cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Interaksi Online
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Jurnal Interaksi Online adalah jurnal yang memuat karya ilmiah mahasiswa S1 Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP Undip. Interaksi Online menerima artikel-artikel yang berfokus pada topik yang ada dalam ranah kajian Ilmu Komunikasi dan Ilmu Sosial
Arjuna Subject : -
Articles 1,563 Documents
Pengaruh Terpaan Iklan Frisian Flag Versi Superhero di Televisi, Usia Anak, dan Persepsi Realitas terhadap Permintaan Pembelian Produk Susu Frisian Flag Yogiyanti, Tiagita Reva; Ulfa, S.Sos, M.Si, Nurist Surayya
Interaksi Online Vol 4, No 2: April 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.211 KB)

Abstract

Anak-anak merupakan pasar yang unik dan potensial. Peran anak-anak dalam pemasaran adalah sebagai influencer, mereka memiliki lebih banyak otonomi dan kekuatan dalam pengambilan keputusan di dalam keluarga. Oleh karena itu, para pemasar saling bersaing untuk membuat strategi yang tepat dan menarik dengan target sasaran anak-anak. PT Frisian Flag Indonesia ini memanfaatkan iklan di televisi sebagai sarana promosi produk susu. Salah satu iklan Frisian Flag berisi pesan fantasi yang memanfaatkan karakter superhero. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk menguji faktor usia anak, dan persepsi realitas yang mengintervensi terpaan iklan televisi dengan usia anak terhadap permintaan pembelian produk susu Frisian Flag. Penelitian ini menggunakan teori Advertising Eksposure Process dan teori Children Information Processing of Advertising. Jenis penelitian ini adalah penelitian Eksplanatori. Sampel dalam penelitian ini adalah anak-anak usia SD yakni 7-12 tahun dengan ketentuan telah menonton tayangan iklan Frisian Flag versi superhero. Jumlah responden yaitu 50 orang yang diambil berdasarkan teknik purposive sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis regresi berganda dengan bantuan SPSS. Hasil uji hipotesis pertama, terpaan iklan Frisian Flag versi superhero di televisi tidak berpengaruh signifikan terhadap persepsi realitas dengan nilai 0,213. Uji hipotesis kedua menunjukkan variabel usia anak berpengaruh signifikan terhadap persepsi realitas dengan nilai 0,028. Uji hipotesis ketiga, variabel persepsi realitas tidak berpengaruh signifikan terhadap permintaan pembelian dengan nilai 0,906. Uji hipotesis keempat menunjukkan variabel terpaan iklan Frisian Flag versi superhero di televisi tidak berpengaruh signifikan terhadap permintaan pembelian produk susu Frisian Flag dengan nilai 0,597. Dan uji hipotesis kelima menunjukkan variabel usia anak tidak berpengaruh signifikan terhadap permintaan pembelian produk susu Frisian Flag dengan nilai 0,754.
PENGELOLAAN HUBUNGAN ANTAR PRIBADI DARI PASANGAN YANG BERKENALAN MELALUI TINDER Nastiti Laksmita Adi; Turnomo Rahardjo
Interaksi Online Vol 7, No 3: Agustus 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.898 KB)

Abstract

This research based on a phenomenon about many of online dating applications that used by many youths to get a couple, one of them is Tinder. The aim of this research is to understanding the benefits of Tinder application as a communication media to compose interpersonal relationships, also to know the management of interpersonal relationships that tied from Tinder application. This research using the interpretif paradigm with phenomenology approach. This research adopted Social Penetration Theory, Expectancy Violations Theory, and also Affection Exchane Theory. To support these theories, it needs addition of the phases of relationships development and self-disclosure concept. This research found that all of the informants used Tinder application unintentionally. The communication that composed from using Tinder application was running well so all of the informants found their each couple as their wish from the application. For the first face to face communication after the formed communication from Tinder application, it found that the 1st and the 4th informants felt little bit awkward when did face to face with their couples. Meanwhile the 2nd and the 3rd informants were fine with first time face to face communication. When the conflicts happened all of the informants agreed to finish the conflict directly.
NEGOSIASI IDENTITAS KULTURAL TIONGHOA MUSLIM DAN KELOMPOK ETNISNYA DALAM INTERAKSI ANTARBUDAYA Isti Murfia; Taufik Suprihatini; Turnomo Rahardjo; Nurrist Surayya Ulfa
Interaksi Online Vol 2, No 4: Oktober 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.476 KB)

Abstract

Umumnya masyarakat mengganggap individu berdasarkan budaya dominan yang dilekatkan pada kelompoketnisnya. Tionghoa diidentikkan dengan selain Islam, dan Islam dianggap sebagai perwakilan agama pribumiyang direpresentasikan seperti pribumi itu sendiri, yakni : bodoh, malas, terbelakang (Afif, 2012 : 203).Selain itu, kebijakan Belanda atas penentuan wilayah tempat tinggal pribumi dan Tionghoa, sertapengelompokkan etnis di zaman kolonial memicu berkembangnya stereotip,dan etnosentrisme. Dampaknya,terdapat anggapan di kalangan Tionghoa jika menjadi muslim, maka menurunkan martabat mereka, sehinggamemicu diabaikannya Tionghoa yang menjadi muslim di kalangan etnisnya.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemaknaan dan pengalaman Tionghoa muslim terhadapidentitas kulturalnya, dan bagaimana pengalaman menegosiasikannya. Metodologi penelitian yang digunakanadalah tipe kualitatif dengan pendekatan fenomenologi yang berupaya menjelaskan proses pengalamanTionghoa muslim dalam menegosiasikan identitas kulturalnya dengan kelompok etnisnya. Penelitian ini jugadidukung oleh Teori Pengelolaan Identitas, Teori Negosiasi Identitas dari Stella Ting - Toomey, dan CoCultural Theory. Selain ketiga teori tersebut, terdapat penambahan konsep yaitu pengungkapan diri. Informandalam penelitian ini, terdiri dari Tionghoa muslim dan Tionghoa non muslim.Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses negosiasi identitas kultural yang terjadi dipengaruhioleh kemampuan individu dalam mengungkapkan dirinya. Pengungkapan individu dalam proses menujunegosiasi identitas juga dipengaruhi faktor pengungkapan diri itu sendiri, seperti : besar kelompok, topik, danjenis kelamin. Kemudian, faktor kondisi dari intercultural communication ini, seperti kecenderunganinteraksi dan pemahaman (lebih) terhadap suatu hal, ikut serta memengaruhi penunjukkan identitas kultural.Selain itu, kecenderungan informan dalam penelitian ini memiliki upaya pengolahan stereotip melalui sikapproaktif, sehingga memberikan pemahaman yang cukup baik dalam memaknai Islam, kultural Tionghoa, danposisi diri mereka masing-masing. Akhirnya, pemahaman tersebut membantu mereka dalam proses negosiasiidentitasnya sesuai dengan tujuan yang mereka harapkan. Di antara ketiga kategori tujuan yang diungkapkanOrbe dalam Co Cultural Theory, menunjukkan bahwa kedua informan Tionghoa muslim berhasil mencapaitujuan akomodasi, satu informan Tionghoa muslim memilih tujuan asimilasi, dan satu informan lainnyamenetapkan tujuannya ke separasi. Kemudian, hal yang dianggap sebagai penyebab terhambatnya negosiasitidak terlalu memengaruhi karena minimnya interaksi di antara kedua belah pihak yang menjadi informandalam penelitian ini.Kata kunci : Tionghoa muslim, Negosiasi, Identitas Kultural
Political Marketing of Kusdinar Untung Yuni Sukowati- Dedy Endriyatno Campaign Team at Sragen Election 2015 Faris Nuruddin, Muhammad; Yuliyanto, S.Sos, M.Si, Much.
Interaksi Online Vol 5, No 1: Januari 2017
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.637 KB)

