cover
Contact Name
Purnama Rozak
Contact Email
jurnaljiwara@gmail.com
Phone
+6281324616616
Journal Mail Official
jurnaljiwara@gmail.com
Editorial Address
Perum GIS No. 16 Desa Sampih Kec. Wonopringgo Kab. Pekalongan Jawa Tengah
Location
Kab. pekalongan,
Jawa tengah
INDONESIA
Jiwara: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling
ISSN : 31249930     EISSN : 31249892     DOI : -
Core Subject :
Jiwara: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling adalah jurnal ilmiah yang mempublikasikan hasil penelitian dan kajian akademik di bidang psikologi, bimbingan dan konseling. Jurnal ini berfokus pada pengembangan teori, praktik, dan intervensi psikologis dalam konteks pendidikan, keluarga, dan masyarakat. Jiwara menjadi wadah ilmiah bagi akademisi, peneliti, konselor, psikolog, dan praktisi untuk mendiseminasikan temuan riset, gagasan, dan pemikiran kritis yang berkontribusi terhadap peningkatan kesehatan mental, kesejahteraan psikologis, dan layanan bimbingan konseling. Seluruh artikel yang diterbitkan melalui proses penelaahan sejawat (peer review) yang ketat dan mengacu pada standar etika publikasi ilmiah guna menjamin kualitas, objektivitas, dan integritas akademik.
Arjuna Subject : -
Articles 50 Documents
Gambaran Literasi Kesehatan Mental pada Mahasiswa Universitas Esa Unggul Rafifa Izzatunisa Fatkhiah; Arifatul Bahirah
Jiwara: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 1 No. 2 (2026): Agustus 2026 - Januari 2027
Publisher : Darul Faizin Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67755/jiwara.v1i2.272

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat literasi kesehatan mental pada mahasiswa Universitas Esa Unggul. Literasi kesehatan mental dipahami sebagai kemampuan individu dalam memperoleh, memahami, dan menggunakan informasi mengenai kesehatan mental, membentuk keyakinan yang tepat, serta menentukan sikap yang sesuai terhadap permasalahan psikologis. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif, melibatkan 149 mahasiswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa skala literasi kesehatan mental yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, dengan nilai Cronbach’s Alpha di atas 0,7 pada seluruh aspek, menunjukkan konsistensi pengukuran yang baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 81 mahasiswa (54,4%) berada pada kategori literasi kesehatan mental rendah, sementara 68 mahasiswa (45,6%) berada pada kategori tinggi. Analisis lebih lanjut memperlihatkan perbedaan berdasarkan usia dan jenis kelamin. Mahasiswa berusia 18–20 tahun lebih banyak berada pada kategori rendah dibandingkan mahasiswa berusia 21–23 tahun yang relatif lebih seimbang. Selain itu, perempuan cenderung memiliki literasi kesehatan mental lebih tinggi dibandingkan laki-laki, dengan 49 perempuan berada pada kategori tinggi, sementara laki-laki hanya 19. Penelitian ini memberikan gambaran bahwa literasi kesehatan mental mahasiswa Universitas Esa Unggul masih perlu ditingkatkan. Temuan ini menegaskan pentingnya upaya penguatan literasi kesehatan mental di lingkungan kampus untuk mendukung kesejahteraan psikologis mahasiswa dan menciptakan suasana akademik yang sehat serta produktif.
Gambaran Tingkat Stres pada Mahasiswa Paralel Psikologi Universitas Esa Unggul yang Sedang Mengambil Tugas Akhir Skripsi Arnold Raffles Noel Tampubolon; Siti Masitoh; Deny Surya Saputra
Jiwara: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 1 No. 2 (2026): Agustus 2026 - Januari 2027
Publisher : Darul Faizin Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67755/jiwara.v1i2.273

