cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Topik-topik yang berhubungan dengan pemanfaatan sumberdaya perikanan, teknologi penangkapan, desain alat tangkap, fish behaviour, experimental fishing, fishing boat desain, fishing port management, sosial ekonomi perikanan.
Arjuna Subject : -
Articles 404 Documents
ANALISIS TINGKAT KONSUMSI IKAN LAUT DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PADA MASYARAKAT SEMARANG Tiffany, Annas Erina; Mudzakir, Abdul Kohar; Wibowo, Bambang Argo
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 9, No 1: Januari, 2020
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan terhadap makanan yang bersumber dari protein hewani diperlukan agar dapat memenuhigizi seimbang, salah satunya dengan mengkonsumsi ikan. Kota Semarang merupakan kota strategis dalampergerakan perekonomian dalam bidang perikanan karena ditunjang keberadaan pelabuhan Tanjung Mas danpusat perdagangan ikan yaitu Pasar Kobong. Tingginya potensi perikanan yang cukup besar tidak selalu disertaidengan tingkat konsumsi produk perikanan yang tinggi pula. Sehubungan dengan itu, diperlukan informasi yangakurat terkait tingkat konsumsi ikan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat konsumsi ikanlaut dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat konsumsi ikan laut masyarakat di KotaSemarang. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis deskriptif dan regresi linear berganda denganprogram SPSS (Social Package of Statistics Software). Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dataprimer yang diperoleh melalui observasi dan penyebaran kuesioner melalui pengambilan sampel berdasarkanteknik purposive sampling. Reponden berjumlah 50 responden dengan ketentuan pembagiannya masing-masingpasar memiliki 10 responden yaitu di Pasar Johar, Pasar Karang Ayu, Pasar Jerakah, Pasar Mijen, dan PasarGunung Pati. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah bahwa tingkat konsumsi ikan laut di Kota Semaranglebih tinggi di Kecamatan Semarang Barat, Semarang Tengah, dan Tugu. Secara simultan kelima faktor yaitupendapatan, tingkat pendidikan, jumlah tanggungan keluarga, tempat tinggal, dan selera berpengaruh nyataterhadap tingkat konsumsi ikan laut di Kota Semarang, sedangkan secara parsial variabel jumlah tanggungankeluarga tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat konsumsi ikan laut.
ANALISIS EKONOMI DAMPAK KEBERADAAN PPP MORODEMAK, KABUPATEN DEMAK, JAWA TENGAH Monita, Rema; Triarso, Imam; Kurohman, Faik
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 8, No 4: Oktober, 2019
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelabuhan Perikanan Pantai Morodemak merupakan pelabuhan perikanan yang termasuk ke dalam klasifikasi pelabuhan tipe C menurut PER/MEN/KP/NO.8/2012. Pelabuhan Perikanan Pantai Morodemak memiliki peranan strategis dalam pengembangan perikanan dan kelautan, yaitu sebagai pusat atau sentral kegiatan perikanan laut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketersediaan fasilitas pokok, fungsional, dan penunjang pelabuhan periknan berdasarkan PER/MEN/KP/NO.8/2012 dan menganalisis dampak ekonomi dari pembangunan dan pengembangan PPP Morodemak, Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Sampel yang digunakan pada penelitian ini berjumlah 82 responden yang berasal dari kegiatan ekonomi yang terkait secara langsung dari kegiatan operasional pelabuhan maupun yang terkait tidak langsung dengan kegiatan operasional pelabuhan yaitu unit usaha ekonomi yang berada di pelabuhan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari sampai bulan Februari tahun 2020. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan analisis nilai manfaat langsung dari nilai manfaat dan nilai biaya. Hasil penelitian menunjukkan nilai manfaat PPP Morodemak sebesar Rp 83.181.658.170 dan nilai biaya sebesar Rp 79.410.122.677 sehingga didapatkan nilai NPV sebesar Rp 3.771.535.493 dengan nilai B/C ratio senilai 1,04. Hal ini menunjukkan PPP Morodemak berdampak positif terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat pantai yaitu terjadinya peningkatan usaha dan terbukanya lapangan pekerjaan yang baru bagi masyarakat sekitar, dimana hal ini berpengaruh pada pendapatan dilihat dari hasil analisis biaya dan manfaat, keberadaan fasilitas PPP Morodemak memberikan manfaat yang besar.v
