cover
Contact Name
Arum Dian Pratiwi
Contact Email
arum.dian28@uho.ac.id
Phone
+6285241812266
Journal Mail Official
arum.dian28@uho.ac.id
Editorial Address
Gedung Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo, Kendari, Sulawesi Tenggara
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
JK3UHO
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : 2723519X     DOI : http://dx.doi.org/10.37887/jk3-uho
Core Subject :
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Unversitas Halu Oleo merupakan jurnal yang dikelola oleh Departemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo Kendari sejak April 2020. Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Unversitas Halu Oleo merupakan jurnal ilmiah yang terbit secara on-line eISSN 2723-519X dan menerbitkan artikel atau karya ilmiah hasil penelitian dalam bidang ilmu Kesehatan Kesehatan dan Keselamatan Kerja. Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo terbit secara berkala 4 edisi dalam satu volume setiap tahunnya. Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Unversitas Halu Oleo telah Terakreditasi Nasional (Sinta) Peringkat 5 Berdasarkan Surat Pemberitahuan Hasil Akreditasi Jurnal Ilmiah Periode II Tahun 2024 Nomor 1439/E5/DT.05.00/2024 Tanggal 13 November 2024
Arjuna Subject : -
Articles 108 Documents
GAMBARAN KESIAPSIAGAAN SEKOLAH DASAR TERHADAP BENCANA GEMPA BUMI DI KECAMATAN MANDONGA DAN POASIA KOTA KENDARI TAHUN 2023 Muhammad Azwan; Syawal Kamiluddin Saptaputra; Syefira Salsabila
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol. 6 No. 3 (2025): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo (JK3UHO)
Publisher : Departemen K3 FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jk3uho.v6i3.160

Abstract

Secara geografis, Indonesia terletak di perbatasan beberapa lempeng tektonik utama di dunia. Di bagian utara terdapat lempeng Eurasia, di selatan terdapat lempeng Indo Australia, di timur terdapat lempeng Filipina dan Samudera Pasifik. Selain itu, Indonesia juga berada di antara rentetan pegunungan Sirkum Mediterania dan Sirkum Pasifik. Keadaan geografis ini berkontribusi pada tingkat kerentanan yang tinggi terhadap bencana alam di Indonesia. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran kesiapsiagaan terkait pengetahuan, rencana tanggap darurat, sistem peringatan dini bencana, serta ketersediaan dan fleksibilitas sumber daya dalam menghadapi bencana gempa bumi di sekolah dasar. di Kecamatan Mandonga dan Poasia Kota Kendari Tahun 2023. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deksriptif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Proportional Random Sampling, dimana sebanyak 243 responden, yang terdiri dari guru dan siswa kelas 5 sekolah dasar, dan dipilih secara acak dari populasi penelitian. Hasil penelitian diperoleh bahwa kunci keberhasilan kesiapsiagaan dilihat pada keempat variabel pengetahuan, keadaan darurat bencana, peringatan dini dan mobilitas sumber daya, yang dalam penelitian ini, hasilnya menunjukkan bahwa guru-guru dari keempat sekolah tersebut termasuk dalam kategori siap. Namun, hanya tiga dari empat sekolah yang memiliki siswa-siswa yang masuk dalam kategori sangat siap, sementara satu sekolah lainnya berada dalam kategori siap. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat gambaran kesiapsiagaan sekolah dasar dalam menghadapi bencana gempa bumi di Kecamatan Mandonga dan Poasia Tahun 2023.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINDAKAN TIDAK AMAN (UNSAFE ACTION) PADA PEKERJA DI PT. X TAHUN 2023 Rahayu Ningsih; Syawal Kamiluddin Saptaputra; Irma Yunawati
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol. 6 No. 3 (2025): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo (JK3UHO)
Publisher : Departemen K3 FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jk3uho.v6i3.161

