cover
Contact Name
Arum Dian Pratiwi
Contact Email
arum.dian28@uho.ac.id
Phone
+6285241812266
Journal Mail Official
arum.dian28@uho.ac.id
Editorial Address
Gedung Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo, Kendari, Sulawesi Tenggara
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
JK3UHO
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : 2723519X     DOI : http://dx.doi.org/10.37887/jk3-uho
Core Subject :
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Unversitas Halu Oleo merupakan jurnal yang dikelola oleh Departemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo Kendari sejak April 2020. Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Unversitas Halu Oleo merupakan jurnal ilmiah yang terbit secara on-line eISSN 2723-519X dan menerbitkan artikel atau karya ilmiah hasil penelitian dalam bidang ilmu Kesehatan Kesehatan dan Keselamatan Kerja. Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo terbit secara berkala 4 edisi dalam satu volume setiap tahunnya. Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Unversitas Halu Oleo telah Terakreditasi Nasional (Sinta) Peringkat 5 Berdasarkan Surat Pemberitahuan Hasil Akreditasi Jurnal Ilmiah Periode II Tahun 2024 Nomor 1439/E5/DT.05.00/2024 Tanggal 13 November 2024
Arjuna Subject : -
Articles 108 Documents
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STRES KERJA PADA PEKERJA DI PT. X TAHUN 2025 Renike Tambunan; Sartiah Sartiah; Sri Tungga Dewi
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo (JK3UHO)
Publisher : Departemen K3 FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jk3uho.v7i1.283

Abstract

Stres adalah cara respons alami seseorang ketika menghadapi tekanan atau tuntutan dari luar, yang bisa menyebabkan berbagai masalah, seperti gangguan fisik, emosional, dan perilaku. Stres kerja menimbulkan ketidakselarasan antara aspek fisik dan psikis yang berimplikasi pada kondisi emosional. Selain itu, stres kerja menjadi faktor penghambat produktivitas individu di lingkungan kerja. Tujuan dari dilaksanakannya penelitian ini adalah untuk menganalisis berbagai variabel yang memiliki korelasi dengan tingkat stres kerja pada karyawan PT. X di Kendari tahun 2025. Adapun jenis studi yang dilakukan adalah kuantitatif dengan pendekatan analitik observational dengan desain studi Cross Sectional. Dengan melibatkan 84 pekerja sebagai sampel, penelitian ini menggunakan metode accidental sampling dalam pengumpulan datanya. Selanjutnya, keterkaitan antarvariabel diuji melalui analisis bivariat menggunakan uji Fisher’s Exact dan Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara dukungan sosial (p value = 0,043) dengan stres kerja. Namun, tidak terdapat hubungan antara beban kerja (p value = 0,240) dan kebisingan (p value = 0,724) dengan stres kerja. Dapat disimpulkan bahwa dukungan sosial berhubungan dengan stres kerja sedangkan beban kerja dan kebisingan tidak berhubungan dengan stres kerja pada pekerja PT. X 2025. Disarankan agar pekerja tetap mematuhi prosedur K3 yang ada serta memanfaatkan waktu istirahat secara optimal dan tetap menjaga komunikasi yang baik dengan rekan kerja.
ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KECELAKAAN KERJA PADA PETUGAS PENGANGKUT SAMPAH DI DINAS LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN KOTA KENDARI TAHUN 2025 Ratti Tasik; Fithria Fithria; Indah Ade Prianti
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo (JK3UHO)
Publisher : Departemen K3 FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jk3uho.v7i1.286

Abstract

Kecelakaan kerja merupakan salah satu permasalahan yang masih sering terjadi pada petugas pengangkut sampah akibat tingginya paparan bahaya selama bekerja. Faktor individu maupun lingkungan kerja diduga berperan terhadap kejadian kecelakaan kerja, sehingga perlu dilakukan analisis terhadap faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan masa kerja, lingkungan kerja, dan perilaku Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dengan kejadian kecelakaan kerja pada petugas pengangkut sampah di Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kota Kendari Tahun 2025. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 312 petugas pengangkut sampah, dengan sampel sebanyak 175 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat serta bivariat menggunakan uji Chi-square pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara masa kerja dengan kecelakaan kerja (p=0,0025), lingkungan kerja dengan kecelakaan kerja (p=0,0059), serta perilaku K3 dengan kecelakaan kerja (p=0,001). Petugas dengan masa kerja baru, lingkungan kerja yang kurang baik, dan perilaku K3 yang negatif memiliki risiko lebih tinggi mengalami kecelakaan kerja dibandingkan kelompok pembanding. Disimpulkan bahwa masa kerja, lingkungan kerja, dan perilaku K3 merupakan faktor yang berhubungan dengan kejadian kecelakaan kerja pada petugas pengangkut sampah.
HUBUNGAN BEBAN KERJA TERHADAP KELELAHAN KERJA PADA PERAWAT WANITA DI RSJ SULAWESI TENGGARA 2024 Aisyah Sab'ina Al Mu'min; Suhadi Suhadi; Arum Dian Pratiwi
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo (JK3UHO)
Publisher : Departemen K3 FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jk3uho.v7i1.288

