cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jppt@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Marine Research
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 24077690     DOI : 10.14710/jmr.v9i4.28340
Core Subject : Science,
The Journal of Tropical Fisheries Management is managed by the Department of Water Resource Management, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Bogor Agricultural University aims to publish the results of basic, applied research in the scope of fisheries resources, fish stock studies, and population dynamics, fish biodiversity, fisheries technology, industrialization and fish trade, fisheries management, and fisheries development policies in the tropics, especially Indonesia. The scope of the area includes: Marine Fisheries Coastal Fisheries Inland Fisheries The focus and scope of this publication are expected to contribute thoughts for the government to strengthen the science of fisheries management
Arjuna Subject : -
Articles 825 Documents
Analisis Anomali Kenaikan Muka Air Laut Perairan Selatan Utara Jawa Tahun 1993-2022 Yiyi Muhidin Sarip Hamdani; Ayang Armelita Rosalia; Suaydhi Suaydhi
Journal of Marine Research Vol 14, No 3 (2025): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v14i3.49027

Abstract

Fluktuasi muka air laut dan hubungan antara SOI dengan SLA di wilayah pesisir Indonesia, khususnya di perairan utara selatan Jawa, selama periode 1993-2022 menjadi fokus utama dalam penelitian ini. Masalah yang diangkat adalah bagaimana fluktuasi SLA di pengaruhi oleh fenomena iklim, seperti El Niño dan La Niña, serta hubungan dengan SOI di wilayah tersebut. Penelitian ini menggunakan data satelit altimetri dan pendekatan statistik untuk mengevaluasi korelasi antara SLA dan SOI. Hasil penelitian menunjukkan fluktuasi SLA lebih ektrem di perairan selatan Jawa, dengan tren penurunan SLA tahunan di Pangandaran (-8,70 cm/tahun) dan Yogyakarta (-11,61 cm/tahun), sedangkan di Jakarta dan Semarang terdapat tren kenaikan SLA masing-masing sebesar 4,33 cm/tahun dan 1,08 cm/tahun. Fenomena El Niño menyebabkan penurunan SLA, terutama di perairan selatan Jawa, sedangkan La Niña meningkatkan SLA di seluruh lokasi yang diteliti. Korelasi antara SOI dan SLA bervariasi, dengan nilai korelasi 0,44 di Pangandaran; 0,43 di Yogyakarta; 0,32 di Jakarta dan 0,30 di Semarang. Signifikansi stastistika dari hubungan ini menunjukkan p-value sebesar 0,00 yang berarti hubungan antara SOI dan SLA tidak terjadi secara kebetulan.
Hubungan Kerapatan Mangrove dengan Kelimpahan Gastropoda di Muara Sungai Dusun Tapak, Semarang Ardhan Khanza Adhirajasa; Munasik Munasik; Retno Hartati
Journal of Marine Research Vol 14, No 1 (2025): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v14i1.43254

