cover
Contact Name
Kingkin Puput Kinanti
Contact Email
alfabeta@uibu.ac.id
Phone
+62895397008378
Journal Mail Official
alfabeta@uibu.ac.id
Editorial Address
Jl. Citandui no 46 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
ALFABETA
ISSN : 26542587     EISSN : 2654735X     DOI : https://doi.org/10.33503/alfabeta.v8i2
Core Subject :
Alfabeta publishes innovative research findings, original scholarly articles, critical-theoretical reflections, literary studies, written ideas, and conceptual articles from various branches of knowledge that focus on the study of language, literature, and education. Alfabeta welcomes and acknowledges high quality theoretical and empirical original research papers, case studies, review papers, literature reviews, conceptual framework, analytical and simulation models, technical notes about linguistics, literature, and their teaching from researchers, academicians, professionals, practitioners, and students from all over the world.
Arjuna Subject : -
Articles 206 Documents
PEMERTAHANAN BAHASA BATAK TOBA DI GEREJA HKBP SUTOYO CAWANG (KONSERVASI BAHASA DAERAH) Septiani, Dwi
ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 3 No. 1 (2020): ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/alfabeta.v3i1.1278

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis pemertahanan bahasa Batak Toba di Gereja HKBP Sutoyo Cawang, Jakarta Timur sebagai salah satu kegiatan konservasi bahasa daerah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Kuesioner penelitian berjumlah 12 pernyataan dan diisi oleh 60 responden (para jemaat gereja). Ada dua aspek utama penilaian dalam kuesioner dalam penelitian ini: dari segi intonasi dan kejelasan makna kata bahasa Batak Toba. Hasil dari penelitian ini adalah nilai rata-rata dan median hampir sama, yakni 48,05 dan 49. Hal ini menunjukkan bahwa data skor Pemertahanan Penggunaan Bahasa Batak Toba di Gereja HKBP Sutoyo Cawang pada penelitian ini cukup representatif. Selain itu, 1) pada bagian intonasi bahasa Batak Toba, para responden menyatakan setuju bahwa “Pendeta menyapa jemaat dengan ucapan bahasa Batak Toba yang tepat” (Pernyataan ke-3) dengan presentase 63,3% dan 2) pada bagian Kejelasan Bahasa Batak Toba dalam kegiatan ibadah, para responden setuju bahwa “Pendeta menyebutkan jemaat yang bertpartisipasi dengan bahasa Batak Toba yang jelas (Pernyataan ke-11) dengan presentase 63,3%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa para responden (para jemaat gereja) menyatakan respons atau sikap yang sangat positif terhadap Pemertahanan Penggunaan Bahasa Batak Toba di Gereja HKBP Sutoyo Cawang sebagai bentuk konservasi bahasa daerah.
Kajian Pragmatik Mengenai Tindak Tutur Bahasa Indonesia Dalam Unggahan Media Sosial Instagram @halostiki Noviani Pande, Ni Kadek Nita
ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 3 No. 1 (2020): ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/alfabeta.v3i1.1279

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis tindak tutur dalam unggahan Instagram @halostiki. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitiatif. Takarir atau keterangan tertulis dalam unggahan instagram @halostiki merupakan sumber data dalam penelitian ini. Data berupa tindak tutur lokusi, tindak tutur ilokusi dan tindak tutur perlokusi yang menjadi fokus penelitian ini. Teknik dokumentasi, baca, simak dan catat merupakan teknik dalam mengmpulkan data dalam penelitian ini. Hasil penelitian memaparkan jenis tindak tutur lokusi, tindak tutur ilokusi dan tindak tutur perlokusi yang ditemukan.
PENGEMBANGAN BUKU BHINEKA NUSWAPADA MODEL POP-UP SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN LEGENDA INDONESIA Putri, Agustiani
ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 3 No. 1 (2020): ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/alfabeta.v3i1.1280

Abstract

Nowadays, most teenagers don't like Indonesian legends because they are considered as old-fashioned and boring stories. The results of a survey of 124 respondents who are teenagers resulted in 85% of respondents consider the legend is not interesting. Whereas 10% of respondents answered interestingly and 5% answered relatively. This study aims to: (i) develop pop-up books that present Indonesian legends for junior high school students, (ii) provide unique and interesting short stories and (iii) illustrate the comparison of student responses before and after using pop-up books as an alternative learning medium. The research method is research and development (R&D). Based on the results of this study, it was concluded that (1) this research produced a product in the form of a pop-up book entitled "Bhineka Nuswapada", 2) a pop-up book worth using as indicated by the results of the student questionnaire responses of 91.15% with the interpretation of the criteria very good and (3) based on the results of the media effectiveness test, after using the pop-up book media there was an increase in student learning outcomes with an N-Gain value of 0.41 on the medium criteria. Therefore, Bhineka Nuswapada is the best alternative medium for learning legend for students.
KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS PADA PERANGKAT DAN HASIL EVALUASI PEMBELAJARAN FONOLOGI Jiwandono, Nahnu Robid
ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 3 No. 1 (2020): ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/alfabeta.v3i1.1281

