cover
Contact Name
Arum Dian Pratiwi
Contact Email
arum.dian28@uho.ac.id
Phone
+6285241812266
Journal Mail Official
arum.dian28@uho.ac.id
Editorial Address
Gedung Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo, Kendari, Sulawesi Tenggara
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
JK3UHO
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : 2723519X     DOI : http://dx.doi.org/10.37887/jk3-uho
Core Subject :
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Unversitas Halu Oleo merupakan jurnal yang dikelola oleh Departemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo Kendari sejak April 2020. Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Unversitas Halu Oleo merupakan jurnal ilmiah yang terbit secara on-line eISSN 2723-519X dan menerbitkan artikel atau karya ilmiah hasil penelitian dalam bidang ilmu Kesehatan Kesehatan dan Keselamatan Kerja. Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo terbit secara berkala 4 edisi dalam satu volume setiap tahunnya. Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Unversitas Halu Oleo telah Terakreditasi Nasional (Sinta) Peringkat 5 Berdasarkan Surat Pemberitahuan Hasil Akreditasi Jurnal Ilmiah Periode II Tahun 2024 Nomor 1439/E5/DT.05.00/2024 Tanggal 13 November 2024
Arjuna Subject : -
Articles 108 Documents
Gambaran Musculosceleta Disorders Dieases (MSDs) pada Dokter Gigi Terhadap Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di Klinik Praktik Mandiri Tiara Akasi Suciyani; Dewi Purnamawati
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo (JK3UHO)
Publisher : Departemen K3 FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jk3uho.v6i2.106

Abstract

Dokter gigi merupakan salah satu profesi yang memiliki risiko tinggi mengalami gangguan muskuloskeletal (Musculoskeletal Disorders/MSDs) akibat postur kerja yang statis dan kurang ergonomis. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan keluhan MSDs pada dokter gigi berdasarkan pemetaan menggunakan instrumen Nordic Body Map (NBM), serta menganalisis hubungan karakteristik responden dan kebiasaan olahraga terhadap tingkat risiko MSDs. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional yang dilakukan pada bulan Juni 2025 di salah satu Klinik gigi cabang Ciputat. Sebanyak 17 dokter gigi menjadi responden dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner NBM yang menilai intensitas keluhan berdasarkan lokasi tubuh dan tingkat keparahan nyeri. Penelitian ini menunjukkan penemuan bahwa area tubuh yang paling sering mengalami keluhan adalah punggung (41,2%) dan leher (35,3%). Sebagian besar responden memiliki tingkat risiko MSDs kategori sedang (47,1%) dan tinggi (29,4%), dengan skor NBM berkisar antara 50 hingga 90. Meskipun 88,2% responden rutin berolahraga, keluhan MSDs tetap tinggi, yang menunjukkan bahwa olahraga saja belum cukup efektif sebagai tindakan pencegahan tanpa disertai perbaikan postur kerja. Temuan ini memperkuat bukti bahwa postur kerja yang buruk memiliki korelasi yang signifikan terhadap keluhan MSDs, sebagaimana juga ditemukan dalam penelitian Pramarta et al. (2024). Penelitian ini merekomendasikan perlunya intervensi ergonomi dan edukasi postur kerja sebagai upaya pencegahan jangka panjang terhadap gangguan MSDs pada dokter gigi.
INTEGRASI METODE FMEA DAN FTA DALAM MENGANALISIS RISIKO POTENSI BAHAYA DI AMMONIA SECTION Aliyah Susanti; Imaduddin Bahtiar Efendi; Mohammad Muslimin
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo (JK3UHO)
Publisher : Departemen K3 FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jk3uho.v6i2.109