Abstract

Kusdinar Untung Yuni Sukowati and Dedy Endriyatno are a candidates who managed to come out as the winner in the general election or election of regional heads Sragen 2015. The victory became an interesting study because they was able to defeat the incumbent with a considerable margin, was able to defeat candidateswho carried by the big party, the only pairs who are women candidates, and has a controversial political background. Therefore, this study aims to determine how the application of political marketing which carried campaign team of Kusdinar Untung Yuni Sukowati and Dedy Endriyatno in simultaneous election Sragen on December 9, 2015.This research is a qualitative descriptive study with case study approach. In this case the researchers are trying to collect data, information and finding meaning with the speaker on how to implement political marketing.The research subjects is Yuni-Dedy campaign team who know and undergo the process of political marketing during the campaign period. The results showed that Yuni-Dedy campaign team able to maximize the application of the marketing mix (4Ps) into political marketing activity.On the aspect of products, the campaign team noticed how packed platform, track record, and the personal characteristics of the couple Yuni-Dedy.On the aspect of promotion, the campaign team to do some strategic communications activities, such as advertising, personal selling, public relations (PR), direct marketing, and sales promotion. The activities are then used as a series of activities in the campaign Yuni-Dedy, both campaigns at district, sub-district, and village. The campaign team is assisted by each party cadres and volunteers.On the aspect of price, there is no imposition of price when voters choose Yuni-Dedy, but there is a belief and a trust that was sacrificed by voters. On the other hand, the campaign team was able to optimize the image attached to the pair Yuni-Dedy as something that is offered to voters.On the aspect of place, the campaign team was able to distribute political messages to different places and do the mapping to analyze the competitive landscape of politics.
Memahami Strategi Komunikasi Pesan Akademi Berbagi di Twitter Retno Palupi; Yanuar Luqman; Nurul Hasfi
Interaksi Online Vol 2, No 2: April 2013
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar BelakangAkademi Berbagi merupakan salah satu gerakan sosial yang ada di Indonesia.Keberadaannya sejak Juni 2010 telah berhasil menyedot perhatian masyarakatmelalui twitter. Tidak hanya masyarakat biasa yang ingin terus belajar, tetapi jugaorang-orang yang telah ahli dan memiliki cukup ilmu. Akademi Berbagimenyelenggarakan kelas – kelas pendek kepada semua orang secara gratis.Mereka datang dan belajar tanpa perlu membayar dan gurunya pun secarasukarela membagikan ilmunya. Ilmu – ilmu yang dipelajari bersama di kelas dapatberasal dari berbagai macam disiplin ilmu, terutama ilmu aplikatif, seperti iklan,creative writing, fotografi, budaya, kesehatan dan lain-lain. Dengan tagline“Berbagi Bikin Happy”, Akademi Berbagi menyebarkan virus berbagai ke seluruhpelosok negeri.Berawal dari keinginan inisiatornya, Ainun Chomsun, untuk belajarcopywriting dengan Subiakto (CEO Hotline Advertising) pada Juli 2010, sebuahkelas kecil berisi 30 orang telah dimulai pada saat itu. Dilanjutkan dengan kelaskecil berikutnya, tentang jurnalistik bersama Budiono Darsono (CEO Detikcom),hingga saat ini Akademi Berbagi telah menyelenggarakan banyak kelas kecil di 35kota di Indonesia, termasuk Singapura. Jika dibayangkan, hal tersebut tidak akanbisa terjadi tanpa twitter. Bagaimana tidak? Gerakan sosial ini bermula danberkembang melalui twitter. Kemampuan twitter menyebarkan berita atauinformasi secara cepat dan luas menjadi modal dan alasan utama pemilihan mediaini.Akademi berbagi menjadikan twitter sebagai media utama dalampenyebarannya. Dalam kurun waktu dua tahun, tidak heran jika penyebaraannyabegitu cepat hingga mencapai 35 kota di Indonesia, termasuk Singapura. Dari kotabesar seperti Jakarta hingga kota kecil seperti Madiun bahkan Batu andBondowoso, semua mulai terjangkit virus berbagi yang disebarkan AkademiBerbagi. Kelas-kelas pendek diadakan seara rutin di seluruh kota sehinggamemungkinkan orang untuk dapat belajar gratis secara rutin.Seperti halnya Akademi Berbagi, dewasa ini, dalam prakteknya twitterkemudian digunakan sebagai media utama untuk menyebarkan segala macaminformasi dan pesan. Jaringannya yang sangat luas, real time, tidak terbatas dancepat menjadikan orang lebih “membaca” twitter daripada media-media lain.Terlebih lagi, suara satu orang di twitter dapat lebih berpengaruh daripada suarasebuah media massa tradisional dan sebuah brand. Setiap user di twitter memilikikemampuan untuk mem-boost-up sebuah berita.Dapat diakses secara mobile juga menjadikan orang semakin tidak bisalepas dari aktivitas twitter. Dalam sekali mengakses twitter, orang bisamendapatkan berbagai macam informasi melalui timeline yang secara aktif terusmeng-update berbagai macam informasi dengan sangat cepat. Adanya trendingtopic yang bisa diakses berdasarkan worldwide, negara, maupun kota jugamenjadikan orang dapat mengetahui topik apa yang sedang dibicarakan orangorangdalam cakupan wilayah tersebut dan memungkinkan orang untuk masuk kedalam topik tersebut dengan bebas dan gratis.II. Perumusan MasalahKemampuan twitter untuk menyebarkan sebuah isu atau berita secara cepat, luas,dan tanpa batas menjadikannya dijadikan pilihan utama oleh pihak-pihak tertentuuntuk menyebarluaskan sebuah informasi atau pesan kepada khalayak luas.Begitupun dengan Akademi Berbagi. Gerakan sosial ini menggunakan twittersebagai media utama dalam komunikasinya dengan khalayak. Semakin lama,gerakan sosial ini semakin luas walaupun baru dua tahun lebih berdiri.Hingga pada tanggal 29 Desember 2012, followers Akademi Berbagi ditwitter mencapai angka 30.271. (https://twitter.com/akademiberbagi yang diaksespada 29 Desember 2012 pukul 23.16). Berdasarkan angka tersebut, dapatdisimpulkan bahwa gerakan sosial ini benar-benar memaksimalkan twitter sebagaimedia utama untuk persebarannya. Dan semakin lama, semakin banyak orangyang terkena terpaan untuk mengikuti gerakan ini baik secara aktif denganmengikuti kegiatan offline-nya maupun secara pasif dengan mem-follow akuntwitter Akademi Berbagi.Berdasarkan fenomena tersebut, maka yang akan dikaji dalam penelitianini adalalah bagaimana strategi komunikasi pesan yang digunakan AkademiBerbagi di twitter sehingga menjadikannya dapat tersebar hingga begitu cepat danluas, bahkan ke kota kecil dan negara tetangga sekalipun.III. Tujuan PenelitianTujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami strategi komunikasi pesan yangdigunakan oleh Akademi Berbagi.IV. Kerangka TeoriDi ranah media baru, terdapat beberapa situs social media yang kontennyadiciptakan dan didistribusikan melalui interaksi sosial. Sosial media bisaditerjemahkan menjadi komunikasi dari banyak orang ke banyak orang sejakpenggunanya juga merupakan sumber konten informasi. (Straubhaar, LaRose,Davenport: 2012: 20).Pada tahun 1990, Mark Poster meluncurkan buku besarnya, The SecondMedia Age, di mana ada dua pandangan tentang perbedaan antara era mediapertama dengan era media kedua dengan penekanannya pada jaringan, yaitu:pendekatan interaksi sosial (sosial interaction), membedakan media menurutseberapa dekat media dengan interaksi tatap muka, yang mana di twitter, orangorangbertemu secara maya, real time serta non stop untuk berbagai keperluan,termasuk di dalamnya saling berbagi pengetahuan, ilmu dan pandangan sertamemperluas dunia jaringan orang per orangan, dan pendekatan integrasi sosial(social integration), menggambarkan media bukan hanya sebuah instrumentinformasi atau cara untuk mencapai ketertarikan diri, tetapi menyatukan kitadalam beberapa bentuk masyarakat dan member kita rasa saling memiliki.Munculnya berbagai sosial movement adalah bukti dari sosial integration di eramedia kedua.Strategi adalah keseluruhan keputusan kondisional tentang tindakan yangakan dijalankan guna mencapai tujuan. Jadi, dalam merumuskan strategikomunikasi juga terutama memperhitungkan kondisi dan situasi khalayak. (Arifin,1984: 10). Di dalam penyusunan strategi komunikasi, terdapat 5 tahap yang harusdiperhatikan menurut Joep Cornelissen dalam bukunya CorporateCommunications, yaitu: strategic analysis yang meliputi demografi, ekonomi,sosial, teknologi, ekologi dan politis; analisis pasar dan kompetitor; strategicintent yang berfungsi untuk menetapkan arah yang ditempuh berupa wujud dalambentuk sasaran dan aksi tindakan yang akan diambil untuk mencapai sasaran;strategic action yang terdiri dari menspesifikasikan peran komunikasi danmenegaskan sasaran specific (spesifik), measurable (dapat diukur), actionable(dapat dilaksanakan secara nyata, realistic (realistis) dan targeted (dapatditargetkan), merencanakan teknik-teknik komunikasi, menentukan tatananorganisasi; serta tracking dan evaluasi.Strategi komunikasi tidak hanya digunakan oleh brand yang berorientasiprofit dan menggunakan segala bentuk saluran komunikasi. Akan tetapi,organisasi non profit seperti Akademi berbagi yang notabene lahir danberkembang melalui twitter, pun turut serta menggunakan strategi dalampengomunikasikan pesannya. Janel M. Radtke dalam bukunya StrategicCommunication for Nonprofit Organization (1998) menjelaskan ada 7 Langkahdalam menciptakan strategi komunikasi untuk organisasi non profit, yaitu:memajukan misi, mengidentifikasi dan menentukan target audiens, menargetkandan menciptakan pesan, praktis strategi memilih alat yang tepat, membangunrencana, membuat eksekusi, membuat rencana terjadi, mengevaluasi apa yangterjadi.V. Metodologi PenelitianTipe penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subyek penelitian iniadalah strategi komunikasi pesan Akademi Berbagi di twitter. Data primerdiperoleh dari dua orang, yaitu founder Akademi Berbagi sebagai orang yangmerencanakan strategi komunikasi pesan Akademi Berbagi sejak awal berdiri danadmin twitter Akademi Berbagi sebagai eksekutornya di twitter. Data sekunderdiperoleh dari dua ahli komunikasi digital dan audiens Akademi Berbagi. Masingmasinginforman dipilih melalui goodness criteria. Data diperoleh melaluiwawancara mendalam kepada kelima informan.VI. Kesimpulan1. Dalam penyampaian pesan dan penyebarannya, Akademi Berbagimenggunakan beberapa strategi komunikasi pesan di twitter, yaitu:a. Membuat sebuah cerita (Story Of I), berupa cerita dari perorangan relawanyang kemudian dipublikasikan melalui berbagai online media.b. Membuat narasi yang kuat (Story Of Us), merupakan cerita bersama tentangAkademi Berbagi yang kemudian juga dipublikasikan melalui berbagai onlinemedia.c. Menggunakan endorser, biasanya adalah mereka yang menjadi opinion leaderdalam bidang tertentu.d. Mengikuti kegiatan-kegiatan pada momentum tertentu agar Akademi Berbagisemakin dikenal.e. Branding Akademi Berbagi di twitter dengan mengusung tentang pendidikansebagai benang merahnyaf. Membuat konten pesan yang singkat dan sederhana agar mudah dipahami olehaudience terutama mereka yan masih belum mengenal Akademi Berbagi.2. Selain beberapa strategi komunikasi pesan di atas, ada dua faktor yang jugaberperan penting dalam penyebaran Akademi Berbagi, yaitu jaringankomunikasi pribadi dari masing – masing relawan dan word of mouth (WOM)yang berasal dari pengalaman nyata orang – orang yang pernah terlibat aktifmengikuti Akademi Berbagi.DAFTAR PUSTAKABukuAnwar, Arifin. 1984. Strategi Komunikasi. Bandung: CV ArmicoAssael, Henry. 1998. Customer Behavior and Marketing Action, 6th Edition.Boston: Wadsworth Inc.Cornelissen, Joep 2004. Corporate Communication. London: Sage PublicationLtdDrucker, Peter Ferdinand. 1992. Managing The Non-Profit Organization.Massachusetts: Butterworth-Heinemann PublishingFisher. Aubrey B,. 1986. Teori-Teori Komunikasi (Perspektif Mekanistis,Psikologis, Interaksional dan Pragmatis). Bandung: CV Penerbit RemajaKaryaGuba, Egon G,. 1990. The Paradigm Dialog. Michigan: Sage PublicationHasan, Ali S.E., M.M., 2010. Marketing dari Mulut ke Mulut Word of MouthMarketing . Yogyakarta: Media Presindo.Idrus, Muhammad. 2009. Metode Penelitian Ilmu Sosial: Pendekatan Kualitatifdan Kuantitatif. Yogyakarta: Penerbit ErlanggaKotler, Philip. 2002. Manajemen Pemasaran. Jakarta: ErlanggaLittlejohn, Stephen W, dan Foss, Karen A,. 2009. Teori Komunikasi: Theory OfHuman Communication (9th Edition). Jakarta: Penerbit Salemba HumanikaMoleong, Lexy J,. 2007. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: P.T. RemajaRosdakaryaMcQuail, Dennis. 2011. Teori Komunikasi Massa (6th Edition). Jakarta: PenerbitSalemba HumanikaNurrudin. 2007. Pengantar Komunikasi Massa. Jakarta: P.T. Raja GrafindoPersadaRadtke, Janel M., 2008. Strategic Communication for Non Profit Organizations.Wiley Non Profit SeriesRogers, Everest M. dan D. Lawrence Kincaid. 1980. Communication Network.London: Collier Macmillan PublisherSchramm Wilbur. 1995. The Process Effect Of Mass Communication. UniversityOf Illinois Press UrbanaSmith, Andy. 2011. The power of storytelling: What Non Profits Can Teach ThePrivate Sector About Social Media. London: McKinsey & CompanyStaubhaar, Joseph, Robert LaRose and Lucinda Davenport. 2012. Media Now:Understanding Media, Culture, and Technology (7th edition). MA:Wadsworth Cengage LearningSunarto, Kamanto. 2002. Pengantar Sosiologi Edisi Revisi. Depok: LembagaPenerbit Fakultas Ekonomi Universitas IndonesiaSutisna. 2001. Perilaku Konsumen & Komunikasi Pemasaran. Bandung: PT.Remaja Rosda Karya.WebsiteAnonim. 2012. Microblogging Definition. http://www.hudsonhorizons.com/Our-Company/Internet-Glossary/Microblogging.htm. Diakses pada 15 Mei2012 pukul 2025Bill Moyer. 2010. The Eight Stages of Successful Social Movements.http://paceebene.org/nonviolent-change-101/building-nonviolentworld/methods/eight-stages-successful-social-movements yang diakses pada 18Februari 2013 pukul 09.01Dan Schawbel. 2009. Personal Branding 101. http://mashable.com/2009/02/05/personalbranding-101/ yang diakses pada 22 Februari 2013 pukul 02.10Julian, Leonita. 2012. Personal Branding Emang Perlu.http://leonisecret.com/personal-branding-emang-perlu/ yang diakses pada21 Febriaru 2013 pukul 17.18McGee, Nathan. 2008. http://socialmediatoday.com/index.php?q=SMC/45510 yangdiakses pada 18 Februari 2013 pukul 08.55Novosti, Ria. 2010. Website Group. Twitter: The World In 140 Character.http://en.rian.ru/infographics/20120523/173579422.html. Diakses pada 13Mei 2012Proud, Indonesia. 2012. http://www.youtube.com/watch?v=iYfN8rGZGrs yang diaksespada 1 Januari 2013 pukul 22.34We Are Social Singapore. 2011. We Are Socials Guide To Social Digital Mobile InIndonesia. http://www.slideshare.net/wearesocialsg/we-are-socials-guide-tosocial-digital-mobile-in-indonesia-nov-2011-10407653 yang diakses pada 21Februari 2013 pukul 22.21http://akademiberbagi.org/ yang diakses pada 31 Desember 2012 pukul 22.07http://en.wikipedia.org/wiki/Models_of_communication yang diakses pada 13Mei 2012 pukul 21.06http://id.linkedin.com/pub/ainun-chomsun/27/305/3b8 yang diakses pada 16Januari 2013 pukul 16.11http://id.linkedin.com/in/bangwin yang diakses pada 16 Januari 2013 pukul 16.14http://id.linkedin.com/pub/karmin-winarta/52/25/b59 yang diakses pada 16Januari 2013 pukul 16.20http://id.linkedin.com/in/nukman yang diakses pada 16 Januari 2013 pukul 16.31https://mail.google.com/mail/u/0/#inbox/13c0342cc694cf01 yang diakses pada 2Januari 2013 pukul 09.02http://salingsilang.com/baca/niat-tulus-ida_baik-dan-proses-berbelit-dari-airasiaid.Diakses pada 15 Mei 2012 pukul 20.03http://salingsilang.com/baca/air-asia-airasiaid-sudah-tanggapi-keluahanida_baik_. Diakses pada 15 Mei 2012 pukul 20.05http://thejakartaglobe.com/lifeandtimes/a-virtually-inspiring-idea/453394 yang diaksespada 2 Januari pukul 08.41http://tv.detik.com/readvideo/2012/10/28/142832/121028006/120726017/121028606/akademi-berbagi-penyebar-virus-berbagi-dan-belajar yang diakses pada 2 Januari2013 pukul 08.22https://twitter.com/akademiberbagi yang diakses pada 1 Januari 2013 pukul 23.16JurnalGreenhalgh, Trisha, Glenn Robert, Paul Bate, Olympia Kyriakidon, FraserMacFarlane Richard Peacock. 2004. How To Spread Good Ideas – ReportFor The National Co-ordinating Center For NHS Service Delivery andOrganization R&D (CN CCSDO). University Of LondonGeser, Hans. 2011. Has Tweeting Become Inevitable: Twitter’s Strategis Role InThe World Of Digital Communication.http://socio.ch/intcom/t_hgeser26.pdf yang diakses pada 21 Februari pukul10. 51Shenton, Andrew K., 2004. Strategies for ensuring trustworthiness in qualitativeresearch projects. Division of Information and Communication Studies,School of Informatics, Lipman Building, Northumbria University,Newcastle.http://www.angelfire.com/theforce/shu_cohort_viii/images/Trustworthypaper.pdf yang diakses pada 17 Desember 2012 pukul 23.11Lain-LainAdi S. Nugroho. 2012. Digitalk, dalam Akademi Berbagi JakartaAinun Chomsun. 2012. Membangun Brand di Social Media, dalam SeminarCaraka Creative FestivalPutri, Dibyareswari U,. 2012. Skripsi: Peran Media Dalam Membentuk GerakanSosial (Studi Kasus pada Individu yang Terlibat dalam Indonesia Unite diTwitter). Universitas Indonesia
STRATEGIC COMMUNICATION MUSEUM KERETA API AMBARAWA CREATIVE MANAGER Aditya Iman Hamidi; Tandiyo Pradekso; M Bayu Widagdo; Djoko Setyabudi
Interaksi Online Vol 3, No 4: Oktober 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.293 KB)