Abstract

Dewasa ini, critical thinking atau yang lebih dikenal dengan keterampilan berpikir kritis menjadi topik yang sering dibahas karena merupakan kemampuan yang mutlak dimiliki di era milenial ini. Terlebih pada bidang pendidikan, mulai dari tingkat sekolah dasar, sekolah menengah, sampai di tingkat pendidikan tinggi. Pendidikan sudah tidak relevan lagi jika masih mengajarkan anak dengan sistem menghafal materi-materi sehingga pembelajaran hanya fokus pada mengingat saja. Padahal, yang lebih penting adalah peserta didik memahami, menganalisis, mengevaluasi, atau bahkan menciptakan berbagai macam pemecahan masalah dari berbagai masalah yang ada pada materi-materi pembelajaran. Kreativitas merupakan hal yang sangat penting di sini. Melatih anak untuk berpikir kritis terhadap sesuatu dan menawarkan solusi yang masuk akal perlu dijadikan titik fokus pembelajaran bahkan penilaian. Oleh karena itu, mengingat pentingnya keterampilan berpikir kritis ini, peneliti mencoba untuk memaparkan karakteristik keterampilan berpikir kritis pada pembelajaran Mata Kuliah Fonologi yang dilaksanakan oleh mahasiswa semester II. Karakteristik ini meliputi soal yang digunakan dalam evaluasi pembelajaran dan juga hasil evaluasi yang didapatkan. Dengan demikian, diharapkan dapat menghasilkan gambaran keterampilan berpikir kritis pada pengaplikasian pembelajaran di kelas. Hasil penelitian ini menunjukkan masih rendahnya keterampilan berpikir kritis mahasiswa ketika mengerjakan soal-sal HOTS (Higher Order Thinking Skills). Kata Kunci: berpikir kritis, evaluasi pembelajaran, HOTS Abstract: Nowadays, critical thinking or better known as critical thinking skills is a topic that is often discussed because it is an absolute ability to have in this millennial era. Especially in the field of education, starting from the elementary school level, secondary school, up to the level of higher education. Education is no longer relevant if it still teaches children with a system of memorizing materials so learning only focuses on remembering it. In fact, what is more important is students understand, analyze, evaluate, or even create various kinds of problem solving from various problems that exist in learning materials. Creativity is very important here. Train children to think critically about something and offer solutions that make sense need to be the focal point of learning and even assessment. Therefore, given the importance of this critical thinking skill, the researcher tries to explain the characteristics of critical thinking skills in the learning of Phonology Courses conducted by the second semester students. These characteristics include the questions used in the evaluation of learning and also the evaluation results obtained. Thus, it is expected to produce a picture of critical thinking skills in the application of learning in the classroom. The results of this study indicate that students' critical thinking skills are still low when working on HOTS (Higher Order Thinking Skills) questions. Keywords: critical thinking, evaluation of learning, HOTS
Metode Mnemonic dalam Pembelajaran Menulis Aksara Jawa (Kajian Psikolinguistik Lanjut) Sutriono Hariadi
ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 4 No. 1 (2021): ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/alfabeta.v4i1.1289

Abstract

Pembelajaran bahasa daerah (Jawa) bagi siswa SMP tidak selalu menjadi bidang studi yang mudah diterima dan dipahami. Materi pembelajaran bahasa jawa yang sulit dikuasai siswa salah satunya adalah menulis dengan aksara jawa. Hal-hal yang menyulitkan siswa dalam menulis aksara Java adalah membentuk huruf, membedakan huruf, dan meletakkan huruf tersebut. Oleh karena itu, langkah untuk mengatasi kesulitan siswa adalah menemukan metode pembelajaran menulis aksara Java dengan cepat dan mudah. Metode mnemonik merupakan suatu strategi atau teknik yang dipelajari untuk membantu kinerja memori. Metode mnemonik memiliki berbagai macam teknik. Dalam pembelajaran menulis aksara Java teknik yang dapat digunakan adalah teknik perumpamaan visual dan teknik kategori. Teknik adalah suatu teknik yang didasarkan pada pengelompokan kategori, sedangkan teknik visual adalah teknik membayangkan objek lain.
Ragam Patois Bahasa Keseharian Masyarakat Dusun Wonorejo Blandit Uliyatun Nur Rika; Vrestanti Novalia Santosa; Ari Nugrahani
ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 8 No. 1 (2025): Alfabeta: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/alfabeta.v8i1.1291

