cover
Contact Name
Winci Firdaus
Contact Email
wincifirdaus1@gmail.com
Phone
+6288802310216
Journal Mail Official
jurnalranahbahasa@gmail.com
Editorial Address
Jalan Daksinapati Barat IV
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
ISSN : 23388528     EISSN : 25798111     DOI : https://doi.org/10.26499/rnh
Core Subject :
https://ojs.badanbahasa.kemendikdasmen.go.id/jurnal/index.php/jurnal_ranah/about/editorialPolicies#focusAndScope
Arjuna Subject : -
Articles 386 Documents
Language Education Research Trend Across Pre-, During, and Post-COVID-19 and the Contribution of Indonesia Riki Nasrullah; Parmin Parmin; Fahmy Lukman; Arditya Prayogi
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 14, No 1 (2025): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v14i1.7268

Abstract

This study presents a bibliometric analysis of language education research from 2014 to 2024, emphasizing shifts before, during, and after the COVID-19 pandemic and highlighting Indonesia’s contribution within the global research landscape. Using Scopus-indexed data, 1,258 documents were analyzed based on publication trends, document types, source titles, co-authorship networks, and keyword co-occurrences. The analysis shows a significant increase in research on digital pedagogy, distance learning, and multilingual equity, particularly during and after the pandemic. While Indonesia's contribution remains proportionally modest, its research themes have increasingly aligned with global trends, especially in culturally responsive teaching and technology-enhanced learning. The study recommends future research directions focusing on critical language pedagogy, equity in multilingual education, and post-pandemic resilience in language teaching policies. These findings underscore the dynamic, adaptive trajectory of language education research over the past decade. Abstrak Penelitian ini menyajikan analisis bibliometrik penelitian pendidikan bahasa dari tahun 2014 hingga 2024, dengan menekankan pergeseran sebelum, selama, dan setelah pandemi COVID-19 serta menyoroti kontribusi Indonesia dalam lanskap penelitian global. Dengan menggunakan data yang terindeks Scopus, 1.258 dokumen dianalisis berdasarkan tren publikasi, jenis dokumen, judul sumber, jaringan kepenulisan bersama, dan kemunculan bersama kata kunci. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam penelitian tentang pedagogi digital, pembelajaran jarak jauh, dan kesetaraan multibahasa, terutama selama dan setelah pandemi. Meskipun kontribusi Indonesia secara proporsional masih kecil, tema-tema penelitiannya semakin selaras dengan tren global, terutama dalam hal pengajaran yang tanggap budaya dan pembelajaran yang didukung oleh teknologi. Studi ini merekomendasikan arah penelitian di masa depan yang berfokus pada pedagogi bahasa kritis, kesetaraan dalam pendidikan multibahasa, dan ketahanan pasca pandemi dalam kebijakan pengajaran bahasa. Temuan-temuan ini menggarisbawahi lintasan penelitian pendidikan bahasa yang dinamis dan adaptif selama satu dekade terakhir.
Perbandingan Sistem Vokoid Minimal Bahasa Indonesia Antara Penyandang Hambatan Majemuk dan Anak Normal Rahayu - Pujiastuti; Mimas - Ardhianti
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 11, No 2 (2022): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v11i2.5202

