cover
Contact Name
Kingkin Puput Kinanti
Contact Email
alfabeta@uibu.ac.id
Phone
+62895397008378
Journal Mail Official
alfabeta@uibu.ac.id
Editorial Address
Jl. Citandui no 46 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
ALFABETA
ISSN : 26542587     EISSN : 2654735X     DOI : https://doi.org/10.33503/alfabeta.v8i2
Core Subject :
Alfabeta publishes innovative research findings, original scholarly articles, critical-theoretical reflections, literary studies, written ideas, and conceptual articles from various branches of knowledge that focus on the study of language, literature, and education. Alfabeta welcomes and acknowledges high quality theoretical and empirical original research papers, case studies, review papers, literature reviews, conceptual framework, analytical and simulation models, technical notes about linguistics, literature, and their teaching from researchers, academicians, professionals, practitioners, and students from all over the world.
Arjuna Subject : -
Articles 206 Documents
Pemerolehan Fonem Anak Usia 2;6 Tahun (Sebuah Kajian Psikolinguistik) Nia Deby Septiyowati; Harun Ahmad; Endang Sumarti
ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 2 No. 1 (2019): ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/alfabeta.v2i1.1235

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemerolehan fonem dan tahapan pemerolehan bentuk bunyi suatu kata anak usia 2;6 tahun. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi naturalistik yang dilakukan dalam kurun waktu tertentu saja (cross sectional). Subjek penelitian ini adalah seorang anak laki-laki berusia 2:6 tahun yang bernama Muhammad Rizqy Al Amin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak usia 2;6 tahun telah menguasai fonem segmental, yaitu fonem vokal yang telah dikuasai adalah [i], [ ], i], i], [e], [ ], e], ɛ], [a], a], a], [ǝ], ǝ], [o], [O], o], O], [u], [U], u], U] dan fonem konsonan yang telah dikuasai adalah plosif [p, p’, b, t, t’, d], afrikatif [c, j, k, ?, g], frikatif [s, h], lateral [l], tril [r], nasal [m, n, ñ, η], dan semivokal [w, y]. Sedangkan fonem vokal yang masih belum dikuasai adalah [ ], a], [ ] dan konsonan yang masih belum dikuasai adalah plosif [f, ], afrikatif [j’, k’, x, ɣ], frikatif [f, , z, x], dan lateral [L]. Selain fonem segmental, anak usia 2:6 tahun juga telah menguasai fonem suprasegmental, yaitu tekanan, nada, panjang, dan jeda. Anak usia 2:6 juga mengalami perubahan bentuk bunyi pada 36 kata yaitu sebanyak 2 hingga 5 kali selama pemerolehan bahasa yang teramati.
Relasi dan Motiivasi antar Tokoh dalam Novel Saman Karya Ayu Utami Siti Sumarsilah
ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 2 No. 1 (2019): ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/alfabeta.v2i1.1236

Abstract

Tokoh merupakan salah satu unsur pembangun dalam novel. Tokoh menjadi bagian penting karena dari tokoh pembaca dapat memahami apa yang ingin disampaikan penulis. Novel Saman Karya Ayu Utami menceritakan tentang pergolakkan yang terjadi pada tokoh-tokohnya yang hidup pada tahun itu. Tokoh dalam Novel Saman memiliki relasi dan motivasi satu sama lain. Relasi diperlukan untuk menjaga eksistensi hubungan manusia dengan manusia yang lain. Hal itu disebabkan oleh refleksi atas eksistensi manusia sebagai pribadi. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologi sastra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa relasi antara Laila dengan Sihar tidak menjadi relasi dalam kata “Kita”. Sebab tidak ada kebersamaan antara Laila dan Sihar. Relasi antara Wisanggeni (Saman) dengan Yasmin merupakan relasi yang didasari oleh cinta, sehingga hubungan itu berada dalam relasi "Kita" atau pertemuan yang sebenarnya. Relasi antara Wisanggeni (Saman) dengan Upi, Anson, Mak Argani, dan petani karet di kampung Sei Kumbang merupakan hubungan etis, hubungan kewajiban. Hubungan itu dimulai dari hubungan sosial yang saling mengakui masing-masing sebagai subjek dan cita-cita mereka dalam kebersamaan. Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk mengajarkan apresiasi sastra dalam upaya menggali nilai-nilai dalam karya sastra dan bersikap kritis untuk memberikan tanggapan dan mengambil manfaat nilai-nilai dari karya sastra yang dibaca.
Tanggapan Mahasiswa terhadap Kualitas Pelatihan Penelitian Tindak Kelas (Kasus Pelatihan di IKIP Budi Utomo Malang) Endang Sumarti; Harun Ahmad; Yahmun
ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 2 No. 1 (2019): ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/alfabeta.v2i1.1237