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan bentuk ragam patois bahasa keseharian masyarakat Dusun Wonorejo Blandit Barat Singosari; (2) mendeskripsikan proses terjadinya ragam patois bahasa keseharian masyarakat Dusun Wonorejo Blandit Barat Singosari; (3) mendeskripsikan fungsi ragam patois bahasa keseharian masyarakat Dusun Wonorejo Blandit Barat Singosari; (4) mendeskripsikan dampak ragam patois bahasa keseharian masyarakat Dusun Wonorejo Blandit Barat Singosari. Dalam penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Data yang diperoleh dari masyarakat Dusun Wonorejo Blandit Barat Singosari yang berupa percakapan bahasa keseharian masyarakat Dusun Wonorejo Blandit Barat Singosari. Teknik pengumpulan data penelitian ini adalah teknik observasi, simak, catat dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa lembar observasi, tabel korpus data, teknik wawancara dan alat rekam. Hasil penelitian ini (1) bentuk ragam patois yang terdapat di Masyarakat Dusun Wonorejo Blandit Barat Singosari yaitu ditemukan 25 kosakata patois madura, 20 kosakata patois jawa dan 15 kosakata patois Indonesia; (2) proses terjadinya ragam patois di Masyarakat Dusun Wonorejo Blandit Barat Singosari di sebabkan adanya perantauan, perkawinan, masyarakat pendatang, lingkup pendidikan; (3) fungsi ragam patois di Masyarakat Dusun Wonorejo Blandit Barat Singosari memiliki fungsi kata ganti orang kedua tunggal, kata ganti kepemilikan, kata ganti sapaan, kata ganti adjectiva serapan dan kata ganti orang pertama tunggal; (4) dampak ragam patois di Masyarakat Dusun Wonorejo Blandit Barat Singosari memiliki dampak baik karena patois yang dituturkan dapat digunakan saat berkomunikasi yang lebih tua, antar sebaya, antar masyarakat pendatang dan rekan kerja dalam lingkup pendidikan atau sekolah dan antara anak dengan orang tua .
Variasi Makian Bahasa Jawa dalam Film Sambung Hidup sebagai Representasi Keunikan Masyarakat Jawa Arum Rindu Sekar Kasih
ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 4 No. 1 (2021): ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/alfabeta.v4i1.1292

Abstract

Makian adalah suatu ekspresi kebahasaan yang bersifat natural dalam interaksi manusia. Makian digunakan sebagai wujud pelampiasan emosi dalam bentuk bahasa. Dalam bahasa Jawa, terdapat begitu banyak variasi makian yang digunakan oleh masyarakat. Dalam film berjudul Sambung Hidup penggunaan makian cukup mendominasi dalam dialog film sehingga dapat diketahui terdapat berbagai variasi makian di dalam bahasa Jawa. Dengan menggunakan pendekatan sosiolinguistik, makian yang terdapat di dalam dialog film tersebut dapat dideskripsikan. Dari penelitian ini, terdapat tiga unsur penggunaan makian, antara lain makian berdasarkan bentuk, referensi,dan komponen tutur. Berdasarkan bentuk, makian  dapat berupa injeksi, kata, frase, dan kalimat. Kemudian, berdasarkan referensi, makian dapat berupa, misalnya, kelakuan dan sifat negatif, anggota tubuh, dan binatang. Sementara, berdasarkan komponen tutur, munculnya makian dapat merujuk pada tempat dan situasi tutur serta peserta tutur.
Fungsi dan Pelestarian Sastra Lisan Ujub dalam Tradisi Metri di Desa Ringinpitu Lilis Anifiah Zulfa; Rahmawati Mulyaningtyas
ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 8 No. 1 (2025): Alfabeta: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/alfabeta.v8i1.1296