Abstract

The limitations of people with multiple disabilities cause the development of vocoid production in children to be different from normal children. Therefore, this study aims to describe the differences and similarities of minimal Indonesian vocoid produced by persons with multiple disabilities and normal children. Through these differences and similarities, there was hope can be made that an appropriate response to vocoids the production of multiple disabilities. The approach used is descriptive qualitative with longitudinal data collection methods. The data is in the form of minimal vocoid that provides information on the differences and similarities of the Indonesian minimal vocoid system with multiple disabilities and normal children. Data collection uses observation techniques supported by fishing, recording, and field recording techniques. Data analysis uses techniques of sorting, turning, and connecting. The validity of the data used triangulation of theories, sources, and methods. The results of the study found differences, the minimal vocoid system of normal Indonesian children in sequence [a], [i], [u], while those with multiple disabilities were [a], [o], [u]. The similarity, there is a universal minimum vocoid system in Indonesian with multiple disabilities and normal children based on the position of the tongue and mouth shape due to the use of minimum effort rules. AbstrakKeterbatasan yang dimiliki penyandang hambatan majemuk menyebabkan perkembangan produksi vokoid anak berbeda dengan anak normal. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan perbedaan dan persamaan vokoid minimal bahasa Indonesia yang dihasilkan penyandang hambatan majemuk dan anak normal. Dengan mengetahui perbedaan dan persamaan tersebut diharapkan dapat dilakukan penyikapan yang tepat terhadap produksi vokoid penyandang hambatan majemuk. Pendekatan yang digunakan deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data longitudinal. Data berupa vokoid minimal yang memberi informasi perbedaan dan persamaan sistem vokoid minimal bahasa Indonesia penyandang hambatan majemuk dan anak normal. Pengumpulan data menggunakan teknik pengamatan yang didukung teknik pemancingan, perekaman, dan pencatatan lapangan. Penganalisisan data menggunakan teknik pilah, balik, dan hubung. Keabsahan data menggunakan triangulasi teori, sumber, dan metode. Hasil penelitian menemukan perbedaan, yaitu sistem vokoid minimal bahasa Indonesia anak normal berurutan [a], [i], [u], sedangkan penyandang hambatan majemuk [a], [o], [u]. Persamaannya, ada keuniversalan sistem vokoid minimal bahasa Indonesia penyandang hambatan majemuk dan anak normal berdasarkan posisi lidah dan bentuk mulut karena penggunaan kaidah usaha minimal.
Pengembangan Bahan Ajar Teks Biografi Berbasis Kearifan Lokal Berbantu QR Code Muhammad Taufik Hidayat; Azrul Rizki; Teuku Junaidi; Nuriana Nuriana; Wulanda Wulanda; Al Furqan Al Furqan
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 14, No 2 (2025): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v14i2.8412

Abstract

This study aims to create innovative teaching materials focused on biographical texts by utilizing Local Wisdom and QR Code technology. The research method used is Research and Development (R&D) following the steps outlined by Borg and Gall. Data collection techniques were conducted through observation, interviews, and testing techniques using material testing instruments and expert validation. Data analysis techniques were conducted using quantitative analysis in the form of calculating the average validation and test scores. The research was also analyzed qualitatively for content and teaching material usage. The results of this study are expected to produce teaching materials that can be used by teachers in Indonesian language learning in Langsa City high schools, creating a more interactive learning experience and reducing the use of conventional teaching materials. The steps are (1) the pre-development stage, (2) the product development and testing stage, and (3) the product revision stage. The research findings show that (1) the expert material test had an average score of 89% in the excellent category, (2) the design trial had an average score of 88% in the excellent category, and (3) the field trial had a score of 89%, meaning that the digital teaching book for writing biographical texts is suitable for implementation in the learning process. The research results conclude that biographical text material containing local elements is easier for students to understand. Digital-based content helps students learn more effectively. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan bahan ajar inovatif yang berfokus pada teks biografi dengan memanfaatkan teknologi Kearifan Lokal dan QR Code. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan mengikuti langkah-langkah Borg dan Gall. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan teknik tes dengan instrument ujia mteri dan validasi ahli. Teknik analisis data dilakukan dengan analisis kuantitatif berupa perhitungan rerata skor validasi dan tes. Penelitian juga dianalisis dengan kualitatif untuk konten dan penggunaan bahan ajar. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan bahan ajar yang dapat digunakan oleh guru dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA Kota Langsa, menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif, dan mengurangi penggunaan bahan ajar konvensional. Langkah-langkah tersebut adalah: (1) tahap pra pengembangan, (2) tahap pengembangan dan uji coba produk, dan (3) tahap revisi produk. Hasil temuan penelitian menunjukkan bahwa: (1) uji tim ahli materi dengan skor rata-rata 89% kategori sangat baik, (2) uji coba desain dengan skor rata-rata 88% kategori sangat baik, (3) uji coba lapangan luas sebesar 89% sehingga produk buku ajar digital menulis teks biografi layak untuk diimplementasikan dalam proses pembelajaran. Hasil penelitian tersebut menyimpulkan bahwa materi teks biografi yang mengandung unsur lokalitas lebih mudah dipahami oleh siswa. Konten berbasis digitalisasi membantu siswa untuk lebih efektif dalam belajar.
PANDANGAN DAN SIKAP BAHASA MASYARAKAT DI WILAYAH PERBATASAN: KASUS MASYARAKAT DI ENTIKONG, KALIMANTAN BARAT Mukhamdanah Mukhamdanah
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 4, No 2 (2015): Jurnal Ranah
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v4i2.32