Abstract

Tindakan tidak aman adalah tindakan yang membahayakan pekerja maupun orang lain dan menyebabkan terjadinya kecelakaan kerja. Tindakan tidak aman memiliki dampak yang merugikan bagi pekerja, seperti hukuman karena melanggar peraturan perusahaan dan terpapar potensi bahaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan tindakan tidak aman pada pekerja PT X di tahun 2023. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional study. Pendekatan ini dimaksudkan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap, pelatihan, dan pengawasan dengan tindakan tidak aman pada pekerja di PT. X tahun 2023. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh jumlah karyawan PT. X yaitu sebanyak 633 pekerja dengan sampel sebanyak 239 pekerja menggunakan metode proportionate random sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah kuesioner. Analisis yang digunakan yaitu univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian diketahui sebanyak 71,5% memiliki tindakan tidak aman, 10,0% memiliki pengetahuan kurang, 59,4% memiliki sikap kurang, 5,9% memiliki pelatihan kurang, dan 47,3% memiliki pengawasan kurang. Hasil analisis bivariat menggunakan uji chi-square menunjukkan bahwa pengetahuan p=0,935, sikap p=0,000, pelatihan p=0,548, dan pengawasan p=0,000 dengan tindakan tidak aman. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan antara sikap dan pengawasan dengan tindakan tidak aman dan tidak ada hubungan antara pengetahuan dan pelatihan dengan tindakan tidak aman.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELELAHAN KERJA PADA PEGAWAI PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA KOTA KENDARI TAHUN 2023 Vidya Oktanisa; Ramadhan Tosepu; Syawal Kamiluddin Saptaputra
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol. 6 No. 3 (2025): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo (JK3UHO)
Publisher : Departemen K3 FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jk3uho.v6i3.162

Abstract

Kelelahan adalah salah satu masalah dalam bidang Kesehatan dan Keselamatan Kerja yang dapat menyebabkan kecelakaan kerja. Kelelahan kerja adalah kondisi di mana seseorang kurang efisien dan tahan lama di tempat kerja. Istilah “kelelahan” mengacu pada situasi di mana karyawan tidak dapat melakukan aktivitas, menyebabkan penurunan kapasitas kerja dan daya tahan, postur atau sikap di tempat kerja, dan faktor lingkungan kerja seperti kebisingan. Karakteristik individu, termasuk jenis kelamin, kesehatan, status gizi, pola tidur, tahun pelayanan, gangguan psikologis, merokok, konsumsi alkohol, dan penggunaan obat-obatan juga dapat berdampak pada kelelahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan faktor-faktor yang terkait dengan kelelahan kerja di antara karyawan Pelabuhan Perikanan Samudera Kota Kendari. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik observasional dengan pendekatan studi cross sectional. Sampel berjumlah 115 yang ditetapkan menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisis data terdiri dari analisis univariat untuk melihat proporsi jawaban responden dan bivariat untuk menguji hubungan antarvariabel menggunakan uji chi-square. Hasil uji hubungan menunjukkan nilai p beban kerja 0,02, status gizi 0,049, waktu kerja 1.000, dan kualitas tidur 0.149. Kesimpulan berdasarkan hasil penelitian terlihat bahwa ada korelasi antara beban kerja dan status gizi dengan kelelahan kerja pada karyawan Pelabuhan Perikanan Samudera Kota Kendari. Sedangkan lama kerja dan kualitas tidur tidak memiliki korelasi dengan kelelahan kerja pada karyawan Pelabuhan Perikanan Samudera Kota Kendari tahun 2023.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU PENERAPAN BUDAYA KERJA 5R PADA PEKERJA DI PUSKESMAS MATA KOTA KENDARI TAHUN 2023 Rilya Sabrillah Safril; Irma Irma; Renni Meliahsari
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol. 6 No. 3 (2025): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo (JK3UHO)
Publisher : Departemen K3 FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jk3uho.v6i3.163

