cover
Contact Name
Winci Firdaus
Contact Email
wincifirdaus1@gmail.com
Phone
+6288802310216
Journal Mail Official
jurnalranahbahasa@gmail.com
Editorial Address
Jalan Daksinapati Barat IV
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
ISSN : 23388528     EISSN : 25798111     DOI : https://doi.org/10.26499/rnh
Core Subject :
https://ojs.badanbahasa.kemendikdasmen.go.id/jurnal/index.php/jurnal_ranah/about/editorialPolicies#focusAndScope
Arjuna Subject : -
Articles 386 Documents
Konsep Performance Bahasa Minangkabau dalam Novel Wahyudi Rahmat; Yolanda Z Putri; Winci Firdaus
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 10, No 1 (2021): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v10i1.2120

Abstract

The problem in this study examines the form of performance or reflection of the language system that is on the mind of the speaker in Pinto Anugrah's novel Jemput Terbawa. Performance in a novel deserves to be researched with the aim of knowing the form of the use of speaker language or Pinto Anugrah as an author to convey the intent into a work. Therefore, the purpose of this analysis is to see how the form of performance of pinto anugrah minangkabau language that is influenced by psychology and culture that affects it.  The theory used in this study is Simanjuntak (2015). The research method used is the method of listening to or listening to the text and marking the content of the text with a note technique. The data analysis uses the padan method and agih method. All of these forms are based on the opinion of Sudaryanto (1993). The results of this study found that the form of performance in the novel Jemput Terbawa can be seen in several forms, namely the form of dendang, rabab, lusuah, cigak baruak, and rabab jua. AbstrakMasalah dalam penelitian ini mengkaji tentang bentuk performance atau cerminan dari sistem bahasa yang ada pada pikiran penutur dalam novel Jemput Terbawa karya Pinto Anugrah. Performance dalam sebuah novel layak untuk diteliti dengan tujuan untuk mengetahui bentuk pemakaian bahasa penutur atau Pinto Anugrah sebagai pengarang untuk menyampaikan maksud ke dalam sebuah karyanya. Oleh karena itu, tujuan analisis ini adalah untuk melihat bagaimana bentuk performance bahasa minangkabau Pinto Anugrah yang dipengaruhi oleh psikologi dan kebudayaan yang memengaruhinya.  Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Simanjuntak (2015). Metode penelitian yang digunakan menggunakan adalah metode simak atau menyimak teks dan menandai isi dari teks dengan teknik catat. Analisis datanya menggunakan metode padan dan metode agih. Semua bentuk ini didasarkan pada pendapat Sudaryanto (1993). Hasil penelitian ini menemukan bahwa bentuk performance dalam novel Jemput Terbawa dapat dilihat dalam beberapa bentuk yakni bentuk dendang, rabab, lusuah, cigak baruak, dan rabab jua.
Analisis Metode Pembelajaran Daring pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Menengah Pertama Kota Palu Yunidar Yunidar; Gusti Alit Saputra; Syamsuddin Syamsuddin
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 12, No 2 (2023): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v12i2.6413