Abstract

Ekosistem mangrove merupakan suatu ekosistem estuari yang memiliki peran penting bagi kelangsungan gastropoda. Gastropoda merupakan biota bertubuh lunak yang memiliki cangkang di luar tubuhnya sebagai tempat berlindung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis dan kelimpahan Gastropoda, kerapatan mangrove, serta hubungan kerapatan mangrove dengan kelimpahan Gastropoda di muara sungai kawasan hutan mangrove Dusun Tapak. Penelitian dilaksanakan di muara sungai Dusun Tapak, Semarang pada bulan November – Desember 2023. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Terdapat 3 stasiun pengamatan berukuran 50 x 10 meter, dan tiap stasiun dibagi menjadi 3 sub plot berukuran 10 x 10 meter. Pengambilan parameter perairan dilakukan secara in situ dan analisis bahan organik dilakukan pada Lab. Biologi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 10 spesies gastropoda dari 4 famili berbeda yaitu famili Potamididae, Assiminidae, Ellobiidae, dan Litorinidae, dengan nilai kelimpahan berkisar antara 0,62–7,6 ind/m². Hasil kerapatan mangrove di muara sungai hutan mangrove Dusun Tapak termasuk dalam kategori padat. Hubungan kerapatan mangrove dengan kelimpahan Gastropoda menunjukkan hasil yang berbanding lurus, dengan korelasi positif dan sangat kuat. Kualitas perairan di muara sungai Dusun Tapak menunjukkan hasil yang masih dapat ditoleransi oleh mangrove dan Gastropoda. Perolehan kandungan bahan organik berkisar antara 4,37 – 11,63% dengan kategori sedang hingga tinggi. Tipe substrat pada ketiga stasiun termasuk dalam kategori lumpur dan lumpur berpasir. Berdasarkan penelitian ini, disimpulkan bahwa kerapatan mangrove dan kelimpahan Gastropoda saling berpengaruh, di mana semakin tinggi nilai kerapatan mangrove maka semakin tinggi juga nilai kelimpahan Gastropoda.
Keanekaragaman Jenis Mangrove Di Tapak, Kelurahan Tugurejo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang Shahwatul Majid; Nirwani Soenardjo; Suryono Suryono
Journal of Marine Research Vol 14, No 4 (2025): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v14i4.44115

Abstract

Ekosistem Mangrove merupakan suatu ekosistem yang berada di wilayah pesisir dipengaruhi oleh pasang surut air laut. Kondisi ekosistem mangrove di Tapak mengalami penurunan keanekaragaman. Meningkatnya aktivitas manusia (antropogenik) dan peningkatan tekanan faktor kemis, fisis dan biologis dapat mempengaruhi kondisi keanekaragaman mangove. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui keanekaragaman mangrove dan kualitas lingkungan serta hubungannya terhadap keanekaragaman mangrove pada ekosistem mangrove di Tapak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode survei. Penelitian dilaksanakan pada wilayah ekosistem mangrove di Tapak, Kelurahan Tugurejo pada Februari 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 4 famili dengan total 7 spesies mangrove yaitu Rhizophora mucronata, Rhizophora stylosa, Rhizophora apiculata, Bruguiera gymnorrhiza, Avicennia marina, Sesivium portucalastrum dan Terminalia cattapa. Indeks keanekaragaman (H') mangrove berkisar antara 0,06 – 0,68 termasuk kategori rendah. Jenis mangrove yang menunjukkan mayoritas adalah Rhizophora mucronata dan Avicennia marina. Tipe substrat pada lokasi penelitian termasuk dalam kategori pasir berlumpur dan berlumpur. Kualitas lingkungan menunjukkan tidak memiliki pengaruh secara nyata terhadap keanekaragaman mangrove. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa kondisi Keanekaragaman mangrove Tapak Kelurahan Tugurejo termasuk dalam kategori sedang hingga tertekan.
Kondisi Kesehatan Mangrove dan Stok Karbon Biomassa di Area Bontang Mangrove Park Rahmawani Rahmawani; Mohammad Sumiran Paputungan; Dewi Embong Bulan
Journal of Marine Research Vol 14, No 2 (2025): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v14i2.46545

