cover
Contact Name
Ahmad Arifuddin
Contact Email
arifuddin@uinssc.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
alibtida@uinssc.ac.id
Editorial Address
Jl. Perjuangan By Pass Sunyaragi, Cirebon, West Java 45132, Indonesia Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI
Core Subject :
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI is a high-quality peer-reviewed journal published by Department of Madrasah Ibtidaiyah Teacher Education, Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Indonesia in collaboration with Indonesian Islamic Elementary Education Lecturers Association (Perkumpulan Dosen PGMI Indonesia). Publishing twice a year, in June and October and already have a registration number p-ISSN: 2442-5133 and e-ISSN: 2527-7227. Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI is the leading journal in Islamic educational institutions concerning Islamic elementary education. The journal promotes research and scholarly discussion concerning Islamic Elementary education in Academic disciplines and Institutions, focusing on the advancement of scholarship both formal and non-formal education. Topics might be about curriculum development, teaching and learning, learning methodologies, instructional technologies, teacher competences, and assessments.
Arjuna Subject : -
Articles 281 Documents
The Effects of Online Games on the Students’ Motivation and Its Implications in Learning Dwi Anita Alfiani; Fikri Miftahul Nugraha; Heru Mudiyanto; Dadan Setiawan
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 10 No. 1 (2023): June 2023
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v10i1.11735

Abstract

AbstractThis study is inspired by the explosive growth the information technology industry that has affected every aspect of life, including the field of education. In this highly modern era, online games have developed rapidly and become favored by students. This study sought to ascertain how internet games affected the learning motivation of sixth-grade students at Madrasah Ibtidaiyah in Cirebon City, West Java, Indonesia. Employing experimental research methods, this study was ex post facto in design. The participants of this study were 21 sixth-grade elementary school students at Madrasah Ibtidaiyah in Cirebon City, West Java, Indonesia. In this study, a non-random sampling method was applied for the sampling process. Interviews and questionnaires were used to gather the research's data. Using both descriptive and inferential statistics, the research data were examined. According to the study's findings, 67% of students engaged in online gaming with a medium level of intensity. Meanwhile, the student's level of motivation for learning was low, at 67%. These findings suggest that playing online games does not increase the students' enthusiasm for learning, and may even have the opposite effect by contributing to the low student motivation.Keywords: game online, learning motivation, madrasah ibtidaiyah.AbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi oleh ledakan pertumbuhan industri teknologi informasi yang telah mempengaruhi setiap aspek kehidupan, termasuk bidang pendidikan. Di era yang sangat modern ini, game online telah berkembang pesat dan disukai oleh kalangan pelajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh internet games terhadap motivasi belajar siswa kelas VI di salah satu Madrasah Ibtidaiyah di Kota Cirebon, Jawa Barat, Indonesia. Dengan menggunakan metode penelitian eksperimen, penelitian ini berdesain ex post facto. Partisipan penelitian ini adalah 21 siswa kelas 6 (enam) di salah satu Madrasah Ibtidaiyah di Kota Cirebon, Jawa Barat, Indonesia. Dalam penelitian ini digunakan metode non random sampling untuk proses pengambilan sampel. Wawancara dan kuesioner digunakan untuk mengumpulkan data penelitian. Menggunakan kedua statistik deskriptif dan inferensial, data penelitian diperiksa. Menurut temuan penelitian, 67% siswa terlibat dalam game online dengan intensitas sedang. Sedangkan tingkat motivasi belajar siswa rendah yaitu 67%. Temuan ini menunjukkan bahwa bermain game online tidak meningkatkan semangat siswa untuk belajar, dan bahkan mungkin memiliki efek sebaliknya dengan memberikan kontribusi terhadap rendahnya motivasi belajar siswa.Kata kunci: game online, motivasi belajar, madrasah ibtidaiyah.
Development of Digital Teaching Materials Based on Betawi Local Food to Increase Ecoliteracy in Elementary School Students Niken Vioreza; Nana Supriatna; Kama Abdul Hakam
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 9 No. 2 (2022): October 2022
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v9i2.11888

