cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Topik-topik yang berhubungan dengan pemanfaatan sumberdaya perikanan, teknologi penangkapan, desain alat tangkap, fish behaviour, experimental fishing, fishing boat desain, fishing port management, sosial ekonomi perikanan.
Arjuna Subject : -
Articles 404 Documents
ANALISIS EFISIENSI TEMPAT PELELANGAN IKAN (TPI) DI KABUPATEN INDRAMAYU (STUDI KASUS : TPI DADAP, GLAYEM, KARANGSONG, ERETAN WETAN, DAN ERETAN KULON) Karimah, Siti Rohmatul; Mudzakir, Abdul Kohar; Sardiyatmo, Sardiyatmo
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 8, No 1: Januari, 2019
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tempat pelelangan ikan merupakan salah satu sarana pendukung nelayan untuk melakukan aktivitas dalam kegiatan perikanan. Pengembangan dan pembangunan sarana pada tempat pelelangan ikan dapat meningkatkan nilai efisiensi pada tempat pelelangan ikan. Usaha dalam meningkatkan efisiensi dihubungkan dengan penggunaan sumberdaya seminimal mungkin untuk mendapatkan hasil yang semaksimal mungkin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sarana dan prasarana, menganalisis tingkat efisiensi, serta membandingkan tingkat efisiensi di 5 TPI Kabupaten Indramayu. Penelitian ini dilakukan selama bulan Januari 2018 di TPI Dadap, TPI Glayem, TPI Karangsong, TPI Eretan Wetan, dan TPI Eretan Kulon yang terletak di Kabupaten Indramayu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif yang bersifat eksploratif. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah quota sampling. Metode yang digunakan untuk menganalisis efisiensi TPI adalah dengan menggunakan persyaratan teknis TPI berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 54/PERMEN-KP/2016 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Dana Alokasi Khusus Bidang Kelautan dan Perikanan Tahun 2017. TPI yang sudah efisien merupakan TPI yang telah memenuhi persyaratan teknis tersebut. Hasil yang diperoleh berdasarkan analisis yang telah dilakukan, kelima TPI belum memenuhi persyaratan teknis. Agar TPI bisa disebut efisien perlu dilakukan perbaikan sarana dan prasarana tempat pelelangan ikan untuk menunjang kegiatan lelang seperti lantai lelang yang berlubang perlu diperbaiki dan penambahan tanda peringatan pada gedung TPI.
ANALISIS PERSEPSI DAN PARTISIPASI NELAYAN TERKAIT KEBIJAKAN IZIN BERUSAHA PERIKANAN TANGKAP MELALUI SISTEM ONLINE SINGLE SUBMISSION (OSS) BAGI NELAYAN DI PPP (PELABUHAN PERIKANAN PANTAI) KLIDANG LOR, KECAMATAN BATANG, KABUPATEN BATANG Putri, Adelia Candra; Wibowo, Bambang Argo; Triarso, Imam
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 8, No 2: April, 2019
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Online Single Submission yang selanjutnya disingkat OSS adalah Perizinan Berusaha yang diterbitkan oleh Lembaga OSS melalui sistem elektronik yang terintegrasi. Sistem OSS merupakan upaya pemerintah dalam menyederhanakan perizinan berusaha dan menciptakan model pelayanan perizinan terintegrasi yang cepat dan murah. Tetapi dalam beberapa kasus dijumpai bahwa nelayan merasa kesulitan dengan adanya sistem OSS untuk perijinan. Hal tersebut dikarenakan tingkat pengetahuan dan pemahaman nelayan terhadap teknologi masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi dan partisipasi nelayan di PPP Klidang Lor terhadap sistem OSS yang ditetapkan sebagai sistem dalam perijinan usaha perikanan tangkap. Analisis persepsi dan partisipasi nelayan menggunakan indikator Skala Likert. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif yang bersifat studi kasus dengan pendekatan kuantitatif. Populasi adalah pemilik kapal atau nelayan di PPP Klidang Lor, yang telah aktif terdaftar dalam verifikasi perijinan dalam sistem OSS. Jumlah sampel yang diambil berdasarkan rumus slovin yaitu 56 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi langsung di lapangan. Teknik analisis data menggunakan Indikator skor dari Skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi nelayan Klidang Lor terhadap sistem OSS skor rata-rata 154 yang termasuk kriteria cukup baik. Partisipasi nelayan terhadap sistem OSS dengan skor rata 221 yang termasuk kriteria baik berdasarkan rating scale yang telah ditentukan. Sebanyak 29% nelayan tidak setuju dengan adanya sistem OSS, sedangkan 33% nelayan setuju adanya sistem OSS. Nelayan cukup tahu bahwa adanya sistem OSS sebagai sistem perijinan baru, namun pemahaman nelayan terhadap prosedur masig rendah sehingga dianggap menyulitkan. Partisipasi nelayan cukup baik dilihat berdasarkan kepatuhan kelengkapan dokumen dan kesediaan dalam aktifitas pendukung.