Abstract

Ketidakmampuan untuk mempertahankan tingkat kekuatan fisik atau daya tahan yang diperlukan serta penurunan efisiensi dan kinerja secara keseluruhan dalam pekerjaan adalah gejala-gejala kelelahan kerja. Bagi perawat, kelelahan kerja merupakan masalah nyata. Perawat dituntut dapat memberikan layanan yang prima kepada pasiennya dengan menunjukkan kemampuan dan sikap profesional melalui asuhan keperawatan, menunjukkan empati dan kepekaan yang baik, serta menjaga kestabilan emosi saat menghadapi pasien yang menderita penyakit fisik maupun mental. Tuntutan dan kebutuhan serta pelayanan kesehatan yang kontinu dan sistematis inilah yang sering menimbulkan kondisi yang dapat memicu terjadinya kelelahan kerja. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah kelelahan kerja perawat wanita di RSJ Sulawesi Tenggara pada tahun 2024 berhubungan dengan beban kerja. Studi ini menerapkan analisis observasional dengan desain cross sectional. Sampel penelitian terdiri dari 67 perawat wanita yang dipilih menggunakan teknik pengambilan sampel total. Analisis yang digunakan yakni analisis univariat dan analisis bivariat dengan menggunakan uji Chi-Square. Berdasarkan temuan penelitian, terdapat hubungan antara beban kerja (ρ-value: 0,020) dan kelelahan kerja. Diyakini bahwa administrasi rumah sakit jiwa memperhitungkan efek kelelahan kerja pada perawat ketika merancang program dukungan psikologis, strategi manajemen stres, dan program pelatihan untuk asuhan keperawatan yang terencana. Disarankan agar perawat memanfaatkan waktu istirahat setelah shift dengan tidur yang cukup, bersantai, dan berolahraga ringan serta melakukan peregangan.
GAMBARAN BEBAN KERJA, STRES KERJA, KUALITAS TIDUR, KEBIASAAN MEROKOK DAN KELELAHAN KERJA PADA OPERATOR ALAT BERAT DI PT HILLCONJAYA SAKTI SITE KVA TAHUN 2025 Nuraisyah Amani Fatiha; Syawal Kamiluddin Saptaputra; Indah Ade Prianti
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo (JK3UHO)
Publisher : Departemen K3 FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jk3uho.v7i1.289

Abstract

Kelelahan kerja merupakan salah satu permasalahan keselamatan dan kesehatan kerja yang sering terjadi pada industri pertambangan karena dapat menurunkan konsentrasi, produktivitas, serta meningkatkan risiko kecelakaan kerja. Operator alat berat merupakan kelompok pekerja yang memiliki tuntutan fisik dan mental tinggi sehingga berisiko mengalami kelelahan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan beban kerja, stres kerja, kualitas tidur, kebiasaan merokok, dan kelelahan kerja pada operator alat berat di PT Hillconjaya Sakti Site KVA Tahun 2025. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 144 operator alat berat, dengan sampel sebanyak 106 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling berdasarkan rumus Slovin. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis secara univariat dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki beban kerja berat (62,3%), stres kerja ringan (76,4%), kualitas tidur baik (56,6%), memiliki kebiasaan merokok (77,4%), dan mengalami kelelahan kerja ringan (84,0%). Hasil penelitian memberikan gambaran bahwa meskipun mayoritas operator alat berat menghadapi beban kerja yang tinggi dan memiliki kebiasaan merokok, sebagian besar masih berada pada kategori stres kerja ringan, memiliki kualitas tidur yang baik, serta mengalami kelelahan kerja ringan. Oleh karena itu, perusahaan perlu terus memperkuat program keselamatan dan kesehatan kerja melalui pengelolaan beban kerja, promosi perilaku hidup sehat, pengendalian kebiasaan merokok, serta optimalisasi waktu istirahat untuk mempertahankan kondisi kesehatan dan produktivitas pekerja.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KADAR ASAM URAT PEKERJA DI UNIT LAYANAN TRANSMISI GARDU INDUK DAN PT. PLN (PERSERO) UPT KENDARI TAHUN 2024 Hesti Putri Puspita Sari; Arum Dian Pratiwi; Listy Handayani
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo (JK3UHO)
Publisher : Departemen K3 FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jk3uho.v7i1.290