Abstract

AbstractEcoliteracy is an awareness about the importance of saving the environment from potential hazards. Consuming local food is part of ecoliteracy which can be introduced through digital teaching materials. This research aims to produce such materials based on Betawi local food to increase ecoliteracy in elementary school students. The approach used was research and development involving 52 grade IV elementary school students from two different schools in East Jakarta for a small-scaled trial. Product validation was carried out through qualitative descriptive analysis by classifying information from inputs, suggestions, responses, and criticisms acquired from data collection instruments. Quantitative descriptive data was also used to process data obtained through tests and questionnaires in the form of descriptive percentages. Results show that digital teaching materials based on Betawi local food can be implemented in learning and can increase student ecoliteracy effectively in the aspect of head (cognitive). Based on these results, the product is ready to be implemented on a large scale and can be enhanced to increase students’ ecoliteracy.Keywords: digital teaching materials, Betawi local food, ecoliteracy.AbstrakEcoliteracy merupakan kesadaran akan pentingnya melindungi lingkungan dari potensi kerusakan. Mengonsumsi pangan lokal merupakan bagian dari ecoliteracy yang dapat diperkenalkan melalui bahan ajar digital. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar digital berbasis pangan lokal Betawi untuk menumbuhkan ecoliteracy siswa sekolah dasar. Pendekatan yang digunakan adalah research and development yang melibatkan 52 siswa kelas IV sekolah dasar dari dua sekolah yang berbeda di Jakarta Timur untuk uji skala kecil. Validasi produk dilakukan melalui analisis data deskriptif kualitatif yang dilakukan dengan mengelompokkan informasi berupa masukan, saran, tanggapan, dan kritik yang terdapat dalam instrumen pengumpulan data. Data deskriptif kuantitatif juga dilakukan untuk mengolah data yang diperoleh melalui tes dan angket dalam bentuk persentase deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan produk bahan ajar digital berbasis pangan lokal Betawi dapat diimplementasikan dalam pembelajaran dan efektif menumbuhkan ecoliteracy siswa pada aspek head (kognitif). Berdasarkan hasil tersebut, bahan ajar siap diimplementasikan pada skala besar dan dapat dikembangkan untuk menumbuhkan ecoliteracy siswa.Kata kunci: bahan ajar digital, pangan lokal Betawi, ecoliteracy.
Need Analysis of Integrated Science Digital Teaching Materials with Blended Learning Models in the New Normal Era for PGMI Students throughout East Java Rizki Amelia
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 10 No. 1 (2023): June 2023
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v10i1.12021

Abstract

AbstractThe Covid-19 pandemic has affected all sectors of life, including education. During the Covid-19 pandemic, all tertiary institutions changed learning process by using blended learning, including the Madrasah Ibtidaiyah Teacher Education (PGMI) study program throughout East Java. Blended learning can only be successful when paired with instructional resources tailored to each student's individual requirements. This research aims to identify and evaluate gaps in East Java's PGMI student population's access to digital scientific instruction resources that are compatible with blended learning pedagogies. This study employed a quantitative survey method involving PGMI students throughout East Java. Data were collected using questionnaires distributed online. Need analysis included learning characteristics, teaching materials, and learning orientation. Based on the analysis that has been done, it is concluded that students need interactive teaching materials based on problem-based learning equipped with virtual practicums or online students worksheets.Keywords: digital teaching materials, blended learning, new normal era.AbstrakPandemi Covid-19 telah mempengaruhi semua sektor kehidupan, termasuk pendidikan. Di masa pandemi Covid-19, seluruh perguruan tinggi mengubah proses pembelajaran dengan menggunakan blended learning, termasuk program studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) se-Jawa Timur. Blended learning hanya dapat berhasil apabila dipasangkan dengan sumber daya instruksional yang disesuaikan dengan kebutuhan individu masing-masing mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi kesenjangan akses populasi mahasiswa PGMI se-Jawa Timur terhadap sumber pengajaran sains digital yang kompatibel dengan pedagogi pembelajaran campuran. Penelitian ini menggunakan metode survei kuantitatif yang melibatkan mahasiswa PGMI se-Jawa Timur. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang disebarkan secara online. Analisis kebutuhan meliputi karakteristik pembelajaran, bahan ajar, dan orientasi pembelajaran. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, disimpulkan bahwa siswa membutuhkan bahan ajar interaktif berbasis pembelajaran berbasis masalah yang dilengkapi dengan praktikum virtual atau LKS online.Kata kunci: bahan ajar digital, blended learning, era new normal.
The Development of Picture Books Based on Meaningful Learning to Increase Social Awareness of Elementary School Students Normalasarie Normalasarie; Bunyamin Maftuh; Sapriya Sapriya
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 11 No. 2 (2024): October 2024
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v11i2.12233

