cover
Contact Name
Kingkin Puput Kinanti
Contact Email
alfabeta@uibu.ac.id
Phone
+62895397008378
Journal Mail Official
alfabeta@uibu.ac.id
Editorial Address
Jl. Citandui no 46 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
ALFABETA
ISSN : 26542587     EISSN : 2654735X     DOI : https://doi.org/10.33503/alfabeta.v8i2
Core Subject :
Alfabeta publishes innovative research findings, original scholarly articles, critical-theoretical reflections, literary studies, written ideas, and conceptual articles from various branches of knowledge that focus on the study of language, literature, and education. Alfabeta welcomes and acknowledges high quality theoretical and empirical original research papers, case studies, review papers, literature reviews, conceptual framework, analytical and simulation models, technical notes about linguistics, literature, and their teaching from researchers, academicians, professionals, practitioners, and students from all over the world.
Arjuna Subject : -
Articles 206 Documents
Penggunaan Bahasa dalam Iklan Minuman di Youtube Ireneus Lyon Yuniman Bagut
ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 2 No. 2 (2019): ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/alfabeta.v2i2.1245

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran objektif tentang penggunaan bahasa dalam iklan minuman di youtube. Sehingga, rumusan masalah dalam penelitian ini, yaitu (1) bagaimana bentuk penggunaan bahasa dalam iklan minuman di youtube? (2) bagaimana fungsi penggunaan bahasa dalam iklan minuman di youtube? dan (3) bagaimana strategi penggunaan bahasa dalam iklan minuman di youtube? Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa kutipan kata, frase, dan kalimat tentang bentuk, fungsi, dan strategi penggunaan bahasa dalam iklan minuman di youtube. Sumber data dalam penelitian ini adalah iklan minuman di youtube. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan dua cara yaitu teknik simak dan teknik catat. Sedangkan, teknik analisis data menggunakan model interaktif.Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh temuan penelitian sebagai berikut. Pertama, bentuk penggunaan bahasa yang terdapat dalam iklan minuman di youtube adalah bentuk asertif dan direktif. Bentuk penggunaan bahasa yang dominan digunakan adalah bentuk asertif. Kedua, Fungsi penggunaan bahasa yang terdapat dalam iklan minuman di youtube adalah untuk menginformasikan, menyarankan, dan meyakinkan. Fungsi penggunaan bahasa yang dominan digunakan adalah berupa menginformasikan. Ketiga, strategi penggunaan bahasa yang terdapat dalam iklan minuman di youtube adalah strategi langsung dan tidak langsung. Strategi penggunaan bahasa yang dominan dipakai pengiklan adalah strategi tidak langsung.
Citra Tokoh Sutik dalam Novel Burung Burung Migran Karya Miranda Harlan dan Sutik AS (Kajian Perspektif Feminisme) Yuliana Fitrianita Kurnia; Harun Ahmad
ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 2 No. 2 (2019): ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/alfabeta.v2i2.1246

Abstract

Novel burung-burung migran diciptakan oleh Miranda Harlan dan Sutik AS mengungkapkan kekuatan perempuan dengan cara dia berurusan dengan betapa sulitnya kehidupan bisa. Karakter sutik yang digambarkan dalam novel ini cocok untuk dilihat dari sudut pandang feministik. Oleh karena itu, studi ini diambil, Selain menjelaskan struktur novel, juga untuk menjelaskan, khususnya, gambaran karakter Sutik dalam novel burung-burung migran dilihat dari sudut pandang feminis. Objek yang dipelajari dari novel ini adalah tentang struktur novel itu sendiri, yang terbagi menjadi tiga elemen; latar belakang, karakterisasi, dan Plot cerita. Namun, karakterisasi Sutik dianalisis melalui tiga aspek yang berbeda, secara fisik, psikologis, dan sosial. Studi literatur burung-burung migran ini menerapkan metode kualitatif deskriptif dengan modus ideologis feministik pendekatan kritikus literatur. Menggunakan sumber bentuk tertulis, diambil dari novel "burung-burung migran" oleh Miranda Harlan dan Sutik AS. Data dikumpulkan melalui sebuah studi literatur dan dianalisis melalui beberapa langkah, yang (a) pemilihan data, (b) identifikasi dan Klasifikasi data, (c) interpretasi data, yang akhirnya berakhir dengan gambar kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur novel, "burung-burung migran", yang dianggap dari latar belakang, memiliki sembilan pengaturan tempat, delapan pengaturan waktu, dan lima pengaturan sosial. Ini memiliki sepuluh karakter, yang menonjol dalam cerita, juga memiliki 55 karakter lain. Dianggap dari plotting, ia menggunakan kembali-dan-sebagainya aliran ide, yang memiliki empat klimaks dari berbagai tahap. Namun, citra karakter Sutik dibagi menjadi tiga aspek yang berbeda, mereka adalah salah satu aspek fisik, lima aspek psikologis, dan aspek sosialnya terbagi menjadi tiga aspek dalam keluarga dan tiga orang lainnya dalam masyarakat. Saran saya adalah bahwa studi lain perlu dilakukan terhadap novel ini, dari perspektif gynocritics feministis. Selain itu, dalam rangka mencapai hasil terbaik dalam melakukan studi literatur feminis, pilihan yang tepat dari sumber data adalah suatu keharusan.
Perempuan yang Ingin Jadi Perempuan Psikoanalisis Tokoh Perempuan Novel Tarian Bumi Karya Oka Rusmini Pitaya Rahmadi
ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 2 No. 2 (2019): ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/alfabeta.v2i2.1247