Abstract

Kajian terkini mangrove di Mangrove Bontang Park terbatas pada kajian perubahan luasan area mangrove, namun belum menghitung nilai stok karbon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui stok karbon yang tersimpan di biomassa mangrove di lokasi tersebut dan menganalisis hubungannya dengan sebaran tingkat kesehatan mangrove. Pengambilan data dilakukan di pada bulan Februari 2023. Sebaran zona penelitian berdasarkan model sebaran indeks kesehatan mangrove menggunakan data citra Sentinel-2A yang dibagi menjadi 3 zona yaitu Zona Excellent, Zona Moderate, dan Zona Poor. Data lapangan yang diambil antara lain jumlah tegakan, persentasi tutupan kanopi dan diameter batang pohon. Aplikasi MonMang 2.0 digunakan dalam mengukur tingkat kesehatan mangrove secara langsung di lapangan. Stok karbon pada biomassa mangrove dihitung menggunakan persamaan alometrik biomassa mangrove dan faktor konversi biomassa-karbon. Hasil validasi indeks kesehatan mangrove menggunakan MonMang 2.0 menunjukkan bahwa tingkat kesehatan mangrove di lokasi penelitian termasuk dalam kategori cukup baik. Stok karbon pada biomassa atas (AGB) diestimasi sebesar 180,74 MgC/ha dan stok karbon biomassa bawah memiliki rata-rata 102,29 MgC/ha dengan total 283,04 MgC/ha. Hasil analisis data menunjukkan tidak terdapat hubungan signigikan antara stok karbon pada biomassa mangrove dan indeks kesehatan mangrove. The recent study of mangroves in Bontang Mangrove Park was limited in studying changes in mangrove area, but the carbon stocks were not quantify. This research aimed to estimate the carbon stock stored in mangrove biomass and to analyze its relationship with the mangrove health distribution in there. The distribution of research zones were based on the mangrove health index distribution model by using Sentinel-2A image data. The model result divided into 3 zones that were Excellent Zone, Moderate Zone and Poor Zone. Field data collection was done in February 2023. Data collection included the number of stands, canopy cover and diameter at breast height. The MonMang 2.0 application was used to measure the health level of mangroves, directly in the field. Carbon stock in mangrove biomass was calculated by using the mangrove biomass allometric equation and the biomass-carbon conversion factor. The validation results of the mangrove health index using MonMang 2.0 showed that the level of mangrove health at the research location was moderate. Carbon stock in above-ground biomass (AGB) estimated at 180.74 MgC/ha and below-ground biomass was 102.29 MgC/ha with a total carbon stock was at 283.04 MgC/ha. No significant relationship was found between carbon stocks in mangrove biomass and the mangrove health index.
Persentase Tutupan Makroalga Pada Ekosistem Padang Lamun Pantai Prawean Dan Pantai Marina, Kabupaten Jepara Revina Pramudia Lestari; Ita Riniatsih; Gunawan Widi Santosa
Journal of Marine Research Vol 14, No 4 (2025): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v14i4.49117

Abstract

Makroalga merupakan tumbuhan tingkat rendah yang hidup ditemui pada daerah vegetasi lamun. Manfaat makroalga di kawasan padang lamun dapat memberikan sumbangan nutrisi bagi kehidupan lamun dan kehidupan biota.  Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui jenis makroalga, persentase tutupan lamun dan makroalga, nilai parameter perairan dan kandungan nitrat fosfat. Data persentase penutupan makroalga diambil menggunakan metode transek kuadran 50 x 50 cm² yang mengacu pada buku panduan monitoring padang lamun dari LIPI. Hasil penelitian ditemukan jenis makroalga Padina australis, Dictyota dichotoma, Halimeda opuntia, Udotea sp., dan Ampiroa rigida. Nilai persentase tutupan makroalga pada Pantai Prawean sebesar 18,93% dan Pantai Marina sebesar 8,71%. Hasil nilai persentase tutupan lamun pada pantai prawean sebesar 45,83% dan Pantai Marina sebesar 30,06% dengan nilai dominasi jenis tertinggi pada jenis T. hemprichii sebesar 21,33% pada Pantai Prawean dan jenis O.serrulata sebesar 13,34% pada Pantai Marina. Substrat pada kedua lokasi didominasi oleh pasir. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 Tentang Baku Mutu Air Laut, secara keseluruhan hasil nilai parameter lingkungan masih tergolong optimal. Hasil nitrat dan fosfat perairan cukup tinggi karena melebihi baku mutu yang ditetapkan.  
Kontaminasi Mikroplastik Pada Ikan Bandeng (Chanos chanos) Dari Muara Sungai Banjir Kanal Timur, Semarang Clara Vania; Ali Ridlo; Bambang Yulianto
Journal of Marine Research Vol 15, No 1 (2026): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v15i1.49646