Abstract

Mahasiswa tingkat akhir menghadapi berbagai tuntutan akademik yang kompleks, terutama ketika harus menyelesaikan tugas akhir skripsi bersamaan dengan menjalankan aktivitas pekerjaan. Kondisi tersebut dapat menjadi sumber tekanan psikologis yang berpotensi meningkatkan tingkat stres mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat stres pada mahasiswa paralel Fakultas Psikologi Universitas Esa Unggul yang sedang mengambil tugas akhir skripsi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Sampel penelitian terdiri atas 73 mahasiswa paralel Fakultas Psikologi Universitas Esa Unggul yang sedang menyelesaikan tugas akhir. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen Perceived Stress Scale-10 (PSS-10) dengan hasil uji reliabilitas menunjukkan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,916, sehingga instrumen dinyatakan memiliki konsistensi yang sangat baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat stres mahasiswa berada pada kategori rendah sebanyak 19 responden (26,0%), sedang sebanyak 39 responden (53,4%), dan tinggi sebanyak 15 responden (20,5%). Temuan ini menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa mengalami stres dalam kategori sedang akibat tuntutan penyelesaian skripsi dan tanggung jawab pekerjaan secara bersamaan. Penelitian ini mengindikasikan pentingnya dukungan akademik, layanan konseling psikologis, serta pengembangan strategi koping dan manajemen waktu untuk membantu mahasiswa tingkat akhir dalam menghadapi tekanan selama proses penyelesaian studi.
Pengaruh Pola Asuh Otoriter Terhadap Fear of Failure Pada Mahasiswa Niska Romadiah Permana; Evi Febriani
Jiwara: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 1 No. 2 (2026): Agustus 2026 - Januari 2027
Publisher : Darul Faizin Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67755/jiwara.v1i2.274

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pola asuh otoriter terhadap fear of failure pada mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian kausalitas. Sampel penelitian berjumlah 102 mahasiswa berusia 18–25 tahun yang menempuh pendidikan di wilayah Jakarta dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Performance Failure Appraisal Inventory (PFAI) untuk mengukur fear of failure dan Parental Authority Questionnaire (PAQ) untuk mengukur pola asuh otoriter. Hasil pengujian instrumen menunjukkan bahwa seluruh aitem penelitian dinyatakan valid, dengan nilai reliabilitas Alpha Cronbach sebesar 0,967 pada skala fear of failure dan 0,953 pada skala pola asuh otoriter. Analisis regresi linear sederhana menunjukkan bahwa pola asuh otoriter berpengaruh positif dan signifikan terhadap fear of failure pada mahasiswa dengan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05), nilai koefisien regresi sebesar 1,416, serta nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,730. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pola asuh otoriter memberikan kontribusi sebesar 73% terhadap variasi fear of failure mahasiswa. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi pola asuh otoriter yang dirasakan mahasiswa, maka semakin tinggi pula kecenderungan mengalami ketakutan terhadap kegagalan. Penelitian ini memberikan implikasi penting bagi orang tua, mahasiswa, dan praktisi psikologi untuk mengembangkan pola pengasuhan serta pendampingan psikologis yang lebih adaptif melalui komunikasi terbuka, dukungan emosional, dan pemaknaan kegagalan sebagai bagian dari proses perkembangan individu.
Peran Social Comparison terhadap Subjective Well-Being pada Emerging Adulthood Pengguna Aktif Media Sosial Berlian Ariani Cindy; Rully Afrita Harlianty
Jiwara: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 1 No. 2 (2026): Agustus 2026 - Januari 2027
Publisher : Darul Faizin Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67755/jiwara.v1i2.275