ANALISIS KINERJA SATUAN PENGAWAS SUMBERDAYA KELAUTAN DAN PERIKANAN (SDKP) TERKAIT PERIKANAN TANGKAP DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA (PPN) KARANGANTU KOTA SERANG, BANTEN Nur Fajriah, Tria Nisma; Boesono, Herry; Kurohman, Faik
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 9, No 1: Januari, 2020
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tindak pidana perikanan meliputi tindakan pencurian atau IUU (Illegal, Unreported, dan Unregulated) serta kerusakan yang dilakukan oleh pihak- pihak yang tidak bertanggung jawab masih banyak terjadi di Indonesia. Salah satu cara pengontrolan dan pengawasan yang diberikan Satwas SDKP Serang dalam menanggulangi tindak pidana perikanan adalah, dengan memberikan pelayanan publik, berupa mewajibkan pembuatan Surat Laik Operasi (SLO), dan Lembar Verifikasi Hasil Pendaratan Ikan (LVHPI). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis kualitas pelayanan dan kepuasan pengguna jasa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, sementara metode pengampilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah sampel yang digunakan adalah 78 responden. Analisis data yang digunakan adalah Servqual, Customer Satisfaction Index (CSI) dan Importance Performance Analysis (IPA). Hasil penelitian menunjukkan kualitas pelayanan secara keseluruhan sebesar 0,093 yang merupakan hasil perbandingan antara harapan dan kinerja, yang berarti pelayanan yang diberikan Satwas SDKP Serang sudah baik. Analisis CSI (Customer Satisfaction Index) menunjukkan bahwa tingkat kepuasan pengguna jasa terhadap kinerja Satwas SDKP Serang di PPN Karangantu senilai 84,58% yang berarti pengguna jasa sudah sangat puas, karena pelayanan sudah memenuhi kebutuhan nelayan. Namun harus ada fokus peningkatan kinerja pada atribut yang masuk dalam kuadran prioritas tinggi (A). Peningkatan tersebut dimaksudkan agar tingkat kepuasan pengguna akan lebih tinggi atau lebih memuaskan. Capaian kinerja berdasarkan indikator kinerja utama di Satwas SDKP Serang sudah sesuai dengan target yang telah ditentukan. Kinerja yang perlu ditingkatkan adalah mengenai sarana dan prasana dalam menunjang pengawasan dan penambahan sumberdaya manusia di Satwas SDKP Serang.