Abstract

Penelitian ini dilakukan di sebuah perusahaan produksi Monosodium Glutamate (MSG), tepatnya di bagian ammonia section. Ammonia berperan penting dalam proses fermentasi, namun juga berbahaya karena bersifat toksik, mudah menguap, dan termasuk Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Hasil observasi dan wawancara awal menunjukkan adanya kondisi tidak aman seperti paparan gas, kerusakan instrumen, risiko terpeleset, terjatuh, serta tersengat pipa panas yang dapat membahayakan keselamatan kerja. Penelitian ini fokus pada identifikasi potensi bahaya di tiga aktivitas utama ammonia section: unloading materials, storage, dan distribute to process. Dengan metode FMEA, ditemukan 19 potensi bahaya, di mana risiko tertinggi adalah paparan gas saat patrol di area stock tank ammonia, dengan nilai RPN sebesar 160. Ini menunjukkan bahwa paparan gas di area tersebut adalah bahaya utama yang harus diprioritaskan. Melalui Fault Tree Analysis (FTA), berhasil diidentifikasi 13 akar penyebab dari bahaya paparan gas tersebut. Penelitian ini memberikan rekomendasi pengendalian untuk tiap akar penyebab, mengacu pada prinsip hierarki pengendalian. Temuan ini diharapkan dapat membantu dalam merancang langkah preventif guna menurunkan risiko potensi kecelakaan kerja.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELELAHAN KERJA PADA PEKERJA AREA SMELTING PERTAMBANGAN NIKEL DI PT. ANTAM TBK. UBPN KOLAKA TAHUN 2025 Yusma Marselinda Yusuf; Hariati Lestari; Rastika Dwiyanti Liaran
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol. 6 No. 3 (2025): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo (JK3UHO)
Publisher : Departemen K3 FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jk3uho.v6i3.110

Abstract

Kondisi yang dikenal sebagai "kelelahan kerja" mencakup kebugaran fisik, motivasi, dan aktivitas untuk melaksanakan suatu tugas. Kelelahan mengacu pada proses peningkatan efisiensi kerja dan kesehatan manusia atau kesejahteraan fisik untuk melaksanakan tugas-tugas yang diperlukan. Berikut ini adalah beberapa faktor yang memengaruhi stres yang berhubungan dengan pekerjaan: hubungan dengan rekan kerja, jenis pekerjaan, shift, status kesehatan dan kebugaran, kemacetan kerja yang konstan, kondisi lingkungan kerja (fisik, kimia, biologis, ergonomis, dan psikologis), stres di tempat kerja, beban di tempat kerja, atau aktivitas penanganan manual yang disebabkan oleh penggunaan energi yang lebih intens dan pekerjaan mental. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan prestasi kerja pada domain Peleburan Pertambangan Nikel PT. ANTAM Tbk. UBPN Kolaka tahun 2025. Ada dua metode yang digunakan: analisis kuantitatif dengan menggunakan desain analitik dan analisis cross-sectional dengan menggunakan chi-square. Sekitar 104 responden dipilih untuk penelitian ini dengan menggunakan metode pemilihan acak dasar. Alat yang digunakan untuk penelitian ini meliputi laptop, pengelola dokumen, alat tulis, dan buku catatan. Variabel beban kerja (0,001), masa kerja (0,355), shift kerja (0,254), dan status gizi (IMT) (0,348). Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara masa kerja, shift kerja,maupun status gizi (IMT) dengan kelelahan kerja, namun terdapat hubungan antara beban kerja dengan kelelahan kerja Area Smelting Pertambangan Nikel PT. ANTAM Tbk. UBPN Kolaka. 2025.
IMPLEMENTASI DAN EFEKTIVITAS PROGRAM PENYULUHAN RUTIN K3RS DI RUMAH SAKIT TMC TASIKMALAYA 2022 Citra Dina Purwanti citra
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol. 6 No. 3 (2025): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo (JK3UHO)
Publisher : Departemen K3 FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jk3uho.v6i3.113