Abstract

Perkembangan media sosial telah mengubah pola interaksi dan cara individu mengevaluasi dirinya melalui informasi mengenai kehidupan orang lain yang tersedia secara digital. Pada fase emerging adulthood, individu berada dalam periode eksplorasi identitas yang rentan terhadap proses perbandingan sosial (social comparison) yang dapat memengaruhi kesejahteraan subjektif (subjective well-being). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran social comparison terhadap subjective well-being pada individu fase emerging adulthood pengguna aktif media sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Sampel penelitian terdiri dari 301 responden berusia 18–25 tahun yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Iowa-Netherlands Comparison Orientation Measure (INCOM) untuk mengukur social comparison, serta Satisfaction with Life Scale (SWLS) dan Scale of Positive and Negative Experience (SPANE) untuk mengukur subjective well-being. Analisis data menggunakan regresi linear sederhana menunjukkan bahwa social comparison memiliki peran yang signifikan terhadap subjective well-being dengan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05). Hasil analisis menunjukkan nilai R = 0,206 dengan koefisien determinasi R² = 0,042, yang berarti social comparison memberikan kontribusi sebesar 4,2% terhadap variasi subjective well-being. Persamaan regresi yang diperoleh yaitu Y = 44,562 + 0,259X, menunjukkan arah hubungan positif antara kedua variabel. Temuan penelitian menunjukkan bahwa social comparison tidak selalu memberikan dampak negatif, tetapi dapat menjadi proses adaptif ketika individu mampu memanfaatkan perbandingan sosial sebagai sarana evaluasi dan pengembangan diri.
Peran Perceived Parental Differential Treatment terhadap Harga Diri pada Remaja Rika Dwi Mustikaningrum; Rully Afrita Harlianty
Jiwara: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 1 No. 2 (2026): Agustus 2026 - Januari 2027
Publisher : Darul Faizin Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67755/jiwara.v1i2.276

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Perceived Parental Differential Treatment terhadap harga diri pada remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Subjek penelitian berjumlah 272 remaja berusia 12–21 tahun yang memiliki minimal satu saudara kandung serta tinggal bersama orang tua dan saudara kandung. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala Perceived Parental Differential Treatment berdasarkan teori Daniels dan Plomin (1985) serta skala harga diri berdasarkan teori Coopersmith (1967). Analisis data dilakukan menggunakan uji regresi linear sederhana untuk mengetahui peran Perceived Parental Differential Treatment terhadap harga diri remaja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peran yang signifikan antara Perceived Parental Differential Treatment terhadap harga diri remaja. Arah hubungan yang ditemukan bersifat negatif, yang menunjukkan bahwa semakin tinggi persepsi remaja terhadap adanya perlakuan berbeda dari orang tua dibandingkan saudara kandung, maka semakin rendah tingkat harga diri yang dimiliki. Temuan ini menunjukkan bahwa pengalaman interaksi dalam keluarga memiliki kontribusi penting terhadap pembentukan evaluasi diri remaja. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa orang tua perlu menerapkan pola pengasuhan yang lebih responsif, adil, dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing anak melalui komunikasi terbuka serta dukungan emosional untuk membantu perkembangan harga diri remaja secara positif.
Hubungan Self-Compassion dengan Burnout pada Guru Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kabupaten Tangerang Anita Rahayu; Rully Afrita Harlianty
Jiwara: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 1 No. 2 (2026): Agustus 2026 - Januari 2027
Publisher : Darul Faizin Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67755/jiwara.v1i2.277

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-compassion dengan burnout pada guru Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kabupaten Tangerang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Subjek penelitian berjumlah 77 guru SLB yang dipilih menggunakan teknik quota sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen skala Self-Compassion Scale berdasarkan konsep Neff (2003) dan skala burnout berdasarkan konsep Maslach dan Jackson (1981). Analisis data dilakukan menggunakan teknik korelasi Spearman’s rho karena data penelitian tidak memenuhi asumsi normalitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara self-compassion dengan burnout pada guru SLB. Hubungan yang diperoleh memiliki arah negatif, yang menunjukkan bahwa semakin tinggi kemampuan guru dalam menerapkan self-compassion, maka kecenderungan mengalami burnout semakin rendah. Sebaliknya, rendahnya kemampuan menerima dan memahami diri sendiri berkaitan dengan meningkatnya risiko mengalami kelelahan psikologis akibat tuntutan pekerjaan. Temuan ini menunjukkan bahwa self-compassion merupakan salah satu faktor psikologis yang dapat membantu guru SLB dalam menghadapi tekanan pekerjaan yang kompleks. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa pengembangan kemampuan self-compassion melalui pelatihan penerimaan diri, regulasi emosi, dan pengelolaan stres dapat menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis guru serta mencegah terjadinya burnout dalam lingkungan kerja pendidikan khusus.
Hubungan Regulasi Emosi dengan Stres Pengasuhan pada Ibu yang Memiliki Anak Usia Dini Ghina Vania; Yulisa Susanti
Jiwara: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 1 No. 2 (2026): Agustus 2026 - Januari 2027
Publisher : Darul Faizin Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67755/jiwara.v1i2.282