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keinginan untuk mengetahui tanggapan mahasiswa peserta pelatihan terhadap kualitas pelatihan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan di IKIP Budi Utomo Malang. Untuk itu, tiga pertanyaan penelitian (question research) diajukan penelitian ini, yakni pertama, bagaimanakah tanggapan mahasiswa terhadap kompetensi pemateri? Kedua, bagaimanakah pemahaman mahasiswa terhadap materi pelatihan? Ketiga, bagaimanakah tanggapan mahasiswa terhadap kualitas pelatihan? Pengumpulan data menggunakan questioner, kemudian dianalisis dengan teknik analisis deskriptif, dan hasilnya adalah pertama, tanggapan mahasiswa peserta pelatihan terhadap kompetensi pemateri berada pada kategori Baik. Hal ini dibuktikan dengan rata-rata jawaban responden berada pada kisaran di atas 70% skala interval, baik menyangkut kompetensi keterampilan, penyampaian materi, pemberian instruksi, maupun merespon peserta. Kedua, kualitas pemahaman mahasiswa peserta pelatihan terhadap materi pelatihan tergolong Cukup, karena berada pada kisaran 40% skala interval. Hal ini disebabkan oleh banyak faktor, walaupun kompetensi pemateri telah memenuhi standar kelayakan. Ketiga, kualitas pelaksanaan pelatihan termasuk dalam kategori Baik, karena 71% dari 100 responden menyatakan Bagus. Ini menunjukkan bahwa kinerja pelaksana pelatihan telah mencapai standar kelayakan sebuah kerja pelatihan.
Ketidaklaziman dalam Novel Tarian Dua Wajah Karya S. Prasetyo Utomo: Sebuah Kajian Religiusitas Rokhyanto
ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 2 No. 1 (2019): ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/alfabeta.v2i1.1238

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai-nilai spiritualitas dari novel Tarian Dua Wajah karya S. Prasetyo Utomo. Novel ini memuat tentang kisah seorang anak manusia yang dilhirkan, tetapi diasuh oleh pamannya, tetapi istri kakak dari ayahnya sungguh menyiksa, sehingga mulai menginjak dewasa dia mencari guru spiritual agar bisa menjadi orang yang berguna. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini yakni teks novel dengan judul Tarian Dua Wajah yang ditulis oleh S. Prasetyo Utomo. Identitas sumber data ialah judul novel Tarian Dua Wajah, pengarang S. Prasetyo Utomo, jumlah halaman 258, penerbit PT Pustaka Alvabet Tangerang Selatan, Cetakan 1 Juni 2016. Setelah semua data terkumpul, maka dianalisis menggunakan analisis data yang terdiri dari (1) reduksi data, (2) penyajian data, dan (3) penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa tokoh dilukiskan sebagai pribadi yang teguh pendirian, agamis, pendiam, dan memegang teguh agamanya Allah.
Sistem Kekerabatan Matrilineal dalam Adat Minangkabau pada Novel Siti Nurbaya: Kasih tak Sampai Karya Marah Rusli Arif Setiawan
ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 2 No. 1 (2019): ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/alfabeta.v2i1.1239