Abstract

Mikroplastik merupakan partikel plastik berukuran kurang dari 5 mm yang berasal dari fragmentasi plastik makro akibat proses degradasi fisik, kimia, dan biologis. Paparan mikroplastik pada ikan dapat menyebabkan gangguan fisiologis serta berpotensi menimbulkan risiko bioakumulasi dalam rantai makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kontaminasi mikroplastik pada ikan bandeng (Chanos chanos) yang diperoleh dari Muara Sungai Banjir Kanal Timur, Semarang, dengan menganalisis jumlah, bentuk, ukuran, dan warna mikroplastik yang ditemukan. Analisis dilakukan melalui ekstraksi dan identifikasi mikroplastik yang terakumulasi dalam saluran pencernaan dan insang ikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mikroplastik terdeteksi di seluruh sampel ikan, dengan konsentrasi lebih tinggi pada saluran pencernaan (89,22 partikel/individu) dibandingkan insang (71,11 partikel/individu). Bentuk mikroplastik yang dominan adalah fragmen, diikuti oleh fiber, pelet, dan film, dengan variasi warna meliputi hitam, merah, cokelat, biru, hijau, kuning, oranye, ungu, putih, dan transparan. Temuan ini mengindikasikan tingginya tingkat paparan mikroplastik pada ikan bandeng yang berasal dari perairan yang tercemar, yang berpotensi memengaruhi kesehatan biota perairan serta menimbulkan risiko transfer mikroplastik ke manusia melalui konsumsi ikan Microplastics are plastic particles smaller than 5 mm, resulting from macroplastic fragmentation due to physical, chemical, and biological degradation. Exposure to microplastics in fish can cause physiological disturbances and pose a potential bioaccumulation risk in the food chain. This study aims to examine microplastic contamination in milkfish (Chanos chanos) obtained from the estuary of the Banjir Kanal Timur River, Semarang, by analyzing the quantity, shape, size, and color of microplastics present. Microplastics were extracted and identified from the fish’s digestive tract and gills. The results showed that microplastics were detected in all fish samples, with higher concentrations in the digestive tract (89.22 particles/individual) than in the gills (71.11 particles/individual). The dominant microplastic forms were fragments, followed by fibers, pellets, and films, with color variations including black, red, brown, blue, green, yellow, orange, purple, white, and transparent. These findings indicate a high level of microplastic exposure in milkfish from a contaminated estuary, which may impact aquatic biota health and pose a potential risk of microplastic transfer to humans through fish consumption.
Studi Analisis Nitrat, Fosfat dan Amonia Muara Sungai di Pesisir Teluk Banten, Banten Rido Dermawan; Agung Setyo Sasongko; Yulda Yulda
Journal of Marine Research Vol 15, No 1 (2026): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v15i1.52743