Abstract

Ibu yang memiliki anak usia dini menghadapi tuntutan pengasuhan yang intens karena karakteristik perkembangan anak usia 2–7 tahun, seperti aktivitas tinggi, egosentrisme, eksplorasi, serta keterbatasan dalam mengendalikan emosi dan impuls. Kondisi tersebut dapat meningkatkan tekanan dalam menjalankan peran pengasuhan, terutama ketika ibu mengalami kesulitan mengelola respons emosional. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara regulasi emosi dan stres pengasuhan pada ibu yang memiliki anak usia dini. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan melibatkan 100 ibu yang berdomisili di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, dan Karawang, yang dipilih melalui convenience sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala stres pengasuhan dan skala regulasi emosi yang telah melalui pengujian validitas dan reliabilitas. Instrumen akhir memiliki koefisien reliabilitas sebesar α = 0,825 untuk stres pengasuhan dan α = 0,918 untuk regulasi emosi. Karena data tidak berdistribusi normal, hubungan kedua variabel dianalisis menggunakan korelasi Spearman. Hasil menunjukkan hubungan negatif yang signifikan dan kuat antara regulasi emosi dan stres pengasuhan (rs = -0,634; p < 0,001). Analisis tambahan menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan berdasarkan status pekerjaan maupun pendidikan terakhir. Temuan ini menunjukkan bahwa kemampuan ibu dalam mengelola emosi berkaitan dengan lebih rendahnya tekanan pengasuhan dan dapat menjadi dasar pengembangan program psikoedukasi bagi ibu yang memiliki anak usia dini.
Gambaran Kecemasan Sosial Siswa SMA di Kota Bekasi Sherly Laurina; Marhisar Simatupang
Jiwara: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 1 No. 2 (2026): Agustus 2026 - Januari 2027
Publisher : Darul Faizin Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67755/jiwara.v1i2.283

Abstract

Kecemasan sosial pada remaja ditandai oleh ketakutan terhadap evaluasi negatif dan kecenderungan menghindari situasi sosial yang dapat menghambat fungsi akademik maupun interpersonal. Penelitian ini bertujuan menggambarkan kecemasan sosial pada siswa SMA di Kota Bekasi berdasarkan jenis kelamin, jenjang pendidikan, jenis sekolah, dan jurusan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling. Jumlah minimal sampel yang direncanakan adalah 100 siswa, sedangkan data penelitian utama diperoleh dari 105 siswa kelas X-XII di Kota Bekasi. Kecemasan sosial diukur menggunakan Social Anxiety Scale for Adolescents (SAS-A) yang terdiri atas 18 item dan tiga dimensi, yaitu fear of negative evaluation, social avoidance and distress-new, serta social avoidance and distress-general. Uji coba pada 30 responden menunjukkan seluruh item valid dengan r = 0,878-0,954 dan reliabilitas Cronbach's alpha sebesar 0,988. Hasil penelitian menunjukkan 78 siswa (74,3%) berada pada kategori kecemasan sosial tinggi dan 27 siswa (25,7%) pada kategori rendah. Frekuensi kategori tinggi terbesar terdapat pada perempuan (46 siswa), kelas XI (39 siswa), SMA Negeri (41 siswa), dan jurusan IPS (38 siswa). Karena penelitian bersifat deskriptif, pola tersebut menunjukkan distribusi dalam sampel dan tidak membuktikan perbedaan statistik antarkelompok. Temuan menegaskan perlunya layanan konseling, dukungan sosial, dan penguatan keterampilan sosial di sekolah.
Gambaran Intensi Judi Online pada Karyawan PT. X Unik Setiyani; Siti Masitoh; Raden Yudhi Satria
Jiwara: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 1 No. 2 (2026): Agustus 2026 - Januari 2027
Publisher : Darul Faizin Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67755/jiwara.v1i2.284

