cover
Contact Name
Ahmad Arifuddin
Contact Email
arifuddin@uinssc.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
alibtida@uinssc.ac.id
Editorial Address
Jl. Perjuangan By Pass Sunyaragi, Cirebon, West Java 45132, Indonesia Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI
Core Subject :
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI is a high-quality peer-reviewed journal published by Department of Madrasah Ibtidaiyah Teacher Education, Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Indonesia in collaboration with Indonesian Islamic Elementary Education Lecturers Association (Perkumpulan Dosen PGMI Indonesia). Publishing twice a year, in June and October and already have a registration number p-ISSN: 2442-5133 and e-ISSN: 2527-7227. Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI is the leading journal in Islamic educational institutions concerning Islamic elementary education. The journal promotes research and scholarly discussion concerning Islamic Elementary education in Academic disciplines and Institutions, focusing on the advancement of scholarship both formal and non-formal education. Topics might be about curriculum development, teaching and learning, learning methodologies, instructional technologies, teacher competences, and assessments.
Arjuna Subject : -
Articles 281 Documents
Drug Prevention Education Programs in Schools in High-Risk Areas: Challenges for Primary School Teachers in Malaysia Ahmad Jazimin Jusoh; Ciptro Handrianto; Durrah Athirah Walid; Suzaily Wahab; Shahid Rasool
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 10 No. 1 (2023): June 2023
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v10i1.12984

Abstract

AbstractDrug prevention education programs have been implemented in primary and secondary schools in Malaysia. This study aimed to investigate the existing drug prevention education programs in primary schools in high-risk areas of Perak, Malaysia and to identify the challenges faced by primary school teachers to implement these programs. The methods used in this study was a qualitative case study design by using interviews for data collection. Seven participants, including primary school teachers, a Ministry of Education Malaysia officer, a National Anti-Drug Agency (NADA) Perak officer, and a State of Education Department officer, were involved as study samples. The results of the study showed that teachers still face problems delivering drug messages in the teaching-learning process because they do not have enough learning materials or knowledge. Teachers’ challenges arise not only from the school or educational policy but also from parents` involvement. It can be concluded that the primary school teachers in Malaysia still face challenges related to their skills, community supports, and government policies in drug prevention education programs. It is expected the study can be used by the stakeholders when planning and evaluating drug preventive in Malaysian primary schools especially in selected hot spot areas.Keywords: challenges, drug prevention, high-risk areas, primary school teachers. AbstrakProgram pendidikan pencegahan narkoba telah dilaksanakan di sekolah dasar dan menengah di Malaysia. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki program pendidikan pencegahan narkoba yang ada di sekolah dasar di daerah berisiko tinggi Perak, Malaysia dan untuk mengidentifikasi tantangan yang dihadapi oleh guru sekolah dasar untuk melaksanakan program ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan desain studi kasus dengan menggunakan wawancara untuk pengumpulan data. Tujuh peserta, termasuk guru sekolah dasar, petugas Kementerian Pendidikan Malaysia, petugas Badan Anti Narkoba Nasional (NADA) Perak, dan petugas Departemen Pendidikan Negara Bagian, dilibatkan sebagai sampel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru masih menghadapi kendala penyampaian pesan narkoba dalam proses belajar mengajar karena tidak memiliki bahan ajar atau pengetahuan yang cukup. Tantangan guru muncul tidak hanya dari sekolah atau kebijakan pendidikan, tetapi juga dari keterlibatan orang tua. Dapat disimpulkan bahwa guru sekolah dasar di Malaysia masih menghadapi tantangan terkait keterampilan mereka, dukungan masyarakat, dan kebijakan pemerintah dalam program pendidikan pencegahan narkoba. Diharapkan penelitian ini dapat digunakan oleh para pemangku kepentingan ketika merencanakan dan mengevaluasi program pencegahan narkoba di sekolah dasar Malaysia, khususnya di daerah yang terpilih.Kata kunci: tantangan, pencegahan narkoba, daerah berisiko tinggi, guru sekolah dasar.
Sustainable Awareness About Climate Change on Elementary School Pupils’ Perspective: What Wonderful Finding! Cucun Sutinah; Ari Widodo; Muslim Muslim; Ernawulan Syaodih
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 10 No. 1 (2023): June 2023
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v10i1.13037