Abstract

Abstract Instilling social care in children is essential to mitigate the negative impacts of globalization, which has contributed to declining empathy among students. This study aims to develop and evaluate the effectiveness of a picture book based on meaningful learning in enhancing elementary school students’ social care, particularly in the aspects of sharing and cooperation. The research employed a Research and Development (R&D) method using the ADDIE model, which includes the stages of Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The independent variable was the use of the meaningful learning-based picture book, while the dependent variable was the students’ social care. The study was conducted on June 28–29, 2022, at Public Elementary School (SDN) Mandikapau Barat 2 Martapura, involving 20 students selected through purposive sampling. The results showed that in terms of knowledge, only 25% of students achieved mastery before the intervention, which increased to 100% after using the picture book. For social care, 55% of students reached mastery in sharing, and 70% in cooperation. These findings indicate that the meaningful learning-based picture book is effective in enhancing students' social care. This study offers a reference for teachers to adopt innovative learning media and serves as inspiration for developing similar educational materials.Keywords: meaningful learning, picture books, social care. AbstrakPenanaman karakter peduli sosial pada anak menjadi penting untuk mengurangi dampak negatif globalisasi yang ditandai dengan menurunnya empati. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan menguji efektivitas buku bergambar berbasis meaningful learning dalam meningkatkan kepedulian sosial siswa sekolah dasar, khususnya pada aspek berbagi dan bekerja sama. Metode yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (R&D) dengan model ADDIE yang mencakup tahap Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, dan Evaluasi. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah penggunaan buku bergambar berbasis meaningful learning, sementara variabel terikatnya adalah kepedulian sosial siswa. Penelitian dilaksanakan pada 28–29 Juni 2022 di SDN Mandikapau Barat 2 Martapura dengan 20 siswa sebagai sampel yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Hasil menunjukkan bahwa pada aspek pengetahuan, sebelum penggunaan buku bergambar hanya 25% siswa yang tuntas, meningkat menjadi 100% setelah intervensi. Pada aspek kepedulian sosial, indikator berbagi mencapai 55% tuntas dan bekerja sama mencapai 70% tuntas. Temuan ini menunjukkan bahwa buku bergambar berbasis meaningful learning efektif meningkatkan kepedulian sosial siswa. Penelitian ini memberikan referensi bagi guru dalam menggunakan media pembelajaran inovatif serta menjadi inspirasi bagi pengembangan bahan ajar serupa.Keywords: buku bergambar, pembelajaran bermakna, peduli sosial.
Elementary School Students' Perceptions of STEM-Based Mobile Learning Applications Reza Rachmadtullah; Evita Purnaningrum; Suharni Suharni
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 10 No. 2 (2023): October 2023
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v10i2.12387

Abstract

AbstractResearch conducted by the "We Are Social" institution shows that Indonesian people are a significant resource in utilizing the internet. The ability of Indonesian elementary school students in using digital technology is quite good; however, its use is primarily for entertainment. Observing this phenomenon, researchers have taken the initiative to harness digital technology to enhance the learning experience, moving away from conventional methods. This study aims to investigate how elementary school students perceive STEM-Based Mobile Learning Application Technology. The research method used for this study is qualitative, emphasizing discourse analysis and conversational analysis. Participants in this study included ten fifth-grade elementary school students in the city of Cirebon. The results of the study have been quite positive, as this application makes it convenient for students to study anywhere and at any time, as long as their smartphones are connected to the internet. Nonetheless, the use of STEM-Based Mobile Learning Application Technology has received feedback regarding its limitations and weaknesses, such as the small screen, which makes it challenging for users to read text.Keywords: mobile learning application, STEM, elementary school students.AbstrakRiset yang dilakukan oleh lembaga We Are Social menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia merupakan sumber daya yang sangat besar dalam mendayagunakan internet. Kemampuan siswa Sekolah Dasar Indonesia sudah cukup baik dalam menggunakan teknologi digital. Namun pemanfaatannya masih bersifat hiburan. Melihat fenomena tersebut, peneliti berinisiatif untuk memanfaatkan teknologi digital untuk memfasilitasi pembelajaran sehingga tidak lagi bersifat konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana persepsi Siswa Sekolah Dasar terhadap Teknologi Aplikasi Mobile Learning Berbasis STEM. Metode yang digunakan untuk jenis penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. menekankan pada fokus analisis wacana dan analisis percakapan Partisipan dalam penelitian ini yaitu melibatkan sepuluh siswa sekolah dasar kelas lima di kota Cirebon. Hasil penelitian ini yaitu Mendapatkan respon yang postif karena apliaksi ini memberikan kemudahan siswa untuk belajar dimanapun dan kapanpun asalkan smartphone mereka terhubung dengan internet. Namun penggunan Teknologi Aplikasi Mobile Learning Berbasis STEM juga mendapatkan respon terkiat kelemahan atau kekurangannya yaitu memiliki keterbatasan seperti perangkat lainnya diantaranya yaitu layarnya kecil sehingga pengguna kesulitan untuk membaca teks.Kata kunci: aplikasi mobile learning, STEM, siswa sekolah dasar.
The Challenges of Literacy Culture in the Digital Era: The Role of Fairy Tales through the Country in Improving Literacy and Numerical Literacy Bella Monica; Setiawan Edi Wibowo; Arta Mulya Budi Harsono
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 10 No. 2 (2023): October 2023
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v10i2.12412