Abstract

This project in based on the less promotion Ambarawa Train Museum as an thepotential tourism assets that owned by PT Kereta Api Indonesia which located inCentral Java. Less promotion doesn’t make a lot of visitors who come to AmbarawaTrain Museum. In this project, Creative Manager has a purpose to promote theAmbarawa Train Museum through graphic design for publication and merchandisebased on Visual Communication Design concept. Creative Manager also responsiblewith finding talent to perform at the museum in order to increase the attractiveness ofthe visitors. These activities raised in a series of activities Strategic CommunicationAmbarawa Train Museum in order to increase knowledge of public and visitors to themuseum.The project is held in one month. In the main events earned 5 talents with detail3 traditional performer and 2 modern performer The result from promotion throughgraphic design for publication and merchandise earned a positive respon from publicindicated by teh increasing visitor who come to the museum in May which significantlyby 30.786 visitors, where in previous month no more than 10,000 visitors. In addition,this project shows that the Strategic Communication Ambarawa Train Museum"Sepoorheroes" was successful.
Pola Komunikasi Keluarga Single Parent Sebagai Konsekuensi Hilangnya Sosok Ibu Minhaturrohmah .; Sri Budi Lestari
Interaksi Online Vol 6, No 3: Juli 2018
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.185 KB)

Abstract

Pada tahun 2016, Wisconsin Office of Children’s Mental Health merilis data risiko anak-anak yang tumbuh dalam keluarga single parent. Anak-anak yang hidup di keluarga single parent seringkali memiliki stabilitas yang kurang, disiplin yang keras, dan pengawasan yang kurang, sehingga dapat menghambat perkembangan sosial dan emosional anak. Sementara itu, menurut data SUPAS BPS 2015, ada kurang lebih 24 juta keluarga single parent di Indonesia. Dari jumlah tersebut, perbandingan jumlah keluarga single parent dengan ibu tunggal dan ayah tunggal adalah 40:6 sehingga timbul keraguan masyarakat akan kemampuan ayah dalam berperan ganda agar keluarga dapat berfungsi normal. Di lain pihak, komunikasi keluarga memiliki peran penting dalam pelaksanaan fungsi keluarga tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola komunikasi keluarga dan pengasuhan ayah dalam keluarga single parent setelah kematian ibu. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metoda studi kasus. Data penelitian dianalisis menggunakan teknik penjodohan pola berdasarkan teori pola komunikasi keluarga (FCP) oleh Fitzpatrick dkk dan konsep peran pengasuhan yang dikemukakan oleh Le Poire. FCP menyatakan bahwa keluarga memiliki kecenderungan untuk mengembangkan cara-cara berkomunikasi satu sama lain yang cukup stabil sehingga dapat terprediksi. Sementara itu, menurut Le Poire, peran pengasuhan dalam keluarga memiliki empat sub peran yakni sub peran provider, nurturer, development expert, dan health care provider. Subjek dalam penelitian ini berupa tiga pasang ayah dan anak dalam keluarga single parent. Hasil penelitian ini menemukan bahwa keluarga single parent memiliki tipe keluarga yang berbeda-beda berdasarkan derajat orientasi percakapan dan kepatuhan keluarga. Tipe keluarga yang ditemukan dalam keluarga single parent adalah tipe plural, laissez faire, dan konsensual. Keluarga yang memiliki derajat orientasi percakapan tinggi, yakni tipe plural dan konsensual, menjalankan pengasuhan keluarga sesuai pola Le Poire sementara keluarga dengan tipe laissez faire yang memiliki derajat orientasi percakapan rendah menjalankan pengasuhan dengan pola provider-health care provider.
PENGARUH TERPAAN PEMBERITAAN POLITIK DI MEDIA ONLINE DAN TERPAAN PESAN IKLAN KAMPANYE POLITIK DI MEDIA TELEVISI TERHADAP ELEKTABILITAS PARTAI HANURA Fahrina Ilhami; Hedi Pudjo Santosa; Djoko Setiabudi
Interaksi Online Vol 2, No 2: April 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.521 KB)

