cover
Contact Name
Winci Firdaus
Contact Email
wincifirdaus1@gmail.com
Phone
+6288802310216
Journal Mail Official
jurnalranahbahasa@gmail.com
Editorial Address
Jalan Daksinapati Barat IV
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
ISSN : 23388528     EISSN : 25798111     DOI : https://doi.org/10.26499/rnh
Core Subject :
https://ojs.badanbahasa.kemendikdasmen.go.id/jurnal/index.php/jurnal_ranah/about/editorialPolicies#focusAndScope
Arjuna Subject : -
Articles 386 Documents
Mengungkap Makna Simbolik dalam Khazanah Leksikon Etnoarsitektur Hijau Keraton (Kajian Etnolinguistik di Keraton Kasepuhan Cirebon) Epi Yuningsih
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 11, No 1 (2022): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v11i1.4495

Abstract

The palace is an important part of the social and cultural center of a society, the local wisdom embedded in the Keraton Kasepuhan Cirebon building reflects the concept of sustainable development. This is an inseparable part of the language and cultural facts about the palace. Local knowledge that becomes the local wisdom of a community in the palace building has the potential to contribute to the state to exercise sustainable development authority, so that current and future developments still pay attention to the harmony of nature. This study aims to reveal the symbolic meaning of green ethnoarchitecture as a disaster mitigation effort to address the issue of Sustainable Development Goals (SDGs) or sustainable development recorded in the ethnoarchitecture lexicon of the Keraton Kasepuhan Cirebon. The approach used to study this phenomenon is relevant to be studied using an ethnolinguistic approach. Language data in the form of an ethnoarchitecture lexicon was analyzed using a qualitative descriptive method. Data collection techniques in the form of observation, interviews, and documentation. The results show that based on the description of the palace building, the architectural lexicon can be classified based on the type, section, and building material. The lexicon in addition to having a lingual function also has a symbolic meaning. The concept of green architecture is the use of sustainable building materials. The materials used meet the principles of green architecture as a reference for community disaster mitigation from potential disasters to support the creation of sustainable development goals by the goals of the SDGs. AbstrakKeraton merupakan bagian penting dari pusat sosial dan budaya suatu masyarakat, kearifan lokal yang tertanam dalam bangunan Keraton Kasepuhan Cirebon mencerminkan konsep pembangunan berkelanjutan. Hal ini menjadi bagian yang tidak dapat dilepaskan dari fakta bahasa dan budaya mengenai keraton tersebut. Pengetahuan lokal yang menjadi kearifan lokal suatu masyarakat dalam bangunan keraton berpotensi memberikan sumbangsih bagi negara untuk menjalankan otoritas pembangunan yang bersifat berkelanjutan, sehingga pembangunan yang dijalankan saat ini dan nanti masih memerhatikan keselarasan alam. Kajian ini bertujuan untuk mengungkap makna simbolik etnoarsitektur hijau sebagai upaya mitigasi bencana menyikapi isu Sustainable Development Goals (SDGs) atau pembangunan berkelanjutan yang terekam dalam leksikon etnoarsitektur Keraton Kasepuhan Cirebon. Pendekatan yang digunakan untuk mengkaji fenomena ini relevan dikaji menggunakan pendekatan etnolinguistik. Data bahasa berupa leksikon etnoarsitektur yang dianalisis menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan deskripsi bangunan keraton, leksikon arsitektur dapat diklasifikasikan berdasarkan jenis, bagian, dan bahan bangunan. Leksikon tersebut selain mempunyai fungsi lingual, juga memiliki makna simbolik. Adapun konsep arsitektur hijau berupa penggunaan material bangunan yang berkelanjutan. Bahan yang digunakan memenuhi prinsip green architecture sebagai acuan mitigasi bencana masyarakat dari potensi bencana sehingga menopang terciptanya tujuan pembangunan yang berkelanjutan sesuai dengan tujuan SDGs.
Kajian Komparatif Onomatope dalam Webtoon Bahasa Indonesia dan Bahasa Prancis Rifka Alfinatul Fikiyah; Bernadus Wahyudi Joko Santoso
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 13, No 2 (2024): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v13i2.6773