Abstract

The purpose of this study was to analyze online learning methods in the Indonesian language subject at the Palu City Middle School (SMP). This research is a qualitative descriptive research to get an overview of the application of online learning methods in Indonesian language subjects. The subjects of this study were 180 junior high school students, 18 teachers, and 125 parents. Data collection was carried out using an instrument in the form of a Google form questionnaire to obtain data about online Indonesian language learning in junior high schools. The results showed that the readiness of media and online learning applications was very good, which was marked by support from schools and parents in the form of laptop/cellphone facilities and the use of the Google Classroom application, teacher's room, WhatsApp, and other applications developed by the school. Then, the school, teachers, and parents also play an optimal role by providing support for internet/wifi data packages. For students and parents, the weaknesses of learning Indonesian online are the limited meeting time and the internet network which is often interrupted so that students do not understand the material provided by the teacher. Therefore, students, teachers and parents agree that face-to-face learning will be carried out again. AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis metode pembelajaran daring pada mata pelajaran bahasa Indonesia di Sekolah Menengah Pertama (SMP) kota Palu. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif untuk mendapatkan gambaran penerapan metode pembelajaran daring pada mata pelajaran bahasa Indonesia. Subjek penelitian ini yaitu siswa SMP berjumlah 180, guru berjumlah 18, dan orang tua siswa berjumlah 125. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen berupa angket google form untuk memperoleh data tentang pembelajaran bahasa Indonesia secara daring di SMP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapan media dan aplikasi pembelajaran secara daring sangat baik yang ditandai dengan dukungan dari sekolah maupun orang tua berupa fasilitas laptop/handphone dan pemanfaatan aplikasi google classroom, ruang guru, whatsapp, dan aplikasi lain yang dikembangkan oleh sekolah. Kemudian, pihak sekolah, guru, dan orang tua juga memberikan peran yang maksimal dengan memberikan dukungan paket data internet/wifi. Bagi siswa dan orangtua, kelemahan pembelajaran bahasa Indonesia secara daring adalah waktu pertemuan yang terbatas serta jaringan internet yang sering terganggu sehingga siswa kurang mengerti materi yang diberikan oleh guru. Oleh karena itu, siswa, guru, dan orang tua setuju jika pembelajaran tatap muka kembali dilaksanakan.
Pola Sintaksis pada Puji-Pujian Bahasa Jawa: Analisis Tipologi Bahasa Anton Anton; Sueb Sueb; Sultan Tirta Mujtaba; Tadkiroatun Musfiroh; Setyawan Pujiono
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 15, No 1 (2026): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v15i1.8529

Abstract

This study aims to analyze syntactic patterns in Javanese praises (puji-pujian) through the lens of language typology. Puji-pujian is a form of Islamic oral tradition typically recited between the adhan and iqamah in mosques, predominantly in Java. The data were collected from five Javanese praises recited at mosques in the Langensari-Banjar area using listening and note-taking techniques (simak catat). The study employs a descriptive qualitative method with a structural-linguistic approach, and data analysis was conducted using the distributional method (metode agih). The theoretical framework draws on Greenberg's (1963) and Comrie's (1989) typological theory, focusing on the constituent order of Subject (S), Verb/Predicate (V), and Object (O). The findings reveal that although the basic typological pattern of Javanese is SVO, the puji-pujian corpus demonstrates significant variation, including SV, VO, VSO, VOS, VOK, and nominal predicate patterns (SPel). This variation is primarily driven by aesthetic demands—including meter and rhyme—and the pragmatic function of emphasis in sacred discourse. The results indicate that poetic and religious registers systematically trigger syntactic inversion in Javanese oral tradition. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola sintaksis pada puji-pujian bahasa Jawa melalui kajian tipologi bahasa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan linguistik struktural. Data dikumpulkan dari lima puji-pujian berbahasa Jawa yang dikumandangkan di masjid-masjid wilayah Langensari-Banjar menggunakan teknik simak dan catat. Analisis data dilakukan menggunakan metode agih (distribusional). Kerangka teori mengacu pada teori tipologi Greenberg (1963) dan Comrie (1989) yang berfokus pada urutan konstituen Subjek (S), Verba/Predikat (V), dan Objek (O). Temuan menunjukkan bahwa meskipun pola tipologi dasar bahasa Jawa adalah SVO, korpus puji-pujian memperlihatkan variasi yang signifikan, meliputi pola SV, VO, VSO, VOS, VOK, dan predikat nominal (SPel). Variasi ini terutama didorong oleh tuntutan estetika—termasuk metrum dan rima serta fungsi pragmatis penekanan dalam wacana sakral. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa register puitis dan religius secara sistematis memicu inversi sintaksis dalam tradisi lisan Jawa.
Pengetahuan Masyarakat Sunda Perdesaan Kabupaten Garut dan Kabupaten Cianjur Jawa Barat tentang Peraturan Kebahasaan Dindin Samsudin
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 6, No 2 (2017): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v6i2.257