Abstract

Selamatan atau di Ringinpitu lebih dikenal dengan nama metri merupakan sebuah tradisi ritual atau upacara adat Jawa yang dilakukan untuk menunjukkan rasa syukur, permohonan keselamatan, permohonan kesejahteraan, dll. Tradisi metri diwariskan lelulur melalui proses lisan oleh penutur kepada seseorang yang dipercaya. Namun, semakin sedikitnya modin metri dan hanya orang-orang tua saja yang memimpin metri di Desa Ringinpitu bisa menjadi penanda semakin berkurangnya minat generasi muda dalam melestarikan sastra lisan ini. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian kualitatif deskriptif. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data-data tersebut dianalisis dengan cara mereduksi data, menyajikan data, dan menyimpulkan data. Pengujian keabsahan data menggunakan triangulasi sumber data penelitian. Hasil penelitian menunjukkan fungsi religius pada ujub metri adalah kesadaran tentang eksistensi Tuhan Yang Maha Esa, wujud keimanan, serta berupa wujud syukur atas segala kemudahan yang didapatkan dengan mendoakan para lelulur dan Nabi Muhammad, bersyukur, menghormati orang lain, serta menghormati alam. Fungsi sosialnya, yaitu mengajarkan kerukunan, kebersamaan, dan gotong royong dengan berkumpul bersama menyiapkan segala kebutuhan metri, berdoa bersama, dan makan bersama. Fungsi budaya ujub metri, yaitu mengajarkan budaya gotong royong, budaya berterima kasih, dan menghormati warisan leluhur. Tradisi ini dilestarikan secara alamiah karena masyarakat Ringinpitu percaya ujub metri adalah bahasa sakral dan tidak bisa diucapkan sembarang orang dan waktu, bahkan tidak boleh dicatat. Namun, masyarakat percaya bahwa tradisi ini akan tetap lestari.
Analisis Tanda Pada Iklan Layanan Masyarakat Bertema Kesehatan Mental di Channel Youtube TRANS TV dan SCTV Sari, Ningrum; Slamet Triyadi; Sahlan Mujtaba
ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 8 No. 1 (2025): Alfabeta: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/alfabeta.v8i1.1300

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil analisis tanda-tanda yang terdapat dalam tiga iklan layanan masyarakat berjudul Stop Lakukan Ini Terhadap Perempuan, Jauhi Kekerasan! Semua Berhak Mendapat Kasih Sayang, dan Korban Kekerasan Perempuan & Anak Harus Berani Melapor menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Jenis Penelitian ini adalah kualitatif dengan metode deskriptif analisis. Subjek penelitian ini adalah tiga iklan layanan masyarakat berjudul Stop Lakukan Ini Terhadap Perempuan, Jauhi Kekerasan! Semua Berhak Mendapat Kasih Sayang, dan Korban Kekerasan Perempuan & Anak Harus Berani Melapor dengan objek penelitian yakni mengenai tanda-tanda simbolik yang terdapat dalam ketiga iklan layanan masyarakat tersebut. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik baca dan catat. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan Kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku tokoh dalam masing-masing iklan mengandung penand denotatif dan konotif, petanda denotatif dan petanda konotatif yang mengkomunikasikan tanda berisi pesan mengenai tindakan, ucapan, dan tulisan dalam ketiga iklan layanan masyarakat tersebut.
Analisis Kohesi Gramatikal Referensi dalam Rubrik Opini Pada Media Daring Kompas.id dan Mediaindonesia.com Edisi Tahun 2023 Marcella Nuroktavianty; Hendra Setiawan; Imam Muhtarom
ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 8 No. 1 (2025): Alfabeta: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/alfabeta.v8i1.1301

Abstract

Kohesi termasuk ke dalam salah satu syarat keutuhan wacana. Salah satu jenis kohesi yaitu kohesi grmatikal referensi sangat banyak ditemukan dalam berbagai macam artikel. Walaupun demikian, nyatanya masih banyak terjadi kesalahan dalam penggunaan penanda referensial karena kurangnya pengetahuan mengenai jenis dan bentuk penanda kohesi grmatikal referensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan bentuk kohesi gramatikal referensi dalam rubrik opini pada media daring Kompas.id dan mediaindonesia.com. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif untuk menggambarkan analisis dalam bentuk unsur kata dengan sebenarnya tanpa ada yang dilebihkan maupun dikurangi. Teknik Pengumpulan data menggunakan teknik kepustakaan dan simak catat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara keseluruhan, ditemukan 715 data penanda referensial. Referensi berdasarkan tempat acuannya hadir dalam artikel yang dianalisis, baik referensi endofora maupun eksofora. Penjelasan tersebut secara tidak langsung juga menunjukkan bahwa pola pengacuan anafora dan katafora terdapat dalam teks. Referensi berdasarkan bentuk satuan lingual juga muncul dalam bentuk referensi persona, referensi demontratif, maupun referensi komparatif. Akan tetapi, pada referensi persona, hanya hadir dalam bentuk persona pertama dan persona ketiga. Hal ini disebabkan, teks artikel merupakan teks yang menyampaikan gagasan atau opini seseorang mengenai suatu peristiwa berdasarkan pada fakta sehingga acuan yang digunakan hanya mengacu pada dirinya sendiri (persona pertama) dan pada orang yang dibicarakan (persona ketiga). Adapun untuk referensi demonstratif dan referensi komparatif, setiap jenisnya muncul dalam teks artikel yang dianalisis. Kata kunci: Kohesi Gramatikal Referensi, Media daring, Wacana