Abstract

In general, each country has different forms of onomatopoeia. The purpose of this study is to examine (1) the differences in the form and lexical meaning of onomatopoeia; (2) the similarities in the form of contextual meaning of onomatopoeia; and (3) the form of onomatopoeic referents found in the Webtoon “Kisah Usil Si Juki Kecil” and Mez et Les Filles de Sar. As a teak speaker who is learning French, the three objectives are very interesting to study because of a number of differences. The research data were obtained through intensive observations which were analyzed qualitatively comparatively. The data sources used are the Webtoon “Kisah Usil Si Juki Kecil” by Faza Meonk and “Mez et Les Filles de Sar” by Cécile Garcia. The results show that the lexical form and meaning of onomatopoeia in the two Webtoons are caused by differences in the author's setting and different phonetic systems. The form and contextual meaning of onomatopoeia in the two Webtoons concerned have similarities in onomatopoeic writing but the meaning in representing different sounds. In the research on both Webtoons, 10 data were found with natural referensi (humans), 2 data with natural referents, namely animals, and 4 data with artificial sound referents from objects. The results of this study are very helpful for foreign language learners in understanding French onomatopoeia.     AbstrakPada umumnya, setiap negara memiliki bentuk onomatope yang berbeda-beda. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji (1) perbedaan bentuk dan makna leksikal onomatope; (2) persamaan bentuk makna kontekstual onomatope; dan (3) bentuk referen onomatope yang terdapat pada Webtoon “Kisah Usil Si Juki Kecil dan Mez et Les Filles de Sar. Sebagai penutur jati yang sedang memperlajari bahasa Prancis, ketiga tujuan tersebut sangat menarik untuk dikaji karena sejumlah perbedaan. Data penelitian diperoleh secara observatif intensif yang dianalisis secara kualitatif komparatif. Sumber data yang digunakan adalah Webtoon “Kisah Usil Si Juki Kecil” karya Faza Meonk dan “Mez et Les Filles de Sar” karya Cécile Garcia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk dan makna leksikal onomatope pada kedua Webtoon tersebut disebabkan oleh perbedaan latar tempat pengarang dan sistem fonetis yang berbeda. Bentuk dan makna kontekstual onomatope pada kedua Webtoon yang bersangkutan memiliki persamaan penulisan onomatope tetapi makna dalam merepresetasikan bunyi yang  berbeda. Pada penelitian di kedua Webtoon, ditemukan 10 data dengan referen alami (manusia), 2 data dengan referen alami, yakni hewan, dan 4 data dengan referen bunyi buatan dari benda. Hasil penelitian ini sangat membantu pembelajar bahasa asing dalam memahami onomatope bahasa Prancis.                                                               
Sistem Prosidi Suara Mahasiswa Multietnis di Surakarta Fahmi Gunawan
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 8, No 2 (2019): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v8i2.1123

Abstract

This study aims to examine the prosody system of multiethnic student in Surakarta. The prosodic system includes the duration, frequency and intensity of multiethnic student’s voice based on gender and ethnicity variables. This research is an experimental study using Praat software and then analyzed using SPSS 16. The results showed that (1) women's voice duration is faster, the frequency is higher, and the intensity is louder than men based on gender variables. (2) based on ethnic variables, students from Sulawesi have a faster speaking duration and higher voice frequency than students from Java and Sumatra. For issues of volume, student voices vary. For the initial intensity, the voice of students from Sulawesi is louder than students from Java and Sumatra. For the final intensity, i.e. highest intensity and lowest intensity, students from Java speak louder than students from Sumatra and Sulawesi.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji sistem prosodi suara mahasiswa multietnis di Surakarta. Sistem prosodi itu meliputi durasi, frekuensi, dan intensitas suara mahasiswa multietnis berdasarkan pada variabel sosial jenis kelamin dan etnisitas. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang menggunakan perangkat lunak Praat dan kemudian dianalisis dengan menggunakan SPSS 16 dalam kajian fonetik akustik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) berdasarkan variabel jenis kelamin, durasi suara perempuan lebih cepat dengan frekuensi yang lebih tinggi dan intensitas yang lebih lantang daripada laki-laki dan (2) berdasarkan variabel etnis, mahasiswa asal Sulawesi memiliki durasi bicara lebih cepat dan frekuensi suara lebih tinggi dibandingkan dengan mahasiswa asal Jawa dan Sumatra. Berkaitan dengan kelantangan, suara mahasiswa bervariasi. Untuk intensitas awal, suara mahasiswa asal Sulawesi lebih lantang daripada mahasiswa asal Jawa dan Sumatra. Berkaitan dengan intensitas akhir, yaitu intensitas tertinggi dan terendah, mahasiswa asal Jawa lebih lantang daripada mahasiswa asal Sumatra dan Sulawesi.
From Structure to Social Dimensions: A Contrastive Study on Numerical Systems in Indonesian, Javanese, and Balinese I Dewa Putu Wijana; Adwidya Yoga
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 14, No 2 (2025): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v14i2.8370