ANALISIS PENGGUNAAN MESH SIZE BERBEDA TERHADAP HASIL TANGKAPAN PADA ALAT TANGKAP JALA TEBAR (FALLING GEAR) DI PERAIRAN RAWAPENING KABUPATEN SEMARANG Jayanto, Bogi Budi; Boesono, Herry
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 8, No 1: Januari, 2019
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alat penangkapan ikan jenis Jala Tebar merupakan salah satu unit penangkapan yang produktif di Rawapening. Alat tangkap jala tebar di rawapening memiliki perbedaan mesh size yaitu 2 inchi dan 2,5 inchi. Perbedaan mesh size tersebut menyebabkan perbedaan pula dari jumlah komposisi hasil tangkapan, ukuran hasil tangkapan, dan jenis hasil tangkapan. Tujuan dari Penelitian ini yaitu mengetahui komposisi hasil tangkapan pada alat tangkap jala tebar, ukuran hasil tangkapan, alat tangkap yang paling efektif, dan kelayakan usaha pada nelayan jala tebar di rawapening.Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode Studi Kasus pada bulan November hingga Desember 2017. Aspek yang ditekankan dalam penelitian ini adalah menerapkan perbedaan jenis alat tangkap jala tebar dengan mengamati ukuran mesh size yang akan dilihat dari komposisi hasil tangkapan yang berupa jenis dan ukuran hasil tangkapan tersebut. Hasil dari penelitian yaitu Jenis komposisi hasil tangkapan pada Mesh Size 2 inchi terdapat 5 jenis ikan yang ditangkap salah satunya target utama yaitu Ikan Mujahir (Tilapiamossambicus), dan target sampingan Ikan Betutu (Oxyeleotris marmorata), Ikan Wader (Rasbora sp), Ikan Bawal (Colossoma macropomum)dan Ikan Semelong. Sedangkan, pada MeshSize 2,5 Inchi mendapatkan 3 jenis hasil tangkapan yaitu Ikan Mujahir (Tilapiamossambicus), Ikan Wader (Rasbora sp), dan Ikan Bawal (Colossoma macropomum). Mesh size yang baik digunakan yaitu pada Mesh size 2,5 Inchi dengan mata jaring yang dapat menyaring hasil tangkapan yang layak untuk ditangkap dan meminimalisir hasil tangkapan yang belum matang gonad. Nilai R/C Ratio dari semua responden mendapatkan hasil lebih dari 1, menunjukan bahwa usaha perikanan jala tebar menguntungkan sehingga dapat dikembangkan.
Analisis Rantai Nilai Komoditas Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis) di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat Mahendra, Bhre Adhitya; Bambang, Aziz Nur; Kurohman, Faik
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 8, No 3: Agustus, 2019
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produksi ikan cakalang merupakan hasil tangkapan mayoritas di PPP Labuhan Lombok, Kabupaten Lombok Timur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis saluran distribusi komoditas ikan Cakalang yang berpangkalan di TPI Labuhan 1, Lombok Timur. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Penelitian ini dilakukan dengan metode accidental sampling, konsep analisis rantai pasok dan analisis value chain. Proses tata niaga suatu perekonomian harus memiliki keadilan dalam distribusi keuntungan pada setiap pihak yang terkait. Hasil penelitian menunjukkan adanya 3 jenis saluran distribusi yaitu: saluran pemasaran 1 terdiri dari: nelayan, pedagang besar,industri pengolahan ikan,. Saluran pemasaran 2, yaitu: nelayan, bakul, pedagang eceran ikan segar, dan konsumen ikan segar, dan saluran pemasaran 3 yaitu nelayan, pedagang eceran, dan konsumen. Persentase Fisherman’s Share menunjukkan jika saluran pemasaran ke 3 nelayan mempunyai peranan yang paling besar dalam penentuan harga yaitu sebanyak 37%. Analisis rantai nilai menunjukkan bahwa populasi yang menikmati keuntungan terbesar adalah nelayan juragan yaitu sebesar 40,30% dan terkecil adalah bakul yaitu sebesar 19,45%.