Abstract

AbstractClimate change is a serious issue that has become a global problem, so it needs to be responded to and handled immediately. This study aims to obtain an overview of elementary school students' ongoing awareness of climate change. Sustainable awareness is the basis for someone to change their behavior in controlling climate change. This type of research is ex post facto with descriptive quantitative methods used in this study. The instrument for exploring sustainable awareness data is a questionnaire containing 27 statement items that integrate aspects of knowledge, attitudes, and behavior, with environmental, social, and economic dimensions. The questionnaire uses a Likert scale of 1-4, with the choices of strongly agree, agree, disagree and strongly disagree. Respondents were 467 grade 4 elementary school students in the city of Bandung, Indonesia. The questionnaire was filled out online via the Google form within one week. The data obtained was processed and analyzed descriptively quantitatively by calculating the average and percentage of each item, dimensions and aspects of sustainable awareness. The study results revealed that students have a high awareness of sustainability, especially regarding knowledge and environmental dimensions. The findings have implications for introducing students to other aspects and dimensions of sustainable awareness regarding climate change at the elementary school level.Keywords: sustainable awareness, climate change, elementary school students.AbstrakPerubahan iklim merupakan isu serius yang menjadi permasalahan global sehingga perlu direspon untuk segera ditangani. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai kesadaran berkelanjutan siswa sekolah dasar akan perubahan iklim. Kesadaran berkelanjutan menjadi dasar untuk seseorang mengubah perilakunya dalam mengendalikan perubahan iklim. Jenis penelitian ex post facto dengan metode kuantitatif deskriptif digunakan dalam penelitian ini. Instrumen untuk menggali data kesadaran berkelanjutan berupa angket yang berisi 27 item pernyataan yang merupakan integrasi aspek pengetahuan, sikap, dan perilaku, dengan dimensi lingkungan, sosial, dan ekonomi. Angket menggunakan skala Likert 1-4, dengan pilihan sangat setuju, setuju, tidak setuju, dan sangat tidak setuju. Responden adalah 467 siswa kelas 4 sekolah dasar di Kota Bandung, Indonesia. Pengisian angket dilaksanakan secara daring melalui google form dalam kurun waktu satu minggu. Data yang diperoleh diolah dan dianalisis secara kuantitatif deskritptif dengan menghitung rata-rata dan persentase setiap item, dimensi, dan aspek kesadaran berkelanjutan. Hasil penelitian mengungkap bahwa siswa memiliki kesadaran berkelanjutan yang tinggi, terutama pada aspek pengetahuan dan dimensi lingkungan. Temuan berimplikasi pada pentingnya mengenalkan siswa pada aspek dan dimensi lainnya dalam konsep kesadaran berkelanjutan terkait perubahan iklim pada jenjang sekolah dasar.Kata kunci: kesadaran berkelanjutan, perubahan iklim, siswa sekolah dasar.
Analysis of Needs for the Development of Audiobooks Based on Realistic Mathematics Education for Fourth-Grade Elementary School Students Arissona Dia Indah Sari; Tatang Herman; Wahyu Sopandi; Al Jupri; Nataria Wahyuning Subayani
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 10 No. 1 (2023): June 2023
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v10i1.13040