Abstract

The study of numerical systems in Indonesian, Javanese, and Balinese languages reveals significant syntactic and semantic differences despite their genetic relation within the Austronesian family. This paper examines how each language expresses numerals, categorizing them into cardinal, ordinal, collective, and indefinite types, and how these categories reflect broader sociocultural influences on linguistic development. Alwi et al. (2010) and Keraf (1991) emphasize the multifaceted roles of numbers in language, illustrating their grammatical functions and contextual nuances. This research highlights the interaction between numerals and unit nouns, enhancing the semantic richness of numerical expressions. An analysis of Balinese showcases complex categorization and phonological rules governing number formation, further complicating the learning process. In contrast, the Javanese adopt a simplified framework that may overlook certain linguistic intricacies. This comparative study explores the sociocultural dimensions that shape numerical expressions, offering insights into the interplay between language and culture in the representation of numbers. This research also implies that, in pedagogical and educational contexts, a cross-cultural understanding of numerical systems across various traditional languages in Indonesia is urgently needed to provide a cohesive teaching environment that connects subjects such as languages, math, physics, and others that involve numerical systems and terms. Abstrak Kajian tentang sistem bilangan dalam bahasa Indonesia, Jawa, dan Bali mengungkap adanya perbedaan sintaktis dan semantis yang signifikan, walaupun ketiganya secara genetis berkerabat dalam rumpun bahasa Austronesia. Artikel ini membahas bagaimana setiap bahasa mengekspresikan bilangan dengan mengategorikannya ke dalam jenis bilangan kardinal, ordinal, kolektif, dan tak tentu, serta bagaimana kategori-kategori tersebut mencerminkan pengaruh sosial budaya yang lebih luas terhadap perkembangan bahasa. Alwi et al. (2010) dan Keraf (1991) menekankan peran multifaset bilangan dalam bahasa, menunjukkan fungsi gramatikal dan nuansa kontekstualnya. Penelitian ini menyoroti interaksi antara bilangan dan kata satuan yang memperkaya makna dalam ungkapan numerik. Analisis terhadap bahasa Bali memperlihatkan kategorisasi yang kompleks serta aturan fonologis yang mengatur pembentukan bilangan, yang semakin memperumit proses pembelajaran. Sebaliknya, bahasa Jawa mengadopsi kerangka yang lebih sederhana yang berpotensi mengabaikan beberapa kerumitan linguistik tertentu. Studi komparatif ini mengeksplorasi dimensi sosial budaya yang membentuk ekspresi numerik, menawarkan wawasan tentang keterhubungan antara bahasa dan budaya dalam representasi bilangan. Penelitian ini juga mengisyaratkan bahwa dalam konteks pedagogis dan pendidikan, pemahaman lintas budaya mengenai sistem bilangan dalam berbagai bahasa daerah di Indonesia sangat diperlukan untuk menghadirkan lingkungan pembelajaran yang koheren dan menghubungkan mata pelajaran seperti bahasa, matematika, fisika, dan disiplin lain yang melibatkan sistem dan istilah bilangan.
KESANTUNAN TUTURAN IMPERATIF SISWA SMK MUHAMMADIYAH 2 BANDUNG: KAJIAN PRAGMATIK Rani Siti Fitriani
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 4, No 1 (2015): Jurnal Ranah
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v4i1.23

