting remaja. Metode yang digunakan meliputi tahapan pra persiapan, persiapan, pelaksanaan, evaluasi serta tindak lanjut. 10 Remaja berumur 15-21tahun pada lokasi rentan stunting di Kelurahan Tengah Jakarta Timur menjadi sasaran utama pelatihan ini. Pelatihan difokuskan pada peningkatan pengetahuan pencegahan stunting dan penggunaan media sosial TIK-TOK sebagai sarana edukasi dan advokasi pencegahan stunting pada remaja. Hasil kegiatan ini menghasilan video TIKTOK dengan pesan pencegahan stunting dengan target remaja. Video ini juga diuplod di youtube dan mendapatkan di HKI/Hak Kekayaan Intelektual. Rekomendasi kedepan, kegiatan stunting berfokus pada remaja perlu ditingkatkan dengan menggunakan media sosial sebagai sarana edukasi bagi remaja dapat dilakukan lebih massif lagi.
Peningkatan Pengetahuan Pencegahan Cacingan Anak Pada ibu-ibu PKK Dusun Ngipik, Banguntapan Bantul Febriana Astuti; Rafiastiana Capritasari; Novi Rizal Arifin; Adelia Azhima; Herlambang Wicaksono; Ince Rambu Karabu
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 8 No. 01 (2024): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v8i01.2512

Abstract

Stunting pada anak disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah kecacingan atau infeksi telur cacing. Tujuan dari dilakukannya kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu-ibu anggota PKK di Dusun Ngipik Kecamatan Banguntapan Kabupaten Bantul , terkait cara mencegah kecacingan. Metode yang digunakan antara lain adalah penyuluhan serta survey dengan menggunakan kuseioner yang terdiri atas pre test yang diberikan sebelum penyuluhan dimulai dan post test atau setelah penyuluhan selesai untuk melihat peningkatan pengetahuan pada peserta penyuluhan. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 17 Juni 2023 dari pukul 15.00-17.00 yang dihadiri oleh 32 anggota PKK Dusun Ngipik. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 17 Juni 2023 dari pukul 15.00-17.00 yang dihadiri oleh 32 anggota PKK Dusun Ngipik. Terdapat peningkatan pengetahuan dari anggota PKK setelah dilakukannya penyuluhan, yaitu yang awalnya terdapat 20 responden (62,5%) dengan tingkat pengetahuan baik, naik menjadi 31 responden (96,9%). Selanjutnya untuk tingkat pengetahuan dengan kategori cukup yang awalnya sebanyak 8 responden (25%) turun menjadi 1 responden (3%), sedangkan responden dengan kategori kurang yang awalnya berjumlah 4 orang responden (12,5%) berubah menjadi 0 responden. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa dari kegiatan penyuluhan yang dilakukan responden dapat dengan baik menerima informasi yang disampaikan dan terdapat peningkatkan pengetahuan dari anggota PKK Dusun Ngipik terkait pencegahan kecacingan pada anak.
Digitalisasi sebagai Upaya Pengembangan Desa Wisata Seni dan Budaya Sendangasri Kabupaten Rembang Muhammad Tahwin; Dian Ayu Liana Dewi; Fajar Sodiq
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 8 No. 01 (2024): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v8i01.2514