Abstract

PENGARUH TERPAAN PEMBERITAAN POLITIK DI MEDIAONLINE DAN TERPAAN PESAN IKLAN KAMPANYE POLITIK DIMEDIA TELEVISI TERHADAP ELEKTABILITAS PARTAIHANURAStudi Pelaksanaan di Kelurahan Tembalang RW 07Fahrina Ilhami1, Dr. Hedi Pudjo Santoso, M.SI2, Djoko Setyabudi, S.Sos,MM3Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas DiponegoroJl. Prof. H. Soedarto, SH, Tembalang, Semarang, Kotak Pos 1269 Website :http://www.fisip.undip.ac.id/ Email : fisip@undip.ac.idABSTRAKSIPenelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh terpaan pemberitaan politik dimedia online dan terpaan pesan iklan kampanye politik di media televisi terhadapelektabilitas partai Hanura. Teori yang digunakan untuk menjelaskan pengaruh terpaanpemberitaan politik terhadap elektabilitas partai Hanura adalah, Teori Konstruksi SosialMedia Massa, dan Teori Media Online.Untuk menjelaskan pengaruh terpaan pesan iklan kampanye politik di media televisiterhadap elektabilitas partai Hanura adalah Teori Efek Moderat. Penelitian ini merupakanpenelitian kuantitaif dan tipe penelitian yang digunakan adalah eksplanatori. Sampledalam penelitian ini adalah Warga Kelurahan Tembalang RW 07 sebanyak 100 orang dandiambil menggunakan teknik Multistage Sampling. Analisis penelitian ini menggunakananalisis regresi linier sederhana.Hasil temuan penelitian ini menunjukan bahwa terpaan pemberitaan politik di mediaonline terhadap elektabilitas partai Hanura pada Warga Kelurahan Tembalang RW 07berpengaruh positif.. Lalu besarnya pengaruh terpaan pemberitaan politik di media onlineterhadap elektabilitas adalah sebesar 54 %. Sedangkan, terpaan pesan iklan di mediatelevisi berpengaruh positif terhadap elektabilitas partai Hanura pada Warga Kelurahan1FahrinaIlhamiadalahmahasiswaS1JurusanIlmuKomunikasiUniversitasDiponegoro,Semarang.Alamatemail:Fahrina_ilhami@yahoo.com2KetuaJurusandanDosenIlmuKomunikasiFISIPUndip3DosenIlmuKomunikasiFISIPUndipJURNAL ILMU KOMUNIKASIVolume: Nomor: Tahun: 2014 Halaman:.http//www.fisipundip.ac.idTembalang RW 07. Dengan besarnya pengaruh terpaan pesan iklan kampanye politik dimedia televisi terhadap elektabilitas Partai Hanura adalah sebesar 65 %.KetuaJurusandanDosenIlmuKomunikasiFISIPUndipABSTRACTThis study was conducted to determine the effect of exposure to political news inonline media and exposure to political campaign advertising messages on television onelectability Hanura party. The theory used to explain the effect of exposure to politicalnews on electability Hanura party is, Social Construction Theory of Mass Media andTheory online media.To explain the effect of exposure to political campaign advertising messages ontelevision on electability Hanura party is Moderate Effect Theory. This research is aquantitative study and the type of research is explanatory. Samples in this study wereresidents of RW 07 Sub Tembalang as many as 100 people and were taken using amultistage sampling technique. Analysis of this study using simple linear regressionanalysis .The findings of this study indicate that exposure to political news in online media onelectability Hanura party at the Village Residents RW 07 Tembalang positive effect.Then the magnitude of the effect of exposure to political news in the online media toelectability is 54%. Meanwhile, exposure to advertising messages on television a positiveinfluence on electability Hanura party at the Village Residents Tembalang RW 07. Withthe influence of exposure to political campaign advertising messages on television onelectability Hanura amounted to 65 % .A. PendahuluanPemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden 2014 akan segera terlaksana. Partaipolitik mulai berbondong-bondong merancang strategi kampanye politik mereka, baik dimedia televisi maupun media online. Terlihat dengan maraknya iklan-iklan partai politikdi televisi. Pendeklarasian Wiranto dan Hary Tanoe sebagai calon presiden dan wakilpresiden yang diusung oleh Partai Hanura menjadi isu pemberitaan yang menarikperhatian media online.Banyaknya pemberitaan partai Hanura dan iklan partai Hanura di beberapa stasiuntelevisi mengisyaratkan bagaimana saat ini partai politik sudah memanfaatkan mediamassa, peningkatan elektabilitas partai tidak saja dipengaruhi oleh pemberitaan politik dimedia online yang cendrung bersifat positif, melainkan juga oleh terpaan pesan iklankampanye politik di media televisi.Lembaga Survei Jakarta (LSJ) pada Selasa, 19 Februari 2013 merilis sebuah surveiterbaru tentang elektabilitas 10 partai politik peserta pemilu 2014. Data yang dirilis LSJmenyebutkan sebanyak 5.8% responden memilih Partai Hanuras edangkan pada surveyyang dilakukan oleh Lembaga Survei Nasional pada bulan Agustus 2013 ElektabilitasPartai Hanura mencapai 6,9 persen.Menurut perbandingan survey pada bulan Februari pencapaian elektabilitas partaiHanura hanya 4,8% sedangkan pada bulan Agustus mengalami peningkatan elektabilitasmenjadi 6,9 % diduga peningkatan tersebut dikarenakan oleh bergabungnya Hary Tanoeyang kita ketahui bahwa Hary Tanoe merupakan pengusaha media dan pemilik MNCGroup, lalu memudahkan partai Hanura memperoleh dukungan dari media.Jadi melihat dari hasil survey yang mengalami peningkatan elektabilitas lalu dinilaidrastis serta banyaknya pemberitaan dan iklan. Maka dinilai peningkatan elektabilitastersebut diakibatkan oleh peran media massa di dalamnya, hal ini menjadi permasalahanyang cukup unik untuk di teliti karena dengan waktu kurang lebih 6 bulan mencapaipeningkatan yang sangat tajam. Maka penelitian ini akan mengkaji sejauhmanakahpengaruh terpaan pemberitaan politik di media online dan terpaan pesan iklan kampanyepolitik di media televisi terhadap elektabilitas partai Hanura.B. Metode PenelitianPenelitian ini menggunakan tipe penelitian eksplanatori, sedangkan metode penelitianyang digunakan adalah kuantitatif dimana yang menjadi subyek penelitian adalah WargaKota Semarang, Jawa tengah. Adapun tempat yang menjadi obyek penelitian yaitu WargaKelurahan Tembalang RW 07 di RT 03,04,05,dan 06.Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi dua sumber data primer, datayang digunakan langsung dari responden yaitu Warga Kelurahan Tembalang RW 07 RT03,04,05, dan 06 dengan menggunakan kuesioner. Lalu data sekunder yaitu data yangdiperoleh dari sumber lain responden yang dalam penelitian ini dilaporkan melaluiinternet dan studi pustaka yaitu buku, artikel, skripsi dan jurnal lain yang berhubungandengan masalah yang ditelitiLangkah-langkah yang di tempuh dalam penelitian ini untuk menjawab dari rumusanmasalah yaitu terdiri dari beberapa tahapan diantaranya adalah (1) Uji Validitas adalahkemampuan alat pengukur untuk mengukur dengan tepat mengenai gejala-gejala sosialtertentu. Uji validitas dilakukan untuk mengukur seberapa jauh ketepatan yang dihasilkanoleh penelitian.(2) Reliabilitas adalah indeks yang menunjukkan sejauh mana suatu alatpengukur dapat dipercaya dan diandalkan Bila hasil pengukuran relatif konsisten ketikapengukuran diulangi dua kali atau lebih, maka alat pengukur tersebut reliabel.(3) Setelahdata terkumpul, diklasifikasikan dalam kategori-kategori kemudian data-data tersebutdihitung dengan analisis kuantitatif dengan menggunakan uji hipotesis. Penelitian iniuntuk menguji hipotesis Analisis Regresi Linier Sederhana adalah hubungan secara linearantara satu variabel independen (X1) dengan variabel dependen (Y). Karena pengujuanhipotesis meliputi (X1) terhadap (Y) dan (X2) terhadap (Y). Yang akan dikerjakandengan menggunakan bantuan Komputer yaitu dengan program SPSS.C. PembahasanTerpaan BeritaTerpaan media adalah kegiatan mendengarkan, melihat, dan membaca pesan-pesanmedia ataupun mempunyai pengalaman dan perhatian terhadap pesan tersebut yang dapatterjadi pada individu atau kelompok. Terpaan media berusaha mencari data-data khalayaktentang penggunaan media baik jenis media, frekuensi penggunaan maupun durasipenggunaan Terpaan Media (media exposure) dapat diartikan sebagai gambaran ataukeadaan terkena pada khalayak oleh pesan-pesan yang disebarkan oleh media massa.Sedangkan terpaan pesan iklan kampanye politik di media televisi adalah sentuhan ataukeadaan dimana sengaja atau tidak sengaja khalayak terkena oleh pesan-pesan yangdisebarkan oleh iklan kampanye politik. Terpaan ini dapat dilihat melalui kualitas dankuantitas terpaan.Media onlineMedia online adalah termasuk media massa yang baru (new media) (Irianto2005:117). istilah media baru (new media) sebenarnya merupakan istilah yangmembingungkan dan kerap mengundang perdebatan, karena semua media pada zamankemunculannya adalah media baru. Misalnya, koran pada awal kelahirannya adalah mediabaru begitu juga radio pada awal kemunculannya juga merupakan media baru. Media barupada saat ini adalah semua bentuk media masaa mutakhir yang berbasiskan teknologikomunikasi dan informasi khususnya internet dan World Wide Web (WWW).Elektabilitas Partai PolitikElektabilitas adalah tingkat keterpilihan yang disesuaikan dengan kriteria pilihan.Elektabilitas bisa diterapkan kepada barang, jasa maupun orang, badan atau partai.Elektabilitas sering