Abstract

Muara sungai sebagai kawasan estuari memainkan peranan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir, namun aktivitas antropogenik seperti pertanian, industri, dan pemukiman di sekitar Teluk Banten telah meningkatkan tekanan lingkungan yang menyebabkan pencemaran bahan organik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsentrasi nitrat, fosfat, dan amonia sebagai indikator kualitas air di tiga muara sungai di pesisir Teluk Banten. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling, dan parameter fisik-kimia diuji menggunakan metode spektrofotometri serta instrumen laboratorium standar. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata kandungan nitrat berada dalam kategori mesotrofik 2,71 mg/L, fosfat berada di atas baku mutu (>0,28 mg/L), dan amonia masih di bawah ambang batas (0,06-0,07 mg/L). Faktor lingkungan seperti suhu, pH, salinitas, oksigen terlarut, dan total padatan terlarut juga diamati untuk menentukan hubungan terhadap konsentrasi bahan organik. Hasil pengamatan   parameter fisik-kimia di tiga stasiun pengamatan menunjukkan bahwa suhu berada dalam kisaran normal yakni 28,83 °C, masih sesuai dengan baku mutu. Nilai pH relatif netral dengan rata-rata 7,65. Salinitas tercatat fluktuatif dengan rata-rata 25 ppt, di bawah baku mutu laut normal. Kandungan oksigen terlarut (DO) tergolong rendah yaitu 3,2 mg/L, berada di bawah ambang batas baku mutu (>5 mg/L), yang mengindikasikan kondisi perairan cenderung tercemar. Total Dissolved Solids (TDS) menunjukkan rata-rata 35,7 ppm tanpa acuan baku mutu spesifik, namun masih berada dalam kisaran umum perairan pesisir. Hasil penelitian menunjukkan indikasi eutrofikasi dan pencemaran sedang akibat tingginya masukan limbah domestik dan pertanian, yang dapat mengancam keberlangsungan biota perairan di sekitar Teluk Banten. River mouths, as estuarine areas, play an important role in maintaining the balance of coastal ecosystems, but anthropogenic activities such as agriculture, industry, and settlements around Banten Bay have increased environmental pressure, leading to organic material pollution. This study aims to analyze the concentration of nitrate, phosphate, and ammonia as indicators of water quality in three river estuaries along the coast of Banten Bay. Sampling was conducted using purposive sampling, and the physicochemical parameters were tested using spectrophotometry methods and standard laboratory instruments. The results show that the average nitrate content falls within the mesotrophic category 2.71 mg/L, phosphate levels are above the quality standard (>0.28 mg/L), and ammonia remains below the threshold (0.06-0.07 mg/L). Environmental factors such as temperature, pH, salinity, dissolved oxygen, and total dissolved solids were also observed to determine their relationship with organic material concentration. The results of the observation of physicochemical parameters at three observation stations show that the temperature is within the normal range, namely 28.83 °C, still in accordance with the quality standards. The pH value is relatively neutral with an average of 7.65. Salinity was recorded as fluctuating with an average of 25 ppt, below the normal marine water quality standards. The dissolved oxygen (DO) content is classified as low at 3.2 mg/L, below the standard quality threshold (>5 mg/L), indicating that the water conditions tend to be polluted. Total Dissolved Solids (TDS) showed an average of 35.7 ppm without a specific quality standard reference, but still within the general range of coastal waters. The results of the study indicate eutrophication and moderate pollution due to high levels of domestic and agricultural waste, which could threaten the sustainability of aquatic biota around Banten Bay. 
Mangrove Health Index di Kawasan Mangrove Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak Twiki Husnu Indrazora; Adi Santoso; Nirwani Soenardjo
Journal of Marine Research Vol 13, No 4 (2024): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v13i4.43270