Abstract

Desa Sendangasri merupakan salah satu desa yang ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Rembang sebagai Desa Wisata Seni dan Budaya pada tahun 2022. Desa Sendangasri memiliki daya tarik seni dan budaya yang telah dikemas dalam paket wisata. Hasil observasi yang dilakukan oleh Tim Pengabdian Universitas YPPI Rembang ke Desa Sendangasri menemukan fakta paket wisata yang dibuat oleh pengelola desa wisata belum diketahui masyarakat secara luas. Pengelola desa wisata belum bisa memanfaatkan secara maksimal perkembangan teknologi informasi. Hasil obervasi juga memperlihatkan pengelolaan data kunjungan wisatawan masih dilakukan secara manual yaitu dengan mengisi buku tamu. Berdasarkan hasil observasi tersebut maka diidentifikasi permasalahan yang dihadapi oleh Desa Wisata Seni dan Budaya Sendangasri yaitu: (1) Minimnya pengetahuan pengelola desa wisata dalam pengelolaan wisata yang menerapkan manajemen berbasis sistem informasi, (2) Sumber daya manusia yang kurang dalam mengembangkan konten promosi yang kreatif dan menarik, (3) Belum adanya sistem informasi dalam pengelolaan informasi dan untuk memberikan layanan kepada wisatawan. Solusi yang ditawarkan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut adalah digitalisasi berupa sistem informasi wisata dan pelatihan yang dapat meningkatkan keterampilan pengelola dalam mengelola informasi potensi desa wisata. Dengan demikian tujuan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan pengelola desa wisata terkait digitalisasi desa wisata melalui sistem informasi wisata. Hasil pengabdian kepada masyarakat di Desa Wisata Seni dan Budaya Sendangasri adalah pengelola desa wisata telah mampu menggunakan sistem informasi wisata (SIWIS) dalam mengelola desa wisata dengan baik.
Penyuluhan Pencegahan Penyakit Tukak Lambung di Desa Pelem Baturetno Banguntapan Bantul Unsa Izzati; Febriana Astuti; Bambang Suryanto
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 8 No. 01 (2024): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v8i01.2515

Abstract

Lambung adalah salah satu organ dalam sistem pencernaan pada manusia yang berfungsi untuk mencerna makan dan menyerap beberapa sari-sari makanan. Secara garis besar ada tiga faktor penyebab dari tukak lambung diantaranya Helicobacter pylori, penggunaan OAINS dan kerusakan mukosa yang berhubungan dengan stress. Kurangnya edukasi, informasi dan pelatihan mengenai cara pencegahan dan pengobatan gejala tukak lambung sering kali membuat masyarakat keliru dalam mencegah dan menggunakan atau mengkonsumsi obat tukak lambung. Penyuluhan ini dilaksanakan menggunakan metode edukasi dan sharing serta pemaparan materi dengan ceramah kesehatan. Materi yang disampaikan adalah pengertian dari penyakit tukak lambung, macam-macam penyakit pada lambung, prevalensi penyakit di Indonesia, gejala penyakit, pencegahan penyakit dan pengobatan penyakit berdasarkan obat dipasaran. Pengukuran tingkat pengetahuan masyarakat menggunakan kuesioner yang diberikan sebelum dan sesudah pemberian ceramah kesehatan. Kuesioner diberikan sebelum responden mendapatkan leaflet dan penyuluhan mengenai pencegahan serta pengobatan pada penyakit lambung khususnya tukak lambung (pre-test) dan sesudah selesai penyuluhan (Post-test). Setelah dilaksanakan edukasi dan ceramah serta pemberian kuesioner (post-test) tingkat kemampuan responden meningkat. Terjadinya peningkatan pengetahuan disebabkan adanya edukasi diberikan leaflet dan penyuluhan.
Respon Siswa SMAN 15 Surabaya terhadap Pelatihan Robot Line Tracer Berbasis Arduino Nugrahani Putri; Muhimmatul Khoiro; Dzulkiflih Dzulkiflih; zainul arifin imam supardi; Frida Ermawati
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 8 No. 01 (2024): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v8i01.2516

Abstract

Robotika merupakan salah satu media yang paling tepat untuk mengenalkan bidang teknologi kepada siswa SMA. Kegiatan pelatihan robotika dengan topik robot line tracer berbasis Arduino telah dilakukan oleh tim PKM prodi Fisika Unesa kepada siswa SMAN 15 Surabaya. Tujuan dari kegiatan pelatihan ini adalah untuk memberikan pengalaman dan pengetahuan robotika kepada para siswa, khususnya robot line tracer. Siswa SMAN 15 Surabaya sangat berminat terhadap pelatihan ini, yang dapat dilihat dari hasil pemetaan awal minat dan pengetahuan robot line tracer. Walau sebagian besar siswa belum pernah mempelajari robotika sebelumnya, mereka sangat antusias dalam mengikuti pelatihan yang dilaksanakan pada bulan Agustus 2023 ini. Pelatihan dilakukan dalam 2 sesi, yaitu sesi pertama siswa diberikan pelatihan penulisan coding Arduino, sedangkan sesi kedua siswa diberikan pelatihan dan pengalaman dalam merakit robot line tracer, dan menjalankan robot menggunakan coding Arduino. Respon siswa sangat positif terhadap pelatihan yang mereka lalui, sebanyak 93,3% siswa merasa pelatihan robot line tracer sangat bermanfaat dan materi pelatihan sangat berguna dan menarik bagi mereka. Mereka juga lebih memahami prinsip kerja robot line tracer dan memperoleh gambaran yang jelas tentang pemrograman Arduino untuk aplikasi robotika.
Pelatihan Pengembangan Media Pembelajaran Literasi dan Numerasi Berbasis ICT Pada Guru PAUD Febry Maghfirah; Malpaleni Satriana; Wilda Isna Kartika; Reyzia Anggriani Hasnur
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 8 No. 01 (2024): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v8i01.2517