Abstract

Budaya kerja 5R adalah membedakan antara yang diperlukan dengan yang tidak diperlukan, mengambil keputusan yang tegas dan menerapkan manajemen stratifikasi untuk membuang yang tidak diperlukan itu. 5R merupakan suatu pendekatan sistematis untuk menata, menyusun, dan membersihkan lingkungan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, sikap, ketersediaan fasilitas dan pengawasan dengan Perilaku Penerapan Budaya Kerja 5R. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain obsevasional analitik dan menggunakan pendekatan studi cross sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 56 responden, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling. Kuesioner digunakan sebagai instrument untuk mengumpulkan data penelitian. Analisis data menggunakan uji chi-square. . Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dengan perilaku penerapan budaya kerja 5R (p = 0,003), ada hubungan antara sikap dengan perilaku penerapan budaya kerja 5R (p = 0,046), ada hubungan antara ketersediaan fasilitas dengan perilaku penerapan budaya kerja 5R (p = 0,045), ada hubungan antara pengawasan dengan perilaku penerapan budaya kerja 5R (p = 0,029). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa semua faktor yang diteliti (pengetahuan, sikap, ketersediaan fasilitas, dan pengawasan) memiliki hubungan yang signifikan dengan perilaku penerapan budaya kerja 5R di Puskesmas Mata Kota Kendari Tahun 2023.
ANALISIS RISIKO BAHAYA KEBAKARAN DAN LEDAKAN DENGAN METODA DOW’S FIRE AND EXPLOSION INDEX PADA FASILITAS TANGKI TIMBUN PT X Rifki Adrian; Roto Roto
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol. 6 No. 4 (2026): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo (JK3UHO)
Publisher : Departemen K3 FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jk3uho.v6i4.166

Abstract

Tangki penyimpanan minyak mentah merupakan salah satu unit proses dengan tingkat risiko tertinggi dalam industri migas, terutama pada fasilitas berusia tua yang mengalami degradasi struktur dan korosi sehingga meningkatkan potensi bahaya kebakaran dan ledakan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat bahaya pada tangki penyimpanan T-07 yang telah beroperasi lebih dari seratus tahun melalui penerapan metode Dow’s Fire and Explosion Index (F&EI). Jenis penelitian yang digunakan adalah analisis kuantitatif risiko dengan pendekatan evaluatif menggunakan parameter Material Factor (MF), General Process Hazard Factor (F1), dan Special Process Hazard Factor (F2), serta penilaian efektivitas mitigasi melalui Loss Control Credit Factor (LCCF). Data yang dianalisis mencakup data desain tangki, kondisi aktual peralatan, serta standar proteksi kebakaran mengacu pada API dan NFPA, dengan pengolahan dilakukan menggunakan lembar kerja F&EI dan interpretasi risiko berbasis indeks. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa nilai F&EI untuk tangki T-07 adalah 131,18, yang menempatkan unit ini dalam kategori Heavy Hazard, sedangkan nilai LCCF sebesar 0,59 menunjukkan bahwa mitigasi yang tersedia belum berjalan secara optimal dalam menekan risiko. Analisis lanjutan juga mengindikasikan bahwa potensi kerugian material maupun gangguan operasional sangat besar apabila terjadi insiden kebakaran atau ledakan. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa tangki T-07 memiliki tingkat bahaya yang tinggi sehingga diperlukan peningkatan sistem proteksi kebakaran, inspeksi teknis yang lebih rutin, serta modernisasi fasilitas guna menurunkan risiko dan memastikan keberlangsungan operasi secara aman.
HUBUNGAN SUHU PADA LINGKUNGAN KERJA DENGAN KELUHAN MUSKULOSKELETAL KARYAWAN LAUNDRY DI BANDUNG Nadia Dwi Syafira; Dedah Ningrum; Imam Tri Sutrisno
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol. 6 No. 4 (2026): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo (JK3UHO)
Publisher : Departemen K3 FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jk3uho.v6i4.167