VALUASI EKONOMI DAMPAK KEBERADAAN PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA (PPN) BRONDONG LAMONGAN, JAWA TIMUR Pratama, Desfagri Putra; Wijayanto, Dian; Jayanto, Bogi Budi
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 8, No 1: Januari, 2019
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PPN Brondong memiliki peranan strategis dalam pengembangan perikanan dan kelautan, yaitu sebagai pusat atau sentral kegiatan perikanan laut terutama yang berada di wilayah Kabupaten Lamongan Jawa Timur. PPN Brondong Lamongan termasuk ke dalam pelabuhan perikanan tipe B. PPN Brondong mempunyai peranan yang penting dan stategis dalam pembangunan perekonomian nasional. Terdapat banyak unit usaha perikanan yang ada di PPN Brondong antara lain yaitu usaha kapal dogol, usaha kapal mini purse seine, usaha sewa basket, usaha suplai air bersih, dan usaha kantin. Penelitian dilakukan pada bulan Januari sampai dengan bulan Maret tahun 2018. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kegiatan operasional PPN Brondong dan menganalisis dampak keberadaan PPN Brondong. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis R/C ratio. Hasil penelitian menunjukkan nilai ekonomi dampak keberadaan PPN Brondong pada tahun 2017 yaitu sebesar Rp. 2.092.890.530.396. Nilai tersebut diperoleh dari total keuntungan usaha perikanan pada tahun 2017 yaitu senilai Rp 2.121.790.096.016 dengan nilai aset pembangunan PPN Brondong yaitu Rp 29.887.655.550. Hal ini menunjukkan bahwa dengan adanya dibangun PPN Brondong Lamongan memberikan dampak ekonomi sebesar Rp 2.092.890.530.396 dengan Net B/C Ratio senilai 73,4.
ANALISIS TEKNIS DAN FINANSIAL USAHA PERIKANAN TANGKAP JARING RAMPUS (BOTTOM GILLNET) DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI (PPP) TAWANG KABUPATEN KENDAL JAWA TENGAH Irsyad, Hadiman; Wijayanto, Dian; Purnama Fitri, Aristi Dian
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 8, No 2: April, 2019
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jaring Rampus merupakan salah satu alat penangkapan ikan yang masuk ke dalam golongan gillnet dasar (bottom gillnet). Jumlah alat tangkap Jaring Rampus di PPP Tawang pada tahun 2019 sebanyak 239 unit dan total nelayan yang bekerja di PPP tawang sebanyak 12.712 orang, dengan jumlah produksi ikan sebanyak 879.967 kg pada tahun 2018 dan nilai produksinya sebesar Rp 9.077.100.000,00. Penelitian ini bertujuan mengidenifikasi aspek teknis, finansial dan ekonomi. Penelitian ini dilakukan di PPP Tawang Kabupaten Kendal pada bulan Februari 2019. Data yang digunakan terdiri dari data primer dan  data skunder, kemudian dianalisis mengunakan analisis finansial dengan beberapa indikator yaitu: keuntungan, NPV (Net Present Value), IRR (Internal Rate of Return), R/C (Revenue Cost Ratio), dan PP (Payback Period). Hasil menunjukan rata-rata keuntungan Rp 26.000.000,00/tahun, NPV Rp 38.739.936,00, IRR 62%, R/C rasio 1,50, PP 2,5 (2 tahun 6 bulan). Nilai usaha tersebut melebihi nilai discount factor yang bernilai 17,5% sehingga dapat dikatakan layak untuk diteruskan dan dikembangkan.
