cover
Contact Name
Purnama Rozak
Contact Email
jurnaljiwara@gmail.com
Phone
+6281324616616
Journal Mail Official
jurnaljiwara@gmail.com
Editorial Address
Perum GIS No. 16 Desa Sampih Kec. Wonopringgo Kab. Pekalongan Jawa Tengah
Location
Kab. pekalongan,
Jawa tengah
INDONESIA
Jiwara: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling
ISSN : 31249930     EISSN : 31249892     DOI : -
Core Subject :
Jiwara: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling adalah jurnal ilmiah yang mempublikasikan hasil penelitian dan kajian akademik di bidang psikologi, bimbingan dan konseling. Jurnal ini berfokus pada pengembangan teori, praktik, dan intervensi psikologis dalam konteks pendidikan, keluarga, dan masyarakat. Jiwara menjadi wadah ilmiah bagi akademisi, peneliti, konselor, psikolog, dan praktisi untuk mendiseminasikan temuan riset, gagasan, dan pemikiran kritis yang berkontribusi terhadap peningkatan kesehatan mental, kesejahteraan psikologis, dan layanan bimbingan konseling. Seluruh artikel yang diterbitkan melalui proses penelaahan sejawat (peer review) yang ketat dan mengacu pada standar etika publikasi ilmiah guna menjamin kualitas, objektivitas, dan integritas akademik.
Arjuna Subject : -
Articles 43 Documents
Membangun Resiliensi Akademik pada Siswa Sekolah Dasar yang Menghadapi Tekanan Belajar Khomarudin
Jiwara: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 1 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Darul Faizin Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67755/jiwara.v1i1.238

Abstract

Resiliensi akademik merupakan kemampuan penting bagi siswa sekolah dasar dalam menghadapi berbagai tekanan dan kesulitan selama proses belajar. Tekanan berupa tuntutan tugas, kesulitan memahami materi, evaluasi, persaingan, serta harapan lingkungan dapat memengaruhi motivasi dan kepercayaan diri siswa apabila tidak diimbangi dengan kemampuan adaptasi dan dukungan yang memadai. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara konseptual upaya membangun resiliensi akademik pada siswa sekolah dasar yang menghadapi tekanan belajar. Penelitian menggunakan metode library research dengan mengkaji berbagai literatur yang relevan mengenai resiliensi akademik, tekanan belajar, strategi pembelajaran, dukungan sosial, dan lingkungan sekolah. Analisis dilakukan secara deskriptif-analitis melalui identifikasi, seleksi, pengelompokan, interpretasi, dan sintesis informasi dari berbagai sumber. Hasil kajian menunjukkan bahwa resiliensi akademik dapat dikembangkan melalui pemberian tantangan secara bertahap, umpan balik konstruktif, penghargaan terhadap usaha, pembelajaran kolaboratif, refleksi, serta penciptaan lingkungan belajar yang aman secara psikologis. Dukungan guru, keluarga, dan teman sebaya juga berperan dalam memperkuat kepercayaan diri dan ketekunan siswa. Dengan demikian, pembangunan resiliensi akademik merupakan tanggung jawab bersama yang perlu dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.
Literasi Kesehatan Mental Digital sebagai Strategi Preventif bagi Anak Sekolah Dasar Nurshalihah Salsabilla
Jiwara: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 1 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Darul Faizin Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67755/jiwara.v1i1.239

Abstract

Era digital menuntut anak-anak usia sekolah dasar untuk beradaptasi dengan teknologi komunikasi sejak dini. Kendati demikian, penetrasi gawai yang masif tanpa diiringi pemahaman literasi kritis justru memicu berbagai kerentanan psikologis yang serius, seperti perundungan siber (cyberbullying), adiksi digital, gangguan rentang perhatian, hingga distorsi citra tubuh. Penelitian kepustakaan ini bertujuan untuk mengkaji konsep literasi kesehatan mental digital sebagai strategi preventif yang komprehensif bagi anak sekolah dasar. Hasil kajian menunjukkan bahwa upaya pencegahan tidak boleh bersifat reaktif, melainkan harus diterapkan secara proaktif melalui pendekatan kesehatan masyarakat yang mencakup tingkat primer, sekunder, dan tersier di lingkungan pendidikan. Lebih lanjut, keberhasilan model implementasi preventif ini sangat bergantung pada terwujudnya kolaborasi sinergis antara guru di sekolah, orang tua di rumah melalui program parenting digital, serta kebijakan institusional yang suportif. Melalui penanaman kesadaran emosional, manajemen waktu layar, dan etika berinternet yang sehat sejak dini, anak-anak dapat dibekali ketahanan mental yang kokoh untuk menavigasi dinamika era digital.
Faktor Kolaborasi Guru dan Orang Tua dalam Pencegahan Masalah Kesehatan Mental Anak Sekolah Dasar Siti Masitoh Masitoh
Jiwara: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 1 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Darul Faizin Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67755/jiwara.v1i1.240