EVALUASI TATA LETAK FASILITAS PELABUHAN PERIKANAN PANTAI (PPP) KLIDANG LOR KABUPATEN BATANG Aning Amirotus Saniyah; Herry Boesono; Faik Kurohman
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 9, No 2: April, 2020
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Klidang Lor merupakan pelabuhan perikanan tipe C yang menjadi pusat kegiatan perikanan di Kabupaten Batang. Agar segala aktivitas perikanan dapat berjalan secara efektif dan efisien maka fasilitas yang ada di PPP Klidang Lor harus bisa menunjang kegiatan operasional dan memiliki kondisi fasilitas yang baik. Tata letak fasilitas yang tertata dengan baik dapat mempengaruhi kelancaran aktivitas di pelabuhan perikanan sehingga tidak terjadi penumpukan antrian kapal, kemacetan kegiatan operasional dan kemacetan kegiatan manusia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi fasilitas, menganalisis tingkat pemanfaatan fasilitas dan mengevaluasi tata letak fasilitas PPP Klidang Lor. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan metode pengambilan sampel purposive sampling. Metode analisis yang digunakan adalah analisis kondisi eksisting dengan skala likert, analisis tingkat pemanfaatan dan analisis tata letak dengan Activity Relationship Chart (ARC), worksheet, Activity Relationship Diagram (ARD) dan Activity Template Block Diagram (ATBD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa fasilitas PPP Klidang lor memiliki kondisi yang baik dengan skor skala likert 164,2. Tetapi terdapat 4 fasilitas yang dikategorikan kurang baik yaitu kolam pelabuhan, breakwater, alur pelayaran dan MCK. Tingkat pemanfaatan fasilitas PPP Klidang Lor pada fasilitas lahan pelabuhan sebesar 25%, kolam pelabuhan sebesar 99%, dermaga sebesar 99%, alur pelayaran sebesar 92%, TPI 1 sebesar 67% dan TPI 2 sebesar 71%. Fasilitas yang memiliki tata letak yang tidak sesuai dan harus dievaluasi peletakannya adalah kantor PPP Klidang Lor, kantor PSDKP, rumah dinas, pabrik es dan kontainer sampah
ANALISIS TEKNOMETRIK PADA GALANGAN KAPAL MILIK KUD (KOPERASI UNIT DESA) SARONO MINO DI KECAMATAN JUWANA, KABUPATEN PATI, JAWA TENGAH Siti Himamul Aliyah; Abdul Kohar Mudzakir; Indradi Setyanto
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 9, No 2: April, 2020
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Galangan kapal milik KUD Sarono Mino merupakan salah satu galangan kapal yang berada di kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Galangan kapal tersebut perlu mengadopsi teknologi untuk memenuhi permintaan konsumen dan peraturan yang dikeluarkan oleh syahbandar. UNESCAP (United Nations Economic and Social Commission for Asia and the Pacific) (1989), menyatakan bahwa teknologi merupakan kombinasi antara empat komponen pembentuk teknologi (technoware, humanware, infoware, dan orgaware) yang saling terkait satu sama lain. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui nilai koefisien kontribusi (TCC) komponen pembentuk teknologi tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif sedangkan pengolahan data dilakukan dengan metode teknometrik berdasarkan acuan yang dikeluarkan oleh UNESCAP tahun 1989. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kontribusi komponen teknologi (technoware, humanware, infoware, dan orgaware) secara berturut-turut yaitu 0,4815, 0,7506, 0,4352, dan 0,3958. Nilai intensitas kontribusi komponen teknologi (technoware, humanware, infoware, dan orgaware) secara berturut-turut yaitu 0,4424, 0,2827, 0,0942, dan 0,1806. Nilai TCC sebesar 0,5219 yang menunjukkan bahwa teknologi yang diterapkan oleh galangan kapal KUD Sarono mino adalah teknologi semi modern.
ANALISIS DAERAH POTENSI PENANGKAPAN IKAN TONGKOL BERDASARAKAN PERSEBARAN KLOROFIL-A DAN SUHU PERMUKAAN LAUT DI PERAIRAN INDRAMAYU Azizah Rodhiyanti; Herry Boesono; Hendrik Anggi Setyawan
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 9, No 2: April, 2020
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada umumnya permasalahan yang dihadapi oleh nelayan untuk melakukan operasi penangkapan ikan di Perairan Indramayu yaitu keterbatasan mendapatkan informasi daerah penangkapan ikan (fishing ground). Informasi mengenai DPI dapat diduga salah satunya melalui persebaran klorofil-a dan suhu permukaan laut yang diperoleh dari citra setelit. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan pengaruh persebaran klorofil-a dan suhu permukaan laut terhadap hasil tangkapan ikan Tongkol (Euthynnus sp.) yang kemudian diolah menjadi sebuah peta pendugaan DPI di Perairan Indramayu. Kapal penangkapan yang digunakan adalah kapal dengan alat tangkap Gillnet dengan hasil tangkapan utama yaitu ikan Tongkol (Euthynnus sp.). Pengambilan data dilakukan dengan cara insitu yaitu data berupa suhu permukaan laut (SPL) dan klorofil-a, sedangkan dengan cara eksitu yaitu data SPL dan Klorofil-a yang diperoleh dari citra satelit VIIRS pada tahun 2016-2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai SPL tertinggi terjadi pada bulan Januari-Februari tahun 2016 sebesar 29o - 30oC. Kandungan konsentrasi klorofil-a terbanyak terjadi bulan September – Oktober pada tahun 2019 dengan kisaran 0,526 – 0,956 mg/m3.