Abstract

AbstractThis study aims to uncover (1) the challenges to foster literacy culture in the digital era, (2) the value of literacy conveyed through fairy tales, (3) the role of fairy tales for literacy and numeracy, and (4) the outcomes observed in literacy and numeracy development through fairy tales. The research used the qualitative approach with the case study method. Interviews, observations, and documentation were employed as data collection techniques. The collected data were analyzed through data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The research results show that (1) the challenges of literacy culture in the digital era starts with finding and evaluating; (2) the literacy value conveyed through fairy tales includes literacy values encompassing listening, speaking, reading, and writing, while the value of numeracy includes skills in symbols and number, information analysis, and problem solving; (3) the role of fairy tales is as a medium to capture student’s attention. Fairy tales provide entertainment and moral teachings, which are engaging young learners since most children today prefer to see images rather than text. Therefore, the role of fairy tales is considered as a tool to enhance literacy among children.Keywords: fairy tales, literacy culture, numeracy. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengungkap (1) tantangan budaya literasi di era digital, (2) nilai literasi yang disampaikan melalui dongeng, (3) peran dongeng untuk literasi baca tulis dan numerasi, dan (4) hasil literasi dan numerasi melalui dongeng. Pendekatan penelitian menggunakan kualitatif dengan metode studi kasus. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data berupa pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian adalah (1) tantangan budaya literasi di era digital dimulai dengan menemukan dan mengevaluasi, (2) nilai literasi yang disampaikan melalui dongeng meliputi nilai literasi, yaitu menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Sedangkan nilai literasi numerasi adalah keterampilan simbol dan angka, menganalisis informasi, dan memecahkan masalah, (3) peran dongeng sebagai media untuk menarik perhatian peserta didik. Dongeng memberikan hiburan dan ajaran moral sehingga akan menarik bagi peserta didik untuk dilihat, karena sebagian besar anak saat ini lebih suka melihat gambar daripada teks. Oleh karena itu, peran dongeng dikatakan sebagai alat untuk meningkatkan budaya literasi kepada anak.Kata kunci: dongeng, budaya literasi, literasi numerasi.
The Effectiveness of Teaching Materials of Local-Wisdom Based Picture Storybooks on the Eco-Literacy of Elementary School Students Devi Afriyuni Yonanda; Nana Supriatna; Kama Abdul Hakam; Wahyu Sopandi
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 10 No. 1 (2023): June 2023
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v10i1.12558

