cover
Contact Name
Winci Firdaus
Contact Email
wincifirdaus1@gmail.com
Phone
+6288802310216
Journal Mail Official
jurnalranahbahasa@gmail.com
Editorial Address
Jalan Daksinapati Barat IV
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
ISSN : 23388528     EISSN : 25798111     DOI : https://doi.org/10.26499/rnh
Core Subject :
https://ojs.badanbahasa.kemendikdasmen.go.id/jurnal/index.php/jurnal_ranah/about/editorialPolicies#focusAndScope
Arjuna Subject : -
Articles 386 Documents
Penerjemahan Satuan-Satuan Budaya dalam Cerpen Powder Karya Tobias Wolff Ke dalam Bahasa Indonesia Doni Jaya; Ismirani Mardalena
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 15, No 1 (2026): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v15i1.8552

Abstract

This study aims to identify the translation strategies of cultural items in Tobias Wolff’s short story Powder used by a team of student-translators to produce its Indonesian translation. Data consist of pairs of English source texts (ST) and Indonesian target texts (TT) in the form of words, phrases, and expressions with specific cultural content. which were collected and categorized according to Newmark’s cultural words classification Next, the translation strategy of each unit of analysis was identified according Dewi and Wijaya’s translation procedures. Results show that those cultural items can be classified into five categories: popular culture, cultural objects, cultural concepts, individuals, and expressions. The translators used various strategies, such as cultural equivalent, descriptive equivalent, transference, and contextual conditioning to preserve meaning and facilitate understanding. This study shows that translation of cultural items is a balancing act between preserving the source text’s cultural nuances and the target text’s acceptability in the target culture. Findings are expected to contribute to the areas of literary and cultural item translation. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menemukan strategi penerjemahan yang digunakan dalam penerjemahan satuan budaya yang muncul dalam cerpen Powder karya Tobias Wolff ke dalam bahasa Indonesia. Data penelitian berupa pasangan teks sumber (TSu) berbahasa Inggris dan teks sasaran (TSa) berbahasa Indonesia dalam bentuk kata, frasa, dan ungkapan yang mengandung unsur budaya dikumpulkan dan dibagi berdasarkan klasifikasi unsur budaya Newmark. Lalu, strategi penerjemahan setiap satuan analisis ditentukan menurut teori Dewi dan Wijaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa satuan budaya dalam cerpen itu dapat dibagi ke dalam lima kategori, yaitu budaya populer, benda budaya, konsep budaya, orang, dan ungkapan. Dalam proses penerjemahan, penerjemah menggunakan berbagai strategi, antara lain padanan budaya, padanan deskriptif, transferensi, serta pemadanan berkonteks, untuk mempertahankan makna dan memudahkan pemahaman pembaca sasaran. Penelitian ini menunjukkan bahwa penerjemahan satuan budaya memerlukan keseimbangan antara mempertahankan warna budaya sumber dan keberterimaan teks dalam budaya sasaran. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi kajian penerjemahan sastra dan penerjemahan unsur budaya.
Harmoni Bahasa dari Persfektif Penerjemahan dalam Kasus Pemadanan Istilah Teknis Muhamad Nur
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 6, No 2 (2017): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v6i2.100

Abstract

The language harmony in this study is oriented to the idea of the awakening of sincronized or similar object, concept, definition and term in relation to the terms adoption strategy by a general translation from one language to another (donor by recipient language). Terms are important pillars in the science systems that they must have the same meaning for everyone using it so the information exchange will obtain a good result. Thus, through a general consensus on meanings, names and specific terms along with the usages consistently will result in the uniformity of a special vocabulary containing the standard concepts, terms and definitions. The data collecting method is by browsing electronic library (e-lib) with data source taken as samples such as (1) Phonological adaptation of borrowed terms in Duramazwi reMimhanzi, (2) Translation journal of translation procedures, strategies and methods, (3) Are there connections between English and Romanian terminology in Medicine?, (4) Third-year students’ difficulties in translating computing terms from English into Arabic, (5) Studying Loanwords and Loanword Integration: Two Criteria of confirmity. The analysis is conducting by observing phonological aspects phenomenon (concerning pronunciation system) and orthographic aspect (concerning writing system). Based on these data, it is shown that the technical term equivalence strategy is conducted through the adjustment of sound and the foreign writing system (donor language) with changes based on the phonological system according to the pronunciation and the orthography system of a language (recipient language). The strategy is an attempt to maintain the full meaning of the concept contained in the terms of a language which meaning is not revealed in other languages in order to establish harmony or similarity of vision in the context of the use of the term to build language harmony among language speakers or users.    AbstrakIstilah merupakan sendi penting di dalam sistem ilmu pengetahuan, harus mempunyai makna yang sama bagi semua orang yang menggunakannya, agar pertukaran informasi memperoleh hasil yang baik, maka melalui kesepakatan umum tentang makna, nama dan istilah khusus serta penggunaannya secara konsisten akan menghasilkan keseragaman suatu kosa kata khusus yang memuat konsep, istilah, dan definisinya yang baku.Artikel ini merupakan hasil kajian bidang penerjemahan tentang suatu pendekatan yang terkait dengan peristilahan, khususnya istilah teknis (technical terms). Sejumlah pendekatan yang dapat disajikan adalah sebagai alternatif dengan mengacu pada prinsip-prinsip kesamaan konsep antara bahasa sumber dan bahasa target (donor and recipient language). Data dalam kajian ini diperoleh melalui akses internet (online) untuk memperoleh jurnal, artikel dan referensi lain yang mengkaji masalah peristilahan dan aspek-aspek linguistik secara tekstual yang berorientasi pada bidang penerjemahan. Hasil dari kajian ini menunjukkan bahwa bentuk interakasi di antara berbagai bahasa dalam bidang penerjemahan, khususnya menyangkut istilah teknis dapat dilakukan dengan pendekatan penyesuaian aspek kebahasaan atau kaidah linguistik bahasa donor menurut aspek atau kaidah kebahasaan bahasa penerima (recipient language). Hal ini dilakukan adalah sebagai upaya untuk mempertahankan makna konsep yang dimiliki bahasa donor di satu sisi, dan upaya menyesuaikan aspek atau kaidah linguistik menurut bahasa penerima di sisi lain. Dengan demikian, harmoni bahasa dapat terbangun bagi penutur atau pengguna bahasa di antara komunitas bangsa itu sendiri.
PENGANTAR REDAKSI DAN DAFTAR ISI Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Volume 10, No 1, Juni 2021
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 10, No 1 (2021): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v10i1.4455

Abstract

Signifikansi Penerapan Literasi pada Peningkatan Kemampuan Menulis Teks Mulyati Mulyati; Gunawan Suryoputro; Wini Tarmini
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 13, No 2 (2024): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v13i2.7875

Abstract

Teaching the ability to write descriptive texts is essential because it holds significant value for students. However, there are still some challenges, such as unsatisfactory results difficulties in forming text structures, limited vocabulary, and weaknesses in understanding the meaning of texts. This study aims to explore the contribution of literacy implementation in improving the quality of students' descriptive texts. The study used a pre-experimental method with a one-group pretest-posttest design. The primary data, consisting of pretest and posttest results, were analyzed using SPSS 25.0 software. Data processing involved both descriptive and inferential analysis techniques. The implementation of literacy had a significant effect on students' ability to write descriptive texts (significance: 0.000 < 0.005). After literacy was implemented, there was a significant improvement in students' ability to write descriptive texts, both in text presentation and descriptive text language. The conclusion of this study provides evidence that literacy implementation is effective in enhancing students' descriptive text writing skills, particularly in language. AbstrakMengajarkan kemampuan menulis teks deskripsi sangat penting karena memiliki nilai yang signifikan bagi siswa. Namun, masih terdapat beberapa tantangan seperti hasil yang kurang memuaskan, kesulitan dalam membentuk struktur teks, keterbatasan kosakata, dan kelemahan dalam memahami makna teks. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kontribusi penerapan literasi dalam meningkatkan kualitas teks deskripsi siswa. Penelitian ini menggunakan metode pre-experimental dengan desain pretest-posttest pada satu kelompok. Data utama berupa hasil pretest dan posttest dianalisis menggunakan perangkat lunak SPSS 25.0. Pengolahan data melibatkan teknik analisis deskriptif dan inferensial. Penerapan literasi signifikan mempengaruhi kemampuan menulis teks deskripsi siswa (signifikansi: 0.000<0.005). Setelah literasi diterapkan, terjadi peningkatan yang signifikan dalam kemampuan menulis teks deskripsi siswa, baik dalam penyajian teks maupun bahasa teks deskripsi. Simpulan dalam penelitian ini memberikan bukti bahwa penerapan literasi efektif meningkatkan kemampuan menulis teks deskripsi pada siswa, khususnya dalam penguasaan.
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Ranah, Volume 7, Nomor 2
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 7, No 2 (2018): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisis Wacana Kritis Kajian Norman Fairclough dalam Wacana “Turbulensi Kurikulum Merdeka” Harian Kompas.com Teti Sobari; Agus Abdurohim; Raden Ika Mustika; Sabila Idzni Suryana
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 14, No 1 (2025): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v14i1.8180

Abstract

The implementation of the independent curriculum at the time was a hot issue in education circles, and many ideas responded to the independent curriculum, both pro and con. This study aims to identify the challenges and obstacles in the implementation of the independent curriculum through a three-dimensional analysis: micro, medo, and macrostructure. This study uses a qualitative-descriptive method. The data collection technique was carried out through documentation of the news text entitled "Turbulence of the Independent Curriculum" published by Kompas.com on January 20, 2023. The analysis technique refers to the dialectical-relational approach developed by Fairclough covering three dimensions of analysis, namely microstructure (text analysis), mesostructure (discourse practice), and macrostructure (social practice. The results of the study in the discourse "Turbulence of the Independent Curriculum" from the linguistic aspect found terms that can strengthen the understanding of the independent curriculum, from the aspect of discourse practice the use of language style can provide readers with an understanding of the dynamics of the independent curriculum, then from the aspect of social practice in the discourse there is a relationship between roles in the world of education to synergize in facing and implementing the independent curriculum. Abstrak Implementasi kurikulum merdeka pada saat sedang menjadi isu hangat dikalangan Pendidikan, banyak sekali gagasan yang menanggapi terhadap kurikulum merdeka baik itu yang pro atau kontra. Penelitian ini bertujuan mengindentifikasi tantangan dan hambatan dalam implementasi kurikulum merdeka melalui analisis tiga dimensi: mikrostuktur, mesostuktur, dan makrostuktur. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi terhadap teks berita berjudul “Turbulensi Kurikulum Merdeka” yang diterbitkan oleh Kompas.com pada 20 Januari 2023. Teknik analisis mengacu pada pendekatan dialectical-relational yang dikembangkan oleh Fairclough mencakup tiga dimensi analisis yaitu mikrostruktur (analisis teks), mesostruktur (praktik wacana), dan makrostruktur (praktik sosial). Hasil penelitian dalam wacana “Turbulensi Kurikulum Merdeka” dari aspek kebahasaan ditemukan istilah-istilah yang dapat memperkuat pemahaman tentang kurikulum merdeka, dari aspek praktik wacana penggunaan gaya bahasa dapat memberikan pemahaman kepada pembaca tentang dinamika kurikulum merdeka, kemudian dari aspek praktik sosial pada wacana tersebut terdapat keterkaitan antar peran di dunia Pendidikan untuk saling bersinergi dalam menghadapi dan mengimplementasikan kurikulum merdeka
VITALITAS BAHASA ENGGANO DI PULAU ENGGANO Sarwo F. Wibowo
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Ranah
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v3i1.6

Abstract

Tujuan penelitian sosiolinguistik ini adalah untuk melaporkan kondisi terkini penutur dan pilihan bahasa masyarakat Enggano. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan model penelitian lapangan. Populasi penelitian adalah penutur asli bahasa Enggano yang berdomisili di pulau Enggano. Data primer dikumpulkan dari masyarakat melalui teknik observasi, wawancara dan survei. Penelitian ini melaporkan bahwa saat ini keseluruhan jumlah penutur bahasa Enggano dibanding total penduduk adalah 59,19% (1424 dari 2406 jiwa). Penutur bahasa Enggano umumnya adalah dwibahasawan atau multibahasawan. Penutur asli bahasa Enggano cenderung menggunakan bahasa Enggano sebagai media komunikasi intrasuku saja. Penggunaannya secara penuhpun hanya ditemukan pada acara ritual adat saja. Data tersebut mengindikasikan bahwa bahasa Enggano saat ini tergolong sebagai bahasa yang mengalami kemunduran (eroding).
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Volume 9, Nomor 2
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 9, No 1 (2020): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Zakat Philanthropy and Power: Critical Discourse Analysis of BAZNAS Disaster Response Narratives in Indonesia Wahyudi Rahmat; Refa Lina Tiawati; Anna Cesaria; Zulfa Zulfa; Ricci Gemarni Tatalia; Harizqi Azri; Sultan Tirta Mujtaba; Hari Adi Rahmad
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 14, No 2 (2025): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v14i2.8433

Abstract

This study investigates how the National Amil Zakat Agency (BAZNAS) constructs its institutional image and legitimacy in disaster management through discourse. Using Teun A. van Dijk’s Critical Discourse Analysis (CDA) framework, the research explores textual, cognitive, and contextual dimensions of BAZNAS’s disaster response narratives. The study analyzes official publications, press releases, and media reports to reveal how language is strategically employed to shape public perception of BAZNAS as both a faith-based and professional humanitarian actor. The findings demonstrate that BAZNAS incorporates Syariah legitimacy (endorsed by the Indonesian Ulema Council's Fatwa No. 66/2022), technocratic legitimacy (achieved through ISO 9001:2015 certification), and political legitimacy (via endorsements from State officials). These layers of discourse position BAZNAS as a quasi-state institution bridging religious duty and bureaucratic professionalism. At the superstructural level, narratives emphasize rapid response, organizational efficiency, and structured governance, while micro-level analysis highlights rhetorical strategies such as quantification, metaphors of heroism, and digital transparency that reinforce credibility and public trust. This study concludes that BAZNAS’s discourse transforms the meaning of Zakat from a traditional act of charity into a modern instrument of disaster governance and social resilience. By linking faith-based values with managerial and state-endorsed frameworks, BAZNAS strengthens its role as a central actor in Indonesia’s philanthropic ecosystem. The research contributes to the understanding of Islamic philanthropy, discourse, and power relations in the context of humanitarian crises. Abstrak Penelitian ini menginvestigasi bagaimana Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) membangun citra kelembagaan dan legitimasi dalam penanggulangan bencana melalui wacana. Dengan menggunakan kerangka Analisis Wacana Kritis (AWK) Teun A. van Dijk, penelitian ini mengeksplorasi dimensi tekstual, kognitif, dan kontekstual dari narasi respons bencana BAZNAS. Studi ini menganalisis publikasi resmi, siaran pers, dan laporan media untuk mengungkap bagaimana bahasa digunakan secara strategis dalam membentuk persepsi publik terhadap BAZNAS sebagai aktor kemanusiaan yang berbasis keagamaan sekaligus profesional. Temuan penelitian menunjukkan bahwa BAZNAS menggabungkan legitimasi Syariah (diperkuat oleh Fatwa Majelis Ulama Indonesia No. 66/2022), legitimasi teknokratis (melalui sertifikasi ISO 9001:2015), serta legitimasi politik (melalui dukungan pejabat negara). Lapisan-lapisan wacana tersebut memosisikan BAZNAS sebagai lembaga kuasi-negara yang menjembatani kewajiban keagamaan dengan profesionalisme birokratis. Pada tataran superstruktur, narasi menonjolkan respons cepat, efisiensi organisasi, dan tata kelola yang terstruktur; sementara analisis pada level mikro menyoroti strategi retoris seperti kuantifikasi, metafora heroisme, dan transparansi digital yang memperkuat kredibilitas dan kepercayaan publik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa wacana BAZNAS mentransformasikan makna zakat dari sekadar tindakan amal tradisional menjadi instrumen modern tata kelola bencana dan ketangguhan sosial. Dengan mengaitkan nilai-nilai keagamaan dengan kerangka manajerial dan dukungan negara, BAZNAS memperkuat perannya sebagai aktor sentral dalam ekosistem filantropi di Indonesia.
STRATEGI CURIOSITY BASED LEARNING DALAM PEMBELAJARAN MENULIS TEKS ILMIAH POPULER DI KELAS VII SMP NEGERI 3 BANDUNG Widaningsih Widaningsih
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Ranah
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v3i1.46

Abstract

Tulisan ini bermaksud mendeskripsikan perubahan keingintahuan peserta didik terhadap sumber informasi/pengetahuan atau ide tulisan dengan menerapkan strategi Curiosity Based Learning (CBL) dalam pembelajaran menulis teks ilmiah populer. Pemilihan strategi pembelajaran menulis yang terjadi tidak membangun konteks menulis sehingga isi tulisan peserta didik kering ide dan tidak informatif. Strategi pembelajaran yang diterapkan tidak membangun keingintahuan peserta didik terhadap berbagai sumber ide dan informasi. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh hasil yang menunjukkan efektivitas penerapan strategi Curiosity Based Learning dalam meningkatkan keingintahuan peserta didik terhadap sumber ide dan informasi. Pada tahap selanjutnya, kemampuan menulis dan kualitas tulisan peserta didik lebih baik dan informatif dibandingkan dengan kelas yang tidak menggunakan strategi ini. Strategi Curiosity Based Learning (CBL) sangat tepat menjadi strategi pembelajaran menulis teks ilmiah populer.