Abstract

Kajian tentang wilayah perbatasan sudah banyak dilakukan terutama sejak lepasnya P. Sipadan dan P. Ligitan dari wilayah NKRI. Dari segi kebahasaan, kajian terhadap masyarakat di wilayah perbatasan yang dapat dilakukan antara lain adalah bagaimana sikap bahasa mereka. Sebagian masyarakat di wilayah perbatasan merupakan dwibahasawan, terjadi karena adanya interaksi antarmasyarakat kedua negara. Situasi ini memungkinkan timbulnya persaingan dalam memilih bahasa. Kajian ini mencoba menjelaskan bagaimana pandangan dan sikap bahasa masyarakat perbatasan di Entikong terhadap bahasa daerah, bahasa Indonesia, dan bahasa negara tetangga. Secara politik wilayah perbatasan atau pulau-pulau kecil dapat dikatakan hilang apabila masyarakat di wilayah tersebut lebih mengakui negara lain dibandingkan negaranya sendiri. Dari segi psikologis, penduduk yang tinggal di daerah perbatasan rasa nasionalismenya cenderung tipis, terutama yang bertetangga dengan negara yang lebih tinggi kemakmuran ekonominya. Hal ini dapat menjadi penyebab makin banyaknya masyarakat perbatasan yang lebih memilih untuk belajar dan menggunakaan bahasa negara tetangga serta mengabaikan bahasa daerah dan bahasa Indonesia yang menjadi ikatan primordial. Dengan menggunakan metode kuantitatif, berdasarkan data primer dari 108 responden dengan purposive random sampling, hasilnya, pandangan dan sikap bahasa responden terhadap bahasa Indonesia dan bahasa daerah cenderung berada pada kategori positif sementara terhadap bahasa asing cenderung cukup positif. Semakin tinggi tingkat pendidikan responden, semakin tidak positif sikap bahasanya terhadap bahasa asing.
Aspek Penguasaan Kosakata Bahasa Indonesia oleh Siswa Sekolah Dasar di Kota Medan Wati Kurniawati; Deni Karsana
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 9, No 2 (2020): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v9i2.2977

Abstract

The first step in this research is the always dominant the noun aspect in mastering Indonesian vocabulary. The focus in this study is how the control of Indonesian vocabulary in grade 5 SD students in Medan City. There are two sub-focusses in this study: (1) what is the level of qualification and (2) aspects of Indonesian vocabulary mastery by grade 5 elementary school students. This study aims to identify control of Indonesian vocabulary by grade 5 elementary school students based on the level of qualification and aspects of Indonesian vocabulary mastery. The method used is the case study method. The population in this study were elementary school students. The sample in this study were students of grade 5 elementary school accredited A and C in Medan City who were respondents. The findings of this study were the mastery of Indonesian vocabulary by elementary students in Medan City on a good scale, namely 78%. The mastery of Indonesian vocabulary in the noun aspect that was first recognized by the students did not show the dominant aspect in this study, but the adjective aspect. AbstrakAspek nomina dalam penguasaan kosakata bahasa Indonesia (BI) selalu dominan yang menjadi langkah awal penelitian ini. Fokus dalam penelitian ini adalah penguasaan kosakata BI oleh siswa kelas 5 SD di Kota Medan. Ada dua subfokus dalam penelitian ini, yaitu bagaimana tingkat kualifikasi dan aspek penguasaan kosakata bahasa Indonesia oleh siswa kelas 5 SD. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penguasaan kosakata BI oleh siswa kelas 5 SD berdasarkan (1) tingkat kualifikasi dan (2) aspek penguasaan kosakata BI. Metode yang digunakan adalah metode studi kasus. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SD. Sampel dalam penelitian ini ialah siswa kelas 5 SD yang berakreditasi A dan C di Kota Medan yang menjadi responden. Temuan penelitian ini ialah penguasaan kosakata BI oleh siswa SD di Kota Medan pada skala baik, yaitu 78%. Penguasaan kosakata BI aspek nomina yang pertama dikenal siswa tidak menunjukkan yang dominan dalam penelitian ini, tetapi aspek adjektiva.
Appraisal System on Twitter: An Attitudinal Analysis Toward Alleged Islamic Blasphemy Case of M Kece Ai Yeni Yuliyanti
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 12, No 1 (2023): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v12i1.5657