Abstract

AbstractThe purpose of this study was to describe the need for the development of an Realistic Mathematics Education (RME)-based audiobook for fourth-grade elementary school students. This study focused on two aspects, namely (1) the interest of fourth-grade students in learning mathematics; and (2) the need of RME-based audiobook media by fourth-grade teachers. The participants of this study were 135 students and 12 teachers of grade IV at four elementary schools in the Merauke area, Indonesia. Using a qualitative methodology, the data were collected through questionnaires, interviews, and documentation. The results of the study revealed that the interest of fourth-grade students in learning mathematics was still lacking. The teacher's way of teaching was considered unattractive and the mathematics learning materials delivered by the teacher were difficult to understand. Meanwhile, the need of RME-based audiobook media by the fourth-grade students and teachers was quite urgent. It was because 79% of the teachers had never used audiobook media when teaching mathematics. In addition, 53.7% of the teachers had never taught mathematics using the RME approach.Keywords: development, audiobooks, realistic mathematics education.AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kebutuhan pengembangan audiobook berbasis RME untuk siswa kelas IV SD. Penelitian ini difokuskan pada dua aspek, yaitu (1) minat siswa kelas IV dalam pembelajaran matematika; dan (2) kebutuhan media audiobook berbasis RME oleh guru kelas IV. Partisipan penelitian ini adalah 135 siswa dan 12 guru kelas IV di empat sekolah dasar di wilayah Merauke, Indonesia. Menggunakan metode kualitatif, data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa minat siswa kelas IV dalam pembelajaran matematika masih kurang. Cara mengajar guru dinilai kurang menarik dan materi pembelajaran matematika yang disampaikan guru sulit dipahami. Sementara itu, kebutuhan media audiobook berbasis RME oleh siswa dan guru kelas IV cukup mendesak. Hal ini dikarenakan 79% guru belum pernah menggunakan media audiobook saat mengajar matematika. Selain itu, 53,7% guru belum pernah mengajar matematika dengan pendekatan RME.Kata kunci: pengembangan, buku audio, pendidikan matematika realistik.
A Literacy and Numeracy Model to Enhance the Independent Learning Education for Islamic Elementary School Teachers Ahwy Oktradiksa; Mujahidun Mujahidun; Carolyn Hunt
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 10 No. 1 (2023): June 2023
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v10i1.13041

Abstract

AbstractThis study aims to determine the effectiveness of the literacy-numeration model in increasing educational learning independence for class teachers and students at Madrasah Ibtidaiyah, Magelang Regency, Indonesia. Qualitative and quantitative approaches were used as research methods. Data were collected by using interviews, observation, and documentation techniques. The collected data were then analysed with hypothesis test, validity, reliability, normality, paired t-test, and simple independent-test. This research was conducted on a subject population of 43 Madrasah Ibtidaiyah class teachers. The results showed the effectiveness of the development of independent learning education with literacy and numeracy models for class teachers and students of Madrasah Ibtidaiyah in Magelang Regency, Indonesia. The results of the output test "paired Samples Test" yielded that Sig.(2-tailed) was 0.000 <0.05, thus, Ho was rejected and Ha was accepted. This result suggest that there is a significant effect of the literacy-numeration model on the development of independent learning education for students and teachers of Madrasah Ibtidaiyah in Magelang Regency, Indonesia.Keywords: literacy-numeration model, independent learning education, Islamic elementary school teachers.  AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model literasi-numerasi untuk meningkatkan kemandirian belajar pendidikan bagi guru kelas dan siswa di Madrasah Ibtidaiyah Kabupaten Magelang, Indonesia. Pendekatan kualitatif dan kuantitatif digunakan sebagai metode penelitian. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dokumentasi. Analisis data menggunakan uji hipotesis, validitas, reliabilitas, normalitas, uji-t berpasangan, dan uji-independent sederhana. Penelitian ini dilakukan pada subjek populasi sebanyak 43 orang guru kelas Madrasah Ibtidaiyah. Hasil penelitian menunjukkan keefektifan pengembangan pendidikan merdeka belajar dengan model literasi dan numerasi untuk guru kelas Madrasah Ibtidaiyah di Kabupaten Magelang, Indonesia. Berdasarkan hasil output “paired Samples Test” diketahui Sig.(2-tailed) adalah 0,000 < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Maka dapat dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan keefektifan model literasi-numerasi terhadap pengembangan pendidikan merdeka belajar bagi guru kelas Madrasah Ibtidaiyah di Kabupaten Magelang.Kata kunci: model literasi-numerasi, pendidikan merdeka belajar, guru madrasah ibtidaiyah.
Digital based Madrasas: The Strategy to Improve the Quality of Madrasah Ibtidaiyah Performance Hasan Baharun; Almakkiyatul Mukarramah
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 10 No. 1 (2023): June 2023
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v10i1.13075