ANALISIS PENGARUH PERBEDAAN JENIS UMPAN DAN LAMA IMMERSING TERHADAP HASIL TANGKAPAN PADA ALAT TANGKAP BUBU LIPAT DI PERAIRAN BATANG Nadya Saraswati; Herry Boesono; Indradi Setyanto
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 9, No 2: April, 2020
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alat tangkap Bubu Lipat merupakan salah satu alat tangkap yang digunakan nelayan untuk menangkap ikan di Perairan Batang. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah dan komposisi hasil tangkapan yang menggunakan perbedaan umpan yaitu kulit sapi dan jeroan ikan serta mengetahui dan menganalisa pengaruh lama immersing alat tangkap bubu lipat terhadap jumlah hasil tangkapan.. Metode yang digunakan dalam Penelitian ini adalah metode eksperimental fishing dan menggunakan uji ANOVA. Alat tangkap Bubu lipat merupakan alat penangkap ikan pasif dan termasuk dalam klasifikasi traps atau perangkap. Konstruksi pada alat tangkap Bubu Lipat terdiri dari pintu, badan dan mulut. Bubu lipat tidak memiliki pemberat karena rangka bubunya sudah terbuat dari besi. Proses pengoperasian Bubu Lipat memiliki 3 tahapan yaitu: setting, immersing, dan hauling. Hasil tangkapan utama pada alat tangkap Bubu Lipat berupa Rajungan yang yang menggunakan umpan kulit sapi dengan lama immersing 24 jam berat 8008 g, umpan kulit sapi dengan lama immersing 12 jam 27620 g, umpan jeroan ikan dengan lama immersing 24 jam mendapatkan hasil tangkapan 4075 g, umpan jeroan ikan dengan lama immersing 12 jam adalah 11399 g. Perbedaan umpan dan lama immersing pada bubu lipat dalam penelitian berpengaruh dalam hasil tangkapan yang diperoleh. Namun dalam uji ANOVA yang sudah dilakukan menggunakan spss Jumlah hasil tangkapan terhadap umpan kulit sapi dan jeroan ikan berdasarkan berat hasil tangkapan didapatkan hasil nilai yang tidak signifikansinya adalah ,000 < α (0,05) sehingga H0 diterima. Artinya bahwa dengan tingkat kepercayaan 95% kedua kelompok memiliki varian yang berbeda dan memiliki rata-rata yang berbeda.
SISTEM DAN EFISIENSI PEMASARAN IKAN TONGKOL (Euthynnus affinis) DI KABUPATEN CILACAP, JAWA TENGAH Mufrihah, Laely; Triarso, Imam; Kurohman, Faik
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 9, No 4: Oktober, 2020
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemasaran hasil perikanan harus dilakukan secara efisien agar nelayan dan konsumen tidak dirugikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis sistem pemasaran, nilai marjin, fisherman’s share dan efisiensi pemasaran ikan Tongkol di Kabupaten Cilacap. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Metode pengambilan daerah sampel menggunakan metode cluster sampling, sampel nelayan menggunakan metode purposive sampling, dan sampel pedagang menggunakan metode sensus. Analisis data menggunakan analisis deskriptif, marjin pemasaran dan efisiensi pemasaran menggunakan indikator fisherman’s share. Sistem pemasaran ikan Tongkol di kabupaten Cilacap memiliki tiga pola saluran pemasaran yang melibatkan nelayan, pedagang pengumpul, pedagang besar, pedagang kecil dan pedagang pengecer. Marjin pemasaran pada saluran pemasaran 1 sebesar Rp 9.412 dengan nilai fisherman’s share 59%. Pada saluran pemasaran 2 dan 3 marjin pemasaran sebesar Rp 16.361 dan nilaifisherman’s share sebesar 45%. Sistem pemasaran ikan Tongkol di Kabupaten Cilacap dapat dikatakan efisien karena memiliki nilai efisiensi pemasaran < 1. Dan sistem pemasaran paling efisien adalah sistem pemasaran 1 karena memiliki nilai marjin paling rendah, yaitu Rp 9.412 dan memiliki nilai fisherman’s share paling tinggi, yaitu 59%.