Abstract

AbstractThe underlying background of this research with the importance of eco-literacy for students' elementary school. Ecoliteracy refers to the awareness of protecting nature and consuming local food for a healthy life. This experimental research aims to described the effectiveness of local wisdom-based picture storybook teaching materials on the eco-literacy of elementary school students. The applied design was a pretest-posttest control group design with a random sampling technique. The researchers used theme 3, caring for livings, and subtheme three, about loving the environment for the fourth graders of 2 (two) elementary schools in Indramayu, West Java. The results were 1) no significant experience increase found in the control group and 2) a significant experience increase found in the experimental group. Both groups' obtained N-gain values had huge differences, indicating the effectiveness of the applied local-wisdom-based picture storybook to improve students’ eco-literacy.Keywords: teaching materials, local wisdom, eco-literacy.Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya eco-literacy bagi siswa sekolah dasar. Ekoliterasi mengacu pada kesadaran menjaga alam dan mengkonsumsi pangan lokal untuk hidup sehat. Penelitian eksperimen ini bertujuan untuk mendeskripsikan keefektifan bahan ajar buku cerita bergambar berbasis kearifan lokal terhadap literasi lingkungan siswa sekolah dasar. Desain yang digunakan adalah pretest-posttest control group design dengan teknik random sampling. Peneliti menggunakan tema 3, merawat kehidupan, dan subtema tiga, tentang mencintai lingkungan untuk siswa kelas IV dari 2 (dua) sekolah dasar di Indramayu, Jawa Barat. Hasilnya adalah 1) tidak ada peningkatan pengalaman yang signifikan pada kelompok kontrol dan 2) peningkatan pengalaman yang signifikan pada kelompok eksperimen. Nilai N-gain yang diperoleh kedua kelompok memiliki perbedaan yang sangat besar, hal ini menunjukkan keefektifan penerapan buku cerita bergambar berbasis kearifan lokal untuk meningkatkan eco-literacy siswa.Kata kunci: bahan ajar, kearifan lokal, eko-literasi.
Elementary School Teachers' Understanding of Inquiry Skills and Scientific Attitude Rif'at Shafwatul Anam; Ucu Rahayu; Mestika Sekarwinahyu; Amalis Sapriati
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 10 No. 2 (2023): October 2023
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v10i2.12844

Abstract

AbstractThis study aims to assess elementary school teachers' inquiry skills and scientific attitudes related to science. The instrument used in this study evaluates four groups of skills: conceptualizing and planning design, implementation, analysis, interpretation, and communication. Additionally, it assesses six categories of scientific attitudes: the nature of science, the basis of science, characteristics of scientists, goals of science, benefits of science, and responses regarding scientists. This research instrument underwent validation by two experts in the field of science. Validation results using Kendall's Tau calculations showed a value of 0.853 for the inquiry ability instrument and 0.807 for scientific attitude, and both falling into the ‘very high’ category. The study involved 49 elementary school teachers. Findings revealed that teachers' inquiry skills were categorized as 'weak', indicated by an average percentage below 50% in each skill group. Regarding scientific attitude, respondents' responses varied significantly between positive and negative statements, despite similarities found in two categories: 'basic science' and 'purpose of science'. This study highlights the necessity to consider the the learning process science, particularly emphasizing the development of inquiry skills and fostering positive scientific attitudes, from elementary school through university education.Keywords: inquiry skills, scientific attitudes, elementary teacher.                                                             AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana keterampilan inkuiri guru baik dari sisi proses maupun sikap ilmiah terkait dengan sains. Proses yang diujikan dalam instrument ini terdiri dari empat kelompok keterampilan: mengkonsepsi dan merencanakan desain, implementasi, analisis dan interpretasi, serta mengkomunikasikan. Pada sikap ilmiah terdiri dari enam kategori yaitu: sifat dari ilmu sains, dasar ilmu sains, hal yang dimiliki ilmuan, tujuan ilmu sains, manfaat ilmu sains, dan tanggapan mengenai ilmuan sains. Instrumen penelitian ini telah dilakukan validasi pada dua orang doktor pada bidang sains. Berdasarkan hasil validasi menggunakan perhitungan Kendall’s Tau memiliki nilai sebesar 0,853 untuk instrument kemampuan inquiry dan nilai sebesar 0,807 untuk sikap ilmiah serta keduanya termasuk ke dalam kategori sangat tinggi. Responden dalam peneitian ini terdiri dari 49 orang guru sekolah dasar yang didapatkan bahwa keterampilan inkuiri berada pada kategori “lemah” hal ini ditunjukkan dengan persentase rata-rata responden pada setiap kelompok dibawah 50%. Sedangkan pada sikap ilmiah didapatkan bahwa respon responded terhadap pernyataan sikap ilmiah antara pernyataan positif dan negatif cukup berbeda walaupun ada dua kategori sikap ilmiah yang sama responnya. Dua kategori itu adalah pada “dasar ilmu sains” dan “tujuan dari sains”. Studi ini menunjukkan bahwa proses pembelajaran sains dari SD sampai dengan perguruan tinggi perlu untuk diperhatikan terutama hal yang berkaitan dengan keterampilan inkuiri dan sikap ilmiah.Kata kunci: kemampuan inkuiri, sikap ilmiah, guru sekolah dasar
Project-based Learning: A Case Studying the Catholic Monarchs in Elementary Education José Manuel Sáez López
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 10 No. 1 (2023): June 2023
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v10i1.12897