Abstract

Intensi judi online merupakan niat, kesiapan, atau kecenderungan individu untuk terlibat dalam aktivitas perjudian berbasis internet. Penelitian ini bertujuan menggambarkan intensi judi online pada karyawan PT. X. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan responden sebanyak 150 karyawan PT. X. Teknik pengambilan sampel yang dilaporkan dalam skripsi adalah purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan Skala Intensi Judi Online yang disusun berdasarkan kerangka Theory of Planned Behavior. Setelah uji coba, lima dari 12 item dieliminasi dan tujuh item dipertahankan dengan koefisien reliabilitas Cronbach's alpha sebesar 0,850. Analisis dilakukan melalui statistik deskriptif, kategorisasi skor, serta tabulasi silang berdasarkan jenis kelamin, usia, pendidikan terakhir, dan divisi kerja. Hasil menunjukkan skor intensi judi online memiliki nilai minimum 7, maksimum 35, dan rata-rata 28,98. Sebanyak 132 responden (88,0%) berada pada kategori intensi tinggi dan 18 responden (12,0%) pada kategori rendah. Proporsi kategori tinggi relatif serupa pada laki-laki (87,9%) dan perempuan (88,2%), serta ditemukan pada seluruh kelompok usia, pendidikan, dan divisi. Temuan ini menunjukkan bahwa intensi judi online merupakan fenomena yang menonjol pada responden penelitian dan dapat dijadikan dasar bagi upaya pencegahan di lingkungan kerja sebelum kecenderungan tersebut berkembang menjadi perilaku aktual, melalui edukasi risiko dan penguatan lingkungan kerja yang sehat.
Hubungan Parasocial Relationships dengan Pscyhological Well-Being pada Emerging Adulthood Penggemar K-Pop di JABODETABEK Reza Ainur Rohimah; Rully Afrita Harlianty
Jiwara: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 1 No. 2 (2026): Agustus 2026 - Januari 2027
Publisher : Darul Faizin Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67755/jiwara.v1i2.285

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara parasocial relationships dan psychological well-being pada emerging adulthood penggemar K-Pop di JABODETABEK. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional pada 167 penggemar K-Pop berusia 18–29 tahun yang telah menjadi penggemar minimal 6 bulan dan berdomisili di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi, dengan teknik purposive sampling; data dikumpulkan melalui kuesioner daring. Psychological well-being diukur menggunakan Psychological Well-Being Short Scale (Ryff & Keyes, 1995; adaptasi Humaidah & Mulyono, 2025), sedangkan parasocial relationships diukur menggunakan Multiple Parasocial Relationships Scale (MPR-S; Tukachinsky, 2010) yang diadaptasi ke bahasa Indonesia. Data dianalisis menggunakan korelasi Pearson dengan signifikansi one-tailed. Hasil menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara kedua variabel (r = 0,025; p = 0,374; p > 0,05), dengan arah hubungan positif yang sangat rendah, sehingga hipotesis penelitian ditolak. Temuan ini mengindikasikan bahwa intensitas parasocial relationships tidak berkaitan signifikan dengan tingkat psychological well-being pada penggemar K-Pop emerging adulthood di JABODETABEK.