ANALISIS KINERJA KOPERASI UNIT DESA MINA RAHAYU DI KRAGAN, KABUPATEN REMBANG Soryaningsih, Fajar; Wijayanto, Dian; Kurohman, Faik
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 9, No 4: Oktober, 2020
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Koperasi Unit Desa Mina Rahayu bergerak di bidang perikanan yang secara bersama - sama mengelola perikanan untuk mensejahterakan nelayan. Unit usaha yang dikelola oleh Koperasi Unit Desa Mina Rahayu adalah penyewaan basket, pelayanan pembayaran telepon, pelayanan pembayaran listrik dan SPDN. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja KUD Mina Rahayu, serta untuk mengetahui tingkat pertumbuhan pasar dan pangsa pasar relatif pada usaha KUD Mina Rahayu. Metode penelitian ini adalah metode deskriptif dengan metode pengumpulan data adalah observasi, wawancara, studi pustaka dan dokumentasi. Metode dalam pengambilan sampel anggota KUD Mina Rahayu menggunakan metode quota sampling dan pengambilan sampel karyawan KUD Mina Rahayu menggunakan metode purposive sampling. Analisis yang digunakan adalah analisis Balanced Scorecard dan analisis Boston Consulting Group (BCG). Hasil kriteria Balanced Scorecard pada empat perspektif yaitu perspektif finansial yaitu kurang baik, perspektif pelanggan yaitu baik, perspektif proses bisnis internal yaitu baik, dan perspektif pembelajaran dan pertumbuhan yaitu baik. Hasil pemetaan Boston Consulting Group (BCG), unit usaha penyewaan basket termasuk ke dalam kuadran “cash cow”. Unit usaha pelayanan pembayaran telepon termasuk ke dalam kuadran “cash cow”. Unit usaha pelayanan pembayaran listrik termasuk ke dalam kuadran “question mark”. Unit usaha SPDN termasuk ke dalam kuadran “question mark”.
ANALISIS KELAYAKAN USAHA PENANGKAPAN IKAN DENGAN JARING RAMPUS (GILLNET) DI PANGKALAN PENDARATAN IKAN (PPI) KALIANDA, KABUPATEN LAMPUNG SELATAN Damayanti, Kharisma Aditami; Wibowo, Bambang Argo; Setyanto, Indradi
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 9, No 4: Oktober, 2020
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses produksi usaha perikanan tangkap sangat dipengaruhi oleh cuaca, musim penangkapan serta kondisi daerah penangkapan. Hal ini menyebabkan pendapatan nelayan bersifat fluktuatif, maka dari itu diperlukan analisis kelayakan usaha. Tujuan penelitian yaitu menganalisis kelayakan usaha jaring Rampus di PPI Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan secara teknis dan finansial. Penelitian dilaksanakan pada Februari-Maret 2018 menggunakan metode deskriptif bersifat studi kasus dengan jumlah responden sebanyak 42 nelayan jaring Rampus. Hasil penelitian menunjukkan panjang jaring 45 m dengan mesh size 4 cm. Waktu yang diperlukan untuk setting 10-15 menit, immersing 90-120 menit dan hauling 50-60 menit. Ukuran kapal rata-rata nelayan jaring Rampus yaitu panjang 10 m, lebar 2,7 m dan dalam 1,3 m. Hasil tangkapan jaring Rampus yaitu ikan Layur (Trichiurus sp.), ikan Jolot (Saurida sp.) dan ikan Bondolan (Gazza sp.). Hasil analisis kelayakan usaha diperoleh Rp 171.635.357 (Net Present Value), 122% (Internal Rate of Return), 1,18 (Benefit Cost Ratio) dan 1,65 (Payback Periode). Kesimpulan yang diperoleh menunjukkan bahwa usaha penangkapan ikan jaring Rampus di PPI Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan dikategorikan secara teknis dan finansial layak untuk dilakukan.