Abstract

AbstractThis study aimed to assess the use of Project-Based Learning (PBL) in classroom practice with 121 primary school students in five different schools in Spain, analyzing the advantages and effectiveness of practicing PBL in social sciences, in the topic of the history of the Catholic Monarchs. In this pedagogical design, students interact and create their history-related content. The first dimension, PBL in the Catholic Kings unit comprises a quasi-experimental approach through a student t-test, which showed significant improvement regarding curriculum concepts and academic results. The second dimension, Assessment of elements and implementation of PBL, details data from 46 teachers and professors who evaluate the implementation and characteristics of PBL in the proposal and practice. From the results, the methodological approach using PBL improves academic results and encourages students to have a bigger role in the learning process, with active participation where students seek information, interact with classmates in groups, try to solve problems and create final products for subsequent presentations.Keywords: active learning; K-12; team teaching; project-based learning. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menilai penggunaan Pembelajaran Berbasis Proyek (PBL) dalam praktik kelas dengan 121 siswa sekolah dasar di lima sekolah berbeda di Spanyol, menganalisis keuntungan dan efektivitas praktik PBL dalam ilmu sosial, dalam topik sejarah Monarki Katolik. Dalam desain pedagogis ini, siswa berinteraksi dan membuat konten mereka sendiri yang berkaitan dengan sejarah. Dimensi pertama, PBL dalam Kerajaan Katolik terdiri dari pendekatan kuasi-eksperimental melalui uji-t siswa, yang menunjukkan peningkatan signifikan terkait konsep kurikulum dan hasil akademik. Dimensi kedua, Penilaian elemen dan implementasi PBL, merinci data dari 46 guru dan profesor yang mengevaluasi implementasi dan karakteristik PBL dalam proposal dan praktik. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa pendekatan metodologis menggunakan PBL meningkatkan hasil akademik dan mendorong siswa untuk memiliki peran yang lebih besar dalam proses pembelajaran, dengan partisipasi aktif di mana siswa mencari informasi, berinteraksi dengan teman sekelasnya dalam kelompok, mencoba memecahkan masalah dan membuat produk akhir untuk presentasi selanjutnya.Kata kunci: pembelajaran aktif, K 12, pengajaran kelompok, pembelajaran berbasis proyek.
Improving Social Science Learning Outcomes of Class V Elementary School Students through the TPACK Approach Desak Made Dharmawati; Nur Busyra; Ervin Azhar
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 10 No. 2 (2023): October 2023
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v10i2.12980

Abstract

AbstractThe main problem in this study is the low learning outcomes of fifth grade students in social studies at a private elementary school in East Jakarta, Indonesia. This is because the learning approach used in these schools is still conventional. The purpose of this study was to improve social studies learning outcomes for fifth grade students using the technology pedagogical content knowledge (TPACK) approach. By using classroom action research, this research was conducted in three cycles involving 10 students. Each cycle consists of planning, implementing, acting, observing, and reflecting. Data collection was carried out using a test consisting of a pre-test and post-test. The test results data were then analyzed using descriptive statistics. The results showed that based on the post-test results in cycle I, only 6 students or 60% fulfilled the KKM. In cycle II the percentage of student learning completeness increased to 70% or 7 students fulfilled the KKM. In cycle III, student learning completeness again increased to 82%. Therefore, it can be concluded that the use of the technology pedagogical content knowledge (TPACK) approach in social studies learning is effective in improving student learning outcomes.Keywords: social science learning outcomes, TPACK approach, elementary school students. AbstrakMasalah utama dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa kelas V IPS di salah satu sekolah dasar swasta di Jakarta Timur, Indonesia. Sebab, pendekatan pembelajaran yang digunakan di sekolah-sekolah tersebut masih konvensional. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas V dengan menggunakan pendekatan technology pedagogi konten pengetahuan (TPACK). Dengan menggunakan penelitian tindakan kelas, penelitian ini dilaksanakan dalam tiga siklus dengan melibatkan 10 siswa. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes yang terdiri dari pre-test dan post-test. Data hasil pengujian kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan hasil post-test pada siklus I, hanya 6 siswa atau 60% yang memenuhi KKM. Pada siklus II persentase ketuntasan belajar siswa meningkat menjadi 70% atau 7 siswa yang memenuhi KKM. Pada siklus III ketuntasan belajar siswa kembali meningkat menjadi 82%. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa penggunaan pendekatan teknologi pedagogi konten pengetahuan (TPACK) dalam pembelajaran IPS efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa.Kata kunci: hasil belajar IPS, pendekatan TPACK, siswa sekolah dasar.