Abstract

Ekosistem mangrove merupakan vegetasi yang dapat tumbuh dipengaruhi oleh pasang surut air laut. Keberadaan mangrove memiliki peran utama sebagai nilai ekologis, fisik, dan ekonomis yang tinggi, namun jika tidak dikelola dengan bijak, mangrove sangat rentan dengan kerusakan. Ekosistem mangrove di sekitar pantai utara jawa merupakan salah satu ekosistem mangrove yang mengalami degradasi. Pengelolaan kawasan hutan mangrove diperlukan agar hutan mangrove tetap lestari dan dapat bermanfaat bagi masyarakat hingga masa yang akan datang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui indeks kesehatan mangrove di kawasan hutan mangrove Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2023. Lokasi pengamatan terbagi menjadi 2 stasiun. Pada Stasiun 1 didominasi mangrove dengan jenis Rhizophora mucronata sedangkan pada Stasiun 2 ditemukan mangrove dengan jenis Rhizophora mucronata dan Avicennia marina. Data yang digunakan dalam dasar pengelolaan kawasan hutan mangrove dapat berasal dari menghitung Mangrove Health Index (MHI). Data yang digunakan meliputi diameter rata-rata batang, kerapatan anakan, tutupan kanopi mangrove, dan parameter perairan (suhu, pH, dan salinitas). Metode penelitian yang digunakan adalah metode observasi dengan pengamatan secara langsung disertai dengan analisis dan penyajian data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak memiliki kategori Mangrove Health Index (MHI) moderate dengan rata-rata nilai 54,25%. The mangrove ecosystem is vegetation that can grow under the influence of sea tides. The existence of mangroves has a major role as high ecological, physical and economic value, but if not managed wisely, mangroves are very vulnerable to damage. The mangrove ecosystem around the north coast of Java is one of the mangrove ecosystems that is experiencing degradation. Management of mangrove forest areas is necessary so that mangrove forests remain sustainable and can be useful for the community in the future. The aim of this research is to determine the mangrove health index in the mangrove forest area of Bedono Village, Sayung District, Demak Regency. This research was carried out in November 2023. The observation location was divided into 2 stations. At Station 1, mangroves are dominated by the Rhizophora mucronata type, while at Station 2, mangroves are found with the Rhizophora mucronata and Avicennia marina types. The data used in basic management of mangrove forest areas can come from calculating the Mangrove Health Index (MHI). The data used include average stem diameter, tiller density, mangrove canopy cover, and water parameters (temperature, pH, and salinity). The research method used is the observation method with direct observation accompanied by analysis and presentation of data. The research results show that Bedono Village, Sayung District, Demak Regency has a moderate Mangrove Health Index (MHI) category with an average value of 54.25%.
Analisis Spasial Perubahan Luas Mangrove Berbasis Citra Sentinel-2A di Delta Upang, Kabupaten Banyuasin Akhmad Tri Prasetyo; Hartoni Hartoni; Ikhlasul Amal; Risnita Tri Utami
Journal of Marine Research Vol 14, No 3 (2025): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v14i3.53021

Abstract

Delta Upang merupakan kawasan ekosistem mangrove yang mengalami perubahan signifikan akibat perluasan sektor perkebunan serta pertanian. Pengembangan algoritma untuk mendeteksi keberadaan mangrove terus dilakukan guna membedakannya dari vegetasi daratan. Penelitian ini menganalisis perubahan luasan mangrove di Delta Upang dengan memanfaatkan kombinasi algoritma NDVI dan NDMI. Analisis dilakukan menggunakan citra Sentinel-2A tahun 2016, 2020, dan 2024. Titik klasifikasi dipilih secara sistematis dengan interval 200 meter untuk keperluan validasi. Sebanyak 6581 titik klasifikasi divalidasi terhadap citra google earth dan dihitung tingkat akurasinya menggunakan matiks confusion. Hasil kombinasi NDVI dan NDMI terbukti cukup efektif dalam memetakan vegetasi mangrove, dengan akurasi mencapai PA 90%, UA 96,92%, OA 96,2%, dan F1 93,33%. Luas area mangrove mengalami penurunan di seluruh desa yang berada di Delta Upang. Penurunan tersebut disebabkan oleh alih fungsi lahan menjadi area perkebunan. Tahun 2016 tercatat luas mangrove sebesar 2.857 hektar, berkurang menjadi 1.543 hektar pada 2020, dan terus menyusut hingga 1.013 hektar di tahun 2024. Desa Upang Makmur dan Sungsang IV menunjukkan penurunan luasan mangrove paling besar sepanjang periode pengamatan. Desa Sungai Semut tercatat mengalami laju degradasi mangrove paling tinggi selama periode yang sama. Sebaliknya, Desa Muara Baru dan Desa Tanjung Baru mengalami degradasi mangrove relatif rendah dibandingkan desa lainnya. Upaya restorasi lahan mangrove perlu dilakukan untuk mencegah tren penurunan lahan mangrove di Delta Upang kedepannya.
Efektivitas Penempatan Apo (Alat Pemecah Ombak) Dalam Upaya Mendukung Pertumbuhan Mangrove (Rizophora sp.) yang Optimal Di Desa Cigorondong Muhammad Rizqi Wirawan; Ginanjar Pratama; Desy Aryani; Adi Susanto; Muta Ali Khalifa; Erik Munandar; Hery Sutrawan Nurdin; Hendrawan Syafrie
Journal of Marine Research Vol 14, No 1 (2025): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v14i1.48031