Abstract

The reality of the language usage that exists in Indonesia is still apprehensive. If we observed, until now there are so many language usages in public spaces, both billboards and instructional boards still use foreign languages or a mix between Indonesian language and foreign languages. That reality of language is not relevant with the legislations which prevail in Indonesia because the legislations stipulate the preferential using of Indonesian language in public space. However, the legislations about language are not well known by the society, so they still prefer using the foreign languages. This research aimed to reveal the knowledge of rural Sundanese society in Garut and Cianjur Regency, West Java about the language regulations. This research used quantitative approach with survey method. The result showed that in general the knowledge of rural Sundanese society in Garut and Cianjur Regency, West Java about language regulations can be categorized not good because the average value only reached 34.25% of the ideal standard. AbstrakKenyataan kebahasaan yang ada di Indonesia masih saja memprihatinkan. Jika diamati, hingga kini masih banyak pemakaian bahasa di ruang publik, baik papan nama maupun papan petunjuk, yang menggunakan bahasa asing atau campuran bahasa Indonesia dan bahasa asing. Kenyataan kebahasaan tersebut tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia karena peraturan perundang-undangan mengharuskan pengutamaan penggunaan bahasa Indonesia dalam ranah publik. Namun, peraturan perundang-undangan tentang kebahasaan tersebut sepertinya belum diketahui oleh masyarakat sehingga mereka masih mengutamakan bahasa asing. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan pengetahuan masyarakat Sunda pedesaan di Kabupaten Garut dan Cianjur Jawa Barat tentang peraturan kebahasaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa secara umum pengetahuan masyarakat Sunda pedesaan di Kabupaten Garut dan Cianjur di Jawa Barat tentang peraturan kebahasaan dapat dikategorikan tidak baik sebab rata-ratanya baru mencapai 34,25% dari ideal. 
Courtroom Conversation in a Murder Trial of Yosua Hutabarat: A Phonopragmatic Perspective Rio Nur Rachmad; Suhandoko Suhandoko
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 13, No 2 (2024): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v13i2.6689

Abstract

This study examines the phonopragmatic features, specifically intonation, in the conversation between the judge and the witness during the Yosua Hutabarat murder trial. The study aims to explore how intonation patterns reflect the judge’s authority and the witness’s response during the trial. The study analyzes spectrogram images to capture the tone movements of the speech using PRAAT software, with David Brazil’s model employed to analyze the data. The results reveal at least twenty-three tone units across six conversation excerpts, with the most frequent tone in the judge’s speech being a rise-fall tone (9 tone units), indicating control and dominance. The witness, in contrast, predominantly uses a falling tone (4 tone units), reflecting submissiveness. The findings suggest that the judge’s use of rise-fall tones signals instrumental power and dominance, while the witness’s falling tone signals submissiveness and reveals a clear power imbalance during the trial. AbstrakPenelitian ini mengkaji fitur-fitur fonopragmatik yang berfokus pada intonasi dalam percakapan antara hakim dan saksi dalam persidangan pembunuhan Yosua Hutabarat. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana pola intonasi dapat mencerminkan kekuasaan dan kontrol hakim dan bagaimana respons saksi selama persidangan. Penelitian ini menganalisis gambar spektrogram untuk menangkap gerakan nada dalam interaksi dengan menggunakan perangkat lunak PRAAT dan model David Brazil untuk menganalisis data penelitian. Hasil penelitian ini mengungkapkan setidaknya dua puluh tiga unit nada yang tersebar di enam kutipan percakapan, dengan nada yang paling sering digunakan dalam ujaran hakim adalah nada naik-turun (9 unit nada), yang menunjukkan kontrol dan dominasi. Di sisi lain, saksi lebih sering menggunakan nada turun (4 unit nada) yang mencerminkan ketundukkan. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan nada naik-turun oleh hakim menandakan kekuasaan instrumental dan dominasi, sementara nada turun dari saksi menandakan ketundukkan yang mengungkapkan ketidakseimbangan kekuasaan yang jelas selama persidangan.
Satu Berita, Dua Pendirian: Representasi Berita Perpindahan Kedutaan AS ke Yerusalem oleh Dua Kantor Berita Ni Ketut Mirahayuni
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 8, No 1 (2019): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v8i1.925