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit (K3RS) merupakan aspek penting untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman bagi seluruh civitas rumah sakit. RS TMC Tasikmalaya secara rutin melaksanakan program penyuluhan K3RS, namun efektivitas program tersebut belum dievaluasi secara ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi seberapa efektif program penyuluhan K3RS dalam meningkatkan pemahaman peserta terhadap materi yang disampaikan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif sederhana. Data diperoleh dari dokumentasi hasil pre-test dan post-tes yang diberikan oleh tim K3RS serta wawancara dengan kepala K3RS. Analisis dilakukan menggunakan perhitungan nilai rata-rata pre-test dan post-test dari enam kegiatan penyuluhan. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman peserta secara signifikan, terutama pada pelatihan berbasis praktik seperti simulasi tanggap darurat dan In House Training (IHT) Ergonomi. Beberapa hambatan juga ditemukan selama pelaksanaan, seperti keterlambatan peserta dan kejenuhan karena materi yang berulang. Meskipun data berasal dari tahun 2022, hasil penelitian ini tetap relevan sebagai dasar evaluasi program K3RS berkelanjutan di masa kini. Optimalisasi metode pelatihan dan pengelolaan penyuluhan masih diperlukan. Kata kunci : Efektivitas, K3RS, pelatihan, penyuluhan, rumah sakit.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN PENGGUNAAN APD PADA PEKERJA DI AREA TAMBANG PT. X KONAWE SELATAN TAHUN 2023 Serli Nurfadilla; Asnia Zainuddin; Indah Ade Prianti
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo (JK3UHO)
Publisher : Departemen K3 FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jk3uho.v6i2.114

Abstract

Alat Pelindung Diri (APD) merupakan seperangkat alat yang digunakan oleh pekerja untuk melindungi seluruh atau sebagian tubuhnya terhadap kemungkinan adanya potensi bahaya di tempat kerja atau kecelakaan kerja. APD juga merupakan kelengkapan yang wajib digunakan saat bekerja sesuai bahaya dan risiko kerja untuk menjaga keselamatan pekerja itu sendiri dan orang di sekelilingnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, sikap, pelatihan dan pengawasan dengan kepatuhan penggunaan APD.. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 127 responden, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik accindental sampling. Untuk memperoleh data di lapangan dilakukan dengan cara penyebaran kuisioner kepada 127 responden. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain obsevasional analitik dan menggunakan pendekatan studi cross sectional, Uji chi-square digunakan untuk analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dengan kepatuhan penggunaan APD (p = 0,000), ada hubungan antara sikap dengan kepatuhan penggunaan APD (p = 0,000), ada hubungan antara pelatihan dengan kepatuhan penggunaan APD (p = 0,011), ada hubungan antara pengawasan dengan kepatuhan penggunaan APD (p = 0,002). Kesimpulan dari penelitian ini terdapat hubungan antara pengetahuan, sikap, pelatihan, pengawasan dengan kepatuhan penggunaan APD.
EFEKTIFITAS EDUKASI PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) PADA PEKERJA KONSTRUKSI BANGUNAN DI PERUSAHAAN CV. HASIL KARYA UTAMA KOTA KENDARI Hartati Bahar
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo (JK3UHO)
Publisher : Departemen K3 FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jk3uho.v6i2.115

Abstract

Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) memiliki keterkaitan yang signifikan dengan kejadian kecelakaan kerja. Pekerja yang tidak menggunakan APD memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami kecelakaan yang tidak hanya merugikan perusahaan secara materiil, tetapi juga membahayakan keselamatan pekerja itu sendiri. APD merupakan seperangkat perlengkapan yang dirancang untuk digunakan oleh tenaga kerja sebagai upaya perlindungan terhadap potensi bahaya di lingkungan kerja.Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penyuluhan dan bimbingan mengenai penggunaan APD pada pekerja konstruksi bangunan di CV. Hasil Karya Utama, Kota Kendari. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan menggunakan desain kuasi-eksperimen (Quasi-Experimental design) melalui pendekatan one group pretest-posttest design.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pekerja konstruksi bangunan di CV. Hasil Karya Utama, Kota Kendari, yang berjumlah 25 orang dan seluruhnya dijadikan sampel (total sampling). Analisis data menggunakan Uji T Berpasangan (Paired T-Test). Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai signifikansi p sebesar 0,000 lebih kecil dari α = 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa H₀ ditolak dan H₁ diterima. Artinya, terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai rata-rata pre-test dan post-test sebelum dan sesudah diberikan edukasi mengenai penggunaan APD. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media poster sebagai alat bantu dalam penyuluhan mengenai APD efektif dalam meningkatkan pengetahuan pekerja konstruksi sebelum dan sesudah dilakukan edukasi.
GAMBARAN KELUHAN MUSCULOSKELETAL PADA TUKANG BECAK DI KECAMATAN KENDARI BARAT Hariati Lestari
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo (JK3UHO)
Publisher : Departemen K3 FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jk3uho.v6i2.116