Abstract

Abstract This study aims to analyze the internal and external factors that contribute to improving the quality of Islamic elementary schools’ performance in Probolinggo Regency, East Java, Indonesia. This is field research using the descriptive analysis method. Data was obtained from observation, interviews, and documentation. The collected data was processed and analyzed through the IE, IFE, and EFE matrices. The results of this study indicate that the internal factors of three Madrasah Ibtidaiyah are powerful and can overcome their weaknesses in improving the quality of digital-based madrasa performance. In addition, the three Madrasah Ibtidaiyah have relatively high opportunities to overcome challenges and is very responsive in improving the quality of digital-based madrasa performance. Furthermore, alternative strategies are formulated through SWOT analysis to improve the performance quality of digital-based madrasah by implementing intensive strategies through market penetration and product development. Madrasah Ibtidaiyah can penetrate the market more proactively using the IDN Network PortDi (Digital Portal) in carrying out digital-based madrasa performance. The research also suggests that the product development (madrasa’s administration and finance) can increase the professionalism of education staff in digital-based madrasah performance.Keywords: digital madrasa, performance, SWOT, internal and external analysis.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor internal dan eksternal yang berkontribusi terhadap peningkatan mutu kinerja Madrasah Ibtidaiyah di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan menggunakan metode deskriptif analisis. Data diperoleh dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang terkumpul diolah dan dianalisis melalui matriks IE, IFE, dan EFE. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan faktor internal dari ketiga Madrasah Ibtidaiyah sangat kuat dan dapat mengatasi kelemahannya dalam meningkatkan kualitas kinerja madrasah berbasis digital. Selain itu, Madrasah Ibtidaiyah tersebut memiliki peluang yang cukup tinggi untuk mengatasi tantangan dan sangat tanggap dalam mengatasi tantangan dalam meningkatkan kualitas kinerja madrasah berbasis digital. Selanjutnya, alternatif strategi dirumuskan melalui analisis SWOT untuk meningkatkan kualitas kinerja madrasah berbasis digital dengan menerapkan strategi intensif melalui penetrasi pasar dan pengembangan produk. Madrasah Ibtidaiyah tersebut dapat melakukan penetrasi pasar dengan lebih proaktif menggunakan PorDi (Portal Digital) Jaringan IDN dalam melaksanakan kinerja madrasah ibtidaiyah berbasis digital. Pengembangan produk (administrasi madrasah, keuangan madrasah) dapat meningkatkan profesionalitas tenaga kependidikan dalam kinerja madrasah berbasis digital.Kata kunci: madrasah digital, kinerja, SWOT, analisis internal dan eksternal.
Analysis of the Elementary School Students' Learning Obstacles: A Case Study on the Concept of Fractions Komang Sujendra Diputra; Didi Suryadi; Tatang Herman; Al Jupri
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 10 No. 1 (2023): June 2023
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v10i1.13078