Abstract

Kesetaraan antara laki-laki dan perempuan dalam berbagai dimensi kehidupan adalah impian perempuan. Perempuan ialah hak. Perempuan memiliki hak untuk melakukan juga apa yang dilakukan laki-laki. Perempuan adalah sebuah kebebasan yang selalu diperjuangkan karena dianggap masih terpenjarakan. Tulisan ini adalah sebuah kajian tokoh perempuan dalam novel Tarian Bumi karya Oka Rusmini. Perempuanperempuan yang digambarkan oleh Oka Rusmini tidak hanya menjadi sebuah satir yang keras terhadap kehidupan dan sistem budaya laki-laki Bali. Dunia perempuan dalam Tarian Bumi dicitrakan sebagai sosok-sosok yang begitu kuat, gelisah, mandiri, dan pemberontak. Tulisan ini juga bertujuan menjelaskan pembelajaran karakter perempuan (Luh Sekar, Telaga, dan Sagra Pidada) yang berjuang melawan derasnya tekanan adat yang mesti dijalani dengan segala keterbatasan gender, kasta, dan interaksi masyarakat. Perjuangan tokoh perempuan sebagai second sex untuk bertahan hidup dengan segala eksistensi menyuarakan keinginannya. Analisis kualitatif deskripti ini menggunakan perspektif psikoanalisis Sigmund Freud dan metode karakterisasi tokoh.
Literasi Digital: Kontribusi dan Tantangan dalam Keterampilan Menulis Jonter Pandapotan Sitorus
ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 2 No. 2 (2019): ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/alfabeta.v2i2.1248

Abstract

Kajian literasi semakin sering dibicarakan khususnya literasi digital yang sering juga dikaitkan dengan keterampilan menulis. hal itu karena sejatinya menulis adalah suatu usaha untuk menuangkan ide atau sebuah gagasan kepada orang lain. Penuangan ide itu tidak terlepas dari kemampuan seseorang dalam menulis yang harus mempertimbangkan integritas dalam tulisannya. Namun, di tengah-tengah perkembangan teknologi dan informasi saat ini, kegiatan menulis justru memberikan kontribusi dan sekaligus tantangan bagi para calon penulis. Kontribusi yang dimaksud utamanya menyediakan sumber-sumber yang dapat memperkaya ide dalam penulisan. Sebaliknya, tantangan yang dimaksud dapat berupa (1) iidak ada niat atau gairah menulis, (2) ada niat, tetapi selalu merasa tidak tepat waktunya untuk menulis, (3) merasa tidak tahu apa yang akan ditulis (tataran ide), (4) takut salah, merasa tidak bermutu (tataran teknis dan konten), (5) pengaruh perhatian terhadap hal-hal yang tidak produktif, (6) tidak dapat memanfaatkan teknologi secara tepat guna.Khususnya jika tulisan itu berkategori tulisan karya ilmiah. Oleh karena itu, calon penulis harus diperkenalkan bagaimana menggunakan konsep literasi digital dalam mengembangkan ide-ide dalam tulisan yang sekaligus mengajarkan mereka untuk mampu menghasilkan tulisan-tulisan yang bermanfaat bagi para pembacanya melalui penentuan sitasi yang tepat.
Implementasi Asesmen Diagnostik Non Kognitif dalam Meningkatkan Keterampilan Pembelajaran Bahasa Indonesia pada Siswa SMP Lily Anvionita; Rustam; Sophia Rahmawati
ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 8 No. 1 (2025): Alfabeta: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/alfabeta.v8i1.1270