Abstract

Makalah ini adalah penelitian kesantunan Imperatif Siswa SMK Muhammadiyah 2 Bandung: kajian pragmatik. Penelitian ini mendeskripsikan penanda imperatif dan wujud imperatif yang digunakan siswa dalam kesantunan imperatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik simak; teknik cakap; dan tes melengkapai wacana atau Discourse Completion Test (DCT) tipe C. Sampel data penelitian ini adalah responden yang terdiri dari 20 siswa perempuan dan 20 siswa laki-laki SMK Muhammadiyah 2 Bandung. Kajian teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala kesantunan (Leech: 1983); skala kesantunan (Brown & Levinson: 1987); kesantunan imperatif (Rahardi: 2005); tata baku bahasa Indonesia (Moeliono: 1992); dan Chaer & Leonie (2004). Berdasarkan hasil penelitian ini, diketahui bahwa kesantunan imperatif dapat dilihat dri penanda imperatif dan wujud imperatif. Penanda imperatif terdiri daripenanda kesantunan; pronomina; interjeksi; dan verba. Wujud imperatif terdiri dari bentuk kalimat; strategi; dan campur kode atau alih kode.
Vitalitas Bahasa Saleman di Negeri Saleman Mardi Nugroho
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 9, No 2 (2020): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v9i2.2938

Abstract

There has been no report on the study of the vitality of Saleman language. The purpose of this study is to determine the vitality of Saleman language in Saleman Village and try to explain the vitality based on the factors that determine the vitality of the language. This research uses a mixed method. The dominant method is the quantitative method. Qualitative methods used to help explain the findings of quantitative methods. Data collection done by questionnaire, interview, and observation. Research data processing in the form of respondents' responses to the questionnaire done quantitatively. Research results show that the vitality of the Saleman language in Village of Saleman is in a position of decline. Four factors determine the vitality of language, namely language contact, the realm of language use, documentation, and responses to new challenges. The index value is lower than the total index value. These four factors are the main contributors so that the vitality of the Saleman language in the State of Saleman is low, namely in a position of decline.AbstrakSejauh penelusuran penulis, belum ada laporan mengenai kajian vitalitas bahasa Saleman. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui vitalitas bahasa Saleman di Negeri Saleman dan berusaha menjelaskan vitalitas itu berdasarkan faktor-faktor yang menentukan vitalitas bahasa. Penelitian ini menggunakan metode campuran. Metode yang dominan ialah metode kuantitatif. Metode kualitatif dimanfaatkan untuk membantu memberikan penjelasan dari temuan metode kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner, wawancara, dan observasi. Pengolahan data penelitian yang berupa tanggapan responden terhadap kuesioner dilakukan secara kuantitatif. Hasil peneilitian menunjukkan bahwa vitalitas bahasa Saleman di Negeri Saleman dalam posisi mengalami kemunduran. Empat faktor yang menentukan vitalitas bahasa, yaitu kontak bahasa, ranah penggunaan bahasa, dokumentasi, dan respon terhadap tantangan baru nilai indeksnya lebih rendah daripada nilai indeks total. Keempat faktor itulah yang menjadi penyumbang utama sehingga vitalitas bahasa Saleman di Negeri Saleman rendah, yaitu dalam posisi mengalami kemunduran.  
Representasi Aksi Sosial dalam Konstruksi Ideologi Media Berita Digital Terkait Kebijakan Pemerintah Selama Pandemi Jafar Lantowa; Rahmatan Idul
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 12, No 1 (2023): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v12i1.5269