Abstract

This papper is a comparation study of  - two representations of one news in online media discourse. The focus of the study is the news on one recent world event: the US Embassy move to Jerusalem. Language in public affairs media—such as news—discusses three elements: representations, identities and relations (Fairlough, 1995). This study analyzes the three elements by comparing the same news event reported by two sources: Associated Press and Aljazeera news agencies in three sets of questions: (1) how is the world represented? (2) what identities are set up for those involved in the programme or story? and (3) what relationships are set up between those involved? The study found striking similarities and differences in the linguistic elements of the two texts. The similarity may be due to adoption of one text by one news agency from the other. Yet the differences may indicate differing representations of the elements in the two news. ABSTRAKStudi ini membandingkan dua representasi dari satu berita alam wacana media online. Fokus penelitian ini adalah pemberitaan tentang satu peristiwa dunia akhir-akhir ini: perpindahan kedutaan besar Amerika Serikat di negara Israel ke  kota Yerusalem.  Bahasa dalam media publik—seperti koran—membahas tiga unsur: representasi, identitas dan relasi  (Fairclough, 1995). ? Studi ini menganalisis ketiga unsur tersebut dengan membandingkan pemberitaan satu peristiwa oleh dua sumber berita: Associated Press dan Aljazeera. Ketiga unsur yang direpresentasikan dalam tiga pertanyaan: (1) bagaimanakah dunia direpresentasikan?, (2) identitas apakah yang dibangun bagi mereka yang terlibat dalam program atau berita tersebut?, dan (3) hubungan-hubungan apakah yang dibangun di antara mereka yang terlibat di dalamnya? Studi ini menemukan persamaan dan perbedaan unsur kebahasaan yang amat mencolok di dalam dua teks tersebut. Persamaan tampaknya disebabkan adopsi teks sumber berita pertama oleh oleh sumber berita yang menyirkan belakangan. Namun perbedaan tampaknya menunjukkan representasi unsur-unsur secara berbeda di kedua teks.
Dinamika Kekuasaan dalam Debat Presiden: Analisis Wacana Kritis pada Debat Biden-Trump di Case Western Reserve Via Nugraha; Hendra Husnusalam
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 14, No 1 (2025): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v14i1.8252

Abstract

This study examines the dynamics of power in the presidential debate between Joe Biden (JB) and Donald Trump (DT) held at Case Western Reserve University, employing a Critical Discourse Analysis (CDA) approach. The aim of this research is to identify how language is used to construct and maintain power, as well as how each candidate’s rhetorical strategies influence public discourse and reflect their political ideologies. The method involves thematic analysis of the debate transcript to explore language use, interruptions, and discursive patterns. The findings reveal that Trump employed aggressive strategies and direct attacks to dominate discussion, whereas Biden used inclusive and empathetic language to construct a positive public image. The study also reveals that the debate functioned as a platform for reinforcing each candidate’s political ideology). This research offers insight into how language in political debates can influence public opinion and the dynamic of power. Abstrak Penelitian ini mengkaji dinamika kekuasaan dalam debat presiden antara Joe Biden dan Donald Trump yang berlangsung di Case Western Reserve University dengan menggunakan pendekatan Analisis Wacana Kritis (AWK). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi penggunaan bahasa untuk membangun dan mempertahankan kekuasaan, serta bagaimana strategi retorika masing-masing kandidat mempengaruhi wacana publik dan mencerminkan ideologi politik mereka. Metode yang digunakan melibatkan analisis tematik terhadap transkrip debat untuk mengeksplorasi penggunaan bahasa, interupsi, dan pola diskursif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Trump menggunakan strategi agresif dan serangan langsung untuk mendominasi diskusi, sementara Biden menerapkan bahasa inklusif dan empatik untuk membangun citra positif. Temuan ini juga mengungkapkan bahwa debat berfungsi sebagai platform untuk memperkuat ideologi politik masing-masing kandidat. Penelitian ini memberikan wawasan tentang bagaimana bahasa dalam debat politik dapat mempengaruhi opini publik dan dinamika kekuasaan.
Analisis Wacana Kritis terhadap Iklan-Iklan Pajak dalam Pembentukan Realitas pada Kehidupan Masyarakat Agung Suryo Nugroho
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Ranah
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v1i1.18