Abstract

Kurikulum Merdeka memiliki berbagai komponen dan terdapat beberapa istilah baru di dalam penerapannya. Asesmen diagnostik menjadi salah satu komponen yang diterapkan dan Penggunaan asesmen diagnostik ini tidakterlepas dari proses pembelajaran Bahasa Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah (1) Mengetahui proses implementasi asesmen diagnostik non kognitif dalam meningkatkan keterampilan pembelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas VII dan (2) Mengetahui efektivitas asesmen diagnostik non kognitif dalam meningkatkan keterampilan Bahasa Indonesia siswa kelas VII. Penelitian ini dilaksanakan di SMPN 7 Kota Jambi yang berlokasi di Jl. Jend. A. Thalib, RT. 26 Kec. Telanaipura, Kota Jambi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Data penelitian yaitu asesmen diagnostik non kognitif berupa gaya belajar (visual, audiotori, dan kinestetik). Hasil penelitian menunjukkan terdapat 14 siswa memiliki gaya belajar visual, 8 siswa memiliki gaya belajar audiotori, dan 10 siswa memiliki gaya belajar kinestetik. Adapun teknik analisis data mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil asesmen diagnostik non kognitif kemudian direlevansikan sebagai peningkatan keterampilan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia.
Arketipe Kepribadian Tokoh Suryani Dalam Novel Penyalin Cahaya Karya Lucia Priandarini Kajian Psikologi Sastra Faqih, Abdul Faqih Arrosyid; Sukirno; Kurnia Rachmawati
ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 8 No. 2 (2025): ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/alfabeta.v8i2.1273

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepribadian tokoh utama dalam novel Penyalin Cahaya karya Lucia Priandarini dengan menggunakan pendekatan psikoanalisis Carl Gustav Jung. Penelitian ini mengidentifikasi arketipe yang terkait dengan kepribadian tokoh Suryani dan bagaimana pengalaman traumatisnya membentuk kepribadian seperti aspek-aspek self, shadow, anima dan animus yang dapat membantu dalam memahami bagaimana karakter menghadapi dan mengatasi trauma serta tekanan sosial. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi teknik pustaka, observasi, dan pencatatan. Data dalam penelitian ini berupa kalimat dan kutipan-kutipan teks yang terdapat dalam novel Penyalin Cahaya karya Lucia Priandarini. Metode analisis data dimulai dengan mengklasifikasi data yang telah terkumpul, kemudian disusun secara sistematis dengan mempertimbangkan unsur-unsur teori. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Suryani menampilkan persona sebagai strategi menyesuaikan diri dengan tekanan sosial, memperlihatkan sisi shadow berupa emosi agresif dan keinginan tersembunyi, serta mengekspresikan animu melalui keberanian dan kemampuan teknis. Temuan tersebut menyimpulkan bahwa keempat arketipe saling berkaitan dalam membentuk kepribadian kompleks tokoh Suryani, sehingga penelitian ini memberikan kontribusi pada kajian psikologi sastra dengan menegaskan relevansi teori Jung dalam menganalisis trauma dan identits tokoh perempuan dalam karya saastra modern Indonesia.    
ANALISIS PERBEDAAN REDUPLIKASI DIALEK RAHONG DAN DIALEK KOLANG DALAM BAHASA MANGGARAI PROPINSI NUSA TENGGARA TIMUR Jer, Fransiskus Mariano
ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 3 No. 1 (2020): ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/alfabeta.v3i1.1274

Abstract

Reduplikasi adalah perulangan suatu bentuk dasar yang menghasilkan bentuk baru, yaitu kata ulang. Dialek Rahong adalah variasi bahasa yang digunakan oleh masyarakat Rahong manggarai bagian Tengah. Dialek Kolang adalah variasi bahasa yang digunakan oleh masyarakat Kolang Manggarai Barat bagian Timur. Dalam dialek Rahong disebut juga dialek murni atau biasa disebut monodialek, akan tetapi dalam dialek Kolang mempunyai perubahahan dari segi fonologi atau biasa disebut dialek SH, CS, dan GH. Dalam penelitian ini, peneliti tertarik meneliti dua hal yaitu (1) Bentuk reduplikasi dialek Rahong. (2) Bentuk reduplikasi dialek Kolang. (3) Bentuk perbedaan reduplikasi dialek Rahong dan dialek Kolang. Penelitian ini merupakan penelitian jenis kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif, yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata yang tertulis atau lisan orang lain dan perilaku yang dapat diamati. Penelitian ini memaparkan tentang Reduplikasi dilek Rahong dan Reduplikasi dialek Kolang yang dianalisis dengan menggunakan teori Reduplikas. Hasil dari penelitian ini adalah berupa reduplikasi fonologis dan reduplikasi sintaksis serta perbedaan reduplikasi antara reduplikasi dialek Rahong dan reduplikasi dialek Kolang baik fonologis maupun sintaksis dalam bahasa Manggarai Propinsi Nusa Tengara Timur.
Nilai Kepahlawanan dalam Serat Kridhawasita (Kajian Filologi) Andina, Vironika Diya; Sugiharto; Imamudin
ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 3 No. 1 (2020): ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/alfabeta.v3i1.1275