Abstract

Peningkatan kompleksitas tantangan psikososial di era modern, termasuk paparan ekosistem digital dan tekanan akademik, menempatkan anak-anak usia sekolah dasar pada posisi yang rentan mengalami gangguan kesehatan mental. Selama ini, upaya pencegahan sering kali berjalan secara terfragmentasi akibat minimnya integrasi antara institusi sekolah dan lingkungan keluarga. Penelitian kepustakaan ini bertujuan untuk menganalisis faktor kolaborasi antara guru dan orang tua sebagai strategi preventif dalam menanggulangi masalah kesehatan mental anak usia sekolah dasar. Hasil kajian menunjukkan bahwa keberhasilan deteksi dini dan pembentukan ketahanan mental anak sangat bergantung pada terwujudnya aliansi komunikasi yang transparan, penyamaan persepsi mengenai kesehatan mental, serta penanganan hambatan struktural seperti keterbatasan waktu. Implementasi model kemitraan preventif yang mencakup edukasi pengasuhan bersama, pemanfaatan saluran komunikasi terpadu, pelibatan aktif orang tua, dan pembentukan satuan tugas psikologis, terbukti efektif dalam menciptakan ekosistem pengasuhan yang konsisten dan suportif. Sinergi yang harmonis antara guru dan rumah menjadi benteng pertahanan utama dalam menjamin kesejahteraan psikologis anak.
Perkembangan Identitas Diri Anak Sekolah Dasar melalui Interaksi Teman Sebaya Suji Astuti
Jiwara: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 1 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Darul Faizin Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67755/jiwara.v1i1.241

Abstract

Perkembangan identitas diri merupakan bagian penting dalam pertumbuhan anak sekolah dasar karena berkaitan dengan kemampuan anak memahami karakteristik, kemampuan, dan posisi dirinya dalam lingkungan sosial. Salah satu lingkungan yang berperan dalam proses tersebut adalah kelompok teman sebaya. Artikel ini bertujuan menganalisis perkembangan identitas diri anak sekolah dasar melalui interaksi teman sebaya serta mengidentifikasi peran lingkungan sekolah dalam mendukung proses tersebut. Penelitian menggunakan metode library research dengan menganalisis berbagai literatur ilmiah yang relevan mengenai perkembangan identitas diri, konsep diri, interaksi teman sebaya, penerimaan sosial, dan perkembangan sosial-emosional anak. Data dianalisis secara deskriptif-analitis melalui proses seleksi, pengelompokan, interpretasi, dan sintesis berbagai temuan literatur. Hasil kajian menunjukkan bahwa interaksi teman sebaya memberikan kontribusi terhadap perkembangan identitas melalui pengalaman penerimaan sosial, pemberian umpan balik, perbandingan sosial, kerja sama, serta pengalaman menjalankan berbagai peran dalam kelompok. Interaksi positif dapat memperkuat kepercayaan diri dan konsep diri, sedangkan penolakan, pengucilan, tekanan kelompok, dan perundungan berpotensi menghambat perkembangan identitas. Guru dan sekolah memiliki peran strategis dalam menciptakan lingkungan sosial yang aman, inklusif, dan suportif bagi perkembangan identitas anak.
Pengaruh Father Involvement Pada Masa Kanak-Kanak Terhadap Emotional Well-Being Pada Emerging Adulthood Siti Alivia Rizki Djulhijah; Diana Imawati; Silvia Eka Mariskha
Jiwara: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 1 No. 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Darul Faizin Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67755/jiwara.v1i2.242