Abstract

Keluhan muskuloskeletal merupakan salah satu masalah kesehatan kerja yang sering dialami pekerja sektor laundry akibat paparan suhu lingkungan yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara suhu lingkungan kerja dan keluhan muskuloskeletal pada karyawan laundry di Kota Bandung. Desain penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan rancangan cross-sectional. Sampel terdiri dari 50 karyawan Laundry Club yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling sesuai kriteria inklusi. Pengukuran suhu lingkungan kerja dilakukan menggunakan thermometer digital setiap satu jam pada rentang waktu 08.00–20.00 selama tiga hari berturut-turut, kemudian dihitung nilai rata-rata hariannya. Keluhan muskuloskeletal dinilai menggunakan Nordic Musculoskeletal Questionnaire (NMQ) versi Bahasa Indonesia yang memiliki validitas dan reliabilitas baik. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05 dan dilengkapi ukuran efek Cramer’s V untuk menentukan kekuatan hubungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden bekerja pada paparan suhu berisiko (>28°C). Terdapat hubungan signifikan antara suhu lingkungan kerja dan keluhan muskuloskeletal (χ² = 34,74; p < 0,001). Nilai Cramer’s V sebesar 0,834 menunjukkan bahwa kekuatan hubungan berada pada kategori sangat kuat, menandakan bahwa paparan suhu tinggi berkontribusi besar terhadap terjadinya keluhan muskuloskeletal. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa suhu lingkungan kerja panas merupakan faktor penting yang meningkatkan risiko keluhan muskuloskeletal pada pekerja laundry, sehingga pengelolaan suhu kerja yang ergonomis perlu menjadi prioritas dalam upaya pencegahan masalah kesehatan kerja.
Pengaruh Media Leaflet Terhadap Pengetahuan Sikap dan Tindakan dalam Pelaksanaan K3 di SMK Negeri 2 Kota Tarakan Novita Ranti Muntiari; Syamsiah Syamsiah; Umi Fauzia Hanifah
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol. 6 No. 4 (2026): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo (JK3UHO)
Publisher : Departemen K3 FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jk3uho.v6i4.168

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan aspek yang sangat penting untuk diterapkan di lingkungan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), khususnya pada kompetensi keahlian yang melibatkan aktivitas praktik dengan tingkat risiko tinggi, seperti Teknik Las. Penerapan K3 yang baik tidak hanya bertujuan untuk mencegah kecelakaan kerja, tetapi juga membentuk budaya kerja yang aman sejak dini. Namun, berdasarkan hasil observasi awal di SMK Negeri 2 Kota Tarakan, masih ditemukan rendahnya tingkat pengetahuan, sikap, dan tindakan siswa terhadap pelaksanaan K3 selama kegiatan praktik. Oleh karena itu, diperlukan media edukasi yang efektif dan mudah dipahami untuk meningkatkan pemahaman siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh media leaflet terhadap peningkatan pengetahuan, sikap, dan tindakan siswa terkait K3. Penelitian menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatan one group pretest–posttest yang melibatkan 66 siswa kelas XI Teknik Las. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah intervensi leaflet, kemudian dianalisis secara univariat dan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada seluruh variabel. Pengetahuan siswa meningkat dari kategori cukup menjadi seluruhnya baik, sikap berubah dari dominan negatif menjadi 100% positif, dan tindakan siswa menjadi sepenuhnya sesuai dengan prosedur K3. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai z-score masing-masing sebesar 7,137; 7,134; dan 7,079 dengan p-value 0,000. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa media leaflet efektif sebagai sarana promosi kesehatan dalam meningkatkan pemahaman, membentuk sikap positif, serta mendorong perilaku aman dalam penerapan K3 di SMK.
ANALISIS RISIKO KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA PROSES PEMBUATAN TAHU MENGGUNAKAN METODE STRUCTURED WHAT IF TECHNIQUE (SWIFT) DI PABRIK SUMBER SARI Finarti Finarti; Herlina Jusuf; Putri Ayuningtias Mahdang
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol. 6 No. 4 (2026): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo (JK3UHO)
Publisher : Departemen K3 FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jk3uho.v6i4.169

Abstract

Kecelakaan kerja dapat terjadi karena adanya unsafe action, unsafe condition, serta pengelolaan manajemen risiko keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kerja yang tidak dilaksanakan dengan baik. Pabrik Sumber Sari pada proses produksinya terdapat potensi bahaya, unsafe action, dan unsafe condition yang dapat menyebabkan insiden kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi risiko keselamatan dan kesehatan kerja dalam proses pembuatan tahu dan tempe dengan menggunakan metode SWIFT. Jenis penelitian kualitatif. Informan penelitian ini berjumlah 6 orang, terdiri dari 1 informan utama, 2 informan kunci, dan 3 informan pendukung. Pemilihan informan dalam penelitian ini dilakukan secara purposive, dengan pertimbangan pengalaman kerja dan peran dalam proses produksi di pabrik. Data penelitian diperoleh melalui survei dan wawancara dengan seluruh pekerja di area pembuatan tahu serta observasi langsung terhadap aktivitas kerja. Analisis data dilakukan secara kualitatif deskriptif dengan bantuan analisis semi-kuantitatif menggunakan metode SWIFT. Hasil penelitian berupa penilaian risiko prioritas masalah, yang pada proses pembuatan tahu didapatkan 3 prioritas utama, 6 prioritas menengah, 2 prioritas rendah, dan 5 prioritas paling rendah. Simpulan penelitian ini yaitu proses pembuatan tahu memiliki potensi dan tingkat risiko bahaya yang tinggi. Saran untuk pemilik pabrik dan pekerja agar lebih mengenal ruang lingkup K3, meningkatkan kesadaran terhadap potensi bahaya di setiap tahapan kerja dan memperhatikan prosedur keselamatan kerja, terutama dalam penggunaan alat pelindung diri (APD).
Implementation of Occupational Safety and Health (OSH) through the SAPA Program (Awareness of Potential and Safe Production) in UMKM Rengginan X Erliana Nur Azizah
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol. 6 No. 4 (2026): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo (JK3UHO)
Publisher : Departemen K3 FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jk3uho.v6i4.170