Abstract

In response to the Covid-19 pandemic, the government issued several policies disseminated through digital news media. However, these policies often become polemic in the community due to the different reporting based on the ideology of the media. The study aims to reveal the ideological construction of digital news media through linguistic representations of social actions in reporting on government policies during the pandemic through the employment of vocabulary and conjunctions. The data consists of digital news headlines on government policies during the pandemic generated through documentation from the three most popular digital media in Indonesia according to the Reuters Institute Digital News Report, namely Detik.com, Kompas.com, and CNN.com. The Critical Discourse concept applied is Theo van Leeuwen's social action framework to find the linguistic representation of each social action through the choice of words and conjunctions. Data analysis was carried out in two stages: analysis of the dimensions of social action to find linguistic representations of each social action in news discourse through word selection and conjunctions and ideological mapping which forms the basis of ideological classification of digital news media for every government policy related to handling Covid-19. As a result, it appears that detiknews.com does not agree with the implementation of PPKM, supports the vaccination program, and is neutral in social assistance data disputes between the central and regional governments. Kompas.com also stands in the same position on the issue of PPKM and vaccination. However, regarding the social assistance data dispute between the central and local governments, kompas.com tended to be on the government side. Meanwhile, cnnindonesia.com did not even question the PPKM-PSBB polemic, but emphasized its disapproval of paid vaccinations and sided with the central government in the social assistance data dispute between the central and regional governments. AbstrakSebagai respons terhadap pandemi Covid-19, pemerintah mengeluarkan beberapa kebijakan yang disebarkan melalui media berita digital. Sayangnya, kebijakan-kebijakan tersebut tak jarang menjadi polemik karena pemberitaan yang berbeda berdasarkan ideologi yang dianut media tersebut. Penelitian ini bertujuan mengungkap ideologi media berita digital serta konstruksinya melalui representasi linguistik aksi-aksi sosial dalam pemberitaan kebijakan pemerintah selama pandemi melalui pemanfaatan kosakata dan konjungsi. Data berupa judul berita pada platform digital yang memuat kebijakan pemerintah terkait Covid-19 yang dihasilkan melalui dokumentasi terhadap tiga media digital paling populer di Indonesia menurut Reuters Institute Digital News Report, yakni detik.com, kompas.com, dan cnn.com. Konsep wacana kritis yang diterapkan adalah kerangka aksi sosial Theo van Leeuwen untuk menemukan representasi linguistik setiap aksi sosial melalui pemilihan kata dan konjungsi. Analisis data dilakukan pada dua tahapan: analisis dimensi aksi sosial untuk menemukan representasi linguistik setiap aksi sosial dalam wacana berita melalui pemilihan kata dan konjungsi dan pemetaan ideologi yang menjadi dasar klasifikasi ideologi media berita digital terhadap setiap kebijakan pemerintah terkait penanganan covid-19. Hasilnya menunjukkan bahwa detiknews.com tidak setuju dengan penerapan PPKM, mendukung vaksinasi, dan netral dalam kisruh data bansos pusat-daerah. Kompas.com juga berdiri di posisi yang sama terkait PPKM dan vaksinasi. Namun, terkait kisruh data bansos pusat-daerah, kompas.com cenderung di sisi pemerintah. Sementara itu, cnnindonesia.com bahkan tidak mempermasalahkan polemik PPKM-PSBB, menitikberatkan ketidaksetujuannya pada vaksinasi berbayar, dan berpihak pada pemerintah pusat dalam kisruh data bansos pusat-daerah.
Loan-Blend in Bahasa Gaul of Indonesian as The Manifestation of an English Acculturation Farah Anjanillah
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 15, No 1 (2026): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v15i1.8164