dibicarakan menjelang pemilihan umum. Elektabilitas partai politikberarti tingkat keterpilihan partai politik di publik. Elektabilitas partai tinggi berarti partaitersebut memiliki daya pilih yang tinggi. Untuk meningkatkan elektabilitas maka objekelektabilitas harus memenuhi kriteriaketerpilihan dan juga populer.Teori Yang Mendasari Pengaruh Pemberitaan Politik Di Media Online TerhadapElektabilitas Partai HanuraA. Teori Konstruksi Realitas Sosial Media MassaRealitas sosial dikonstruksi melalui proses eksternalisasi, objektivasi daninternalisasi. Kemudian mengadaptasi Teori Konstruksi Sosial Atas RealitasBerger dan Luckmann dengan menambahkan variabel media massa untukmenyempurnakan teori tersebut. Karena seiring dengan perkembangan teknologi,terutama dalam pertukaran informasi secara besar-besaran. Muncul fenomenafenomenasosial baru yang terjadi lewat media massa. Sehingga Bunginmenyebutnya dengan “Teori Konstruksi Sosial Media Massa” (Bungin, 2008:203).Substansi Teori Konstruksi Sosial Media Massa adalah pada sirkulasi informasiyang cepat dan luas sehingga konstruksi sosial berlangsung dengan sangat cepatdan sebarannya merata. Realitas yang terkonstruksi itu juga membentuk opinimassa, massa cenderung apriori dan opini massa cenderung sinis. Jadi menyatakanbahwa berita merupakan konstruksi sosial media bukan realitas sosial yang ada(Bungin, 2008: 203).Menurut perspektif ini tahapan-tahapan dalam proses konstruksi sosial mediamassa itu terjadi melalui: tahap menyiapkan materi konstruksi; tahap sebarankostruksi; tahap pembentukan konstruksi; tahap konfirmasi (Bungin, 2008: 188-189). Penjelasannya adalah sebagai berikut:1. Tahap menyiapkan materi konstruksi: Ada tiga hal penting dalam tahapanini yakni: (a) Keberpihakan media massa kepada kapitalisme, sebagaimanadiketahui, saat ini hampir tidak ada lagi media massa yang tidak dimilikioleh kapitalis. Dalam arti, media massa digunakan oleh kekuatan-kekuatankapital untuk menjadikan media massa sebagai mesin penciptaan uang danpenggandaan modal. Semua elemen media massa, termasuk orang-orangmedia massa berpikir untuk melayani kapitalisnya, ideologi mereka adalahmembuat media massa laku di masyarakat. (b) Keberpihakan semu kepadamasyarakat, Bentuk dari keberpihakan ini adalah empati, simpati, danberbagai partisipasi kepada masyarakat, namun ujung-ujungnya adalahuntuk “menjual berita” dan menaikkan rating untuk kepentingan kapitalis.(c) Keberpihakan kepada kepentingan umum, Bentuk keberpihakan kepadakepentingan umum dalam arti sesungguhnya sebenarnya adalah visi setiapmedia massa, namun, akhir-akhir ini visi tersebut tak pernah menunjukkanjati dirinya, walaupun slogan-slogan tentang visi ini tetap terdengar.2. Tahap sebaran konstruksi: prinsip dasar dari sebaran konstruksi sosialmedia massa adalah semua informasi harus sampai pada khalayak secaratepat berdasarkan agenda media. Apa yang dipandang penting oleh media,menjadi penting pula bagi pemirsa atau pembaca.3. Tahap pembentukan konstruksi realitas. Pembentukan konstruksiberlangsung melalui: (a) konstruksi realitas pembenaran; (b) keduakesediaan dikonstruksi oleh media massa; (c) sebagai pilihan konsumtif.4. Tahap Konfirmasi. Konfirmasi adalah tahapan ketika media massa maupunpenonton memberi argumentasi dan akuntabilitas terhadap pilihannyauntuk terlibat dalam pembentukan konstruksi. Bagi media, tahapan iniperlu sebagai bagian untuk memberi argumentasi terhadap alasanalasannyakonstruksi sosial. Sedangkan bagi pemirsa dan pembaca, tahapanini juga sebagai bagian untuk menjelaskan mengapa ia terlibat dan bersediahadir dalam proses konstruksi sosialB. Teori Media OnlinePada tahun 1990, Mark Potes meluncurkan buku besar The second MediaAge yang menandai periode baru dimana teknologi interaktif dan komunikasijaringan, khususnya dunia maya akan mengubah masyarakat (Littlejohn: 2009:413-415). Teori Media Online dikembangkan oleh Pierre Levy, yangmengemukakan bahwa media online merupakan teori yang membahas mengenaiperkembangan media. Media online merupakan digitalisasi yang mana sebuahkonsep pemahaman dari perkembangan zaman mengenai teknologi dan sains, darisemua yang bersifat manual menjadi otomatis dan dari semua yang bersifat rumitmenjadi ringkas. Digital adalah sebuah metode yang kompleks, dan fleksibel yangmembuatnya menjadi sesuatu yang pokok dalam kehidupan manusia.Dari dua teori diatas dapat bahwa teori konstruksi realitas sosial media massa dimanadalam pembuatan berita dengan adanya pengaruh internal media di dalam perushanmedia, ketika pada tahap pembentukan konstruksi, audiens masih cenderungmembenarkan apa yang ada di media massa, bersedia pemikirannya di konstruksikan dabergantung pada media, ketika wartawan menyajikan pemberitaan yang cenderung modelgood news maka dalam tahap konfirmasi, ketika pemberitaan sampai pada audiens makapendapat dan pandangan audiens yang terbentuk akan baik terhadap sesuatu yangdiperolehnya. Lalu juga dengan seiring perkembangan zaman, media massa sudahberubah menjadi new media, salah satu contohnya adalah media online. Teori mediaonline membahas teori tentang perkembangan media, dimana media online akan banyakdigunakan atau banyak dipilih oleh masyarakat dan dapat mengubah masyarakat. Dapatdisimpulkan bahwa ketika pemberitaan politik bersifat baik dan akan menghasilkanpendapat dan pandangan audiens yang terbentuk baik pula lalu didukungnya denganperkembangan teknologi yang semakin praktis yaitu dimana dulunya membaca beritayang hanya pada media cetak dan saat ini audiens banyak memanfaatkan media online.maka dinilai terpaan pemberitaan politik di media online berpengaruh positif terhadapelektabilitas partai HanuraTeori Yang Mendasari Pengaruh Terpaan Pesan Iklan Kampanye Politik Di MediaTelevisi Terhadap Elektabilitas Partai HanuraTeori efek moderat ( moderate effects model ) adalah efek media massa yangdikemukakan berdasarkan efek terbatas. Model ini merupakan hasil studi atau risettentang efek yang dilakukan pada periode 1960-1970-an. Studi pada periode iniberangkat dari posisi audiens bukan dari posisi komunikator dan lebih memusatkanperhatiannya pada pola-pola komunikasi mereka, khususnya dalam hubungannya denganpesan-pesan media. (Wiryanto, 2005:55). Efek moderat sangat berbeda, model efekmoderat ini sebenarnya mempunyai implikasi positif bagi pengembangan studi mediamassa. Bagi para praktisi komunikasi akan menggugah kesadaran baru bahwa sebelumsebuah pesan disiarkan perlu direncanakan dan diformat secara matang dan lebih baik.Sebab bagaimana pun, pesan tetap mempunyai dampak Nurdin, 2007: 226-227). TeoriEfek Moderat mempunyai pendekatak-pendekatan. Salah satu pendekatan yang dipakaiuntuk membahas peran iklan-iklan di media massa yaitu:A. The Agenda-Setting FunctionMenunjukan pada kemampuan media massa untuk bertindak selaku agenda(catatan harian) bagi komunikan-komunikannya. Hal ini disebabkan mediamemiliki kapasitas untuk memilih materi atau isi pesan bagi komunikannya.Materi atau isi pesan ini dapat diterima oleh komunikan sebagai suatu yangpenting yang dapat mempengaruhi sikap dan perilakunya mengenai sesuatu hal.Teori ini secara luas memiliki suatu hubungan erat secara politik antara mediamassa dengan tata hidup masyarakat, dimana politik sebagai pintu masuk untukpengaturan tata masyarakat dengan kebijakan-kebijakan pemerintah.Agendasetting lahir secara lebih moderat, model ini mengasumsikan adanya hubunganpositif antara penilaian yang diberikan media pada suatu persoalan denganperhatian yang diberikan khalayak kepada persoalan tersebut. Singkatnya apayang dianggap penting oleh media, akan dianggap penting pula masyarakat danapa yang dilupakan media akan dilupakan juga oleh publik.Dari perspektif agendasetting, media massa memang tidak dapat mempengaruhi khalayak untukmengubah sikap, tetapi media massa cukup berpengaruh terhadap apa yangdipikirkan orang. Ini berarti media massa mempengaruhi persepsi khalayaktentang apa yang anggap penting. Sama berpengaruhnya saat media selalumenampilkan tokoh politik atau partai politik tertentu, maka tokoh atau partaipolitik tersebut cenderung dianggap penting, lalu juga akan timbil kesan khalayakyang baik terhadap tokoh politik atau partai politik tersebut. Maka dari penjelasandiatas dinilai terpaan pesan iklan kampanye politik di media televisi berpengaruhpositif terhadap elektabilitas partai hanuraD. Hipotesis1. Terdapat pengaruh positif antara terpaan pemberitaan politik di media online (X1)terhadap elektabilitas partai Hanura (Y) . Artinya semakin banyaknya terpaanpemberitaan positif oleh media terhadap partai Hanura maka akan diikuti dengansemakin besarnya kecenderungan masyarakat untuk memilih partai Hanura.2. Terdapat pengaruh positif antara terpaan pesan iklan kampanye politik di mediatelevisi (X2) terhadap elektabilitas partai Hanura (Y). Artinya semakin tinggiterpaan pesan iklan kampanye politik mengenai partai Hanura maka akan semakintinggi juga kecenderuangan memilih partai hanuraE. Uji HipotesisPengaruh Terpaan Pemberitaan Politik Di Media Online Terhadap ElektabilitasPartai HanuraBerdasarkan hasil penelitian