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sistem kekerabatan Minangkabau dalam novel Siti Nurbaya: Kasih Tak Sampai karya Marah Rusli.Hal ini didasari oleh keberadaan garis keturunan yang dianut oleh masyarakat Minangkabau yang bersifat matrilineal, sehingga menempatkan perempuan menjadi salah satu pengambil keputusan di lingkup keluarga. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa sekuen cerita dalam novel Siti Nurbaya: Kasih Tak Sampai karya Marah Rusli. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Siti Nurbaya: Kasih Tak Sampai Karya Marah Rusli yang diterbitkan pada tahun 1922 oleh angkatan Balai Pustaka dengan tebal 291 halaman. Setelah semua data terkumpul, maka dianalisis menggunakan analisis data model Milles dan Hubberman yang terdiri dari (1) reduksi data, (2) penyajian data, dan (3) penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam novel Siti Nurbaya: Kasih Tak Sampai menampilkan sistem kekerabatan matrilineal yang sangat kental meliputi (1) perempuan memegang penuh peranan dalam keluarga dan (2) perempuan menjadipengambil keputusan dalam keluarga.
Analisis Penerapan Metode CIRC pada Keterampilan Menulis Teks Eksplanasi Siswa Kelas VIIIA MTS Hidayatul Mubtadiin Malang Endang Setyowati
ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 2 No. 1 (2019): ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/alfabeta.v2i1.1240

Abstract

Salah satu kompetensi yang dikembang dalam keterampilan menulis siswa kelas VIII adalah keterampilan menulis teks eksplanasi. Tujuan dari pembelajaran ini adalah siswa mampu mendiskripsikan suatu proses gejala alam atau sosiokultural yang terjadi disekitarnya. Dari pre-test menulis eksplanasi yang telah dilaksanakan, dapat diketahui bahwa nilai siswa kelas VIIIAMTS Hidayatul Mubtadiin Malang masih di bawah KKM. Penerapan metode yang inovatif belum dilakukan oleh pendidik, sehingga hal ini menjadi salah satu faktor penyebab nilai siswa masih rendah. Dari 30 siswa, terdapat 19 siswa atau 63,33% kurang tertarik pada pembelajaran menulis teks eksplanasi, hal ini dilihat dari proses pembelajaran yang berlangsung, dimana siswa banyak yang tidak kooperatif dan tidak aktif, mereka juga jarang membaca buku, artikel, maupun teks berita. Pernyataan tersebut diperkuat dengan hasil dari angket, dimana hanya 12 siswa atau 40,00% dari 30 siswa yang suka membaca buku, artikel maupun teks berita di media cetak maupun elektronik. Dalam hal ini untuk memperbaiki pembelajaran yang efektif diperlukan sebuah metode yang kooperatif, yaitu metode Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC). Hal yang pertama dilakukan dalam metode ini adalah siswa membentuk sebuah kelompok belajar, kemudian menentukan topik terlebih dahulu, membuat sebuah referensi, membuat kerangka teks eksplanasi yang benar, kemudian langkah terakhir yaitu menyusun kerangka teks eksplanasi. Hasil yang diharapkan dari metode CIRC ini adalah siswa mampu menulis teks eksplanasi secara benar dan tepat, melalui prosedur dan tahapan-tahapan dalam sebuah penulisan.
Gaya Bahasa Perbandingan dalam Buku Cinta Hitam Cinta Putih Karya Nabil Hamid Al-Ma’az Emil Kholif Mulida Azizah; Artifa Sorraya; Yunita Anas Sriwulandari
ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 2 No. 2 (2019): ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/alfabeta.v2i2.1241

Abstract

Gaya Bahasa adalah cara seseorang pengarang menyampaikan pendapatnya dengan menggunakan bahasa yang indah dan harmonis serta mampu menuansakan makna dan suasana yang menyentuh daya intelektual dan emosi pembaca. Gaya Bahasa Perbandingan yaitu majas ini berusaha mengungkapkan suatu hal dengan cara membandingkan sutu hal atau keadaan dengan suatu hal atau keadaan lain. Menurut pakar lain membandingkan sesuatu dengan yang lain, berarti mencoba menemukan ciri-ciri yang menunjukan kesamaan antara kedua hal tersebut. Peneliti menentukan dua rumusan masalah pada penelitian ini, antara lain: 1) bagaimana gaya Bahasa perbadingan asosiasi dalam buku cinta hitam cinta putih karya Nabil Hamid Al-Ma’az?, dan 2) bagaimana gaya Bahasa perbandingan personifikasi dalam buku cinta hitam cinta putih karya Nabil Hamid Al-Ma’az?. Metodelogi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan kualitatif, hal ini dikarenakan data hasil penelitian diuraikan dengan tidak mengutamakan angka angka, tetapi mengutamakan kedalaman penghayatan terhadap interaksi-interaksi antar konsep yang sedang dikaji oleh peneliti secara empiris. Teknik analisis data yang digunakan adalah antara lain: 1) reduksi data, 2) penyajian data, 3) verifikasi data, dan 4) penyimpulan data. Dari hasil penelitian ini, ditemukan tiga data gaya Bahasa perbandingan personifikasi, dan lima data gaya Bahasa perbandingan asosiasi.
Muatan Nilai-Nilai Karakter pada Sastra Anak Berjenis Dongeng Modern Hidayah
ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 2 No. 2 (2019): ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/alfabeta.v2i2.1242