Abstract

Mangrove merupakan tanaman yang hidup di wilayah pesisir dan memiliki banyak manfaat seperti untuk meredam gelombang, menyimpan karbon, mencegah abrasi dan menstabilkan erosi. Upaya untuk menjaga kelestarian mangrove dilakukan penanaman di Desa Cigorondong dengan tambahan APO (Alat Pemecah Ombak) sebagai pelindung sementara hingga bibit mangrove mempunyai akar yang kuat untuk menahan gelombang secara alami. Penelitian ini bertujuan menganalisis laju pertumbuhan mangrove dengan tambahan APO sebagai upaya melindungi bibit mangrove. Penelitian dilakukan dengan metode purposive sampling sebagai penentu titik stasiun dengan mempertimbangkan faktor lingkungan, stasiun 1 terletak dekat dengan aliran air hujan, terdapat karang besar, sedikit mangrove alami dan APO yang terbuat dari bambu. Stasiun 2 terletak tepat dibelakang mangrove alami dan ditambah APO yang terbuat dari bambu. Stasiun 3 hanya terdapat APO dari bambu yang menjadi alat pelindung bibit mangrove. Pemeliharaan dilakukan dengan pengukuran tinggi, diameter, jumlah daun dan jumlah bibit yang hidup, pengambilan parameter lingkungan dan sedimen. Hasil penelitian menunjukkan penempatan APO untuk upaya memecah gelombang masih kurang efektif karena ukuran APO dengan tinggi 1 meter dan panjang 6 meter tidak dapat melindungi seluruh bibit mangrove yang ada pada tiap stasiun. Bibit mangrove yang berhasil tumbuh dengan persentase (≥ 60%) hanya ada pada stasiun 2, karena memiliki bantuan perlindungan dari mangrove alami sehingga gelombang dapat terpecah secara optimal dan tidak secara langsung menghantam bibit mangrove. Selain itu, pertumbuhan mangrove juga dipengaruhi oleh parameter lingkungan dan karakteristik substrat.

Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 1 (2026): Journal of Marine Research Vol 14, No 4 (2025): Journal of Marine Research Vol 14, No 3 (2025): Journal of Marine Research Vol 14, No 2 (2025): Journal of Marine Research Vol 14, No 1 (2025): Journal of Marine Research Vol 13, No 4 (2024): Journal of Marine Research Vol 13, No 3 (2024): Journal of Marine Research Vol 13, No 2 (2024): Journal of Marine Research Vol 13, No 1 (2024): Journal of Marine Research Vol 12, No 4 (2023): Journal of Marine Research Vol 12, No 3 (2023): Journal of Marine Research Vol 12, No 2 (2023): Journal of Marine Research Vol 12, No 1 (2023): Journal of Marine Research Vol 11, No 4 (2022): Journal of Marine Research Vol 11, No 3 (2022): Journal of Marine Research Vol 11, No 2 (2022): Journal of Marine Research Vol 11, No 1 (2022): Journal of Marine Research Vol 10, No 4 (2021): Journal of Marine Research Vol 10, No 3 (2021): Journal of Marine Research Vol 9, No 4 (2020): Journal of Marine Research Vol 9, No 1 (2020): Journal of Marine Research Vol 8, No 4 (2019): Journal of Marine Research Vol 8, No 3 (2019): Journal of Marine Research Vol 7, No 3 (2018): Journal of Marine Research Vol 3, No 4 (2014): Journal of Marine Research Vol 3, No 3 (2014): Journal of Marine Research Vol 3, No 2 (2014): Journal of Marine Research Vol 3, No 1 (2014) : Journal of Marine Research Vol 2, No 4 (2013) : Journal of Marine Research Vol 1, No 2 (2012): Journal of Marine Research Vol 1, No 1 (2012): Journal of Marine Research More Issue