Abstract

This study aimed to shed a light on the types of loan-blend in bahasa gaul 'language of sociability', the process of acculturation and the reasons underlying this phenomenon. To underpin the study, the researcher drew upon the tenets of Haugen (1950), Weinreich (1968) and Koentjaraningrat (2015). In terms of the respondents, they were college students whose age around 19-25 years old and actively use social media. The primary data were obtained through questionnaire on google form, while the supplemantary data were gathered from google and social media. To analyze the data, the researcher employed Miles et al’s (2020) analytical framework comprising data condensation, data display, and conclusion drawing. In a nutshell, this study dismantles that the types of loan-blends found in bahasa gaul 'language of sociability' of Indonesian are 1) English affixes + Indonesian stems, 2) Indonesian affixes + English stems. Regarding the acculturation process, the researcher construes that the base line of acculturation occurs when English is used globally. In addition, social media also interplay to bestow English exposures towards the society. Overall, the use of hybrid compound words rises pros and cons among the society. The setting and participant factor, effectiveness factor, medium for learning and practicing English, medium for expressing creativity and negotiating identity, gaining social prestige are some reasons underlying why 99% of the respondents accept it. In contrast, 1% of the respondents disagrees because it deviates from the rules of Indonesian language. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan tipe-tipe pinjaman campuran di bahasa gaul Indonesia, proses akulturasinya, serta alasan-alasan yang mendasari fenomena ini. Untuk mendukung penelitian ini, peneliti menerapkan teori dari Haugen (1950), Weinreich (1968) dan Koentjaraningrat (2015). Terkait responden, mereka adalah mahasiswa yang berusia sekitar 19-25 tahun dan aktif menggunakan media sosial. Data primer diperoleh melalui kuesioner di google formulir, sementara data pendukung dikumpulkan melalui google dan media sosial. Untuk menganalisa data, peneliti menerapkan kerangka analisis Miles dkk. (2020) yang mencakup kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Secara ringkas, penelitian ini menunjukkan bahwa tipe-tipe dari pinjaman campuran yang ditemukan di bahasa gaul Indonesia adalah 1) Afiks bahasa Inggris + akar bahasa Indonesia, 2) afiks bahasa Indonesia + akar bahasa Inggris. Mengenai proses akulturasi, peneliti menyimpulkan bahwa titik dasar terjadinya akulturasi adalah ketika bahasa Inggris digunakan secara global. Terlebih, media sosial juga berperan untuk memberikan paparan bahasa Inggris kepada masyarakat. Secara keseluruhan, penggunaan pinjaman campuran menuai pro dan kontra diantara masyarakat. Faktor setting dan partisipan, efektivitas, sarana untuk belajar dan mempraktikkan bahasa Inggris, sarana untuk mengekspresikan kreativitas dan menegosiasikan identitas, sarana untuk mendapatkan prestise sosial adalah beberapa alasan yang mendasari mengapa 99% dari responden menerimanya. Di sisi lain, 1% dari responden tidak setuju karena hal itu menyimpang dari tata bahasa Indonesia.
PENGARUH KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS, PEMAHAMAN BACAAN, DAN PENGATURAN DIRI TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS ILMIAH (Studi Analisis Jalur Mahasiswa Institut Pertanian Bogor) Endang Sri Wahyuni
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 5, No 2 (2016): Jurnal Ranah
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v5i2.146