Pendugaan Daerah Penangkapan Ikan Tongkol Dengan Teknologi Penginderaan Jauh Berdasarkan Parameter Klorofil-A dan Suhu Permukaan Laut Di Perairan Natuna Fauziah, Asa Nur; Triarso, Imam; Purnama Fitri, Aristi Dian
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 9, No 1: Januari, 2020
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu faktor keberhasilan operasi penangkapan ikan di laut adalah diketahuinya Daerah PenangkapanIkan (DPI). Salah satu alternatif dalam penentuan DPI di laut adalah dengan menggunakan teknologi penginderaanjauh berdasarkan parameter klorofil-a dan SPL. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis parameterklorofil-a dan SPL terhadap hasil tangkapan ikan Tongkol, mengetahui dan menganalisis parameter oseanografiklorofil-a dan SPL yang diduga sebagai DPI ikan Tongkol dari data citra satelit Aqua Modis. Metode penelitian yangdigunakan adalah metode deskriptif dengan pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling. Datapenelitian meliputi klorofil-a, SPL yang diperoleh dari citra satelit serta data SPL insitu, hasil tangkapan, dan koordinattangkapan di 10 stasiun dan data citra satelit Aqua MODIS periode 2015 – 2018, sedangkan data hasil tangkapan ikanTongkol pada periode 2015 – 2018 yang diperoleh dari data sekunder DKP Natuna. Hasil penelitian menunjukkanbahwa sebaran temporal diperoleh hasil nilai klorofil-a tertinggi pada bulan Januari 2019 yaitu 0.28 mg/m3 yangberada di lokasi fishing ground ke 5. Konsentrasi klorofil yang berada di perairan Natuna rata-rata bernilai 0.25 mg/m3,SPL yang berkisar antara 26-30oC, sebaran spasial diperoleh hasil nilai klorofil-a di daerah dekat pantai lebih tinggidi banding dengan perairan lepas pantai berbanding terbalik dengan suhu permukaan laut klorofil-a semakin ke lautlepas dan nilai suhunya semakin dingin. Korelasi antara klorofil-a dan suhu permukaan laut terhadap hasil tangkapanpada tahun 2015-2018 masing-masing sebesar 0,64 dan 0,78 sedangkan pada bulan Januari 2019 sebesar 0,53 dan0.84. Sehingga dapat dikatakan bahwa klorofil dan SPL mempengaruhi hasil tangkapan ikan Tongkol.
ANALISIS RANTAI NILAI KOMODITAS IKAN KURISI (NEMIPTERUS JAPONICUS) EKSPOR DI PT. SUMBER SAMUDERA INDONESIA, KOTA SEMARANG Antika, Enjelia; Bambang, Aziz Nur; Setyawan, Hendrik Anggi
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 8, No 4: Oktober, 2019
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan pola makan dari red meat ke white meat membuka peluang terhadap tingkat konsumsi produk perikanan khusunya Kurisi pada masyarakat dunia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis saluran pemasaran, prosedur ekspor, dokumen perdagangan dan standar kelayakan oleh negara pengimpor, sistem distribusi, selisih margin pemasaran, pangsa pasar, teknik pembiayaan, kontrak dagang, resiko dan hambatan dalam perdagangan internasional serta faktor yang mempengaruhi permintaan Ikan Kurisi di PT. SSI. Pengambilan data menggunakan purposive sampling. Analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda pada aplikasi SPSS dan dilakukan pengujian SWOT. Hanya terdapat satu pola saluran pemasaran meliputi supplier bahan baku, produsen sekaligus eksportir yang merupakan PT. SSI, buyers luar negeri sebagai distributor serta para konsumen Ikan Kurisi. Total margin pemasaran Rp 6.500 dan pangsa pasar 1,66 %. Sistem pembayaran L/C dengan kondisi penjualan FOB. Hambatannya yaitu ketersediaan modal, kelengkapan infrastrukstur, HACCP masih B. IFE sebesar 2,51 dan EFE sebesar 3,23. Nilai signifikan x1 sebesar 0,063 ≥ 0,05 atau t hitung sebesar 1,941 ≤ t tabel.; Nilai signifikan harga bahan baku sebesar 0,544 ≥ 0,05 atau t hitung sebesar - 0,615 ≤ t tabel; Nilai signifikan kurs dollar sebesar 0,063 ≥ 0,05 atau t hitung sebesar -1,942 ≤ t tabel; Nilai signifikan harga ekspor Ikan Kurisi sebesar 0,364 ≥ 0,05 atau t hitung sebesar – 0,924 ≤ t tabel sebesar 2,060. Nilai signifikan Uji F ≥ 0,05 sebesar 0,134 dan nilai F hitung sebesar 1,936 ≤ F tabel sebesar 2,73. Koefisien Determinasi hanya memberikan pengaruh sebesar 22,9 %. Faktor pemintaan yaitu mutu, harga dan kelayakan pangan. Pengujian laboratorium yang dilakukan e-coli, salmonella, organoleptik, logam berat, formalin, kimia. Negara tujuan ekspor yaitu ASEAN, Bangladesh dan Tiongkok.