ini terpaan pemberitaan politik di media online terhadapelektabilitas partai Hanura pada Warga Kelurahan Tembalang RW 07 berpengaruh positif.Hal itu terbukti dengan nilai pengujian koefisien regresi variabel X1 ( TerpaanPemberitaan Politik di Media Online) adalah positif (0,828). Begitu juga sebaliknya,ketika terpaan pemberitaan politik di media online negatif, maka kecenderungan memilihatau keterpilihan partai Hanura akan rendah. Bahkan jika tidak ada terpaan pemberitaanpolitik di media online maka tidak ada yang cenderung memilih partai Hanura. Hal inikonsisten dengan Teori Hierarki Efek dalam yaitu secara umum terdapat tiga efek darikomunikasi massa, yaitu : (1) Efek kognitif, yaitu pesan komunikasi massa yangmengakibatkan khalayak berubah dalam hal pengetahuan, pandangan, dan pendapatterhadap sesuatu yang diperolehnya. Mengacu pada efek pertama diatas diambil contohketika media massa memberikan pesan kepada audiens seperti pemberitaan,mengakibatkan audiens berubah pengetahuan, pandangan, dan pendapat terhadap sesuatuyang diinformasikan oleh media tersebut. (2) Efek afektif, yaitu pesan komunikasi massamengakibatkan berubahnya perasaan tertentu dari khalayak. Orang dapat menjadi, sukaterhadap sesuatu akibat membaca surat kabar secara online maupun cetak, mendengarkanradio dan menonton televisi. Mengacu pada efek pertama dimana setelah audiens dirubaholeh pesan yang menambah pengetahuan, merubah pandangan dan merubah pendapattentang sesuatu hal, efek yang ditimbulkan berikutnya adalah efek afektif yaitu timbulmerubah perasaan audiens, perasan tersebut bisa suka atau maupun tidak suka, tetapiberdasarkan kesimpulan hasil penelitian ini membuktikan bahwa pemberiaan politik dimedia online yang positif dapat merubah perasaan audiens menjadi menjadi suka ataupuntertarik. (3) Efek konatif, mengakibatkan pesan komunikasi massa mengakibatkan orangmengambil keputusan untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu. Setelahmenimbulkan perasaan efek selanjutnya adalah mengakibatkan audiens mengambilkeputusan untuk melakukan sesuatu atau tidak, contohnya ketika audiens suka pada partaiHanura, audiens akan memilih partai Hanura begitu juga sebaliknya bila audiens tidak adaperasaan suka maka audiens tidak memilih partai Hanura.Menurut McQuail dalam bahwa efek yang ditimbulkan oleh berita sendiri adalahberupa tambahan pengetahuan tentang informasi faktual berjangka waktu pendek,pembentukan cara pandang terhadap gambaran dunia dan masyarakat yang berjangkapanjang, serta kerangka berfikir untuk menafsirkan makna berbagai peristiwa.Pemberitaan juga memiliki kecenderungan yang normatif dan dirancang ataudidayagunakan untuk membentuk dan menunjang nilai-nilai dan pandangan tertentu.Responden memperoleh pengetahuan yang bersifat positif tentang partai Hanura dalamjangka pendek maupun jangka panjang. Lalu, responden dipengaruhi oleh adanyainfomasi tentang partai hanura yang dipandang relevan dan mengakibatkan respondenterpengaruh dan memiliki rasa senang dan suka terhadap partai Hanura.Berdasarkan teori dan pendapat McQuail diatas dibuktikan bahwa pada prakteknyapemberitaan positif partai Hanura menimbulkannya berupa tambahan pengetahuan tentanginformasi faktual berjangka waktu pendek tentang partai Hanura, pembentukan carapandang terhadap gambaran partai Hanura yang berjangka panjang, serta kerangka berfikiruntuk menafsirkan makna berbagai tentang partai Hanura. Pemberitaan juga memilikikecenderungan yang normatif dan dirancang atau didayagunakan untuk membentuk danmenunjang nilai nilai dan pandangan tertentu. Responden memperoleh pengetahuan yangbersifat positif tentang partai Hanura dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Lalu,responden dipengaruhi oleh adanya infomasi tentang partai Hanura yang dipandangrelevan dan mengakibatkan responden terpengaruh dan memiliki rasa senang dan sukaterhadap partai Hanura.Terpaan pemberitaan positif partai Hanura di media online yang berpengaruh positifterhadap elektabilitas partai Hanura tidak hanya, responden yang mendapatkanpengetahuan dan pandangan lalu mengakibatkan perasaaan suka dan senang terhadappartai Hanura tetapi didalam keadaan seperti ini media dipandang sebagai fasilitaspenyampaian informasi yang objektif tentang segala sesuatu yang dimilai baik ataupunburuk. Idealnya para jurnalis, dalam hal media berperan sebagai kekuatan kontrol yangmengawasi jalannya pemerintahan, baik eksekutif, legistatif maupun yudikatif. Tetapi didalam proses menyampaikan informasi, sudut pandangan wartawan dalam melihat suatuinformasi khususnya informasi politik berbeda-beda dan cenderung dipengaruhi faktoreksternal dan internal, karena realitas politik yang di buat dan menghasilkan sebuah beritabukan sepenuhnya cerminan realitas politik tapi adanya pengaruh konstruksi realitaspolitik di media massa. Sejalan dengan Teori Konstruksi Sosial Media Massa yangdisempurnakan oleh Bungin, dari Teori Konstuksi Realitas Sosial milik Berger danLuckmann. Dalam (Bab 1 halaman 32), Teori Konstruksi Sosial Media Massa yangdisempurnakan oleh Bungin, menyatakan bahwa berita merupakan konstruksi sosial mediabukan realitas sosial yang ada. Melalui konstruksi sosial media, dapat dijelaskanbagaimana media massa membuat gambaran tentang realitas. Tentunya akan membawapengaruh yang menentukan dalam pembentukan pengetahuan, kepercayaan, nilai, relasisosial, identitas sosial yang ada pada masyarakat, karena walau bagaimanapun juga mediamempunyai kekuatan yang cukup menentukan dalam kehidupan sosial masyarakat.Idealnya para jurnalis, dalam hal media berperan sebagai kekuatan control yangmengawasi jalannya pemerintahan, baik eksekutif, legistatif maupun yudikatif. Tetapi didalam proses menyampaikan informasi, sudut pandangan wartawan dalam melihat suatuinformasi khususnya informasi politik berbeda-beda dan cenderung dipengaruhi faktoreksternal dan internal, karena realitas politik yang di buat dan menghasilkan sebuah beritabukan sepenuhnya cerminan realitas politik tapi adanya pengaruh konstruksi realitaspolitik di media massa. Dalam (Bab 1 halaman 37) Teori Media Online yangdikembangkan oleh Pierre Levy bahwa media online merupakan digitalisasi yang manasebuah konsep pemahaman dari perkembangan zaman mengenai teknologi dan sains, darisemua yang bersifat manual menjadi otomatis, dan dari semua yang bersifat rumit menjadiringkas dan teknologi interaktif dan komunikasi jaringan, khususnya dunia maya akanmengubah masyarakat. Perkembangan mengenai teknologi yang ringkas menjadikanmedia online mudah diakses, dimana dari hasil penelitian dalam (Bab III halaman 82)yaitu 45 % terpaan pemberitaan politik di media online sangat tinggi. Ini membuktikanmedia online adalah media modern yang banyak digunakan masyarakat.Pengaruh Pesan Iklan Kampanye Politik di Media Televisi Terhadap ElektabilitasPartai HanuraBerdasarkan hasil penelitian ini terpaan pesan iklan di media televisi berpengaruhpositif terhadap elektabilitas partai Hanura pada Warga Kelurahan Tembalang RW 07.Pada nilai pengujian koefisien regresi variable X2 (Terpaan Pesan Iklan Kampanye politikdi Media Televisi) positif (1,041) dan begitu juga sebaliknya, ketika terpaan pesan iklankampanye politik di media televisi negatif, maka kecenderungan memilih atau keterpilihanpartai Hanura akan rendah, bahkan jika tidak ada terpaan pesan iklan kampanye politik dimedia televisi maka tidak ada yang cenderung memilih partai hanura.Hal ini konsisten dengan Teori Efek Moderat dalam (Bab 1 halaman 39 ), studi padaperiode ini berangkat dari posisi audiens bukan dari posisi komunikator dan lebihmemusatkan perhatiannya pada pola-pola komunikasi mereka, khususnya dalamhubungannya dengan pesan-pesan media. Efek moderat sangat berbeda, model efekmoderat ini sebenarnya mempunyai implikasi positif bagi pengembangan studi mediamassa. Bagi para praktisi komunikasi akan menggugah kesadaran baru bahwa sebelumsebuah pesan disiarkan perlu direncanakan dan diformat secara matang dan lebih baik,yang memiliki pendekatan yaitu : (1) The Information-Seeking Paradigm, kecenderunganaudiens untuk secara aktif mencari informasi dan tidak semata-mata pasif menerimainformasi, bergantung pada opinion leader. Mengacu pada pendekatan tersebut,menyatakan bahwa kecenderungan seseorang yaitu secara aktif mencari informasi sepertimisalnya pemilu 2014 akan segera digelar pada bulan April dan responden tidak sematamata pasif menerima bukti tentang partai Hanura tetapi mencari informasi yang dibutuhkan seperti contohnya adalah Iklan partai politik. (2) The Uses and GratificationsApproach, pendekatan tentang kebutuhan individu terhadap pesan-pesan mediaberdasarkan asas manfaat dan kepuasan. Mengacu pada pendeketan tersebut, menyatakanbahwa audiens membutuhkan informasi untuk memberikan manfaat dan kepuasaan sepertiyang sudah diketahui pemilu sebentar lagi, audiens memerlukan informasi yang terkaitdengan pesan pesan media seperti contohnya iklan untuk memberikan mereka kepuasaaninformasi , perwakilan partai politik mana yang seharusnya mereka pilih. (3) The Agenda-Setting Function, menunjukan