Abstract

The objective of the research is to study the effects of critical thinking, reading comprehension, and self-regulation on scientific writing skill. The research was conducted at the Educational Program of General Competence, Bogor Agricultural University. The research method is path analysis using 4 variables. The sample is 100 students. They are semester I of academic year of 2015/2016, the researcher uses stratification sampling technique. The instruments of this research are paper of scientific writing skill, questionnaire of self-regulation, test of critical thinking skill and reading comprehension. The data analysis uses path analysis. The research findings are: 1) There is a direct influence of the critical thinking skills on scientific writing skills at 0,594, 2) there is a direct influence of reading comprehension on the ability to write a scientific tex at, 0,248, 3) there is significant indirect self-regulating ability of scientific writing through reading comprehension. However, there is an indirect effect on the ability of self regulation of scientific writing through reading comprehenship of 0,117 4) there is a direct effect of critical thinking skills on reading comprehension, at 0,389, 5) there is a self-regulating direct influence on reading comprehension at 0,471, and 6) there is a direct effect of critical thinking skills on self-regulation at 0,448.There is no direct effect on the ability of critical thinking skills of scientific writing through reading comprehension at 0,096 and by combining self regulation and reading comprehenshion of 0,052. ABSTRAKObjek penelitian ini adalah pengaruh kemampuan berpikir kritis, pemahaman bacaan, dan pengaturan diri terhadap kemampuan menulis ilmiah. Penelitian ini dilaksanakan pada Program Pendidikan Kompetensi Umum Institut Pertanian Bogor. Metode penelitian adalah analisis jalur. Jumlah responden 100 mahasiswa, tersebar pada 32 kelas responsi dengan jumlah populasi 1781 pada semester I tahun ajaran 2015/2016. Teknik pengambilan sampel adalah teknik acak. Instrumen penelitian adalah makalah untuk variabel kemampuan menulis ilmiah, kuesioner untuk variabel pengaturan diri, tes objektif untuk variabel kemampuan berpikir kritis dan variabel pemahaman bacaan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Hasil penelitian adalah (1) ada pengaruh langsung positif kemampuan berpikir kritis terhadap kemampuan menulis ilmiah sebesar 0,594, (2) ada pengaruh langsung positif pemahaman bacaan terhadap kemampuan menulis ilmiah sebesar 0,248, (3) pengaturan diri tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan menulis ilmiah, namun ada pengaruh tidak langsung pengaturan diri terhadap kemampuan menulis ilmiah melalui pemahaman bacaan sebesar 0,117, (4) ada pengaruh langsung positif kemampuan berpikir kritis terhadap pemahaman bacaan sebesar 0,389, (5) ada pengaruh langsung positif pengaturan diri terhadap pemahaman bacaan sebesar 0,471, dan (6) ada pengaruh langsung positif kemampuan berpikir kritis terhadap pengaturan diri sebesar 0,448. Ada pengaruh tidak langsung kemampuan berpikir kritis terhadap kemampuan menulis ilmiah melalui pemahaman bacaan sebesar 0,096 serta melalui kombinasi pengaturan diri dan pemahaman bacaan sebesar 0.052.
Pengembangan Bahan Ajar Bahasa Melayu Jambi Berbasis Saintifik Akhyaruddin Akhyaruddin; Agus Setyonegoro; Hilman Yusra; Oky Akbar
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 12, No 2 (2023): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v12i2.6814

Abstract

This research aims to develop scienitific-based Jambi Malay language teaching material product. The method used to achieve the objektives is Research and Development (R&D) with Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation procedures. To find out the teaching material product use, the researcher use validition questionnaire method of material experts, scientific experts, language experts, graphics experts. Questionnaeres were also distributed to students as users of teaching material products to find out the practicality of teaching material products, which include: material, language, graphics and ease of use. All data obtained through questionnaires were processed with descriptive statistics. Using Likert scale criteria, expert validation results show that the material aspect of teaching materials has a percentage of 84,44% with a very valid category; the scientific aspect obtained a percentage of 92% with a very valid category; the language aspect obtained  a percentage of 96% with a very valid category; the graphic aspect obtained a percentage of 90% with a very valid category. Based on the results of user practitioner test, material feasibility wa sobtained at 95%. Thus, the resulting Jambi Malay language teaching material products are suitable for implementation in the lecture process. AbstrakPenelitian ini bertujuan mengembangkan produk bahan ajar bahasa Melayu Jambi berbasis saintifik. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan adalah Research and Development dengan prosedur Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. Untuk mengetahui kelayakan produk bahan ajar yang dikembangkan digunakan metode angket validasi ahli ahli materi, ahli saintifik, ahli bahasa, dan ahli grafika. Angket juga disebarkan kepada mahasiswa sebagai pengguna produk bahan ajar untuk mengetahui kepraktisan produk bahan ajar yang meliputi: materi, bahasa, grafika, dan kemudahan pengguna. Keseluruhan data yang diperoleh melalui angket diolah dengan statistik deskriptif. Dengan menggunakan kriteria skala likert, hasil validasi ahli menunjukkan bahwa aspek materi bahan ajar memiliki persentase 84,44% dengan kategori sangat valid; aspek saintifik memperoleh persentase 92% dengan kategori sangat valid; aspek bahasa memperoleh persentase 96% dengan kategori sangat valid; aspek grafika memperoleh persentase 90% dengan kategori sangat valid. Berdasarkan hasil uji praktisi pengguna, diperoleh kelayakan produk buku bahan ajar sebesar 95% dengan kategori sangat layak. Dengan demikian, produk bahan ajar bahasa Melayu Jambi yang dihasilkan layak diimplementasikan dalam proses pembelajaran.