Abstract

AbstractThe research aimed to conduct an in-depth investigation of the learning obstacles faced by elementary students in the concept of fractions. Employing a qualitative method, this study involved the fourth and fifth graders of elementary schools as the participants. The data were collected both quantitatively and qualitatively. The quantitative data were collected through a test on the concept of fractions developed by the research team. Meanwhile, the qualitative data were collected via interviews. The data were then analyzed using quantitative and qualitative methods. The results of the quantitative data analysis indicated that the average number of students who answered the overall test questions correctly was 13.33%. Through qualitative analysis, it was found that the students experienced three types of learning obstacles including epistemological, didactical, and ontogenical obstacles. Epistemological obstacles were faced by the students in the construction of fractions as parts of a whole in the visualization of the model area. Didactical obstacles occurred in the construction of fractions as parts of a whole in the visualization of discrete models and improper fractions. Ontogenical obstacles occurred in the construct of fractions as measures, especially placing fractions on the number line. The findings of this study can be used as a basis for educators to develop learning designs on the concept of fractions in elementary schools.Keywords: concept of fractions, learning obstacles, elementary school students. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk melakukan investigasi mendalam tentang hambatan belajar yang dialami siswa sekolah dasar pada konsep pecahan. Dengan menggunakan metode kualitatif, penelitian ini melibatkan siswa kelas IV dan V sekolah dasar sebagai partisipan penelitian. Data dikumpulkan secara kuantitatif maupun kualitatif. Data kuantitatif dikumpulkan melalui tes konsep pecahan yang disusun dan dikembangkan tim peneliti. Sementara itu, data kualitatif diperoleh melalui wawancara. Data yang telah diperoleh kemudian dianalisis menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif. Hasil analisis data kuantitatif menunjukkan bahwa banyaknya siswa yang berhasil menjawab keseluruhan pertanyaan tes dengan benar adalah 13.33%. Melalui analisis kualitatif, ditemukan bahwa siswa mengalami tiga jenis hambatan belajar yaitu hambatan epistimologis, didaktis, dan ontogenis. Hambatan epistimologis dialami siswa pada konstruk pecahan sebagai bagian dari keseluruhan dalam visualisai model area. Hambatan didaktis terjadi pada konstruk pecahan sebagai bagian dari keseluruhan dalam visualisasi model diskrit serta pecahan campuran. Hambatan ontogenis terjadi pada konstruk pecahan sebagai ukuran khususnya menempatkan pecahan pada garis bilangan. Temuan pada penelitian dapat digunakan sebagai dasar bagi pendidik dalam mengembangkan desain pembelajaran pada konsep pecahan di sekolah dasar.Kata kunci: konsep pecahan, hambatan belajar, siswa sekolah dasar.
Software and Hardware Development of Madrasah Ibtidaiyah Student's Fitness Evaluation based on Hexagonal Obstacle Microcontroller (Evabugar Mikrohexo) Adi Wijayanto; Muhamad Zaini
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 10 No. 2 (2023): October 2023
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v10i2.13115

Abstract

Abstract One area of testing, measuring, and evaluating sports fitness components is agility. This field of agility really needs a touch of technological information, such as software and computer hardware, to help overcome problems that arise in this development. With the existence of agility tests, measurements, and evaluations, it is hoped that the agility scores obtained will be more objective. This research aims to develop an evaluation of student software and hardware based on a hexagonal resistance microcontroller (evabugar microhexo). This research design uses a research and development plan. The stages in this development research go through several stages, namely: (1) initial needs analysis and information gathering; (2) planning; (3) product development; (4) preparation for small group trials; (5) first product revision; (6) field trials; (7) second product revision; (8) field trials; (9) third product revision; (10) dissemination and implementation. The results of the agility test in small group trials were 61.90%. This is because the operational method is not yet user-friendly, and there are still many confusing commands. The use of Evabugar Mikrohexo in large group trials has improved. The level of ease of carrying out measurement tests and reading results is 80.95%. In general, the level of ease of designing the Evabugar Mikrohexo and ease of use reaches 80.95%. Keywords: agility, fitness, hexagonal, microcontroller.AbstrakSalah satu bidang tes, pengukuran, dan evaluasi komponen kebugaran olahraga adalah kelincahan. Bidang kelincahan ini sangat membutuhkan sentuhan teknologi informasi seperti perangkat lunak dan keras komputer untuk membantu mengatasi permasalahan yang timbul dalam perkembangan tersebut. Dengan adanya tes, pengukuran dan evaluasi kelincahan, maka diharapkan nilai kelincahan yang didapat semakin objektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan software dan hardware evaluasi kebugaran mahasiswa berbasis mikrokontroler hexagonal obstacle (evabugar mikrohexo). Rancangan penelitian ini menggunakan rancangan penelitian dan pengembangan. Tahapan dalam penelitian pengembangan ini melalui beberapa tahapan, yaitu (1) analisis kebutuhan awal (need assement) serta pengumpulan informasi; (2) perencanaan; (3) pengembangan produk; (4) persiapan uji coba kelompok kecil; (5) revisi produk pertama; (6) uji coba lapangan; (7) revisi produk kedua; (8) uji coba lapangan; (9) revisi produk ketiga; (10) desiminasi dan implementasi. Hasil tes kelincahan pada uji coba kelompok kecil sebesar 61,90%, hal ini dikarenakan cara pengoperasionalannya belum user friendly dan masih banyak perintah yang membingungkan. Penggunaan Evabugar Mikrohexo pada uji coba kelompok besar sudah semakin membaik, tingkat kemudahan melakukan tes pengukuran serta membaca hasil sebesar 80.95%. Secara umum tingkat kemudahan desain Evabugar Mikrohexo dan kemudahan dalam menggunakannya mencapai 80.95%.Keywords: kelincahan; kebugaran; hexagonal, mikrokontroler.
An Innovative Approach to Environmental Literacy: The Sustainable RADEC Learning Model for Elementary Schools Hana Lestari; Ima Rahmawati; Mohammad Ali; Wahyu Sopandi; Ana Ratna Wulan
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 10 No. 2 (2023): October 2023
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v10i2.13123