Abstract

Keluhan musculoskeletal merupakan salah satu contoh penyakit akibat kerja yang dapat timbul di tempat kerja. MSDS (musculoskeletal disorder) terjadi akibat dari kombinasi berbagai faktor pekerjaan, faktor individu, dan faktor lingkungan. Menurut WHO pada tahun 2017. Prevalensi MSDs berdasarkan diagnosis yaitu 20%-33% orang di seluruh dunia hidup dengan kondisi musculoskeletal. Data statistik penyakit musculoskeletal disorder di Great Britain menyatakan terdapat 498.000 dari 1.354.000 pekerja yang menderita penyakit terkait pekerjaan. Di Indonesia dari studi Departemen Kesehatan menunjukkan sekitar 40,5% penyakit yang diderita pekerja berhubungan dengan pekerjaannnya. Gangguan yang dialami pekerja menurut penelitian yang dilakukan terhadap 9.482 pekerja di 12 kabupaten/kota di Indonesia umumnya berupa penyakit MSDS (16%), Kardiovaskular (8%). Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran kejadian keluhan musculoskeletal (MSDS) pada pengayuh becak yang beroperasi diwilayah Kecamatan Kendari Barat Sulawesi Tenggara. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan data sampel dengan Teknik simple random sampling, dengan kuesioner, dengan jumlah responden sebanyak 60 yang berprofesi sebagai tukang becak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa durasi kerja pada tukang becak sangat beresiko terjadinya keluhan musculoskeletal (MSDS), berdasarkan gambaran masa kerja pada tukang becak menunjukkan bahwa keluhan musculoskeletal banyak terjadi pada masa kerja 1-5 tahun, dilihat dari postur kerja menunjukkan bahwa responden dengan kategori tinggi sebanyak 28 responden.
GAMBARAN PERILAKU AMAN DAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI PADA PEKERJA DI PT. PLN (PERSERO) UP3 KENDARI TAHUN 2023 Fadhilah Rizka Muthiah; Siti Rabbani Karimuna; La Ode Liaumin Azim
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo (JK3UHO)
Publisher : Departemen K3 FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jk3uho.v6i2.117

Abstract

Di Indonesia, terdapat 34 kasus kecelakaan kerja akibat listrik yang terjadi pada tahun 2020, dan 14 orang meninggal. Berperilaku aman dengan menggunakan alat pelindung diri (APD) adalah salah satu cara untuk mengurangi kasus tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran perilaku aman dan penggunaan alat pelindung diri pada pekerja di PT. PLN (Persero) UP3 Kendari Tahun 2023. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif, dengan jumlah sampel sebanyak 31 responden. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik total sampling. Instrumen peneletian yang digunakan yaitu lembar kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif yaitu membuat interprestasi dan deskripsi dari data yang diperoleh. Hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa responden yang menerapkan perilaku aman sebanyak 31 orang (100 %), responden yang menggunakan APD berupa safety helmet sebanyak 31 orang (100 %), responden yang menggunakan APD berupa full body harness sebanyak 30 orang (96,8 %) dan sebanyak 1 responden (3,2%) yang tidak menggunakan APD berupa full body harness, bahwa responden yang menggunakan APD berupa pakaian pelindung sebanyak 31 orang (100 %), responden yang menggunakan APD berupa safety shoes sebanyak 31 orang (100 %), responden yang menggunakan apd berupa kacamata safety sebanyak 31 orang (100 %), responden yang menggunakan APD berupa safety gloves sebanyak 31 orang (100 %) dan responden yang menggunakan APD berupa masker sebanyak 31 orang (100 %) saat bekerja.Kesimpulan sebanyak 30 orang telah menggunakan APD secara lengkap dan sebanyak 1 orang yang tidak menggunakan APD secara lengkap dan sebanyak 31 orang telah berperilaku aman.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN COMPUTER VISION SYNDROME (CVS) PADA PEKERJA PENGGUNA KOMPUTER BADAN PERTANAHAN NASIONAL SULTRA TAHUN 2024 Fazal Dewansyah; Pitrah Asfian; Irma Yunawati
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo (JK3UHO)
Publisher : Departemen K3 FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jk3uho.v6i2.118