Abstract

Berkaitan dengan Penguatan Pendidikan Karakter melalui Budaya Sekolah yakni kegiatan literasi, maka penanaman nilai-nilai karakter dapat dilakukan melalui cerita dongeng. Peneliti lebih memfokuskan untuk memilih cerita dongeng modern karena cerita jenis ini ditulis pada era globalisasi atau era yang sudah modern sehingga lebih relevan dengan kehidupan anak sekarang.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan nilai-nilai karakter yang termuat dalam dongeng modern. Pendekatan yang digunakan yaitu kualitatif. Pada penelitian ini, peneliti bertindak sebagai instrumen utama. Hal ini berarti, keikutsertaan peneliti dalam proses pengumpulan data hingga analisis data mutlak diperlukan. Selain itu, peneliti mengembangkan instrumen tambahan berupa instrumen analisis nilai-nilai karakter dalam cerita dongeng modern untuk menunjang proses penelitian. Teknik analisis data pada penelitian kualitatif ini, yaitu (1) mengumpulkan data, (2) mentranskripsikan data, (3) memahami data secara umum, (4) pengkodean data, dan (5) membangun deskripsi untuk laporan penelitian. Hasil dari penelitian yang diperoleh yaitu, 13 muatan nilai karakter terkandung dalam unsur intrinsik tema, 44 muatan nilai karakter terkandung dalam unsur intrinsik penokohan, 15 muatan nilai karakter terkandung dalam unsur intrinsik latar, 46 muatan nilai karakter terkandung dalam unsur intrinsik alur, 11 muatan nilai karakter terkandung dalam unsur intrinsik amanat, dan 23 muatan nilai karakter terkandung dalam unsur intrinsik sudut pandang.
Makna Kode Semik dan Simbolik (Semiotik Roland Barthes) dalam Novel Aroma Karsa Karya Dee Lestari Rokhyanto
ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 2 No. 2 (2019): ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/alfabeta.v2i2.1243

Abstract

Permasalahan yang terdapat dalam tulisan ini kemudian dirumuskan sebagai berikut: kode semiotik apa sajakah yang terdapat dalam novel Aroma Karsa karya Dee Lestari? dan bagaimanakah makna kode semiotik yang terdapat dalam novel Aroma Karsa karya Dee Lestari? Tujuannya ingin mengkaji secara rinci beberapa kode yang terdapat dalam novel Aroma Karsa karya Dee Lestari, dan ingin memahami fungsi makna yang terdapat dalam mitos secara rinci dari kejadian dalam novel Aroma Karsa karya Dee Lestari.Sumber tulisan ini yakni: novel Aroma Karsa, sedangkan teknik pengumpulan data check-list dan instrument pemandu penjaringan data yang sudah diberi nama. Adapun analisis data bersifat kualitatif, yang reduksinya mengikuti meringkas novel, memberi tanda, dan pengelompokkan data. Hasil tulisan ini tentang kode gnomik ini berkaitan dengan mitos tentang suatu Desa Dwarapala yang menghuni di Alas Kalingga. Para penghuni masih percaya keturunan Mahesa Guning. Hidup bersandar pada Dewa dan kekuatan ghaib. Anung dan Suma salah satu penduduk Alas Kalingga. Delusi ialah kesalahpahaman terhadap suatu hal berupa keyakinan yang dipegang secara kuat namun tidak akurat yang terus ada walaupun bukti menunjukkan hal tersebut tidak memiliki dasar dalam realitas. Sejak kecil Suma sudah mengalami masalah dengan daya penciuman, makanya ia tidak seperti anak yang lain bebas ke mana-mana. Karena sudah tidak punya pilihan lain. Setelah dibuat data secara sederhana di bagi menjadi tiga bagian. Kernel 1: 1, 2 mengandung cerita yang normal, Kernel 2: 51, 52, 53, 54 mengalami sorot balik dan Kernel 3: 3—50 dan 55--61 kernel mengalami kenormaan lalu klimaks dan penyelesaian. Pada tahap rangsangan ada pada Kernel 7—42, sedangkan gawatan kernel 43--47: Selanjutnya, tikaian kernel 48 dan Rumitan Kernel 49, 50. Klimaks, terdapat kernel 55, 56, 57, 58, sedangkan Leraian Terdapat pada kernel 59 dan 60. Penyelesaian terdapat pada kernel 61, Saat itu Suma sedang mengadakan pameran parfum Puspa Ananta dan Puspa Kangga ditawarkan kepada masyarakat. Suma sedang mengadakan pameran parfum di Malll Atrium. Suma mendapat perhatian cantik, supel, mempesona, sehingga banyak fotografer mengambil gambar.
Alih Kode dan Campur Kode dalam Proses Pengajaran Bahasa Indonesia (Penelitian Etnografi DI Kelas III SD Lentera Internasional) Kusman Sudarja
ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 2 No. 2 (2019): ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/alfabeta.v2i2.1244