pada kemampuan media massa untuk bertindak selakuagenda (catatan harian) bagi komunikan-komunikannya. Mengacu pada pendeketantersebut, menyatakan bahwa media mempunyai peran sebagai sumber informasi dalampenyajian pesan bagi audiens, media memposisikan dirinya sebagai penyedia informasidan pembentuk realitas yang ada bukan mencerminkan realitas yang ada, sebagai contohiklan partai Hanura di televisi hadir kapan saja dan tidak diketahui waktunya, disini dapatdiambil kesimpulan bahwa media massa berpengaruh mengontrol informasi yang ada danmemberikan penekanan, selanjutnya memberikan kesempatan untuk individu menentukanpilihannya. (4) The Cultural Norms Theory , menurut teori ini komunikasi massa memilikiefek yang tidak langsung atas perilaku melalui kemampuannya dalam membentuk normanormabaru. Norma-norma ini berpengaruh terhadap pola sikap untuk pada akhirnya akanmempengaruhi pola-pola berikutnya. Mengacu pada pendekatan tersebut bahwa, mediamemiliki efek yang tidak langsung tetapi mempunyai kemampuan membentuk norma, lalunorma-norma tersebut berpengaruh terhadap pola pola misalnya pengambilan keputusanyang negatif maupun positif.Teori Efek Moderat mempunyai asumsi dasar bahwa media massa di sisi lain dapatmempunyai pengaruh penting tetapi juga dengan melihat pengaruh dari efek terbataskarena hanya melihat efek media pada tingkat sikap dan pendapat, sedangkansesungguhnya masih ada variable lain yang dapat menjadi factor atau pengaruh dandampak dari media massa (McQuail, 1987: 93) . Hal ini di dukung dengan hasil penelitiandalam (Bab IV halaman 117 ) menyatakan bahwa terpaan pesan iklan di media televisiberpengaruh positif sebesar 65 % dan sisanya di pengaruhi oleh variabel lain. Mediatelevisi adalah media paling banyak diakses oleh responden ini membuktikan bahwaresponden memiliki kecenderuan secara aktif mencari infomasi atau sesekali melihatinfomasi yang di butuhkan, Hal ini dibuktikan dengan data penelitian dalam (Bab IIIhalaman 87) yaitu 44 % terpaan pesan iklan partai politik di media televisi sangat tinggilalu responden juga mempunyai kebutuhan informasi untuk memuaskan hasratnya, hal inijuga dikarenakan pemilu 2014 akan segera terselenggara. Iklan partai Hanura banyak ditelevisi akhir- akhir ini dan juga kata-kata dan tampilan iklan partai Hanura yang menariklalu responden yang membutuhkan informasi maka fungsi dari komunikasi massa yangmemiliki efek yang tidak langsung atas perilaku melalui kemampuannya dalammembentuk opini baru yang bersifat positif yaitu seperti kecenderungan memilih partaiHanura meningkat, Hal ini sejalan dengan hasil penelitian yang bernilai positif (1,041)yang berarti juga terpaan pesan iklan berpengaruh positif terhadap elektabilitas partaiHanura.F. KesimpulanMenurut hasil penelitian pengaruh terpaan pemberitaan politik di media online danterpaan pesan iklan di media televisi dengan elektabilitas partai Hanura pada WargaKelurahan Tembalang RW 07 mendapat kesimpulan sebagai berikut:1. Terpaan pemberitaan politik di media online berpengaruh positif terhadapelektabilitas partai Hanura pada Warga Kelurahan Tembalang RW 07. Dimanasemakin tinggi terpaan pemberitaan politik di media online, diikuti semakin tinggielektabilitas partai Hanura. Pengaruh antara terpaan pemberitaan politik di mediaonline terhadap elektabilitas partai merupakan pengaruh yang positif dengandemikian antara dua variable tersebut berhubungan erat satu sama lain.2. Terpaan pesan iklan kampanye politik di media televisi berpengaruh positifterhadap elektabilitas partai Hanura pada Warga Kelurahan Tembalang RW 07.Dimana semakin tinggi terpaan pesan iklan di media televisi, di ikuti semakintinggi elektabilitas partai Hanura. Pengaruh antara terpaan pesan iklan di mediatelevisi terhadap elektabilitas partai Hanura merupakan pengaruh yang positifdengan demikian antara dua variabel tersebut berhubungan erat satu sama lain.G. Rekomendasi1. Peneliti berikutnya hendaknya memperhatikan faktor lain dalam penelitian sepertiperbedaan ekonomi, wilayah, dan faktor lingkungan. Karena pada dasarnyaperbedaan ekonomi, wilayah dan faktor lingkungan merupakan faktor yang masihberkembang di masyarakat yang akan membawa pandangan tersendiri termasukhal elektabilitas (kecenderuan memilih) suatu partai politik.2. Peneliti berikutnya hendaknya memperhatikan teori lain sebagai pendukung TeoriRealitas Sosial Media Massa dan Teori Media Online (new media). Seperti yangtelah diketahui kedua teori tersebut mempunyai masing-masing dimensi untukmengkaji dan menjelaskan pengaruh antara terpaan pemberitaan politik di mediaonline terhadap elektabilitas partai Hanura3. Peneliti berikutnya hendaknya memperhatikan teori lain sebagai pendukung TeoriEfek Moderat. Seperti yang telah diketahui teori tersebut mempunyai empatpendekatan untuk mengkaji dan menjelaskan pengaruh antara terpaan pemberitaandi media online terhadap elektabilitas partai Hanura4. Pihak media massa sangat berperan penting bagi terselenggaranya komunikasipolitik tetapi, lembaga media harus memperhatikan juga etika media, dimanamedia massa mempunyai fungsi untuk membela kebijakan-kebijakan publik bukanmenjadi fungsi media politik yaitu membuat informasi berdasarkan pengaruh darifaktor politik, bisnis, kekuasaan dan lain lain. Masih banyak lembaga media diIndonesia yang memanfaatkan media massa sebagai media politik bukanmenjalankan fungsi media massa yang sesungguhnya5. Pihak partai Hanura harus lebih memperhatikan bila menggunakan media massauntuk kampanye partai politik mereka, karena untuk mendapatkan efek mediamassa yang kuat harus memilik strategi komunikasi yang baik dan efektif.6. Pihak publik seharusnya lebih memanfaatkan media massa untuk mendapatkankepuasaannya dalam informasi politik, tetapi juga tidak sepenuhnya bergantungpada media massa karena, yang di sajikan di media massa merupakan kontruksirealitas bukan cerminan dari realitas informasi tersebut.H. Daftar PustakaAkdon & Riduwan, (2005), Rumus dan Data Dalam Analisis Statistika, Cet 2, Alfabeta,Bandung.Ardianto, Elvinaro dan Lukiati Komala Erdinaya. 2004. Komunikasi Massa SuatuPengantar. PT Remaja Rosdakarya, Bandung.Arikunto, S. 2002. Prosedur Suatu Penelitian: Pendekatan Praktek. Edisi Revisi Kelima.Penerbit Rineka Cipta. Jakarta.Arikunto, S. 2006. Prosedur Penelitian:Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta:Rineka CiptaBungin, H.M Burhan, 2008. Sosiologi Komunikasi (teori, Paradigma dan diskursustekhnologi komunikasi di masyarakat). Jakarta. Prenada MediaBungin, Burhan (ed), Metodologi Penelitian Kualitatif: Aktualisasi Metodologis ke ArahRagam Varian Kontemporer, Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2001.Bungin, Burhan. 2006. Analisa Data Penelitian Kualitatif. Rajawali Pers, Jakarta.Durianto, Sugiarto, Widjaja dan Supraktino. 2003. Invasi Pasar Dengan Iklan YangEfektif. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.Effendy, Onong Uchjana. 1990. Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek. Bandung: PT.Remaja Rosda karya.Eriyanto, 2002. Analisis Framing : Konstruksi, Ideologi, dan Politik Media, -------Yogyakarta : LKIS.Hapsari, T. Niken. 2010. Seluk Beluk Promosi dan berbisnis. Yogyakarta: A Plus BooksIrianto, Agus (2004). Statistic, Konsep Dasar dan Aplikasinya. Jakarta, Prenada MediaJonathan, Sarwono. 2006. Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Yogyakarta:Graha IlmuKriyantono, Rachmat, 2006. Teknik Praktis Riset Komunikasi, Jakarta : Kencana.Liliweri, Alo. 1992. Dasar-dasar Komunikasi Periklanan. Bandung:Citra Aditya BaktiLittlejohn, Stephen W, 2009 . Teori Komunikasi Theories of Human Communicationedisi 9. Jakarta. Salemba Humanika.Lubis, Suwardi. (2002). Teknik Penarikan Sampel. Medan: USU PRESSMcQuail, Dennis. Teori komunikasi massa : Suatu pengantar. Jakarta. Erlangga.1987Mc Quail, Dennis, 1989. Teori Komunikasi Massa, Jakarta : Erlangga..Muhtadi Saeful, Asep 2008, Komunikasi Politik Indonesia ; Dinamika Islam PolitikPasca Orde Baru, Remaja Rosdakarya, Bandung.Nurudin, 2003. Komunikasi Massa, Yogyakarta:Pustaka PelajarPriyatno, Duwi. (2009). SPSS untuk Analisis Korelasi, Regresi, dan Multivariate.Yogyakarta: Gava Media.Priyatno, Duwi. 2010. Teknik Mudah dan Cepat Melakukan Analisis Data Penelitiandengan SPSS dan Tanya Jawab Ujian Pendadaran. Gaya Media, Yogyakarta.Singarimbun, Masri, Sofian Effendi, 1995. Metode Penelitian Survei. Jakarta: LP3ESSugiyono. 2007. Metode penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, danR&D). Bandung : Alfabeta.Surbakti, Ramlan, Memahami Ilmu Politik, Jakarta: Grasindo, 2010.Wahid Sulaiman, 2004, Analisis-Analisis Regresi menggunakan SPSS, Yogyakarta :ANDI.Wibowo, Wahyu. 2009. Berani Menulis Artikel. Jakarta : Gramedia Pustaka UtamaWiryanto. 2005. Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta: Gramedia Wiasarana Indonesia.
Correlation between Communication Competence and Brand Image with Purchasing Decisions of Product Sunlife Insurance Widya Prasya, Dhira; Pradekso, M.Sc, Drs. Tandiyo
Interaksi Online Vol 4, No 3: Agustus 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.675 KB)