Evaluasi Tata Letak Fasilitas di Pelabuhan Perikanan Pantai Tegalsari, Kota Tegal Wulandari, Peni; Boesono, Herry; Wijayanto, Dian
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 8, No 1: Januari, 2019
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelabuhan Perikanan memiliki potensi dalam pembangunan kesejahteraan masyarakat, khususnya masyarakat nelayan pesisir. Pelabuhan Perikanan ditunjukan sebagai tempatnya kegiatan perikanan yang terdiri dari produksi perikanan, pengendalian dan pengawasan sumberdaya ikan, serta pemasarannya. Pengembangan pada Pelabuhan Perikanan Pantai Tegalsari sangat bergantung pada tingkat usaha perikanan yang tumbuh pada masyarakat. Tata letak fasilitas sangat mempengaruhi aktivitas kegiatan perikanan di Pelabuhan Pantai Tegalsari. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi fasilitas Pelabuhan Perikanan Pantai Tegalsari, menganalisis tingkat pemanfaatan fasilitas Pelabuhan Perikanan Pantai Tegalsari, dan mengevaluasi tata letak fasilitas di Pelabuhan Perikanan Pantai Tegalsari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus bersifat deskriptif dan metode pengambilan sampel purposive sampling. Metode analisis yang digunakan berupa Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Peta Keterkaitan Kegiatan (ARC) dan tingkat pemanfaatan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemanfaatan kedalaman alur pelayaran atau kolam pelabuhan sebesar 100% artinya pendayagunaan fasilitas sudah mencapai optimal, pemanfaatan panjang dermaga sebesar 95% artinya pendayagunaan fasilitas hampir mencapai optimal, dan pemanfaatan ruang Tempat Pelelangan Ikan (TPI) sebesar 44,43% artinya pendayagunaan ruang fasilitas belum mencapai optimal. Fasilitas yang tidak sesuai dengan peletakkan lokasi terhadap fungsi, derajat kedekatannya, dan efisiensi jarak antara lain adalah depot es pada peletakkan gedung jauh dari dermaga muat sehingga dapat dilakukan pemindahan gedung depot es, untuk instalasi air pembuatan saluran air ke TPI agar tempat pelelangan ikan menjadi higienis, dan perbaikan jaring yang harus diperbaiki lokasinya atau dapat dipindahkan peletakannnya dekat dengan dermaga istirahat. Perbaikan dalam perencanaan ulang tata letak fasilitas Pelabuhan Perikanan Pantai Tegalsari.
ANALISIS KELAYAKAN USAHA DOCKING KAPAL PERIKANAN UD HARAPAN DI DESA GEMPOLSEWU, KABUPATEN KENDAL Noufal, Akbar Fauzi; Wijayanto, Dian; Setyanto, Indradi
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 8, No 3: Agustus, 2019
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Kendal mempunyai luas wilayah sebesar 1000,23 km2 yang terbagi menjadi 19 kecamatan dengan 265 desa serta 20 kelurahan. Wilayah perairannya memiliki potensi yang besar bagi unit-unit usaha perikanan baik budidaya usaha penangkapan ikan, jumlah nelayan aktif di Kabupaten Kendal sebanyak 17.764 orang. Kegiatan penangkapan berjalan lancar jika alat transportasi utama penangkapan ikan dalam keadaan baik dan perlu adanya perawatan atau perbaikan rutin untuk keselamatan kapal di laut saat melakukan kegiatan penangkapan sehingga perlu adanya dock kapal. Oleh karena itu, fasilitas dock atau galangan kapal sangat diperlukan untuk melakukan perawatan atau perbaikan kapal. Beberapa perusahaan docking yang berada di Desa Gempolsewu Kendal terutama di Pelabuhan Perikanan Pantai Tawang (PPP Tawang) merupakan suatu potensi besar, dimana potensi yang dimiliki ini perlu dikembangkan dan dipertahankan, oleh karenanya untuk melihat keberlanjutan dari usaha docking kapal ini perlu adanya peninjauan megenai analisis kelayakan usaha, sehingga usaha ini dapat diketahui apakah layak untuk dilanjutkan atau tidak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Data yang diperlukan adalah data primer yang mana pengambilan data dilakukan dengan wawancara langsung dengan pihak perusahaan dan beberapa pekerja yang berada di lokasi docking kapal di daerah Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tawang. Hasil penelitian diperoleh bahwa aspek teknis docking kapal terdiri dari; pembersihan, pemeriksaan, perbaikan kapal, uji kebocoran dan penurunan kapal. Ditinjau dari aspek analisis kelayakan usaha di UD Harapan dapat dikatakan layak dilihat dari variabel NPV, IRR, B/C Ratio, dan PP adalah sebesar Rp 171.871.774, 38 %, 2,1 dan 4 tahun 3 bulan 8 hari.