Abstract

Serat Kridhawasita diperoleh oleh penulis dari studi pustaka pada katalog Yayasan Sastra Lestari Surakarta dengan nomor katalog 1196. Serat Kridhawasita oleh pengarang disajikan dalam bentuk tembang jawa (Macapat) yang terdiri atas sembilan pupuh tembang. Nilai-nilai yang diajarkan dalam Serat Kridhawasita tuntunan bagi kehidupan manusia agar didalam menjalani kehidupan hendaknya selaras antara yang lahir dan yang batin. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendiskripsikan langkah-langkah kerja filologi dan nilai-nilai kepahlawanan yang terkandung dalam Serat Kridhawasita. Didalam penelitian ini langkah-langkah kerja filologi digunakan untuk memaparkan mengenai deskripsi naskah, transliterasi dan terjemahan teks, suntingan teks, dan analisis isi teks yang dikaji dengan menggunakan 7 indikator nilai kepahlawanan yang dikemukakan oleh Hartono Laras, yaitu : rela berkorban, ikhlas, cinta tanah air, percaya pada kemampuan diri sendiri, tanpa pamrih, pantang menyerah dan perbuatan yang didasari ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Hasil analisis nilai kepahlawanan yang dilakukan pada penelitian memperoleh kesimpulan bahawa terdapat 6 indikator nilai kepahlawanan yang terdapat dalam Serat Kridhawasita yang terdapat dalam 9 pupuh tembang. Sedangkan langkah-langkah kerja filologi sesuai jika digunakan untuk mengkaji Serat Kridhawasita yang merupakan jenis naskah lama.
PENGGUNAAN KAIDAH BAHASA INDONESIA DALAM PENULISAN SKRIPSI MAHASISWA FAKULTAS ILMU BUDAYA UNIVERSITAS BRAWIJAYA Warsiman
ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 3 No. 1 (2020): ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/alfabeta.v3i1.1276

Abstract

The use of Indonesian rules in writing student thesis is very important, but in some cases errors are still found. The omission of errors that will continue to have a negative impact on the quality of thesis/scientific work of students, and can further reduce the authority of the institution. This is the basis of this research. The research method used is descriptive qualitative research. The results showed that the misuse of Indonesian rules usage in the thesis writing of the Faculty of Cultural Sciences, University of Brawijaya Malang was relatively high. Therefore, there needs to be an effort from the leadership to follow up these findings by paying attention to the lecturer’s competencies of Indonesian general subjects lecturer, both through increasing hours of study and providing courses for final semester students.
PENGUASAAN BAHASA DALAM KOMUNIKASI LISAN ANAK AUTIS DI UPT PENDIDIKAN ABK MALANG Kurniasari, Lidia; Endang Sumarti
ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 3 No. 1 (2020): ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/alfabeta.v3i1.1277

Abstract

Tujuan penelitian ini, untuk mengetahui jenis kata, frasa, dan kalimat yang dikuasai oleh anak-anak autis di UPT Pendidikan ABK Malang. Kata, frasa, dan kalimat yang dikuasai oleh anak-anak autis dikelompokkan berdasarkan jenis sesuai dengan ciri-cirinya. Rumusan masalah penelitian ini: penguasaan kata, frasa, dan kalimat, serta fungsi dari kata, frasa, dan kalimat yang diucapkan oleh anak-anak autis dalam komunikasinya secara lisan. Jenis kata yang diteliti adalah kata benda, kerja, sifat, dan bilangan. Jenis frasa yang diteliti adalah frasa nomina, verba, dan adjektiva. Jenis kalimat yang diteliti adalah kalimat pernyataan, pertanyaan, dan perintah. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Data yang diperoleh dari observasi, rekaman, dan dokumen kegiatan anak autis di sekolah dan luar sekolah berupa data lisan, kemudian diubah menjadi data tulisan melalui proses transkripsi. Hasil dari penelitian ini: (1) subjek penelitian lebih menguasai kata benda dengan jumlah kata yang diucapkan sebanyak 32 kata, (2) jenis frasa yang lebih dikuasai adalah frasa nomina dengan jumlah frasanya sebanyak 10 frasa, (3) jenis kalimat yang lebih dikuasai oleh subjek penelitian adalah kalimat pernyataan dengan jumlah kalimat sebanyak 24 kalimat, dan (4) fungsi bahasa yang paling dominan dalam pengucapan kata, frasa, dan kalimat adalah fungsi informatif, atau fungsi untuk memberitahukan sesuatu yang diketahuinya.