Abstract

This study examines the public's assessment of an Islamic blasphemy case named M. Kece on Twitter. It is a qualitative descriptive study. The data is a public assessment regarding the Islamic blasphemy case named M. Kece on Twitter using Appraisal Theory (Martin & White, 2005). Focusing on Attitudinal Analysis, the result shows the Attitudinal Analysis in social media, precisely Twitter, on the alleged Islamic blasphemy of M. Kece. Judgment is the most dominant, with as much as 54% over Affect (19%) and Appreciation (27%). In all three, more than three fourth of the data are negative. This dominant negative appraisal of netizens of Twitter users shows the public's assessment of what M. Kece has done, namely the content of his YouTube channel, which was reported and imprisoned due to a blasphemy case. This study affirmed that all content creators must be careful about the content they post. On the other hand, the viewer also must be selective about the content they access on social media not to be misleading. AbstrakStudi ini mengkaji penilaian publik terhadap kasus penistaan agama Islam bernama M. Kece di Twitter. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah penilaian publik terkait kasus penistaan agama Islam bernama M. Kece di Twitter dengan menggunakan Appraisal Theory (Martin & White, 2005). Berfokus pada Analisis Sikap, hasilnya menunjukkan Analisis Sikap di media sosial, tepatnya Twitter, tentang dugaan penistaan agama Islam terhadap M. Kece. Afeksi adalah yang paling dominan, dengan sebanyak 54% di atas judgment (19%) dan Apresiasi (27%). Dari ketiga kategori ini, lebih dari tiga perempat data merupakan penialaian negatif. Dominasi penilaian netizen pengguna Twitter ini menunjukkan penilaian mereka terhadap apa yang telah dilakukan M. Kece, yaitu konten channel YouTube-nya yang dilaporkan dan dipenjara akibat kasus penistaan agama. Penelitian ini menegaskan bahwa semua pembuat konten harus berhati-hati dengan konten yang mereka posting. Di sisi lain, penonton juga harus selektif terhadap konten yang mereka akses di media sosial agar tidak menyesatkan.
The Digital Communication Media Reliance and its Implications on Students' Speaking Skills from The Perspective of Media System Dependency Theory Baharman Baharman; Suriadi Suriadi
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 15, No 1 (2026): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v15i1.8548