Abstract

Asam urat atau dikenal sebagai Artritis Gout merupakan penyakit akibat gangguan metabolisme purin yang menyebabkan hiperurisemia, yaitu kondisi di mana kadar asam urat dalam darah melebihi batas normal, yaitu 7 mg/dl pada laki-laki dan 6 mg/dl pada perempuan. Peningkatan kadar asam urat dapat berdampak pada kesehatan yang dapat mengakibatkan gangguan fungsi ginjal, menurunkan rentang gerak tubuh dan nyeri saat bergerak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kadar asam urat pada pekerja di Unit Layanan Transmisi Gardu Induk (ULTG) dan PT. PLN (Persero) UPT Kendari. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan cross-sectional study. Populasi dan sampel terdiri dari seluruh 54 pekerja di ULTG dan PT. PLN UPT Kendari, yang dipilih dengan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner yang disusun secara sistematis sesuai variabel yang diteliti, dan pengukuran kadar asam urat dilakukan secara langsung. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Chi-Square untuk melihat hubungan antara variabel bebas dan kadar asam urat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara usia dengan kadar asam urat (p=0,034), dan ada hubungan aktivitas fisik dengan kadar asam urat (p=0,002). Adapun kesimpulan dari penelitian ini menjelaskan bahwa usia dan aktivitas fisik dapat menjadi faktor yang menyebabkan peningkatan kadar asam urat dalam tubuh.
GAMBARAN POLA KEBIASAAN MAKAN SISWA SEBAGAI INDIKATOR KESIAPAN PROGRAM MAKAN BERGIZI GRATIS (MBG) DI SD NEGERI 6 SAWA DESA TUDUNGANO KONAWE UTARA Lade Albar Kalza; Kamrin Kamrin; Sri Tungga Dewi
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo (JK3UHO)
Publisher : Departemen K3 FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jk3uho.v7i1.291

Abstract

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu kebijakan pemerintah yang bertujuan meningkatkan status gizi anak sekolah serta mendukung pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan program ini adalah pola kebiasaan makan siswa dan ergonomi makanan. Ergonomi makanan mencakup kenyamanan siswa dalam menerima, mengonsumsi, serta menikmati makanan yang disediakan di lingkungan sekolah, termasuk aspek kebersihan, penyajian, ukuran porsi, dan kenyamanan tempat makan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pola kebiasaan makan siswa sebagai indikator kesiapan pelaksanaan Program MBG di SD Negeri 6 Sawa Desa Tudungano. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa SD Negeri 6 Sawa dengan sampel sebanyak 60 siswa yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner mengenai kebiasaan sarapan, frekuensi konsumsi makanan bergizi, kebiasaan jajan siswa, serta ergonomi makanan. Analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan distribusi pola kebiasaan makan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki kebiasaan sarapan yang tidak teratur (55%), frekuensi konsumsi sayur dan buah masih rendah (60%), serta kebiasaan jajan di lingkungan sekolah cukup tinggi (65%). Selain itu, sebagian siswa menilai aspek ergonomi makanan di sekolah masih kurang optimal terutama pada kenyamanan tempat makan dan penyajian makanan. Hasil ini menunjukkan bahwa pola kebiasaan makan siswa masih perlu diperbaiki sehingga pelaksanaan Program MBG di sekolah dapat menjadi salah satu strategi dalam meningkatkan kualitas gizi siswa. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar siswa di SD Negeri 6 Sawa memiliki pola kebiasaan makan yang belum optimal sehingga Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sangat relevan untuk mendukung pemenuhan gizi siswa di sekolah. Selain itu, aspek ergonomi makanan perlu diperhatikan agar siswa lebih nyaman dan terbiasa mengonsumsi makanan sehat di lingkungan sekolah.
HUBUNGAN ASUPAN ZAT GIZI MAKRO, STATUS GIZI, DAN FAKTOR PEKERJAAN DENGAN KELELAHAN KERJA PADA PEKERJA: LITERATURE REVIEW Paridah Paridah; Rastika Dwiyanti Liaran; Jusniar Rusliafa
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo (JK3UHO)
Publisher : Departemen K3 FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jk3uho.v7i1.292