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh father involvement pada masa kanak-kanak terhadap emotional well-being pada individu yang berada pada fase emerging adulthood. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis regresi linier sederhana. Populasi penelitian adalah individu berusia 18–25 tahun pada fase emerging adulthood. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel 205 responden. Data dikumpulkan menggunakan Emotional Well-Being Scale (Şimşek, 2011) dan Father Involvement Scale (Finley & Schwartz, 2004). Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh positif dan signifikan antara father involvement pada masa kanak-kanak terhadap emotional well-being pada individu emerging adulthood (R = 0,450; R² = 0,203; F = 51,680; p = 0,000). Semakin tinggi keterlibatan ayah yang dirasakan individu pada masa kanak-kanak, semakin tinggi pula emotional well-being yang dimiliki pada fase emerging adulthood. Father involvement menyumbang 20,3% terhadap emotional well-being, sementara 79,7% dijelaskan oleh faktor lain di luar penelitian ini.
Social Comparison dan Body Image pada Perempuan Dewasa Awal Pengguna TikTok: Studi Korelasional Bunga Chantiqa; Sarita Candra Merida; Tugimin Supriyadi
Jiwara: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 1 No. 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Darul Faizin Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67755/jiwara.v1i2.246

Abstract

Perempuan dewasa awal merupakan kelompok individu yang berada pada tahap perkembangan yang ditandai dengan meningkatnya perhatian terhadap penampilan fisik dan penerimaan diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara social comparison dengan body image pada perempuan dewasa awal pengguna TikTok di Kecamatan Bekasi Timur. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis korelasional. Sampel penelitian terdiri dari 110 responden yang diperoleh menggunakan teknik non-probability sampling dengan jenis convenience sampling. Instrumen yang digunakan adalah skala social comparison dan skala body image dari penelitian terdahulu yang telah dimodifikasi. Hasil analisis data menggunakan uji korelasi Spearman’s Rho menunjukkan bahwa adanya hubungan negatif yang signifikan antara social comparison dengan body image (r = -0.622; p < 0.05), artinya semakin tinggi tingkat social comparison maka semakin negatif body image yang dimiliki individu. Sebaliknya, semakin rendah tingkat social comparison individu maka body image cenderung lebih positif. Temuan ini mengindikasikan bahwa paparan konten TikTok yang menampilkan standar kecantikan tertentu dapat meningkatkan kecenderungan individu untuk membandingkan diri dengan orang lain, sehingga hal ini berpengaruh terhadap penilaian negatif individu terhadap kondisi tubuhnya.
Pengaruh Rasa Takut Dinilai Orang Lain Terhadap Keraguan Berpendapat Pada Mahasiswa Universitas Batam Daffa Mola Mahdy; Nabiil Syaibaan Herman; Maryana Maryana
Jiwara: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 1 No. 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Darul Faizin Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67755/jiwara.v1i2.195

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh rasa takut dinilai orang lain terhadap keraguan berpendapat pada mahasiswa semester 2 Universitas Batam. Fenomena keraguan dalam menyampaikan pendapat sering ditemukan pada situasi diskusi maupun presentasi, yang dapat menghambat partisipasi akademik dan perkembangan berpikir kritis mahasiswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan kuesioner skala Likert yang melibatkan 51 responden mahasiswa semester 2. Data dianalisis menggunakan teknik regresi linear sederhana. Hasil analisis menunjukkan bahwa rasa takut dinilai orang lain tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keraguan berpendapat, dengan kontribusi varians sebesar 2,5% (p > 0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa kecemasan sosial berupa ketakutan akan evaluasi negatif bukanlah faktor utama yang menghambat mahasiswa dalam mengutarakan argumen. Sebagian besar variasi keraguan berpendapat dipengaruhi oleh faktor internal lain seperti efikasi diri akademik, pola pikir positif, perfeksionisme, dan pengelolaan emosi. Implikasi dari penelitian ini menekankan perlunya strategi pembelajaran interaktif yang adaptif dari dosen guna meningkatkan keberanian mahasiswa dalam bersuara di kelas.
Hubungan Efikasi Diri Akademik dengan Resiliensi Mahasiswa pada Tahap Penyusunan Skripsi Bernadeta Clara; Prias Hayu Purbaning Tyas
Jiwara: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 1 No. 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Darul Faizin Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67755/jiwara.v1i2.245