Abstract

The development of digital communication media has reshaped how students interact and practice speaking skills. This study aims to examine how dependency on digital communication media influences students’ face-to-face speaking skills by situating their language experiences within the framework of Media System Dependency Theory (Ball-Rokeach & DeFleur, 1976). The central problem addressed in this study arises from the growing comfort associated with speaking through digital media, which does not always correspond to readiness for speaking in offline contexts. This research adopts a qualitative approach with a descriptive–interpretative design. Data were obtained from reflective responses provided by 18 students and collected through an online open-ended questionnaire. The findings reveal three main results. First, digital communication media function as a means of emotional regulation by reducing anxiety and enhancing a sense of safety in speaking. Second, media dependency contributes to a shift in communication practices from face-to-face oral interaction to mediated communication, thereby reducing the intensity of direct speaking practice. Third, this shift has implications for decreased self-confidence, increased awkwardness, and reduced fluency in face-to-face speaking situations. The study concludes that media dependency shapes a contextual and performative orientation toward speaking. Theoretically, these findings extend Media System Dependency Theory into the field of language education by emphasizing that speaking skills constitute a linguistic practice shaped by systemic relations among individuals, media, and social contexts. Abstrak Perkembangan media komunikasi digital telah mengubah cara mahasiswa berinteraksi dan melatih keterampilan berbicara. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana ketergantungan terhadap media komunikasi digital memengaruhi keterampilan berbicara tatap muka mahasiswa dengan menempatkan pengalaman berbahasa mereka dalam kerangka Media System Dependency Theory yang dikemukakan oleh Ball-Rokeach dan DeFleur (1976). Permasalahan utama dalam penelitian ini muncul dari meningkatnya kenyamanan berbicara melalui media digital yang tidak selalu sejalan dengan kesiapan berbicara dalam konteks luring. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-interpretatif. Data diperoleh dari respons reflektif 18 mahasiswa yang dikumpulkan melalui kuesioner terbuka secara daring. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama. Pertama, media komunikasi digital berfungsi sebagai sarana regulasi emosional dengan mengurangi kecemasan dan meningkatkan rasa aman dalam berbicara. Kedua, ketergantungan media berkontribusi terhadap pergeseran praktik komunikasi dari interaksi lisan tatap muka menuju komunikasi bermedia sehingga mengurangi intensitas latihan berbicara secara langsung. Ketiga, pergeseran tersebut berdampak pada menurunnya rasa percaya diri, meningkatnya kecanggungan, dan berkurangnya kelancaran dalam situasi berbicara tatap muka. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ketergantungan terhadap media membentuk orientasi berbicara yang bersifat kontekstual dan performatif. Secara teoretis, temuan ini memperluas Media System Dependency Theory ke dalam bidang pendidikan bahasa dengan menegaskan bahwa keterampilan berbicara merupakan praktik kebahasaan yang dibentuk oleh relasi sistemik antara individu, media, dan konteks sosial.
Sistem Hiponimi Hewan dalam Bahasa Jawa: Kajian Semantik Endang Sri Maruti; Bambang Eko Hari Cahyono; Wachidatul Linda Yuhanna
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 10, No 2 (2021): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v10i2.4038

Abstract

The animals in the world are very diverse and countless. The variety of animals in the field of biology is divided into kingdoms, species, families, orders, and classes. The classification of animals in biology is certainly different from the classification of animals in Javanese society. This study aims to explain animal hyponymy in Javanese based on Semantic studies. Hyponyms are inseparable from the relation of meaning. This research is descriptive qualitative. Data collection is done by documentation, observation, listening, and taking notes. Data analysis was carried out using the agih method with the substitution technique and the reflexive-introspective method based on the flow model in which there is reduction, presentation, verification, and inference. Animal species are diverse and innumerable. In Javanese semantics, kewan 'animal' has the same components as tetuwuhan 'plant'. Furthermore, as a subordinate, kewan has components in between rajakaya, sato iwen, omahan, and alasan. In the category of pomahan or ingon-ingon animals, there are three types, namely rajakaya, sato iwen, and kewan lulut. Differentiation of several hyponyms is done by component analysis. Rajakaya 'farm animals' can be distinguished based on size, power, color, and aspects of their use. Sato iwen can be distinguished based on size, sound, beak shape, leg shape, and animal utilization, and kewan lulut can be distinguished based on size, price, level of compliance, type of food, and type of care.AbstrakHewan-hewan di dunia sangat beragam dan tak terhitung banyaknya. Ragam hewan dalam bidang ilmu biologi dibagi ke dalam kingdom, spesies, famili, ordo, dan kelas. Penggolongan hewan dalam ilmu Biologi tentu berbeda dengan penggolongan hewan dalam masyarakat Jawa. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan hiponimi hewan dalam bahasa Jawa berdasarkan kajian Semantik. Hiponim tidak terlepas dari relasi makna. Penelitian ini berpendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan dengan dokumentasi, observasi, simak, dan catat. Penganalisisan data dilakukan dengan metode agih dengan teknik substitusi dan metode reflektif-introspektif dengan berdasarkan pada model alir yang di dalamnya terdapat reduksi, penyajian, verifikasi, dan inferensi. Spesies hewan beragam dan tak terhitung banyaknya. Dalam Semantik bahasa Jawa, kewan ‘hewan’ mempunyai kesamaan komponen dengan tetuwuhan ‘tumbuhan’. Selanjutnya, sebagai subordinat, kewan memiliki komponen di antaranya rajakaya, sato iwen, omahan, dan alasan. Dalam kategori hewan pomahan atau ingon-ingon, terdiri atas tiga jenis, yakni rajakaya, sato iwen, dan kewan lulut. Pembedaan atas beberapa hiponim dilakukan dengan analisis komponen. Rajakaya ‘hewan ternak’ dapat dibedakan berdasarkan ukuran, tenaga, warna, dan aspek pemanfaatannya. Sato iwen dapat dibedakan berdasarkan ukuran, suara, bentuk paruh, bentuk kaki, dan pemanfaatan hewan, dan kewan lulut dibedakan berdasarkan ukuran, harga, tingkat kepatuhan, jenis makanan, dan jenis perawatan
Ciri Morfosintaktis Afiks Derivasional {Ber-} dalam Konstruksi Verba Deadjektival Bahasa Indonesia Danang Satria Nugraha
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 13, No 1 (2024): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v13i1.6041