Abstract

Occupational safety and health (OSH) is an important component that must be considered in various business sectors, including the home-based food industry managed by Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs). Rengginan X MSME is one of the micro businesses that has a production process with significant potential hazards, especially related to processing, frying, and handling food ingredients without using safe procedures. Initial observations indicate that non-ergonomic work positions, low use of personal protective equipment (PPE), and substandard food sanitation practices are some of the conditions that can endanger workers. This forms the basis for the implementation of the SAPA (Aware of Potential and Safe Production) Program to improve OSH understanding and practices in MSMEs. The purpose of this study is to determine the effectiveness of the SAPA Program in increasing understanding of hazards, the implementation of safe production standard operating procedures (SOPs), and changes in the behavior of Rengginan MSME workers. This study used qualitative research with a case study design. There were 20 informants consisting of owners and workers of Rengginan MSMEs. K3 observation sheets, semi-structured interview guidelines, and checklists for the implementation of standard operating procedures (SOPs) for safe production were part of the research instruments. Thematic analysis was used to examine changes in OSH understanding, attitudes, and practices before and after the assistance program. The results showed that workers had a better understanding of potential occupational hazards, more ergonomic work layouts, and greater compliance with the use of PPE and the implementation of safe  production SOPs.  Furthermore, through education, direct mentoring, and the  habit formation of OSH practices, the SAPA program was demonstrated as an easy-to-implement OSH intervention model for small and medium-sized MSMEs.
Comparative Evaluation of Occupational Safety and Health Management System (OSH-MS) Practices in Power Plant, HSR, and NAM Industries Herlina J. EL-Matury; Nabila Syahlan; Mohd Rafee B. Baharuddin
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol. 6 No. 4 (2026): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo (JK3UHO)
Publisher : Departemen K3 FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jk3uho.v6i4.171

Abstract

Occupational Health and Safety (OHS) management is essential for ensuring workplace safety and sustaining organizational operations, particularly in industries with varying levels of risk. Inadequate implementation of OHS management systems can result in workplace accidents, occupational diseases, operational disruptions, and economic losses. This study aims to evaluate and compare the implementation of OHS management practices across three companies from different industrial sectors: a Power Plant, HSR, and NAM. A quantitative descriptive-comparative research design was employed. Each company provided five informants directly involved in OHS management, including the OHS Manager, OHS Coordinator, Safety Officer, and Administrator, for a total of fifteen informants. Data were collected using structured checklist instruments and document reviews based on five core principles of OHS management: policy establishment, planning, plan implementation, performance monitoring and evaluation, and review and continuous improvement. Compliance levels were analyzed descriptively and presented as percentages for comparison across companies. The results indicate that the Power Plant achieved the highest compliance, particularly in policy, systematic planning, and structured monitoring and evaluation. HSR showed moderate compliance, with gaps in planning and performance evaluation. NAM demonstrated the lowest compliance, especially in planning (14%) and performance review and improvement (17%), highlighting critical areas requiring immediate attention. Based on these findings, this study recommends strengthening risk-based OHS planning, enhancing staff competencies through continuous training, and implementing regular internal audits and management reviews. Sector-specific strategies are essential to improve the effectiveness of OHS management systems and sustainably reduce workplace accident risks.

Page 7 of 11 | Total Record : 108