Abstract

Kelelahan akibat bekerja merupakan masalah kesehatan yang dapat mengurangi kinerja, meningkatkan kemungkinan terjadinya kecelakaan di tempat kerja, serta memengaruhi kesehatan secara umum bagi para pekerja. Status gizi dan tingkat asupan zat gizi makro diasumsikan memengaruhi terjadinya kelelahan kerja, tetapi hasil penelitian masih menunjukkan adanya perbedaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara konsumsi zat gizi makro dan kondisi gizi, serta faktor-faktor pekerjaan terhadap tingkat kelelahan kerja, berdasarkan hasil-hasil penelitian yang telah diterbitkan.Penelitian ini berupa tinjauan pustaka yang disusun sesuai dengan panduan PRISMA 2020. Pencarian artikel dilakukan melalui database Google Scholar, PubMed, Scopus, ScienceDirect, dan Garuda dengan menggunakan kata kunci yang terkait dengan asupan energi, protein, karbohidrat, lemak, status gizi, serta kelelahan kerja. Artikel yang diterbitkan antara tahun 2020 hingga 2025 tersedia dalam bentuk teks lengkap dan memenuhi kriteria untuk termasuk dalam analisis secara naratif. Sebanyak lima belas artikel memenuhi kriteria dan diteliti dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi karbohidrat merupakan faktor yang paling stabil terkait dengan rasa lelah yang terjadi saat bekerja. Mengatakan hubungan antara asupan energi dan protein dengan kelelahan kerja masih menunjukkan hasil yang belum konsisten, sedangkan sebagian besar penelitian tidak menemukan hubungan antara asupan lemak dengan kelelahan kerja. Hubungan antara status gizi dan kelelahan kerja menunjukkan hasil yang beragam, hal ini dipengaruhi oleh karakteristik dari peserta penelitian, cara pengukuran yang digunakan, serta faktor-faktor terkait pekerjaan. Kelelahan kerja merupakan kondisi multifaktorial. Asupan karbohidrat memiliki hubungan yang paling konsisten dengan kelelahan kerja, sedangkan hubungan antara asupan energi, protein, lemak, serta kondisi gizi masih dipengaruhi oleh berbagai faktor yang berasal dari individu maupun lingkungan kerja.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELUHAN CARPAL TUNNEL SYNDROME (CTS) PADA PEKERJA PEMECAH BATU DI DESA PARIDA KABUPATEN MUNA 2024 Sitti Nurbila; Syawal Kamiluddin Saptaputra; Irma Yunawati
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo (JK3UHO)
Publisher : Departemen K3 FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jk3uho.v7i1.293

Abstract

Carpal Tunnel Syndrome (CTS) adalah gangguan saraf yang umum terjadi di tangan karena tekanan pada saraf di area pergelangan tangan median yang melewati terowongan karpal. Studi ini bertujuan untuk meneliti Faktor-faktor yang terkait dengan Carpal Tunnel Syndrome pada pekerja pemecah batu di Desa Parida Kabupaten Muna pada tahun 2024. Penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional, dilaksanakan dalam rentang waktu antara bulan Januari dan Februari 2024.Sampel terdiri dari 70 pekerja yang dipilih dengan total sampling. Instrumen pengumpulan data meliputi kuesioner, tes Phalen, dan dokumentasi. Variabel yang diteliti mencakup masa kerja, lama kerja, gerakan berulang, dan riwayat penyakit. Data di analisis menggunakan teknik univariat dan bivariat menggunakan Chi-square, kemudian disajikan dalam tabel distribusi frekuensi dan tabel hubungan antar variabel, yang kemudian dijelaskan secara naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 30 pekerja atau 42,9% mengalami CTS, sementara 40 pekerja atau 57,1% tidak mengalami CTS. Ada korelasi antara masa kerja (p-value = 0,001), lama kerja (p-value = 0,023), dan gerakan berulang (p-value = 0,046) dengan Carpal Tunnel Syndrome. Namun, tidak terdapat korelasi antara riwayat penyakit (p-value = 0,186) dengan Carpal Tunnel Syndrome. Jadi, simpulannya adalah bahwa terdapat korelasi antara masa kerja, lama kerja, dan gerakan berulang dengan Carpal Tunnel Syndrome, sementara tidak ada korelasi antara riwayat penyakit dan Carpal Tunnel Syndrome pada pekerja pemecah batu.

Page 11 of 11 | Total Record : 108