Abstract

AbstractThis study aims to design and develop an Education of Sustainable Development-oriented RADEC learning design model for enhancing the environmental literacy of elementary school students. The research approach employed consists of four key stages: (1) problem identification, (2) defining various objectives, (3) design and development, and (4) product validation. The research sample was selected using purposive sampling and comprised six elementary school teachers from various grade levels, ranging from grade 1 to grade 6. Data collection involved the use of scaled questionnaires and interviews. The collected data were then analyzed using the Explanatory Sequential Mixed Method. The results indicate that the curriculum design for the ESD-oriented RADEC learning model is suitable for implementation in elementary schools. This conclusion is supported by the mean score of 3.98 and a standard deviation of 0.22, showing a consistent range of responses among experts. In other words, the experts unanimously agree that the product design is appropriate for classroom learning. To further assess the validity of the design, a one-way ANOVA test was conducted to determine if there were significant differences in the opinions of experts across various domains (ESD, RADEC, Environmental Literacy, and Basic Education). The results revealed that the F score and p-value exceeded α = 0.05, indicating no significant differences in the perceptions of the experts involved in the study. In summary, the experts reached a consensus that the product design exhibits a high level of feasibility, earning a "proper" rating in each component developed.Keywords: environmental literacy, ESD, RADEC learning model. AbstrakPenelitian ini bertujuan mengembangkan model pembelajaran RADEC berorientasi Education of Sustainable Development (ESD) untuk mengembangkan literasi lingkungan siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan penelitian design and development. Prosedur Design and Development yang terdiri dari beberapa langkah yaitu : (1) identifikasi masalah, (2) mendeskripsikan berbagai tujuan, (3) rancangan dan pengembangan artefak, (4) uji validasi artefak.  Penelitian ini melibatkan enam orang guru sekolah dasar dari kelas 1 sampai 6 dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner tertutup berskala likert dan wawancara. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan Explanatory Sequential Mixed Method yaitu metode analisis data yang menggunakan analisis data kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain kurikulum model pembelajaran RADEC berorientasi ESD layak diterapkan di sekolah dasar, hal ini ditunjukkan dari skor mean (3,98) dan standar deviasi (0,22) dengan rentang yang tidak jauh berbeda. Dapat diartikan persepsi ahli bersifat homogen (setuju) bahwa desain produk layak diterapkan dalam pembelajaran di kelas. Selanjutnya dilakukan uji one way ANOVA untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan pendapat para ahli yang signifikan dari para ahli (ahli ESD, RADEC, Literasi lingkungan dan Pendidikan Dasar). Didapatkan hasil skor F dan p-value lebih besar dari α = 0,05 dari uji tersebut. Hasil ini menunjukkan persepsi para ahli yang terlibat dalam penelitian ini tidak berbeda nyata. Artinya, para ahli sepakat bahwa desain produk yang dikembangkan memiliki kriteria tingkat kelayakan dengan kategori “layak” untuk setiap komponen produk yang dikembangkan.Kata kunci: literasi lingkungan, ESD, model pembelajaran RADEC.
Why is Normative Commitment Invalid? An Empirical Study on Principals of Public Elementary Schools Kamaludin Kamaludin
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 10 No. 2 (2023): October 2023
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v10i2.13467