Abstract

Iklan pajak umumnya merupakan iklan yang bertujuan untuk menghimbau dan mengajak masyarakat untuk membayar pajak. Berbagai pesan yang ingin disampaikan oleh pembuat teks iklan mendapatkan pengaruh yang signifikan dari institusi yang memesannya, yaitu institusi pajak. Disadari atau tidak, realitas tertentu dibentuk atau terbentuk melalui teks tersebut, namun realitas seperti apa yang dibentuk atau terbentuk melalui iklan ini dan apa implikasinya terhadap khalayak umum? Penelitian pada makalah ini akan mengkaji tiga iklan pajak yang pernah ditayangkan di media TV. Iklan ini dianalisis menggunakan Analisis Wacana Kritis (AWK) yang ditawarkan oleh Norman Fairclough. Fairclough (1995: 23) membagi AWK dalam tiga dimensi yang saling berhubungan; text, discourse practice dan sociocultural practice. Berdasarkan hasil penelitian, dapat ditarik kesimpulan bahwa pada ketiga dimensi tersebut, teks iklan ini didominasi untuk tujuan pencitraan. Selain itu, teks ini juga dibuat dengan mengangkat realitas yang ada serta membentuk realitas tertentu di dalam masyarakat.
Kata Berfrekuensi Tinggi dalam Pembelajaran BIPA Pemula Esra Nelvi Siagian
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 9, No 2 (2020): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v9i2.2320

Abstract

Vocabulary plays an important role in foreign language learning, but teachers are often confused about what vocabulary should be taught or targeted so that learners can communicate well according to their level. This study aims to produce a list of the most frequently used vocabulary, knows as High Frequency Words-HFW, in Beginner Indonesian as Foreign Language (ILF) level. The results of this research will be great used for IFL students, teachers, writers, and observers, as well as parties related to IFL. The use of HFW in foreign language learning is proven to have positive effects, such as increasing learning motivation, increasing self-confidence to produce one's own sentences, helping to understand texts, and using repeated words that will make the vocabulary familiar to learners. This qualitative research used corpus of BIPA books for the beginner level based on the level one and two IFL Competency Standards according to the regulation of education ministry Number 27 of 2017 then processed using the AntCont application. The results showed that 1) HFW for IFL is different from Indonesian HFW in general; 2) the form of word classes taught varies; and 3) limited of affix used.  AbstrakKosakata memegang peranan penting dalam pembelajaran bahasa asing, tetapi pengajar sering bingung menentukan kosakata apa saja yang harus diajarkan atau dijadikan target agar pemelajar dapat berkomunikasi dengan baik sesuai dengan tingkatannya. Penelitian ini bertujuan menghasilkan daftar kosakata yang paling sering digunakan, High Frequency Words-HFW, pada pembelajaran BIPA pemula. Hasil penelitian ini akan sangat bermanfaat bagi para pemelajar, pengajar, penulis, dan pengamat BIPA, serta pihak-pihak yang berkaitan dengan kebipaan. Pemanfaatan HFW dalam pembelajaran bahasa asing terbukti memberi efek positif, seperti meningkatkan motivasi belajar, meningkatkan rasa percaya diri untuk memproduksi kalimat sendiri, membantu memahami teks, dan pemanfaatan kata berulang-ulang akan membuat kosakata tersebut familiar bagi pemelajar. Penelitian kualitatif ini menggunakan korpus data buku-buku BIPA untuk level pemula dengan berbasis Standar Kompetensi Lulusan BIPA level satu dan dua sesuai Permendikbud Nomor 27 Tahun 2017 kemudian diolah menggunakan aplikasi AntCont. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) HFW bahasa Indonesia untuk pemelajar BIPA berbeda dengan HFW bahasa Indonesia secara umum; 2) bentuk kelas kata yang diajarkan bervariasi; dan 3) bentuk imbuhan yang digunakan terbatas
Penerapan Bahasa Persuasif dalam Mengikis Insecure Remaja di Kota Palu Ulinsa Ulinsa; Ali Karim; Idris Pattekai; Efendi Efendi; Mutmainah Mutmainah
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 12, No 1 (2023): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v12i1.5209