Abstract

Alih kode dan campur kode merupakan salah satu fenomena di lingkungan sekolah berbasis kurikulum internasional saat ini. Alih kode dan campur kode tidak hanya terjadi di luar kelas namun juga terjadi dalam interaksi belajar mengajar di kelas. Untuk mengetahui gelaja alih kode dan campur kode, diperlukan sebuah penelitian linguitik yang komprehensif pada sekolah yang berbasis kurikulum internasional. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gejala alih kode dan campur kode yang mencakup betuk-bentuk alih kode dan campur kode, faktor-faktor penyebab alih kode dan campur kode, fungsi-fungsi alih kode dan campur kode, serta dampak alih kode dan campur kode dalam tindak tutur guru dan siswa saat belajar. Penelitian ini mengambil lokasi di Kelas III SD Lentera Internasional Jakarta Selatan. Subjek penelitian ini adalah guru bahasa Indonesia dan siswa kelas II SD Lentera Internasional. Sekolah Lentera Internasional adalah sekolah yang mengajarkan kurikuum berbasis internasional dari Elementary School, Middle School, dan High School. Bahasa pengantar yang digunakan adalah bahasa Inggris di seluruh tingkat pendidikan. Akibatnya dalam pebelajaran bahasa Indonesia, siswa sering mencampur kode dan alih kode dalam proses belajar bahasa Indonesia. Penelitian dilaksanakan pada 19 Oktober – 16 November 2011. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode etnografi. Penelitian ini mencoba mendeskripsikan secara apa adanya kondisi penggunaan bahasa Indonesia dalam proses pembelajaran bahasa Indonesia. Hasil Peneitian alih kode dan alih kode siswa kelas III SD Lentera Internasional mendeskripsikan bahwa alih kode dan campur kode dilakukan guru dan siswa dalam interaksi belajar mengajar. Siswa menyisipkan unsur –unsur bahasa Inggris seperti serpihan kata dan frasa bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia saat belajar di kelas. Faktor-fator yang mempengaruhi siswa dalam melakukan alih kode dan campur kode dari bahasa Indonesia ke dalam bahasa Inggris yaitu, faktor kemampuan bilingualitas/multilingualitas, adanya ketergantungan terhadap bahasa dominan, dan siswa tidak menemukan padanan kata yang ingin diungkapkan. Alih kode dan campur kode juga dilakukan oleh guru bahasa Indonesia saat proses belajar mengajar. Guru menyisipkan unsur-unsur bahasa Inggris seperti serpihan kata dan frasa berbahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia. Penyebab guru melakukan alih kode dan campur kode yaitu ingin menegaskan sesuatu, beralih kode membantu guru dalam menjelaskan konsep dengan lebih mudah, dan ingin menyampaikan ide/gagasan secara tepat.

Page 11 of 21 | Total Record : 206