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan efikasi diri akademik dan resiliensi, serta mengidentifikasi tingkat efikasi diri akademik dan resiliensi mahasiswa pada tahap penyusunan skripsi. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif yang bersifat korelasional. Subjek penelitian merupakan 75 mahasiswa yang sedang menyusun skripsi angkatan 2022 Prodi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala efikasi diri akademik (28 item valid, α = 0,909) dan skala resiliensi (42 item valid, α = 0,932). Analisis data dilakukan dengan korelasi Pearson untuk mengetahui hubungan efikasi diri akademik dan resiliensi, serta kategorisasi skor untuk menentukan tingkat kedua variabel tersebut. Temuan penelitian menunjukkan hubungan positif yang kuat dan signifikan antara efikasi diri akademik dan resiliensi mahasiswa pada tahap penyusunan skripsi (r = 0,777, p < 0,001), dengan tingkat efikasi diri akademik mahasiswa didominasi oleh kategori tinggi (58,67%) dan tingkat resiliensi mahasiswa juga didominasi oleh kategori tinggi (49,33%). Dengan demikian, hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa tingginya efikasi diri akademik mahasiswa berkaitan dengan tingginya resiliensi mahasiswa dalam menghadapi tantangan selama penyusunan skripsi.
Peran Stres Kerja Terhadap Kesejahteraan Psikologis Pada Mahasiswa Bekerja Ahmad Fadil Elbana; Maharsi Anindyajati
Jiwara: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 1 No. 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Darul Faizin Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67755/jiwara.v1i2.247

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran stres kerja terhadap kesejahteraan psikologis pada mahasiswa bekerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif prediktif. Sampel penelitian berjumlah 111 mahasiswa bekerja melalui teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah skala kesejahteraan psikologis berdasarkan teori Ryff (1989). serta skala stres kerja berdasarkan Parker & DeCotiis (1983). Analisis data dilakukan menggunakan uji normalitas Kolmogorov Smirnov, uji linieritas, setelah memenuhi prasyarat dilakukan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan adanya stres kerja berperan negatif dan signifikan terhadap kesejahteraan psikologis pada mahasiswa yang bekerja (β = -0,225; p = 0,017). Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,051 menunjukkan bahwa kedua variabel memiliki keterkaitan sebesar 5,1%. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat stres kerja yang dialami mahasiswa bekerja, maka kecenderungan tingkat kesejahteraan psikologis yang dimiliki akan semakin rendah.
Pengaruh Dukungan Sosial terhadap Stres Akademik Mahasiswa Tingkat Akhir Perguruan Tinggi di Jakarta Yahya Yahya
Jiwara: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 1 No. 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Darul Faizin Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67755/jiwara.v1i2.248

Abstract

Mahasiswa tingkat akhir seringkali rentan mengalami stres akademik yang tinggi akibat tuntutan penyelesaian skripsi, sementara dukungan sosial diyakini dapat berfungsi sebagai faktor pelindung terhadap tekanan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh dukungan sosial terhadap stres akademik pada mahasiswa tingkat akhir di perguruan tinggi negeri dan swasta di Jakarta. Menggunakan metode kuantitatif non-eksperimental dengan rancangan asosiatif kausal, penelitian ini melibatkan 150 mahasiswa berusia 18–25 tahun yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Variabel dukungan sosial diukur menggunakan modifikasi skala Multidimensional Scale of Perceived Social Support (26 item valid, α = 0,915), sedangkan stres akademik diukur menggunakan modifikasi skala Student-Life Stress Inventory (40 item valid, α = 0,952). Analisis data dilakukan dengan teknik regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh negatif dan signifikan dari dukungan sosial terhadap stres akademik (B = -0,617; p = 0,000 < 0,05), dengan besar kontribusi sebesar 15,6%. Temun ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi dukungan sosial yang diterima, semakin rendah tingkat stres akademik yang dirasakan mahasiswa. Kendati demikian, sebagian besar varian stres akademik dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini. Hasil ini menegaskan pentingnya penguatan dukungan sosial, khususnya dari significant others, sebagai salah satu strategi pendukung dalam mengelola tekanan akademik selama penyusunan tugas akhir.