Abstract

This research examines the implementation of persuasive language in eroding insecurity for youth in Palu City. From the perspective of adolescent psycholinguistics who experience insecurity teenagers who have high ideals and want a successful future. This research aims to; 1) describe the types of educational persuasive language in eroding insecure for adolescents in the city of Palu, 2) describe the causal factor of insecure wrong education for youth in Palu city, and 3) describe the results of implementing persuasive language in eroding insecure for youth in Palu city. This research is presented in a qualitative form. The instrument used in collecting data in this paper is a mobile phone recorder. The type of data in this paper is written data and the source of the data is obtained from oral and written utterances from researchers toward experienced adolescents insecure in the city of Palu. Data collection techniques are carried out through stages; 1) observation, 2) interview, and 3) documentation. Technical data analysis was carried out through the following stages: 1) data collection, 2) data reduction, 3) data classification, and 4) conclusion. The results of the study show that 1) types of persuasive language in education erode insecurity in adolescents in the city of Palu including (1) persuasive education to invite/persuade, (2) persuasive education to urge/order, and (3) persuasive education to influence. 2) causal factors insecure for adolescents in the city of Palu, namely (1) educating by pampering, (2) educating with violence, and 3) the results of implementing persuasive language in eroding insecure in adolescents in the city of Palu it was declared successful from the 20 youths who were sampled. Implementation of the use of persuasive language in eroding insecurity in adolescents in the city of Palu was declared successful because the 20 youths who were sampled it was stated that they were able to revive their self-confidence by showing self-confidence in the form of work. AbstrakPenelitian ini mengkaji implementasi bahasa persuasif dalam mengikis insecure bagi remaja di kota Palu. Dari perspektif psikolinguistik remaja yang mengalami insecure pada dasarnya remaja yang memiliki cita-cita yang tinggi dan menginginkan masa depan yang sukses. Penelitian ini bertujuan untuk; 1) mendeskripsikan jenis bahasa persuasif pendidikan dalam mengikis insecure bagi remaja di kota Palu, 2) mendeskripsikan faktor-faktor penyebab insecure pendidikan yang salah bagi remaja di kota Palu, dan 3) mendeskripsikan hasil implementasi bahasa persuasif dalam mengikis insecure bagi remaja di kota Palu. Penelitian ini disajikan dalam bentuk kualitatif. Instrumen yang digunakan dalam menggumpulkan data pada makalah ini adalah alat rekam telpon genggam. Jenis data pada makalah ini adalah data tertulis dan sumber data diperoleh dari tuturan lisan dan tulisan dari peneliti terhadap remaja yang mengalami insecure di kota Palu. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tahapan; 1) obesrvasi, 2) wawancara, dan 3) dokumentasi. Teknis analisis data dilakukan melalui tahapan :1) pengumpulan data, 2) reduksi data, 3) klasifikasi data, dan 4) penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) jenis bahasa persuasif pendidikan dalam mengikis insecure pada remaja di kota Palu meliputi (1) persuasif pendidikan mengajak/membujuk, (2) persuasif pendidikan menghimbau/memerintah, dan (3) persuasif pendidikan memengaruhi. 2) faktor-faktor penyebab insecure bagi remaja di kota Palu, yakni (1) mendidik dengan memanjakan, dan (2) mendidik dengan kekerasan, dan 3) hasil implementasi bahasa persuasif dalam mengikis insecure pada remaja di kota Palu dinyatakan berhasil dari 20 orang remaja yang dijadikan sampel. Impelementasi pemanfaatan bahasa persuasif dalam mengikis insecure kepada remaja di kota Palu dinyatakan berhasil karena dari 20 orang remaja yang dijadikan sampel dinyatakan dapat memunculkan kembali rasa percaya dirinya dengan menunjukkan rasa percaya diri dalam bentuk karya.