Abstract

Kesuksesan akademik selama pendidikan dasar dan menengah didasarkan pada perolehan awal keterampilan literasi dan numerasi. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi keterampilan literasi dan numerasi adalah media pembelaran, salah satunya media pembelajaran berbasis Information and Communication Technologies (ICT). Siswa abad ke-21 membutuhkan kompetensi yang memungkinkan mereka untuk menyesuaikan diri dengan jenis baru dari informasi. Namun, beberapa penelitian melaporkan pengetahuan guru PAUD terkait ICT sebagai hal yang langka sehingga perlunya pelatihan pengembangan media pembelajaran berbasis ICT untuk dilakukan. Tim pengabdi melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat kepada guru PAUD di TK Negeri 03 Tenggarong dan KB Alam Al-Fatah Samarinda dengan tujuan agar guru mendapat pemahaman dan dapat mengembangkan media pembelajaran berbasis ICT. Metode kegiatan pengabdian ini diantaranya survei lokasi pengabdian, pelaksanaan kegiatan pelatihan, dan evaluasi kegiatan pelatihan. Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan selama delapan kali pertemuan. Hasil dari kegiatan ini adalah guru mendapatkan pemahaman dan keterampilan baru dalam membuat media pembelajaran berbasis ICT, dan media pembelajaran diterapkan kepada anak usia dini untuk menstimulasi kemampuan literasi dan numerasi.
Implementasi Penggunaan Air Bersalinitas pada Media Pemeliharaan Ikan Lele (Clarias sp.) di UPR D5 Rizka Wati; Dade Jubaedah; Marsi; Yulisman; Marini Wijayanti
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 8 No. 01 (2024): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v8i01.2533

Abstract

Unit Pembenihan Rakyat (UPR) D5 Desa Sukapindah berdiri sejak tahun 2019 yang dengan komoditas produksi utama berupa benih ikan lele sangkuriang. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kelangsungan hidup dan pertumbuhan ikan adalah melalui optimalisasi kualitas air sesuai kebutuhan fisiologis ikan. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah mengimplementasikan penggunaan air bersalinitas pada pemeliharaan benih ikan lele. Kegiatan dilaksanakan melalui penyuluhan, peragaan, pendampingan teknis melalui penempatan mahasiswa Praktek Lapang dan demplot pemeliharaan ikan. Berdasarkan kuisioner umpan balik pada peserta, materi penyuluhan dan peragaan dinilai telah disampaikan dengan jelas (93%), difahami (87%) dan bermanfaat (87%) oleh khalayak sasaran. Peserta terlibat aktif dalam diskusi dan mengharapkan keberlanjutan program pengabdian Masyarakat ini. Demplot berupa kolam pemeliharaan benih ikan lele yang diberi dua perlakuan, yaitu media air bersalinitas 0 ppt (K0) dan 4 ppt (K1). Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa ikan yang dipelihara pada media dengan salinitas 4 ppt (K1) memiliki laju pertumbuhan spesifik (sebesar 1,40%/hari untuk panjang dan 3,93%/hari untuk bobot) yang lebih tinggi dibandingkan 0 ppt (K0) (sebesar 1,30%/hari untuk panjang dan 3,70%/hari untuk bobot). Kelangsungan hidup ikan 100% pada ikan yang dipelihara pada salinitas 0 ppt dan 4 ppt. Kualitas air meliputi suhu (26,8-28,6oC), pH (6-7), daya hantar listrik (189-375 μS cm-1), dan amonia (0,03-0,07 mg L-1) masih dalam kisaran optimal untuk ikan lele.