Abstract

Insurance companies in marketing their products can not be separated from the role of an insurance agent to sell its products. In addition, the role of brand image owned companies is also very important in consumer decision-making. This research is a quantitative study with explanatory type, which aims to determine the relationship of communication competence and brand image with product purchasing decisions. This research used theory of Speech Act and Reasoned Action theory. This study uses a non-probability sampling with technique type is purposive sampling with 60 peoples for sample, ages between 28-55 years old in the city of Yogyakarta were have been communicated with agent of insurance Sunlife. The results of Pearson correlation analysis shows that between competence communication of agent Sunlife insurance with product purchasing decisions have a significant relation, indicated by the significant value of 0.000 and its correlation coefficient of 0.727. Meanwhile the brand image with purchasing decisions of product also have a significant relation. This is demonstrated by the significant value of 0.000 and the value of the correlation coefficient is 0.802, it means there is a strong relations between brand image with purchasing decisions of product. From the analysis, it is known that the theory of Speech Act which says that communication competence of a person is important in the process of communication activities to achieve their goals in certain circumstances, including to influence other individuals as desired. In this study proved that an insurance agent who has good communication competence will be able to influence the prospective customers according to what they would expect that the decision to buy their product. Theory of Reasoned Action, said that consumer behavior, product purchases not because the behavior is not planned, not spontaneous, or implusive attitude of a consumer may be determined by his belief in the consequences of having a product of a particular company, also confirmed by the results of this study, which suggested a link strong between the brand image with purchasing decisions. Thus, the results of this study reinforce the Speech Act theory and Reasoned Action Theory.
Pengaruh Persepsi Khalayak Remaja Tentang Vlog-Vlog Atta Halilintar dan Intensitas Komunikasi Peer Group Remaja Terhadap Tingkat Motivasi Remaja Menjadi Subscriber Atta Halilintar Iga Tikah Rilanti; Sunarto ,.
Interaksi Online Vol 7, No 4: Oktober 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.34 KB)

Abstract

This study aims to explain the effect of youth audience perceptions about Atta Halilintar’s vlogs and youth peer group communication intensity towards the youth motivation level becoming Atta Halilintar’s substriber. Explained by the Theory of Uses and Gratifications, through an integrative model by one of the communication scientists Philip Palmgreen. Sampling in this study was conducted using probability sampling and multistage random sampling techniques. The population in this study were all high school students in the city of Semarang on the condition that they had watched the Atta Halilintar vlog show. Data analysis was performed using multiple linear regression analysis. If influenced by these two variables, namely youth audience perceptions about Atta Halilintar’s vlogs and youth peer group communication intensity together, then there is a positive influence with a strong closeness towards youth audiences motivation level to become Atta Halilintar’s subscriber. However, if the two variables are tested partially it shows other results. Where the results of the study show that youth audience perceptions about Atta Halilintar’s vlogs have a positive influence on youth audiences motivation level to become Atta Halilintar’s subscriber, while youth peer group communication intensity does not show any influence on youth audiences motivation 2 level to become Atta Halilintar’s subscriber. When influenced by the two variables together, youth audience perceptions about Atta Halilintar’s vlogs is more dominant than youth peer group communication intensity.

Page 77 of 157 | Total Record : 1563