Abstract

The affix {ber-} in Indonesian is commonly used to derive adjectives into deadjectival verbs (VDaj). This research aimed to describe the affix {ber-} morphosyntactic characteristics in constructing Indonesian VDaj. The data was collected from bI sentence constructions marked by the affix {ber-} or its variations, which were obtained from the Indonesian-Leipzig Corpora Collection (ILCC) and the SEAlang Library Indonesian Corpus (SLIC). The analysis produced two findings based on the technique of immediate constituent and the theory of Derivational Morphology and Derivational Syntax. Firstly, the morphosyntactic features of affix {ber-} in constructing Indonesian VDaj can only be formed if the affix {ber-} and adjectives are involved. Secondly, there were three tendencies of morphosyntactic characteristics of affix {ber}: (a) creating one-valence VDaj, (b) forming intransitive VDaj, and (c) embedding predicative and appositive functions of VDaj. The analysis of the morphosyntactic features of the affix {ber-} is expected to contribute to the advancement of Derivational Morphology and Derivational Syntax theories by elucidating the formation and function of VDaj bI. The results of this research are helpful for further exploration, especially for exploring the morphosyntactic characteristics of other derivational affixes in Indonesian verb constructions.  AbstrakVerba bahasa Indonesia (bI) merupakan kategori gramatikal yang cenderung bersifat resipien universal karena dapat menerima berbagai kategori kata sebagai unsur dasar konstruksinya. Secara morfologis, kata sifat atau adjektiva merupakan salah satu kategori yang lazim dikonstruksikan sebagai verba deadjektival (VDaj) melalui derivasi bersama afiks {ber-}. Kajian ini bertujuan memerikan ciri-ciri morfosintaktis afiks {ber-} dalam konstruksi VDaj bI tersebut. Data kajian ini berwujud konstruksi kalimat bI yang memiliki konstituen VDaj berpemarkah afiks {ber-} atau variasi realisasi morfologisnya seperti {ber-an}, {ber-R}, dan {ber-kan}. Sumber data kajian ini adalah Indonesian – Leipzig Corpora Collection (ILCC) dan SEAlang Library Indonesian Corpus (SLIC). Data dikumpulkan melalui teknik simak/observasi leksikal. Data dianalisis berdasarkan teknik bagi-unsur-langsung dengan mengacu pada teori Morfologi Derivasional dan Sintaksis Derivasional. Berdasarkan analisis, dihasilkan dua temuan sebagai berikut. Pertama, secara gramatikal, ciri morfosintaktis afiks {ber-} dalam konstruksi VDaj bI dapat terbentuk hanya jika afiks {ber-} beserta adjektiva terlibat bersama-sama sebagai input pada proses pembentukan kata. Kedua, secara khusus, terdapat sekurang-kurangnya tiga kecenderungan ciri morfosintaktis afiks {ber-}, yaitu (a) menciptakan VDaj bervalensi satu, (b) membentuk VDaj intransitif, dan (c) menyematkan fungsi predikatif dan apositif pada VDaj. Analisis terhadap ciri morfosintaktis afiks {ber-} ini diharapkan dapat memperkaya teori Morfologi Derivasional dan Sintaksis Derivasional dalam menjelaskan pembentukan dan fungsi VDaj bI. Hasil kajian ini juga bermanfaat bagi penelitian selanjutnya, khususnya untuk penelusuran ciri morfosintaktis afiks-afiks derivasional lainnya dalam konstruksi verba bI.
Ranah, Volume 6 Nomor 2 Prawacana, Daftar Isi, Abstrak
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 6, No 2 (2017): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract