cover
Contact Name
Mega Puspita
Contact Email
megapuspita@ft.unsri.ac.id
Phone
+6282176926618
Journal Mail Official
j.pertambangan@gmail.com
Editorial Address
Jurusan Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya, Jl. Srijaya Negara Bukit Besar, Kec.Ilir Barat 1, Kota Palembang, Sumatera Selatan
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
JURNAL PERTAMBANGAN
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : -     EISSN : 25491008     DOI : https://doi.org/10.36706
Core Subject :
Jurnal Pertambangan is intended for researchers from the field of mining. Contributed articles may be focused on the field of mining both minerals and energy (coal, oil, gas, and also geothermal). The scope of journal covers all aspects of exploration, operation-production, occupational health and safety (K3), mining environment, reclamation, post-mining activities, community development and empowerment in mining areas.
Arjuna Subject : -
Articles 184 Documents
RANCANGAN PENAMBANGAN BATUBARA PERIODE TRIWULAN PADA PT BATURONA ADIMULYA, PROVINSI SUMATERA SELATAN Rahman, A. A. F.; Prabawa, A. D.; Yulanda, Y. A.
Jurnal Pertambangan Vol. 10 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v10i1.3225

Abstract

PT Baturona Adimulya merupakan perusahaan tambang batubara di Sumatera Selatan dengan target produksi 138.000 ton batubara per bulan di Pit 4, namun pada April 2025 mengalami penurunan use of availability dari 53% menjadi 34% akibat peningkatan durasi hujan hingga 139,56 jam atau 70% di atas rencana (82,2 jam) yang menyebabkan banjir di front penambangan dan terganggunya akses jalan angkut. Dengan mempertimbangkan potensi terjadinya kembali kondisi serupa, penelitian ini bertujuan merancang desain pit dan disposal dengan pendekatan dua skenario operasional yang berbeda berdasarkan durasi hujan untuk periode Juni hingga Agustus 2025 dengan kombinasi data primer dari lapangan dan data sekunder yang diperoleh dari perusahaan. Data durasi hujan 10 tahun terakhir diolah untuk menentukan parameter kondisi normal dan kondisi terburuk (worst-case scenario), kemudian rancangan desain pit dan disposal dibuat menggunakan perangkat lunak khusus tambang dengan mempertimbangkan parameter dan batasan berupa nilai stripping ratio, pit limit, luas front minimum, geometri lereng, dan geometri jalan. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua skenario, di mana rancangan pit pada kondisi normal menghasilkan total volume overburden 1,89 juta bcm dengan tonase batubara 449 ribu ton dan rata-rata stripping ratio 4,21, sedangkan kondisi terburuk menghasilkan 1,02 juta bcm overburden dengan 239 ribu ton batubara dan rata-rata stripping ratio 4,27. Rancangan disposal yang didasarkan pada volume overburden yang dihasilkan dari rancangan pit memiliki total kapasitas sebesar 2,40 juta lcm pada kondisi normal dan 1,30 juta lcm pada kondisi terburuk. Kondisi terburuk menghasilkan volume overburden dan batubara yang lebih rendah masing-masing sebesar 46% dan 47% dibandingkan kondisi normal.
ANALISIS KESTABILAN PILLAR PADA BEKAS TAMBANG MANGAN KLIRIPAN, KULON PROGO, YOGYAKARTA Valinka, E. A.; Saptono, S.
Jurnal Pertambangan Vol. 10 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v10i1.3227

Abstract

Kawasan bekas tambang mangan bawah tanah Kliripan di Kulon Progo memiliki potensi besar sebagai situs warisan geologi (geoheritage), namun kondisi lubang bukaan yang telah lama ditinggalkan menuntut evaluasi geoteknik mendalam guna menjamin keselamatan jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kestabilan pilar penyangga tersisa dengan mengintegrasikan perhitungan teoritis dan simulasi komputer. Metodologi yang diterapkan pada penelitian ini adalah dengan mengombinasikan metode analitik dan metode numerik. Secara analitik, kekuatan pilar dihitung menggunakan formula empiris Obert dan Duvall serta beban pilar diestimasi melalui Tributary Area Theory untuk mendapatkan nilai Faktor Keamanan (FK). Selanjutnya, pemodelan numerik dengan menggunakan bantuan software Phase2 sehingga akan menghasilkan faktor keamanan pada room and pillar. Hasil analisis analitik menunjukkan nilai FK rata-rata pilar sebesar 1,29 yang diklasifikasikan dalam kondisi tidak aman berdasarkan Keputusan Menteri ESDM No. 1827 K/30/MEM/2018 tentang Pedoman Pelaksanaan Kaidah Teknik Pertambangan yang Baik yang menyatakan bahwa nilai ambang batas dari faktor keamanan pada tambang bawah tanah untuk non fixed facility minimal adalah 1,5. Temuan ini diperkuat oleh simulasi numerik yang memperlihatkan bahwa nilai faktor keamanan >1,5 hanya pada lokasi 5 namun lokasi lainnya masih bernilai <1,5. Sedangkan, metode analitik menghasilkan nilai faktor keamanan >1,5 hanya terdapat pada dua (2) lokasi. Berdasarkan kedua pendekatan tersebut, disimpulkan bahwa pilar penyangga dalam kondisi tidak stabil dikarenakan nilai kekuatan dari batuan atau Uniaxial Compressive Strength tergolong bernilai kecil yaitu 18,92 mPa, sehingga apabila tambang mangan bawah tanah ini akan dibuka kembali diperlukannya evaluasi geoteknik secara berkala atau penambahan penyangga.
MODIFIKASI MODEL RASIO POISSON BERBASIS TEGANGAN PADA BATU GAMPING KALILINGSENG Saputro, D.; Saptono, S.
Jurnal Pertambangan Vol. 9 No. 4 (2025): November 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v9i4.3228

Abstract

Rasio Poisson adalah parameter deformabilitas yang bersifat dinamis dan dapat berubah terhadap tegangan, akan tetapi sering kali dianggap memiliki nilai yang konstan dalam analisis geoteknik. Pengabaian terhadap sifat dinamis dan penggunaan model tanpa kalibrasi pada batuan berpori fatal terhadap akurasi prediksi deformasi dan keamanan lubang bukaan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menyesuaikan dan memodifikasi model empiris universal yang telah diusulkan oleh Narimani, et al. (2025) agar sesuai dengan karakteristik batu gamping (limestone) dari Formasi Sentolo, khususnya area bekas tambang bawah tanah Kalilingseng. Metode eksperimental kuantitatif mengacu pada standar International Society for Rock Mechanics (ISRM, 2007) untuk pengujian kuat tekan uniaksial (UCS) dengan pengukuran kontinu tegangan aksial dan regangan lateral untuk analisis deformasi yang presisi. Analisis data memperlihatkan bahwa model asli dengan rentang sudut tangen 160° terlalu sensitif dan menghasilkan prediksi yang terlalu tinggi (overestimasi) pada batuan di area penelitian. Oleh karena itu, penelitian ini mengusulkan modifikasi fungsi tangen dengan mempersempit rentang sudut menjadi 140(σ/σc) – 70. Hasil penyesuaian kurva menunjukan bahwa model modifikasi ini, dengan konstanta terkalibrasi A=0,26 dan B=20 untuk metode secan, A=0,27 dan B=20, A=0,31 dan B=10 untuk Tangen, A=0,27 dan B= 20 untuk rata-rata, dapat memprediksi perubahan Rasio Poisson dengan akurasi yang lebih baik dibandingkan model aslinya. Validasi statistik menunjukkan peningkatan akurasi yang signifikan dengan nilai Root Mean Square Error (RMSE) rata- rata sebesar 32% dibandingkan dengan model aslinya. Model modifikasi ini direkomendasikan untuk prediksi deformasi lateral yang lebih realistis dalam desain geoteknik pada batuan sedimen lunak.
PERENCANAAN TEKNIS REKLAMASI PADA LAHAN DISPOSAL PT ALAM SEMESTA SUKSES BATUBARA Icwanusafa, A.; Lagowa, M. I.; Wiratama, J.
Jurnal Pertambangan Vol. 10 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v10i1.3233

Abstract

PT Alam Semesta Sukses Batubara memiliki lahan bekas tambang yaitu lahan disposal 2, namun kegiatan reklamasi belum terlaksana pada lahan seluas 7,85 ha tersebut. Area disposal dibiarkan tanpa upaya reklamasi yang memadai selama kurang lebih satu tahun. Penelitian ini bertujuan merencanakan teknis reklamasi pada disposal 2 PT ASSB, berfokus pada analisis produktivitas dan estimasi waktu kerja penataan lahan dan penebaran topsoil serta perhitungan dimensi saluran terbuka untuk pengendalian erosi. Metode penelitian dilakukan melalui analisis kuantitatif teknis penataan lahan dan perhitungan produktivitas alat mekanis berdasarkan observasi waktu edar alat serta efisiensi kerja di lapangan. Selain itu, pemodelan hidrologi digunakan untuk menentukan dimensi saluran terbuka. Hasil kajian menunjukkan bahwa kebutuhan volume timbunan overburden untuk penutupan alur erosi dan penataan lahan mencapai 46.084 LCM dengan RL ±69, geometri disposal direncanakan dengan tinggi jenjang 5 m, lebar 8 m, dan single slope 15°. Kegiatan penebaran topsoil setebal 50 cm luasan 7,85 ha membutuhkan volume 39.250 m³, estimasi pengerjaan 310 jam menggunakan satu unit excavator, empat unit dump truck, dan satu unit bulldozer. Rencana revegetasi meliputi penanaman 1.123 bibit kelapa sawit, 55 kg bibit cover crops, dan 314 bibit tanaman sisipan petai, yang secara keseluruhan memerlukan total waktu penanaman 377,46 jam. Selain itu, direncanakan saluran terbuka sebagai upaya pengendalian limpasan air hujan pada area reklamasi. Pemeliharaan reklamasi dilakukan melalui pemupukan secara terukur sehingga kebutuhan unsur hara terpenuhi.
KONTRIBUSI SEKTOR PERTAMBANGAN BATUBARA TERHADAP PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN: ANALISIS DATA PANEL REGIONAL SUMATERA SELATAN Mahdyrianto, F.; Puspita, M.; Fajri, R.; Purwadi, I.
Jurnal Pertambangan Vol. 10 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v10i1.3253

Abstract

Sektor pertambangan batubara merupakan kontributor utama Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di Provinsi Sumatera Selatan, namun kontribusi ekonomi tersebut belum tentu sejalan dengan peningkatan kualitas pembangunan berkelanjutan daerah. Ketimpangan antara pertumbuhan ekonomi dan capaian sosial-lingkungan menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas sektor ekstraktif dalam mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh sektor pertambangan batubara terhadap pembangunan berkelanjutan kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data panel 14 kabupaten/kota periode 2015–2025. Variabel dependen adalah Indeks Pembangunan Berkelanjutan (IPB) yang dikonstruksi dari indikator ekonomi, sosial, dan lingkungan, sedangkan variabel independen utama adalah PDRB subsektor pertambangan batubara. Analisis dilakukan menggunakan regresi data panel dengan pendekatan Fixed Effect Model (FEM) berdasarkan hasil uji Chow dan Hausman. Hasil estimasi menunjukkan bahwa sektor pertambangan batubara tidak berpengaruh signifikan terhadap IPB (p-value 0,8201) dengan koefisien negatif sebesar -0,185. Temuan ini mengindikasikan bahwa besarnya kontribusi ekonomi batubara belum mampu mendorong peningkatan kualitas pembangunan berkelanjutan secara signifikan di tingkat daerah. Dengan demikian, diperlukan penguatan tata kelola dan optimalisasi pemanfaatan pendapatan sektor pertambangan untuk mendukung pembangunan jangka panjang yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
ANALISIS BALIK AREA LONGSOR LOW WALL PIT A DALAM MENENTUKAN PARAMETER GEOTEKNIK PT PAMAPERSADA NUSANTARA JOBSITE MTBU Anggara, R.; D. E. Aryanti; M. C. Dewi; F. R. Winata
Jurnal Pertambangan Vol. 10 No. 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v10i2.3263

Abstract

Longsor dipicu oleh adanya lapisan lemah yang berperan sebagai bidang gelincir serta ketidaksesuaian parameter geoteknik yang digunakan dalam desain awal dengan kondisi aktual di lapangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh nilai parameter geoteknik material pada saat terjadinya longsor dan memberikan rekomendasi geometri lereng yang aman berdasarkan hasil analisis balik. Metode analisis balik dilakukan menggunakan pendekatan trial and error dengan menurunkan nilai kohesi (c) dan sudut geser dalam (φ) hingga diperoleh kondisi lereng dengan Faktor Keamanan (FK) ≤ 1 yang merepresentasikan kondisi longsor. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai kohesi mengalami penurunan sebesar 76,1 persen dan sudut geser dalam menurun 47,8% dibandingkan nilai awal. Nilai FK yang diperoleh 0,9 dan Probabilitas Kelongsoran (PK) sebesar 22,6% yang menunjukkan bahwa lereng berada dalam kondisi tidak stabil saat longsor terjadi. Analisis kestabilan lereng dilakukan untuk memperoleh rekomendasi desain lereng aman menggunakan metode kesetimbangan batas Morgenstern Price dan kriteria keruntuhan Mohr Coulomb. Analisis mempertimbangkan pengaruh geometri lereng, keberadaan lapisan lemah, tekanan alat berat sebesar 74 kPa, muka air tanah pada kedalaman 8–10 meter, serta beban gempa dengan percepatan maksimum 0,3 g. Hasil analisis menunjukkan bahwa geometri lereng rekomendasi menghasilkan FK statis sebesar 4,48 dan FK dinamis sebesar 1,13 dengan nilai PK di bawah 4,8% berdasarkan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1827 K/30/MEM/2018.
ESTIMASI NILAI UNIT-COST PENAMBANGAN ASBUTON MENGGUNAKAN PENDEKATAN STATISTIKA Arrahman, F. R.; Ardian, A.
Jurnal Pertambangan Vol. 10 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v10i1.3268

Abstract

Pembangunan infrastruktur di Indonesia membutuhkan ketersediaan aspal yang tinggi, tapi pasokan nasional masih sangat bergantung pada impor meskipun terdapat potensi besar asbuton di Provinsi Sulawesi Tenggara. Salah satu tantangan utama pemanfaatan asbuton adalah biaya penambangan yang relatif lebih tinggi dibanding aspal minyak impor. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi unit-cost penambangan asbuton sekaligus mengevaluasi pengaruh dari kapasitas produksi (X1) dan stripping ratio (X2) menggunakan pendekatan statistika. Data dikumpulkan dari tujuh perusahaan tambang asbuton pada tahun 2024 yang mencakup volume overburden, jumlah produksi, Harga Pokok Penjualan (HPP), royalti, dan jumlah beban operasi. Selanjutnya, dilakukan analisis data dengan menerapkan metode regresi linier berganda yang telah divalidasi melalui uji asumsi klasik. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa secara parsial maupun simultan, variabel kapasitas produksi dan stripping ratio berpengaruh signifikan terhadap unit-cost. Hal tersebut dibuktikan dengan tingkat signifikansi pada Uji-t dan Uji-F tidak melebihi angka 0,05. Selain itu, dengan nilai Adjusted R2 sebesar 0,735 dan nilai RMSE (Root Mean Square Error) sebesar 50,728, menunjukkan bahwa model memiliki tingkat akurasi yang memadai. Dari penelitian yang telah dilakukan, diperoleh estimasi unit-Cost penambangan Asbuton dengan persamaan Y = –64.182,587 + 1,074(X1) + 123.008,571(X2).
OPTIMASI BATAS PIT BERDASARKAN PERTIMBANGAN GEOTEKNIK DAN FINANSIAL PADA PT BUKIT ASAM TBK Dani, I. F.; Ibrahim, E.; Toha, M. T.
Jurnal Pertambangan Vol. 10 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v10i1.3271

Abstract

Perencanaan tambang batubara terbuka memerlukan integrasi kajian geoteknik dan finansial untuk menghasilkan batas pit yang aman serta layak secara ekonomi. Penelitian ini dilakukan pada Tambang Batubara Pit X Barat PT Bukit Asam, Tbk dengan tujuan mengoptimalkan batas pit berdasarkan kestabilan lereng dan kelayakan finansial serta mengevaluasi dampak risiko transisi energi terhadap keekonomian tambang. Optimasi pit dilakukan menggunakan algoritma Lerchs–Grossmann (LG) berbasis block model untuk memperoleh batas pit optimum. Analisis kestabilan lereng dilakukan dengan metode kesetimbangan batas untuk menentukan nilai Faktor Keamanan (FK) dan Probability of Failure (PoF) dengan mengacu pada Kepmen ESDM No. 1827 K/30/MEM/2018. Evaluasi finansial dilakukan menggunakan metode Discounted Cash Flow (DCF) dengan parameter Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), dan Break Even Stripping Ratio (BESR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pit optimal (OPT 1) memiliki Stripping Ratio (SR) sebesar 5,58 dengan nilai BESR sebesar 11,63 pada kondisi non-transisi. Geometri lereng yang digunakan meliputi tinggi jenjang 8 m, sudut jenjang 45°, lebar berm 15 m, rest bench 30 m, dan lebar jalan 30 m dengan sudut keseluruhan lereng 6,77–19,61°. Analisis kestabilan lereng menghasilkan nilai FK statis sebesar 1,395 dengan PoF 3,27% serta FK dinamis sebesar 1,272 dengan PoF 4,89%. Evaluasi finansial menunjukkan nilai NPV sebesar USD 158.345.272 dan IRR sebesar 32,93%. Pada skenario transisi energi dengan Harga Batubara Acuan (HBA) USD 74/ton, nilai BESR menurun menjadi 9,38. Meskipun terjadi penurunan fleksibilitas ekonomi, kegiatan penambangan tetap layak karena nilai SR aktual masih lebih kecil dibandingkan BESR.
MANFAAT SOSIAL PERTAMBANGAN PT TIMAH TBK UNTUK KEBERLANJUTAN LINGKUNGAN MASYARAKAT SEKITAR TAMBANG Fikri, M. H.; Juniah, R.; Toha, M. T.
Jurnal Pertambangan Vol. 10 No. 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v10i2.3277

Abstract

Kegiatan penambangan timah dengan metode tambang terbuka menghasilkan lubang bekas tambang (void) yang berpotensi dimanfaatkan sebagai reservoir air pada fase pascatambang. Selain menimbulkan perubahan lingkungan, aktivitas penambangan juga memengaruhi kondisi sosial masyarakat, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan air. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengkaji kelayakan teknis pemanfaatan air void serta menganalisis dampak penambangan dari aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan. Metode penelitian meliputi survei lapangan, pengujian kualitas air pada titik inlet dan outlet, analisis status mutu air menggunakan metode Indeks Pencemaran (IP), serta penyebaran kuesioner kepada 42 responden masyarakat sekitar tambang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas air void tergolong cemar ringan, dengan parameter Biochemical Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), dan mangan (Mn) melebihi baku mutu air kelas I berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021, sehingga memerlukan pengolahan sebelum dimanfaatkan sebagai air baku. Dari aspek sosial ekonomi, kegiatan penambangan memberikan manfaat melalui peluang kerja dan usaha. Namun, dalam konteks pemenuhan air baku, masyarakat cenderung tidak memanfaatkan air sungai dan bergantung pada air sumur serta PDAM yang menimbulkan beban biaya tambahan. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara manfaat ekonomi dan akses air, sehingga pemanfaatan air void berpotensi menjadi solusi teknis dan sosial dalam mendukung keberlanjutan sumber daya air pascatambang.
OPTIMALISASI CADANGAN BATUBARA MELALUI DIVERSI SUNGAI LENGKUPI STUDI KASUS PIT GAB 02 PT BUMI MERAPI ENERGI Hibaturrahman, R. B.; Ibrahim, E.; Sutriyono, E.; Toha, T.; Mahdyrianto, F.
Jurnal Pertambangan Vol. 10 No. 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v10i2.3280

Abstract

Diversi sungai pada wilayah tambang terbuka tidak hanya berfungsi sebagai upaya pengendalian lingkungan, tetapi juga berpotensi menjadi strategi teknis untuk meningkatkan pemanfaatan cadangan batubara. Penelitian ini mengkaji secara komprehensif pengaruh diversi Sungai Lengkupi terhadap peningkatan cadangan batubara serta implikasinya terhadap kelayakan ekonomi penambangan di Pit GAB 02 PT Bumi Merapi Energi. Pendekatan penelitian dilakukan melalui integrasi analisis geologi, pemodelan sumber daya, desain pit optimasi, serta penerapan faktor pengubah sesuai SNI 5015:2019. Estimasi cadangan dilakukan dengan membandingkan kondisi eksisting sebelum dan sesudah penerapan desain diversi sungai, dengan mempertimbangkan batas pit ekonomis dan parameter teknis penambangan. Selanjutnya, evaluasi keekonomian dilakukan menggunakan metode Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), dan Payback Period (PBP) untuk menilai dampak finansial dari skenario diversi sungai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan diversi Sungai Lengkupi secara signifikan meningkatkan luas area tertambang dan volume cadangan batubara yang dapat diekstraksi secara ekonomis. Perubahan batas pit akibat eliminasi kendala alur sungai lama menghasilkan penurunan rasio kupas marginal serta peningkatan nilai NPV dan IRR proyek, disertai dengan percepatan periode pengembalian modal. Temuan ini mengindikasikan bahwa perencanaan diversi sungai yang terintegrasi dengan optimasi pit dapat berfungsi sebagai instrumen strategis dalam peningkatan nilai proyek tambang, tanpa mengabaikan aspek teknis dan lingkungan.