Abstract

The purpose of this study is to assess the construct validity of the principal's commitment to the proposed theory so that it can be seen that the observation variable can form a latent variable. The research approach used in this study uses a quantitative approach with a measurement model in the form of First Order Confirmatory Factor Analysis. The sample in this study amounted to 233 principals of State Elementary Schools. The location in this study is Brebes Regency, Central Java Province, Indonesia. The data analysis in this research is starting by developing a theoretical model, making a causal relationship path diagram, choosing an input matrix and getting a model estimate, assessing the identification of structural models, and assessing the criteria for Goodness of Fit. The research findings in this study are the dimensions of the principal's commitment measurement include affective, sustainability, and normative commitment, indicating that the normative dimension is invalid and insignificant in measuring the principal's commitment. This proves that commitment does not arise only because of concerns about the bad opinions of colleagues if the principal does not stay in school.
Analysis of the Students' Digital Literacy Skills through Blended Learning at Madrasah Ibtidaiyah in the Post Covid-19 Pandemic Idah Faridah Laily; Misbah Binasdevi
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 10 No. 1 (2023): June 2023
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v10i1.13516

Abstract

AbstractThe purpose of this study was to analyze how blended learning could enhance the students’ digital literacy skills. The mix of methodologies employed in this study was based on the sequential transformative strategy paradigm. Participants in this study were 7 teachers and 80 students from three Madrasah Ibtidaiyah located in Cirebon City, West Java, Indonesia. The data for this study were gathered using both qualitative and quantitative methods, including interviews, observations, triangulation, documentation, and questionnaires. Then, both qualitative and quantitative techniques were used to analyze the data. The findings revealed that the teachers had utilized blended learning stages according to the six existing criteria. However, not all schools had implemented the same blended learning concept. According to the quantitative data, 74.1% of students said their teachers had successfully used blended learning on average. Additionally, a simple linear regression calculation with a significant value of 0.000<0.05 was used to support the hypothesis that the utilization of blended learning affected the students' digital literacy skills.Keywords: digital literacy, blended learning, madrasah ibtidaiyah students.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana blended learning dapat meningkatkan kemampuan literasi digital siswa. Perpaduan metodologi yang digunakan dalam penelitian ini didasarkan pada paradigma strategi transformatif sekuensial. Partisipan dalam penelitian ini adalah 7 guru dan 80 siswa dari 3 Madrasah Ibtidaiyah yang ada di Kota Cirebon, Jawa Barat, Indonesia. Data penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif, meliputi wawancara, observasi, triangulasi, dokumentasi, dan angket. Kemudian, teknik kualitatif dan kuantitatif digunakan untuk menganalisis data. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa guru Madrasah Ibtidaiyah di Kota Cirebon, Jawa Barat telah memanfaatkan tahapan blended learning sesuai dengan 6 (enam) kriteria yang ada. Namun demikian, tidak semua sekolah menerapkan konsep blended learning yang sama. Menurut data kuantitatif, 74,1% siswa mengatakan bahwa guru mereka telah berhasil menggunakan blended learning. Selain itu, perhitungan regresi linier sederhana dengan nilai signifikansi 0,000<0,05 digunakan untuk mendukung hipotesis bahwa pemanfaatan blended learning berpengaruh terhadap kemampuan literasi digital siswa.Kata kunci: literasi digital, blended learning, siswa madrasah ibtidaiyah.