Abstract

Computer Vision Syndrome (CVS) merupakan suatu kondisi yang ditandai oleh manifestasi gejala okulomotor dan visual yang beragam, termasuk asthenopia (kelelahan mata), nyeri mata, sakit kepala, penglihatan kabur (blurry vision), dan diplopia (penglihatan ganda). Gejala-gejala ini seringkali dihubungkan dengan penggunaan komputer dalam jangka waktu lama. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana faktor yang berhubungan dengan Computer vision syndrome (CVS) di Badan Pertanahan Nasional Sultra Tahun 2024. Penelitian ini merupakan penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh pekerja yang menggunakan komputer sebanyak 54 orang dengan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner untuk memperoleh informasi mengenai masa kerja, lama penggunaan komputer, kelainan refraksi, dan tingkat pencahayaan. Selain itu, Lux Meter untuk pengukuran objektif tingkat pencahayaan di tempat kerja. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji chi-square dan uji fisher. Hasil penelitian diperoleh tingkat pencahayaan dengan p-value = 0,019, kelainan refraksi dengan p-value = 0,016, masa kerja dengan p-value = 0,149 serta lama penggunaan komputer dengan p-value = 0,189. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa terdapat hubungan antara tingkat pencahayaan dan kelainan refraksi dengan kejadian CVS pada pekerja pengguna komputer di Badan Pertanahan Nasional Sulawesi Tenggara Tahun 2024 serta tidak terdapat hubungan antara masa kerja dan lama penggunaan komputer dengan kejadian CVS pada pekerja pengguna komputer di Badan Pertanahan Nasional Sulawesi Tenggara Tahun 2024.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELELAHAN MATA PADA DOSEN FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT TAHUN 2024 Muhammad Dirga Adriansyah Dwi Putra; Arum Dian Pratiwi; Listy Handayani
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo (JK3UHO)
Publisher : Departemen K3 FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jk3uho.v6i2.119

Abstract

Kelelahan mata atau kelelahan okular ditandai dengan sensasi berat pada bola mata, disertai ketegangan periokular yang menjalar ke daerah temporal, manifestasinya berupa nyeri kepala pulsatif di area retro-orbital. Fotofobia, bahkan terhadap intensitas cahaya rendah, seringkali dilaporkan. Pasien juga mengalami penurunan ketajaman visual, yang digambarkan sebagai penglihatan kabur. Kondisi ini prevalensinya tinggi pada populasi dosen, kemungkinan besar disebabkan oleh tuntutan pekerjaan yang memerlukan fokus visual intensif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lama kerja, usia, istirahat mata, jarak monitor dengan kelelahan mata pada dosen di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Haluoleo Tahun 2024. Studi cross-sectional ini, bersifat observasional dan analitik, melibatkan seluruh populasi sebagai sampel (n=30) menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan secara terstruktur, menggunakan kuesioner untuk memperoleh data kualitatif dan aplikasi pengukuran digital untuk memperoleh data kuantitatif berupa jarak pandang ke monitor. Proses analisis data dilakukan secara komputasional, menggunakan uji Fisher's exact test yang sesuai untuk mengidentifikasi hubungan antar variabel kategorikal dalam kerangka desain penelitian ini. Analisis data menunjukkan adanya korelasi signifikan antara lama kerja (p=0.045), istirahat mata (p=0.045), dan jarak monitor (p=0.030) dengan kelelahan mata pada sampel dosen FKM UHO. Nilai p yang kurang dari 0.05 mengindikasikan hubungan tersebut bersifat signifikan secara statistik. Sebaliknya, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara usia (p=1.000) dan kelelahan mata pada populasi yang diteliti. Kesimpulan penelitian adalah ada hubungan antara lama kerja, istirahat mata, jarak monitor dengan kelelahan mata dan tidak ada hubungan antara usia dengan kelelahan mata pada dosen FKM UHO.

Page 5 of 11 | Total Record : 108